Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN REMAJA DI SMK N 2 TABANAN Hesteria Friska Armynia Subratha; Cokorda Istri Mita Pemayun
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 2 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i2.25

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Dampak kehamilan resiko tinggi pada remaja yaitu seperti keguguran, pesalinan yang belum cukup bulan, mudah terjadinya infeksi, keracunan kehamilan dan kematian ibu yang tinggi. Berdasarkan studi pendahuluan di SMK N 2 Tabanan tahun 2016 didapatkan 5 orang siswi mengalami kehamilan usia dini. Penelitian ini bertujuan ddduntuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang kehamilan remaja, sikap remaja putri tentang kehamilan remaja dan mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang kehamilan remaja. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan crosss sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 Juli 2018. Sempel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi kelas XI SMK N 2 Tabanan yang berjumlah 41 responden. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan teknik analisa data menggunakan uji korelasi sperman rank (Rho) dengan bantuan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% responden berpengetahuan baik, 29% berpengetahuan cukup, dan 7% berpengetahuan kurang. Berdasarkan hasil uji kolerasi yaitu ada hubungan yang cukup kuat antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang kehamilan remaja di SMK N 2 Tabanan yaitu sebesar 62,7%. Simpulan: ada hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang kehamilan remaja di SMK N 2 Tabanan.
Asupan Gizi Balita Yang Berada Di Tempat Pengungsian Kabupaten Karangasem Hesteria Friska Armynia Subratha
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 1 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i1.31

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan : Pada bayi, balita dan anak, dampak pengungsian yang timbul dalam bidang kesehatan yaitu resiko terjadinya penyakit infeksi, defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang dan gangguan psikososial. Meski jarang terjadi, letusan Gunung Agung termasuk yang terbesar di antara aktivitas vulkanik global dalam 100 tahun terakhir. Lebih dari 1.000 orang meninggal dalam letusan terakhir pada 1963 Gunung Agung adalah satu dari sekian banyak gunung berapi di Indonesia dan wilayah Cincin Api yang mengelilingi Samudera Pasifik dan samudera timur India. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan gizi balita yang berada di tempat pengungsian Kabupaten Karangasem. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengunakan studi kasus karena permasalahan gizi balita berbeda. Pada penelitian ini, sumber data yang digunakan antara lain data primer yaitu data yang diperoleh dan dikumpulkan secara langsung dari informan pada satu waktu tertentu. Hasil: Ibu menyusui di tempat pengungsian Kabupaten Karangasem mengalami hambatan dalam pemberian ASI. Makanan yang diberikan pada balita di tempat pengungsian belum dapat memenuhi kebutuhan gizi balita baik dari jumlahnya dan jenis makanannya. Simpulan dan saran: Penyediaan makanan direncanakan dengan baik sesuai kebutuhan gizi kelompok umur dan disediakan bilik menyusui serta segera dibangun dapur umum MPASI di posko pengungsian.
Hubungan Ketersediaan Ruang ASI Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Bekerja Di Tabanan Hesteria Friska Armynia Subratha
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 2 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i2.49

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemberian ASI eksklusif di Indonesia dikarekan tidak tersedianya ruang ASI di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan ruang ASI dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Tabanan. Metode: Penelitian survei cross sectional dilakukan pada ibu menyusui yang memiliki bayi umur 6-12 bulan sebanyak 39 orang yang dipilih secara convenience di Desa Dajan Peken Tabanan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu menyusui ditempat kerjanya tidak tersedia ruang ASI dapat memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya sebesar 45,7% dan ibu ditempat kerjanya tidak ada ruang ASI tidak memberikan ASI secara eksklusif sebesar 54,3%. Ibu menyusui yang ditempat kerjanya tersedia ruang ASI sebesar 75% dan 25% ibu bekerja yang memberikan ASI eksklusif. Hasil uji statistik menggunakan uji chi square didapatkan hasil yaiu 0,267 dan p- 0,175 sehingga hipotesis ditolak. Simpulan: Tidak ada hubungan ketersediaan ruang ASI dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Di Tabanan Hesteria Friska Armynia Subratha
JURNAL MEDIKA USADA Vol 3 No 2 (2020): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v3i2.75

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Anemia banyak terjadi pada masyarakat terutama pada remaja dan ibu hamil. Anemia pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi, menurut (WHO, 2015), prevalensi anemia dunia berkisar 50-80%. Prevalensi anemia pada remaja putri (usia 15-19 tahun) sebesar 26,5%, dan pada wanita subur sebesar 26,9% (Kemenkes RI, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia pada remaja di Tabanan. Metode: Penelitian survei cross sectional dilakukan pada 137 dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Marga Tabanan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia pada remaja di SMA Negeri 1 Marga kategori pengetahuan baik sebanyak 121 responden (88,3%), dan pengetahuan cukup sebanyak 16 responden (11,7%). Simpulan: Remaja diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai kesehatan resproduksi remaja, sehingga dapat mencegah terjadinya anemia pada remaja
Pengaruh Diseminasi Interprofessional Education (IPE) Terhadap Pengetahuan, Persepsi Dan Kesiapan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undiksha Putri, Nabila Amelia Hanisyah; Khoiroh, Nis'atul; Rizki, A Mustika Fadillah; Subratha, Hesteria Friska Armynia
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i1.181

Abstract

Kerjasama lintas sektor hingga kolaborasi berbagi pihak menjadi kunci penting bagi suksesnya pembangunan kesehatan. Salah satu kerjasama atau kolaborasi yang sudah dilakukan pada ranah pelayanan Kesehatan adalah melalui praktek kolaborasi antar tenaga Kesehatan dalam perawatan pasien. Namun, sebagian besar praktek kolaborasi ini cenderung jarang diperoleh secara langsung atau diimplementasikan di ranah akademik. Pendidikan dan pembelajaran mahasiswa Kesehatan cenderung berfokus pada pemecahan masalah masing-masing. Padahal kolaborasi dapat dilakukan antar tenaga Kesehatan lain, untuk meningkatkan efektifitas pelayanan kepada pasien. Pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang ditawarkan oleh IPE, terbukti efektif dalam menghasilkan tenaga Kesehatan yang kompeten dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh diseminasi interprofessional education (IPE) terhadap pengetahuan, persepsi dan kesiapan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Penelitian ini bertujuan mencari dan menggambarkan hasil atau pengaruh dari perlakuan dalam bentuk diseminasi kepada sampel. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Undiksha jenjang Sarjana. Sampel pada penelitian ini adalah 30 mahasiswa dari Prodi S1 Kedokteran, S1 Keperawatan dan S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran Undiksha. Diperoleh hasil terdapat pengaruh diseminasi pada variable pengetahuan mengenai IPE. Namun tidak dapat pengaruh terhadap variable persepsi dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi pembelajaran IPE. Pelaksanaan perlakuan dalam bentuk diseminasi IPE telah terlaksana dengan baik. Terlihat pada peningkatan dan pengaruh pengetahuan mahasiswa dalam menghadapi IPE sebelum dan setelah menerima diseminasi IPE. Namun tidak terdapat pengaruh IPE dalam variable persepsi dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi IPE.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Higiene Personal saat Menstruasi pada Mahasiswi Baru Fakultas Kedokteran Universitas X Nis'atul Khoiroh; Sumiati; Nabila Amelia Hanisyah Putri; Hesteria Friska Armynia Subratha
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.584

Abstract

Remaja putri seringkali mengalami infeksi pada organ reproduksinya yang disebabkan perilaku menjaga kebersihan diri saat menstruasi masih buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku hygiene personal saat menstruasi. Rancangan penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan subjek penelitian menggunakan Teknik quota sampling diperoleh 63 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariabel dan bivariabel (uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pengetahuan, sikap, dan perilaku higiene personal saat menstruasi adalah baik (65,1%; 50,8%; 57,1%), serta hasil analisis bivariabel menunjukkan pengetahuan (PR 2,330; IK 95% 1,337 - 4,058) dan sikap (PR 2,452; IK 95% 1,264 - 4,753) dengan nilai p kurang dari 0,05. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene personal saat menstruasi.
Gambaran Pola Makan Dan Status Gizi Pada Balita di Desa Banjar AA Putri Melastini; Hesteria Friska Armynia Subratha; Yuni Kurniawati; Sumiati; Nis’atul Khoiroh; Irma Nurma Linda
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 3: JULY 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i3.284

Abstract

Masa balita merupakan periode keemasan dalam proses tumbuh kembang manusia. Permasalahan gizi pada balita dapat berdampak serius baik jangka pendek maupun panjang, antara lain meningkatkan risiko penyakit infeksi, gangguan pertumbuhan (stunting), penurunan kecerdasan, hingga risiko penyakit tidak menular di masa dewasa. Melihat pentingnya gizi dalam mendukung pencapaian tujuan SDGs, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pola makan dan status gizi pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Probability Sampling menggunakan Cluster Random Sampling, yaitu pemilihan sampel secara acak berdasarkan kelompok atau klaster sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan variasi pola makan balita dipengaruhi oleh ketersediaan pangan keluarga, pengetahuan ibu tentang gizi, serta pola asuh. Status gizi sebagian besar balita berada dalam kategori normal, namun masih ditemukan balita dengan gizi kurang dan stunting yang memerlukan perhatian. Kesimpulannya, pola makan dan status gizi balita saling berkaitan erat. Perlu upaya peningkatan edukasi gizi kepada orang tua serta penguatan program intervensi gizi di masyarakat untuk mencegah masalah gizi sejak dini.
The Relationship Between Personal Hygiene Behavior And The Incidence Of Fluor Albus In Adolescent Girls Khoiroh, Nis'atul; Amelia Hanisyah Putri, Nabila; Rahmayani, Irma; Friska Armynia Subratha, Hesteria; Kurniawati, Yuni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.22635

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa peralihan dari fase anak-anak menuju fase dewasa yang ditandai oleh berbagai macam perubahan, termasuk pertumbuhan organ reproduksi. Remaja pada masa ini diharapkan untuk mulai memperhatikan kebersihan diri terutama kesehatan reproduksi, yang dimulai dengan menjaga kebersihan tubuh seperti kebersihan pada vagina agar terhindar dari berbagai kemungkinan penyakit, termasuk keputihan. Keputihan merupakan gangguan kedua terbanyak setelah gangguan menstruasi yang kerap dialami oleh remaja.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku higiene personal dengan kejadian keputihan pada remaja putri.Metode: Rancangan penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik consecutive sampling diperoleh 51 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariabel dan bivariabel (uji Chi-Square).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan remaja putri sebagai subjek penelitian ini berada pada usia remaja awal (12-15 tahun) dan sebagian besar berusia 14 tahun (39,2%), serta hasil analisis bivariabel menunjukkan nilai p < 0,05 (PR 9,857; IK 95% 1,383 - 70,261).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara perilaku higiene personal dengan kejadian keputihan.Saran: Perlu diberikan promosi kesehatan mengenai kesehatan reproduksi khususnya higiene personal agar remaja putri memiliki pengetahuan yang mendalam, sehingga dapat berperilaku higiene personal yang baik dan mencegah terjadinya keputihan. Kata Kunci: Keputihan, Perilaku Higiene Personal, Remaja Putri ABSTRACT Background: Adolescence is a transitional period from childhood phase to adulthood phase, marked by a range of changes, which involves the development of the reproductive organs. Adolescents at this time are expected to start paying attention to personal hygiene, especially reproductive health, which starts from maintaining personal hygiene such as vaginal hygiene to avoid the possibility of diseases including fluor albus. Fluor albus is the second disorder after menstrual disorders that often occur in adolescents.Purpose: This study aims to analyze the relationship between personal hygiene behavior and the incidence of fluor albus in adolescent girls.Methods: This research design is analytic observational with cross sectional design. Taking research subjects using consecutive sampling technique obtained 51 respondents. The instrument used was a questionnaire. Data analysis using univariable and bivariable analysis (Chi-Square test).Results: The results showed that adolescent girls as the subject of this study were in early adolescence (12-15 years) and most were 14 years old (39.2%), and the results of bivariable analysis showed a p value < 0.05 (PR 9.857; CI 95% 1.383 - 70.261).Conclusion: There is a relationship between personal hygiene behavior and the incidence of fluor albus. Suggestions: Health promotion regarding reproductive health, especially personal hygiene, is necessary so that adolescent girls have in-depth knowledge, enabling them to practice good personal hygiene and prevent vaginal discharge. Keywords: Fluor Albus, Personal Hygiene Behavior, Adolescent Girls
The Relationship Between Perception, Media, And Peers Towards Adolescents' Decision-Making In Consuming Iron Tablets Hanisyah Putri, Nabila Amelia; Khoiroh, Nis'atul; Kurniawati, Yuni; Armynia Subratha, Hesteria Friska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.22634

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia yang menjadi salah satu masalah gizi utama pada remaja putri di Indonesia masih tergolong tinggi. Sehingga menjadi tantangan serius pada peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri diharapkan dapat memutus mata rantai stunting, mengurangi insiden anemia, hingga meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh remaja. Sehingga diharapkan dapat membekali remaja putri agar kelak menjadi ibu yang mampu melahirkan generasi penerus yang sehat, berkualitas, dan produktif. Mengidentifikasi dan memahami factor yang berhubungan dengan keputusan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah, dapat berkontribusi langsung dalam perancangan strategi efektif dalam rangka meningkatkan cakupan konsumsi tablet tambah darah remaja. Serta secara tidak langsung dapat memperbaiki dan meningkatkan status gizi remaja.Tujuan: Menganalisis hubungan persepsi, paparan media informasi dan teman sebaya terhadap keputusan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah.Metode:  Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross-sectional study, yang mengkaji hubungan variabel persepsi, paparan media informasi dan teman sebaya terhadap variabel pengambilan keputusan, Sampel penelitian ini adalah siswa SMP Muhammadiyah 2 Singaraja sebanyak 36 sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis dengan uji chi-square pada taraf signifikansi 0,05.Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara teman sebaya dan paparan media informasi terhadap Keputusan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Sedangkan pada variable persepsi, tidak terdapat hubungan yang berarti terhadap Keputusan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah.Kesimpulan: Terdapat hubungan positif antara teman sebaya dan paparan media informasi terhadap keputusan remaja untuk mengkonsumsi tablet tambah darah.Saran: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi variabel terkait lainnya seperti status ekonomi keluarga, akses ke layanan keseharan, hingga budaya/kepercayaan. Kata Kunci: Media Informasi,Tablet Tambah Darah, Teman Sebaya, Persepsi, ABSTRACT Background: Anemia is one of the major nutritional problems among adolescent girls in Indonesia, with a relatively high prevalence, making it a serious challenge in efforts to improve the quality of health for future generations. The provision of iron-folic acid (IFA) supplements to adolescent girls is expected to break the cycle of stunting, reduce the incidence of anemia, and increase iron reserves in the body. This is anticipated to equip adolescent girls so that in the future they can become mothers capable of giving birth to healthy, high-quality, and productive future generations. Identifying and understanding the factors related to adolescents' decisions in consuming IFA tablets can directly contribute to the design of effective strategies to increase the coverage of IFA tablet consumption among adolescents, and indirectly improve and enhance their nutritional status.Purpose:To analyze the relationship between perception, media exposure, and peer influence on adolescents' decisions to consume IFA tablets.Methods:This research employed a quantitative design with a cross-sectional study approach, examining the relationship between perception, media exposure, and peer influence variables with decision-making. The study sample consisted of 36 students from SMP Muhammadiyah 2 Singaraja. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the chi-square test at a 0.05 significance level.Results: Thechi-square test results indicated a significant relationship between peer influence and media exposure on adolescents' decisions to consume IFA tablets. Meanwhile, the perception variable did not show a significant relationship with adolescents' decisions to consume IFA tablets.Conclusion:There is a positive relationship between peer influence and media exposure on adolescents' decisions to consume IFA tablets.Suggestion:Future research may explore other related variables such as family socioeconomic status, access to healthcare services, and cultural or belief systems. Keywords:Iron Tablets, Media Information, Peers Group, Perception
Effective Sexual Education Model For Preventing Sexual Violence in Children Sipahutar, Ida Erni; Hartati, Ni Nyoman; Runiari, Ni Nengah; Wedri, Ni Made; Suardani, Ni Luh Ketut; Armynia Subratha, Hesteria Friska
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 2 (2024): April
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.52310

Abstract

Introduction: Children are vulnerable to sexual abuse because they are physically weak and cannot defend themselves. Threats to withhold reporting occurrences also frighten people. Sexual violence is usually done by family, neighbors, or relatives. The study aimed to investigate the effectiveness of developing a sexual health education model toward the knowledge and attitude of mothers.Methods: The research method used Quasi-Experimental with nonequivalent Control Group Design. A total of 60 mothers were divided into education and control groups. Knowledge and attitude questionnaires were used. T-test and Wilcoxon Signed Rank Test were used to analyze the difference between the pre-post test within group.Results: The study found that 33 respondents (55%) in the pre-test treatment group had a low knowledge level, and 44 respondents (73.3%) in the post-test treatment group (p = 0.001). The attitude of the respondents in the pre-test treatment group showed that most were poor, 60 respondents (100%), and 31 respondents (51.7%) in the post-test treatment group were poor (0.073). Most of the respondents in the pre-test control group had a low knowledge level of 32 respondents (53.3%), and the post-test control group had a high level of knowledge of 31 respondents (52.1%) (p= 0.000). Most respondents in the pre-test control group had a poor attitude, with 34 respondents (56.7%), and the post-test control group had a good attitude, with 33 respondents (55%) (p = 0.000).Conclusion: The module on sexual development education for children cannot affect people's views on teaching children sexual development.
Co-Authors AA Putri Melastini Aditya Prabawa Agustia, Km Tri Sutrisna Amelia Hanisyah Putri, Nabila Anjar Tri Astuti Cahyoko, Fajar Dwi Cokorda Istri Mita Pemayun Dewa Ayu Ari Kusumayuni Dyah Pradnyaparmita Duarsa Gozali, Wigutomo Hanisyah Putri, Nabila Amelia Hartati, Ni Nyoman Hendra Mashuri I Nyoman Tri Anindia Putra I Wayan Gede Artawan Eka Putra I Wayan Gede Artawan Eka Putra I Wayan Gede Artawan Eka Putra, I Wayan Gede Artawan Eka Ida Ayu Diah Purnama Sari Ida Ayu Diah Purnamasari Ilmy, Shofi Khaqul Indra Peratiwi Indra Peratiwi Indra Pratiwi Irma Nurma Linda Kadek Dwi Pitriyani Kadek Julia Chandra Jyoti Ketut Espana Giri Khoiroh, Nis'atul Km Tri Sutrisna Agustia Kurniawati, Yuni Luh Ita Mahendrayani Made Amanda Cipta Dewi Made Diva Aprliasih Arya Putri Made Ila Miranda Hary Made Ririn Sri Wulandari Made Satya Gautama Made Suadnyani Pasek Made Suadnyani Pasek Nabila Amelia Hanisyah Putri Nabila Amelia Hanisyahputri Ni Kadek Diah Purnamayanti Ni Ketut Sutiari Ni Komang Sulyastini Ni Luh Erlya Lionita Ni Made Indra Peratiwi Ni Made Suasti Wulanyani Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini Ni Wayan Manik Kartiningsih Nis&#039;atul Khoiroh Nis'atul Khoiroh Nis’atul Khoiroh Pande Putu Januraga Pebriyani, Ni Putu Nita Peratiwi, Indra Pratiwi, Made Dinda Pratiwi, Putu Irma Putri, Nabila Amelia Hanisyah Rahmayani, Irma Rizki, A Mustika Fadillah Runiari, Ni Nengah Sipahutar, Ida Erni Suardani, Ni Luh Ketut Sulyastini, Ni Komang Sumiati Wedri, Ni Made Widiarta, Made Bayu Oka YUNI KURNIAWATI