Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami Dengan Kunjungan Antenatal Care (Anc) Pada Ibu Hamil Di Kabupaten Tabanan Hesteria Friska Armynia Subratha; Ni Wayan Manik Kartiningsih
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 1 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i1.8

Abstract

Latar Belakang dan tujuan: Kehamilan adalah suatu krisis maturitas yang dapat menimbulkan stres. Tingginya cakupan K1 dan K4 tentunya sangat didukung oleh peran keluarga, dukungan keluarga salah satunya adalah dukungan suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan suami dengan kunjungan antenatal care (ANC) pada ibu hamil di Bidan Praktek Mandiri Ny.MD Desa Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Metode: Desain penelitian ini adalah servei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2014. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sebanyak 50 orang. Teknik analisa data menggunakan chi square test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar responden di BPM”MD” Desa Cau Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan kurang mendapatkan dukungan suami. Sebagian besar responden di BPM”MD” Desa Cau Kecamatan Marga Tabanan sesuai standar kunjungan ANC. Ada hubungan yang signifikan dukungan suami dengan kunjungan ANC pada ibu hamil di BPM” MD” Desa Cau Kecamatan Marga Tabanan. Simpulan: Responden di BPM”MD” Desa Cau Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan kurang mendapatkan dukungan suami sebanyak 26 responden (52%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Emesis Gravidarum Dengan Perubahan Berat Badan Trimester 1 Di Puskesmas Baturiti 1 Tahun 2017 Hesteria Friska Armynia Subratha; Dewa Ayu Ari Kusumayuni
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 1 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i1.13

Abstract

Latar Belakang Emesis gravidarum adalah gejala yang wajar atau sering terjadi pada kehamilan trimester I, hal inilah yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil, namun kurangnya pengetahuan ibu tentang emesis gravidarum juga dapat memperparah kondisi ibu hingga terjadinya penurunan berat badan yang drastis. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum dengan perubahan berat badan ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Baturiti tahun 2017.nMetode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel yang digunakan adalah variabel independent yaitu tingkat pengetahuan tentang emesis gravidarum dan variabel dependentnya adalah perubahan berat badan ibu hamil trimester 1 yang mengalami emesis gravidarum.Sampel penelitian sebanyak 34 orang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan test dan lembar observasi berat badan. Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisa adalah uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan responden paling banyak dalam kategori kurang yaitu 16 orang (47,05%) dan perubahan berat badan yang paling banyak dalam kategori turun yaitu 19 orang (55,88%). Berdasarkan hasil uji korelasi pada analisis data diperoleh nilai P = 0,00 lebih kecil dari α 0,05 dan rho sebesar 0,654 . Temuan ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan kuat antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum dengan perubahan berat badan ibu hamil trimester 1. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil penelitian tersebut hendaknya petugas kesehatan di puskesmas lebih efektif dalam memberikan informasi tentang emesis gravidarum agar tidak terjadi penurunan berat badan yang sangat drastis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN REMAJA DI SMK N 2 TABANAN Hesteria Friska Armynia Subratha; Cokorda Istri Mita Pemayun
JURNAL MEDIKA USADA Vol 1 No 2 (2018): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v1i2.25

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Dampak kehamilan resiko tinggi pada remaja yaitu seperti keguguran, pesalinan yang belum cukup bulan, mudah terjadinya infeksi, keracunan kehamilan dan kematian ibu yang tinggi. Berdasarkan studi pendahuluan di SMK N 2 Tabanan tahun 2016 didapatkan 5 orang siswi mengalami kehamilan usia dini. Penelitian ini bertujuan ddduntuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang kehamilan remaja, sikap remaja putri tentang kehamilan remaja dan mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang kehamilan remaja. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan crosss sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 Juli 2018. Sempel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi kelas XI SMK N 2 Tabanan yang berjumlah 41 responden. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan teknik analisa data menggunakan uji korelasi sperman rank (Rho) dengan bantuan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% responden berpengetahuan baik, 29% berpengetahuan cukup, dan 7% berpengetahuan kurang. Berdasarkan hasil uji kolerasi yaitu ada hubungan yang cukup kuat antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang kehamilan remaja di SMK N 2 Tabanan yaitu sebesar 62,7%. Simpulan: ada hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang kehamilan remaja di SMK N 2 Tabanan.
Asupan Gizi Balita Yang Berada Di Tempat Pengungsian Kabupaten Karangasem Hesteria Friska Armynia Subratha
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 1 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i1.31

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan : Pada bayi, balita dan anak, dampak pengungsian yang timbul dalam bidang kesehatan yaitu resiko terjadinya penyakit infeksi, defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang dan gangguan psikososial. Meski jarang terjadi, letusan Gunung Agung termasuk yang terbesar di antara aktivitas vulkanik global dalam 100 tahun terakhir. Lebih dari 1.000 orang meninggal dalam letusan terakhir pada 1963 Gunung Agung adalah satu dari sekian banyak gunung berapi di Indonesia dan wilayah Cincin Api yang mengelilingi Samudera Pasifik dan samudera timur India. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan gizi balita yang berada di tempat pengungsian Kabupaten Karangasem. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengunakan studi kasus karena permasalahan gizi balita berbeda. Pada penelitian ini, sumber data yang digunakan antara lain data primer yaitu data yang diperoleh dan dikumpulkan secara langsung dari informan pada satu waktu tertentu. Hasil: Ibu menyusui di tempat pengungsian Kabupaten Karangasem mengalami hambatan dalam pemberian ASI. Makanan yang diberikan pada balita di tempat pengungsian belum dapat memenuhi kebutuhan gizi balita baik dari jumlahnya dan jenis makanannya. Simpulan dan saran: Penyediaan makanan direncanakan dengan baik sesuai kebutuhan gizi kelompok umur dan disediakan bilik menyusui serta segera dibangun dapur umum MPASI di posko pengungsian.
Hubungan Ketersediaan Ruang ASI Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Bekerja Di Tabanan Hesteria Friska Armynia Subratha
JURNAL MEDIKA USADA Vol 2 No 2 (2019): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v2i2.49

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemberian ASI eksklusif di Indonesia dikarekan tidak tersedianya ruang ASI di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan ruang ASI dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Tabanan. Metode: Penelitian survei cross sectional dilakukan pada ibu menyusui yang memiliki bayi umur 6-12 bulan sebanyak 39 orang yang dipilih secara convenience di Desa Dajan Peken Tabanan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu menyusui ditempat kerjanya tidak tersedia ruang ASI dapat memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya sebesar 45,7% dan ibu ditempat kerjanya tidak ada ruang ASI tidak memberikan ASI secara eksklusif sebesar 54,3%. Ibu menyusui yang ditempat kerjanya tersedia ruang ASI sebesar 75% dan 25% ibu bekerja yang memberikan ASI eksklusif. Hasil uji statistik menggunakan uji chi square didapatkan hasil yaiu 0,267 dan p- 0,175 sehingga hipotesis ditolak. Simpulan: Tidak ada hubungan ketersediaan ruang ASI dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Di Tabanan Hesteria Friska Armynia Subratha
JURNAL MEDIKA USADA Vol 3 No 2 (2020): JURNAL MEDIKA USADA
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v3i2.75

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Anemia banyak terjadi pada masyarakat terutama pada remaja dan ibu hamil. Anemia pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi, menurut (WHO, 2015), prevalensi anemia dunia berkisar 50-80%. Prevalensi anemia pada remaja putri (usia 15-19 tahun) sebesar 26,5%, dan pada wanita subur sebesar 26,9% (Kemenkes RI, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia pada remaja di Tabanan. Metode: Penelitian survei cross sectional dilakukan pada 137 dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Marga Tabanan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia pada remaja di SMA Negeri 1 Marga kategori pengetahuan baik sebanyak 121 responden (88,3%), dan pengetahuan cukup sebanyak 16 responden (11,7%). Simpulan: Remaja diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai kesehatan resproduksi remaja, sehingga dapat mencegah terjadinya anemia pada remaja
Pengaruh Diseminasi Interprofessional Education (IPE) Terhadap Pengetahuan, Persepsi Dan Kesiapan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undiksha Putri, Nabila Amelia Hanisyah; Khoiroh, Nis'atul; Rizki, A Mustika Fadillah; Subratha, Hesteria Friska Armynia
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i1.181

Abstract

Kerjasama lintas sektor hingga kolaborasi berbagi pihak menjadi kunci penting bagi suksesnya pembangunan kesehatan. Salah satu kerjasama atau kolaborasi yang sudah dilakukan pada ranah pelayanan Kesehatan adalah melalui praktek kolaborasi antar tenaga Kesehatan dalam perawatan pasien. Namun, sebagian besar praktek kolaborasi ini cenderung jarang diperoleh secara langsung atau diimplementasikan di ranah akademik. Pendidikan dan pembelajaran mahasiswa Kesehatan cenderung berfokus pada pemecahan masalah masing-masing. Padahal kolaborasi dapat dilakukan antar tenaga Kesehatan lain, untuk meningkatkan efektifitas pelayanan kepada pasien. Pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang ditawarkan oleh IPE, terbukti efektif dalam menghasilkan tenaga Kesehatan yang kompeten dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh diseminasi interprofessional education (IPE) terhadap pengetahuan, persepsi dan kesiapan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Penelitian ini bertujuan mencari dan menggambarkan hasil atau pengaruh dari perlakuan dalam bentuk diseminasi kepada sampel. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Undiksha jenjang Sarjana. Sampel pada penelitian ini adalah 30 mahasiswa dari Prodi S1 Kedokteran, S1 Keperawatan dan S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran Undiksha. Diperoleh hasil terdapat pengaruh diseminasi pada variable pengetahuan mengenai IPE. Namun tidak dapat pengaruh terhadap variable persepsi dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi pembelajaran IPE. Pelaksanaan perlakuan dalam bentuk diseminasi IPE telah terlaksana dengan baik. Terlihat pada peningkatan dan pengaruh pengetahuan mahasiswa dalam menghadapi IPE sebelum dan setelah menerima diseminasi IPE. Namun tidak terdapat pengaruh IPE dalam variable persepsi dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi IPE.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Higiene Personal saat Menstruasi pada Mahasiswi Baru Fakultas Kedokteran Universitas X Nis'atul Khoiroh; Sumiati; Nabila Amelia Hanisyah Putri; Hesteria Friska Armynia Subratha
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.584

Abstract

Remaja putri seringkali mengalami infeksi pada organ reproduksinya yang disebabkan perilaku menjaga kebersihan diri saat menstruasi masih buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku hygiene personal saat menstruasi. Rancangan penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan subjek penelitian menggunakan Teknik quota sampling diperoleh 63 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariabel dan bivariabel (uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pengetahuan, sikap, dan perilaku higiene personal saat menstruasi adalah baik (65,1%; 50,8%; 57,1%), serta hasil analisis bivariabel menunjukkan pengetahuan (PR 2,330; IK 95% 1,337 - 4,058) dan sikap (PR 2,452; IK 95% 1,264 - 4,753) dengan nilai p kurang dari 0,05. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene personal saat menstruasi.
Gambaran Pola Makan Dan Status Gizi Pada Balita di Desa Banjar AA Putri Melastini; Hesteria Friska Armynia Subratha; Yuni Kurniawati; Sumiati; Nis’atul Khoiroh; Irma Nurma Linda
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 3: JULY 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i3.284

Abstract

Masa balita merupakan periode keemasan dalam proses tumbuh kembang manusia. Permasalahan gizi pada balita dapat berdampak serius baik jangka pendek maupun panjang, antara lain meningkatkan risiko penyakit infeksi, gangguan pertumbuhan (stunting), penurunan kecerdasan, hingga risiko penyakit tidak menular di masa dewasa. Melihat pentingnya gizi dalam mendukung pencapaian tujuan SDGs, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pola makan dan status gizi pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Probability Sampling menggunakan Cluster Random Sampling, yaitu pemilihan sampel secara acak berdasarkan kelompok atau klaster sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan variasi pola makan balita dipengaruhi oleh ketersediaan pangan keluarga, pengetahuan ibu tentang gizi, serta pola asuh. Status gizi sebagian besar balita berada dalam kategori normal, namun masih ditemukan balita dengan gizi kurang dan stunting yang memerlukan perhatian. Kesimpulannya, pola makan dan status gizi balita saling berkaitan erat. Perlu upaya peningkatan edukasi gizi kepada orang tua serta penguatan program intervensi gizi di masyarakat untuk mencegah masalah gizi sejak dini.
The Relationship Between Personal Hygiene Behavior And The Incidence Of Fluor Albus In Adolescent Girls Khoiroh, Nis'atul; Amelia Hanisyah Putri, Nabila; Rahmayani, Irma; Friska Armynia Subratha, Hesteria; Kurniawati, Yuni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.22635

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa peralihan dari fase anak-anak menuju fase dewasa yang ditandai oleh berbagai macam perubahan, termasuk pertumbuhan organ reproduksi. Remaja pada masa ini diharapkan untuk mulai memperhatikan kebersihan diri terutama kesehatan reproduksi, yang dimulai dengan menjaga kebersihan tubuh seperti kebersihan pada vagina agar terhindar dari berbagai kemungkinan penyakit, termasuk keputihan. Keputihan merupakan gangguan kedua terbanyak setelah gangguan menstruasi yang kerap dialami oleh remaja.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku higiene personal dengan kejadian keputihan pada remaja putri.Metode: Rancangan penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik consecutive sampling diperoleh 51 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariabel dan bivariabel (uji Chi-Square).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan remaja putri sebagai subjek penelitian ini berada pada usia remaja awal (12-15 tahun) dan sebagian besar berusia 14 tahun (39,2%), serta hasil analisis bivariabel menunjukkan nilai p < 0,05 (PR 9,857; IK 95% 1,383 - 70,261).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara perilaku higiene personal dengan kejadian keputihan.Saran: Perlu diberikan promosi kesehatan mengenai kesehatan reproduksi khususnya higiene personal agar remaja putri memiliki pengetahuan yang mendalam, sehingga dapat berperilaku higiene personal yang baik dan mencegah terjadinya keputihan. Kata Kunci: Keputihan, Perilaku Higiene Personal, Remaja Putri ABSTRACT Background: Adolescence is a transitional period from childhood phase to adulthood phase, marked by a range of changes, which involves the development of the reproductive organs. Adolescents at this time are expected to start paying attention to personal hygiene, especially reproductive health, which starts from maintaining personal hygiene such as vaginal hygiene to avoid the possibility of diseases including fluor albus. Fluor albus is the second disorder after menstrual disorders that often occur in adolescents.Purpose: This study aims to analyze the relationship between personal hygiene behavior and the incidence of fluor albus in adolescent girls.Methods: This research design is analytic observational with cross sectional design. Taking research subjects using consecutive sampling technique obtained 51 respondents. The instrument used was a questionnaire. Data analysis using univariable and bivariable analysis (Chi-Square test).Results: The results showed that adolescent girls as the subject of this study were in early adolescence (12-15 years) and most were 14 years old (39.2%), and the results of bivariable analysis showed a p value < 0.05 (PR 9.857; CI 95% 1.383 - 70.261).Conclusion: There is a relationship between personal hygiene behavior and the incidence of fluor albus. Suggestions: Health promotion regarding reproductive health, especially personal hygiene, is necessary so that adolescent girls have in-depth knowledge, enabling them to practice good personal hygiene and prevent vaginal discharge. Keywords: Fluor Albus, Personal Hygiene Behavior, Adolescent Girls