Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Dampak dan Upaya Pencegahan Stigmatisasi Masyarakat terhadap Pasien Covid-19 di Badung-Bali Hesteria Friska Armynia Subratha; Indra Peratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.352 KB) | DOI: 10.37413/jmakia.v12i1.189

Abstract

The pandemic is one of the most serious public health problems globally. This is like what happened in early 2020 when the COVID-19 outbreak first occurred in Wuhan. The threat of this pandemic is getting bigger when various cases show that transmission can occur between humans (human to human transmission). However, in this case, many Covid-19 sufferers are stigmatized. This study aims to determine the impact and efforts to prevent community stigmatization of Covid-19 patients in 2021. This study uses a qualitative descriptive study with observation methods and in-depth interviews with health workers with 8 positive cases of COVID-19 and 2 respondents who were not confirmed positive. . This research was conducted from March 1 – March 6, 2021. The results of this study indicate that the emergence of stigmatization during the COVID-19 pandemic was based on the lack of public knowledge, supported by unverified information or uncontrolled fake news which caused concern and fear. people who are excessive so that they have incorrect perceptions and carry out discriminatory treatment. Effective prevention that can be done to minimize stigma is the provision of education or education in the form of health campaigns and promotions to the community as well as screening of hoax news so that the public gets information from credible official sources.
PEMANFAATAN POSYANDU TERHADAP PEMBERIAN STIMULASI PERKEMBANGAN BALITA PADA MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI DESA SELAT KABUPATEN BULELENG Putu Irma Pratiwi; Anjar Tri Astuti; Hesteria Friska Armynia Subratha; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 15 No. 1 (2022): Vol. 15 No. 1 (2022): Vol. 15 No. 1 (2022): Vol. 15, No. 1 Edisi Maret 2022
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.845 KB) | DOI: 10.36760/jka.v15i1.360

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) telah ditetapkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan sebagai bencana nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 menimbulkan dampak yang luas bagi perekonomian dan kesehatan. Hal ini dapat menimbulkan resiko gangguan pelayanan kesehatan termasuk pada pelayanan kesehatan balita, yang berpotensi meningkatkan kesakitan dan kematian.Adaptasi kehidupan baru merupakan suatu kondisi dimana masyarakat dapat melakukan kegiatan berdampingan dengan COVID-19. Pelayanan posyandu pada balita terdiri dari pemantauan pertumbuhan, perkembangan, pemberian stimulasi, pemberian imunisasi dasar dan lanjutan serta kapsul vitamin A. untuk mengetahui pemanfaatan posyandu terhadap pemberian stimulasi balita dimasa adaptasi kebiasaan baru Metode:Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik Analisa data menggunakan analisis dengan Chi Square (x2) dengan tingkat kemaknaanp<0,05. Hasil: Dari hasil uji statistic menggunakan analisis Chi Square diperoleh nila P= 0,02 lebih kecil dari tingkat kemaknaan P=0,05 maka terdapat hubungan antara pemanfaatan posyandu terhadap pemberian stimulasi pada bali di masa adaptasia kebiasaan baru Kesimpulan: pemanfaatan posyandu berpengaruh terhadap pemberian stimulasi pada balita. Kata Kunci: Posyandu, Stimulasi, Balita, Adaptasi Kebiasaan Baru
Anxiety of Pregnant Women Facing Childbirth In Busungbiu District, Buleleng Hesteria Friska Armynia Subratha; Ketut Espana Giri; Ni Komang Sulyastini; Made Bayu Oka Widiarta
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 02 (2023): Periode April-June, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.67 KB)

Abstract

Numerous studies have consistently demonstrated the association between stress, depression, and heightened anxiety during pregnancy, which can lead to adverse outcomes such as low birth weight (LBW), preterm birth, and developmental issues in infants. Recent data from the Buleleng District Health Office in December 2021 revealed that approximately 3.1% of infants in the region had low birth weights. Notably, the prevalence of LBW in the catchment area of the Busungbiu I Public Health Center in Buleleng exceeds the district average of 5.6%. Against this backdrop, the present study conducted at the Busungbiu I Public Health Center aims to explore the concerns of pregnant women regarding childbirth amidst the ongoing COVID-19 epidemic. Employing a descriptive-quantitative research design, the study focused on pregnant women who had attended prenatal check-ups at the Busungbiu I Public Health Center within the previous month. The sample comprised 80 respondents selected through probability random sampling. Among the respondents, the highest proportion, accounting for 35%, reported experiencing moderate levels of anxiety. Furthermore, analysis based on the respondents' age groups revealed that the youngest participants exhibited the highest levels of moderate anxiety. Additionally, respondents who had completed elementary school or an equivalent level of education, as well as those with junior high school education or its equivalent, comprised the groups with the highest prevalence of moderate anxiety. Based on the findings, it is recommended to implement targeted initiatives aimed at enhancing pregnant women's understanding of the significance of pregnancy education. Furthermore, it is encouraged to intensify efforts in providing comprehensive support to pregnant mothers, ensuring they are equipped with the necessary knowledge and resources to navigate the challenges associated with pregnancy and childbirth effectively.
PERSEPSI DAN STIGMA NEGATIF TERHADAP MASYARAKAT SERTA TENAGA KESEHATAN YANG TERKENA COVID-19, STUDI KUALITATIF DI KABUPATEN BADUNG-BALI Hesteria Friska Armynia Subratha; Indra Pratiwi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 6, No 2 (2021): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v6i2.304

Abstract

Latar Belakang; Pada akhir  tahun 2019 seluruh dunia dikejutkan dengan merebaknya virus yang belum pernah terdeteksi sebelumnya. Virus tersebut diberi nama Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) dan penyakitnya dikenal sebagai Coronavirus disease 2019 (Covid-19).  Dalam hal ini tidak sedikit masyarakat dan tenaga kesehatan yang juga terkena Covid-19 sehingga berdampak munculnya persepsi serta stigma negatif di kalangan masyarakat. Jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Bali terdapat di kabupaten Badung. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi dan stigma negatif terhadap tenaga kesehatan serta masyarakat  yang terkena Covid-19 pada tahun 2021.Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kualitatif  dengan metode  observasi dan wawancara mendalam terhadap tenaga kesehatan dengan kasus positif covid-19 yang berjumlah 8 orang dan 2 orang responden tidak terkonfirmasi positif. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 1 Maret – 6 Maret 2021.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan stigmatisasi terhadap orang-orang yang terkena Covid-19. Adanya persepsi  dan stigma negatif  di kalangan masyarakat menyebabkan tingkat gangguan psikologis seperti gangguan kecemasan dan tingkat stres  pada pasien covid  sangat tinggi. Bukan hanya penderita covid  saja yang mendapatkan stigma negatif, namun keluarga yang tidak terpapar covid-19 juga mendapatkan stigma negatif. Di Bali stigma muncul dalam perilaku sosial seperti mengucilkan pasien yang telah sembuh, mengucilkan tenaga medis yang bekerja di pelayanan kesehatan, menolak jenazah karena dianggap masih terdapat virus yang menularkan.Kesimpulan: Adanya persepsi  dan stigma negatif  di kalangan masyarakat menyebabkan tingkat gangguan psikologis seperti gangguan kecemasan dan tingkat stres  pada pasien covid  sangat tinggi.Kata Kunci:  Persepsi, Stigma, Negatif, Tenaga Kesehatan, Masyarakat, Covid-19
PENDAMPINGAN LATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM MENGELOLA ANSIETAS IBU HAMIL PADA MASA PANDEMI COVID-19 Widiarta, Made Bayu Oka; Gozali, Wigutomo; Subratha, Hesteria Friska Armynia; Ilmy, Shofi Khaqul
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i1.439

Abstract

Latar Belakang: Salah satu kelompok rentan yang merasakan dampak COVID-19 ini adalah kelompok ibu hamil. Ibu hamil mengalami berbagai perubahan, baik fisik, psikologis, dan sosial, sehingga lebih berisiko mengalami ansietas. Dalam mengelola ansietas, ibu hamil dapat melakukan teknik relaksasi Progesive Muscle Relaxation (PMR). Latihan tersebut diperlukan karena 6 dari 8 orang ibu hamil di Posyandu di Banjar Taman Sari, Desa Menyali mengalami ansietas pada tingkat sedang. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1) Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang ansietas; 2) Meningkatkan kemampuan ibu hamil dalam melakukan latihan relaksasi PMR dalam mengelola ansietas; dan 3) Menurunkan tingkat ansietas yang dialami oleh ibu hamil selama pandemi COVID-19. Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah pendampingan ibu hamil dalam melakukan latihan PMR. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga (3) tahap, yaitu: 1) Penyuluhan tentang ansietas, 2) Demonstrasi dan Latihan terbimbing PMR, 3) Pengukuran ansietas (post-test). Hasil: Pengetahuan ibu hamil tentang ansietas telah meningkat. Selain itu, ibu hamil dapat mempraktikkan teknik relaksasi PMR secara runtut meskipun membutuhkan pendampingan. Tingkat ansietas ibu hamil (post-test) didapatkan mayoritas ibu hamil tidak mengalami ansietas (83,33%). Kesimpulan: Ibu hamil dapat melaksanakan latihan PMR secara mandiri dan rutin dalam rangka menurunkan tingkat ansietas yang dirasakan. Kata Kunci: Relaksasi otot progresif, manajemen ansietas, ibu hamil, pandemi COVID-19.
Optimalisasi Keterampilan Kader Posyandu Dalam Mengolah Mp-Asi Anti Stunting Berbahan Baku Pangan Lokal Di Desa Wisata Panji Subratha, Hesteria Friska Armynia; Giri, Ketut Espana; Khoiroh, Nis'atul; Hanisyah Putri, Nabila Amelia; Widiarta, Made Bayu Oka
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v3i1.532

Abstract

Peningkatan kualitas gizi anak balita merupakan prioritas utama dalam upaya pencegahan stunting. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterampilan kader Posyandu dalam mengolah MP-ASI anti stunting berbahan baku pangan lokal di Desa Wisata Panji. Metode pelatihan yang digunakan mencakup penyampaian teori, demonstrasi praktik, serta pembuatan pedoman pengolahan makanan sehat. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader Posyandu tentang gizi anak, pengolahan bahan baku pangan lokal, dan keterampilan konseling. Selain itu, terjadi peningkatan dalam pemahaman mereka tentang pentingnya pangan lokal dalam meningkatkan kualitas MP-ASI. Pengabdian ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan keterampilan mengolah MP-ASI berbahan baku lokal yang disediakan oleh kader Posyandu kepada balita di Desa Wisata Panji. Dengan peningkatan ini, diharapkan akan terjadi penurunan angka stunting di daerah tersebut. Dalam kegiatan ini dapat ditarik simpulan, pelatihan kader Posyandu dalam mengolah MP-ASI anti stunting dengan bahan baku pangan lokal merupakan langkah efektif dalam meningkatkan kualitas gizi anak balita dan mengurangi prevalensi stunting. Upaya serupa dapat diterapkan di wilayah-wilayah lain untuk mencapai hasil yang serupa dalam pencegahan stunting pada tingkat masyarakat. Kata kunci : Kader Posyandu, MP-ASI, Anti Stunting, Pangan Lokal
Peningkatan Pengetahuan Dan Kesiapan Menarche: Program Pendidikan Kesehatan Di Sd No.1 Canggu, Bali Sulyastini, Ni Komang; armynia subratha, hesteria friska; Wulandari, Made Ririn Sri; Pasek, Made Suadnyani; Pratiwi , Made Dinda
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.628

Abstract

Pendidikan kesehatan tentang menarche sangat penting bagi siswa sekolah dasar, mengingat semakin banyak anak perempuan yang mengalami menstruasi pada usia dini. Kesiapan dalam menghadapi menarche tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga mental dan psikososial. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD No.1 Canggu, Bali, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswa menghadapi menarche melalui edukasi kesehatan reproduksi. Kegiatan ini melibatkan 154 siswa kelas 1 hingga 6 dan menggunakan metode penyuluhan interaktif, termasuk penggunaan video animasi dan demonstrasi praktik kebersihan menstruasi.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang menarche sebesar 31,7%, praktik kebersihan menstruasi sebesar 28,8%, dan kesiapan mental menghadapi menarche sebesar 32,2%. Program ini juga berhasil mengurangi stigma terkait menstruasi. Hal ini didukung oleh umpan balik yang diterima dari siswa dan pengamatan dalam interaksi kelompok, yang menunjukkan peningkatan penerimaan dan pemahaman di antara siswa, termasuk siswa laki-laki yang turut berpartisipasi dalam kegiatan edukasi.Kesimpulannya, edukasi kesehatan reproduksi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa menghadapi menarche. Disarankan agar program ini diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah secara berkelanjutan, dengan dukungan orang tua serta pelatihan khusus bagi guru dan tenaga kesehatan. Kata kunci : menarche, kesehatan reproduksi, edukasi, kesiapan mental, siswa sekolah dasar
Status Gizi Siswa Berdasarkan IMT dan Tinggi Badan di SD No. 1 Canggu, Badung, Bali Armynia Subratha, Hesteria Friska; Ketut Espana Giri; Nis'atul Khoiroh; Nabila Amelia Hanisyah Putri
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 8 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v8i1.51348

Abstract

SD No. 1 Canggu. Sekolah terletak di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, yang merupakan salah satu destinasi wisata utama di Bali bahkan di Indonesia saat ini. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak-anak di daerah wisata cenderung memiliki akses lebih mudah terhadap makanan cepat saji dan jajanan yang kurang sehat. Hal ini dapat meningkatkan risiko masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi siswa SD No. 1 Canggu, Kabupaten Badung, Bali, berdasarkan pengukuran Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) dan Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan dari 152 siswa kelas 1 hingga 6. Pengukuran IMT/U dan TB/U dilakukan untuk menentukan status gizi, yang kemudian dikategorikan menurut standar WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa SD No. 1 Canggu memiliki status gizi normal berdasarkan IMT/U dan TB/U. Namun, masalah gizi ganda tetap ada, dengan 7.8% siswa mengalami obesitas dan 16.5% tergolong kurus atau sangat kurus. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan kebijakan gizi di sekolah, termasuk edukasi gizi, perbaikan kualitas makanan di kantin, dan program peningkatan aktivitas fisik.
Identification Of Infant Mortality Rate Factors Using Spatial Autoregressive Moving Average Cahyoko, Fajar Dwi; Subratha, Hesteria Friska Armynia
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 7, No 3 (2024): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v7i3.24856

Abstract

Introduction: Infant mortality rate (IMR) is one of the indicator of the success for maternal and child health programs. Infant mortality rates affected by biological, environmental, socioeconomic factors and quality of healthcare services. This study aimed to analyze the factors affecting infant mortality rates in the East Java Province using a spatial regression model.Methods: The research units were all 38 districts and cities in East Java Province. Secondary data from the 2023’ Health Profile of East Java Province was used in this study, which included the number of infant deaths and the biological, environmental, socioeconomic factors, the availability and quality of health services. In this study, spatial modelling was conducted using an area approach and spatial influence using the Spatial Autoregressive Moving Average (SARMA) method with Queen Contiguity spatial weights.Results: Based on R2 and AIC values, the Spatial Autoregressive model was preferable to Ordinary Least Squares. The obtained model showed that low birth weight and the percentage of the population that can access good sanitation were the significant factors influencing infant mortality in this study. The other factors: percentage of deliveries by health workers, obstetric complications handled, percentage of poor people, infants receiving vitamin A, and infants receiving exclusive breastfeeding had no significant effect on Infant Mortality Rates.Conclusion: Factors that had significant effect on infant mortality rates in this study were low birth weight and percentage of residents who had access to proper sanitation.
PELATIHAN PIJAT BAYI SEBAGAI UPAYA BOUNDING ATTACHMENT DI DESA PANJI TAHUN 2023 Giri, Ketut Espana; Subratha, Hesteria Friska Armynia; Sumiati
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i1.69345

Abstract

Pijat bayi diberikan untuk menimbulkan keterikatan antara ibu dan bayinya (bounding attachment) serta mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Desa Wisata Panji dipilih karena ibu-ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan belum mengetahui manfaat dan cara melakukan pijat bayi dengan benar. Tujuan pengabdian yaitu memberikan edukasi tentang manfaat pijat bayi salah satunya sebagai bounding attachment dan melatih ibu melakukan pijat bayi dengan tehnik yang benar. Peserta pelatihan sebanyak 30 orang. Pelatihan diberikan melalui 2 tahap, pertama pemberian edukasi pijat bayi dan tahap kedua melatih cara memijat bayi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pada tahap pemberian edukasi, ibu dapat menjawab pertanyaan dengan benar (100%). Tahap keterampilan menggunakan checklist, ibu dinyatakan terampil setelah tiga kali melakukan tehnik pijat bayi dengan benar dan bounding attachment (66,7%). Kesimpulan pengabdian ini adalah ibu dinyatakan terampil setelah melakukan pijat bayi sebanyak tiga kali dan pijat bayi sangat efektif dalam meningkatkan bounding attachment.