Articles
SOSIALISASI SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN (SSK) KEPADA GURU DAN SISWA SMAN 6 KOTA MEDAN
Egidya Oktarin;
Gusti Pirandy;
Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 12 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v1i12.1382
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) kepada guru dan siswa di SMAN 6 di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi SSK telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran guru dan siswa tentang isu-isu kependudukan. Guru dan siswa melaporkan peningkatan pengetahuan mereka tentang program kependudukan, termasuk masalah-masalah seperti pertumbuhan penduduk, keluarga berencana, dan keberlanjutan lingkungan. Namun, penelitian juga mengungkapkan beberapa kendala dalam implementasi sosialisasi SSK. Beberapa guru mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam kurikulum yang padat, sementara siswa menghadapi tantangan dalam menerapkan pemahaman mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah seperti pelatihan tambahan untuk guru, pengembangan bahan ajar yang lebih interaktif, dan kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan lembaga kependudukan terkait. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan sosialisasi SSK dapat menjadi lebih efektif dalam mencapai tujuan pendidikan kependudukan di SMAN 6 di Kota Medan.
MENINGKATKAN SOFTSKILL DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK-ANAK PANTI ASUHAN MERCY CLEMENT INDONESIA MEDAN
Rivaldo Halomoan Sinaga;
Randa Putra Kasea Sinaga;
Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 12 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v1i12.1386
Improving soft skills has an important role in supporting abilities and developing character in children. Apart from that, children must also have motivation to learn. The main problem with educational services at the Mercy Clement Indonesia Orphanage in Medan is that the limited number and educational background of the foster carers and older siblings are obstacles in providing guidance at the Orphanage. It is felt that the formal education received by foster children is not enough to improve children's soft skills and motivation to learn in facing the high demands on the quality of human resources today. The aim of this research activity is to improve the soft skills and learning motivation of children at the Mercy Clement Indonesia Medan orphanage to become children who are tough, enthusiastic in achieving their dreams, able to think critically, creatively and innovatively in dealing with all situations. The method for implementing this activity is presentation and lecture accompanied by discussion and question and answer between the orphanage children and the resource persons. The conclusion of the service activities that have been carried out is that the children of the Mercy Clement Indonesia Orphanage have a better understanding of how to improve their soft skills and become more motivated in learning and enthusiastic in achieving their dreams so that they become strong children, able to think critically, creatively and innovatively. in facing all situations, especially in the digital era.
GERAKAN PANGAN MURAH DI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN
Stella Sipayung;
Emi Triani;
Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 12 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v1i12.1387
This journal reviews food movement activities carried out in Medan Tuntungan District, Medan City. This research aims to describe its implementation and impact on the surrounding community. This type of research uses a method of collecting data through observation and analysis of related documents. The results of the research show that the cheap food movement has had many impacts on the surrounding population. The implementation process was carried out by the Medan Tuntungan District Head's Office, part of the Social Welfare section in the hall of the Medan District Head's Office by contacting the village head or environmental head of each sub-district to make an announcement regarding the cheap food movement to the community. The impact of this food movement is that underprivileged people still get quality food.
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI BERMENTAL BAJA PADA ANAK BINAAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS I MEDAN
Tasya Novriyanti;
Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 12 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v1i12.1463
Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai rasa percaya diri pada anak binaan di Lembaga pembinaan khusus anak kelas I Medan. Oleh sebab itu diperlukan perhatian khusus untuk meningkatkan rasa percaya diri anak binaan di Lembaga pembinaan khusus anak kelas I Medan, baik yang dilakukan oleh pihak Lembaga pembinaan maupun orang tua anak binaan. Kemudian penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa seseorang mampu menanggulangi suatu masalah dengan situasi terbaik dan dapat memberikan sesuatu yang menyenangkan bagi orang lain. Dengan kata lain percaya diri dapat dikatakan sebagai sifat yang yakin terhadap kemampuan yang dimiliki dengan mengesampingkan pandangan negatif dari orang lain. kepercayaan diri merupakan bentuk keyakinan akan kemampuan yang ada pada diri sendiri dalam upaya untuk mencapai keinginan maupun tujuan yang harus diselesaikan meskipun akan melewati berbagai macam cobaan serta masalah dalam prosesnya. Dengan kata lain percaya diri dapat dikatakan sebagai sifat yang yakin terhadap kemampuan yang dimiliki dengan mengesampingkan pandangan negatif dari orang lain.
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK BALITA DI UPT PELAYANAN SOSIAL ANAK BALITA DINAS SOSIAL MEDAN PEMPROVSU
Rina Br Manik;
Mujahid Widian Saragih;
Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 12 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v1i12.1464
Sebagai generasi penerus bangsa maka keberadaan anak Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus baik dari pemerintah, swasta dan masyarakat umum. Keluarga sebagai satuan terkecil dalam masyarakat juga memiliki andil yang cukup besar terhadap kehidupan tumbuh kembang seorang anak Anak yang mandiri bisa melakukan seluruh tugas yang dibebankan kepadanya secara sendirian tanpa dengan bantuan orang lain. Sifat inilah yang terkadang jarang terlihat pada anak usia dini. Kemandirian perlu diajarakan sejak dini karena akan memudahkan anak dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Kemandirian juga mengantarkan anak untuk memiliki kepercayaan diri dan motivasi instrinsik yang tinggi. Kemandirian bisa diidentifikasi oleh berbagai macam indikator salah satu kemandirian dapat dilatih dengan berbagai cara, salah satunya melalui bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Pelayanan Sosial Anak Balita dalam Meningkatkan kemandirian anak Balita di Dinas Sosial Medan Pemprovsu.
BELAJAR MENGENAL WARNA DAN BENTUK BENDA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Asri Adilah;
Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 1 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v1i12.1466
Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memerlukan penanganan khusus karena adanya gangguan perkembangan dan kelainan yang dialami anak. Pengertian lainnya bersinggungan dengan istilah tumbuh kembang normal dan abnormal, pada anak berkebutuhan khusus bersifat abnormal, yaitu terdapat penundaan tumbuh kembang yang biasanya tampak di usia balita seperti baru bisa berjalan di usia 3 tahun. Salah satu kemampuan kognitif yang perlu diasah oleh anak dengan gangguan perkembangan intelektual adalah kemampuan identifikasi warna. Kemampuan identifikasi warna merupakan salah satu materi pra-akademik yang harus dikuasai oleh anak. Bagi anak gangguan perkembangan intelektual mengenal warna dapat membantu anak dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk pengenalan atau identifikasi uang, baju, dan sebagainya. Kemampuan mengenal warna merupakan kemampuan awal untuk melatih visual anak. Dengan adanya warna anak dapat membedakan suatu benda dan sifat dari benda tersebut. Warna yang kita lihat merupakan kesan yang ditimbulkan oleh pantulan cahaya.
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PECANDU NARKOBA MELALUI BIMBINGAN SOSIAL PADA PESERTA RE HABILITASI NARKOBA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI SUMATERA UTARA
Calvin Girsang;
Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 1 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v2i1.1491
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan mengenai (1) Pelaksanaan bimbimbingan sosial untuk meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Pecandu NAPZA dipanti rehabiliatsi di Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, dan (2) Faktor Pendukung dan Penghambat dalam meningkatkan keprcayaan diri. Pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Pendekatan Kuantitatif. Tempat penelitian ini berada di Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara dengan peserta yang ada 5 orang. Informan kunci dari penelitian ini adalah: (1) Petugas yang bertanggung jawab pada bagian rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara dan (2) Para residen yang sedang menjalani rehabilitasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul di analisa kembali. Setelah itu diminta kembali pernyataan setelah di beri pengarahan. Hasil penelitian ini antara lain: Pertama, kegiatan memberi pengarahan peningkatan kepercayaan diri menjadikan peserta lebih bisa percaya diri dengan orang baru dan mengajaknya berkomunikasi.Meningkatkan tingkat kepercayaan diri berfungsi untuk mengembalikan fungsi sosial mereka di Masyarakat maupun keluarga. Kedua, meningkatnya kepercayaan diri pada pecandu NAPZA diharapkan membuat mereka dapat Kembali bekerja dengan produktif tanpa adanya narkoba. Ketiga, faktor pendukung dan penghambat yang didapat dari bimbingan sosial adalah antusiasme klien pada saat bimbingan sosial dan adanya bimbingan dari para pekerja sosial bagian rehabilitasi yang menguasai materi sebagai faktor pendukung, sedangkan penghambatnya yaitu klien Pecandu NAPZA ada yang kurang dalam hal Pendidikan meski ada juga yang datang dari kalangan berpendidikan. Keempat setelah diberi pengarahan maka sore hari diminta feedback dari hasil pengarahan yang diberikan. Maka dari pihak mana pun hendaknya lebih membiasakan klien untuk gemar bertanya dan sharing dihadapan klien lain. Intinya adalah agar mereka diberi kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan diri setelah merasa terpuruk oleh NAPZA, dikucilkan oleh lingkungan,saudara,sahabat bahkan keluarga. Memberi pengarahan dan meminta feedback kembali Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para pecandu.
PENINGKATAN KONSEP PENERIMAAN DIRI MELALUI KEGIATAN MORNING MEETING BAGI RESIDEN NARKOBA MEDAN PLUS
Jonex Osorio Suares William Hutabarat;
Randa Putra Kasea Sinaga;
Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 1 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v2i1.1540
Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah sosial yang sangat meresahkan masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang kecanduan narkoba adalah rendahnya konsep penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsep penerimaan diri residen narkoba melalui kegiatan morning meeting di Panti Rehabilitasi Narkoba Medan Plus. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan dipilih karena bertujuan untuk memecahkan masalah nyata yang dihadapi oleh subjek penelitian dan sekaligus meningkatkan kualitas praktik pembinaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep penerimaan diri residen narkoba meningkat secara signifikan setelah mengikuti kegiatan morning meeting selama 8 minggu.
PEMBAGIKAN SEMBAKO UNTUK ANAK STUNTING SERTA SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING BAGI MASYARAKAT DESA TANJUNG ALAM DUSUN V AGAR MEMBERIKAN HARAPAN DAN GIZI YANG BAIK
Rizki Ananda;
Malida Putri;
Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 2 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v2i2.1615
Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama pada anak balita. Desa tanjung alam dusun V merupakan salah satu daerah yang memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan sosialisasi pencegahan stunting bagi masyarakat kelurahan Margasari. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan melalui pendekatan edukasi, pemeriksaan kesehatan, pembagian sembako, dan telur. Edukasi dilakukan dengan menyampaikan informasi tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta mikro-makro nutrisi yang diperlukan oleh anak balita. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak balita serta memberikan saran dan masukan kepada orangtua tentang nutrisi dan perawatan yang diperlukan untuk mencegah stunting. Selain itu, pembagian sembako dan telur dilakukan sebagai bentuk dukungan dan motivasi untuk masyarakat agar dapat memperoleh asupan gizi yang cukup. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting serta mengubah perilaku dan kebiasaan yang tidak sehat menjadi lebih sehat dan mengurangi risiko stunting. Dengan demikian, diharapkan prevalensi stunting di Desa tanjung alam dusun V dapat ditekan dan kesehatan anak balita dapat lebih terjamin.
EFEKTIVITAS PENYALURAN BEASISWA GUBERNUR SUMATERA UTARA KE SEKOLAH DI KOTA MEDAN
Dimas Dwi Pratama;
Mia Aulina Lubis;
Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 3 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v2i3.1978
Gubernur Provinsi Sumatera Utara memiliki peran penting dalam penyaluran beasiswa pendidikan ke sekolah-sekolah di Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penyaluran beasiswa Gubernur Sumatera Utara ke sekolah di Kota Medan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara dengan pejabat di Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Sekolah, dan penerima beasiswa. Hasil penelitian menunjukkan peran Gubernur belum maksimal dalam penyaluran beasiswa. Beberapa persoalan ditemukan antara lain, kurangnya koordinasi Gubernur dengan dinas terkait untuk memastikan penyaluran beasiswa tepat sasaran dan tepat waktu, sosialisasi yang belum menyeluruh ke seluruh calon penerima beasiswa, dan belum adanya standar operasional prosedur yang jelas terkait seleksi penerima beasiswa. Disarankan peran Gubernur dapat ditingkatkan dengan mendorong terbentuknya tim khusus yang bertanggungjawab atas pengelolaan beasiswa, melakukan sosialisasi yang lebih gencar bekerja sama dengan dinas pendidikan dan sekolah, serta membuat standar operasional prosedur yang transparan untuk proses seleksi penerima beasiswa. Dengan demikian, diharapkan penyaluran beasiswa pendidikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat lebih optimal dan tepat sasaran khususnya bagi siswa berprestasi dan kurang mampu di Kota Medan.