Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Anak Muda Kota Medan Dalam Pelatihan Penyeduhan Dan Pemasaran Kopi Fernanda Putra Adela; Arief Marizki Purba; Tonny Pangihutan Situmorang; Adil Arifin; Muhaamad Ardian; Fajar Utama Ritonga
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ej2pf297

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan keterampilan usaha anak-anak muda di kawasan Padang Bulan Kota Medan melalui pelatihan penyeduhan dan pemasaran kopi. Permasalahan utama mitra adalah keterbatasan pengetahuan teknis dalam meracik kopi secara profesional serta kurangnya pemahaman strategi pemasaran berbasis media sosial di era milenial. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi budaya kopi, pelatihan teknis manual brewing (V60, Vietnam drip, espresso, latte, dan tubruk), pendampingan pemasaran digital, serta monitoring dan evaluasi selama tujuh bulan bersama Komunitas Kopi Sejahtera. Program ini melibatkan 25 peserta berusia 21–30 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan penyeduhan kopi dan pemahaman pemasaran digital peserta, ditandai dengan meningkatnya penguasaan teknik manual brewing, kemampuan berkomunikasi nilai produk kepada pelanggan, serta tumbuhnya motivasi berwirausaha. Peserta yang semula hanya berperan sebagai konsumen kopi kini mampu bertransisi menjadi barista pemula yang memahami rantai nilai kopi dari hulu ke hilir. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis pelatihan vokasional dan penguatan modal sosial mampu mendorong anak muda memanfaatkan peluang ekonomi di sektor kopi perkotaan
Percepatan Eliminasi Tuberkulosis (Tbc) Berbasis Komunitas Di Kecamatan Medan Marelan Kota Medan Fajar Utama Ritonga; Nadila Rahmah; Sri Maharani Afriani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/a1b4e391

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) berbasis komunitas di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara. Permasalahan utama mitra adalah tingginya angka kasus TBC di wilayah tersebut yang disertai rendahnya kesadaran masyarakat, tingginya stigma sosial terhadap pasien, serta ketidakkonsistenan pasien dalam menjalani pengobatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam praktik pekerjaan sosial, mencakup sosialisasi dan pendampingan pasien TBC di empat Rumah Sakit PMDT (RS Adam Malik, RS Khusus Paru, RS Haji, RS Pirngadi), kunjungan rumah (home visit), Investigasi Kontak Rumah Tangga (IK RT) kepada 122 indeks kasus, dan Investigasi Kontak Non-Rumah Tangga (IK Non-RT) kepada 123 warga di kawasan Marelan. Program ini melibatkan mahasiswa MBKM dari berbagai perguruan tinggi bekerja sama dengan Bakrie Center Foundation dan Yayasan Mentari Meraki Asa selama empat bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman pasien dan keluarga tentang penularan, pencegahan, dan penanganan TBC, ditandai dengan konsistensi pengobatan yang membaik, akses layanan kesehatan yang meningkat, dan berkurangnya stigma sosial di lingkungan sekitar pasien. Program juga menghasilkan modul edukasi TBC komprehensif yang dapat direplikasi. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan ABCD berbasis komunitas merupakan strategi efektif dalam percepatan eliminasi TBC di wilayah perkotaan
Tanggapan Masyarakat Penerima Manfaat Terhadap Penggunaan Manfaat Program Kartu Prakerja Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Pasar Doloksanggul: Bahasa Indonesia Samuel Christian; Bengkel Ginting; Fajar Utama Ritonga
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 1 (2022): Community Intervention (Community Development & Community Organization)
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i1.8970

Abstract

Program Kartu Prakerja merupakan program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil. Program Kartu Prakerja ini pada awalnya tidak di desain untuk masa pandemi covid-19, namun seiring berjalannya waktu program ini mendapatkan beberapa modifikasi sehingga program ini dijadikan sebagai upaya percepatan pemerintah dalam menghadapi gejolak sosial dan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan mengenai tanggapan masyarakat penerima manfaat terhadap penggunaan manfaat Program Kartu Prakerja pada masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Pasar Doloksanggul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. peneliti memilih penelitian kualitatif desktriptif adalah karena dengan metode ini peneliti dapat mengetahui dan memahami fonomena (need to know) yang berfungsi untuk menggambarkan fakta, membuktikan, menggambarkan dan menemukan pengetahuan terkait suatu objek yang diteliti. Program Kartu Prakerja ini hadir sebagai solusi atas masa krisis ditengah-tengah masyarakat akibat gejolak sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi covid-19. Kata Kunci: Program Kartu Prakerja, Masyarakat Penerima Manfaat, Pandemi Covid-19   Abstrak   Kartu Prakerja Program is a work competency and entrepreneurship development program aimed at job seekers, workers/labourers who have been laid off, and/or workers/laborers who need to increase their competence, including micro and small business actors. This Kartu Prakerja Program was not originally designed for the COVID-19 pandemic, but over time this program has received several modifications so that this program is used as an effort to accelerate the government in dealing with social and economic turmoil due to the impact of the COVID-19 pandemic. This study aims to determine and describe the response of the beneficiary community to the use of the benefits of Kartu Prakerja Program during the COVID-19 pandemic in Pasar Doloksanggul Village. This study uses a qualitative research method using a descriptive approach. Researchers choose descriptive qualitative research because with this method researchers can know and understand the phenomenon (need to know) which serves to describe facts, prove, describe and find knowledge related to an object under study. This Kartu Prakerja Program is here as a solution to the crisis in the community due to the social and economic turmoil caused by the COVID-19 pandemic. In the study, researchers went directly to the field to be able to see firsthand how the public's response to the use of the benefits of Kartu Prakerja Program during the Covid-19 pandemic in Pasar Doloksanggul Village was. The Beneficiary Community of Kartu Prakerja Program in Pasar Doloksanggul Village considers that the benefits offered by Kartu Prakerja Program ranging from incentive funds, training, and competency certificates are the best alternatives today to save people's lives from the economic and financial crisis as a result of the social and economic turmoil in the past. the time of the Covid-19 pandemic. Keywords: Kartu Prakerja Program, Beneficiary Community, Covid-19 Pandemic  
Implementasi Program Kami Peduli Sebagai Bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Aquafarm Nusantara di Desa Pardamean Ajibata, Kabupaten Toba Rosa Agustina Siregar; Fajar Utama Ritonga; Mia Aulina Lubis
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 1 (2022): Community Intervention (Community Development & Community Organization)
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i1.8986

Abstract

Tanggung jawab sosial atau yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan tanggung jawab perusahaan yang orientasinya terhadap masyarakat dan bisnis. Peraturan perundang-undangan yang memuat implementasi tanggung jawab sosial yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007. Indonesia mewajibkan perusahaan yang memiliki usaha berkaitan dengan sumber daya alam untuk melaksanakan tanggung jawab sosial. Salah satu perusahaan yang telah menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan hidup adalah PT Nusa Aquafarm Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program Kami Peduli sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Aquafarm Nusantara di Desa Pardamean Ajibata. Dalam penelitian ini terdapat tiga (3) yaitu Informan kunci, informan utama dan informan tambahan. Teknik pengumpulan data dilakukan peneliti dengan studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan kemudian dianalisis untuk menghasilkan suatu kesimpulan dengan menggunakan teori implementasi program dengan melihat kesesuaian antara program dengan pemanfaat, kesesuaian antara program dengan organisasi pelaksana dan kesesuaian antara organisasi pelaksana dengan pemanfaat. Teori lainnya yang digunakan yaitu konsep dari Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu profit, people dan planet. Serta Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai dengan prinsip yaitu Sustanaibility, Accountability dan Transparancy.
Penelitian Implementasi Program Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Terhadap Penyandang Disabilitas Intelektual di Kabupaten Humbang Hasundutan Yuni Mittra Simanullang; Tuti Atika; Fajar Utama Ritonga
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 2 (2022): Perlindungan dan jaminan sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i2.10361

Abstract

Penyandang disabilitas intelektual merupakan disabilitas yang dicirikan dengan adanya keterbatasan signifikan baik dalam fungsi intelektual, maupun tingkah laku adaptif yang meliputi banyak keterampilan sosial dan praktis sehari-hari, dan terjadi pada usia sebelum 18 tahun. Namun disabilitas intelektual masih kurang tersentuh layanan kesejahteraan sosial sebagai upaya keberdayaan sosial ekonomi bagi mereka. Oleh karena itu pemerintah melalui Balai Besar Kartini di Temanggu berupaya menjangkau disabilitas intelektual diberbagai wilayah seperti di Kabupaten Humbang Hasundutan dengan memberikan program bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bertujuan untuk kemandirian yang membawa dampak positif bagi penyandang disabilitas intelektual. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana implementasi program bantuan ATENSI terhadap penyandang disabilitas intelektual di Kabupaten Humbang Hasundutan. Informan penelitian ini yaitu informan kunci, Informan utama dan informan tambahan. Teknik pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dianalisis mengunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teori implementasi David C. Korten yang menyatakan program berhasil dilaksanakan jika terdapat kesesuaian tiga unsur implementasi program yaitu kesesuaian antara program dengan pemanfaat, program dengan organisasi pelaksana dan pemanfaat dengan organisasi pelaksana. Hasil penelitian ini menunjukkan implementasi program bantuan ATENSI terhadap penyandang disabilitas intelektual di Kabupaten Humbang Hasundutan sudah berjalan dengan sesuai, namun untuk kemanfaatan program dalam meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan kurang kelihatan.
Strategi Bertahan Hidup Pedagang Lemang Di Kec. Rambutan Kota Tebing Tinggi Pada Masa Pandemi Fernandus Vinansio Sirait; Tuti Atika; Fajar Utama Ritonga
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): kemiskinan perkotaan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v2i1.11922

Abstract

Pedagang kaki lima,yang asalnya tingkat perekonomian masyarakat itu rendah kini mengalami perubahan, perekonomian mereka semakin memburuk dan kebutuhan hidup nya sehari-hari semakin meningkat, dengan adanya pandemi ini semua kegiatan aktivitas penjualan para pedagang kaki lima mengalami penurunan membuat pedagang lemang berada di situasi dilematis dan harus memutar otak untuk mencari cara maupun strategi untuk dapat bertahan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi bertahan hidup pedagang lemang pada masa pandemi di kota Tebing Tinggi kecamatan Rambutan. Tipe penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian dan pengamatan terhadap subjek penelitian ditemukan fakta bahwa: (1) Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak terhadap pedagang lemang di Kecamatan Rambutan. (2) Pedagang lemang Kecamatan Rambutan menggunakan 3 strategi bertahan hidup dimasa pamdemi Covid-19 yaitu: (a) Strategi aktif yaitu dengan mengikutsertakan anggota keluarga dan melakukan diversifikasi pekerjaan, (b) . Strategi pasif yaitu mengurangi pengeluaran dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang dengan makan seadanya seperti mengonsumi mi instan, tahu, tempe dan telur, (c) Strategi jaringan yaitu dengan berhutang kepada agen, keluarga dan sahabat saat dalam kondisi mendesak yang membutuhkan uang.  
Tupoksi Konselor Adiksi, Tenaga Kesejahteraan Sosial, dan MOD pada IPWL LRPPN Bhayangkara Indonesia di Kota Medan sulthon abdillah abdillah; Ruth Evelonia Hariani Siburian; Fajar Utama Ritonga
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Kerentanan Sosial-Ekonomi
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i2.16825

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA merupakan permasalahan yang umum terjadi di Indonesia. Indonesia sebagai negara yang besar menjadi sasaran dan target perdagangan Narkotika dan Obat-obatan terlarang. Sindikat narkoba selalu melakukan berbagai upaya agar indonesia menjadi pasar penyalahgunaan napza. Melihat betapa besarnya penyalahgunaan napza di Indonesia tidak serta merta hanya dilihat dari angka-angka statistik saja. Diperlukan adanya kolaborasi dan sinergi antara masyarakat dengan lembaga-lembaga kesejahteraan sosial. Kebutuhan akan rehabilitasi di Indonesia merupakan bagian dari dinamika perkembangan standar pelayanan rehabilitasi sosial. Dalam hal ini pemerintah mengalami keterbatasan dalam memberikan pelayanan rehabilitasi sosial dan rehabilitasi medis tanpa pungutan pembiayaan, sehingga pada Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2011 tentang IPWL mengizinkan pendirian tempat rehabilitasi milik masyarakat yang dikelola secara mandiri. Salah satu tempat yang menyelenggarakan program Rehabilitasi yakni panti Rehabilitasi IPWL LRPPN Bhayangkara Indonesia. IPWL LRPPN Bhayangkara Indonesia memiliki konselor adiksi, tenaga kesejahteraan sosial, dan MOD yang memiliki tupoksi berbeda sebagai tenaga dalam rehabilitasi residen. Jurnal ini akan membahas tupoksi dari ketiga bagian tersebut dengan menggunakan teknik wawancara terhadap perwakilan masing-masing mereka. Tambahan pembahasan jurnal membahas tentang residensi. Metode penelitian yang dilakukan terhadap residensi adalah time-line history.
Strategi Bertahan Hidup Petani Jagung Guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun Nazilla Ningrum; Fajar Utama Ritonga; Randa Putra Kasea Sinaga
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Kerentanan Sosial-Ekonomi
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i2.24297

Abstract

Kehilangan mata pencaharian merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan masyarakat pedesaan mengalami tekanan ekonomi. Kondisi ini dialami oleh masyarakat Desa Totap Majawa setelah penutupan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba yang berdampak pada hilangnya pekerjaan sebagai pembudidaya ikan mujair. Sebagai bentuk adaptasi, masyarakat kemudian melakukan peralihan mata pencaharian menjadi petani jagung. Namun, dalam pelaksanaannya, pertanian jagung menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya harga jual, lamanya masa panen, tingginya kebutuhan modal, serta serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi bertahan hidup petani jagung guna meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Totap Majawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani jagung menerapkan tiga strategi utama, yaitu diversifikasi mata pencaharian, penyimpanan cadangan pangan, dan pemanfaatan jaringan sosial. Ketiga strategi tersebut menjadi upaya adaptif petani dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi serta mempertahankan keberlangsungan hidup rumah tangga petani.
PERAN YAYASAN DALAM PENGEMBANGAN KOMUNITAS KADER TUBERKULOSIS UNTUK MENGELIMINASI TB DI KOTA MEDAN Eryasti Apriliani; Fajar Utama Ritonga; Randa Putra Kasea Sinaga
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1703-1707

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan aktif komunitas melalui penguatan peran kader. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran Yayasan Mentari Meraki Asa SSR Kota Medan dalam pengembangan komunitas kader tuberkulosis sebagai upaya mendukung eliminasi TB di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola yayasan dan kader tuberkulosis yang terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yayasan menjalankan empat peran utama dalam penguatan komunitas kader, yaitu peran fasilitatif, edukatif, representatif, dan teknis. Keempat peran tersebut diwujudkan melalui peningkatan partisipasi kader, penguatan kapasitas melalui pelatihan, advokasi dan kemitraan lintas sektor, serta penyediaan dukungan teknis dan administratif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran Yayasan Mentari Meraki Asa SSR Kota Medan cukup efektif dalam memperkuat komunitas kader tuberkulosis dan berkontribusi terhadap upaya eliminasi TB di Kota Medan
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Orang dengan HIV AIDS (ODHA) Dewasa di Yayasan Medan Plus Laila Putri Putri; Fajar Utama Ritonga
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 18 No. 2 (2026): HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i2.13787

Abstract

Stigma, discrimination, and various forms of social pressure experienced by people living with HIV/AIDS (PLWHA) may affect their psychological well-being. This issue is particularly important because most HIV cases in Indonesia occur among adults of productive age who face various social demands and responsibilities. This study aims to describe the psychological well-being of adult PLWHA at Yayasan Medan Plus. This research employed a descriptive qualitative approach. Seven informants participated in the study, including three adult PLWHA as primary informants, who were selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that the psychological well-being of adult PLWHA is reflected in the six dimensions proposed by Ryff and Keyes: self-acceptance, positive relations with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, and personal growth. The informants demonstrated acceptance of their HIV status, received meaningful support from family and peer supporters, made independent life decisions, utilized available resources, maintained hopes and future goals, and experienced positive changes in their perspectives and awareness of health after diagnosis. Although they continued to experience stigma, discrimination, and fear of rejection, the informants demonstrated the ability to adapt to their circumstances.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Rafiah Addini Awaliyah Adek Ayu Wandira Agus Suriadi Alvida Hajni Sitorus Amelia Putrisari Andini Kartika Sari Angelia Febrianne Angelica Patricia Anggi Agustina Sibuea Annisa Amanda Putri Annisa Aulia Arif Abdillah Lubis Arifin, Adil Asri Adilah Bengkel Bengkel Berlianti Berlianti Berlianti B Berlianti Berlianti Bertua Daely Bina Melvia Girsang Calvin Girsang Christin Debora Purba Citra Mutiara Nasution Crystin Manullang David Martua Tamba Dede Khairunnas Dewi Dini Ananda Dewi Ratih Dian Anggraini Dian Anggraini Dimas Dwi Pratama Dwiyana Cahya Anggraini Earby Sembiring Egidya Oktarin Elin Purnama Emi Triani Emi Triani Erni Asneli Asbi Eryasti Apriliani Fariz Ahmad Ghani Harahap Felix Setiawan Peranginangin Fernanda Putra Adela Fernandus Vinansio Sirait Floren Br Barus Friska Crhisti Hutauruk Ghuzali, Muhammad Arfin Gusti Pirandy Haratua Aritonang Helga Dilena Husni Thamrin Indra Masmur Irma Rosari Simamora Manalu Jonex Osorio Suares William Hutabarat Jordan Joel Hiroshi Pinem Laila Putri Putri Listria Ningsih Simanullang Lubis, Mia Aulina M. Umar Saifurrahman Zaidan M.Rafli Muhajir Malida Putri Manda Veronica Matias Siagian Mia Aulina Lubis Muckhlis Muckhlis Muhaamad Ardian Muhammad Khalid Muhammad Revi Sahbani Mutiara Annisa Sinaga Nadila Rahmah Nadira Amalia Nasution Narma Simbolon Naura Valda Fahira Nazilla Ningrum Novita Purba Novita Sari Nurul Adilla Alatas Abus Payandro Doni Saputra Sitanggang Piter HD Tampubolon Purba, Arief Marizki Rachel Yohana Vatreciya Purba Randa Putra Kasea Sinaga Refy Tasya Br Sidebang Rensina Griselda Rina Br Manik riska azizah Rivaldo Halomoan Sinaga Rizki Ananda Roida Mariati Sianipar Sianipar Ronaldo Napitupulu Rosa Agustina Siregar Ruth Evelonia Hariani Siburian Saffanah Qanitah HS Safrina Zahfira Siregar Samuel Christian Santa Claudiya Novita Simanjuntak Saragih, Mujahid Widian Sari Novrika Utami Septira Razin Fadhilah Shakila Najifah Putri Lubis Shilcia Oktaviani Sinulingga, Samerdanta Siti Safitri SITUMORANG, TONNY P. Solatiah Lintang Sri Maharani Afriani Stella Sipayung Suhairani Lusri Lubis sulthon abdillah abdillah Suriadi, Agus Suriadi, Agus Syafirah Azra Wiguna Tania Octa Violla Tasya Novriyanti Thirza Eunike Silaban Tuti Atika Tuti Atika Tuti Atika Tuti Atika Weni Sapira Matondang Yuli Harum Mayarli Sidabutar Yuni Mittra Simanullang Zihan Amira Shandra