p-Index From 2021 - 2026
12.544
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Legalitas JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Cakrawala Hukum Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Ajudikasi : Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmu Hukum The Juris Jambura Law Review Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Hukum Prasada JCRS (Journal of Community Research and Service) Journal of Law and Policy Transformation Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Jurnal Abdidas Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum DAS SEIN: Jurnal Pengabdian Hukum dan Humaniora Jurnal Cakrawala Ilmiah Hang Tuah Law Journal Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Journal of Comprehensive Science Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial (JHPIS) SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum The Easta Journal Law and Human Rights Damhil Law Journal Estudiante Law Journal Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik Jurnal Relasi Publik Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum LAWYER: Jurnal Hukum Jurnal Riset Ilmiah Indonesian Journal of Community Empowerment Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora Jembatan Hukum: Kajian Ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora International Journal of Law, Crime and Justice International Journal of Sociology and Law Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia (JIMK-MC) Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Legal Advice Jurnal Hukum LamLaj Suara Edukasi Hukum Jurnal Begawan Hukum Nusantara: Journal Law and Islamic Law Legitimacy: Journal of Law and Islamic Law Open Access DRIVERset Journal of Law, Human Rights, Immigration, and Corrections ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Jurnal Hukum dan Sosial Politik Policies On Regulatory Reform Law Journal (PRLJ)
Claim Missing Document
Check
Articles

PKWT or Modern Slavery?: Exploring The Legal Consequences of Abuse of Contract Worker Status Ahmad Fauzan; Nur Mohamad Kasim; Weny Almoravid Dungga
Journal of Law and Policy Transformation Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jlpt.v10i2.11467

Abstract

This study discusses the misuse of the status of Fixed-Term Employment Agreements (PKWT) in the Indonesian employment system and its legal implications for worker protection within the framework of the Pancasila rule of law. The enactment of Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation and its implementing regulations amended the limitative provisions of Article 59 of Law Number 13 of 2003 concerning Manpower, which originally provided legal certainty through time limits and an automatic conversion mechanism from PKWT to PKWTT. These changes create legal uncertainty, weaken protection for contract workers, and create potential violations of citizens' constitutional rights to decent work and livelihoods as guaranteed by Article 27 paragraph (2) of the 1945 Constitution. This study uses normative legal methods with a statutory and conceptual approach to examine the effectiveness of legal norms and their implementation practices in the field. The analysis shows that the misuse of PKWT has made employment relationships an instrument of exploitation, not protection, thus contradicting just and civilized humanitarian values. From the perspective of a Pancasila-based state based on the rule of law, the law should serve as a protector of vulnerable groups and ensure a balance between legal certainty, justice, and expediency. Therefore, a reconstruction of employment policy is needed that reaffirms the law's function as an instrument of social justice by strengthening oversight mechanisms, sanctions, and ensuring the status of contract workers in Indonesia.
Pelatihan Softskill Bagi Masyarakat Angkatan Kerja di Desa Upomela, Kabupaten Gorontalo Weny Almoravid Dungga; Supriyadi A Arief; Dizky Ramadani Putri Papeo
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i3.1377

Abstract

Persoalan softskill berkaitan dengan bentuk komunikasi yang tidak formal dan kurang menghargai waktu menjadi hal-hal yang kurang dipersiapkan secara matang oleh masyarakat Desa Upomela Kabupaten Gorontalo dalam mencari kerja atau saat sementara bekerja. Kurang siapnya pekerja dan calon pekerja terhadap softskill yang dimiliki berdampak pada para angkatan kerja yang mengajukan lamaran pekerjaan selalu gagal dalam proses wawancara. Sementara itu bagi angkatan kerja yang sementara bekerja mengalami kendala terhadap pola komunikasi dalam tim maupun terhadap pimpinan. Atas dasar hal tersebut, maka dilakukan pelatihan softskill kepada angkatan kerja dalam mempersiapkan calon pekerja ketika masyarakat desa Upomela saat sedang bekerja atau bahkan baru memulai untuk bekerja. Pelatihan softskill ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yakni penyampaian materi softskill oleh setiap perwakilan, sesi tanya jawab dengan peserta, penyampaian pengalaman dalam bekerja, hingga simulasi wawancara saat melamar pekerjaan. Kegiatan yang dilaksanakan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat (khususnya para angkatan kerja) dan pemerintah desa, dimana angkatan kerja akan lebih mudah dalam mempersiapkan dirinya dalam dunia pekerjaan sekaligus mengetahui hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan saat mendaftar kerja dan saat bekerja.
Ensuring Justice in the Trend of Remote Working: Legal Challenges and Implications for Companies and Workers Weny Almoravid Dungga; Ahmad Ahmad; Karem Aboelazm Karem Aboelazm; Dewi Mulyanti Dewi Mulyanti; Novendri M. Nggilu Novendri M. Nggilu
Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ius.v14i1.1721

Abstract

This study examines the legal challenges of remote working in Indonesia, aiming to inform comprehensive, justice-based employment policies. Employing a normative juridical method with statutory, conceptual, and case-based approaches, including analysis of Indonesian court decisions, the research reveals that remote work faces structural injustice due to regulatory gaps. The Ma power Law (Law No. 13/2003) and Job Creation Law (Law No. 11/2020 jo. Law No. 6/2023) lack specific remote work provisions, while foundational Civil Code (Burgerlijk Wetboek/BW) principles governing employment contracts remain underutilized. This regulatory vacuum generates legal uncertainty that disproportionately affects vulnerable workers. Persistent gaps concern working hours, overtime, occupational health and safety, data protection, monitoring, employment agreements, social security, and cross-border taxation, leaving weak and unilateral corporate policies as the de facto framework. Comparative analysis of Russia, Spain, Turkey, and the Netherlands confirms that comprehensive legislation is both feasible and necessary. Grounded in justice theory, this study argues that regulating of remote work goes beyond administrative technicalities and forms part of the protection of fundamental constitutional rights. Consequently, Indonesia must enact dedicated legislation establishing minimum standards to ensure equitable protection, dignity, equality, and legal certainty for all workers in the digital era..
Disfungsi Perlindungan Hukum terhadap Hak Anak Akibat Dampak Perkawinan di Bawah Umur Nisrina M. Adam; Nur Mohamad Kasim; Weny Almoravid Dungga
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 3 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i3.7895

Abstract

Perkawinan di bawah umur di Indonesia masih menjadi permasalahan hukum yang serius, ditandai dengan lonjakan 64.211 perkara dispensasi kawin pada tahun 2020 pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Kondisi ini mengindikasikan adanya disfungsi sistemik dalam perlindungan hukum terhadap hak anak yang bersumber dari ketidakselarasan regulasi dan lemahnya implementasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk disfungsi perlindungan hukum terhadap hak anak akibat perkawinan di bawah umur serta merumuskan model perlindungan hukum yang integratif bagi anak korban perkawinan dini di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) melalui analisis bahan hukum secara kualitatif-deduktif. Hasil penelitian mengidentifikasi disfungsi tiga lapis: disfungsi normatif vertikal antara Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 dengan Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945; disfungsi normatif horizontal antara Undang-Undang Perkawinan dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 yang menciptakan legal grey zone bagi anak usia 18–19 tahun; serta disfungsi implementatif berupa inkonsistensi penerapan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 dan lemahnya koordinasi antarlembaga. Penelitian ini merumuskan Model Triple-P (Pencegahan–Penegakan–Pemulihan) sebagai kerangka perlindungan integratif yang menempatkan pilar pemulihan berbasis restorative justice sebagai komponen mandiri untuk mengisi kekosongan mekanisme pemulihan hak anak pascaperkawinan dalam sistem hukum Indonesia.
Kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo Terhadap Maraknya Pembangunan Perumahan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Wirda Moliju; Weny Almoravid Dungga; Julius T. Mandjo
Jurnal Begawan Hukum (JBH) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Begawan Hukum (JBH)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jbh.v2i1.84

Abstract

This research aims to find out what the Gorontalo City Government's policy is regarding the widespread development of housing through the process of converting agricultural land. This type of research is Empirical Research. The research results show that housing development and land conversion are very important issues in urban development. The conversion of agricultural land leads to a change in the use of productive agricultural land to use of land for the construction of housing and other infrastructure. The strategies for controlling land conversion are: Ratification of Spatial Planning Regulations as well as Incentives and Disincentives. Based on the information obtained, this form of land conversion control is also carried out by means of socialization and guidance, or if developers want to build then they will be invited. Apart from that, the factor that influences whether the conversion of agricultural land is permitted is that it must be in accordance with spatial planning. The government needs to have clear and detailed spatial planning to regulate land use effectively. Good spatial planning is the key to controlling agricultural land conversion.
Co-Authors Abdul Hamid Tome Abdul Hamid Tome Abdullah, Mayanti H. Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Aldan Syaifullah Alulu Aldi Alpiyanto Abidun Ananda Putri S. Maksum Annisa Nur Fitriyani Daud Anugrah, Krisna Apri Yahya Langago Arshad, Azhani Awad Al-Khalaf Barmin Rahmat Yusuf Bella Putri Hunowu Cono, Moh Syahnez Welden A D. Matona, Marshanda Adella Dai, Rahmawaty Deby Fatria Ntobuo Dewi Mulyanti Dewi Mulyanti Dimas Ardiansyah Sugiatno Djafar, Lucyane Dolot Alhasni Bakung Dr. Zamroni Abdussamad Erman I. Rahim Fadila Febiola Fajrianty, Nurul Putri Faradiba Mutiara Dewi Fayza Tazkia Suleman Fence M Wantu Fence M Wantu Fence M. Wantu Fenty U. puluhulawa Ferdy Hasan Harun Setiawan Hatibie Hasan, Ferdy Hatu, Mohamad. Akbar R. Humairah Hasan Sabaya Hunowu, Bella Putri Husaeri Husain Mulki Hilala Iffatriansyah Soga Imsaskia Zalzabilha Habibie Inaku, Rifka Intan Saputri Abudi Ismet Sulila Ismet Susila Iulius T.Mandjo Ivan Rahmat Santoso Iwan Permadi Julius T. Mandjo Karem Aboelazm Karem Aboelazm Kristianto Jansen Hengkengbala Lestari, Nurdiana Lucyane Djaafar Lulu Salsabila Sudarmo Lune, Nur Dilang W Mandjo, Julius T. Mayulu, Selvin Mellisa Towadi Meylan Dama Moh. Fadlan Wahidji Moh. Ismail Mantolongi Moh. Taufiq zulfikar Sarson Mohamad Hidayat Muhtar Mohamad Rivaldi Moha Mohamad Taufiq Zulfikar Sarson Muhammad Arief Tungkagi Muhammad Tahta A.R Mutiara I. Kadir N. Moeda, Nur Wulan Naue, Karmila Nisrina M. Adam Novendri M. Nggilu Novendri M. Nggilu Nur Mohamad Kasim Nuraisah Masita Utiarahman Nurhayati Abdullah Nurul Fazri Elfikri Nurul Fazri Elfikry Nurul Putri Fajrianty Pahlevi Iyabu, Moh. Riza Pakaya, Dian Pakaya, Salahudin Panabulu, Krisdeyanti Pantika Mayulu Pantui, Darwin Papeo, Dizky Ramadani Putri Patrya Karim, Marsella R. Dian Luthfiana Harun Rafni Suryaningsih Harun Rahma Y. Mantali, Avelia Rahmatiya Latif Rahmatiya Latif Rahmawati Dai Randi Randi Razak, Ferli Reynaldi Alfrido Kurniawan Rifka Tunanga Rizal Bobihu Rizal Bobihu Rizkawati Gasin Roslina Mantolongi Rotinsulu, Indriyawaty Sabrisa Khartanta Ginting Suka, Muhammad Sarah Magfirah Daud Seldi Munandar Silvana Nur Rahmat Lukum Silvani Nur Rahmat Lukum Siti Mutmaina Suci Lasri Isra Siti Sahnas Dunggio Sri Nanang M. Kamba Sri Nanang M. Kamba Sri Nanang Meiske Kamba Sri Nanang Meyske Kamba Sukma Asmarandani Ramelan Supriyadi A Arief Supriyadi A Arief Suwitno Yutye Imran Taufiq Zulfikar Sarson, Mohamad Tessa Pritama Eda Tessa Pritama Eda Tineke Wolok Triyanto Nuriman Idrus, Agung Usman, Sartika Dewi Waode Mustika Wirda Moliju Yanti Aneta Yuniar Supu Yusuf Hasan, Slamet Yusuf, Nurullah Wahdania Zamroni Abdusammad Zamroni Abdussamad Zulkarnain Saleh