Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Metode TTW (Think-Talk-Write) terhadap Keterampilan Menulis Cerpen Salsabila; Rahmawati, Lilis; Sukri, Nazifa; Fadillah, Siti; Apfani, Sry
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Juli: Education and Community
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3rsj6b31

Abstract

This study aims to examine the effect of the Think-Talk-Write (TTW) method on students' short story writing skills through a literature review approach. Short story writing is a crucial aspect of Indonesian language learning as it involves creative thinking, logical narrative structure, and expressive language use. However, in practice, students often face difficulties during the prewriting stage, such as generating ideas, developing characters, and constructing conflicts and settings. The TTW method offers a structured approach involving individual thinking, group discussion, and directed writing, thereby promoting a more systematic development of writing skills. Based on the synthesis of various scholarly sources, the TTW method has been proven effective in improving students’ writing quality in terms of structure, content, and language use. Intrinsic elements of short stories such as theme, plot, character, setting, and point of view show significant improvement when taught using the TTW method. This study concludes that the TTW method can serve as a relevant and practical strategy for teachers to enhance students’ short story writing skills.
Analisis Minat Belajar Siswa Terhadap Pembelajaran Pjok Fase E Di Sman 2 Lubuk Alung fadillah, siti; Barlian, Eri; Kiram, Phill Yanuar; Sari, Suci Nanda
Jurnal Gladiator Vol 5 No 7 (2025): jurnal gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor1989011

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) fase E di SMAN 2 Lubuk Alung. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa kelas X yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 80. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya minat belajar, menganalisis faktor intrinsik seperti perhatian, rasa senang, dan partisipasi siswa, serta faktor ekstrinsik seperti peran guru dan fasilitas sekolah, dan merumuskan strategi peningkatan minat belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan angket skala Likert yang disebarkan kepada 115 siswa kelas X.E1 hingga X.E4 melalui total sampling. Indikator penyebab disusun berdasarkan teori Septianingrum dkk. (2016) dan Wibisono (2022). Hasil analisis menunjukkan bahwa minat belajar siswa tergolong rendah, dengan penyebab utama berbeda di tiap kelas: kurangnya perhatian (X.E1, skor 2,27), keterbatasan fasilitas (X.E2, skor 1,97), kombinasi aktivitas dan fasilitas (X.E3, skor 2,65), serta rendahnya partisipasi siswa (X.E4, skor 2,68). Faktor tambahan seperti metode mengajar yang monoton dan persepsi negatif terhadap PJOK turut memengaruhi. Penelitian merekomendasikan peningkatan kreativitas guru, perbaikan fasilitas, dan penguatan motivasi siswa.
The Effect of Interactive Videos on Introducing English Vocabulary to Early Childhood Novitasari, Yesi; Mahira, Nisa; Fadillah, Siti; Atika Putri, Azlin; Wahyuni, Sri
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/gp3s0e39

Abstract

This study aims to determine whether interactive videos can introduce English vocabulary to children aged 5-6 years in Group B at Pelita Hati Kids Kindergarten, Pekanbaru. The type of research used is experimental research. The subjects of this study were 30 children aged 5-6 years. Data collection techniques included observation and documentation. The data analysis techniques used were normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing. The results of this study show an improvement in learning through interactive videos, as seen from the average pre-test and post-test scores: the average listening pre-test and post-test scores were 2.35 and 3.90, respectively; the average speaking pre-test and post-test scores were 1.58 and 2.92; and the average writing pre-test and post-test scores were 1.47 and 2.58. Thus, these aspects can be improved through the use of interactive videos
Peran Guru dalam Pengembangan Literasi Budaya dan Kewargaan Anak Usia Dini Fadillah, Siti; Novitasari, Yesi; Atika Putri, Azlin
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i2.3984

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan literasi budaya dan kewargaan pada pendidikan anak usia dini di kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini melibatkan delapan orang guru yang terdiri dari empat lembaga PAUD. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara terbuka, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan peran guru dalam mengembangkan literasi budaya dan kewargaan di PAUD sangat krusial dalam merancang program pembelajaran untuk mengembangkan sikap toleransi dan memahami keragaman budaya. Guru pada lembaga PAUD menggunakan berbagai metode dalam menstimulasi literasi budaya dan kewargaan, seperti cerita rakyat, bermain peran, kegiatan pembelajaran berbasis proyek, field trip, dan pemanfaatan teknologi berupa video dan gambar. Hasil temuan dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi lembaga PAUD untuk merancang program pembelajaran literasi budaya dan kewargaan secara hilostik dan efektif, serta sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Implikasi dari penelitian ini yaitu buku panduan pendidikan literasi budaya dan kewargaan anak usia dini.
Efektivitas Penanganan Anak Tempertantrum Melalui Role Playing Efastri, Sean Marta; Hasanah, Nisaul; Sufi , Wasiah; Reswita; Fadillah, Siti; Suharni
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i1.4438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektifnya penanganan anak tempertantrum melalui role playing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Metode ini dipilih karena tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari suatu perlakuan (treatment), yaitu pelaksanaan efektivitas penanganan temper tantrum dengan menggunakan metode role playing yang diterapkan pada kelompok anak. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Eksperimen Semu atau Quasi Experimental dengan satu kelompok objek yang akan dilibatkan dalam penelitian atau yang disebut dengan one group pretest-posttest design. Berdasarkan uraian diatas penggunaan pendekatan Quasi dapat menghasilkan data eksperimen mengenai efektivitas penanganan anak tempertantrum role playing. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya ada efektivitas role playing (bermain peran) dalam penanganan anak temper tantrum di KB Delima Indah Siak. Hal tersebut ditunjukkan dengan uji T-test yang lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,00<0,05. Nilai rata-rata persentase posttest efektivitas role playing dalam penanganan anak temper tantrum yaitu 80,56% yang termasuk ke dalam kategori berkembang sesuai harapan.
Contextual Learning with Malay Cultural Content: Developing Social Skills in Preschool Children Fadillah, Siti; Novitasari, Yesi; Putri, Azlin Atika
Global Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i2.861

Abstract

Malay culture-based contextual learning is a meaningful learning experience in supporting children's social development. This study aims to determine the effectiveness of Malay culture-based contextual learning in improving social skills. The method used is a quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest control group design. The population of this study were children aged 5-6 years in Rumbai District, Pekanbaru City. The research sample used purposive sampling consisting of 50 children from two institutions, namely Dayyinah Kids Kindergarten and Asri Kindergarten. The results showed that the average value of the experimental class was from 58.44% to 75.80%. Malay culture-based contextual learning in the experimental class was better than the control class without treatment where the average value was 57.88% to 61.12%. The results of the hypothesis test stated that Malay culture-based contextual learning through interactive media had a significant effect on children's social skills, seen from the Sig. (2-tailed) value for the results of the experimental class and control class hypotheses were 0.000 <0.05. Thus, the hypothesis Ho is rejected and Ha is accepted, so it can be concluded that contextual learning based on Malay culture has a positive effect on the social skills of children aged 5-6 years.
Hubungan Ketergantungan Gadget dengan Pendekatan REBT terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi PG-PAUD FKIP UNILAK Efastri, Sean Marta; Putri, Azlin Atika; Fadillah, Siti
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2018): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.593 KB) | DOI: 10.31849/paudlectura.v1i2.1172

Abstract

Abstrak Penggunaan gadget yang tepat secara langsung atau tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa di lingkungan kampus. Mahasiswa yang memiliki cara belajar yang baik akan selalu membagi waktu secara efektif dan efisien untuk melaksanakan semua aktifitas belajar, baik di kampus maupun di luar kampus. Di samping itu, mereka juga akan mampu menetapkan skala prioritas, membagi waktu yang jelas terhadap objek atau kegiatan yang dilakukan. Dalam kaitan pentingnya menggunakan gadget yang baik terhadap motivasi belajar siswa sehingga dengan menggunakan pendekatan REBT dapat mengurangi pengaruh negatif dari penggunaaan gadget tersebut. Abstract The use of the right gadgets directly or indirectly has an effect on students' motivation in the campus environment. Students who have a good way of learning will always divide the time effectively and efficiently to carry out all learning activities, both on campus and off campus. In addition, they will also be able to set priorities, share clear time with objects or activities undertaken. In terms of the importance of using good gadgets for student learning motivation so using the REBT approach can reduce the negative influence of the use of the gadget. Keywords: gadget dependency, rebt approach, learning motivation
Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak melalui Permainan Finger Painting Usia 5-6 Tahun di TK Harapan Bunda Pekanbaru Jumilah, Jumilah; Efastri, Sean Marta; Fadillah, Siti
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 01 (2018): PAUD Lectura - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.546 KB) | DOI: 10.31849/paudlectura.v2i01.1989

Abstract

Abstrak Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang berupa gagasan maupun karya nyata. Adapun tujuan dari penelitian yaitu untuk mendapatkan data perkembangan kreativitas anak melalui permainan finger painting. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) . Subjek yang diambil untuk penelitian terdiri dari 15 anak di TK Harapan Bunda. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan menggunakan rumus persentase= f/n x100 % . Hasil penelitian data yang diperoleh dalam meningkatkan perkembangan kreativitas anak melalui permainan finger painting, sebelum tindakan adalah 59 % ( Mulai Berkembang / MB ) dan meningkat pada siklus I dengan kategori BSH “ Berkembang Sesuai Harapan” dengan rata – rata peningkatan 71 % dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan kategori BSB “ Berkembang Sangat Baik” yaitu rata-rata 84 %. Jadi peningkatan kreativitas anak dari data awal 59 % ke data siklus II 84 %, terjadi peningkatan sebanyak 25 %. Kata Kunci : Kreativitas Anak, permainan finger painting Abstract Creativity is the ability to create a new something which is in the form of ideas or real works. There is a purpose of definition that is to get data of children's development creativity through Finger painting games. Determination methods used are definition of class actions (ptk). Observation sheet, and documentation. Analysis technique is using the percentage formula f / n x 100%. The research results obtained in improving the development of children's creativity through finger painting, before the action was 59% (developing / mb) and increasing in the first cycle with the bsh category "developing as expected" with an average increase of 71% and in the second cycle experiencing an increase with the bsb category "develops very well" which is an average of 84%. So increasing children's creativity from the initial data of 59% to data cycle ii 84%, an increase of 25%. Key words : children's creativity, finger painting game
Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) dan Kecerdasan Intrapersonal terhadap Perilaku Prososial Anak Usia 5-6 Tahun di Kelurahan Umban Sari Pekanbaru Fadillah, Siti
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 01 (2018): PAUD Lectura - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.336 KB) | DOI: 10.31849/paudlectura.v2i01.2008

Abstract

Abstrak Perilaku Prososial adalah perilaku sukarela kepada orang lain yang merupakan keterampilam sosial anak usia dini. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) dan kecerdasan intrapersonal terhadap perilaku prososial pada anak kelompok B taman kanak-kanak di kelurahan umban sari. Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan desain treatment by level 2x2t. Populasi adalah seluruh TK di Kelurahan Umban Sari. Sampel dalam penelitian ini adalah TK Dayyinah Kids dengan jumlah anak sebanyak 38 Orang. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik stratified multistage cluster random sampling. Teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalur. Instrumen yang diguakan adalah lembar observasi kecerdasan intrapersonal. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) Perilaku prososial anak yang diberikan strategi pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) memiliki pengaruh yang lebih tinggi dari pada pembelajaran yang berpusat pada guru 2) Terdapat pengaruh interaksi antara pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) dan kecerdasan intrapersonal terhadap perilaku prososial, 3) Kemampuan prososial anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal tinggi yang diberikan pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) memiliki pengaruh yang lebih tinggi dari skor perilaku prososial anak yang diberikan pembelajaran dengan strategi berpusat pada guru, 4) Kemampuan prosoial anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal rendah yang diberikan strategi pembelajaran berpusat pada guru memiliki pengaruh yang lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan perilaku prososial anak yang diberikan pembelajaran kooperatif (cooperatif learning). Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning), Kecerdasan Intrapersonal, Kemampuan Sosial Abstract Prosocial behavior is voluntary behavior to others as a result of early childhood social skills. The purpose of this study is to determine whether there is an influence of cooperative learning and intrapersonal intelligence on prosocial behavior in children in group B of kindergarten in the village of umban sari. This research method uses experimental research with 2x2t treatment by level design. The population is all kindergartens in Umban Sari Village. The sample in this study was Dayyinah Kids Kindergarten with 38 children. The sample collection technique uses stratified multistage cluster random sampling technique. Data analysis techniques using two-way ANAVA. The instrument used is an intrapersonal intelligence observation sheet. The results obtained are: 1) child prosocial behavior that is given cooperative learning strategies (cooperative learning) has a higher influence than teacher-centered learning 2) There is an effect of interaction between cooperative learning and intrapersonal intelligence on prosocial behavior, 3) Ability prosocial children who have high intrapersonal intelligence who are given cooperative learning (cooperative learning) have a higher influence than the scores of prosocial behavior of children who are given learning with a teacher-centered strategy, 4) prosoial ability of children who have low intrapersonal intelligence given learning strategies centered on The teacher has a higher influence than the prosocial behavior of children who are given cooperative learning. Keywords: Learning Strategy, Cooperative Learning, Intrapersonal Intelligence, Social
PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL STORYTELLING INTERAKTIF: PEMAHAMAN NILAI-NILAI MORAL ANAK USIA DINI DI TK BHAYANGKARI 3 KOTA PEKANBARU Suharni; Fadillah, Siti; Filtri, Heleni
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v11i2.27324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan media digital storytelling interaktif berbasis aplikasi ChatterKid dalam meningkatkan pembelajaran moral pada anak usia dini. Pembelajaran moral merupakan aspek penting dalam perkembangan anak, dan teknologi digital menawarkan cara inovatif untuk menyampaikan nilai-nilai moral dengan cara yang menarik dan interaktif. Aplikasi ChatterKid digunakan untuk memungkinkan anak-anak membuat cerita dengan gambar yang dapat berbicara, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam mengisahkan dan memahami cerita moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan melibatkan sejumlah anak usia dini sebagai sampel. Media digital storytelling yang dikembangkan dengan ChatterKid dirancang untuk menggabungkan narasi moral dengan elemen interaktif yang memungkinkan anak berpartisipasi aktif dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatterKid secara signifikan meningkatkan pemahaman anak terhadap nilai-nilai moral seperti empati, kejujuran, dan rasa hormat. Respon positif dari anak dan keterlibatan mereka dalam cerita juga menunjukkan potensi besar aplikasi ini dalam pembelajaran moral pada anak usia dini. Temuan ini menyarankan bahwa penggunaan ChatterKid sebagai media digital storytelling interaktif dapat menjadi alat efektif dalam pendidikan moral di tingkat PAUD, serta menjadi referensi bagi pendidik dan orang tua dalam mendukung perkembangan moral anak melalui teknologi.