Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Kecerdasan Logika Matematika Anak Usia Dini melalui Permainan Edukatif Papan Telur Putri, Azlin Atika; Reswita, Reswita; Novitasari, Yesi; Fadillah, Siti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5625

Abstract

Kecerdasan Logika Matematika merupakan kemampuan anak dalam mengolah angka dan kemahiran dalam menggunakan logika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengetahui persentase peningkatan kecerdasan logika matematika anak usia 5-6 tahun dalam berhitung melalui bermain dengan menggunakan papan telur. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 19 anak. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode bermain menggunakan papan telur mampu meningkatkan kecerdasan logika matematika anak. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada hasil penelitian pra siklus dengan rata-rata persentase 36,52 %, hasil tindakan pada siklus I meningkat dengan rata-rata persentase 53,62 % dan siklus II meningkat dengan persentase rata-rata 83,06 %, dan sudah memenuhi kriteria keberhasilan indikator yang telah ditetapkan sebesar 80%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan bermain permainan edukatif papan telur dapat meningkatkan kecerdasan logika matematika 
From Tradition to Innovation: Economic Transformation and Women’s Empowerment in Pusong Lama Fishing Village Mujiburrahman, Mujiburrahman; Chalid, Ibrahim; Suadi, Suadi; Riski, Aflia; Fadillah, Siti; Elsa, Rima
Andalas International Journal of Socio-Humanities Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijosh.v7i2.86

Abstract

This study explores the economic transformation of coastal fishing households in Pusong Lama village, Lhokseumawe, Aceh, from traditional fishing practices to creative, value-added production. Using a qualitative approach supported by observation, interviews, and focus group discussions, the research analyzes how local initiatives and women’s participation have redefined livelihoods through the processing of keumamah (dried tuna) into marketable creative products. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, encompassing data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that the creative economy movement not only increases household income but also fosters social empowerment, particularly among women who now manage production, marketing, and financial activities. Despite these achievements, challenges remain in terms of raw material availability, price fluctuations, and limited marketing access. This study contributes to the growing discourse on sustainable coastal development and women’s economic empowerment by showing how traditional fishing communities can adapt to market-oriented innovation through creative industry models.
Malay Culture-Based Education and Cultural Identity Formation in Early Childhood Fadillah, Siti; Putri, Azlin Atika; Novitasari, Yesi
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v14i2.2020

Abstract

Cultural identity is a crucial foundation for children’s self development from an early age, especially amid globalization and technological change. This study investigates the relationship between exposure to Malay culture-based education in Early Childhood Education (ECE) and the cultural identity formation of children aged 5-6 years in Pekanbaru City. A quantitative correlational design was applied, using questionnaires distributed to teachers and parents from four ECE institutions. The sample was selected through purposive sampling, involving respondents directly engaged in Malay culture-based learning. Data were analyzed using Pearson correlation. The results show a significant positive relationship between Malay cultural exposure and cultural identity (r = 0.62; p < 0.01). These findings highlight the theoretical importance of integrating sociocultural perspectives in early childhood education and the practical implication of embedding local culture through language, folklore, pantun, and traditional games to strengthen cultural identity.
Implementasi Layanan Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Permasalahan Belajar Siswa di SMA Nurul Huda Munjul Fadillah, Siti; Nawawi, Abdulloh; Alwi As Solikhin, Muhammad; Ma’ruf, Umar
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/1pfbnv34

Abstract

Penelitian ini berupaya menggambarkan bagaimana layanan bimbingan dan konseling (BK) dijalankan untuk membantu siswa yang mengalami berbagai permasalahan belajar di SMA Nurul Huda Munjul Pesantren. Permasalahan yang muncul beragam, mulai dari rendahnya motivasi, ketidak mampuan memahami materi, hingga kebiasaan belajar yang tidak teratur. Dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif memulai wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menemukan bahwa guru BK melakukan sejumlah layanan seperti layanan dasar, layanan responsive, konseling individual, konseling kelompok, serta kerja sama dengan wali kelas dan orang tua. Hasil temuan menunjukkan bahwa layanan ini mampu membantu siswa mengenali hambatan yang mereka hadapi dan menemukan setrategi belajar yang lebih sesuai. Temuan Temuan ini kemudian diperkuat dengan hasil hasil penelitian sebelumnya yang menegaskan pentingnya layanan BK dalam meningkatkan kualitas proses belajar siswa. Meski demikian, masih ada kendala seperti minimnya dukungan orang tua dan keterbatasan konselor. Secara umum, layanan BK terbukti cukup membantu, namun masih membutuhkan penguatan dari sisi sarana dan koordinasi.