Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Sewagati

Konsep Promosi Kampung Wisata Dolly Melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Karang Taruna Di Kelurahan Putat Jaya Eka Dian Savitri; Kartika Nuswantara; Ni Gusti Made Rai
Sewagati Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.93 KB)

Abstract

Salah satu cara membangun citra positif eks lokalisasi Dolly adalah dengan mempromosikannya sebagai kampung wisata edukasi. Upaya mempromosikan kampung wisata membutuhkan peran dan keterlibatan kelompok pemuda karang taruna. Mereka diharapkan dapat berperan sebagai agen promosi dan pengelola bisnis perjalanan wisata Dolly. Oleh karena itu, pelatihan peningkatan kapasitas dilakukan agar karang taruna memiliki persiapan dalam mengelola bisnis perjalanan wisata. Konsep pelatihan bersifat andragogi, bertujuan memberi gambaran dan pengalaman nyata dalam mengonsep, mengelola, dan memandu kawasan wisata Dolly. Pelatihan dibagi menjadi dua kegiatan yaitu: pertama, kegiatan pelatihan memandu dan mengelola bisnis perjalanan wisata Dolly. Kegiatan kedua berupa praktik perjalanan wisata Dolly. Luaran pengabdian berupa modul pelatihan Mengelola dan Memandu Bisnis Perjalanan Wisata Dolly. Hasil kegiatan pengabdian yaitu (1) peserta mampu mengidentifikasi potensi wisata di Dolly, (2) peserta mampu menyusun konsep perjalanan wisata Dolly, (3) peserta mampu mengelola perjalanan wisata, dan (4) peserta mampu menyusun konsep pengembangan kawasan wisata Dolly. Konsep pengembangan kawasan wisata Dolly berupa kampung tematik “Kampung Bunga dan Toga”, “Kampung Mural Batik”, “Kampung Kostum”, “Kampung Literasi”, dan “Kampung IT” yang rencananya akan ditawarkan kepada pihak swasta agar dapat direalisasikan. Oleh karena itu, pendampingan lanjutan pengembangan, pengelolaan, dan promosi kawasan wisata Dolly masih dibutuhkan hingga tahun berikutnya.
Mengembangkan Kampung Literasi sebagai Upaya Peningkatan Daya Berpikir Kreatif Imajinatif Anak-Anak Gang Dolly Melalui Penulisan Cerpen Layak Jual Kartika Nuswantara; Eka Dian Savitri
Sewagati Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.315 KB)

Abstract

Gang Dolly merupakan salah satu kawasan lokalisasi prostitusi di jalan Jarak. Tahun 2014, lokalisasi Dolly yang merupakan lokalisasi prostitusi terbesar di Surabaya telah ditutup oleh pemerintah Kota Surabaya mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Larangan Menggunakan Bangunan/Tempat untuk Perbuatan Asusila serta Pemikatan untuk melakukan Perbuatan Asusila. Penutupan lokalisasi prostitusi yang berada di wilayah Kelurahan Putat Jaya ini, masih menyisakan berbagai masalah sosial khususnya menimpa masyarakat sekitar. Selama lokalisasi beroperasi, masyarakat sekitar mengalami berbagai dampak negatif. Dampak negatif juga menimpa anak-anak yang hidup dan tinggal di kawasan ini. Merekalah yang menjadi alasan utama ditutupnya prostitusi di wilayah ini. Pengaruh buruk dapat menghancurkan masa depan mereka. Salah satu upaya pemerintah kota mempertahankan pengaruh positif pada anak anak adalah dengan didirikannya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kawan Kami. Di sinilah mereka memulai mencintai dan membaca buku. Hal ini merupakan eksisting kondisi yang dimanfaatkan oleh tim peneliti. Tim peneliti akan membantu mengembangkan keterampilan membaca dan menulis sehingga dapat menghasilkan tulisan yang baik agar dapat dibantu oleh mitra penerbit yaitu DAR! MIZAN untuk diterbitkan dan menghasilkan sumber pendapatan baru.
“Kampung Literasi ITS” sebagai Model Pengembangan Literasi di TBM Kartika Nuswantara; Eka Dian Savitri; Hermanto; Ni Gusti Made Rai; Gita Widi Bhawika; Astutik Nur Qomariyah
Sewagati Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.954 KB)

Abstract

Pengabdian masyarakat ini diarahkan untuk mengembangkan konsep “Kampung Literasi ITS” melalui 5 TBM di sekitar ITS yaitu TBM RW 3 Keputih, TBM kelurahan Kejawan Putih Tambak, TBM Rusunawa Keputih, TBM RW 4 Kejawan Putih Tambak, dan TBM RW 1 Gebang Putih dengan total peserta 120 anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menstimulasi kegiatan literasi komunitas di 5 TBM sekitar ITS. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan melakukan pembisaan dan pembiasaan masyarakat terhadap aktivitas membaca berbagai jenis teks atau wacana, serta meningkatkan modal sosial (percaya diri, motivasi, dan apresiasi) anggota TBM melalui penulisan karya tulis yang bernilai ekonomi (kumpulan cerpen anak TBM). Persiapan dilakukan dengan menggalang donasi buku dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 25 hari di 5 TBM secara bergantian. Kegiatan literasi dimulai dengan membaca nyaring, menulis cerpen, dan membuat mading dengan tema tertentu. Di akhir kegiatan, sebanyak 30 cerpen hasil pendampingan dikumpukan ke dalam sebuah buku antologi cerpen. Tahap terakhir adalah acara penutupan yaitu open house Kampung Literasi ITS. Acara penutupan berisi pameran poster kegiatan Kampung Literasi ITS, penyerahan hadiah kepada 3 karya cerita pendek terbaik oleh Rektor ITS, peluncuran buku antologi cerpen karya anak kampung literasi ITS, bedah buku antologi cerpen karya anak Kampung Literasi ITS.
Implementasi Model Literasi Berimbang di Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kota Surabaya Kartika Nuswantara; Gita Widi Bhawika; Ni Wayan Suarmini; Marsudi
Sewagati Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.77 KB)

Abstract

Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kota Surabaya didirikan oleh Pemerintah Kota tengah-tengah masyarakat dengan harapan masyarakat memiliki akses yang mudah terhadap sumber bacaan. Dengan demikian tujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat dapat segera terwujud dan upaya meningkatkan indeks literasi nasional dapat meningkat. Selain berfungsi sebagai layaknya perpustakaan umum, TBM menjadi tempat belajar dan bermain anak-anak sepulang mereka dari sekolah. Diperlukan ketrampilan dan kemampuan yang memadai bagi seorang petugas TBM untuk dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat pengunjung TBM. Petugas TBM yang direkrut oleh pemerintah Kota Surabaya dengan tugas pokok yang meliputi tugas administrasi, kepustakaan, dan tugas pengajaran. Multi tugas ini membutuhkan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang mumpuni, akan tetapi kenyataan menunjukkan bahwa hanya 33.3% petugas TBM memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan diskripsi tugas tersebut. Mengingat peran penting petugas TBM maka diperlukan upaya untuk meningkatkan ketrampilan petugas sehingga kebutuhan literasi masyarakat dapat terlayani dengan baik. Dalam pengabdian kali, tim mencoba memperkenalkan model literasi berimbang yang telah disesuaikan dengan kondisi umum di TBM. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu Tahap pemotretan kondisi eksisting sehingga problematika di TBM dapat diselesaikan melalui kegiatan pengabdian; dan langkah kedua dilakukan dalam format modeling yang dapat dilanjutkan implementasinya di masing-masing TBM.
Implementasi Program Penguatan Literasi Masyarakat di Wilayah Eks-Lokalisasi Dolly Kelurahan Putat Jaya Surabaya Kartika Nuswantara; Ismaini Zain; Nasori; Nisfu Asrul Sani; Nugrahardi Ramadhani; Gita Widi Bhawika
Sewagati Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.243 KB)

Abstract

Penguatan literasi bagi masyarakat dengan cara pengembangan lingkungan literat. Sehingga sejalan dengan makna literasi sebagai instrument untuk menyelesaikan segala bentuk persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Silkus Deming yang dikenal dengan konsep PLAN-DO-CHECK-ACTION menjadi kerangka dalam melaksanakan kegiatan abmas yang dilatar belakangi oleh penguatan literasi bagi masyarakat. FGD dan observasi langsung menjadi pendekatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam masyarakat sehingga selanjutnya dapat disusun sebuah rencana (PLAN). Dengan melibatkan 45 anak dari Kampung Kupang Gunung Timur RT 03 RW06 penelitian ini mengemplimentasikan PLAN kedalam tiga unsur pada tahap DO. Ketiga unsur tersebut meliputi dukungan, pendampingan dan keberlanjutan. Dengan menggunakan kuesioner, CHECK menjadi aktivitas untuk mengkur tingkat keberhasilan program. Akhirnya ACTION menyiapkan umpan balik untuk dimanfaatkan pada penelitian selanjutnya. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan mendeskripsikan kegiatan yang telah dilakukan diharapkan penelitian ini menjadi alat untuk mengefaluasi program yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber data untuk melanjutkan kegiatan pengabdian tersebut menjadi sebuah program berkelanjutan.
Pelatihan Menulis dan Implementasi Gerakan Literasi Masyarakat di Perpustakaan Desa Begadon - Bojonegoro Kartika Nuswantara; Ratna Rintaningrum; Banu Prasetyo; Hermanto Hermanto; Aurelius Ratu; Ni Wayan Suarmini; Edy Subali; Mohammad Saifullah; Gita Widi Bhawika; Bilqis Amaliah
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3595.287 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.453

Abstract

Perpustakaan Lentera, yang berlokasi di Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu perpustakaan desa terbaik di Jawa Timur. Perpustakaan ini pernah memenangkan kategori Perpustakaan Desa (Perpusdes) atas upaya desa yang secara aktif melibatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif mendirikan serta mengembangkannya. Perpustakaan ini sebelumnya berkembang dari perpustakaan SDN Begadon. Permasalahan terjadi setelah Perpustakaan Lentera mendapatkan hibah gedung baru dalam upaya keberlanjutan utilitas perpusdes sebagai pusat pengembangan kapasitas masyarakat desa. Perpustakaan Lentera perlu berkembang menjadi menjadi sebuah perpustakaan terpadu, dimana masyarakat dapat memperoleh segala bentuk informasi dari tempat ini dan menjadi lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi dan kesejahteraan setelah memperoleh berbagai pengetahuan baru yang tersedia di perpustakaan desa tersebut. Oleh sebab itu, tim pengabdi bersama pengelola desa dan perpusdes bersama-sama berupaya menyelesaikan masalah dengan beberapa metode yaitu Focus Group Discussion, pelatihan, dan sosialisasi langsung kepada masyarakat desa. Hasil yang telah dicapai antara lain peningkatan literasi masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan, peningkatan awareness perpusdes melalui publikasi media audio visual, serta pemberian rekomendasi kepada pemangku kepentingan perpusdes untuk menjamin keberlangsungan kegiatan literasi di Desa Begadon.
Pelatihan Peningkatan Akidah Islam bagi Mualaf di Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar Moh Saifulloh; Hermanto; Siti Zahrok; Niken Prasetyawati; Enie Hendrajati; Ni Wayan Suarmini; Tony Hanoraga; Kartika Nuswantara; Adi Suryani; Ratna Rintaningrum
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.650

Abstract

Dusun Sekargadung, Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar dikenal dengan sebutan kampung Mualaf karena sebagian besar masyarakatnya yang dahulu beragama non-Islam menjadi mualaf dengan memeluk agama Islam. Dengan status sebagai mualaf yang baru memeluk agama Islam, berarti akidah Islamnya masih rapuh dan rentan terhadap berbagai tantangan dan ujian keimanan sehingga diperlukan upaya-upaya penguatan atau peningkatan akidah. Melalui program kegiatan pengabdian masyarakat (Abmas), para Mualaf di Desa Balerejo ini diberi materi penguatan akidah Islam dengan tujuan untuk membentengi mereka dari rentannya pemurtadan atau pendangkalan akidah yang dilakukan oleh aktifis penganut agama yang mereka peluk sebelumnya di wilayah tersebut. Metode kegiatan Abmas yang dilakukan yakni ceramah dan dialog interaktif, workshop praktek ibadah, dan terakhir pemberian santunan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman Mualaf akan akidah Islam serta meningkatnya kemampuan para Mualaf untuk menunaikan ibadah dengan benar seperti berwudhu dan sholat sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sehingga mereka tidak rentan untuk menjadi murtad (kembali ke ajaran agama sebelumnya), tidak melakukan perbuatan musyrik, dan mampu membentengi akidah Islam mereka supaya tidak mudah luntur dalam situasi dan kondisi apapun. Pada akhir kegiatan, Mualaf mendapat santunan berupa perlengkapan alat sholat, serta sembako untuk meringankan beban ekonomi kehidupan mereka. Kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan harapan agar akidah para mualaf meningkat kualitasnya.
Pemanfaatan Rak Buku Bergerak dengan Sistem Wireless Remote Control dengan Motor Penggerak pada Pita Frekuensi 2,4 Ghz di Perpustakaan Sekolah YPAC Surabaya Nuswantara, Kartika; Harseno, Ahmad Rieskha; Arlianti, Irma; Juniastuti, Susi; Buliali, Joko Lianto; Savitri, Eka Dian; Rintaningrum, Ratna; Trisyanti, Umi; Saifulloh, Mohamad; Mahfud, Choirul; Jingga, Azharine Purwa
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.2143

Abstract

Program pengabdian yang dilaksanakan untuk memberikan solusi atas permasalahan mitra abdi, Sekolah YPAC Surabaya. Permasalahan yang meliputi keterbatasan fasilitas perpustakaan berkaitan dengan akses terhadap koleksi bacaan perpustakaan bagi siswa-siswi berkursi roda dan keterbatasan aktivitas literasi sekolah yang menyenangkan. Program pengabdian memberikan solusi melalui inovasi rak buku bergerak yang memungkin siswa-siswi berkursi roda menjangkau akses koleksi buku-buku di perpustakaan. Selain itu, program pelatihan bagi guru dan siswa dirancang bersama mahasiswa KKN untuk menghasilkan aktivitas literasi yang menyenangkan sehingga aktivitas literasi sekolah dapat meningkatkan daya tarik siswa-sisi untuk mencintai buku dan membaca sebagai dukungan terhadap program Gerakan Literasi Nasional. Program mendapatkan respon yang positif dari seluruh guru sekolah YPAC seperti yang ditunjukkan pada hasil angket yang dibagikan kepada guru usai program pengabdian berakhir. Program pengabdian ini memberikan dampak yang baik bagi propaganda kegiatan literasi khususnya di sekolah luar biasa, oleh karena itu, perlu dikembangkan kajian tentang tingkat kebermanfaatan rak buku bergerak sehingga dapat diproduksi lebih banyak dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah-sekolah luar biasa yang lain.
Literasi Kesehatan Lingkungan Hunian bagi Keluarga dengan Anak Stunting dan Pendampingan Hunian Sehat dengan Pemanfaatan Ventilasi Alami Nuswantara, Kartika; Jingga, Azharine Purwa; Setijanti, Purwanita; Utami, Adinda Sih Pinasti Retno; Susilowati, Endang; Prasetyawati, Niken; Aziz, S. Kamilia; Suarmini, Ni Wayan; Nurhayati, Ervin; Rahmawati, Deti; Naura, Zahira Dinda; Syaharani, Nadia Salwa
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.2148

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk menyediakan akomodasi bagi perkembangan motorik anak stunting melalui pendekatan arsitektural. Mitra abdi merupakan anak stunting yang tinggal di perkampungan padat penduduk di wilayah Sidotopo Surabaya, wilayah di Kota Surabaya dengan tingkat prevalensi tertinggi di kota Surabaya. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah program edukasi dan revitalisasi hunian. Program edukasi dilakukan melalui model personalized coaching atau pendampingan individual mengingat kasus stunting memiliki persoalan yang spesifik, dan revitalisasi dilakukan dengan membenahi dan menata kembali hunian tempat tinggal anak stunting . Pengabdian ini telah menghasilkan model hunian rumah sehat bagi anak stunting dan memberikan media digital video sebagai materi edukasi terhadap upaya mendorong perkembangan motorik anak stunting melalui pendekatan arsitektural. Dari kegiatan ini, telah dihasilkan beberapa luaran yang meliputi luaran utama yang terdiri dari artikel abmas, model rumah ramah stunting sebagai produk abmas, dan video sosialisasi akomodasi bagi anak stunting melalui pendekatan arsitektural. Selain itu, ada luaran tambahan dalam bentuk buku referensi berISBN yang telah terbit dan siap menjadi rujukan bagi penelitian dan pengabdian pada area yang sama. Peluang keberlanjutan dari program ini adalah terbukanya kesempatan untuk pembenahan sanitasi dan elemen furnitur hunian anak stunting.
Implementasi Bacakanbuku: Teknologi Asistif (TA) untuk Meningkatkan Literasi Siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Gedangan, Sidoarjo Jingga, Azharine Purwa; Nuswantara, Kartika; Sarwosri, Sarwosri; Juniastuti, Susi
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9071

Abstract

Kegiatan abmas ini memanfaatkan inovasi teknologi yang dimiliki oleh tim pengabdi. Aplikasi Bacakanbuku merupakan hasil inovasi dari riset terdahulu yang telah terbukti keandalannya sehingga pada abmas ini aplikasi ini dimanfaatkan sebagai teknologi asistif (AT) yang akan membantu menyelesaikan persoalan mitra di bidang kegiatan literasi sekolah. Sekolah mitra merupakan rujukan sekolah luar biasa di Jawa Timur, akan tetapi mengalami kesulitan dalam implementasi pembelajaran yang dipersonalisasi akibat tidak hadirnya teknologi asistif yang mampu menjembatani gap yang lebar antar siswa di dalam kelas. Dengan memanfaatkan aplikasi Bacakanbuku, dapat dibuktikan bahwa permasalahan terpecahkan karena aplikasi ini mampu meningkatkan waktu membaca anak. Meningkatnya waktu membaca berimplikasi pada peningkatan kemampuan konsentrasi seorang anak. Pelatihan dan sosialisasi kepada guru dan orang tua menjadi cara untuk mengintegrasikan pembelajaran di sekolah dan di rumah. Selain itu, keterlibatan orang tua pada pembelajaran anak di rumah akan membantu mempercepat peningkatan kinerja kognitif seorang anak. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tim menggunakan metode yang terbagi menjadi tiga tahapan yaitu identifikasi masalah, implementasi inovasi hasil riset, dan masalah terurai. Dengan kegiatan ini permasalahan teknologi asistif bagi ABK untuk membaca terpecahkan, dan sebagai keberlanjutannya perlu dilakukan penambahan konten untuk aplikasi yang dapat dilakukan guru sehingga konten aplikasi dapat mengakomodasi kebutuhan guru dan siswa di kelas.