Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Penggunaan Teknologi pada Usahatani Karet di Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong Habibah Siti; Nuri Dewi Yanti; Taufik Hidayat
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1936

Abstract

Karet merupakan salah satu komoditi pertanian yang penting untuk lingkup internasional, di Indonesia seperti di Provinsi Kalimantan Selatan pada kabupaten Tabalong karet merupakan salah satu hasil perekonomian perkebunan karet rakyat yang banyak dikelola oleh masyarakat. Akan tetapi pengelolaan yang dilakukan hanya seadanya setelah ditanam, karet dibiarkan tumbuh begitu saja, perawatannya kurang diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana tingkat penggunaan teknologi budidaya karet di Kecamatan Kelua dan apa kendala dan permasalahan yang dihadapi petani dalam kegiatan budidaya karet di Kecamatan Kelua. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kelua. Dimulai dari bulan Desember 2018 sampai Maret 2019, yang meliputi tahapan persiapan, pengambilan dan pengumpulan data di lapangan, pengolahan dan analisis data serta penyajian laporan akhir. Jumlah sampel sebanyak 50 orang petani karet, diambil secara senghaja (purposive). Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat penggunaan teknologi budidaya karet pada persiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, penyadapan pengolahan di Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong adalah rendah yaitu 51%. Kendala dan permasalahan petani karet diantaranya adalah serangan penyakit jamur akar putih dan kering alur sadap. Kurang aktifnya kelompok tani yang mana masih tidak adanya tenaga penyuluh yang berpengalaman dibidang karet.Kata kunci: tingkat penggunaan, teknologi karet, petani karet
Permintaan Petani Terhadap Pupuk Urea Bersubsidi Pada Usahatani Padi Di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Aminah Aminah; Muhammad Fauzi; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8282

Abstract

Pupuk bersubsidi memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas komoditas pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkaitan dengan pengadaan, penyaluran dan harga. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian Banjar 2018, Kecamatan Gambut merupakan kecamatan dengan kebutuhan pupuk Urea terbesar di Kabupaten Banjar, sehingga penyediaan pupuk Urea perlu mendapatkan perhatian khusus. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pupuk Urea bersubsidi dan menganalisis masalah yang dihadapi petani dalam memperoleh pupuk Urea bersubsidi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan regresi fungsi tipe Cobb-Douglas dengan jumlah sampel 30 orang petani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga pupuk Urea dan harga pupuk SP-36 memperlihatkan hubungan negatif, berarti setiap kenaikan harga pupuk Urea dan harga pupuk SP-36 akan menyebabkan penurunan permintaan pupuk Urea, dan sebaliknya. Sementara itu, harga gabah dan luas lahan memperlihatkan hubungan yang positif. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan pupuk Urea bersubsidi adalah harga pupuk SP-36 dan luas lahan, sedangkan variabel harga pupuk Urea dan harga gabah padi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan pupuk Urea bersubsidi. Masalah yang sering dihadapi petani adalah terbatasnya pupuk Urea bersubsidi dilokasi penelitian, disamping keterlambatan penyaluran sehingga tidak sesuai dengan waktu pemupukan di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar.
Analisis Titik Impas Usahatani Bayam di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Axel Jangkon Bagas Hutajulu; Nuri Dewi Yanti; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan usahatani bayam di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru dan menganalisis titik impas usahatani bayam di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dari bulan November 2022 sampai April 2024. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Data primer adalah jenis data yang terus berkembang dan dikumpulkan secara langsung melalui wawancara menggunakan kuesioner dan daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Simple Random Sampling yaitu teknik penentuan sampel secara acak. Populasi petani yang mengusahakan tanaman bayam di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru berjumlah 112 orang. Ukuran sampel yang peneliti ambil berjumlah 30 sampel. Analisis yang dilakukan yaitu analisis keuntungan dan analisis titik impas. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diketahui biaya rata-rata yang dikeluarkan petani bayam yaitu sebesar Rp1.732.772/UT/MT biaya ini terdiri dari biaya variabel yang berjumlah Rp1.682.481/UT/MT dan biaya tetap yang berjumlah Rp50.291/UT/MT. Penerimaan dan keuntungan petani bayam dalam satu musim tanam sebesar Rp7.336.667 dan Rp5.603.895. Analisis titik impas penerimaan dan analisis titik impas produksi dalam satu musim tanam yaitu sebesar Rp66.172 dan 14 ikat.
Technical Efficiency in Bitter Melon Plants Using Data Envelopment Analysis (DEA) Model in Tanah Laut District Pertiwi Pohan, Rana; Ferrianta, Yudi; Dewi Yanti , Nuri
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 4 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v4i4.113

Abstract

Farm technical efficiency involves maximizing output while minimizing input costs. In Tanah Laut Regency, bitter melon production fluctuates annually due to climatic factors and inefficient input use. On average, farmers use 0.47 hectares of land, 166 grams/ha of seeds, 2,659 kg/ha of organic fertilizer, 208 kg/ha of inorganic fertilizer, 7.08 liters/ha of liquid pesticides, 7.24 kg/ha of solid pesticides, and 339 HKSP of labor. Data Envelopment Analysis (DEA) indicates that farmers are technically inefficient, with average technical efficiencies of 80.8% (CRS-DEA), 89.9% (VRS-DEA), and 89.8% (SE-DEA). Among the farmers, 32% operate under increasing returns to scale (IRS), 26% under constant returns to scale (CRS), and 42% under decreasing returns to scale (DRS). A logit regression model reveals that education level, farming experience, and number of family members significantly impact technical efficiency, while age, land ownership status, and off-farm income do not. To enhance efficiency, farmers should reduce input use by emulating the practices of their more efficient peers.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Tahu di Kelurahan Jambu Hilir Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Studi Kasus Pengolahan Tahu Pak Nawi) Muhammad Syaidi; Nuri Dewi Yanti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7848

Abstract

Industri kecil memiliki peranan terhadap pertumbuhan perekonomian suatu negara dan peranan industri kecil ini dapat meningkatkan ekspor, meningkatkan kualitas sumber daya manusia menyerap tenaga kerja dan ikut berkontribusi dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu industri kecil yang berpotensi untuk dikembangkan adalah industri pengolahan kedelai menjadi tahu. Di Kecamatan Kandangan Kelurahan Jambu Hilir terdapat industri kecil pengolahan tahu yaitu pengolahan tahu Bapak Nawi. Industri pengolahan tahu tersebut tentunya dapat memberikan nilai tambah. Nilai tambah tersebut nantinya akan diketahui dengan membedakan harga jual bahan baku (kedelai) dan harga jual tahu. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu yang dilakukan oleh pengusaha tahu Pak Nawi di Kelurahan Jambu Hilir. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu dengan cara memaparkan hasil perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan hingga nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan tahu Bapak Nawi. Hasil penelitian ini bahwa total biaya yang dikeluar oleh usaha pengolahan tahu Pak Nawi adalah sebesar Rp. 646,150 dalam satu kali proses produksi, dan penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp. 949.000 dalam satu kali proses produksi. Sehingga diperoleh keuntungan dari usaha pengolahan tahu Pak Nawi dalam satu kali proses produksi sebesar Rp. 302,850. Usaha Pengolahan tahu Pak Nawi memberikan nilai tambah sebesar Rp.416,356 dalam satu kali proses produksi.
Analisis Optimalisasi Pola Tanam Usahatani Sayuran di Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Muhammad Hadi Pratama; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.15978

Abstract

Petani sayuran bayam dan sawi di Kecamatan Labuan Amas Selatan, sebagai produsen konsisten di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, menghadapi kendala sumber daya terbatas yang menyebabkan keuntungan belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola tanam yang dapat memaksimalkan keuntungan usahatani dengan mengatasi kendala tersebut. Metode yang digunakan adalah survei terhadap 40 petani responden yang datanya dianalisis menggunakan program linier (Linear Programming) dengan bantuan software Excel add-in Solver. Hasil penelitian menunjukkan pola tanam awal yang mengalokasikan 1,49 borong untuk bayam dan 1,89 borong untuk sawi hanya menghasilkan keuntungan rata-rata sebesar Rp1.841.247. Analisis optimalisasi menunjukkan bahwa keuntungan maksimal sebesar Rp2.607.001 dapat dicapai dengan mengalokasikan seluruh lahan seluas 3,38 borong untuk menanam sayuran sawi saja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa realokasi sumber daya lahan secara penuh pada komoditas sawi merupakan strategi terbaik untuk meningkatkan profitabilitas petani secara signifikan di lokasi penelitian.
Analisis Struktur Biaya Usaha Pengolahan Tahu di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru (Studi Kasus pada Usaha Bakti) Eldyanto Eldyanto; Nuri Dewi Yanti; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, menganalisis penerimaan dan pendapatan serta menganalisis besar nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu pada usaha pengolahan tahu Bakti. Lokasi penelitian ini berada di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Berdasarkan dari hasil penelitian biaya total pengeluaran usaha pengolahan tahu Bakti selama bulan Agutus 2022 yaitu sebesar Rp 257.663.861 dengan pengeluaran biaya tetap sebesar Rp 4.903.611 atau 1,9 % dan biaya variabel sebesar Rp 257.663.861 atau 98,1 %. Penerimaan yang diperoleh usaha pengolahan tahu Bakti pada bulan Agustus 2022 yaitu sebesar Rp 332.291.000 dengan pendapatan bersih sebesar Rp 74.627.139. Nilai tambah yang didapatkan oleh usaha pengolahan tahu Bakti yaitu sebesar Rp 7.625/kg dengan rasio 35,8 % yang termasuk dalam kategori sedang.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA SARANG BURUNG WALET DI DESA JAKATAN MASAHA KECAMATAN MANDAU TALAWANG KABUPATEN KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Niprol Pahmi; Nuri Dewi Yanti; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12279

Abstract

Di Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas merupa kansalah satu sentral produksi sarang burung wallet. Sebagian besar penduduknya banyak membangun rumah sarang burung walet, hal itu dapat dilihat banyaknya rumah/bangunan untuk burung walet yang dibangun masyarakat di wilayah ini khususnya di daerah perkampungan termasuk Desa Jakatan Masaha. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti biaya usaha sarang burung walet dan pendapatan. Penelitian dilakukan di Desa Jakatan Masaha, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas yang dimulai dari bulan Februari sampai Januari 2024. Periode pengambilan dan perhitungan data diambil pada bulan Mei 2023 yaitu selama 1 (satu) proses produksi. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dipakai oleh pengusaha sarang burung walet pada bulan Mei 2023 sebesar Rp1.965.599 dengan rincian jumlah biaya penyusutan bangunan dan alat Rp1.725.149 dan biaya operasional Rp240.450. Total penerimaan sebesar Rp15.210.000 dengan rata-rata produksi sebesar 1,69kg/produksi dan harga senilai Rp9.000.000/kg. Didapatkan pendapatan sebesar Rp13.244.401/produksi yang dihasilkan dari pengurangan jumlah penerimaan dengan biaya eksplisit. Berdasarkan total pendapatan dari pengusaha sarang burung walet di Desa Jakatan Masaha dapat dikatakan sangat menguntungkan untuk dijalankan.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI MINYAK GORENG KEMASAN BERMEREK DI KECAMATAN PELAIHARI Muhammad Febri Abimanyu; Yusuf Azis; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12270

Abstract

Tingginya permintaan yang berdampak pada beragamnya produk yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen dapat meningkatkan kebebasan konsumen dalam memilih minyak goreng. Hal ini menuntut pemahaman mendalam terhadap preferensi konsumen di tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen Kecamatan Pelaihari terhadap produk minyak goreng kemasan bermerek serta atribut yang paling dipertimbangkan konsumen. Penelitian dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang responden yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Untuk mencapai tujuan penelitian ini dilakukan pengkategorian atribut ke dalam kategori yang berbeda dan dilihat frekuensi jawaban terbanyak dan menggunakan teknik analisis Multiatribut Fishbein dengan menggunakan skala Likert. Atribut yang menjadi preferensi konsumen adalah adalah kemasan berbentuk plastik refill, harga per liter sejumlah Rp. 20.000,00 – Rp. 30.000,00,berwarna kuning keemasan, konten label kemasan mencantumkan tanggal kadaluarsa, terdapat informasi dan promosi pada tempat pembelian dan ukuran sebesar 2L. atribut yang paling dipertimbangkan dilihat dari besar nilai Ao secara berurutan adalah atribut harga per liter (17,97), ukuran (17,22), informasi danpromosi (17.01), kemasan (15,62), merek (15,13), warna minyak goreng (13,35), dan konten label kemasan (12,32).
ANALISIS STRUKTUR BIAYA DAN SUMBER RISIKO USAHATANI TOMAT DI KECAMATAN TAMBANG ULANG KABUPATEN TANAH LAUT Dimas Awaluddin Saputra; Nuri Dewi Yanti; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13029

Abstract

Tomat menjadi salah satu komoditas potensial di sektor holtikultura, karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi untuk terus berkembang. Terlihat dari semakin banyaknya hasil olahan tomat yang kini beredar dan dapat ditemui dengan mudah dipasaran. Buah tomat memiliki banyak manfaat dan kandungan yang diperlukan oleh tubuh. Kecamatan Tambang Ulang menjadi penghasil produksi tomat terbesar di Kabupaten Tanah Laut pada Tahun 2020 dengan total produksi 1.086 kuintal, dengan jumlah petani tomat yang tinggi. Hal ini menjadikan dipilihnya Kecamatan Tambang Ulang sebagai lokasi dalam penelitian usahatani tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan serta kelayakan dalam usahatani tomat di Kecamatan Tambang Ulang, serta menganalisis tentang sumber risiko padausaha tani tomat. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian adalah sensus dengan mengambil semua petani tomat sebagai responden, yaitu 35 orang. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata biaya usahatani tomat dalam 1 periode sebesar Rp19.414.346/usahatani dengan rincian Rp8.203.712/usahatani untuk biaya implisist dan Rp11.210.634/usahatani untuk biaya eksplisit. Rata-rata penerimaan usahatani tomat sebanyak Rp76.439.853/usahatani. Rata-rata keuntungan yang diperoleh usahatani tomat sebanyak Rp57.025.507/usahatani dengan nilaiRCR 3,94. Usahatani tomat di Kecamatan Tambang Ulang memiliki beberapa risiko antara lain, cuaca yang tidak menentu, fluktuasi harga tomat dan hama penyakit.