Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usaha Pengolahan Kue Berbahan Baku Labu Kuning di Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru (Studi Kasus pada Usaha Kue Labuana) Ratna Sari Utami; Umi Salawati; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7796

Abstract

Usaha Kue Labuana merupakan salah satu UMKM yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya hasil pertanian khususnya labu kuning sebagai bahan dasar pembuatan kue. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh usaha Kue Labuana di Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan. Metode analisis data menggunakan pendekatan perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan, RCR dan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, biaya usaha pengolahan Kue Labuana selama 1 (satu) minggu dari tanggal 10-16 Oktober 2021 adalah sebesar Rp 10.586.842 dengan penerimaan Rp 14.600.000, maka keuntungan yang diperoleh Rp 4.013.158. Nilai revenue cost ratio (RCR) pada usaha usaha Kue Labuana 1,379. Permasalahan yang dihadapi pada usaha Kue Labuana, yaitu sulit mencari tenaga kerja untuk memproduksi kue ketika pesanan produk meningkat, adanya pandemi COVID-19 dan kebutuhan bahan baku utama labu kuning tergantung tinggi rendahnya produksi labu kuning di tingkat petani.
Analisis Finansial Usahatani Hidroponik pada Cv. Anugerah Tiga Putra di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Bagas Pangestu Aji; Muzdalifah Muzdalifah; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13583

Abstract

Hidroponik adalah teknik budidaya pertanian menggunakan air sebagai medium pengganti tanah. Teknik budidaya dengan hidroponik tidak memerlukan lahan yang begitu luas. CV Anugerah Tiga Putra merupakan salah satu produsen sayuran hidroponik di Kota Banjarbaru dengan kebun bernama Hydro Garden yang berlokasi di Sungai ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru Kalimantan selatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis biaya usaha tani penerimaan, keuntungan, serta bagaimana kelayakan usahatani sayuran hidroponik pada CV Anugerah Tiga Putra. Berdasarkan hasil penelitian dalam usaha tani hidroponik pada CV Anugerah Tiga Putra besaran biaya yang dikeluarkan dalam satu kali periode tanam yaitu sebesar Rp20.098.417 dengan rincian biaya tetap sebesar Rp14.090.417 dan biaya variabel sebesar Rp6.008.000. Penerimaan total yaitu sebesar Rp 37.900.000, serta memperoleh keuntungan usaha tani hidroponik sebesar Rp17.801.583 per periode tanam. Hasil perhitungan kelayakan usaha menunjukkan nilai RCR 1,88 hal ini menunjukkan bahwa usahatani hidroponik pada CV Anugerah Tiga Putra layak untuk diusahakan.
KETAHANAN DAN KEMANDIRIAN PANGAN RUMAHTANGGA PETANI DI LAHAN MARGINAL DESA SEMANGAT DALAM KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA Elfa Refina; Muhammad Husaini; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2936

Abstract

Ketahanan dan kemandirian pangan rumahtangga petani pasti sangat dipengaruhi oleh pangan yang mereka hasilkan di pertanian. Jika lahan pertanian tergolong lahan marginal, maka kegiatan pertanian tentunya belum optimal. Situasi ini diyakini akan berdampak pada ketahanan pangan dan kemandirian keluarga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan dan kemandirian pangan adalahangka kecukupan energi, pangsa pengeluaran pangan, dan perbandingan antara produksi dengan konsumsi rumahtangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rumahtangga yang konsumsi energinya (AKE) ˂80% sebesar 59% rumahtangga, sisanya sebesar 41% rumahtangga dengan (AKE) ≥80%. Hal yang sama dengan pangsa pengeluran pangan (PPP) rumahtangga petani yang masih ≥60% dari total pengeluaran dengan jumlah rumahtangga petani mencapai 63%, sisanya sebesar 37% rumahtangga petani dengan PPP < 60% untuk pangan.  Berdasarkan (AKE dan PPP), tampak bahwa lebih dari setengah rumahtangga petani di desa tersebut termasuk dalam kategori tidak tahan pangan. Hal yang sama dengan kemandirian pangan rumahtangga petani, berdasarkan nilai (KP) yang lebih kecil dari satu (˂ 1) sebesar 63% rumatangga petani, sisanya sebesar 37% rumahtangga petani dengan nilai KP lebih besar atau sama (≥1). Hal ini berarti bahwa lebih dari setengah rumahtangga petani di desa tersebut termasuk dalam kategori tidak mandiri pangan. Dengan kata lain bahwa lebih dari setengah rumahtangga petani di lahan marginal Desa Semangat Dalam tidak tahan pangan dan tidak mandiri pangan.
Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Cafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru Andi Artika Gizdajudan; Nuri Dewi Yanti; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9423

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang dilalui garis khatulistiwa dengan musim dan cuaca relatif stabil dan tanah yang subur sehingga berpeluang besar untuk menjadi Negara penghasil kopi ternama di dunia. Bisnis Cafe adalah bentuk usaha yang menawarkan layanan dan produk. Oleh karena itu Cafe harus mampu mengetahui kebutuhan dan keinginan yang mampu menciptakan kepuasan bagi konsumennya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik konsumen dan tingkat kepuasan konsumen terhadap Cafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru. Sampel didalam penelitian ini adalah konsumen yang sedang berada di kafe Balai Kuta dan telah melakukan kunjungan ke kafe Balai Kuta. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode non-probability sampling dengan jenis pengambilan data menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan 138 responden yang telah memenuhi karakteristik. Tingkat kepuasan konsumen dalam penelitian ini diukur menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dengan 16 atribut kepuasan konsumen. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat kepuasan konsumen Kafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru berada pada tingkat “Puas” (48%). Kesimpulan pada penelitian ini tingkat kepuasan pelanggan di Kafe Balai Kuta Banjarbaru, mayoritas atribut menunjukkan kategori pertahankan prestasi yakni, pelayaman termasuk penting dan memuaskan. Beberapa atribut yang termasuk dalam kategori tersebut adalah aroma kopi, kenyamanan tempat, kebersihan tempat, lokasi dan dekorasi.
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN BUNGUR KABUPATEN TAPIN Zulkarnain Zulkarnain; Nuri Dewi Yanti; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.653

Abstract

Negara tropis seperti di Indonesia memilliki peluang yang cukup besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Sayur-sayuran adalah salah satu komoditas pertanian yang potensial untuk memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan hidup petani yang memikul beban berat dalam masa krisis sekarang khususnya bagi para petani kecil. Di Kecamatan Bungur dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 mengalami peningkatan dan penurunan dari sisi produksi dan luas panen pada usahatani bawang merah, tetapi dari sisi produktivitas Kecamatan Bungur mengalami penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun. Dari penurunan produktivitas tersebut apakah masih banyak petani yang menanam bawang merah mengingat bahwa daya produksi yang menurun akan mempengaruhi terhadap pendapatan petani. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui biayadan penerimaan pada usahatani bawang merah, mengetahui pendapatan dan keuntungani yang diterima dari usahataniibawang merah, dan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam proses budidaya bawang merah serta alternatifnya. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportionate Random Sampling dengan jumlah sampel 40 responden di Desa Shabah 26 orang dan Desa Purut 14 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan dalam satu kali periode tanam (dua bulan) rata-rata luas lahan usahatani bawang merah di Kecamatan Bungur adalah 0,514 ha dengan rata-rataiibiaya total usahataniibawang merah di Kecamatan Bungur adalah Rp 46.509.292,-/ usahatani (Rp 90.485.003,-/ha), rata-rata penerimaan bawang merah Rp 52.942.500,-/usahatani (Rp 103.000.972,-/ha), rata-rata pendapatan usahatani bawang merah Rp 33.747.924,-/usahatani (Rp 65.657.439,-/ha) dan keuntungan sebesar Rp 6.434.187,-/usahatani (Rp 12.515.966,-/ha).Kata kunci : biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan
TINGKAT PENGETAHUAN PETANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DAN NILAI JUAL KARET DI DESA HANTAKAN KECAMATAN HANTAKAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Ahmad Rayhan; Nuri Dewi Yanti; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.629

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani dalam meningkatkan produksi dan nilai jual karet di Desa Hantakan Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani dalam meningkatkan produksi dan nilai jual karet di Desa Hantakan Kecamatan Hantakan. Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei. Dari 245 petani karet yang ada dilokasi penelitian dipilih secara acak sebanyak 40 petani karet yang dijadikan responden. Hasil wawancara di lapangan secara keseluruhan kemampuan petani dalam penanaman berada dalam kategori cukup dengan skor 65,83%. Tingkat pengetahuan petani secara umum dalam pemeliharaan tanaman karet berada pada kategori kurang yaitu 50,63%. Hal ini disebabkan keterbatasan informasi yang didapat serta masih banyaknya petani yang tidak menghiraukan tentang penyakit tanaman karet. Pengetahuan petani dalam pemanenan yaitu sebesar 72,32% dari keseluruhan responden, hasil ini berarti berada pada kategori cukup. Karena keterbatasan informasi yang didapat oleh petani yang menjadi faktor masih banyaknya petani yang tidak mengetahui cara memanen tanaman karet dengan baik. Ditambah lagi oleh kebiasaan petani yang menerapkan cara lama dan enggan mengikuti arahan dari penyuluh. Pengolahan hasil karet sudah banyaknya petani karet yang mengetahui yaitu sebanyak 86,56% berada dalam kategori baik. Pengetahuan petani tentang pemasaran hasil panen berada dalam kategori cukup yaitu sebesar 67,5%. Yang dimana artinya petani sudah mengetahui penjualan hasil panen yang baik di lakukan di koperasi atau di antar ke pabrik secara langsung. Waktu peremajaan karet sudah banyaknya petani karet yang mengetahui yaitu sebanyak 97,5% responden bahwa tanaman karet diremajakan saat usia tanaman karet sudah di atas 25 tahun. Total pengetahuan petani karet berada dalam kategori kurang yaitu 73,04% dari keseluruhan responden. Nilai tertinggi yaitu pengetahuan petani dalam peremajaan tanaman karet sebesar 97,5%. Kata kunci: pengetahuan, karet, produksi, nilai jual
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA RUMAH MAKAN AL ZAHRA EXPRESS FOOD DI KOTA BANJARBARU (STUDI KASUS) Redhani Pamungkas Dwi Suryo; Nuri Dewi Yanti; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.599

Abstract

Indikator yang terdiri dari tingkat kepentingan dan tingkat kinerja, untuk rata-rata skor tingkat kepentingan didapat skor 4,46 termasuk kategori Sangat Penting dan rata-rata skor tingkat kinerja didapat skor 2,60 termasuk kategori Cukup Puas. Tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah makan Al Zahra Express Food di Kota Banjarbaru didapat nilai sebesar 78,18% dengan kriteria Puas, jadi konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hasil yang diperoleh, ada 5 atribut yang perlu ditingkatkan lagi terhadap pelayanan yang diberikan juga sebagai bahan evaluasi bagi pihak perusahaan, terdapat pada atribut pengangkatan peralatan kotor, atribut penyambutan dan penerimaan tamu, atribut penawaran makanan penutup, atribut pelayanan selalu memberikan pelayanan yang tulus kepada konsumen dari kelima atribut tersebut diharapkan pihak manajemen perlu ditingkatkan lagi dan terutama untuk atribut sarana Wi-Fi diharapkan kepada pihak manajemen dapat mengadakan untuk atribut tersebut karena konsumen mengharapkan lebih terhadap atribut sarana Wi-Fi dan bagi perusahaan lain yang berbisnis sama dibidang kuliner diharapkan dapat dijadikan bahan evaluasi agar sesuai dengan yang diharapkan konsumen sebelum melakukan transaksi pembelian. Kata kunci: Kepuasan Konsumen, Pelayanan, I.P.A
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR Muhammad Hafiz; Taufik Hidayat; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2624

Abstract

Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di Desa Keliling Banteng Ulu petani yang menanam padi varietas unggul lebih banyak daripada menanam padi varietas lokal sedangkan di Desa Penggalaman petani yang menanam padi varietas lokal lebih banyak daripada menanam padi varietas unggul. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui struktur biaya dan pendapatan usahatani padi sawah dan mengetahui kelayakan usahatani varietas lokal dan varietas unggul. Metode sebagai pengambilan sampel ialah menggunakan metode random sampling, yaitu 30 orang petani padi lokal dan 30 petani padi unggul. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa rata-rata produksi padi lokal sejumlah 2.717 kg dengan rata-rata dari luas lahan yaitu 0,97 ha, dan produktivitas padi lokal adalah sebesar 2.792 kg/ha dijual dengan harga Rp 6000/kg sedangkan produksi padi varietas unggul adalah sebesar 3.465 kg dengan luas lahan yaitu 1,025 ha, dan produktivitas padi unggul adalah  3.380 kg/ha dengan harga jual sebesar Rp 5000/kg. Rata-rata biaya total padi varietas lokal sebesar Rp 13.287.275/UT atau Rp 13.698.221/ha sedangkan untuk rata-rata biaya total padi varietas unggul adalah senilai Rp 16.175.459/UT atau Rp 15.780.936/ha. Penerimaan padi lokal sebesar Rp 16.255.833/UT atau Rp 16.758.591/ha sedangkan untuk padi unggul penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 17.874.333/UT atau Rp 17.438.374/ha. Rata-rata dari tingkat pendapatan padi lokal yang dihasilkan sebesar Rp 11.011.528/UT atau Rp 11.352.092/ha sedangkan rata-rata pendapatan padi unggul yaitu sebesar Rp 10.709.248/UT atau Rp 10.448.047/ha. Usahatani kedua varietas padi lokal dan padi unggul layak diusahakan dengan nilai RCR untuk varietas lokal yaitu sebesar 1,22 dan untuk nilai RCR padi unggul adalah sebesar 1,11.Kata kunci: analisis usahatani, total biaya, penerimaan, pendapatan, kelayakan
Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Produk Minuman Traktiran Teman di Kota Banjarbaru Obed Yunus Hasan Purba; Nuri Dewi Yanti; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelanggan mengambil keputusan untuk membeli minuman dari Traktiran Teman atau tidak dan untuk mengetahui seberapa puas pelanggan terhadap minuman tersebut. Eksplorasi ini diarahkan pada dua outlet, yakni Sungai Besar dan Balitan, mulai Maret hingga Mei 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Analisis deskriptif dan analisis IPA (Importance Performance Analysis) dan CSI (Customer Satisfaction Index) digunakan untuk menguji kepuasan konsumen dan perilaku konsumen selama proses pengambilan keputusan pembelian. Sikap konsumen terungkap dalam lima tahap pengambilan keputusan pembelian, yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian, menurut penelitian tentang perilaku konsumen. Indeks kepuasan pelanggan memiliki nilai 82%, yang menempatkannya dalam kategori "sangat puas", menurut penelitian tentang kepuasan konsumen. Ada satu atribut di kuadran A, lima di kuadran B, delapan di kuadran C, dan dua di kuadran D
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN PUPUK UREA BERSUBSIDI PADA USAHATANI PADI DI KECAMATAN ANJIR PASAR KABUPATEN BARITO KUALA Aslam Maulida; Nuri Dewi Yanti; Abdullah Dja’far
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.624

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian berperan penting pada pembangunan ekonomi Indonesia. Masalah pangan bukan hanya merupakan masalah ekonomi tetapi juga masalah stabilitas dan keamanan. Disamping itu pertanian juga berperan penting di kesejahteraan kehidupan penduduk Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini ialah mengetahui faktor yang berpengaruhi terhadap permintaan pupuk urea bersubsidi untuk usahatani padi sawah di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala, mengetahui masalah apa saja yang dihadapi petani dalam mendapatkan pupuk urea bersubsidi di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala. Hasil dari tujuan pertama menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan yaitu harga pupuk urea, harga pupuk SP-36, harga pupuk NPK, harga gabah padi, serta luas lahan simultan signifikan mempengaruhi permintaan pupuk urea bersubsidi, secara parsial variabel harga pupuk urea, variabel harga pupuk SP-36, variabel harga pupuk NPK, serta variabel luas lahan signifikan pada permintaan pupuk urea bersubsidi, sedangkan variabel harga gabah padi tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan pupuk urea bersubsidi. Hasil dari tujuan kedua yaitu dalam mendapatkan pupuk urea bersubsidi di Kecamatan Anjir Pasar masih terdapat kendala.Kata kunci: permintaan, subsidi pupuk