Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Preferensi Konsumen Pada Kafe di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Muhammad Shaufi; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15227

Abstract

Munculnya banyak kafe di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengakibatkan terjadinya persaingan yang semakin ketat di antara para pengusaha kafe, baik dalam menarik maupun mempertahankan loyalitas konsumen. Menghadapi persaingan maka pengusaha kafe perlu melakukan preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan preferensi konsumen pada kafe di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode penarikan sampel pada penelitian ini yaitu accidental sampling dengan jumlah responden yang ditetapkan sebanyak 75 orang. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden berasal dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tetapi mayoritas berasal dari Kecamatan Barabai. Responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan, berada pada usia 20-30 tahun, mayoritas responden merupakan pelajar/mahasiswa, memiliki pendidikan terakhir SMA/sederajat, sebagian besar responden belum menikah dan memiliki uang saku kurang dari Rp 1.000.000. Atribut kafe yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam memilih kafe, secara berurutan adalah harga, menu, rasa kopi, fasilitas, suasana kafe, pelayanan staf, dan tata ruang
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Semangka Merah Non Biji di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Galin Pratama; Nuri Dewi Yanti; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i1.14693

Abstract

Produksi semangka merah non biji di Kecamatan Pelaihari menurun pada tahun 2022-2023 sebesar 78,9%. Pengalokasian yang tepat faktor-faktor produksi dalam budidaya semangka merah non biji perlu diperhatikan agar produksi menjadi maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis budidaya semangka merah non biji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi semangka merah non biji di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Metode penarikan tempat sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling terhadap 60 orang petani yang menjadi sampel di Desa Ujung Batu, Desa Ambungan, Desa Bumi Jaya dan Desa Panggung. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda menggunakan fungsi produksi tipe Cobb-Douglass lalu ditranformasikan kedalam bentuk logaritma natural dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian pada teknis budidaya, petani semangka merah non biji di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut petani dominan menggunakan teknik tradisional, sedangkan penyiraman menggunakan selang drip, karena dinilai lebih cepat, efisien dan tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak. Hasil analisis didapat bahwa pengujian secara simultan faktor produksi berpengaruh nyata terhadap produksi semangka merah non biji, dan secara parsial menunjukan bahwa variabel luas lahan, tenaga kerja, pupuk organik, pupuk anorganik dan obat-obatan berpengaruh nyata, kemudian variabel benih tidak berpengaruh nyata terhadap produksi semangka merah non biji.
Faktor yang Mempengaruhi Peluang Keputusan Pembelian Kentucky Fried Chicken ( KFC ) Cabang Banjarbaru di Kota Banjarbaru Mariana Pebriana Simanjuntak; Nuri Dewi Yanti; Nina Budiwati
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i2.21921

Abstract

The consumption is the largest contribution of economic growth . Currently , economic progress has changed the life style and consumption pattern . The demand of high quality food but fast served with affordable price has increased. As a result, the growth of fast food business increases rapidly. This increased demand is an opportunity of fast food business. The study is purposed to: (1) analyze the factor influenced the decision probability to purchase the KFC's products; and (2) to excavate the consumer decision process to purchase. The population the resident of four administrative villages (kelurahan) which has highest population density in Kota Banjarbaru, that are: Komet, Sungai Ulin, Kemuning and Loktabat Selatan. The disproporsional random sampling was applied to select 25 respondents fro m each village, hence 100 respondents were involved in this study. Based on the logistic regression, it is estimated that income and age significantly influence the probability to purchase. The information gathered from self-seeking and is mass media also influence the probability. The decision process and time to purchase are highly depending on the situation. The 71.67% of respondents are satisfied with the decision and all respondents repurchase the product during the last 3 months.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Jagung di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Adi Budiono; Kamiliah Wilda; Nuri Dewi Yanti
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i2.20703

Abstract

The study is purposed to identify maize farming technique, to analize factors influence maize yield, and to identify farmer’s problem in Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Cobb-Douglas production function was used to analyze the effects of inputs on maize yield, elasticities and return to scale. The study summarize that land area, labor, seed, organic fertilizer, N fertilizer, Phonska efrtilizer and herbicide simultaneously affect the yield on 95% confidence level. Partially, organic and Phonska fertilizer which are not significantly affect the yield. Furthermore, only land area, labor, phonska and organic fertilizer which has positive elasticity. Maize farming in Kecamatan Batu Ampar is on constant return to scale.
Preferensi Konsumen terhadap lkan Tawar dan lkan Laut di Pasar Tradisional Bauntung Kota Banjarbaru Syahida Rakhmah Apasha; Nuri Dewi Yanti; Rifiana Rifiana
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i1.21935

Abstract

The fisheries sector has an important role in the economy . The sector also provides benefits in supplying nutritious food to the Indonesian people . Broadly speaking, the nutrient cont ent of both types of freshwater fish and marine fish is rich in protein and vitamins. The study determines the preferences of society and describes the attributes that most consumers consider in the decision to buy freshwater fis h or marinefish i n the Bauntung Market, Banjarbaru. The consumer preference in the type fre shwater fish is higher that the marine fish. The attributes that consumers consideredin the purchase decision are income and the number of family members.
Analisis Determinan Produk Domestik Regional Bruto Sektor Pertanian Antar Wilayah di Kalimantan Selatan (Pendekatan Geographically Weighted Panel Regression) Norarifin, Tri; Yanti, Nuri Dewi; Fauzi, Muhammad
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 21 No 3 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The agricultural sector plays a strategic role in the Indonesian economy, including in South Kalimantan, but its contribution to the Regional Gross Domestic Product (GRDP) varies unevenly across regions. This study aims to analyze the determinants of the agricultural sector GRDP in South Kalimantan both globally and spatially. Using panel data from 13 regencies/cities for the period 2020–2024, the analysis was conducted using two approaches is global panel regression and Geographically Weighted Panel Regression (GWPR). The results show that the GWPR model is significantly superior in capturing spatial heterogeneity compared to the global model, with a Cross Validation (CV) value of 0.0425 and R² of 0.7042. At the local level, the GWPR model was able to explain up to 86.76% of the variation in Tabalong Regency. Globally, plantation area, capital expenditure (lag 1), and the mining sector's contribution significantly affect agricultural GRDP. However, GWPR estimates reveal substantial spatial variation, the coefficient of plantation area ranges from 0.036 to 0.233 (highest in Tabalong), capital expenditure from 0.019 to 0.050, while the mining sector's contribution shows a consistently negative effect (–0.035 to –0.006), with the strongest impact in mining-intensive areas. These findings confirm the necessity of differentiated policy approaches tailored to the local characteristics of each region.
ANALISIS KEPUTUSAN PETANI DALAM MENENTUKAN KARAKTERISTIK PADI VARIETAS UNGGUL PADA USAHATANI PADI DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN BARITO KUALA Yanti, Nuri Dewi; Zakiah, Amiratu; Radiah, Eka; Hamdani, Hamdani; Yusran, Fadly Hairannoor
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21683

Abstract

Penelitian ini menganalisis keputusan petani dalam menentukan karakteristik varietas unggul padi di lahan pasang surut Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menjawab kebutuhan mendesak untuk memahami pemilihan varietas mengingat potensi besar lahan pasang surut sebagai lumbung pangan nasional yang disertai tantangan unik memerlukan adaptasi varietas spesifik. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik petani dan menganalisis faktor utama yang mendasari keputusan petani dalam memilih karakteristik varietas unggul padi. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah petani padi pengguna benih varietas unggul di Kecamatan Mandastana dan Belawang. Enam puluh responden dipilih menggunakan teknik probability sampling yang tersebar di Desa Karang Bunga dan Karang Buah. Analisis faktor terhadap 26 variabel karakteristik varietas unggul padi mengidentifikasi tiga faktor utama dengan eigenvalue >1 yang menjelaskan 68,488% total varians. Faktor pertama adalah Aspek Teknis (26,327% varians) meliputi umur tanaman, ketahanan terhadap hama dan penyakit, adaptabilitas terhadap lingkungan pasang surut, kemudahan budidaya, dan tingkat produktivitas. Faktor kedua adalah Kualitas Beras (21,838% varians) mencakup tekstur, rasa, aroma, warna beras, kadar amilosa, dan daya simpan. Faktor ketiga adalah Aspek Ekonomi (20,323% varians) terdiri dari harga benih, biaya produksi, harga jual gabah, stabilitas harga pasar, dan tingkat keuntungan. Uji Kaiser-Meyer-Olkin menunjukkan nilai 0,847 (>0,5) dengan Bartlett Test signifikan (p<0,001), mengindikasikan kesesuaian data untuk analisis faktor. Variabel dengan factor loading rendah (<0,5) seperti tinggi tanaman, panjang malai, habit, dan rekomendasi penyuluh merupakan pertimbangan sekunder dalam pengambilan keputusan petani.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Bokar Menjadi Karet Remah pada PT Darma Kalimantan Jaya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Assyifa Azmi; Umi Salawati; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fag.v10i1.16063

Abstract

Analisis nilai tambah merupakan alat penting untuk menilai efisiensi dan kontribusi ekonomi industri pengolahan hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi alur proses pengolahan dan menganalisis nilai tambah dari bokar menjadi karet remah di PT Darma Kalimantan Jaya, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan periode analisisnya adalah satu kali proses produksi pada bulan Desember 2024. Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak perusahaan, yaitu dengan kepala bagian umum perusahaan menggunakan kuisioner yang sudah disiapkan. Sedangkan data sekunder didapat dari buku-buku literatur, jurnal, artikel, dan dokumentasi pada pabrik PT Darma Kalimantan Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi pengolahan karet remah pada PT Darma Kalimantan Jaya terbagi menjadi 4 tahapan, yaitu proses penerimaan bahan baku, proses basah, proses kering, serta pengemasan dan penyimpanan. Nilai tambah yang dihasilkan PT Darma Kalimantan Jaya untuk satu kali produksi karet remah sebesar Rp10.574/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 43% (tinggi) Nilai tambah tersebut kemudian didistribusikan sebagai imbalan tenaga kerja sebesar Rp6.546/kg atau sebesar 62% dan keuntungan industri sebesar Rp4.028/kg atau sebesar 38%, menandakan bahwa industri ini tergolong padat karya dan berkontribusi nyata terhadap pendapatan tenaga kerja lokal.
Food Loss and Food Waste Assessment of Strategic Food Commodities in South Kalimantan Province: Economic Valuation and Carrying Capacity Implications Jamaluddin Jamaluddin; Hamdani Hamdani; Nuri Dewi Yanti
Journal of Agri-Food Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2026): June
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jafost.v7i2.14463

Abstract

Food loss (FL) and food waste constitute significant barriers to achieving food security and sustainable agricultural development in Indonesia. This research quantifies food loss and waste across the complete supply chain for eight strategic commodities in South Kalimantan Province, examining their economic implications and theoretical carrying capacity contributions. Using Food Balance Sheet methodology with FAO regional coefficients, we analyzed 2024 supply chain flows for eight strategic commodities: rice, root crops (sweet potato, cassava), fruits (orange, banana), and vegetables (tomato, chilies). Based on 2024 data, our analysis documents substantial inefficiencies with aggregate food loss and waste reaching 49.7% of total production. Rice shows 17.5% total losses, while horticultural crops approach 60% loss rates. Economic losses total IDR 4.3 trillion (20% of agricultural output). Upstream supply chain stages account for 83.8% of total losses, indicating fundamental infrastructure and technical capacity constraints. Carrying capacity calculations demonstrate that orange losses alone could theoretically sustain the entire provincial population for approximately 29 years, revealing substantial untapped potential for regional food security enhancement. These findings suggest that efficiency improvements may offer important alternatives to production-focused development strategies for enhancing food security. Priority interventions should target post-harvest infrastructure, processing capacity, and cold chain development. This study contributes to providing a comprehensive estimate of food loss and waste in eight strategic commodities in South Kalimantan.
Technical Efficiency in Bitter Melon Plants Using Data Envelopment Analysis (DEA) Model in Tanah Laut District Rana Pertiwi Pohan; Yudi Ferrianta; Nuri Dewi Yanti
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 4 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v4i4.113

Abstract

Farm technical efficiency involves maximizing output while minimizing input costs. In Tanah Laut Regency, bitter melon production fluctuates annually due to climatic factors and inefficient input use. On average, farmers use 0.47 hectares of land, 166 grams/ha of seeds, 2,659 kg/ha of organic fertilizer, 208 kg/ha of inorganic fertilizer, 7.08 liters/ha of liquid pesticides, 7.24 kg/ha of solid pesticides, and 339 HKSP of labor. Data Envelopment Analysis (DEA) indicates that farmers are technically inefficient, with average technical efficiencies of 80.8% (CRS-DEA), 89.9% (VRS-DEA), and 89.8% (SE-DEA). Among the farmers, 32% operate under increasing returns to scale (IRS), 26% under constant returns to scale (CRS), and 42% under decreasing returns to scale (DRS). A logit regression model reveals that education level, farming experience, and number of family members significantly impact technical efficiency, while age, land ownership status, and off-farm income do not. To enhance efficiency, farmers should reduce input use by emulating the practices of their more efficient peers.
Co-Authors Abdullah Dja’far Abdur Rohim Abdurrahman Abdurrahman Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Adi Budiono Ahmad Rayhan Ahmad Sibawaihi Ahmad Yousuf Kurniawan Akhmad Zulfa Aminah Aminah Amiratu Zakiah Ana Fauziatun Nisa Ana Fauziyatun Nisa Andi Artika Gizdajudan Aslam Maulida Assyifa Azmi Axel Jangkon Bagas Hutajulu Bagas Pangestu Aji Bagas Pratikta Dimas Awaluddin Saputra Djoko Santoso Eka Fakhrina Eka Radiah Eldyanto Eldyanto Elfa Refina Emy Rahmawati Errik Setiawan Fadly Hairannoor Yusran Fadly Hairannoor Yusran Ferrianta, Yudi Galin Pratama Habibah Siti Hairin Fajeri Hamdani Hamdani Hamdani . Hamdani Hamdani Hasriati Erawati Irfan Junaidi Irna Sari Jamaluddin Jamaluddin Jayadi Jayadi Kamiliah Wilda Khairunnisa Khairunnisa Khoirul Nur Janah Luki Anjardiani Luthfi Fatah M. Yogi Riyantama Isjoni Mariana Pebriana Simanjuntak Mariani Mariani Masyhudah Rosni Muhammad Aji Pangestu Muhammad Alfiano Rizky Muhammad Amin Muhammad Andi Fitri Muhammad Awami Lazuardi Muhammad Fauzi Muhammad Febri Abimanyu Muhammad Hadi Pratama Muhammad Hafiz Muhammad Husaini Muhammad Miftah Faried Muhammad Rexy Noor Aldyawan Muhammad Shaufi Muhammad Syaidi Muzdalifah Muzdalifah Nabawi Nabawi Nina Budiwati Niprol Pahmi Nor Winda Wardani Novia Susanty Nur Annisa Fitri Nurmelati Septiana Obed Yunus Hasan Purba Rajif Abirawa Prabowo Ramadhan Ramadhan Rana Pertiwi Pohan Ratna Sari Utami Redhani Pamungkas Dwi Suryo Ria Sartika Ricky Andika Rifiana Rifiana Rina Rina Ririn Oktavia Rusmiliani Olfah Sadik Ikhsan Shafriani, Karimal Arum Supiandi Supiandi Syahida Rakhmah Apasha Syam Abdul Majid Taufik Hidayat Theresia Sintia Septy Tri Norarifin Umi Salawati Umi Salawati Usamah Hanafie Widhi Wikarno Yudi Ferrianta Yusuf Azis Yusuf Azis Yusuf Azis zainuddin zainuddin Zulkarnain Zulkarnain