p-Index From 2021 - 2026
5.553
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Khazanah Theologia Khazanah Theologia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vox Dei : Jurnal Teologi dan Pastoral Sabda : Jurnal Teologi Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Davar: Jurnal Teologi Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama Millah: Journal of Religious Studies Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen VOX VERITATIS: JURNAL TEOLOGI DAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Nabisuk: Jurnal Teologi dan Pelayanan Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Silih Asah Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Transformasi: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pastoral Strategy in Developing the Dimension of Understanding Generation Z Joni Manumpak Parulian Gultom; Fransiskus Irwan Widjaja; Martina Novalina; Ester Lina Situmorang; Yohana Natassha
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 6, No 1 (2022): January 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.685 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v6i1.472

Abstract

The research center numbers released the results of the 2021 survey, where generation Z has the smallest spiritual index of 3.50, while the spiritual index of Indonesia is 3.79. The index of understanding dimensions is low, namely 3.13 for self-image and 3.40 for motivation. This paper aims to find a new pastoral strategy in reaching generation Z for self-image restoration and motor development. The next goal is to build synergy with parents in spiritual growth. This study uses a qualitative method with data collection through literature study and observation. The argument is that shepherds play an essential role in developing the understanding dimension of Generation Z. The first step is to restore self-image with the Family Healing Movement with parents. The second thing is that pastors provide spiritual assistance to develop motivation and improve pastoral services on social media through counseling and training guidance. Her contribution; 1) pastors work together with parents to become inspirations and mediators in recovery, 2) spiritual practitioners take a fundamental part in social media, 3) maximize the pioneering of shepherding young people by new shepherds.
Pujian dan Penyembahan Sebagai Strategi Pemuridan di Bethany Church Malaysia, Ipoh-Perak Didimus Sutanto B Prasetya; Martina Novalina; Candra Gunawan Marisi; Joni MP Gultom; Ronald Sianipar
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v4i2.276

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ipoh-Perak, Malaysia sebagian besar memiliki masalah multidimensi dari kampung halaman; umumnya mengalami rendah diri, tidak mempunyai cita-cita, umur relatif muda dan miskin akan pengalaman. Tekanan demi tekanan dari lingkungan pekerjaan, masalah ekonomi, pergaulan buruk dan kekuatiran masa depan di negeri asing justru menambah dampak negatif psikologi. Gereja menjadi bagian penting untuk memberikan pendampingan dan kekuatan iman kepada PMI tersebut, gereja mengelola, mengatur dan melibatkan jemaat dalam pelayanan dan menjaga pengajaran yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui strategi pentingnya peranan pujian dan penyembahan sebagai strategi pemuridan di BCM Ipoh, Malaysia, (2) mengetahui fungsi pujian dan penyembahan sebagai cara yang berkesinambungan dalam pemulihan gambar diri. Tulisan ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka atau literatur. Sebagai hasilnya adalah pujian dan penyembahan dapat menjadi suatu strategi dalam pemuridan yaitu, sebagai pengajaran yang akan menuntun umat kepada pengertian yang benar sehingga menghasilkan respon dan iman kepercayaan (Rom. 10:17). Pujian dan penyembahan memiliki peranan yang penting untuk menyadarkan umat akan posisinya di dalam Kristus dan menyadarkan akan dosa, sehingga bertobat dan berbalik kepada jalan Tuhan, pengalaman pribadi dengan Tuhan, mendatangkan hadirat Tuhan yang membangun iman, harapan dan kasih sehingga menjadi kunci pembuka dalam memulihkan gambar diri PMI di Malaysia.
Edukasi Teologis tentang Pernikahan Dini dalam Gereja Marta Regina; Martina Novalina
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 3, No 2: Juni 2022
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55884/thron.v3i2.39

Abstract

RI Law Number 16 of 2019 Article 7 paragraph 1 explains that marriage is allowed if the male and female parties have reached the age of 19 years. If the marriage is carried out below the minimum age stated in the law, then the marriage is classified as early marriage. There are so many problems that can arise due to early marriage, such as reproductive health problems, psychological problems and even early marriage can affect self-concept in adolescents. In developing this paper, the author uses qualitative research methods with a literature study approach to further review the phenomenon of early marriage in adolescents. That way, the church as a representation of God has responsibility for the reality that is happening. The church, especially the youth pastor, must make young people aware of the importance of finding a life partner according to God's will. As believers, Christian youth not only have to struggle with their soulmate before God but also have to struggle with whether God wants them to get married or not. Because the principle of truly Christian life is to marry for the glory of God.  AbstrakUU RI Nomor 16 Tahun 2019 pasal 7 ayat 1 menerangkan bahwa perkawinan diperkenankan jika pihak laki-laki dan perempuan sudah menginjak usia 19 tahun. Jika perkawinan dilakukan di bawah usia minimum yang tertera pada hukum, maka perkawinan tersebut tergolong ke dalam perkawinan dini. Terdapat begitu banyak masalah yang dapat timbul akibat perkawinan dini, seperti: masalah kesehatan reproduksi, masalah psikologis, bahkan perkawinan dini dapat memengaruhi konsep diri pada remaja. Dalam mengembangkan tulisan ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk meninjau lebih jauh fenomena perkawinan dini pada remaja. Dengan begitu, gereja sebagai representasi Tuhan memiliki tanggung jawab terhadap realitas yang terjadi. Gereja, terkhusus pembina remaja, harus menyadarkan para remaja akan pentingnya menemukan pasangan hidup sesuai kehendak Tuhan. Sebagai orang percaya, remaja Kristen bukan saja harus menggumuli jodohnya di hadapan Tuhan, tetapi harus menggumuli apakah Tuhan menghendakinya untuk menikah atau tidak. Sebab, prinsip hidup orang Kristen yang benar adalah menikah untuk meninggikan Tuhan. 
Eco-Theology dalam Kisah Penciptaan Hasiholan Sihaloho; Martina Novalina
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.568 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v3i2.79

Abstract

The world is currently faced with a serious problem that determines the survival of humankind and the universe, namely the environmental crisis. The crisis can be caused by two factors: environmental factors or human factors. Various perspectives are used to be able to find the root of the problem, including religion in it. In Christianity, issues related to this are discussed in eco-theology. This article intends to examine eco-theology based on the creation story. The method used is qualitative research, where the description of the phenomena found is used as a background to the problem, which will then be discussed in depth through biblical literature studies from books, journals, and other sources related to the topic of discussion. The result is that chaos is a reality rejected by Allah. The presence of Christians must bring order to the natural surroundings. This will show the authenticity of the Christian faith. Obedience to the mandate of creation is a form of human responsibility at the end of time. Those who are obedient will enjoy God's Kingdom, both now and in the future.AbstrakDunia saat ini sedang diperhadapkan pada satu persoalan serius yang menentukan keberlangsungan hidup umat manusia dan alam semesta, yakni krisis lingkungan. Krisis tersebut dapat disebabkan oleh dua faktor: faktor lingkungan atau faktor manusia. Berbagai perspektif digunakan untuk bisa mencari akar permasalahannya, termasuk agama di dalamnya. Dalam kekristenan, permasalahan yang berkaitan dengan hal ini dibahas dalam eco-theology. Artikel ini hendak meneliti tentang eco-theology berdasarkan kisah penciptaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dimana pemaparan akan fenomena yang ditemukan dijadikan sebagai latar belakang masalah, yang kemudian akan dibahas secara mendalam melalui kajian literatur secara biblika dari buku-buku, jurnal, maupun sumber-sumber lain yang berkaitan dengan topik bahasan. Hasil yang didapat adalah bahwa kekacau balauan adalah realitas yang ditolak oleh Allah. Kehadiran orang Kristen harus menimbulkan keteraturan pada alam sekitarnya. Hal inilah yang akan menunjukkan kesejatian iman Kristen. Ketaatan akan mandat penciptaan merupakan wujud pertanggungan jawab manusia di akhir zaman nanti. Mereka yang taat akan menikmati Kerajaan Allah, baik sekarang maupun yang akan datang.
Batsyeba: dari selingkuhan menjadi ibu Suri dan leluhur Kristus Sonny Zaluchu; Mesiwarati Waruwu; Martina Novalina
Khazanah Theologia Vol 3, No 3 (2021): Khazanah Theologia
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kt.v3i3.12710

Abstract

This study analyzes cases of adultery in the Bible between David, the King of Israel, and Bathsheba, the wife of one of his officers. The approach taken for analysis is a mixed narrative analysis with psychology and sociology perspectives. However, the theological frame remains the mainframe in the discussion, especially in finding the motive behind Bathsheba's desire to grant all of David's requests. The result is the conclusion that this narrative should not stop after sin and adultery. Without realizing it, both Bathsheba and David turned out to be in a divine setting that it could only read in the ending of the New Testament, where the descendants of David and Bathsheba became an essential element in the lineage of Judah that gave birth to Jesus the Messiah.
Spiritualitas Orang Kristen Dalam Menghadirkan Kerajaan Allah di Tengah Tantangan Radikalisme Martina Novalina
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.141 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v1i1.293

Abstract

Radikalisme bukanlah sebuah istilah baru yang ada dalam kehidupan bangsa ini. Di tengah tantangan tersebut, peran spiritualitas seseorang akan sangat membantu bangsa ini, begitu juga dari kalangan spiritualitas orang Kristen; bagaimana orang Kristen bisa menghadirkan Kerajaan Allah di tengah tantangan tersebut. Pembahasan dalam artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik penulisan penelitian yang digunakan adalah literature review atau studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas orang kristen yang dihadirkan dalam masyarakat harus bisa memberikan keteduhan bagi masyarakat plural di Indonesia, bukan justru menimbulkan kegaduhan. Sikap radikal orang Kristen dalam menjalankan imannya tidak harus diwujudkan melalui demonstrasi ekstrim tetapi tindakan radikal orang kristen haruslah mampu membawa orang Kristen menjadi saksi dan membawa damai, keadilan dan kasih bagi sesamanya; menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan masyarakat. Spiritualitas orang kristen pun harus menjamah bidang pendidikan, dan pembinaan emosi. Semua hal tersebut di atas memungkinkan untuk dilakukan dalam bangsa ini dan menghadirkan Kerajaan Allah di tengah tantangan radikalisme.
Batsyeba: dari selingkuhan menjadi ibu Suri dan leluhur Kristus Sonny Zaluchu; Mesiwarati Waruwu; Martina Novalina
Khazanah Theologia Vol 3, No 3 (2021): Khazanah Theologia
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kt.v3i3.12710

Abstract

This study analyzes cases of adultery in the Bible between David, the King of Israel, and Bathsheba, the wife of one of his officers. The approach taken for analysis is a mixed narrative analysis with psychology and sociology perspectives. However, the theological frame remains the mainframe in the discussion, especially in finding the motive behind Bathsheba's desire to grant all of David's requests. The result is the conclusion that this narrative should not stop after sin and adultery. Without realizing it, both Bathsheba and David turned out to be in a divine setting that it could only read in the ending of the New Testament, where the descendants of David and Bathsheba became an essential element in the lineage of Judah that gave birth to Jesus the Messiah.
MEGAMES: MINIATUR SHOWCASE INDONESIA BAGI ANAK DI ERA GLOBALISASI Lidya Rundu'Padang; Nove Kristiani Zai; Steni Soloha; Martina Novalina; Ruth Judica Siahaan; Edwin Goklas Silalahi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i2.9447

Abstract

Abstrak: Permainan Tradisional Anak di Era Globalisasi bertujuan untuk menumbuhkan serta melestarikan kembali permainan tradisional yang mulai luntur  di era globalisasi. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini, yakni memfokuskan pada anak-anak dimana mereka diharapkan dapat lebih mengenal kebudayaan/tradisi dalam bentuk permainan tradisional yang sudah mulai memudar penggunaannya. Peneliti menggunakan studi literatur yang biasa disebutkan dengan studi pustaka atau dengan pengumpulan data melalui berbagai sumber jurnal sebagai pendukung. Hasil penelitian ditemukan, bahwa solusi di era globalisasi adalah dengan tetap menggunakan teknologi, tetapi memasukan nilai-nilai tradisional, salah satunya melalui aplikasi MeGames. Sebagai hasilnya kita tidak dapat menampik adanya globalisasi dan permainan tradisional masih bisa tetap diterapkan melalui aplikasi MeGames. Dimana aplikasi tersebut berisi 2000 permainan dari 34 provinsi yang memperkenalkan kekayaan Indonesia.Abstract:  Traditional Children's Games in the Era of Globalization aim to overcome and not stand alone, traditional games are starting to fade in the era of globalization. Researchers use literature studies which are commonly called literature studies or data collection through various journal sources as support. The results of the study, that the solution in the era of globalization is to continue to use technology, but incorporate traditional values, one of which is through the MeGames application. As a result, it is undeniable that globalization and traditional games can still be applied through the MeGames application. Where the application contains 2000 games from 34 provinces that introduce the wealth of Indonesia.
Cooperative Learning dengan Metode STAD: Sebuah Alternatif dalam Meningkatkan Minat Belajar pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen Elieser R. Marampa; Martina Novalina
Jurnal Shanan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.191 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v6i2.3699

Abstract

Permasalahan proses pembelajaran pendidikan agama Kristen di perguruan tinggi umumnya terletak pada minimnya motivasi belajar karena penggunaan metode konvensional yang sering diterapkan oleh pendidik. Alternatif model pembelajaran yang inovatif yang dapat diterapkan adalah implementasi pembelajaran kooperatif dengan menggunakan metode STAD. Riset ini bermaksud untuk mengetahui peranan penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD terhadap minat mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran yang akan berkorelasi terhadap ketuntasan belajar mahasiswa pada bidang studi pendidikan agama Kristen. Dalam memperoleh data penelitian, penulis melakukan penelitian tindakan kelas yaitu sebuah kegiatan yang dilakukan secara langsung di kelas untuk mengamati rangkaian peristiwa-peristiwa guna memperbaharui praktek dalam pembelajaran agar proses belajar berkualitas sehingga hasil belajar menjadi maksimal. Adapun hasil riset menunjukkan bahwa implementasi kooperatif learning dengan metode STAD dalam mata kuliah pendidikan agama Kristen memiliki korelasi yang signifikan dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa serta membuahkan produktivitas pembelajaran yang optimal.
Penderitaan tidak kasat mata di tengah pandemi: analisis naratif Hakim-hakim 19:1-30 dalam perspektif feminis Nixon, Grant; Sabdono, Erastus; Novalina, Martina
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 1: April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i1.252

Abstract

Statistics show an increase in violence against women during a pandemic. Violence experienced by women is invisible and silent suffering that can be heard on humanitarian issues during a pandemic. This article intends to contribute to theological thinking as well as advocacy for women suffering during the pandemic. This theological thinking is built through a narrative analysis of Judges 19: 1-30 using a feminist perspective narrative analysis. This analysis aims to critically review the text of violence from a pro-women perspective. It is hoped that this analysis will be useful in enriching the treasures of theological thought related to the narrative of Judges 19: 1-30 and emphasizing the importance of discussing gender-based violence in theological thinking and ecclesiastical ministry. In the end, violence against women in Judges 19: 1-30 cannot be separated from the phenomenon of moral degradation among the Israelites. So contextually, the existence of gender-based violence, especially against women, can be seen as a moral crisis that must be seriously confronted during a pandemic. Abstrak Statistik menunjukkan adanya peningkatan kekerasan terhadap perempuan pada masa pandemi. Kekerasan yang dialami perempuan adalah penderitaan yang tidak kasat mata dan sunyi terdengar pada isu kemanusiaan di masa pandemi. Artikel ini hendak memberi kontribusi pemikiran teologis sekaligus advokasi terhadap perempuan yang menderita di masa pandemi. Pemikiran teologis ini dibangun melalui analisis narasi Hakim-hakim 19:1-30 dengan menggunakan analisis naratif berperspektif feminis. Analisis ini bertujuan untuk meninjau dengan kritis teks kekerasan dengan perspektif yang berpihak pada perempuan. Analisis ini diharapkan bermanfaat memperkaya khazanah pemikiran teologis terkait narasi Hakim-hakim 19:1-30 dan memberi penekanan bagi pentingnya pembahasan mengenai kekerasan berbasis gender dalam pemikiran teologis serta pelayanan gerejawi. Pada akhirnya, kekerasan terhadap perempuan dalam Hakim-hakim 19:1-30 tidak dapat dilepaskan dari fenomena degradasi moralitas di antara bangsa Israel. Sehingga secara kontekstual, eksisnya kekerasan berbasis gender, khususnya kepada perempuan, dapat dilihat sebagai krisis moralitas yang harus dikonfrontasi dengan serius pada masa pandemi.
Co-Authors Ampinia Rahap Wanyi Rohy Andri Andri Andri Pasaribu Andries Yosua Anjaya, Carolina Etnasari Anwar Three Millenium Waruwu Anwar Three Millenium Waruwu Damanik, Piter Imanson Daniel Martin Tamera Darlene Nathana Ndun Darman Syah Putra Zendrato Dessy Sababalat Edwin Goklas Silalahi Elieser R. Marampa Esther Natasaputera Flegon, Akedka Starde Fredric Novando Suhartono Gea, Erniwati Gea, For Sukur Iman Grace Melisa Grant Nixon Gultom, Joni Manumpak Parulian Hanry Chandra Hasiholan Sihaloho Hasiholan Sihaloho Hedianto, Lonato Indra Gunawan, Yehuda Indria Samego Indria Samego Jemy Saleky Combi Joni MP Gultom Juliana Loes Koswanto, Alvin Kusumo, Yusuf Setiawan Sudarso Lahagu, Niwanti Lawolo, Andianus Lidya Rundu'Padang Marampa, Elieser R Mario Alberto Manodohon Marisi, Candra Gunawan Mark Phillips Eliasaputra Marta Regina Martin Putra Hura Meilani Meilani Mesiwarati Waruwu Natassha, Yohana Nove Kristiani Zai Orianto Hura Pasaribu, Andri Perlius Telaumbanua Phuanerys, Eliza Christabella Pogo, Patrecya Pramini, Pramini Prasetya, Didimus Sutanto B Radja Gae, Evi Rohy, Ampinia Rahap Wanyi Ronald Sianipar Ruth Judica Siahaan Sabdono, Erastus Salcido, Sidney Selfina Selan Senopati Salomo Olimbovo Sidney Salcido Silalahi, Edwin Goklas Simanjuntak, Eddy Suandar Simanungkalit, Marta Regina Silvi Situmorang, Ester Lina Soni Laiju Malana Steni Soloha Suardin Zai Suhartono, Fredric Novando Sunardi, Philipus Trecilia Dwi Lestari Sababalat Valentino, Benaya Viona Wong Walui, Donny Ardo Eka Dharma Putra Waruwu, Anwar Three Millenium Waruwu, Lenny Widjaja, Fransiskus Irwan Wirda Febrianti Tatubeket Yohana Natassha Zaluchu, Sonny Eli