p-Index From 2021 - 2026
5.795
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vox Dei : Jurnal Teologi dan Pastoral Sabda : Jurnal Teologi Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Davar: Jurnal Teologi Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama Millah: Journal of Religious Studies Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen VOX VERITATIS: JURNAL TEOLOGI DAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Nabisuk: Jurnal Teologi dan Pelayanan Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Silih Asah Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Transformasi: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Pertobatan Sebagai Sebuah Bentuk Persiapan Menghadapi Akhir Zaman Dalam Matius 24:1-14 Orianto Hura; Martina Novalina; Anwar Three Millenium Waruwu
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 8, No 1 (2023): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2023
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v8i1.115

Abstract

This article expounds on the significance of repentance as a preparation for the end times within the context of religious understanding and spirituality. The empirical issue at hand is the lack of clear comprehension regarding the significance and implications of repentance in facing the end times. The objective of this research is to deeply understand the importance of repentance based on Matthew 24:1-14, encompassing the implications of repentance in individuals' daily lives, their relationship with God, and their relationship with fellow human beings in the context of the end times. This research utilizes the method of textual analysis or interpretation. The findings of this study indicate that repentance is a crucial calling in facing the end times, as through repentance, individuals prepare themselves spiritually, establish a proper relationship with God, and equip themselves to spread the message of the Gospel to the world. Repentance brings about significant changes in individuals' lives and has far-reaching impacts on the mission of spreading the Gospel.AbstrakArtikel ini menguraikan pentingnya pertobatan sebagai bentuk persiapan menghadapi akhir zaman dalam konteks pemahaman agama dan spiritualitas. Masalah empiris yang muncul adalah kurangnya pemahaman yang jelas tentang signifikansi dan implikasi pertobatan dalam menghadapi akhir zaman. Tujuan penelitian ini adalah memahami pentingnya pertobatan berdasarkan Matius 24:1-14, termasuk implikasi pertobatan dalam kehidupan sehari-hari, hubungan individu dengan Tuhan, dan hubungan individu dengan sesama manusia dalam konteks akhir zaman. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks atau tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertobatan merupakan panggilan penting dalam menghadapi akhir zaman, karena melalui pertobatan individu mempersiapkan diri secara rohani, membangun hubungan yang benar dengan Allah, dan mempersiapkan diri untuk menyebarkan pesan Injil kepada dunia. Pertobatan membawa perubahan signifikan dalam kehidupan individu dan memiliki dampak yang luas dalam misi menyebarkan Injil.
Geopolitics and The Role of The Church in Nationalism on Daily Basis in the 21st Century Fredric Novando Suhartono; Martina Novalina; Indria Samego; Andri Pasaribu; Sidney Salcido
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 7, No 2 (2023): July 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/ejti.v7i2.594

Abstract

Through empirical knowledge, articles, papers, and a daily basis of field observation, this paper proposes an analysis of the current trend on how people usually have pride and a good sense of nationalism towards their nation. An overall analysis and observation of the grand scheme of things on how geopolitics might affect how people could have pride and a good sense of nationalism would be discussed. A thorough and general descriptive discussion on how to light up the nationalism spirit of those who don’t have pride and a good sense of nationalism would be exposed and applied. The application of discussion would be applied through the role of the church in enhancing and inspiring people in nationalism through the right sense of nationalism in both pride and understanding by following the 21st-century trend of behaviour in advanced humanity. Advancing humanity and the right sense of nationalism are the keys to building a better future for a nation.
Ibadah Pemuridan Keluarga (IPK): Solusi Membangun Identitas Diri Kristiani Dalam Keluarga Juliana Loes; Martina Novalina; Soni Laiju Malana
Vox Veritatis : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya IPK dalam membangun identitas diri Kristiani dalam keluarga dan memberikan solusi praktis untuk melaksanakannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi Pustaka. Artinya peneliti dapat mengkaji variabel berdasarkan referensi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga adalah lembaga yang pertama dibentuk oleh Allah untuk mewujudkan misi-Nya melalui pemuridan keluarga dan keluarga merupakan dasar dan tempat utama pemuridan Kristen untuk mewujudkan pertumbuhan rohani anak-anak. Menggunakan pendekatan kajian pustaka terhadap berbagai literatur, baik buku maupun artikel jurnal, Orang tua berperan penting melakukan pemuridan Kristen dalam keluarga untuk mendidik dan mengarahkan anak-anak mengenal Allah melalui ibadah. Orang tua berperan penting melakukan pemuridan Kristen dalam keluarga untuk mendidik dan mengarahkan anak-anak Kristen menjadi generasi yang konsisten dan bertumbuh dalam iman kepada Tuhan dan menjadi murid Kristus yang sejati. Identitas diri Kristiani adalah inti dari kehidupan seorang Kristen yang mencakup keyakinan, nilai-nilai, dan praktik keagamaan yang membedakan mereka sebagai orang percaya. Dalam konteks keluarga, Ibadah Pemuridan Keluarga (IPK) memainkan peran yang signifikan dalam membangun dan memperkuat identitas diri Kristiani individu.
KARYA ROH KUDUS YANG BERDAMPAK TERHADAP PEMBARUAN GEREJA MENGHADAPI PERUBAHAN BUDAYA Dessy Sababalat; Martina Novalina; Anwar Three Millenium Waruwu; Jemy Saleky Combi
Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 7 No. 1 (2024): Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/phr.v7i1.416

Abstract

Church renewal has become an urgent necessity in the contemporary era, marked by cultural challenges. This article examines the significant role of the Holy Spirit in the process of church renewal amidst declining congregational participation and changing societal demands. Through a qualitative literature review approach, this research identifies that the Holy Spirit serves not only as a source of spiritual strength but also as a Teacher, Comforter, and Spiritual Guide for believers. Amidst cultural dynamics, the Holy Spirit provides wisdom and impetus to maintain the church's relevance. The study highlights the Holy Spirit's influence in shaping church leadership and empowering individuals with spiritual gifts. The findings indicate that a profound understanding of the Holy Spirit's work can lead to significant renewal in church practices, strengthening ministries and honouring God. This article makes a vital contribution to understanding and practising church responses to contemporary challenges, emphasizing the importance of the Holy Spirit's role in sustaining church vitality amidst cultural shifts.
Mengkaji Pinjaman Online dalam Perspektif Amsal 22:7 Viona Wong; Martina Novalina; Esther Natasaputera
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 6, No 2: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v6i2.198

Abstract

Debt is one option to save your financial situation, or what is known as 'digging a hole and closing a hole.' Poor financial conditions do not allow a person to pay off previous debts, thereby increasing the tendency to borrow new debts to pay old debts. This condition ultimately gave rise to a phenomenon related to online loans. This article wants to discuss debt from a Christian perspective. Using a qualitative approach through literature study, it was found that the Bible teaches good and reasonable financial advice, emphasizing that predatory loans and taking advantage of the poor are enticements that must be avoided. In Christianity, the basis for the practice of debt and receivables for Christians is love and justice. AbstrakUtang menjadi salah satu opsi untuk menyelamatkan keadaan finansial, atau dikenal dengan istilah ‘gali lubang tutup lubang’. Keadaan finansial yang buruk tidak memungkinkan seseorang untuk membayar utang sebelumnya, sehingga meningkatkan kecenderungan untuk meminjam utang baru untuk membayar utang lama. Kondisi ini akhirnya memunculkan fenomena yang terkait dengan pinjaman online. Artikel ini ingin membahas utang dari perspektif kekristenan. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur didapati bahwa Amsal 22:7 mengajarkan nasihat keuangan yang baik dan masuk akal, yang menegaskan bahwa pinjaman yang bersifat predator dan mengambil keuntungan dari orang miskin merupakan suatu bujukan yang harus dihindari. Dalam kekristenan dasar praktik utang piutang bagi orang kristen adalah kasih dan keadilan.  
Eksplorasi Konsep Incomprehensibility of God dalam Iman Kristen Perlius Telaumbanua; Anwar Three Millenium Waruwu; Martina Novalina; Eddy Simanjuntak
ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana UKIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/arumbae.v5i2.1110

Abstract

The article delineates the significance of acknowledging God within the context of the Christian faith, focusing on the concept of the Incomprehensibility of God. The theological dualism approach to comprehending God - based on theory and actualization - highlights the challenges in understanding His essence. This research aims to explore this concept from the perspective of the Christian faith, particularly the recognition of God through Jesus Christ. Utilizing a qualitative method, an analysis of biblical texts and relevant theological literature reveals that while God is not entirely comprehensible, His revelations provide pertinent knowledge. The research findings affirm that the concept of the Incomprehensibility of God restricts human comprehension of God; however, recognition through Jesus Christ serves as the key to a deeper understanding. The recognition of God through Jesus Christ necessitates faith and an intimate relationship with Him.Kata Kunci: Pengenalan Allah, Dualisme Teologis, Incomprehensibility of God, Wahyu Khusus, Pemahaman Manusia Tentang Allah
Memaknai Akun Media Sosial Satire Kristen dalam Perspektif Etis-Teologis Olimbovo, Senopati Salomo; Novalina, Martina
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 9, No 2: Juni 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v9i2.115

Abstract

This research is motivated by several irregularities that often occur in the church. This problem results in harmony in the church; for example, the relationship between the congregation and the Pastor becomes tenuous due to irregular teaching. Satire is valuable to satirize someone so that the person being ridiculed makes improvements and thinks more broadly. You can often find satirical sentences on social media accounts, both satire and sarcasm. But this time, many social media accounts are displaying satirical language-style forms of satire about the church, both in terms of order and teachings in the church. This article raises issues that exist on the social media account @gerejapalsu. This account can be a consideration regarding Pastors who are considered to emphasize their physical appearance rather than the truth of the Word that will be conveyed and teachings that are "considered" wrong by the account manager. This research aims to examine this phenomenon from an ethical and theological perspective so that the congregation can consider the positive side of the topic raised by the social media account @gerejapalsu. The method used in the article is a qualitative approach, and the study is in descriptive form using the literature study method. The results of the study show that the existence of this Christian satirical account has a good and functional purpose. Having a party that oversees the church and God's servants will minimize the possibility of damage to the church system. In addition, this phenomenon is helpful as a driving force or trigger for the congregation to think critically and be sensitive to existing problems. Abstrak Di akun media sosial seringkali ditemukan kalimat sindiran baik bersifat satire maupun sarkasme. Namun kali ini, banyak akun media sosial yang menampilkan bentuk sindiran bergaya bahasa satire mengenai gereja, baik secara tatanan maupun ajaran-ajaran dalam gereja. Artikel ini mengangkat permasalahan yang ada di akun media sosial @gerejapalsu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji fenomena ini dari kacamata etika dan teologis agar jemaat mampu mempertimbangkan sisi positif dari topik yang diangkat oleh akun media sosial @gerejapalsu. Pendekatan yang digunakan dalam artikel adalah pendekatan kualitatif serta kajian dalam bentuk deskriptif dengan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan akun satire Kristen ini sebenarnya memiliki tujuan yang baik dan bermanfaat. Dengan adanya pihak yang mengawasi gereja dan para pelayan gereja akan mengecilkan kemungkinan terjadinya kerusakan di dalam sistem gereja. Selain itu fenomena ini berguna sebagai pendorong atau pemicu jemaat untuk mampu berfikir secara kritis dan peka terhadap permasa-lahan yang ada.
Kajian Isu Toxic Masculinity di Era Digital dalam Perspektif Sosial dan Teologi Novalina, Martina; Flegon, Akedka Starde; Valentino, Benaya; Gea, For Sukur Iman
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 8, No 1: Desember 2021
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v8i1.56

Abstract

In social life, we are faced with various cultures. One of them is the culture of toxic masculinity. This toxic masculinity culture actually has a significant impact on men's mentality, even though at a glance the main signs such as power, control, and violence at first glance give these men their own prestige. The impact of toxic masculinity is not only felt by men, but also by women as victims. This study wants to examine the issue of toxic masculinity from a social and biblical perspective by using a literature study approach. The results obtained are Toxic masculinity is a culture that must be abolished in social life, both within the scope of social society and the church. The wrong paradigm in society about masculinity certainly cannot be overcome by eliminating the responsibility of men as they should be, and also replacing it with feminism. Gender-based behavior should be avoided and replaced with behavior based on beneficial values. Within the scope of the church itself, may gender-based ministry be eliminated, because God himself has never distinguished His people based on gender differences. AbstrakDalam kehidupan bermasyarakat, kita diperhadapkan dengan beragam budaya. Salah satunya adalah budaya toxic maskulinity. Budaya toxic masculinity ini ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap mental laki-laki, walaupun secara kasat mata tanda-tanda utama seperti kekuasaan, kontrol, maupun kekerasan sekilas memberikan prestise tersendiri bagi kaum adam tersebut. Dampak dari toxic masculinity ini bukan hanya dirasakan oleh laki-laki, tetapi juga perempuan sebagai korban-nya. Penelitian ini ingin mengkaji isu tentang toxic masculinity dari perspektif sosial dan Alkitab dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Hasil yang didapat adalah Toxic masculinity adalah budaya yang harus dihapuskan dalam kehidupan bermasyarakat, baik dalam ruang lingkup masyarakat sosial maupun gereja. Paradigma yang salah dalam masyarakat tentang maskulinitas tentunya tidak bisa diatasi dengan menghilangkan tanggung jawab laki-laki sebagaimana mestinya, dan juga mengganti-nya dengan feminisme. Perilaku berbasis gender sebaiknya dihindarkan dan diganti dengan perilaku berdasarkan nilai-nilai yang bermanfaat. Dalam ruang lingkup gereja sendiri, kiranya pelayanan berba-sis gender dihilangkan, karena Allah sendiripun tidak pernah membedakan umat-Nya berdasarkan perbedaan gender.  
Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Remaja Kristen di Era Kontemporer Gea, Erniwati; Waruwu, Anwar Three Millenium; Novalina, Martina; Rohy, Ampinia Rahap Wanyi
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v4i2.89

Abstract

The education of adolescent character plays a significant role in shaping a future generation that is robust and responsible. In this contemporary era, replete with various challenges, sturdy character and strong moral values stand as essential foundations required by Christian adolescents. The church assumes a strategic role in ensuring the balanced and ethical development of adolescent character. This research aims to analyze the church's contribution as an effective partner for parents in molding adolescent character, as well as how character education within the church can cater to the individual needs of each adolescent in the contemporary era. The methodology employed in this study is a literature review, involving the extraction of information from diverse literary sources such as books, documents, magazines, journals, and newspaper publications. The research findings indicate that the roles of the church, family, and community are paramount in providing support, education, and guidance to Christian adolescents in facing challenges like technological influence and negative temptations. Collaboration between the church, family, school, and relevant institutions emerges as the linchpin in shaping the character of Christian adolescents. Through a pertinent and inclusive approach, Christian adolescents can grow in faith and become stalwart successors for the nation and the church in the future. Abstrak:Pendidikan karakter remaja memegang peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang kuat dan bertanggung jawab. Di era kontemporer yang penuh dengan berbagai tantangan, karakter yang kokoh dan nilai-nilai moral yang kuat adalah fondasi utama yang dibutuhkan oleh remaja Kristen. Gereja memiliki peran strategis dalam memastikan pertumbuhan karakter remaja yang seimbang dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi gereja sebagai mitra efektif bagi orang tua dalam membentuk karakter remaja, serta bagaimana pendidikan karakter di gereja dapat memenuhi kebutuhan individu masing-masing remaja di era kontemporer. Metode kajian pustaka digunakan dalam penelitian ini, dengan menggali informasi dari berbagai sumber literatur seperti buku, dokumen, majalah, jurnal, dan publikasi surat kabar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran gereja, keluarga, dan komunitas sangat vital dalam memberikan dukungan, pendidikan, dan bimbingan kepada remaja Kristen dalam menghadapi tantangan-tantangan seperti pengaruh teknologi dan godaan-godaan negatif. Kerjasama antara gereja, keluarga, sekolah, dan lembaga terkait menjadi kunci dalam membentuk karakter remaja Kristen. Dengan pendekatan yang relevan dan inklusif, remaja Kristen dapat tumbuh dalam iman dan menjadi penerus yang kuat bagi bangsa dan gereja di masa depan.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Remaja Kristen, Peran Gereja, Era Kontemporer.
Pastoral Strategy in Developing the Dimension of Understanding Generation Z Gultom, Joni Manumpak Parulian; Widjaja, Fransiskus Irwan; Novalina, Martina; Situmorang, Ester Lina; Natassha, Yohana
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 6 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/ejti.v6i1.472

Abstract

The research center numbers released the results of the 2021 survey, where generation Z has the smallest spiritual index of 3.50, while the spiritual index of Indonesia is 3.79. The index of understanding dimensions is low, namely 3.13 for self-image and 3.40 for motivation. This paper aims to find a new pastoral strategy in reaching generation Z for self-image restoration and motor development. The next goal is to build synergy with parents in spiritual growth. This study uses a qualitative method with data collection through literature study and observation. The argument is that shepherds play an essential role in developing the understanding dimension of Generation Z. The first step is to restore self-image with the Family Healing Movement with parents. The second thing is that pastors provide spiritual assistance to develop motivation and improve pastoral services on social media through counseling and training guidance. Her contribution; 1) pastors work together with parents to become inspirations and mediators in recovery, 2) spiritual practitioners take a fundamental part in social media, 3) maximize the pioneering of shepherding young people by new shepherds.
Co-Authors Ampinia Rahap Wanyi Rohy Andri Andri Andri Pasaribu Andries Yosua Anjaya, Carolina Etnasari Anwar Three Millenium Waruwu Anwar Three Millenium Waruwu Damanik, Piter Imanson Daniel Martin Tamera Darlene Nathana Ndun Darman Syah Putra Zendrato Dessy Sababalat Dewi Astuti Edwin Goklas Silalahi Elieser R. Marampa Esther Natasaputera Flegon, Akedka Starde Fredric Novando Suhartono Gea, Erniwati Gea, For Sukur Iman Grace Melisa Grant Nixon Gultom, Joni Manumpak Parulian Hanry Chandra Hasiholan Sihaloho Hasiholan Sihaloho Hedianto, Lonato Indra Gunawan, Yehuda Indria Samego Indria Samego Jemy Saleky Combi Joni MP Gultom Juliana Loes Koswanto, Alvin Kusumo, Yusuf Setiawan Sudarso Lahagu, Niwanti Lawolo, Andianus Lidya Rundu'Padang Marampa, Elieser R Mario Alberto Manodohon Marisi, Candra Gunawan Mark Phillips Eliasaputra Marta Regina Martin Putra Hura Meilani Meilani Mesiwarati Waruwu Natassha, Yohana Nove Kristiani Zai Orianto Hura Pasaribu, Andri Perlius Telaumbanua Phuanerys, Eliza Christabella Pogo, Patrecya Pramini, Pramini Prasetya, Didimus Sutanto B Radja Gae, Evi Rohy, Ampinia Rahap Wanyi Ronald Sianipar Ruth Judica Siahaan Sabdono, Erastus Salcido, Sidney Saleleubaja, Junardi Selfina Selan Senopati Salomo Olimbovo Sidney Salcido Silalahi, Edwin Goklas Simanjuntak, Eddy Suandar Simanungkalit, Marta Regina Silvi Situmorang, Ester Lina Soni Laiju Malana Steni Soloha Suardin Zai Suhartono, Fredric Novando Sunardi, Philipus Trecilia Dwi Lestari Sababalat Valentino, Benaya Viona Wong Walui, Donny Ardo Eka Dharma Putra Waruwu, Anwar Three Millenium Waruwu, Lenny Widjaja, Fransiskus Irwan Wirda Febrianti Tatubeket Yohana Natassha Zaluchu, Sonny Eli