p-Index From 2021 - 2026
6.358
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vox Dei : Jurnal Teologi dan Pastoral Sabda : Jurnal Teologi Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Davar: Jurnal Teologi Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama Millah: Journal of Religious Studies Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen VOX VERITATIS: JURNAL TEOLOGI DAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Nabisuk: Jurnal Teologi dan Pelayanan Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Silih Asah Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Transformasi: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Family Altar sebagai Upaya Pembentukan Karakter Anak dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital Darman Syah Putra Zendrato; Martina Novalina; Anwar Three Millenium Waruwu; Eddy Simanjuntak
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

character of children in an era of rapid technological advancement. With the premise that learning shapes human character, especially inquisitive children, this research aims to identify the significance of the Family Altar as a foundation for character formation in accordance with the example set by Christ. The methodology employed is a literature review, emphasizing character development in the era of globalization. The research findings indicate that the Family Altar, as a cell group within the church, facilitates family interaction and fosters a relationship with Christ. The family, as a divine institution, holds an inherent role in education and character development. Parents, as family leaders, bear the responsibility of guiding, educating, and nurturing the spiritual well-being of the household. The use of gadgets by children in the technological age presents a challenge, necessitating vigilant oversight. By integrating spiritual values through the Family Altar, children's character can be cultivated to be disciplined, God-fearing, and morally upright. This contributes positively to preparing a competitive and morally upright next generation amidst the challenges of the times. The Family Altar serves not only as a place of worship but also as a robust foundation for shaping children's character, thereby yielding positive impacts on their surrounding environment. Keywords: Family Altar; Character Formation; Changing Times; Technological Influence. Abstrak Artikel ini membahas peran penting Family Altar dalam membentuk karakter anak di era teknologi yang berkembang pesat. Dengan latar belakang bahwa pembelajaran membentuk karakter manusia, terutama anak-anak yang penuh rasa ingin tahu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi signifikansi Family Altar sebagai landasan dalam membentuk karakter sesuai dengan teladan Kristus. Metode studi literatur digunakan untuk menekankan pembentukan karakter anak di era globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Family Altar, sebagai sel grup dalam gereja, memungkinkan keluarga untuk berinteraksi dan membangun hubungan dengan Kristus. Keluarga, sebagai lembaga ilahi, memiliki peran kodrati dalam pendidikan dan pembentukan karakter. Orang tua sebagai pemimpin keluarga memiliki tanggung jawab membimbing, mendidik, dan memelihara kerohanian rumah tangga. Penggunaan gadget oleh anak-anak di era teknologi adalah tantangan, dan pengawasan bijak diperlukan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai rohani melalui Family Altar, karakter anak dapat dibentuk menjadi disiplin, takut akan Tuhan, dan berakhlak mulia. Ini memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan generasi penerus yang berdaya saing dan bermoral di tengah tantangan zaman. Family Altar tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga fondasi kuat dalam membentuk karakter anak yang memberikan dampak positif pada lingkungan sekitarnya. Kata kunci: Family Altar; Pembentukan Karakter; Perubahan Zaman; Pengaruh Teknologi
Peran Teologi Sistematika Bagi Pertumbuhan Iman Umat Kristen Trecilia Dwi Lestari Sababalat; Martina Novalina; Anwar Three Millenium Waruwu; Eddy Simanjuntak
NABISUK : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Prodi Teologi IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jn.v2i1.14

Abstract

Di era saat ini, terdapat tantangan yang signifikan dalam hal pemahaman ajaran dasar iman Kristen di kalangan umat Kristen itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisi kesenjangan ini dengan fokus pada bagaimana teologi sistematis dapat menguatkan iman umat Kristen melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang dasar-dasar keyakinan Kristen. Selain itu, penelitian ini akan menjelajahi hubungan antara teologi sistematis, pengalaman pribadi, dan konteks sosial umat Kristen untuk memperkaya pemahaman iman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teologi sistematika memungkinkan umat Kristen untuk memahami doktrin mendasar dari iman Kristen, memperkuat kesatuan dalam iman, dan memperdalam hubungan pribadi dengan Allah. Pembelajaran teologi sistematika juga membangun dasar yang kokoh bagi kehidupan Kristen secara pribadi, membantu dalam pembentukan kerangka pemikiran yang benar, dan mempersiapkan individu untuk menjawab pertanyaan atau tantangan terkait keyakinan Kristen. Temuan dari penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi yang berharga dalam memahami peran teologi sistematis dalam memperkuat keyakinan umat Kristen dalam menghadapi tantangan dan perubahan dalam masyarakat saat ini.
Geopolitics and The Role of The Church in Nationalism on Daily Basis in the 21st Century Suhartono, Fredric Novando; Novalina, Martina; Samego, Indria; Pasaribu, Andri; Salcido, Sidney
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 7 No 2 (2023): July 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/ejti.v7i2.594

Abstract

Through empirical knowledge, articles, papers, and a daily basis of field observation, this paper proposes an analysis of the current trend on how people usually have pride and a good sense of nationalism towards their nation. An overall analysis and observation of the grand scheme of things on how geopolitics might affect how people could have pride and a good sense of nationalism would be discussed. A thorough and general descriptive discussion on how to light up the nationalism spirit of those who don’t have pride and a good sense of nationalism would be exposed and applied. The application of discussion would be applied through the role of the church in enhancing and inspiring people in nationalism through the right sense of nationalism in both pride and understanding by following the 21st-century trend of behaviour in advanced humanity. Advancing humanity and the right sense of nationalism are the keys to building a better future for a nation.
Whom Should a Christian Vote? Facing Identity Politics from Biblical Perspective on Presidential Election Sabdono, Erastus; Hedianto, Lonato; Novalina, Martina; Andri, Andri; Sunardi, Philipus
Millah: Journal of Religious Studies Vol. 23, No. 1, February 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol23.iss1.art7

Abstract

Indonesia stands firm in its democratic values and respects its presidential election in 2024. However, the scent of the history of identity politics still lingers and threatens the harmony of voting. Even though identity politics seem to be a common and acceptable method, it bears danger, especially to Christians as a minority. This can happen through the burdens and biases of Christians to vote. Through descriptive literature methods of biblical perspective with contextual interpretation alongside political reviews and literature, this paper tries to answer the question of how a Christian should vote for their future leader amidst the pressure of identity politics. The Bible can be a clear guideline to show that such political events and methods had already occurred in the Old Testament and New Testament eras. The wisdom contained in the Proverbs that was intended for future young leaders, as well as the wisdom of Jesus Christ, can help shape the answer on how a Christian should vote for their future leaders. This paper finds that Christians as minorities should try to be objective following biblical standards and the quality of a leader, such as righteousness, multiple councils, servanthood, and accountability, rather than drowning in misconceptions of defensive and subjective votes based on religion-ethnicity sameness or popular opinion.
PERAN ORANG TUA DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENANGGULANGI FOBIA SEKOLAH Wirda Febrianti Tatubeket; Martina Novalina; Anwar Three Millenium Waruwu; Ampinia Rahap Wanyi Rohy
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v3i1.69

Abstract

Artikel ini mengulas masalah fobia sekolah yang merupakan kecemasan yang berlebihan dan tidak rasional terhadap lingkungan sekolah. Fobia sekolah dapat mengakibatkan dampak psikologis dan fisik yang signifikan pada anak. Penyebabnya meliputi pengalaman negatif di lingkungan sekolah, seperti kasus bullying, kesulitan belajar, konflik keluarga, serta kurangnya dukungan dari orang tua atau guru. Artikel ini bertujuan memberikan panduan bagi orang tua dan guru dengan strategi konkret untuk mengatasi fobia sekolah pada anak-anak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi pustaka, melalui identifikasi sumber literatur yang relevan tentang dampak fobia sekolah, penyebabnya, peran guru pendidikan agama Kristen, dan strategi yang berguna bagi orang tua dalam menangani fobia sekolah. Hasil penelitian menyoroti pentingnya peran orang tua dan guru dalam membantu anak mengatasi fobia sekolah, serta memberikan strategi sensitif dan konsisten dalam menangani masalah ini. Diharapkan artikel ini dapat memberikan wawasan dan panduan yang bermanfaat bagi mereka yang berkepentingan dalam mengatasi fobia sekolah pada anak-anak. Kata Kunci: Sekolah; Fobia Sekolah; Peran Orang Tua; Guru Pendidikan Agama Kristen
Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus: Pendidikan Seks Terhadap Anak Usia Dini Suardin Zai; Novalina, Martina; Kusumo, Yusuf Setiawan Sudarso; Silalahi, Edwin Goklas; Marampa, Elieser R
Jurnal Silih Asah Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus : Jurnal Silih Asah
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasah.v1i2.57

Abstract

Maraknya pelecehan seksual pada anak menjadi fenomena yang memprihatinkan. Beberapa dampak pelecehan seksual mengakibatkan masa depan anak menjadi suram. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta implikasi dari teks 1 korintus 6:19a sehingga pembaca mengambil bagian dalam memberikan edukasi kepada anak untuk menjaga dan menghindari dirinya dari kasus pelecehan seksual. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi Pustaka. Hasil yang didapat adalah pendidikan tentang seks dapat diberikan kepada anak usia dini dengan memahami makna tubuhmu adalah bait roh kudus di dalam 1 korintus 6:19a. Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang lebih terhadap anak-anak, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohaninya. Pendampingan orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam penerapan Pendidikan seks. Keselamatan jiwa anak merupakan tanggung jawab besar yang harus diwujudnyatakan agar anak dapat sejahtera dalam masa perkembangan dan pertumbuhannya, terutama dalam pertumbuhan kerohaniannya.
Konsep Sinergi Piramida Dalam Pendidikan Kristen: Upaya Cegah Tangkal Perilaku Korupsi di Indonesia Anjaya, Carolina Etnasari; Novalina, Martina
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 1 (2022): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i1.71

Abstract

Corruption has been entrenched in this country and is very difficult to eradicate. It has been found that in recent years corrupt behavior has even been carried out by non-believers. This condition is very dangerous because people who do not believe as guardians and proclaimers of the truth of God's word are actually found as perpetrators of corruption. This study aims to examine the contribution of Christian education in anticipating and eradicating the culture of corruption that is rife in Indonesia. The research method uses descriptive qualitative with a literature study approach. The results of the study conclude that in the application of anti-corruption education, the church, family and need to work together in the form of pyramid synergy. This is because the three domains are the holders of the mandate of Christian moral education for students so that they can fulfill their duties as the light of God in society. The implementation of anti-corruption education in schools and families has its own obstacles, but these obstacles can be overcome by the church as the largest scope and within the scope of the pyramid. The family is the second order from the base in considering the family is the closest scope of students and has a better portion of time in carrying out anti-corruption education. Perilaku korupsi telah membudaya di negeri ini dan sangat sulit diberantas. Ditemukan fakta pada beberapa tahun terakhir ini perilaku korupsi bahkan dilakukan oleh orang-orang percaya. Kondisi ini sangat berbahaya karena orang percaya sebagai penjaga dan pemberita kebenaran firman Tuhan justru ditemukan sebagai pelaku korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kontribusi Pendidikan Kristen dalam upaya mengantisipasi dan memberantas budaya korupsi yang marak di Indonesia. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam penerapan pendidikan anti korupsi, gereja, keluarga dan sekolah perlu bekerja sama dalam bentuk sinergi piramida. Hal ini disebabkan ketiga ranah tersebut sebagai pemegang mandat pendidikan moral Kristiani anak didik agar dapat memenuhi tugas sebagai terang Tuhan dalam masyarakat. Pelaksanaan pendidikan antikorupsi pada lingkup sekolah dan keluarga memiliki kendala masing-masing, namun kendala tersebut dapat diatasi oleh gereja sebagai lingkup yang memiliki daya dan potensi paling besar dan berada dalam lingkup paling dasar dalam sinergi piramida. Keluarga menempati urutan kedua dari dasar dalam piramida mengingat keluarga merupakan lingkup terdekat anak didik dan memiliki porsi waktu yang lebih dalam menjalankan pendidikan anti korupsi.
Membangun Pemahaman Yang Benar Mengenai Sifat Pengampunan Allah Dalam Konteks Iman Kristen Lawolo, Andianus; Lahagu, Niwanti; Novalina, Martina; Pogo, Patrecya
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v2i2.33

Abstract

Abstract. This research looks at the phenomenon of Christians who live carelessly, sin and commit moral offences by assuming that God is all-forgiving and that His forgiveness is unlimited and unconditional. Therefore, the purpose of this article emphasises on developing a correct understanding of God's forgiving nature and the positive impact of a correct understanding of God's forgiving nature. Furthermore, the method used is descriptive qualitative with library research, literature studies can be found from sources such as books, journal articles and studying and understanding theories from various literatures in order to solve problems related to research. Finally, the results obtained from this study, hopefully by understanding the true nature of God's forgiveness, can awaken and encourage Christians not to live in sin by repeating repeated mistakes that can hurt God's heart, In addition, by understanding the true nature of God's forgiveness, it is hoped that our way of life can change by living responsibly, growing in faith and experiencing character changes from time to time to become the character of Christ, and living in God's holiness. Abstrak. Penelitian ini melihat fenomena orang Kristen yang hidup sembarangan, dan berbuat dosa serta melakukan pelanggaran moral dengan menganggap bahwa Allah maha pengampun dan tidak terbatas pengampunan Allah serta tak bersyarat pula pengampunan-Nya. Untuk itu, tujuan dalam artikel ini menekankan perihal membangun pemahaman yang benar mengenai sifat pengampunan Allah serta dampak positif dari pemahaman mengenai sifat pengampunan Allah yang benar. Selanjutnya, metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan library research, Studi pustaka dapat ditemui dari sumber seperti dari buku-buku, artikel jurnal serta mempelajari dan memahami teori-teori dari berbagai literatur agar dapat memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan penelitian. Akhirnya, Hasil yang didapat dari penelitian ini, kiranya dengan memahami sifat pengampunan Allah yang benar, dapat menyadarkan dan mendorong orang Kristen untuk tidak hidup di dalam dosa dengan mengulang kesalahan yang berulang-ulang yang dapat melukai hati Allah, Selain itu dengan memahami sifat pengampunan Allah yang benar, diharapkan cara hidup kita dapat berubah dengan hidup bertanggung jawab, bertumbuh dalam iman dan mengalami perubahan karakter dari waktu ke waktu menjadi karakter Kristus, serta hidup di dalam kekudusan Allah.
Ulos dan Refigurasi Makna Keselamatan dalam Konteks Batak Kristen Novalina, Martina
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 12, No 1: Desember 2025
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v12i1.242

Abstract

This article examines ulos as a symbol of hope and salvation in Batak culture and how this symbol can be refigured in the light of the Gospel through Paul Ricoeur’s symbolic hermeneutics and Stephen Bevans’ contextual theology. The study explores the dynamic relationship between cultural symbols and divine revelation as a dialogical expression of faith and culture. Employing a qualitative–theological approach, it applies symbolic analysis to Batak cultural texts (rituals, narratives, and socio-spiritual meanings of ulos) and to relevant biblical passages, particularly John 1:14 and Revelation 21:3-5. The findings reveal that ulos mediates theological understanding of love, sacrifice, and hope, which are fundamentally consonant with the Gospel message of universal salvation in Christ. From a hermeneutic perspective, ulos functions as an incarnational sign of divine love that envelops humanity. Within a contextual–theological framework, it serves as a local vessel of divine revelation, connecting Christian faith to Batak cultural identity. This study concludes that the reinterpretation of local symbols, such as the ulos, is not merely cultural but deeply theological, an integral dimension of the Church’s effort to inculturate the Christian faith in Indonesia, thereby affirming the sacredness of local wisdom, meaning, and spiritual expression within the framework of the Gospel. Abstrak Artikel ini mengkaji ulos sebagai simbol harapan dan keselamatan dalam kebudayaan Batak serta bagaimana simbol tersebut dapat direfigurasi dalam terang Injil melalui pendekatan hermeneutika simbolik Paul Ricoeur dan teologi kontekstual Stephen Bevans. Penelitian ini menelusuri relasi dinamis antara simbol budaya dan wahyu ilahi sebagai bentuk dialog antara iman dan kebudayaan lokal. Metode yang digunakan adalah kualitatif-teologis dengan analisis simbolik terhadap teks budaya Batak (ritual, narasi, dan makna sosial-spiritual ulos) dan teks-teks biblika yang relevan (terutama Yoh. 1:14 dan Why. 21:3-5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulos memediasi pemahaman teologis mengenai kasih, pengorbanan, dan pengharapan, yang secara hakiki sejalan dengan pesan Injil tentang keselamatan universal di dalam Kristus. Dalam perspektif hermeneutika simbolik, ulos dapat dipahami sebagai tanda inkarnasional kasih Allah yang menyelimuti manusia, sementara dalam kerangka teologi kontekstual, ia berfungsi sebagai wadah lokal bagi pewahyuan ilahi yang menghubungkan iman Kristen dengan identitas budaya Batak. Artikel ini menegaskan bahwa reinterpretasi simbol lokal seperti ulos tidak sekadar bersifat kultural, melainkan teologis, menjadi bagian integral dari upaya inkulturasi iman Kristen di Indonesia yang menghargai nilai, makna, dan ekspresi religius masyarakat setempat.
Peran Roh Kudus dalam Kehidupan Orang Percaya Melalui Cara Hidup Yang Kudus Berdasarkan 1 Petrus 1:13-16 Grace Melisa; Martina Novalina; Anwar Three Millenium Waruwu; Eddy Simanjuntak
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 2 No. 2 (2023): (November 2023)
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article delves into the pivotal role of the Holy Spirit in guiding believers towards a sanctified life, mirroring that of Jesus. Anchored in the teachings of Peter outlined in 1 Peter 1:13-16, this research aims to bridge the scientific gap regarding the role of the Holy Spirit. Employing a qualitative descriptive approach, the study leverages Biblical texts and literature reviews. The analysis reveals that the Holy Spirit enables life transformation, allowing alignment with God's will and bringing Him glory. The fullness of the Holy Spirit, both temporally and permanently, engenders a profound understanding of God's intentions. Furthermore, the Holy Spirit is the personification of God, leading and guiding in daily life. By liberating the human spirit from sin, the Holy Spirit shapes and steers the lives of believers, enabling them to bear witness to God's will in this world.
Co-Authors Alvin Koswanto Ampinia Rahap Wanyi Rohy Andri Andri Andri Pasaribu Andries Yosua Anjaya, Carolina Etnasari Anwar Three Millenium Waruwu Anwar Three Millenium Waruwu Daniel Martin Tamera Darlene Nathana Ndun Darman Syah Putra Zendrato Dessy Sababalat Dewi Astuti Edwin Goklas Silalahi Elieser R. Marampa Esther Natasaputera Evi Radja Gae Flegon, Akedka Starde Fredric Novando Suhartono Gea, Erniwati Gea, For Sukur Iman Grace Melisa Grant Nixon Gultom, Joni Manumpak Parulian Hanry Chandra Hasiholan Sihaloho Hasiholan Sihaloho Hedianto, Lonato Indria Samego Indria Samego Jemy Saleky Combi Joni MP Gultom Juliana Loes Kusumo, Yusuf Setiawan Sudarso Lahagu, Niwanti Lawolo, Andianus Lenny Waruwu Lidya Rundu'Padang Marampa, Elieser R Maria Partiyatun Mario Alberto Manodohon Marisi, Candra Gunawan Mark Phillips Eliasaputra Marta Regina Marta Regina Silvi Simanungkalit Martin Putra Hura Meilani Meilani Mesiwarati Waruwu Natassha, Yohana Nove Kristiani Zai Orianto Hura Pasaribu, Andri Perlius Telaumbanua Phuanerys, Eliza Christabella Piter Imanson Damanik Pogo, Patrecya Pramini, Pramini Prasetya, Didimus Sutanto B Rinto Francius Sirait Rinto Francius Sirait Rohy, Ampinia Rahap Wanyi Ronald Sianipar Ruth Judica Siahaan Sabdono, Erastus Salcido, Sidney Saleleubaja, Junardi Selfina Selan Senopati Salomo Olimbovo Sidney Salcido Silalahi, Edwin Goklas Simanjuntak, Eddy Suandar Situmorang, Ester Lina Soni Laiju Malana Steni Soloha Suardin Zai Suhartono, Fredric Novando Sunardi, Philipus Trecilia Dwi Lestari Sababalat Valentino, Benaya Viona Wong Waruwu, Anwar Three Millenium Widjaja, Fransiskus Irwan Wirda Febrianti Tatubeket Yehuda Indra Gunawan Yohana Natassha Zaluchu, Sonny Eli