Claim Missing Document
Check
Articles

Ineffectiveness of Industrial Relations Court Decision Execution: A Critical Analysis of Procedural Law Vacuum and the Urgency of Establishing a Special Execution Institution Herdiana, Dadan; Ekawati, Dian; Santini, Inawati
SIGn Journal of Social Science Vol 6 No 1: Juni - November 2025
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37276/sjss.v6i1.542

Abstract

The development of labor law in Indonesia aims to achieve social justice by protecting workers’ rights. However, the reality of law enforcement reveals a juridical anomaly in which Industrial Relations Court decisions that have obtained permanent legal force (inkracht van gewijsde) are frequently not executed (non-executable). Consequently, workers’ normative rights, such as the right to severance pay and unpaid wages, remain unfulfilled. This study aims to analyze the root causes of such execution failures and to formulate effective institutional solutions. Utilizing a normative juridical research method with statutory, conceptual, and case approaches, this research examines the dependence of Law Number 2 of 2004 on the Civil Procedure Law—specifically the HIR/RBg—which is passive and formalistic in nature. The results indicate that execution failure is caused by the burden of asset proof being placed entirely on the worker. Furthermore, the absence of the court’s investigative authority to conduct asset tracing, along with judges’ weak application of Conservatory Attachment (Conservatoir Beslag) and Penalty Payments (Dwangsom), exacerbates the situation. Dependence on the archaic HIR/RBg procedures proves incompatible with the characteristics of labor disputes that demand speed. This is worsened by the dynamics of non-standard employment relationships in the gig economy, which are vulnerable to asset stripping. This study concludes that without procedural law reform, Industrial Relations Court decisions remain merely illusory judgments. Therefore, the establishment of a Special Execution Unit within the Industrial Relations Court, with autonomous authority to access integrated asset data, is recommended. Additionally, the issuance of regulations mandating the application of Dwangsom on an ex officio basis in every condemnatory (condemnatoir) decision is necessary to guarantee legal certainty and substantive justice for workers.
Model Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI Merdeka Peminatan Kimia SMAN 8 Makassar (studi pada materi pokok kesetimbangan kimia) Ekawati, Dian; Allo, Eda Lolo; Herawati, Netti
ChemEdu Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v6i3.79980

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh peserta didik yang kurang aktif dalam proses pembelajaran terutama pada materi kesetimbangan kimia dikarenakan tergolong materi komples dimana terdapat perhitungan dan konsep yang bersifat abstrak yang mengakibatkan hasil belajar peserta didik tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi kesetimbangan kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-experiment dengan desain penelitian one-group pretest-posttest. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model RADEC sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar peserta didik pada materi kesetimbangan kimia. Populasi penelitian adalah kelas XI Merdeka Peminatan Kimia SMAN 8 Makassar tahun ajaran 2024/2025 yang terdiri dari 5 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Sampel penelitian ini adalah kelas XI Merdeka Peminatan Kimia 7 dengan jumlah peserta didik sebanyak 27 orang. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan N-gain dimana rata-rata N-gain hasil belajar menunjukkan 0,72 dengan kategori tinggi. Data hasil belajar terdistribusi normal sehingga pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t satu dan diperoleh thitung = 21 > ttabel = 1,76, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa model RADEC efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI Merdeka Peminatan Kimia SMAN 8 Makassar. ABSTRACT This research is motivated by students who are less active in the learning process, especially on chemical equilibrium material because it is classified as complex material where there are calculations and abstract concepts that result in low student learning outcomes. This study aims to determine the effectiveness of the Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) model on improving student learning outcomes on chemical equilibrium material. The research method used is a pre-experiment with a one-group pretest-posttest research design. The independent variable in this study is the application of the RADEC model while the dependent variable is student learning outcomes on chemical equilibrium material. The study population was class XI Merdeka Chemistry Specialization SMAN 8 Makassar in the 2024/2025 academic year consisting of 5 classes. Sampling was done randomly. The sample of this study was class XI Merdeka Chemistry Specialization 7 with a total of 27 students. The research instrument was a learning outcome test. Data collection was carried out by administering a pretest and posttest. Data analysis was conducted descriptively using N-gain where the average N-gain of learning outcomes showed 0.72 with a high category. The learning outcome data were normally distributed so that hypothesis testing was conducted using a one-t test and obtained tcount = 21 > ttable = 1.76, so H0 was rejected and H1 was accepted. This shows that the RADEC model is effective in improving the learning outcomes of class XI Merdeka Chemistry students at SMAN 8 Makassar.
Edukasi Tanda Persalinan dan Tanda Bahaya Persalinan pada Ibu Hamil melalui Media Kartu Bertangkai Interaktif di Puskesmas Praya Ekawati, Dian; Rahayu, Ririn Apriana; Sinatin, Rasmi; Maryam, Siti
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i1.1162

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) masih menjadi tantangan global dan nasional, termasuk di Indonesia yang mencatat peningkatan AKI dari 177 menjadi 189 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda persalinan dan tanda bahaya berkontribusi signifikan terhadap keterlambatan penanganan. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui edukasi interaktif menggunakan media kartu bertangkai di wilayah kerja Puskesmas Praya. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif berbasis community-based education, mengombinasikan ceramah interaktif, audiovisual, permainan edukatif, dan pelatihan kader. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, serta observasi partisipasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana kemampuan peserta dalam mengenali tanda persalinan meningkat dari 38,5% menjadi 92,3%, sedangkan pengenalan tanda bahaya meningkat dari 30,8% menjadi 84,6%. Media kartu bertangkai terbukti efektif memperkuat pemahaman visual dan meningkatkan keterlibatan peserta dalam proses belajar. Penerapan metode interaktif ini tidak hanya memudahkan ibu hamil mengidentifikasi kondisi risiko secara cepat, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi persalinan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media edukasi visual-partisipatif dapat menjadi strategi yang direkomendasikan dalam upaya peningkatan literasi kesehatan maternal dan pencegahan komplikasi persalinan di masyarakat.
Pengaruh Terapi Akupunktur Pada Pasien Hipertensi Di Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat Makassar Hasnah, Hasnah; Ekawati, Dian
Journal of Islamic Nursing Vol 1 No 1 (2016): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.217 KB) | DOI: 10.24252/join.v1i1.3505

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah penyakit yang disebut sebagai the silent killer, Penyakit ini  penyumbang kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) yang meningkat pada tahun 2013 dari 41,7% menjadi 60%   dan  menyebabkan penyakit lain contohnya adalah serangan jantung, stroke gangguan ginjal, dan juga kebutaan, saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi diseluruh dunia, dan 3 juta diantaranya meninggal setiap tahunnya, 7 dari setiap 10 penderita tersebut tidak mendapatkan pengobatan secara adekuat. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mengobati hipertensi adalah Akupunktur. Metode: Metode penelitian berupaPre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Februari - 1 Maret 2016. Analisa data menggunakan uji statistikPaired t-test. Pengumpulan sampel menggunakan metode Accidental Sampling dan diperoleh 10 responden. Hasil: Hasil uji Paired t-test  data tekanan darah sistol  diastol sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menunjukkan p value =0.000, hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan terapi akupunktur dalam menurunkan tekanan darah sistol dan diastol pada pasien hipertensi. Terapi akupunktur dapat mengharmonisasikan aliran qi dan darah sehingga akan merelaksasikan spasme dan menurunkan tekanan darah. Selain itu penusukan akupunktur pada titik tertentu merupakan Diskusi: Selain itu penusukan akupunktur pada titik tertentu merupakan rangsangan pada saraf aferen yang akan diteruskan ke cornu posterior medulla spinalis kemudian ke cornu intermediolateral lalu kesusunan saraf otonom yang menimbulkan hambatan rangsangan simpatis sehingga terjadi vasodilatasi. Jadi terapi  komplementer ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi seseorang yang mengalami hipertensi. 
PENCEGAHAN ANEMIA PADA PEREMPUAN USIA SUBUR DI KECAMATAN CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Yuliawati, Susi; Ekawati, Dian; Machdalena, Susi; Nafhanda, Alyssa Myrelia
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58320

Abstract

Menurut data WHO, anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian pada perempuan usia subur, terutama saat mereka hamil dan melahirkan. Selain itu, perempuan usia subur yang menderita anemia menjadi kurang produktif dan memiliki kemampuan akademik yang kurang. Di Indonesia 30% perempuan berusia antara 15-24 tahun menderita anemia. Sedangkan di Jawa Barat yang berpenduduk lebih dari 47 juta jiwa,  lebih dari 50% perempuan usia SMP menderita anemia (Roche dkk., 2018) Melihat situasi ini, pemerintah Indonesia mengacu kepada WHO memberikan tablet suplemen penambah darah bagi perempuan usia subur di Indonesia. Namun, pemberian tablet ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena banyak faktor yang melatarbelakanginya. Faktor sosial budaya seperti adanya mitos bahwa perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh makan ikan atau daging karena dapat mengakibatkan darahnya menjadi bau anyir, menjadi salah satu penyebab banyak perempuan usia subur kekurangan zat besi. Pemahaman yang rancu antara darah rendah dan kurang darah pun masih ada, sehingga perempuan tidak mau diberi tablet tambah darah karena takut membuatnya menderita tekanan darah tinggi (Roche dkk., 2018). Padahal anemia ini dapat dicegah dari awal dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap. Menyikapi situasi dan kondisi di atas, pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema “Pencegahan Anemia pada Perempuan Usia Subur di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung”. Peserta penyuluhan ini adalah para perempuan berusia subur anggota majelis taklim Al Amanah di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para perempuan usia subur lebih memperhatikan kondisi kesehatan dirinya, terutama yang berkaitan dengan anemia, sehingga mereka dapat mengoptimalkan dirinya dan juga dapat melahirkan generasi yang sehat.
PERCEPATAN TRANSFORMASI DIGITAL DI DESA NAGARAWANGI, KECAMATAN RANCAKALONG SEBAGAI UPAYA PROMOSI PEMAJUAN KEBUDAYAAN DESA Ekawati, Dian; Rachmat, Ani; Yuliawati, Susi; Tiswaya, Waway; Suryadimulya, Agus S.
Midang Vol 3 No 3 (2025): Midang, Oktober 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i3.63867

Abstract

We are currently in a period that is highly influenced by digital technology. This digital transformation is radically changing the industrial structure due to the spread of technologies such as artificial intelligence, big data, cloud computing, virtual reality, augmented reality and others. Among these industries, tourism is one that occupies an important position in accelerating digital transformation. This development has spread to the villages. This community service program (PPM) “Unpad Bermanfaat” aims to support the digitalization process as a means of promoting the advancement of cultural tourism in Nagarawangi Village, Rancakalong District, Sumedang Regency. Problems that arise in this process include costs, human resources and the readiness of the authorities to make it happen. By applying the ABCD method initiated by John McKnight and Jody Kretzman which focuses on assets in the field, this program conducted surveys, Focus Group Discussions (FGD), digital optimization training, and digital marketing training. The results of this activity showed increased awareness and enthusiasm of village communities and SMEs to utilize digital platforms for promoting tourism potential and local products. The main tourism potential identified is cultural tourism, particularly the Tarawangsa traditional art in Kampung Adat Cijere, which has attracted international tourists. However, digital promotion is still limited, requiring strategic digitalization that is cost-effective and optimizes existing community resources. Keywords: digital transformation; promotion; advancement; rural culture