Claim Missing Document
Check
Articles

Pemikiran Balaghah Menurut Ibn Qutaibah: الفكر البلاغي عند قتيبة Alif Alvian Mawaddi Hamid; Ahmad Dardiri; Raswan; Achmad Fudhaili
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2025): APRIL-JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3eqcrp90

Abstract

Balaghah is the science that studies the beauty and effectiveness of language in conveying meaning accurately and beautifully. Ibn Qutaibah (d. 276 AH) is one of the early figures who paid great attention to the aspect of balaghah in the study of language and interpretation. Through his works such as Ta’wil Mushkil al-Qur’an and Adab al-Katib, he proposed an approach that balances between literal meaning and contextual meaning, while emphasizing the importance of aesthetic and rhetorical elements in understanding texts, particularly the Qur’an. This research shows that Ibn Qutaibah's rhetorical thought (balaghah) focuses on the understanding of the Arabic language and its rhetorical styles. It provides an in-depth analysis of poetry and prose, covering concepts such as majaz, kiasan, isti’arah, tasybih, tasjim, and emphasizes the importance of meaning and style in expression, contributing to the development of rhetorical studies. This method employs library research, which is a data collection method that involves understanding and studying theories from literature related to the research. The data sources for this research are obtained from relevant literature such as books, scientific articles, or journals on the chosen topic. The results of this study indicate that Ibn Qutaibah's balaghah thought emphasizes and focuses on the understanding of the Arabic language, the depth of meaning, and the accuracy in conveying messages.
Perbandingan antara Kinayah, Majaz, dan Tasybih dalam Ilmu Balaghah Muhamad Fauzan Halim; Siti Marhamah; Raswan; Ahmad Dardiri
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pwe5s182

Abstract

Ilmu Balaghah merupakan cabang ilmu dalam bahasa Arab yang membahas keindahan dan kefasihan dalam penyampaian makna. Tiga unsur utama dalam Balaghah adalah Kinayah, Majaz, dan Tasybih, yang masing-masing memiliki peran dan karakteristik berbeda dalam membentuk keindahan bahasa. Kinayah menyampaikan makna secara tersirat tanpa menyebutkannya secara langsung. Majaz menggunakan kata dengan makna figuratif berdasarkan hubungan tertentu, sedangkan Tasybih memberikan perbandingan eksplisit antara dua hal yang memiliki kemiripan sifat. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan dan persamaan di antara ketiga konsep ini dengan memberikan definisi, contoh, serta perbandingan sistematis. Pemahaman terhadap konsep-konsep ini sangat penting dalam mendalami keindahan bahasa Arab, baik dalam sastra maupun dalam pemahaman Al-Qur'an
Tasybih dalam Mu’allaqoh Zuhair bin Abi Sulma: Kajian Balaghah dan Analisis Amarulloh; Ahmad Dardiri; Raswan; Achmad Fudhaili
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/evnddb62

Abstract

This research aims to analyze the use of tasybih in Mu'allaqah Zuhair bin Abi Sulma using a balaghah analysis approach. The method used is qualitative research with a library research design. Primary data is in the form of 65 pieces in Mu'allaqah Zuhair bin Abi Sulma, while secondary data comes from literature discussing the science of balaghah, especially the science of bayan. The data collection technique was carried out using reading and writing techniques, while data analysis used a qualitative descriptive method with the Miles and Huberman interactive analysis model, which includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results showed that Zuhair bin Abi Sulma used various types of tasybih, such as mursal mufashal tasybih, baligh tasybih, and dhimni tasybih. Tasybih mursal mufashal is used to clarify the meaning by mentioning the tasybih instrument explicitly, while tasybih baligh provides a stronger effect by omitting the tasybih instrument. Meanwhile, dhimni tasybih present implied meanings that require deeper interpretation. Analysis found 10 baits in Mu'allaqah that contained tashbih elements. The use of prayer beads not only functions as a stylistic tool, but also strengthens the aesthetic and rhetorical values ​​in poetry, reflecting the poet's wisdom and moral message.
Teori Ilmu Uslub (Stilistika) Menurut Syukri Muhammad Ayyaddan Perbandingannya dengan Ilmu Balaghah Ummu Salamah; Ahmad Dardiri; Raswan; Achmad Fudhaili
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8wndz156

Abstract

Artikel ini mengkaji teori ilmu uslub (stilistika) menurut Syukri Muhammad Ayyad serta perbandingannya dengan ilmu balaghah. Ilmu uslub atau Stilistika dipahami sebagai ilmu modern yang menelaah gaya bahasa dalam karya sastra, dengan pendekatan yang menekankan unsur estetika, psikologis, dan konteks sosial. Dalam kitab Madkhal ila ‘Ilm al-Uslub, Syukri Ayyad memandang ilmu uslub (stilistika) sebagai ilmu deskriptif yang fleksibel dan berkembang, berakar dari ilmu balaghah tetapi lebih kompleks dalam pendekatan dan objek kajiannya. Sementara itu, ilmu balaghah lebih bersifat normatif dan sistematis, dengan fokus pada penyampaian bahasa yang sesuai dengan kaidah dan logika. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis.
Pendekatan Deskripsi terhadap Tasybih dalam kitab Asrar Al Balagah Karya Al Jurjani dan Relevansinya dalam Sastra Arab Sulaeman; Raswan; Ahmad Dardiri; Achmad Fudhaili
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/yc8gsb28

Abstract

Penelitian ini membahas konsep Tasybih (perumpamaan) dalam perspektif, karya Asrar Al Balagah monumental ‘Abdul Qahir al-Jurjani, seorang tokoh penting dalam khazanah ilmu balāghah klasik. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif-retoris dengan metode studi pustaka terhadap teks primer dan literatur pendukung. Puisi Arab klasik yang sarat dengan keindahan bahasa dan nilai estetika, menjadikan Tasybih sebagai sarana utama dalam menyampaikan makna secara mendalam, bukan hanya sebagai ornamen retoris, tetapi juga sarana penyampai pesan moral dan budaya. Al-Jurjani melalui Asrar Al Balagah menempatkan Tasybih sebagai unsur utama dalam keindahan gaya bahasa Arab. Ia menjelaskan unsur-unsur dasar Tasybih (al-musyabbah, al-musyabbah bih, adat al-tasybih, dan wajh al-syibh), serta klasifikasinya berdasarkan kejelasan perangkat dan bentuk perbandingan. Dalam karyanya, al-Jurjani tidak hanya menyusun teori, tetapi juga mengkritik dan mengapresiasi karya penyair terdahulu seperti al-Buhturi dan Ibn al-Mu‘tazz. Temuan makalah ini menunjukkan bahwa konsep Tasybih menurut al-Jurjinibukan sekadar alat keindahan, tetapi representasi dari kecanggihan berpikir, kekuatan logika, dan kedalaman makna dalam retorika Arab klasik.
Muhassinat Ma’nawiyah ( Ilmu Badi ) dalam  Al-Qur’an Ira Ainul Latifah; Ahmad Dardiri; Raswan; Achmad Fudhaili
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9mzz2x45

Abstract

Penelitian ini membahas muhassinat Ma’nawiyah dalam ilmu badi pada ayat ayat di dalam Al-Qur’an. Ilmu Badi’ merupakan salah satu cabang dari ilmu Balaghah dalam kajian bahasa Arab yang berfokus pada keindahan gaya bahasa, salah satu aspek penting dalam ilmu badi adalah Muhassinat Ma’nawiyah ( Keindahan kalam dalam segi makna ), Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian, jenis jenis dan contoh contoh muhassinat Ma’nawiyah yang ada di dalam ayat Al-Qur’an, metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap karya karya klasik seperti kitab “Al Badi” karya Ibn Mu’taz dan kitab “Balaghah Wadhihah” karya Ali Al Jarim dan Musthafa Amin. Hasil kajian menunjukan bahwa Muhassinat Ma’nawiyah memiliki peranan penting dalam memperindah makna dan memperkuat pesan yang ada di dalam Al Qur’an, berikut jenis jenis Muhassinat Ma’nawiyah yang terdapat di dalam Ayat Al Qur’an, Tauriyah surat Al An’am ayat 60, At Thibaq surat Az Zumar ayat 5 dan 9, Muqobalah surat Al Isra Ayat 57, Uslub Al Hakim Al Baqarah ayat 135, Husnu Ta’lil An Naba ayat 6 dan 7.
Pembaruan Ilmu Balaghah dalam Pemikiran Ahmad Asy-Syayib melalui Karyanya Al-Uslub Jayadi, M. Irwan; Raswan; Dardiri, Ahmad; Fudhaili, Achmad
Andragogia: Journal Education Science And Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Andragogia: Journal of Educational Sciences and Islamic Studies
Publisher : Lembaga Pengkajian Pengembangan Pendidikan dan Kewirausahaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/andragogia.v2i1.747

Abstract

This study examines the reformist thought in the science of Arabic rhetoric (balaghah) proposed by Ahmad Asy-Syayib through his seminal work Al-Uslub. Utilizing a library research approach with critical content analysis, the study explores Asy-Syayib’s innovative framework in reinterpreting balaghah, particularly through the incorporation of psychological dimensions, the principle of mu?abaqah (correspondence between meaning and expression), and the intrinsic connection between linguistic style and individual character. His approach bridges the classical rhetorical tradition with modern perspectives, without disregarding the intellectual legacy of the past. The reform is intended to render balaghah more relevant within the realms of contemporary literary and communication studies. Despite facing some criticism, his ideas are regarded as a significant alternative foundation for the development of modern Arabic rhetorical studies.
Penggunaan Model Make a Match untuk Meningkatkan Kemampuan Mufradat Siswa Madrasah Ibtidaiyah Edidarmo, Toto; Dardiri, Ahmad; Khairi, Andhika
Kalimatuna: Journal of Arabic Research Vol. 1 No. 2 (2022): Kalimatuna: Journal of Arabic Research
Publisher : Department of Arabic Education - Faculty of Educational Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kjar.v1i2.27988

Abstract

Researchers found obstacles in the vocabulary teaching process, including not using effective learning strategies and models in learning Arabic vocabulary. This study aims to reveal vocabulary learning procedures and the effectiveness of the make-a-match model in vocabulary teaching. This research used a quantitative approach and quasi-experimental methods with a non-equivalent group design model. The sample from this study was comprised of 22 students in grade 5A, Nurul Huda Sampora, as an experimental group, and 22 students in grade 5B, as a control group. The data collection techniques used are direct observation, personal interviews, pre-test and post-test, as well as documentation. Researchers used the T test formula in analyzing the data. Researchers concluded that the make a match model in the teaching of Arabic vocabulary is effective.
الاستعارة في كتاب "الشفاء" لابن سينا: دراسة تحليلية بلاغية في ضوء تعريف السكاكي Muhammad Fakhri Nurfauzan; Raswan; Achmad Fudhaili; Ahmad Dardiri
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/y7b8vy66

Abstract

يهدف هذا البحث إلى دراسة ظاهرة الاستعارة في كتاب "الشفاء" لابن سينا من منظور بلاغي، مع الاعتماد على تعريف السكاكي وتصنيفاته الدقيقة للاستعارة. تُعدّ الاستعارة أداة بلاغية فعّالة تُستخدم لتقريب المعاني المجردة إلى الأذهان، ولا سيّما في النصوص الفلسفية التي تتطلب تعبيرًا رمزيًا وتخيّليًا لتوضيح المفاهيم العقلية. انطلق البحث من التعريف الاصطلاحي للاستعارة عند السكاكي الذي يُبرز العلاقة بين طرفي التشبيه على أساس الادعاء العقلي، ثم انتقل إلى تصنيف أنواع الاستعارة بحسب ذكر الطرفين، ونوع اللفظ، والتزيين، والحقيقة. وبتحليل نماذج مختارة من كتاب "الشفاء"، تبيّن أن ابن سينا يوظف الاستعارة لتحقيق وظائف متعددة، أبرزها: التوضيح، التعبير المركّب، بناء المفاهيم، الربط بين المحسوس والمعقول، وإثارة الخيال الفلسفي. وقد كشف التحليل عن وعي لغوي دقيق لدى ابن سينا يُقارب البيان الفلسفي بالبيان البلاغي. وبذلك، يُسهم البحث في إظهار أهمية البلاغة في الخطاب الفلسفي، ويؤكد أن الاستعارة ليست ترفًا أسلوبيًا، بل ضرورة معرفية في بناء الفكر الفلسفي وتوصيله.
Pandangan Kritis Amin Al-Khuli Terhadap Tradisi Balaghah Klasik Shadiqul Wahdi; Raswan; Ahmad Dardiri
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xeqb9b38

Abstract

This paper explores Amin al-Khuli’s critical perspective on classical Arabic rhetoric (balaghah), which he viewed as rigid, formalistic, and outdated in addressing modern communicative needs. In his seminal work Fann al-Qawl, al-Khuli redefined balaghah as the art of effective speech that emphasizes context, purpose, and rhetorical impact, rather than merely aesthetic structure. He advocated for integrating logical and aesthetic elements and expanded the function of declarative sentences to include expressive and emotional dimensions. Rejecting the traditional divisions of balaghah, al-Khuli proposed a more functional pedagogical structure covering words, sentences, paragraphs, and texts. His approach positions balaghah within a dynamic, humanistic framework, closely tied to lived experience and socio-cultural development. This study affirms that al-Khuli’s ideas offer a foundation for revitalizing balaghah as a relevant and applicable discipline in modern Arabic language education.