Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES PRODUKSI PENGOLAHAN PLASTIK POLYETHLENE DI PT. PLASTIK KARAWANG FLEXINDO Dadan Ma'arif; Kardiman
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i1.6664

Abstract

Proses produksi adalah kegiatan menciptakan atau meningkatkan kegunaan suatu produk atau jasa sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan manusia, dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku, dan modal. Proses produksi plastik pada umunya meliputi bebrapa tahapan seperti mixing dan blowing. Dalam proses produksi plastik mesin mixing mengaduk bahan kemudian di teruskan oleh  mesin blowing untuk mengolah biji plastik menjadi bentuk akhir plastik berupa gulungan (roll). Bahan baku utama yang digunakan berupa biji plastik High Density Polyethlene (HDPE) dan Low Density Polyethlene (LDPE). Dalam proses pembuatan kantong plastik atau roll plastik tidak melulu mendapatkan hasil yang sempurna. Dengan demikian, kecacatan terhadap suatu produk dapat terjadi sewaktu-waktu dan oleh sebab itu maka dapat dicari sumber masalahnya. Dalam mengidentifikasi masalah, penulis menggunakan diagram fishbone guna mempermudah dalam mencari suatu akar permasalahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2022 di PT. Plastik Karawang Flexindo. Kata Kunci: Proses Produksi; HDPE; LDPE; Diagram Fisbone
PROSES BROACHING PADA LUBANG ARM REAR BRAKE MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI PT CIPTAUNGGUL KARYA ABADI Muhammad Rifqi Firdaus; Kardiman
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i1.6673

Abstract

Pengusaha industri manufaktur yang bergerak dibidang pembuatan suku cadang otomotif dengan memproduksi komponen kendaraan bermotor khususnya roda dua yaitu dengan hasil produksinya suku cadang sepeda motor terutama arm rear brake. Dalam pembuatan suku cadang kendaraan bermotor pemilihan material sangat penting agar kekuatan material bisa terpenuhi, begitu juga dalam proses pembuatan arm rear brake sehingga dalam tahapan proses broaching bisa optimal karena yang menyebabkan terjadinya kegagalan pada suatu produk salah satunya kekuatan material. Kekuatan material merupakan sifat yang dimiliki oleh material. Perbaikan proses produksi dan desain produk bisa dilakukan dengan melalui identifikasi faktor-faktor kontrol dan settingannya seperti metode Taguchi dengan demikian proses produksi yang stabil dan hasil optimal dapat dicapai, Tujuan penelitian ini yaitu perbaikan proses dan desain produk melalui identifikasi faktor-faktor kontrol dan settingnya. Dengan demikian, produk yang lebih stabil dan bermutu tinggi dapat diperoleh. Dapat mengurangi jumlah pelaksanaan percobaan dibandigkan jika menggunakan percobaan lain, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Kata Kunci: Arm Rear Brake; Proses Produksi; Metode Taguchi; Pengendalian Produksi
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN SEAL CUTTING PADA PROSES PRODUKSI PLASTIK (STUDI KASUS DI PT. PLASTIK KARAWANG FLEXINDO) Riski Eka Prayoga; Kardiman
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i1.6692

Abstract

Penggunaan produk dari plastik di sektor industri mengalami peningkatan dikarenakan plastik memiliki keunggulan yaitu memiliki sifat ulet, mudah dibentuk, ringan, tidak korosif, dan dapat didaur ulang. Dengan itu, industri manufaktur plastik mengalami peningkatan permintaan produk yang membuat perusahaan bekerja lebih cepat. PT. Plastik Karawang Flexindo adalah salah satu perusahaan yang memproduksi olahan plastik. Namun seringkali proses produksi terhambat akibat terjadinya kerusakan komponen mesin yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi. Penelitian ini dilakukan unutuk mengetahui efektivitas dan kinerja mesin seal cutting palstik melalui metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai alat bantu mengukur batas antara kinerja aktual dengan kinerja potensial pada saat manufaktur. Penelitian yang dilakukan pada Maret 2022 – Mei 2022 menghasilkan nilai Availability Ratio sebesar 78,61%, nilai Performance Ratio sebesar 92,31% dan nilai Quality Ratio sebesar 99,16%. dan didapatkan rata – rata nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah 71%.  Pengukuran kerugian dilakukan dengan pendekatan Six Big Losses. Dari keenam faktor tersebut Idling and Minor Stopages Losses dengan nilai 49,74%, Reduced Speed Losses dengan nilai 19,67%, Setup and Adjusment Losses 17,93%, Equipment Failure Losses 3,45%, Defect Losses 0,58%, dan Reduced Yield 0%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penyebab kegagalan yang akan diperbaiki sesuai urutan prioritas adalah mengganti komponen mesin yang sudah tua dan pemeliharaan mesin berkala. Kata Kunci: Efektivitas mesin; Mesin seal cutting; Overall Equipment Effectiveness; Proses produksi.
PROSES PEMBUATAN BUSHING PADA SPAREPART COOLING DI BENGKEL BUBUT PURNAMA TEKNIK MANDIRI Wahyu Tri Prayogo; Kardiman
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i1.6742

Abstract

Bushing yang dibuat di Bengkel Bubut Purnama Teknik Mandiri diaplikasikani part cooling berfungsi sebagai pembagi dua saluran air panas dan air dingin melalui pipa tembaga menuju ke mold. Proses pembuatan bushing meliputi proses pemotongan material menggunakan mesin potong setelah pemotongan dilanjutkan dengan proses pembubutan menggunakan mesin bubut. Pengerjaannya yaitu, proses bubut muka (facing), proses pengeboran, proses bubut rata dalam, selajutnya diteruskan dengan proses bubut champer untuk finishing yang pengerjaannya dibagian ujung, quality control dilakukan pemeriksaan dengan cara mengecek ketajaman dari part dan mengecek ukuran dari bahan yang sudah dikerjakan. Material yang digunakan dalam pembuatan bushing yaitu material kuningan, Mesin yang digunakan dalam pembuatan bushing kuningan yaitu cutting wheels dan mesin bubut SP 1640 T. Sedangkan alat yang digunakan yaitu, jangka sorong digital, pahat bubut hss, kunci chuck, kunci pahat/tool post. Hasil penelitian yang diperoleh, baik kecepatan potong muka maupun kecepatan potong rata dalam lebih cepat daripada kecepatan potong pengeboran, karena pengeboran akan mendorong benda kerja lebih dalam dan kecepatan mesin lebih rendah, sehingga kecepatan potong lebih lambat. Serupa dengan nilai kecepatan pemakanan bubut muka dan rata dalam lebih cepat dari nilai kecepatan makan pada pengeboran. Dalam kasus pengeboran tersebt memakan benda kerja lebih dalam dan dengan demikian menciptakan lebih banyak gesekan, itu harus disesuaikan dengan kecepatan mesin yang lebih rendah sehingga benda kerja tidak melompat dari chuck/pahat yang rusak. Kata kunci : Bushing, Proses bubut, Sparepart Cooling
PROSES PRODUKSI H-BEAM DENGAN PROSES WELDED BEAM DI PT. GUNUNG RAJA PAKSI TBK Naufal Yossi Laksana; Kardiman
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i1.6750

Abstract

Welded beam adalah profile yang didapat dengan proses pengelasan 3 lembar plat yang terdiri dari 2 plat flange dan 1 plate web dibentuk menjadi profil I-Beam atau H-Beam. Proses pengelasan dilakukan dengan mesin las khusus SAW dan dilanjutkan proses pelurusan (straightening) karena akibat dari panas pengelasan tersebut menyebabkan profil welded beam akan bending atau twisted. Pada proses manufaktur welding beam di PT. Gunung Raja Paksi Tbk, pada produk-produk tersebut berada di bawah ruang lingkup produksi. Oleh karena itu, kualitas setiap produk welding beam salah satunya akan tergantung pada kualitas proses yang dilakukan pada produksi. Oleh karena itu proses pembuatan welding beam di PT. Gunung Raja Paksi Tbk sangat penting untuk di pahami. perhitungan OEE adalah untuk bisa menilai kerja sistem pemeliharaan serta memeriksa ketersediaan pada mesin ataupun sistem, effisiensi produk dan juga kualitas mesin. Dari hasil penelitian ini pengumpulan data dan perhitungan OEE mesin Oxy Cutting selama 3 bulan di PT Gunung Raja Paksi Tbk, hasil OEE tersebut dibulan pertama 71% , bulan ke dua 74 % dan di bulan ketiga 62%. Penurunan ini disebabkan oleh kurangnya income barang dari pesanan , dan banyak hari libur yang terjadi dibulan ketiga sehingga mesin tidak beroperasi. Kata Kunci: Welded Beam, Oxy Cutting, OEE  
Pengaruh Variasi Kecepatan Putar dan Kedalaman Pin Terhadap Kekuatan Tarik, Kekerasan dan Struktur Mikro Hasil Friction Stir Welding Material Aluminium 5052 Evan Pradana; Viktor Naubnome; Kardiman Kardiman
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v19i1.8425

Abstract

Friction Stir Welding adalah proses penyambungan dua buah logam yang memanfaatkan gesekan dari tool yang berputar dengan benda kerja sehingga menghasilkan panas yang mampu melelehkan benda kerja yang diam tersebut dan akhirnya tersambung menjadi satu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kedalaman pin dan kecepatan rotasi alat pin FSW terhadap sifat mekanik Aluminium 5052. Variasi yang digunakan adalah kecepatan putar 910, 1500, 2280 rpm dan kedalaman pin 3, 4, 4,8 mm. Pengujian mekanis yang dilakukan yaitu uji tarik, uji kekerasan Vickers dan pengamatan struktur mikro menggunakan mikroskop optik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin cepat kecepatan putar, kekuatan tarik semakin meningkat, pada kecepatan 910 rpm kekuatan tarik yang diperoleh dari 131,4 MPa menjadi 148,2 MPa pada 2280 rpm. Semakin besar kedalaman pin, kekuatan tarik semakin menurun, pada kedalaman pin 3 mm kekuatan tarik yang diperoleh dari 148,9 MPa menjadi 146 MPa pada 4,8 mm Semakin besar kecepatan putar dan kedalaman pin, nilai kekerasan menurun dimana pada kecepatan putar 910 rpm kekerasan 55,52 VHN menjadi 53,03 VHN pada kecepatan putar 2280 rpm. Sedangkan pada kedalaman pin 3 mm kekerasan 62,49 VHN menjadi 55,06 VHN pada 4,8 mm.
Penerapan Seven Tools untuk Mengendalikan Kualitas Produk Cacat pada Produk Konveksi di UMKM X Yofi Aziz Rafi Athallah; Kardiman Kardiman; Viktor Naubnome
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6295

Abstract

Dalam kondisi luasnya persaingan dimasa sekarang ini, dunia industri menjadi semakin ketat dalam bersaing termasuk pada usaha kecil seperti UMKM. UMKM X, berfokus pada produksi dan penjualan produk konveksi seperti pakaian, jaket, dan lainnya. Namun, dalam proses bisnisnya terutama proses produksi, perusahaan masih sering mengalami kecacatan pada produk yang dihasilkan. Pelaksanaan penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya cacat dan memberikan usulan perbaikan untuk menekan angka cacat. Seven tools menjadi metode yang diterapkan dalam mencapai tujuan penelitian. Data produksi pada bulan Maret 2022 menjadi data yang digunakan dalam proses penelitian ini. Hasil penerapan seven tools yang dilakukan dapat diketahui ada tiga jenis cacat yaitu jahitan tidak rapi, miss ukuran, dan adanya sobek kecil. Jahitan tidak rapi menjadi jenis cacat dominan berdasarkan diagram pareto dengan persentase 51,85%. Cacat terjadi disebabkan karena tiga faktor berdasarkan fishbone yaitu manusia, mesin, dan metode. Beberapa perbaikan yang diusulkan dalam penelitian ini diantaranya pembuatan SOP, jadwal perawatan mesin, pengadaan standar kualitas hingga adanya pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pekerja.
Proses Fabrikasi Pembuatan Plat Cetakan Penyangga Obat Nyamuk Bakar dengan Bahan Baja SKD 11 Menggunakan Mesin CNC Milling 3 Axis Johan Hendra Saputra; Ratna Dewi Anjani; Rizal Hanifi; Kardiman
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 2 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 2 April 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.588 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v7i2.2322

Abstract

Salah satu hambatan utama bagi perusahaan manufaktur adalah banyaknya jenis product yang diproduksi dan oleh karena itu sering terjadi perubahan perkakas, peralatan, dan aktivitas persiapan benda kerja lainnya. Jika sebuah perusahaan tidak meningkatkan pelayanannya, maka susah bersaing dengan perusahaan lain karena costumer lebih mengutamakan perusahaan yang menawarkan pelayanan yang cepat. Untuk meningkatkan kecepatan melayani customer, pelaku usaha perlu mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap  produktivitas perusahaan.Juga, inovasi produk lain yang kurang untuk menarik konsumen baru. Oleh sebab itu, agar bersaing dengan perusahaan lain, diperlukan investasi dalam penelitian dan pengembangan. Untuk mengetahui proses fabrikasi plat cetakan penyangga obat nyamuk menggunakan CNC milling. Untuk menambah pengetahuan mahasiswa supaya mengetahui dan memahami aplikasi ilmunya di dunia industri serta dapat menyerap dan berasosiasi dengan dunia kerja secara utuh.
Penerapan Seven Tools untuk Mengendalikan Kualitas Produk Cacat pada Produk Konveksi di UMKM X Yofi Aziz Rafi Athallah; Kardiman Kardiman; Viktor Naubnome
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6295

Abstract

Dalam kondisi luasnya persaingan dimasa sekarang ini, dunia industri menjadi semakin ketat dalam bersaing termasuk pada usaha kecil seperti UMKM. UMKM X, berfokus pada produksi dan penjualan produk konveksi seperti pakaian, jaket, dan lainnya. Namun, dalam proses bisnisnya terutama proses produksi, perusahaan masih sering mengalami kecacatan pada produk yang dihasilkan. Pelaksanaan penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya cacat dan memberikan usulan perbaikan untuk menekan angka cacat. Seven tools menjadi metode yang diterapkan dalam mencapai tujuan penelitian. Data produksi pada bulan Maret 2022 menjadi data yang digunakan dalam proses penelitian ini. Hasil penerapan seven tools yang dilakukan dapat diketahui ada tiga jenis cacat yaitu jahitan tidak rapi, miss ukuran, dan adanya sobek kecil. Jahitan tidak rapi menjadi jenis cacat dominan berdasarkan diagram pareto dengan persentase 51,85%. Cacat terjadi disebabkan karena tiga faktor berdasarkan fishbone yaitu manusia, mesin, dan metode. Beberapa perbaikan yang diusulkan dalam penelitian ini diantaranya pembuatan SOP, jadwal perawatan mesin, pengadaan standar kualitas hingga adanya pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pekerja.
PENGARUH VARIASI FRAKSI VOLUME FILLER TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT RAMBUT MANUSIA BERMATRIKS EPOXY DENGAN PENGUAT TALC POWDER Eko Nurprasetyo; Kardiman Kardiman; Ratna Dewi Anjani
Jurnal POLIMESIN Vol 19, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v19i2.2283

Abstract

Komposit adalah gabungan dari dua atau lebih material berbeda yang terdiri dari serat dan matriks. Penelitian ini menggunakan serat rambut manusia, talc, matrik epoxy dan hardener. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi volume filler terhadap sifat mekanik dari komposit epoxy-rambut dan komposit epoxy-rambut-bubuk talc. Pembuatan komposit dengan metode hand layup dengan spesifikasi variasi fraksi volume sebanyak 6 buah dan pengujian yang digunakan adalah uji SEM, uji tarik ASTM D-638, uji bending ASTM D-790, dan uji impak ASTM D-6110. Hasil studi komposit rambut epoxy menunjukkan bahwa semakin rendah fraksi volume rambut akan meningkatkan kerapatannya. Hasil pengujian menghasilkan bahwa uji tarik dengan nilai terbesar diperoleh dari fraksi volume 60% epoksi: 20% rambut: 20% bedak bernilai 1,58 kg/mm2. Uji bending fraksi volume epoksi 60%: 20% rambut: 20% bedak sebesar 4,26 kg/mm3. Uji impak tertinggi diperoleh dari fraksi volume rata-rata epoksi 60%: 40% rambut dengan nilai 4,07 kJ/m2 . Hal ini terjadi karena dari hasil uji tarik, uji bending, dan uji impak selain pendistribusian gaya yang merata oleh matrik juga didukung oleh serat yang mampu terikat dengan talcnya. Jadi unsur penambahan yaitu talc powder mempengaruhi sifat mekanik yaitu kekuatan impak, tarik,dan bending. Composite is a combination of two or more different materials consisting of fibers and a matrix. This research used human hair fiber, talc, epoxy matrix and hardener. The purpose of this study was to determine the effect of variations in filler volume fraction on the mechanical properties of the epoxy-hair composite and the epoxy-hair-talc powder composite. The manufacture of composites using the hand layup method with a specification of 6 volume fraction variations and the tests used were the SEM test, the ASTM D-638 tensile test, the ASTM D-790 bending test, and the ASTM D-6110 impact test. The results of the study of epoxy hair composites showed that the lower the volume fraction of the hair, the higher its density. The test results showed that the tensile test with the largest value was obtained from the volume fraction of 60% epoxy: 20% hair: 20% powder with a value of 1.58 kg/mm2. Epoxy volume fraction bending test 60%: 20% hair: 20% powder at 4.26 kg/mm3. The highest impact test was obtained from the average volume fraction of 60%: 40% hair epoxy with a value of 4.07 kJ/m2 . This happens because from the results of the tensile test, bending test, and impact test, in addition to the uniform distribution of forces by the matrix, it is also supported by fibers that are able to bond with the talc. So the added element, namely talc powder, affects the mechanical properties, namely the tensile and bending impact strength.
Co-Authors ., Marno A P Bayuseno A. P. Bayuseno Aa Santosa Aa Santosa Aab Arohman Ahmad Fikri Assidik Ahmad Shalihudin Al Ichlas Imran Aldriansyah, Muhammad Faisal Alfin Daffa Mubarok Ali, Muhammad Fathul Alvin Iskandar Aditya Anantha Malden Anggrek Oktaviameta Anjani, Ratna Dewi Arif Baidilah Arif Budiman Nugraha Aripin . Aripin Aripin Arrozaqqul Majid Arum, Ardiansyah Asep Iman Fathurrahman Banu Aji Bastaman Syah Bimantoro, Bagus Bobie Suhendra Boni Sena Dadan Ma'arif Deni Hidayat Deri Teguh Santoso Dewi Marlina Dhio Irawan Dian Budhi Santoso Dian Budhi Santoso Didis Cahyadi Doni Setyawan Dr. Edy Sujana,SE,Msi,AK . Eko Nurprasetyo Eri Widianto Eri Widianto Esti Taqwaningrum Evan Pradana Fachrudin, Afif Faizin Nawarda Fajri Julian Faradina C.S Farradina Choria Suci Farradina Choria Suci Fauzan D.S Fuadi Fauzan Hibatullah Fawzy Muhammad Bayfurqon Firdaus, Muhammad Rifqi Gamas Rizqilah Gede Adi Yuniarta Geri Permana Habibie Mochammad Hanfi, Rizal Hanifi, Rizal Hasbi Risqullah Hidayat, Rifky Nur Hilman Imadul Umam Ilham Ramadhan Iman Dirja Iman Dirja Iskandar, Don Joean Isnawati Isnawati Iwan Nugraha Iwan Nugraha Gusniar Iwan Nugraha Gusniar Johan Hendra Saputra Jojo Sumarjo Karna Haerudin Khalid Khalid Kusnadi, Kusnadi Lolla Amelia Ainun Luthfi Musthafa Luthfi Rachman Sidqi Mahardhika, Khabibbullah Enggal Mark, Wendry Marno Marno Marno, Marno Miko Mikael Mochammad Rajib El Atros Mohadly Satya Permadi Muhamad Mahbub Albuhori Muhamad Rikza Aldiansyah Muhammad Alfarhan Ficki Muhammad Andreansyah Muhammad Farhan Walidina Muhammad Rifqi Firdaus Munadi Munadi Najla Salsabila Najmudin Fauji Nanang Burhan Naubnome, Viktor Naufal Yossi Laksana Noviana Nurhikmat Nugraha, Asep Erik Oga Rahadin Oleh Oleh Oleh Oleh Pakpahan, Efendi Alvonco Pradityo Abimanyu Prasojo Yogatama Reza Gumelar Rifki Maulana Sidik Rio Julianto Sukarman Riski Eka Prayoga Rivaldi Rivaldi Rizal Hanfi Rizal Hanifi Rizal Hanifi Rizal hanifi Rizky Miftahul Amri Rohadin Rohadin Rosmawan Arwinda Setyaningrum Rudi Handoko Sahrul Asrofani Saputra, Muhammad Aji Saputra Aji Simon Petrus Sidabutar Siswadi Siswadi Siswadi Stefanus Aldy Kurniawan Stefanus Muryanto Sumardi Sumardi Tabayyun, Candan Teguh Pambudi Thoriq Azis Ujiburrahman Wahyu Tri Prayogo Wahyudin Wahyudin Wilanno, Marga Rizqi Yofi Aziz Rafi Athallah Yoggie Pratama Yuda Purwalaksana Zha Oktaviana Dela Putri, Zha Zha Zha Oktaviana Dela Putri