Claim Missing Document
Check
Articles

Proses Pembuatan Alat Sandblasting Portable untuk Diaplikasikan pada Komponen Permukaan Logam Karat Saputra, Muhammad Aji Saputra Aji; Dewi Anjani, Ratna; Kardiman
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v5i1.5134

Abstract

Sandblasting is a process for cleaning the surface of contaminated materials such as rust, salt, oil, paint and to obtain material profile characteristics to either roughen or smooth, where this process is often found in manufacturing companies. The sandblasting process is carried out by shooting abrasive material with high air pressure onto the metal surface so that that the dirt stuck to it will be eroded. Several methods can be used for cleaning metal surfaces, such as brushing with a wire, immersion in an acid solution, or with spraying solid particles in the form of sand as an abrasive substance or called sandblasting. This research design uses SS400 carbon steel material and makes a cabin using Galvanized Plate. The study results show that it can provide benefits in the process, and increase insight into how sandblasting equipment technology can be developed in the future.
ANALISIS KECACATAN PROSES PRODUKSI CYLINDER HEAD GASKET Mark, Wendry; Boni Sena; Kardiman
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 5 No. 2 (2024): ARMATUR: Artikel Teknik Mesin dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v5i2.5975

Abstract

combustion system, especially in the cylinder head gasket, which regulates the flow of fuel and air into the combustion chamber. A common problem is leakage due to imprecision, affecting compression pressure, engine performance, and potentially causing overheating. This research aims to analyze the temperature effects on cylinder head gaskets using the finite element method and to recommend appropriate thermal loads.The study employs a clinking method where a machine moves a ram to a die, pressing sheet metal to shape the gasket, followed by a blanking stage. Analysis is conducted using SolidWorks 2022. Results indicate that temperature significantly affects the gasket's strength. As temperature rises, the gasket's strength decreases. Stainless steel, the material used, expands with higher temperatures, altering dimensions and impacting the safety factor. The higher the temperature, the lower the strength and safety factors of the cylinder head gasket.This research highlights the crucial role of temperature in the design and material selection for cylinder head gaskets. Ensuring that gaskets can withstand thermal loads is essential for maintaining engine performance and preventing issues like overheating. By understanding the relationship between temperature and gasket strength, better materials and designs can be developed to enhance durability and reliability in internal combustion engines.
Analisis Pengaruh Penambahan Jumlah Bilah Turbin Angin Terhadap Torsi dan Daya Pada Airfoil NACA 0018 Pakpahan, Efendi Alvonco; Kardiman; Iwan Nugraha Gusniar
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 5 No. 2 (2024): ARMATUR: Artikel Teknik Mesin dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v5i2.6518

Abstract

This study aims to analyze the effect of increasing the number of blades on a vertical axis wind turbine on the torque and power generated using the NACA 0018 airfoil. The need for efficient and sustainable renewable energy sources underscores the importance of wind turbines in the energy sector. In wind turbine design, the number of blades is a critical factor that influences the turbine's performance and efficiency. Therefore, this research focuses on understanding how variations in the number of blades affect key performance parameters such as torque and power. Simulations were conducted using ANSYS software at wind speeds of 3 m/s, 5 m/s, and 8 m/s over 10 seconds, testing blade configurations of 2, 3, 4, and 5 blades. At 3 m/s and 5 m/s, the three-blade turbine produced the highest torque and power, with maximum values of 0.358271 Nm and 5.0073110 W at 3 m/s, and 0.99525 Nm and 20.83626 W at 5 m/s.At high wind speeds (8 m/s), the two-blade turbine showed excellent performance with a maximum torque of 1.806616 Nm and maximum power of 38.36925 W. The five-blade turbine had stable performance across all wind speeds but came with higher production and maintenance costs. The four-blade turbine offered intermediate performance, better than the two-blade but less efficient than the three-blade setup. This study concludes that the three-blade turbine is most efficient for low to medium wind speeds, while the two-blade turbine performs best at high wind speeds.
Analisis Variasi Tipe Sambumgan pada Material Komposit dengan Serat Sintesis Bimantoro, Bagus; Anjani, Ratna Dewi; ., Kardiman
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7089

Abstract

Scanning Electrone Microscope dilakukanpada salah satu spesimen sebelum dansesudah pengujian geser, guna melihatefektifitas sambungan dan kegagalan tiapsambungan yang digunakan. Terlihat padaspesimen yang disambungkanmenggunakan adhesive bonding dengantingkat kekasaran yang tinggi dapatmenyerab dengan baik pada keduaspesimen uji yang disambungkan,sehingga pada pengujian gesermendapatkan nilai beban maksimal yangpaling tinggi. Untuk kegagalan yangterjadi pada adhesive bonding adalahpengelupasan (peeling) yang disebabkanoleh sifat adhesive yang elastis dan tidakgetas, dan terlihat pada serat juga terjadikerusakan yang disebabkan olehpengelupasan adhesive di sekitar area yangdirekatkan menggunakan adhesivebonding.Sedangkan pada spesimen uji denganstandar ASTM D5961 yang disambungkanmenggunakan mur dan baut memilikitingkat kerapatan yang tinggi padaspesimen dengan tingkat kekasaran yangrendah. Namun memiliki beban maksimalyang dapat diterima pada spesimen ujidengan tingkat kekasaran yang cukuptinggi (kode spesimen B2) dengan nilaisebesar 3791,25 N.
Simulasi Faktor Keamanan Dan Pembebanan Frame Pada Turbin Angin Type Darrieus Firdaus, Muhammad Rifqi; ., Kardiman; Hanifi, Rizal
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7072

Abstract

AbstrakAnalisis terhadap kerangka turbin angin jenis Darrieus menunjukkan bahwa kerangka tersebut telah memenuhi standar keamanan baik dalam perhitungan teoritis maupun melalui simulasi. Beban yang diterapkan pada kerangka meliputi beban pada lengan sudu, sudu, poros, pulley, V-belt, dan generator sebesar 14 Kg. Hasil dari perhitungan teoritis menunjukkan bahwa tegangan maksimal yang terjadi pada kerangka adalah 1,653 x 107 N/
Pengaruh Variasi Jarak dan Letak Hole Joint pada Kekuatan Sambungan Baut Wilanno, Marga Rizqi; ., Kardiman; ., Aripin
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.6907

Abstract

Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan didapatkan hasil bahwa pengaruh konfigurasi sambungan baut memberikan beberapa pengaruh sebagai berikut:Pada pengujian tarik menggunakan mesin JTM didapatkan hasil konfigurasi baut secara horizontal sebesar 48479,6 N yang dimana hasil tersebut lebih baik daripada hasil uji tarik konfigurasi baut secara zig-zag sebesar 47002,3 dan vertikal sebesar 42234,2. Perbedaan hasil tersebut dipengaruhi oleh luas penampang bruto daerah tidak berulir dari sambungan tersebut dimana sambungan baut horizontal memiliki penampang bruto lebih besar dari pada sambungan baut zig-zag dan vertikal sehingga konfigurasi sambungan baut secara horizontal memiliki efektifitas lebih baik dalam menahan beban maksimal daripada konfigurasi sambungan lain.Pada simulasi solidworks dengan von misses hasil dapat diketahui bahwa konfigurasi sambungan baut secara horizontal memiliki kekuatan lebih baik daripada konfigurasi baut zig-zag dan vertikal. Dimana hasil simulasi von misses sendiri sambungan baut horizontal memiliki kekuatan sebesar 823 MPa sedangkan sambungan baut zig-zag hanya sebesar 648 MPa dan sambungan baut vertikal sebesar 400 Mpa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konfigurasi horizontal memiliki efektifitas dalam menagan suatu beban yang lebih baik daripada konfigurasi sambungan baut vertikal atau zig-zag.Nilai safety factor yang diperoleh juga menunjukan bahwa safety factor pada konfigurasi sambungan baut horizontal, zig zag, dan vertikal memiliki nilai safety factor yang cenderung baik dan dapat di kategorikan cukup aman ketika diaplikasikan. Nilai safety factor yang didapatkan sendiri antara lain pada sambungan baut horizontal sebesar 1,08, sambungan baut zig zag sebesar 1,31 dan sambungan baut vertikal sebesar 2,08.Berdasarkan hasil pengujian tarik dan simulasi von misses solidworks dapat disimpulkan bahwa konfigurasi sambungan baut yang efektif diaplikasikan pada material ASTM A500 adalah konfigurasi sambungan baut horizontal. Hal tesebut dibuktikan juga dari data penelitian baik hasil uji tarik maupun hasil pengujian yang menunjukan bahwa sambungan baut horizontal memiliki efektifitas lebih baik daripada konfigurasi sambungan baut lain.
Proses Produksi Crank Case dengan Metode HPDC (High Pressure Die Casting) Hidayat, Rifky Nur; ., Marno; ., Kardiman
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.7073

Abstract

Berdasarkan kerja praktek yangtelah dilaksanakan dan laporan yangtelah disusun maka saya mendapatkesimpulan bahwa roses produksi dapat dikalukank jika perusahaan dapat menerimapesanan sebuah produk.Proses produksi yangmenggunakan die casting yangsangat berpengaruh kepadakecepatan produksi produk secaramasal agar permintaan pesan tidakterjadinya penumpukan pesanan. Pada proses injection terjadinyabeberapa tahapan di antara lainyaitu : In, Proses dan Out. Proses yang dilakukanpadaquenching ialah denganmotode direndam kedalam air.
Proses Pengoperasian Mesin CNC Milling 3 Axis di PT. Surya Logistik Internasional Ali, Muhammad Fathul; ., Kardiman; Hanifi, Rizal; Santoso, Deri Teguh
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.6854

Abstract

AbstrakMesin CNC adalah sebuah mesin perkakas yang dioperasikan oleh mesin yang diprogram dan dikelola oleh sistem Computer Numerical Control (CNC). Mesin CNC diciptakan pertama kali pada tahun 1952 oleh John Pearseon dari Institut Teknologi Massachusetts. Pada tahun 1973 masih sedikit perusahaan yang menggunakan mesin CNC dikarenakan harga yang sangat mahal. Pada tahun 1975 produksi mesin CNC mulai berkembang seiring dengan perkembangan Mikroprosesor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengoperasian mesin CNC Milling, untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan mata kuliah kerja praktek, untuk menambah wawasan mahasiswa di bidang pengoperasian mesin CNC Milling.Metode penelitian yang dipakai yaitu observasi, diskusi, dan studi literature. Hasil penelitian dari penelitiaan ini adalah Proses Pembuatan Cetakan Gagang Obat Nyamuk Bakar, Pembuatan Desain 3D, proses pemilihan bahan, proses pembuatan meliputi proses facing, Proses Groove Pisau Potong, Proses Pembuatan Lubang Dudukan Baut, Proses Pembuatan Drat Baut, hardening, grinding, wirecut, dan perakitan.Kata kunci: CNC Milling, Hardening, Wirecut, Facing.AbstractA CNC machine is a tool operated by a programmed machine and managed by a Computer Numerical Control (CNC) system. The CNC machine was first created in 1952 by John Pearseon of the Massachusetts Institute of Technology. In 1973, only a few companies used CNC machines due to their high cost. By 1975, CNC machine production began to flourish alongside the development of microprocessors. The purpose of this research is to understand the operation process of CNC milling machines, to fulfill the requirements forcompleting a practical work course, and to enhance students' knowledge in the field of CNC milling machine operation. The research methods used include observation, discussion, and literature study. The research findings include the process of manufacturing a mold handle for mosquito repellent, 3D design creation, material selection process, and manufacturing processes such as facing, groove cutting, bolt seat drilling, bolt threading, hardening, grinding, wire cutting, and assembly.Keywords: CNC milling, hardening, wire cutting, facin
Proses Produksi Arm Rear Brake Tipe Kyea Untuk Sepeda Motor Honda Verza PT. XYZ: Kyea Type Rear Brake Arm Production Process For Honda Verza Motorcycles PT. XYZ Alvin Iskandar Aditya; Kardiman; Bobie Suhendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v11i2.67471

Abstract

Dalam pembuatan suku cadang kendaraan bermotor pemilihan material sangat penting agar kekuatan material bisa terpenuhi, begitupun juga dalam pembuatan arm rear brake. Arm rear brake adalah komponen penting dalam sistem pengereman pada kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan Arm Rear Brake, mengetahui penyebab kecacatan pada proses pembuatan Arm Rear Brake, dan mengetahui perhitungan cycle time dalam proses produksi Arm Rear Brake. Dari hasil penelitian didapatkan proses produksi arm rear brake melewati 10 tahapan proses untuk mencapai produk siap pakai atau finish good yaitu: pemilihan bahan baku material, blanking, bending satu, piercing, bending dua, spot welding, broaching, chamfering, plating, dan final inspection. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa ideal cycle time untuk memproduksi arm rear brake adalah 0,0042 jam/unit. Dalam satu jam, mampu menghasilkan arm rear brake sebanyak 24 unit. Jumlah target yang ingin dicapai adalah sebanyak 190 unit dalam 8 jam. Namun, actual cycle time yang tercatat adalah 0,043 jam/unit, sehingga rata-rata unit yang dapat diproduksi dalam waktu operasi selama 8 jam adalah 186 unit. Kata kunci: Arm Rear Brake; cycle time; Cacat Produksi.
Analisis dan Optimalisasi Sistem Suspensi Mobil Listrik Anobrain-1 Universitas Singaperbangsa Karawang Aldriansyah, Muhammad Faisal; Kardiman; Bobie Suhendra
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i1.20417

Abstract

Sistem suspensi pada mobil listrik sangat penting untuk menopang beban, meredam getaran, dan menjaga stabilitas pada kecepatan tinggi. Suspensi Double Wishbone dengan lengan terhubung pada chasis dan roda adalah pilihan yang umum digunakan. Suspensi ini mengontrol sudut camber, meningkatkan pengendalian, dan mengurangi gejala roll atau sway, memberikan stabilitas saat melaju lurus. Suspensi Double Wishbone juga optimal untuk mobil listrik dengan sudut camber yang meningkatkan kontak roda dan memberikan akselerasi yang baik. Ketinggian roll center mobil ini adalah 0,156 m, dan tinggi center of gravity adalah 0,407 m dari titik bawah roda. Variasi material pada pegas shock absorber mempengaruhi sudut camber, dengan material ASTM-A401 Chrome Silicon yang optimal mendekati sudut camber 0° dan meningkatkan kontak roda. Perancangan mobil listrik perlu mempertimbangkan sudut koreksi pegas optimal 0° pada suspensi untuk stabilitas yang baik.
Co-Authors ., Marno A P Bayuseno A. P. Bayuseno Aa Santosa Aa Santosa Aab Arohman Ahmad Fikri Assidik Ahmad Shalihudin Al Ichlas Imran Aldriansyah, Muhammad Faisal Alfin Daffa Mubarok Ali, Muhammad Fathul Alvin Iskandar Aditya Anantha Malden Anggrek Oktaviameta Anjani, Ratna Dewi Arif Baidilah Arif Budiman Nugraha Aripin . Aripin Aripin Arrozaqqul Majid Arum, Ardiansyah Asep Iman Fathurrahman Banu Aji Bastaman Syah Bimantoro, Bagus Bobie Suhendra Boni Sena Dadan Ma'arif Deni Hidayat Deri Teguh Santoso Dewi Marlina Dhio Irawan Dian Budhi Santoso Dian Budhi Santoso Didis Cahyadi Doni Setyawan Dr. Edy Sujana,SE,Msi,AK . Eko Nurprasetyo Eri Widianto Eri Widianto Esti Taqwaningrum Evan Pradana Fachrudin, Afif Faizin Nawarda Fajri Julian Faradina C.S Farradina Choria Suci Farradina Choria Suci Fauzan D.S Fuadi Fauzan Hibatullah Fawzy Muhammad Bayfurqon Firdaus, Muhammad Rifqi Gamas Rizqilah Gede Adi Yuniarta Geri Permana Habibie Mochammad Hanfi, Rizal Hanifi, Rizal Hasbi Risqullah Hidayat, Rifky Nur Hilman Imadul Umam Ilham Ramadhan Iman Dirja Iman Dirja Iskandar, Don Joean Isnawati Isnawati Iwan Nugraha Iwan Nugraha Gusniar Iwan Nugraha Gusniar Johan Hendra Saputra Jojo Sumarjo Karna Haerudin Khalid Khalid Kusnadi, Kusnadi Lolla Amelia Ainun Luthfi Musthafa Luthfi Rachman Sidqi Mahardhika, Khabibbullah Enggal Mark, Wendry Marno Marno Marno, Marno Miko Mikael Mochammad Rajib El Atros Mohadly Satya Permadi Muhamad Mahbub Albuhori Muhamad Rikza Aldiansyah Muhammad Alfarhan Ficki Muhammad Andreansyah Muhammad Farhan Walidina Muhammad Rifqi Firdaus Munadi Munadi Najla Salsabila Najmudin Fauji Nanang Burhan Naubnome, Viktor Naufal Yossi Laksana Noviana Nurhikmat Nugraha, Asep Erik Oga Rahadin Oleh Oleh Oleh Oleh Pakpahan, Efendi Alvonco Pradityo Abimanyu Prasojo Yogatama Reza Gumelar Rifki Maulana Sidik Rio Julianto Sukarman Riski Eka Prayoga Rivaldi Rivaldi Rizal Hanfi Rizal hanifi Rizal Hanifi Rizal Hanifi Rizky Miftahul Amri Rohadin Rohadin Rosmawan Arwinda Setyaningrum Rudi Handoko Sahrul Asrofani Saputra, Muhammad Aji Saputra Aji Simon Petrus Sidabutar Siswadi Siswadi Siswadi Stefanus Aldy Kurniawan Stefanus Muryanto Sumardi Sumardi Tabayyun, Candan Teguh Pambudi Thoriq Azis Ujiburrahman Wahyu Tri Prayogo Wahyudin Wahyudin Wilanno, Marga Rizqi Yofi Aziz Rafi Athallah Yoggie Pratama Yuda Purwalaksana Zha Oktaviana Dela Putri, Zha Zha Zha Oktaviana Dela Putri