p-Index From 2021 - 2026
9.482
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Paramita: Historical Studies Journal International Journal of Nusantara Islam Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Jurnal Sejarah dan Budaya Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) Istawa: Jurnal Pendidikan Islam Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Muaddib: Islamic Education Journal Indonesian Journal of Instruction Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Historiography Jurnal Sejarah Islam Education & Learning Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora International Journal of Nusantara Islam Journal of Innovation and Teacher Professionalism Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Decolonizing Indonesian History Curriculum, 1946-1964 Utami, Indah Wahyu Puji; Sapto, Ari; Leksana, Grace Tjandra; Ayundasari, Lutfiah
Paramita: Historical Studies Journal Vol 34, No 1 (2024): The Election and Political History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v34i1.43482

Abstract

Decolonization of history education mainly seeks to decenter Eurocentric narrative in history curriculum and teaching. Whilst this topic has been widely explored, the discussion related to the decolonization of history education has yet to be explored. This research aims to trace the complex process of decolonization of the history curriculum in Indonesia, which took place at the beginning of its independence, and how the political situation might have influenced this process. Historical research was conducted. Archival materials were obtained from various institutions both in Indonesia and overseas. The data were analyzed and interpreted using decolonization as a framework. This research found that the Indonesian government has tried to decolonize the history curriculum by foregrounding the role of Indonesians in History. However, the effort was not easy because the references used in teaching were still written using sources from the colonial period. Moreover, this research shows that political changes could affect the history curriculum.Dekolonisasi pendidikan sejarah terutama berupaya untuk menghilangkan narasi Eurosentris dalam kurikulum dan pengajaran sejarah. Meskipun topik ini sudah banyak dieksplorasi, namun pembahasan terkait dekolonisasi pendidikan sejarah masih belum tereksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri kompleksnya proses dekolonisasi kurikulum sejarah di Indonesia yang terjadi pada awal kemerdekaannya, dan bagaimana situasi politik mempengaruhi proses tersebut. Penelitian sejarah dilakukan. Bahan arsip diperoleh dari berbagai institusi baik di Indonesia maupun di luar negeri. Data dianalisis dan diinterpretasikan dengan menggunakan kerangka dekolonisasi. Penelitian ini menemukan bahwa pemerintah Indonesia telah mencoba mendekolonisasi kurikulum sejarah dengan mengedepankan peran masyarakat Indonesia dalam Sejarah. Namun upaya tersebut tidak mudah karena referensi yang digunakan dalam pengajaran masih ditulis menggunakan sumber-sumber dari masa kolonial. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan politik dapat mempengaruhi kurikulum sejarah.
Merawat Ingatan Sejarah Lokal Peristiwa Berdarah Pada Agresi Militer II di Desa Peniwen Melalui Monumen Peniwen Affair Malang Cahyani, Vinda Regita; Ayundasari, Lutfiah
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.12301

Abstract

The Peniwen Affair Monument is one of the monuments located in Peniwen Village, Malang Regency. This monument was erected as a form of appreciation and to commemorate the services of health heroes (PMR) and victims who died during the Bloody Incident during the Second Military Aggression. However, currently, the existence of the Peniwen Affair monument is still underestimated by some local people and even regional government agencies. Researchers consider it important to write a historical study regarding the Peniwen Affair monument with the aim of maintaining historical memory. This research uses a historical method which consists of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. The Peniwen Affair Monument has the potential for interesting and unique historical tourism so that it can become an icon of community pride. The Peniwen Affair Monument is also clear evidence of the atrocities of KNIL soldiers during the Second Military Aggression in Peniwen Village. The KNIL soldiers' atrocities against the people of Peniwen sparked protests by the Peniwen Christian Congregation led by Ds. Martodipuro to the World Church World Church Council (WCC). This protest was responded to internationally and resulted in world condemnation of the Netherlands for human rights violations and the murder of health workers which was a war crime. Several efforts to revive and remember the history of the Bloody Events of 1949 have begun to exist, but they are limited to a few community groups. This should receive attention and receive support, especially from regional government agencies, especially in maintaining the historical preservation of the Peniwen Affair Monument. Apart from that, it is hoped that the history of the Peniwen Affair Monument can also be presented in learning activities through local history lessons with the aim of maintaining historical memory.Monumen Peniwen Affair merupakan salah satu monumen yang terletak di Desa Peniwen, Kabupaten Malang. Monumen ini didirikan sebagai bentuk penghargaan dan untuk mengenang jasa para pahlawan kesehatan (PMR) serta korban yang telah gugur saat Peristiwa Berdarah pada Agresi Militer II. Namun pada saat ini, keberadaan monumen Peniwen Affair masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat setempat bahkan instansi pemerintahan daerah. Peneliti memandang penting penulisan kajian sejarah mengenai monumen Peniwen Affair dengan tujuan untuk merawat ingatan sejarah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Monumen Peniwen Affair memiliki potensi wisata sejarah yang menarik serta unik sehingga dapat menjadi suatu ikon kebanggaan masyarakat. Monumen Peniwen Affair juga merupakan salah satu bukti nyata kekejaman tentara KNIL saat Agresi Militer II di Desa Peniwen. Kekejaman tentara KNIL terhadap masyarakat Peniwen memicu aksi protes Jemaat Kristen Peniwen yang dipimpin oleh Ds. Martodipuro ke Gereja Dunia World Church Council (WCC). Protes ini ditanggapi oleh internasional dan berujung pada kecaman dunia kepada Belanda atas pelanggaran HAM serta pembunuhan tenaga kesehatan yang merupakan kejahatan perang. Beberapa upaya untuk menghidupkan dan mengingat kembali sejarah Peristiwa Berdarah tahun 1949 sudah mulai ada, namun sebatas beberapa kelompok masyarakat. Seharusnya hal tersebut dapat menjadi perhatian dan mendapat dukungan, terutama dari pihak instansi pemerintahan daerah utamanya dalam menjaga kelestarian sejarah Monumen Peniwen Affair. Selain itu, diharapkan sejarah dari Monumen Peniwen Affair juga dapat dihadirkan dalam kegiatan pembelajaran melalui pembelajaran sejarah lokal dengan tujuan untuk merawat ingatan sejarah.
Internalization of Sheikh Jumadil Kubro's Da'wah Values for Character Education in History Subjects of the Merdeka Curriculum Nur Azizah, Ardila; Ayundasari, Lutfiah
International Journal of Nusantara Islam Vol 12 No 1 (2024): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v12i1.31991

Abstract

This research aims to explore and analyze the internalization process of the da'wah (Islamic propagation) values bequeathed by Sheikh Jumadil Kubro and their implementation in shaping students' character through the History subject in the Merdeka Curriculum. Sheikh Jumadil Kubro was a great 14th-century scholar who spread Islam in the Nusantara region. This research employs a qualitative method with a literature study aimed at exploring Sheikh Jumadil Kubro's da'wah values. The research findings reveal that Sheikh Jumadil Kubro possessed three characters relevant to the Pancasila Student Profile: 1) noble character, 2) global diversity, 3) critical reasoning. Thus, the integration of Sheikh Jumadil Kubro's da'wah values into the teaching of History in the Merdeka Curriculum can serve as a relevant model for producing a generation with an Islamic and patriotic character.
Reactualization of Islamic Education Based on Culture to Build National Character in the Era of Globalization (Study of Baritan Tradition in Ngeni Village, Blitar District) Wulandari, Selvi; Ayundasari, Lutfiah
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/juspi.v8i1.18430

Abstract

This research was conducted based on the crucial issue of education. Globalization provides benefits for countries to develop, but is not conducive to character education. Globalization brings many new values that cause the implementation of moral, cultural and religious values in children to decline. Education is the key to forming a young generation with character, so reactualization needs to be pursued. Character education is closely related to Islamic education. Many local traditions hold cultural and religious values, including the baritan tradition preserved by the community in Ngeni Village, Blitar Regency. The purpose of this research is the reactualization of Islamic education, especially culture-based by taking Islamic values in the baritan tradition.  This research uses descriptive qualitative research to present research based on natural settings. The results showed that in the midst of globalization, character education requires refreshment, so that local culture is not displaced by foreign cultures. In the baritan tradition, there are cultural and religious values that must be introduced and taught to the younger generation so that they do not fade and disappear in the times. The reactualization process is carried out through four steps, namely exemplary, habituation, supervision, and punishment and reward.
Internalization of Sheikh Jumadil Kubro's Da'wah Values for Character Education in History Subjects of the Merdeka Curriculum Nur Azizah, Ardila; Ayundasari, Lutfiah
International Journal of Nusantara Islam Vol 12 No 1 (2024): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v12i1.31991

Abstract

This research aims to explore and analyze the internalization process of the da'wah (Islamic propagation) values bequeathed by Sheikh Jumadil Kubro and their implementation in shaping students' character through the History subject in the Merdeka Curriculum. Sheikh Jumadil Kubro was a great 14th-century scholar who spread Islam in the Nusantara region. This research employs a qualitative method with a literature study aimed at exploring Sheikh Jumadil Kubro's da'wah values. The research findings reveal that Sheikh Jumadil Kubro possessed three characters relevant to the Pancasila Student Profile: 1) noble character, 2) global diversity, 3) critical reasoning. Thus, the integration of Sheikh Jumadil Kubro's da'wah values into the teaching of History in the Merdeka Curriculum can serve as a relevant model for producing a generation with an Islamic and patriotic character.
SUNAN GESENG: THE CATALYST OF ISLAMIC RENAISSANCE IN 15TH CENTURY KEDIRI Ningtiyas, Lintang Ayu; Ayundasari, Lutfiah
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol. 20 No. 2 (2023): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v20i2.27802

Abstract

ABSTRACTThe process of Islamization in Nusantara, especially in Java, cannot be separated from the role of Wali Songo. This role found momentum in the form of Islamic institutionalization through the Demak Sultanate, which was the first Islamic sultanate in Java. This sultanate could dominate almost all Java regions, including Kediri. Islam in Kediri was spread by Sunan Geseng, a student of Sunan Kalijaga who was given the task of spreading Islam to the southern part of Java. Researchers found that Sunan Geseng played a role in the spread of Islam in Kediri around the 15th century. In this research, researchers used historical methods with research stages, namely, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. This research aims to determine Sunan Geseng's role in spreading Islam in Kediri around the 15th century. Researchers found that Sunan Geseng traveled around the 15th century to spread Islam, including Kediri, after the Demak sultanate's founding. In Kediri, he used the Bil-hikmah da'wah method in preaching, founded a hermitage to teach Islamic teachings, and gave advice related to Islam.Keywords: Islamization, Kediri, the Role of Sunan Geseng ABSTRAKProses Islamisasi di Nusantara khususnya di Jawa tidak terlepas dari peran Wali Songo. Peran ini menemukan momentum dalam bentuk institusionalisasi Islam melalui Kesultanan Demak yang merupakan kesultanan Islam pertama di Jawa. Kesultanan ini mampu menghegemoni nyaris seluruh wilayah di Jawa termasuk Kediri. Islam di Kediri salah satunya disebarkan oleh Sunan Geseng yang merupakan murid Sunan Kalijaga yang mendapatkan tugas untuk menyebarkan agama Islam ke Pulau Jawa bagian selatan. Peneliti menemukan bahwa Sunan Geseng berperan terhadap penyebaran agama Islam di Kediri sekitar abad ke-15. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode historis dengan tahapan penelitian yaitu, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Sunan Geseng dalam penyebaran agama Islam di Kediri sekitar abad ke-15. Dari penelitian tersebut, peneliti mendapatkan hasil bahwa Sunan Geseng sekitar abad ke 15 melakukan perjalanan menyebarkan agama Islam termasuk ke Kediri setelah berdirinya kesultanan Demak. Di Kediri, beliau menggunakan metode dakwah Bil-hikmah dalam berdakwah, mendirikan padepokan untuk mengajarkan ajaran-ajaran Islam, serta memberikan nasihat-nasihat yang berhubungan dengan keislaman.Kata kunci: Islamisasi, Kediri, Peranan Sunan Geseng
Implementation of Learning Mockup of the Great Mosque Demak History of Islamic Acculturation Anggraini, Dila Putri; Ayundasari, Lutfiah
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 8 No 2 (2025): Muaddib: Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v8i2.32583

Abstract

This research contains a study on the application of mock-up media in history learning in Islamic acculturation materials. The main purpose of this study is to examine the application of mock-up media of the Great Mosque of Demak in learning the history of acculturation materials of the Islamic Kingdom. In addition to being a learning medium for the history of the Demak Grand Mosque mockup, it also has the potential to be used as an enrichment in learning Islamic History and Islamic Religious Education. The method used in this study is qualitative descriptive, which focuses on depicting phenomena in depth. The stages in this study consist of data collection, data filtering, presentation of results, and drawing conclusions or validating data. Information was collected from observations, documentation, interviews with history subject teachers, deputy heads of curriculum and X DKV students participating as research subjects. The results of the study show that the implementation of learning media using mockups can give a real impression of the object of the Great Mosque of Demak. History learning using a mock-up of the Great Mosque of Demak provides a better understanding for students regarding the form of acculturation of Islamic culture with the archipelago. The results of the evaluation show that the implementation of learning using a mock-up of the Great Mosque of Demak can illustrate the ability of students to develop. The use of mock-up media of the Great Mosque of Demak can make it easier for teachers to explain learning materials and create contextual learning so that learning goals are achieved.
JAVA INSTITUUT (1919-1940): PERAN LEMBAGA ILMIAH SEBAGAI UPAYA PEMAJUAN KEBUDAYAAN JAWA DAN KONTRIBUSI INTELEKTUAL LOKAL Setyawan, Aris Dany; Ayundasari, Lutfiah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i2p227-241

Abstract

Konsekuensi atas pelaksanaan politik etis di Indonesia adalah lahirnya kaum intelektual yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Java Instituut menjadi salah satu bukti majunya ilmu pengetahuan di masa kolonial Hindia-Belanda. Lembaga ini menyimbolkan adanya harmonisasi intelektual antara golongan kolonial dan lokal pada orientasi pemajuan kebudayaan Jawa. Tulisan ini bertujuan untuk mengupayakan adanya pembahasan yang mendalam tentang Java Instituut dengan menggunakan pendekatan sejarah. Selain itu, tulisan ini akan memberikan penjabaran kaitannya upaya Java Instituut dalam pemajuan kebudayaan Jawa serta peran tokoh lokal di dalamnya. Dengan demikian, metode sejarah yang meliputi tahapan pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi dirasa sesuai untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Java Instituut merupakan lembaga yang diusulkan oleh Mangkunegara VII yang kemudian disahkan oleh pemerintah kolonial berkat menjadi mosi di dalam Kongres Kebudayaan Jawa I tahun 1918. Upaya Java Instituut di dalam memajukan kebudayaan Jawa dilakukan melalui beberapa kegiatan seperti kongres kebudayaan, lomba karya tulis, kongres bahasa, penerbitan majalah dan surat kabar serta pendirian sekolah dan fasilitas budaya. Di dalam Java Instituut, tokoh intelektual lokal diberikan kesempatan yang besar dalam pemajuan kebudayaan, baik sebagai pengkaji maupun penggiat budaya.
PENGEMBANGAN KAJIAN SEJARAH TEMATIK SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR SEJARAH TINGKAT MENENGAH ATAS DI BLITAR Sapto, Ari; Ayundasari, Lutfiah; Ridhoi, Ronal; Khakim, Moch. Nurfahrul Lukmanul
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada guru sejarah di Blitar dalam rangka pengembangan bahan ajar sejarah tematik dengan materi sejarah lokal Blitar. Metode pengembangan yang dilakukan meliputi analisis kebutuhan, pelaksanaan workshop, dan pendampingan pengembangan bahan ajar. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru-guru sejarah di Blitar yang tertarik dalam pengembangan bahan ajar sejarah tematik. Hasil dari kegiatan ini adalah kumpulan tulisan dari kelompok guru yang dikombinasikan dengan artikel pemateri workshop untuk dipublikasikan dalam bentuk e-book sebagai bahan ajar sejarah tematik di Blitar.
PEMANFAATAN PETA SITUS CANDI HINDU-BUDDHA DI MALANG RAYA UNTUK PEMBELAJARAN BERBASIS KENAL SITUS SEJARAH SEKITAR PADA KELAS X SMAN 6 MALANG Slamet Catur Pamungkas; M. Jihan Amirudin Mahmud; Kukuh Ginanjar Rahmat; Slamet Catur Pamungkas; M. Jihan Amirudin Mahmud; Kukuh Ginanjar Rahmat; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i7.2024.16

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemanfaatan peta yang mengangkat keberadaan situs candi Hindu-Buddha di Malang Raya dalam pembelajaran berbasis kenal situs sejarah di kelas X SMAN 6 Malang. Penggunaan peta diintegrasikan dalam materi pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konteks geografis situs sejarah di sekitar sekolah, khususnya situs-situs candi Hindu-Buddha di Malang Raya. Dalam prakteknya, pembelajaran dilakukan melalui skema kerja kelompok, di mana siswa diberi tugas untuk menganalisis situs-situs candi yang terdapat pada peta yang sudah dilengkapi dengan teknologi QR-Code. Teknologi ini memungkinkan siswa mendapatkan informasi dan data langsung dari situs candi yang mereka pilih. Hasil analisis tersebut kemudian diinterpretasikan dalam berbagai bentuk media, seperti infografis, presentasi berbasis slide (PPT), atau video yang nantinya akan dipresentasikan oleh siswa. Pemanfaatan peta dalam skema pembelajaran tersebut tidak hanya membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan kolaboratif, analisis data, dan presentasi, tetapi juga memberikan dampak positif dan relevan dalam mempersiapkan siswa menjadi individu yang terampil dan berpengetahuan luas di era informasi saat ini.
Co-Authors Abdul Fattah Aditya Nugroho Widiadi Agustin, Maya Luthfia Aji, Dinas Bayu Akhmad Arif Musadad Alfrida Dyah Miranti Amelia Febriyanti Amirah Nisrina Mumtaz Ananda Putri Salsa Bella Ananda, Labuda Shofiya Anggraini, Dila Putri Anib Fakul Mas Ulfa Aprilita Faradina Suyatno Ari Sapto Ashari, Gedhe Blasius Suprapta, Blasius Cahyani, Vinda Regita Deny Yudo Wahyudi Devi Putri Angelina Dewi, Edna Sari Kusuma Didit Ditya Fritambiradi Dzikri, Adam Maulana Fadhilla Ainuraziza Ramadhanti Fastrana Arya Syah Musyaffa Febri Kevin Aditya Febri Rachmad Arifian Febriani, Shovi Wiranata Gita Lorensia Dannari Grace Leksana Hadi, Achmad Faisol Hadi, Wenny Nova Octavia Hana Khoerul Ngizzah Indah Wahyu Puji Utami, Indah Wahyu Ismail Lutfi Isna Roikhatul Janah Jagad, Moh. Alief Bias Joko Sayono Khairunnisaa, Ana Khakim, Moch Nurfahrul Lukmanul Kristina Jala Gita Kukuh Ginanjar Rahmat Kukuh Ginanjar Rahmat Lailatul Fitriyah Laili, Vita Sabrina Azda M. Jihan Amirudin Mahmud M. Jihan Amirudin Mahmud Maria Ulfa Moh. Aldiansyah Prayogo Muh. Farrel Islam Muhamad Damang Ardifa'ansyah Muhammad Farhan Mulyangga, Dani Nafi'ah, Ulfatun Nerry Supanji Ningtiyas, Lintang Ayu Nukman Nukman Nur Azizah, Ardila Nur Habibi, Muhammad Aqib Nur Hafida, Mellina Rahayu, Indah Ramadhani, Muhammad Hanif Ridhoi, Ronald Riski Pratama Ada Riyan Anugerah Wibowo Rori Amelya Rumpaka Salsabila, Helminia Sari, Rovita Satrya Paramanandana Setia, Nanda Setyawan, Aris Dany Slamet Catur Pamungkas Slamet Catur Pamungkas Slamet Sujud Purnawan Jati, Slamet Sujud Purnawan Sulistyo, Wahyu Djoko Sya'fa Nabila Kurnia Wahyuda Syamsu Dluha, Mohamad Wildan Uskuri Lailal Munna Utari, Shela Dwi Vivi Levia Polyta K Wati, Linda Tiya Wulandari, Selvi Yolan Sadewa Aditya Kusuma Yusuf Bakti Nugraha Zahrotul Firdaus Zainul Hasan