p-Index From 2021 - 2026
5.811
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Pendidikan Vokasi Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Jurnal Penelitian Humaniora APTEKINDO Agrointek Journal of Visual Art and Design Fashion and Fashion Education Journal Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini KELUARGA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Home Economics Journal PRODUCTUM : Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Jurnal Sinergitas PkM & CSR Kurios Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Menara Perkebunan JISAE (Journal of Indonesian Student Assesment and Evaluation) eL.Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar Jurnal Da Moda JITU : Journal Informatic Technology And Communication Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Jurnal Mandiri IT TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Jurnal Tata Rias (JTR) JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat International Journal of Theory and Application in Elementary and Secondary School Education (IJTAESE) Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Jurnal Tata Rias (JTR) Jurnal Busana dan Budaya Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian perolehan kompetensi keahlian busana butik siswa SMK: studi kasus prakerin di industri pasangan Handayani, Sri; Wening, Sri
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 6 No. 1 (2016): Februari
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.061 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v6i1.8116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perolehan kompetensi siswa di setiap DUDI, khususnya busana butik yang memiliki pola pembimbingan berbeda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus pendekatan kualitatif. Teknik penentuan Informan menggunakan snowball sampling yaitu instruktur industri, pembimbing, dan siswa SMK N 1 Pengasih yang sedang prakerin. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data mengacu pada analisis model interaktif Miles & Huberman, meliputi pengumpulan data, data condensation, penyajian data, dan deskripsi serta verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian adalah (1) praktik yang dijalani siswa sudah relevan dengan kurikulum yang tercantum di sekolah; (2) perolehan kompetensi pada aspek kognitif siswa memperoleh pengetahuan tentang prosedur pembuatan busana butik, pada aspek afektif terbentuk sikap budaya kerja, dan pada aspek psikomotor mampu menyelesaikan pekerjaan busana butik; (3) cara siswa memperoleh kompetensi dengan melakukan: (a) komunikasi; (b) teknik belajar (c) metode kerja praktis; (d) pekerjaan secara mandiri; (e) tindakan dengan tanggung jawab; (f) etos kerja; (g) pengorganisasian dan implementasi kerja dengan baik; (h) bekerja sesuai kepercayaan instruktur industri; (i) pengembangan diri; dan (j) penerapan kompetensi dari sekolah; (4) pencapaian kompetensi siswa yang prakerin di Goet Poespo dan Puspa Rini berada pada level Pemula (novices) sedangkan di L'Mar butik pada level spesialist. A STUDY ON COMPETENCE EXPERTISE ACHIEVEMENT OF BOUTIQUE CLOTHING FOR VOCATIONAL STUDENTS: A CASE STUDYOF INDUSTRY WORK PRACTICE IN PARTNER INDUSTRYAbstractThis research aimed to determine the competence of the students in each "DUDI", especially in fashion boutiques that had different patterns of coaching. The research used a qualitative case study approach. A snowball sampling technique was used to select informants which consisted of the industrial mentors, the school mentor, and students. who were on industry work practice. The data were collected through interviews, and documentation. The data analysis technique refered to the analysis of Miles & Huberman interactive model, including data collection, data condensation, data display, and drawing and verifying conclusions. The result were (1) the practice done by the students was relevant with the curriculum written in the school; (2) in the competence achievement of cognitive aspect the student got the knowledge of boutique dressmaking procedures, in affective aspect, there was a development of work culture attitudes and in the psychomotor aspects, they were able to finish boutique clothes work; (3) the ways of achieving the competence were through: (a) communication, (b) learning techniques, (c)methods, (d) working independently, (e) acting with responsibility, (f) adhering to work ethics, (g) good organization and implementation, (h) working in line with the trust given by the industry instructor, (i)self-development, (j) applying the school competencies; (4) the competence achievement of the students who did industry work practice in Goet Poespo and Puspa Rini was at the novice level, while the ones in L'Mar boutique were at the specialist level.
Desain busana siap pakai manipulatif untuk perempuan plus size berbasis Wastra Nusantara Pramesiwi, Vashtia Hanin; Wening, Sri; Jerusalem, Mohammad Adam
PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v8i2.16255

Abstract

Plus size bodies present a distinct challenge for women in finding ready to wear clothing that fits their body needs. This study aims to: (1) describe the design planning process and needs in developing ready to wear clothing using Wastra Nusantara (Indonesian traditional textiles) for plus size women; (2) describe the quality of the developed clothing products based on expert evaluations; and (3) describe the level of user preference for the ready to wear products. This is a Research and Development (R&D) study employing the Planning, Production, Evaluation (PPE) development model. The research subjects were 20 women in Magelang Regency aged 20 years and above with a Body Mass Index (BMI) >25 kg/m². The research instrument used a closed ended questionnaire, and the data were analyzed using descriptive statistical techniques. The study produced ready to wear clothing that takes into account design aspects aimed at visually manipulating the body shape of plus size women. The results of the study show that the highest preference levels of plus size women for ready to wear clothing made from batik and lurik are in terms of color (96%0, motif (94,2%), size (92,8%), silhouette (92,5%), fabric (91,7%), and texture (90,6%). Ready to wear clothing made from batik and lurik can be an excellent choice to enhance the self confidence of plus size women through a visually slimmer appearance, while also contributing to the development of inclusive fashion design with a touch of Wastra Nusantara, which has not been widely applied in the plus size women’s segment in Indonesia.
ANALISIS SEMIOTIKA MOTIF KERAWANG GAYO DAN PENERAPANNYA PADA DESAIN BUSANA OBI BELT Nadia, Sarah; Wening, Sri; Pamadhi, Hadjar
Jurnal Busana & Budaya Vol 3, No 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v3i2.34674

Abstract

Kerawang gayo merupakan salah satu kearifan local masyarakat gayo yang berupa motif hias pakaian yang memiliki makna dan nilai yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dari lima motif dasar pada kerawang gayo yaitu (1) motif emun berangkat, (2) motif tapak seleman, (3) motif puter tali, (4) motif pucuk rebung dan (5) motif peger yang kemudian dilakukan penerapan pada desain busana berupa obi belt untuk menarik perhatian para pemakai. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semiotika untuk mendeskripsikan bentuk fisik, makna dan latar belakang penciptaannya lima motif dasar kerawang gayo. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku, artikel, laporan dan jurnal terkait dengan motif kerawang gayo yang kemudian dianalisi menggunakan teknik analisis isi. Hasil analisis menunjukkan bahwa lima motif dasar kerawang gayo memiliki pemaknaan yang berbeda-beda namun tetap berlandaskan atau berasal dari kehidupan para masyarakat gayo yang dari motif-motif ini dapat diambil manfaat bahwa sebagai warisan budaya dan merupakan identitas masyarakat Gayo yang harus dijaga dan dilestarikan., sedangkan hasil analisis terhadap penerapannya diperoleh dua desain obi belt dengan mengaplikasikan lima motif dasar kerawang gayo sehingga menghasilkan karakteristik yang berbeda dari setiap desain yang diciptakan.
IDENTIFICATION OF KEY NITROGEN USE EFFICIENCY-RELATED GENES IN OIL PALM USING BIOINFORMATICS APPROACHES Permatasari, Galuh Wening; Setiowati, Retno Diah; Wening, Sri
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.10477

Abstract

Efficient nitrogen use is crucial for maximizing oil palm yield while reducing environmental impact. Poor nitrogen utilization causes excessive growth and nutrient loss. This study uses bioinformatics to identify key genes linked to nitrogen use efficiency, providing insights for genetic improvement and sustainable cultivation.Protein-protein interaction (PPI) networks, functional enrichment, and structural modeling were employed to uncover candidate genes regulating nitrogen uptake and metabolism. Sixty-two nitrogen use efficiency associated genes from rice (Oryza sativa) were analyzed via BLASTp against the E. guineensis genome (NCBI), selecting those with >80% similarity. PPI networks were constructed using STRING-db and analyzed in Cytoscape v3.7.1. Functional enrichment (Gene Ontology) and structural analysis (AlphaFold, PyMol v2.5.4) were performed. Twelve nitrogen use efficiency related genes were identified, with CESA4, CESA7, and CESA9 emerging as key regulators based on high degree and betweenness values in PPI analysis. These genes are linked to plant cell wall biosynthesis. Structural analysis showed high similarity to rice homologs, with RMSD values of 0.338 Å (CESA4) and 0.396 Å (CESA9), indicating strong conservation area. Their structural relevance suggests they are promising targets for molecular breeding marker to enhance nitrogen utilization and sustainability in oil palm.
Pengembangan Rok Batik sebagai Transformable Fashion Rahmadani, Fadilah; Wening, Sri; Budiastuti, Emy
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 40 No. 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v40i2.7953

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui masalah yang dihadapi dalam pengembangan produk batik sebagai transformable fashion yang kemudian peroses perancangan dan kelayakannya serta mengetahui tingkat kesukaan pengguna target yaitu generasi Z terhadap hasil pengembangan produk. Penelitian ini merupakan pengembangan produk dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui Expert Appraisal (penilaian ahli) dan Development Testing (Uji Coba). Desain Uji Coba pada penelitian ini menggunakan uji skala kecil 10 orang target pengguna dan skala besar 20 orang target pengguna. Menyebarkan(penyebarluasan) dilakukan dengan melakukan uji tingkat kesukaan dan menyebarkan link cara penggunaan produk melaluii angket dengan 103 responden yaitu target pengguna. Target pengguna hasil produk pengembangan ini adalah generasi Z khususnya mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif.
Tingkat Ketertarikan Desain Blazer Berbahan Dasar Songket untuk Busana Pesta Remaja Aceh Nadia, Sarah; Budiastuti, Emi; Wening, Sri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 40 No. 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v40i2.8174

Abstract

Songket termasuk kain yang sarat makna bagi masyarakat Aceh, yang jika tidak dimodifikasi dengan lebih menarik sesuai perkembangan zaman, dikhawatirkan akan punah secara perlahan. Salah satu solusinya yaitu dengan menciptakan model fashion terbaru dikalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adakah perbedaan tingkat ketertarikan antara tiga desain blazer berbahan dasar songket, dan seberapa tinggi tingkat ketertarikan pada desain blazer tersebut. Metode penelitian  yang digunakan adalah metode pre-experimental dengan model one-shot-case studi. Subyek penelitian adalah 150 remaja di kabupaten Bireuen Aceh umur 17 – 22 tahun dengan teknik penentuan sampel menggunakan sampling incidental. Metode pengumpulan data dengan angket dan lembar validasi oleh 3 tim ahli busana. Penemuan dalam penelitian ini yaitu dilakukannya eksperimen terhadap tiga desain blazer menggunakan bahan dasar songket dengan perbedaan dalam segi motif kainnya, warna, dan bentuk. Selanjutnya dilakukannya pengujian dengan uji analisis varians satu arah (One Way Anova) untuk melihat sejauh mana tingkat ketertarikan remaja pada karya terbaru. Berdasarkan hasil perhitungan One Way Anova terhadap data tingkat ketertarikan, diperoleh bahwa P value(sig.) 0,990 > 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada tingkat ketertarikan yang signifikan antara tiga desain blazer tersebut.
Pengembangan Busana Kasual Dengan Teknik Zero Waste Pattern Cutting Berkonsep Sustainable Fashion Fadillah, Tsania Cantika; Budiastuti, Emy; Wening, Sri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 42 No. 1 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v42i1.8630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu produk busana yang dapat menjadi salah  satu solusi mengurangi limbah sisa hasil produksi busana dengan menerapkan konsep  sustainable fashion yaitu teknik zero waste pattern cutting. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design,  Develop, Disseminate). Subyek penelitian ini adalah mahasiswa tata busana Universitas Negeri  Malang dengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Hasil penelitian sebagai  berikut: (1) Pengembangan produk ini melalui beberapa tahap yaitu: tahap Define, pada tahap  ini dilakukan peneliti adalah menemukan masalah mengenai busana yang terjadi saat ini  dilingkungan mahasiswa, tahap Design, tahap ini adalah menemukan cara yang efektif dan  efisien untuk mengembangkan rancangan produk yang sesuai dengan data-data yang diperoleh  pada tahap pendefinisiam, tahap Develope, pada tahap ini adalah untuk melakukan evaluasi  produk oleh pada judgement expert, tahap Disseminate, tahap ini adalah melihat respon  mahsiswa terhadap prdoduk yang sudah dikembangkamn. (2) Berdasarkan hasil validasi  judgement expert produk yang dikembangakn sudah layak dan sesuai dengan konsep  sustainable fashion dengan menerapkan teknik zero waste pattern cutting. (3) Berdasarkan  hasil olah data respon konsumen mahasiswa, produk busana ini mendapat skor 91% dengan  kategori “Sangat Baik” yang menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan respon positif  terhadap produk yang dikembangkan dan setuju bahwa busana ini dapat digunakan menjadi  alternatif solusi produk busana yang dapat mengurangi limbah produksi busana saat ini. @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-469750017 -1040178053 9 0 511 0;}@font-face {font-family:Gadugi; panose-1:2 11 5 2 4 2 4 2 2 3; mso-font-alt:"Noto Serif Yezidi"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147483645 33554432 12288 0 1 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:0pt; mso-ligatures:none; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
DAPATKAH POHON KELAPA SAWIT PULIH PASCA PENGAMBILAN SUMBER EKSPLAN? Rahma Pratiwi, Dian; Wening, Sri; Ernayunita, Ernayunita; Nazri`, Erwin
WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit Vol. 30 No. 2 (2025): Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.war.warta.v30i2.189

Abstract

Perbanyakan kelapa sawit melalui kultur jaringan memerlukan pohon ortet unggul sebagai sumber eksplannya. Penggunaan sumber eksplan berupa daun muda lebih diminati karena jumlahnya melimpah, tersusun atas jaringan yang meristematik, serta kondisinya lebih steril. Namun pemotongan sumber eksplan di dekat daerah meristem juga memiliki risiko seperti serangan hama dan penyakit akibat luka terbuka hingga potensi kematian tanaman. Pohon ortet yang dijadikan sampel terdiri dari tiga kategori umur yakni 5, 10, dan 18 tahun. Pengamatan pohon ortet pasca pengambilan sumber eksplan bertujuan untuk mengetahui proses pemulihan sejak adanya pelukaan hingga tumbuh menjadi tanaman yang normal kembali serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pemulihan tersebut. Proses pemulihan tajuk diawali dengan pembentukan pelepah-pelepah abnormal terlebih dahulu yang berjumlah 9-11 pelepah, kemudian berangsur pulih seiring waktu untuk membentuk pelepah normal. Proses pemulihan pada tanaman muda relatif lebih cepat dibandingkan dengan tanaman tua. Pada tanaman berusia 5 tahun tanaman sudah terlihat normal setelah 9 bulan, sedangkan pada tanaman berusia 10 tahun proses pemulihan memerlukan waktu 14 bulan. Proses pemulihan umumnya memerlukan waktu setidaknya dua tahun, sehingga resampling dari pohon ortet yang sama sebaiknya dilakukan di tahun ketiga setelah pengambilan sebelumnya. Proses pemulihan tajuk memerlukan waktu yang relatif lama karena dipengaruhi beberapa faktor seperti aktivitas single shoot apical meristem (SAM) untuk produksi primordia daun, serta ketersediaan karbon yang meliputi penyerapan dan translokasi untuk pertumbuhan tanaman.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMK DALAM PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN BERBASIS KASUS MELALUI PELATIHAN DAN EVALUASI Widihastuti, Widihastuti; Budiastuti, Emy; Wening, Sri; Kholifah, Nur; Munadi, Sudji; Kusumadewi, Putu Diah Ari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32299

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan pembelajaran berbasis kasus belum banyak diterapkan di lingkungan SMK, padahal pendekatan ini efektif dalam membangun keterampilan berpikir kritis dan kontekstual siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan perencanaan, dan motivasi guru dalam menerapkan pembelajaran dan penilaian berbasis case-method. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan, workshop, dan pendampingan yang melibatkan 16 guru SMK. Evaluasi dilakukan menggunakan Model Kirkpatrick pada tiga level: reaksi, pembelajaran, dan perilaku. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 67,8 menjadi 83,1 (naik 15,3 poin atau 22,6%), serta 75% peserta berhasil menerapkan RPP berbasis kasus di kelas. Temuan ini menunjukkan keberhasilan pelatihan dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Kegiatan ini merekomendasikan pendampingan lintas mata pelajaran serta studi lanjutan tentang dampak penerapan metode ini terhadap hasil belajar siswa.Abstract: The case-based learning approach has not been widely implemented in vocational high schools (SMK), despite its effectiveness in fostering students' critical and contextual thinking skills. This community engagement program aimed to enhance teachers' conceptual understanding, instructional planning skills, and motivation to implement case-method-based teaching and assessment. The program involved training sessions, workshops, and mentoring activities with 16 teachers. Evaluation was conducted using the Kirkpatrick Model at three levels: reaction, learning, and behavior. The results indicated an increase in the average comprehension score from 67.8 to 83.1 (a gain of 15.3 points or 22.6%), and 75% of the participants successfully implemented case-based lesson plans in their classrooms. These findings demonstrate the effectiveness of the training program in bridging the gap between theoretical understanding and practical implementation. The activity recommends follow-up mentoring across subject areas and further applied research on the impact of case-method implementation on student learning outcomes.