Claim Missing Document
Check
Articles

Sejarah Islamisasi Barus sebagai Lokasi Penyebaran Islam di Indonesia Syah, Muhammad Aldin; Erman, Erman; Hasnah, Radhiatul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Barus sebagai salah satu lokasi awal penyebaran Islam di Indonesia. Barus, yang terletak di pantai barat Sumatra, dikenal sebagai pelabuhan penting di dunia perdagangan internasional pada abad ke-12 hingga ke-16. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bukti-bukti sejarah yang mendukung klaim bahwa Barus yaitu salah satu lokasi awal penyebaran Islam di nusantara, dan untuk mengeksplorasi proses serta faktor-faktor yang memungkinkan Islam berkembang pesat di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian dengan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam mulai berkembang di Barus sejak abad ke-12, jauh sebelum kedatangan Kesultanan Aceh pada abad ke-16. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami sejarah penyebaran Islam di Indonesia, dengan menegaskan bahwa Barus memiliki peran strategis sebagai titik awal yang menghubungkan jalur perdagangan global dengan penyebaran agama Islam di nusantara.
Relevansi I’jaz Al-Qur’an terhadap Perkembangan Pendidikan Nst, Tini Melinda; Erman, Erman; Hasnah, Radhiatul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara mukjizat (I'Jaz) al-Qur'an dan kemajuan pendidikan, khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dengan mengumpulkan data primer dari Al-Qur'an dan data sekunder dari buku serta artikel penelitian sebelumnya yang relevan dengan I'jaz al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa i'jaz al-Qur'an adalah mukjizat yang ada di dalam Al-Qur'an, yang diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw dan dianggap sebagai mukjizat terbesar Nabi. Selain itu, Al-Qur'an memiliki keunikan mukjizatnya sendiri, terlihat dari isi dan kandungannya yang penuh makna mendalam, yang dapat menjadi pedoman hidup umat Islam di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an sangat relevan dengan perkembangan pendidikan, terutama pendidikan agama Islam. Al-Qur'an tidak hanya relevan di zaman Nabi, tetapi juga akan tetap relevan di masa depan.. Keterkaitannya dengan pendidikan adalah Al-Qur’an memiliki makna yang sangat luas, khususnya berkenaan dengan disiplin ilmu pengetahuan seperti penguatan spiritual, moral, dan intelektual. Selain itu, Al-Qur’an juga banyak membahas perkembangan ilmu pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui oleh manusia, tetapi telah dipaparkan dalam Al-Qur’an.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES Yuniswara, Riga Agnes; Erman, Erman; Ilhami, Fasih Bintang
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i1.1190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa meningkat terhadap pembelajaran inkuiri berbasis Socio-Scientific Issue. Penelitian kuantitatif dalam investigasi ini, pretest-posttest kelompok tunggal digunakan. murid-murid di kelas VIII sekolah menengah pertama menjadi subjek penelitian. Metode desain pra-eksperimental adalah pendekatan yang diambil dalam penyelidikan ini. Ada tes dan lembar observasi yang digunakan sebagai instrumen. Tes dan observasi digunakan sebagai teknik untuk mengumpulkan data, dan analisis data kuantitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil temuan, setiap indikator keterampilan berpikir kritis memiliki N-Gain dalam kategori tinggi dan sedang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdasarkan Isu Sosio-Saintifik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
ANALISIS KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWA KELAS VII PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Arbiana, Barika; Erman, Erman; Ilhami, Fasih Bintang
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i1.1191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan problem solving siswa kelas VII di MTsN 1 Kota Surabaya pada materi pencemaran lingkungan serta mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi problem solving. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini melibatkan 28 siswa kelas VII B dengan menggunakan instrumen soal tes, angket, serta wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan skor kemampuan problem solving siswa sebesar 54% dengan kategori rendah. Namun, pada setiap indikator memiliki skor rata-rata yang berbeda. Skor rata-rata indikator tertinggi ada pada indikator Mengeksplorasi dan memahami dan Merepresentasi dan menformulasi yakni sebesar 57%. Sedangkan skor rata-rata indikator terendah terdapat pada indikator Memantau dan merefleksi yakni sebesar 48%. Faktor yang mempengaruhi kemampuan problem solving siswa adalah pengalaman, penguasaan materi, motivasi, kepercayaan diri, dan kemandirian.
Improving Science Attitude and Character of High School Students Using the INSETS Learning Model Based on Local Wisdom Sopi of East Nusa Tenggara Oetpah, Fincensius; Rahayu, Yuni Sri; Erman, Erman
International Journal of Current Educational Research Vol. 3 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/ijocer.v3i2.390

Abstract

Objective: This study examines the success of the INSETS model learning tool based on the local wisdom of Sopi culture of the Dawan tribe of East Nusa Tenggara to improve the science attitude skills and character of high school students. Method: This study applies the Instructional Design Model (IDM). Data were obtained from two observers who provided an assessment of the science attitude and character behavior of students shown by students during teaching and learning activities. Results: The results showed that the INSETS learning model based on the local wisdom of Sopi culture of the Dawan tribe of East Nusa Tenggara was effective in improving the science attitude skills and character of students, as evidenced by the results of the assessment of science attitudes and character of students during learning took place in the good to very good category. Novelty: Students' science attitude skills and character can be trained by integrating the INSETS learning model based on the local wisdom of Sopi culture of the Dawan tribe of East Nusa Tenggara to equip students in 21st Century education.
Migration and the Historical Development of Islam in Taiwan from the 17th to the Early 21st Century Rahmawati, Fitri; Azizah, Faras Puji; Nelmawarni, Nelmawarni; Erman, Erman
Journal of Philology and Historical Review Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Regalia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61540/jphr.v1i2.66

Abstract

The spread of Islam in Taiwan is inseparable from the history of Islam's entry into Tiongkok, which began with the migration of Chinese Muslims to Taiwan in the 17th century and was followed by subsequent migrations. This research analyses the phases and influences brought by Muslim migrants to Taiwan. The method used in this research is the historical research method, including heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results of this study show that there are four phases of Muslim migration to Taiwan: the first phase occurred in the 17th century, the second phase 1952-1961 which occurred in two waves, the first wave 1952-1954, the third phase occurred in 1961, this phase is also known as the evacuation phase of KMT Veterans from Burma and Thailand. The fourth phase occurred in 1989, with the influx of migrant workers from Tiongkok, Burma, Thailand, Indonesia and Malaysia; these immigrants positively impacted the development of Islam in Taiwan. Evidence of the development of Islam in this fourth phase is the existence of halal certification, halal restaurants and hotels, Muslim-friendly neighborhoods, the establishment of the Indonesian Mosque (Masjid At-Taqwa), the emergence of Muslim communities (FORMMIT, Chinese Muslim Association, Indonesian Student Association) and the presence of Indonesian Muslim organizations (Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah).
Resilience of Muslim Identity in Singapore: Muslims under the Challenges and Impacts of Globalization in Post-Independence Singapore 1965-2017 Darmawan, Budi; Nelmawarni, Nelmawarni; Erman, Erman
Insaniyat: Journal of Islam and Humanities Vol. 9 No. 1 (2024): Insaniyat Journal of Islam and Humanities
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/insaniyat.v9i1.37110

Abstract

This research probes the ramifications of globalization on Muslim identity in Singapore since its independence in 1965, concentrating on the four economic development phases pivotal to the nation's growth. It concurrently traces the post-independence evolution of Muslim life, specifically in religious practices and social norms. Singapore's globalization-driven economic ascent, its status as a developed nation, and its competitive business environment stand as evident outcomes. However, the Muslim communities grapple with the challenge of adapting to global shifts while preserving their Islamic identity. The study emphasizes the imperative of comprehending the intricate interplay between globalization and Muslim identity in Singapore. Employing the historical method comprising heuristics, criticism, interpretation, and historiography, the research analyzes historical records and relics. Findings underscore the instrumental role of technology and social media in shaping Muslim identity, facilitating the dissemination of religious information and fostering global connectivity within Muslim communities. While the Singapore government's multiculturalism policy aims for interfaith harmony and recognizes the Muslim community's integral role, restrictions on public expressions of religious identity reflect the state's secular stance. This research offers a profound understanding of the complex dynamics between globalization and Muslim identity in Singapore, shedding light on the challenges and opportunities encountered by Muslim communities in safeguarding their cultural and religious diversity amidst the ever-evolving global landscape.
Women's Iddah Period in 'Grey Divorce': Reformulation of Islamic Marriage Law in Indonesia Based on Maqāṣid al-Sharī‘ah Hardani, Sofia; Erman, Erman; Bratasena, Iqbal Prima
El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Vol. 9 No. 1 (2026): EL-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ujhk.v9i1.34045

Abstract

Marriage, divorce, maintenance, inheritance, and the legal consequences arising from these issues are problematic issues in Islamic family law that will always arise in Muslim communities in Indonesia and throughout the Muslim world. The phenomenon of 'divorce at an advanced age' (divorce among the elderly) is increasing in Indonesia, triggering normative challenges in Islamic marriage law, especially regarding the mandatory iddah period for menopausal women. The study uses empirical legal methods, explained by the theory of maqāṣid al-sharī‘ah. Data were collected through interviews and literature studies. The literature reviewed includes classic legal texts such as fiqh books, journal articles, and legislation. This study concludes that, based on the Compilation of Islamic Law, Article 153 paragraph (6) of the Indonesian Islamic Law Code (KUHP), an iddah period of one year is mandatory for menopausal women. This period is much longer if we use the Georgian Calendar and raises critical questions in the context of 'divorce at an advanced age', where the main purpose of iddah—istibra al-rahim (ensuring an empty uterus) is medically irrelevant. This study reveals that the classical provisions on 'iddah menopause are ijtihadi (dependent on legal reasoning) and contextual, so they are open to normative reformulation. Consequently, this article proposes a reformulation of Article 153 (6) of the KHI to be more gender-just and responsive to maqāṣid. By distinguishing between ’iddah ta'abbudi (ritualistic) and ’iddah ta'aqquli (rational) in the context of ‘grey divorce’, this reformulation aims to strengthen legal protection for women while maintaining the relevance of Islamic family law in Indonesia.
Co-Authors . Zulfan Abda Abda Achmad Lutfi AHMAD QOSYIM Aini, Vera Nur Alfath Rosyada Rokhim, Alfath Rosyada Alifah, Nurul Amanah, Tegu Reski Anugra, Novia Apriliani, Wilda Arbiana, Barika Azizah, Faras Puji Azmiyah, Azmiyah BENI SETIAWAN Beni, Setiawan Bratasena, Iqbal Prima Budi Darmawan Darusalam, Darusalam Devasyah, Mochammad Danu DYAH ASTRIANI Endah Retnowati Fasih Bintang Ilhami, Fasih Bintang Feliatra Firdaus, Alfariza Roudhatul Fitri Rahmawati Ikhsan, Ramadhanul Jamhari Jamhari Kamalasari, Dikriati Kansil, Yoo Eka Yana Khasanah, Khilyah Kirana, Shanti Hrdaye Shasi Komaruddin Komaruddin Kusaeri LAILY ROSDIANA Lelyani, Annisa Aura Lukmanul Hakim M. Budiyanto, M. Malika, Silvia Amelia Marjoko, Tsalitsa Nurramadhani Mulyaningrum, Harnis Sekar MUSLIMIN IBRAHIM Nafrianti, Neti Nazwan, Afif Putra Nelmawarni, Nelmawarni Nst, Tini Melinda Nurrochman, Ichda Nafila Oetpah, Fincensius Padila, Cisia Purbosari, Rheinanda Arum Radhiatul Hasnah Ratna Lestari Resmawati, Fiona Setyo Rizkia, Sahda Naura Rohmah, Asna Aisiyah Lailatul Rudiana Agustini Rusly Hidayah Sandra, Yova Saputra, Junifer Sembiring, Rinawati Senjaya, Deriyan Siti Lailiyah, Siti Sofia Hardani Suryani, Wihdati Susanti, Devi Elsi Susiyawati, Enny Suyatno Suyatno Suyono Suyono Syah, Muhammad Aldin Syifaiyah, Robiatusy Tjipto Haryono Tukiran Tukiran Ulfah, Ana Zuyyina Verawahyuni, Helda Virarasari, Lucy Wahono Widodo Wardani, Mela Aprilian widyaningrum, Astri Yafi, Salman YUNI SRI RAHAYU Yuniswara, Riga Agnes Z. A. Imam Supardi ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI zidny, verga