Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN KOPI PEPPERMINT PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SEBAYA DI KECAMATAN KASUI, KABUPATEN WAY KANAN Kustyawati, Maria Erna; Iryani, Dewi Agustina; Rizal, Samsul; Endaryanto, Teguh
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.5739

Abstract

Upaya untuk mempertahankan ikon Kopi Lampung sangat perlu dilakukan terus menerus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui diversifikasi menjadi produk kopi herbal. Produksi kopi herbal merupakan terobosan yang penting dilakukan untuk menghasilkan produk kopi bubuk dengan aroma dan cita rasa barvariasi dan mempunyai manfaat yang lebih baik bagi kesehatan. Diversifikasi produk kopi bubuk Herbal beraroma mint ini dapat digunakan sebagai solusi terhadap sumber pendapatan petani kopi maupun bagi industri olahan kopi yang belum menggembirakan khususnya di Kecamatan Kasui, Way Kanan. Kopi Way Kanan yang mempunyai ciri khas daerah yang telah berHaki terkait indikasi Geografis dengan nama Kopi Robusta Lampung sesuai nomor 000000026 tanggal pendaftaran 13 Mei 2014. Permasalahan akan muncul di setiap upaya inovasi produk baru. Permasalahan utama yang dihadapi petani industri olahan kopi dalam upaya memproduksi kopi bubuk herbal adalah cara mencampur kopi bubuk dengan senyawa herbal agar menghasilkan kopi bubuk dengan rasa herbal tertentu dan memiliki rasa dan aroma yang cocok bagi masyarakat peminum kopi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) melatih dan mendampingi mitra industri olahan kopi mulai dari pemilihan biji dan teknik sangrai yang baik (roasting), (2) memberikan pelatihan tentang teknik mencampur kopi bubuk dengan herbal, (3) teknik produksi dan pengemasan kopi herbal. Hasil dari kegiatan pelatihan ini meunjukkan bahwa sebanyak 70% peserta KWT telah mampu memproduksi kopi bubuk herbal aroma mint dan telah dapat menghasilkan produk kopi herbal siap jual dengan kemasan yang baik.
APLIKASI TEKNOLOGI FERMENTASI NATA DECOCO UNTUK MEMANFAATKAN LIMBAH AIR KELAPA DI DESA BUNUT PESAWARAN Kustyawati, Maria Erna; Rizal, Samsul; Suharyono, Suharyono; Nawansih, Otik
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6985

Abstract

Kelapa merupakan komoditas penting yang produksinya melimpah di desa Bunut Kecamatan Way Ratai Kab Pesawaran , dengan hasil panen 480 ribu buah per bulan dan menghasilkan 48 ribu kg kopra, serta limbah air kelapa 12,900 L. Alih teknologi fermentasi limbah air kelapa sebagai salah satu solusi yang dapat diterapkan kepada wanita tani. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membuat Nata de Coco melalui teknik fermentasi tradisional karena dapat menggunakan peralatan rumah tangga, kultur starter mudah diperoleh dan murah serta higienitas produk dapat dilakukan dengan pemanasan api. Alih teknologi nata de Coco dapat membantu menambah penghasilan keluarga dan membangun kebersamaan masyarakat desa. Metode penerapan teknologi dengan penyuluhan dan pelatihan yang didahului dengan mengukur kemampuan kognitif peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan alih teknologi fermentasi Nata de Coco secara signifikan meningkatkan kemampuan kognitif peserta. Sebesar 42,5% peserta nilai terendah menurun menjadi 10% setelah pelatihan. Kesimpulan adalah bahwa kelompok wanita tani dapat membuat nata deCoco sebagai alih teknologi fermentasi tradisional pemanfaatan limbah air kelapa. Kemampuan membuat nata deCoco diperoleh melalui penyuluhan dan pelatihan. 
PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING CV RAMAN FARM SEJAHTERA LAMPUNG TENGAH MELALUI KONTEN EDUKASI BISNIS PETERNAKAN Winanti, Diki Danar Tri; Kustyawati, Maria Erna; Prayitno, Hadi; Yusup, Maulid Wahid; Maharani, Ketut Oka; Hasanah, Asqiatul
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9602

Abstract

Membuat video dengan konten edukasi peternakan menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk promosi produk. Tim Pengabdian Universitas Lampung melakukan pendampingan kepada CV Raman Farm Sejahtera Lampung Tengah dalam pengembangan digital marketing sebagai sarana edukasi dan promosi. Salah satu subyeknya adalah owner perusahaan yang dapat menjadi role model bagi pemuda seusianya dan generasi di bawahnya bahwa bisnis peternakan sangat prospektif dan menguntungkan. Pengembangan digital marketing dilakukan melalui kana Youtube, Instagram, Tik Tok, dan website. Dampak dari sosial media yang sudah dibuat kemudian diukur menggunakan survey kepada responden dengan karakteristik usia dan perkerjaan yang berbeda secara acak. Hasil survey menunjukkan bahwa sarana digital marketing yang sudah dibuat sangat memotivasi responden untuk mencoba bisnis peternakan.
Penyuluhan dan Pelatihan Diversifikasi “Olahan Bengkuang” Di KPT (Komunitas Perempuan Teluk) Kec. Teluk Betung Barat, Bandar Lampung herdiana, novita; Suharyono, Suharyono; Erna, Maria; Rizal, Samsul
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10502

Abstract

Bengkuang merupakan golongan umbi-umbian yang dapat dikonsumsi dan memiliki banyak manfaat. Tingginya produksi bengkuang saat panen raya, menyebabkan tidak semua hasilnya dapat diserap oleh pasar dan dipastikan harga jual bengkuang akan anjlok (Sari, 2019). Pemanfaatan bengkuang harus dimaksimalkan supaya dapat memperpanjang masa simpan dan menghindari turunnya harga saat panen raya yang menyebabkan kerugian pada petani. Penggunaan tepung bengkuang diharapkan dapat meningkatkan kandungan serat dan menarik konsumen untuk mengonsumsi serta menjadikan snack brownies chips ini sebagai alternatif camilan bagi Masyarakat khususnya kelompok Wanita Tani Kenanga Teluk Betung Bandar Lampung terdiri dari kaum ibu –ibu yang kebanyakan berprofesi sebagai ibu rumah tangga dimana rata – rata latar belakang pendidikan rata-rata hanya tamatan SMP dan SMA namun, ada juga yang Sarjana.  Tujuan dari kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KPT (Komunitas Perempuan Teluk) Kec. Teluk Betung Barat, Bandar Lampung mengenai keamanan pangan, pembuatan Brownies chips, sanitasi dan higiene analisis usaha pembuatan diversifikasi produk olahan bengkuang yaitu Brownies chips. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : Universitas lampung, yaitu sebagai sarana untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya memberikan sumbangan bagi pelaksanaan pembangunan sedangkan untuk KPT (Komunitas Perempuan Teluk) Kec. Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, yaitu sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dalam membuat diversifikasi produk olahan bengkuang (Brownies chips).
UJI KESUKAAN KONSUMEN DAN ANALISIS BIAYA PADA UDANG INSTAN BERBUMBU Assqiya, Asha Aunaya La; Kustyawati, Maria Erna; Sartika, Dewi; Utomo, Tanto Pratondo
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7064

Abstract

Udang vaname menjadi salah satu komoditas hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Penganekaragaman pengolahan produk udang yang memiliki value added akan memiliki prospek yang bagus di masa mendatang dan tentunya menghasilkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesukaan konsumen terhadap karakteristik organoleptik yang meliputi atribut warna, rasa, aroma, tekstur dan penerimaan keseluruhan pada udang instan berbumbu dan mengetahui formulasi cairan bumbu yang paling disukai panelis serta menganalisis Break Even Point (BEP) pada pembuatan produk udang instan berbumbu. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan 4 taraf konsentrasi lemon dan 2 lama waktu pencelupan. Penelitian ini terdiri dari proses pembuatan udang instan berbumbu, uji sensori, dan analisis biaya. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Barlett dan Tukey lalu dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji Polinolial Ortogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  atribut sensori yang paling disukai konsumen adalah atribut rasa dan tekstur diikuti oleh atribut warna dan aroma, dengan perlakuan konsentrasi cuka lemon 33,33% dan waktu pencelupan selama 30 menit, formulasi cairan bumbu produk udang instan berbumbu yang paling disukai konsumen yaitu garam 1,25 gram, gula 2,5 gram, jahe bubuk murni 1,25 gram, dan cuka lemon 7,5 mL dengan waktu lama pencelupan selama 30 menit, break even point atas quantity pada produk udang instan berbumbu sebesar 123 pcs, dan break even point atas nilai penjualan sebesar Rp 23.406/pcs dalam jangka waktu satu bulan
PENDUGAAN MASA SIMPAN UDANG KEMAS BERBUMBU PADA SUHU DINGIN DENGAN METODE ARRHENIUS SHELF LIFE OF SPICED PACKED SHRIMP AT COLD TEMPERATURES WITH ARRHENIUS METHOD Kuncoro, Bagus Wahyu; Kustyawati, Maria Erna; Koesoemawardani, Dyah; Hidayati, Sri
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i2.8102

Abstract

Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) are easily damaged after harvesting. Processing shrimp in a variety of ways, including dried and frozen whole, processed heads, and peeled. Immersty of things into  seasoning liquid, which can result in seasoned instant shrimp products. The purpose of this study was to determine the shelf life of seasoned packaged shrimp stored at 10ºC, 20ºC, and room temperature (±30ºC) for 25 days and to observe changes in the water content of spiced shrimp. This study employed the Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) method based on Arhenius with Microsoft Excel software, presented in graphs and tables. The findings were that seasoned shrimp had a shelf life of 25 days at 10 ºC, 20 days at 20 ºC, and 15 days at room temperature (30 ºC). 
FORMULASI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) DAN SARI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORI PERMEN JELLY Formulation of Red Ginger (Zingiber officinale var. rubrum) Extract and Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) Juice on the Chemical and Sensory Properties of Jelly Candy Wildan Nur, Aditya; Astuti, Sussi; Kustyawati, Maria Erna; Rizal, Samsul
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i1.8850

Abstract

Red ginger and red dragon fruit can be used as raw materials for making jelly candy. This research aims to obtain a formulation of red ginger extract and red dragon fruit juice which produces jelly candy with the best chemical and sensory properties. The research was structured in a Complete Randomized Block Design (RAKL) with a single factor and four replications. The comparison treatment of red ginger extract and red dragon fruit juice consisted of four levels, namely 80%:20%(J1), 75%:25%(J2), 70%:30%(J3), 65%:35%(J4), 60%:40%(J5), and 55%:45%(J6). The data were analyzed for homogeneity using the Bartlett test and additional data using the Tuckey test, then the data were analyzed for variance to determine the effect between treatments. If there is a significant effect, the data is analyzed further with the Least Significant Difference Test (LSD) at the 5% level. The results showed that the J6 treatment jelly candy (55% red ginger extract and 45% red dragon fruit juice) was the best treatment which produced a texture score of 3.76 (like), taste score 3.59 (like), aroma score 3.66 (like), and a color score of 4.18 (red), water content of 16.81%, total dissolved solids of 37.80obrix, ash content of 1.97%, reducing sugar content of 8.05%, and activity antioxidants of 34.1% with IC50 of 2478.48 ppm.
KAJIAN NATA DE OCHA SEBAGAI KONSUMSI PANGAN: EFEK PENAMBAHAN GULA DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK NATA DE OCHA STUDY OF NATA DE OCHA AS A FOOD COMSUMPTION : EFFECTS OF SUGAR ADDITION AND FERMENTATION TIME ON THE CHARACTERISTIC OF NATA DE OCHA Ummiyati, Anty; Kustyawati, Maria Erna; Satyajaya, Wisnu
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i1.8961

Abstract

Nata de ocha produced from fermentation of kombucha is considered an innovative product to enhance its function for food consumption. Nata de ocha, a secondary metabolite product of sweet green tea kombucha fermentation using scoby starter, composes of cellulose produced during the fermentation. This study aimed to characterize nata de ocha production as affected by the sugar addition and fermentation time. The study arranged in a Complete Randomized Block Design factorially with 2 factors: sugar addition in the level of 0, 10, 15, and 20%; and fermentation time in the level of 0, 7, 14, and 21 days. The parameters measured were yield, thickness, total microbes, moisture, ash, and crude fibre content. The results showed that sugar addition and fermentation time significantly affected the yield and fibre content of nata de ocha. The high increase of yield (5.723%) and of crude fibre content (1.353%) was produced when the treatment was 15% sugar for 21days and for 144 days, respectively. It was concluded that nata de ocha may consider as food consumption; however, further research was needed for its possibility as an alternative of dietary fibre.
Formulasi kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) dan kacang kedelai (Glycine max L.) terhadap total kapang, total khamir, dan sifat sensori tempe mosaccha Formulation of jack beans (Canavalia ensiformis) and soybeans (Glycine max L.) on total molds, total yeasts, and sensory properties of mosaccha tempeh Syamsiana, Annisa; Rizal, Samsul; Erna, Maria; Astuti, Sussi
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.10033

Abstract

The level of local legume consumption in Indonesia is low. One way to increase it is through food diversification by creating modified tempeh from non-soybeans. Jack bean can be used as an additional raw material in soy tempeh production because it has a nutritional content almost comparable to soybeans. This research aims to determine the formulation of jack beans and soybeans with the addition of the best variation of mosaccha tempeh yeast concentration. The research consists of two factors: the first factor is the formulation ratio of jack beans to soybeans (K), which includes 0%:100% (K1), 25%:75% (K2), 50%:50% (K3), 75%:25% (K4), and 100%:0% (K5) by weight; the second factor is the concentration of mosaccha tempeh yeast (R), which includes 0.2% (R1), 0.4% (R2), and raprima yeast (control) at 0.2% (R3) by weight. The observation parameters are total mold, total yeast, sensory properties (color, aroma, texture, taste, and overall acceptance), beta-glucan content, protein content, fat content, moisture content, ash content, crude fiber content, and carbohydrate content. The results show that the best treatment was 75% jack beans and 25% soybeans with the addition of 0.4% mosaccha yeast (K4R2), based on effectiveness index results with total mold count of 6.93 Log CFU/g; total yeast count of 8.76 Log CFU/g; color score of 4 (white with mycelium covering almost the entire surface of the tempeh); aroma score of 4 (distinct tempeh smell, slightly rancid, sweet); texture score of 4 (compact, easy to slice); taste score of 4 (liked); overall acceptance score of 3 (somewhat liked); beta-glucan content of 0.941%; protein content of 33.31%; fat content of 8.66%; moisture content of 68.74%; ash content of 1.52%; crude fiber content of 2.09%; and carbohydrate content of 14.72%.Keywords: jack beans, mosaccha yeast, soybeans, tempeh AbstrakTingkat konsumsi kacang-kacangan lokal di Indonesia rendah. Salah satu cara untuk meningkatkannya adalah diversifikasi pangan dengan cara membuat tempe modifikasi dari kacang non-kedelai. Kacang koro pedang dapat digunakan sebagai bahan baku tambahan dalam pembuatan tempe kedelai karena memiliki kandungan gizi yang hampir sama dengan kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi kacang koro pedang dan kacang kedelai dengan penambahan variasi konsentrasi ragi tempe mosaccha terbaik. Penelitian terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah formulasi perbandingan kacang koro pedang dan kacang kedelai (K) yaitu 0%:100% (K1), 25%:75% (K2), 50%:50% (K3), 75%:25% (K4), 100%: 0% (K5) b/b dan faktor kedua adalah konsentrasi ragi tempe mosaccha (R) yaitu 0,2% (R1) dan 0,4% (R2) serta ragi raprima (kontrol) 0,2% (R3) b/b. Parameter pengamatan adalah total kapang, total khamir, sifat sensori (warna, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan), kadar beta-glukan, kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik 75% koro pedang : 25% kedelai dengan penambahan ragi mosaccha 0,4% (K4R2) berdasarkan hasil indeks efektivitas dengan jumlah total kapang 6,93 Log CFU/g; jumlah total khamir 8,76 Log CFU/g; skor warna 4 (putih dan miselium menyelimuti hampir seluruh permukaan tempe); skor aroma 4 (khas tempe sedikit langu, harum manis); skor tekstur 4 (kompak, mudah diiris); skor rasa 4 (suka); skor penerimaan keseluruhan 3 (agak suka); kadar beta-glukan 0,941%; kadar protein 33,31%, kadar lemak 8,66%; kadar air 68,74%, kadar abu 1,52%; kadar serat kasar 2,09%; kadar karbohidrat 14,72%. Kata kunci: kacang kedelai, kacang koro pedang, ragi mosaccha, tempe
Readiness of Chemistry Teachers of Riau Province Viewed from Attitude Aspect in Applying 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Communication and Collaboration) Saputri, Agustina Eka; Copriady, Jimmi; Erna, Maria
Journal of Educational Sciences Vol. 4 No. 3 (2020): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.4.3.p.501-510

Abstract

This study aims to determine the readiness of chemistry teachers in applying 4C skills (critical thinking, creative thinking, communication and collaboration) in terms of attitude aspects. The 4C skills are needed to prepare students to compete in the era of globalization and teachers which are the main factors for students success in mastering 21st century learning. This research was a descriptive and inferential study involving as many as 115 high school chemistry teachers in Pekanbaru City and Pelalawan district. The instruments used a Likert scale questionnaire 5 consisting of demographics of respondents and 4 variables to measure the ability of the 4C. The results of the analysis showed that the readiness of chemistry teachers in Pekanbaru City and Pelalawan regencies in Riau Province was seen from the aspect of attitudes at a high level. Data were analyzed descriptively based on mean values ​​and standard deviations as well as independent t tests and one way anova to determine differences in the readiness of high school chemistry teachers based on gender, years of service and educational qualifications. Thus, there were significant differences in the readiness of chemistry teachers in high school levels based on educational qualifications
Co-Authors ', Abdullah ', Erviyenni ', Lenni ', Nur Aini ', Rasmiwetti ', Rini ', Ristiana Abdullah Abdullah Admin Alif Aisyah Aisyah Andi Dahliaty Anty Ummiyati Aprillia Dyah Suhestry Ardi, Dinda Melissa AS, suharyono Asha Aunaya La Assqiya Assqiya, Asha Aunaya La Azwendra, Yosi Baehaqi Bagus Wahyu Kuncoro Bayu Wicaksana, Bayu Betty Holiwarni Cahyani, Atika Dwi Dedi Futra Dewi Agustina Iryani, Dewi Agustina DEWI SARTIKA DEWI SARTIKA Dewi, Pitri Rahma Dyah Koesoemawardani Dyah Koesoemawardani Dyah Putri Larassati Elva Yasmi Elva Yasmi Amran, Elva Yasmi Emriadi - Erdi Suroso Erviyenni Erviyenni Erviyenni, Erviyenni Ety Testiaty Fauzi, Fajrina Firanti, Feyges Frilla Fitriah, Nafiatul Fitriani, Wahyu Fitriatul Hasanah, Fitriatul Hadi Prayitno Hadi Prayitno, Hadi Hardiani, Vira Hasanah, Asqiatul Hasnah Hasnah Helmy Hidayat, Helmy Herdiana, Novita Hestivik, Chelsi Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika, Risqa Putri Indraningtyas, Lathifa Irnov, Masithah Isnawati Lujeng Lestari Jimmi Copriady Johni Azmi Kuncoro, Bagus Wahyu Kurniawan, M. Andre Bintang Lenny Anwar Lisa Lestari Maharani, Ketut Oka marcella, Selly Marlisa, Lani Melatiningsih, Atri Mohd Jain Noordin Murhadi Murhadi Mursidin . Novizal, Roni Nuzuriah, Nuzuriah Oskar M. Manik Otik Nawansih Putri, Bella Listriani R. Usman Rery Rahmah, Amelia Kurnia Rahmatya, Okma Ramadani, Ramadani Rasmiwetti Rasmiwetti, Rasmiwetti RIBUT SUGIHARTO Rini Astuti RINI RINI Roza Linda Samsu Udayana Nurdin Samsul Rizal Saputri, Agustina Eka Sri Haryati Sri Hayati, Sri Sri Hidayati Sri Hidayati Sri Setyani, Sri Sri Waluyo suharyono AS Suharyono Suharyono Suhestry, Aprillia Dyah Sukrisno, Sukrisno Susilawati, Susilawati Sussi Astuti Syahrina Irya, Syahrina Syamsiana, Annisa Syarifah Syarifah, Syarifah Syukri Arief Tanto Pratondo Utomo Teguh Endaryanto Thaliarinanta, Angela Saraz Ummiyati, Anty Wildan Nur, Aditya Winanti, Diki Danar Tri Wisnu Satyajaya Yeni Yulia Sari, Yeni Yulia Yum Eryanti Yunelda, Ressi Yusup, Maulid Wahid