Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tingkat Ketergantungan Nikotin dan Peran Kecerdasan Emosional dengan Niat Berhenti Merokok Pada Remaja Riris Andriati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v14i2.521

Abstract

Abstrak Angka kejadian tertinggi kasus kanker paru pada laki-laki sebesar 19,4 per 100.000 penduduk. Kasus tersebut memiliki rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketergantungan nikotin dan peran kecerdasan emosional dengan niat berhenti merokok pada remaja di SMK/SMA Wilayah Pamulang. Penelitian ini menggunakan metode survei cepat atau rapid survey method. Desain penelitian menggunakan crossectional study. Jumlah sampel penelitian ini yaitu 120 remaja di SMK/SMA Wilayah Pamulang. Hasil yang di peroleh menunjukan bahwa terdapat 54,2% Responden yang berniat berhenti merokok 79,1% memiliki tingkat ketergantungan pada rokok dan terdapat 52,5% Responden miliki kecerdasan emosional terhadap niat berhenti merkok. Berdasarkan hasil, ada hubungan yang bermakna antara tingkat ketergantungan nikotin dengan niat berhenti merokok pada remaja di SMK/SMA Wilayah Pamulang serta ada hubungan yang bermakna antara peran kecerdasan emosional dengan niat berhenti merokok pada remaja di SMK/SMA Wilayah Pamulang. Kata kunci: Kecerdasan emosional; ketergantungan nikotin; niat berhenti merokok; remaja  
Inovasi terapi suportif dalam peningkatan quality of life pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa Uswatun Hasanah; Amelia Nurul Hakim; Andini Restu Marsiwi; Riris Andriati; Rita Dwi Pratiwi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 5 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i5.11747

Abstract

Background: Indonesia Renal Registry In 2018, the number of new Chronic Kidney Failure patients in Indonesia doubled compared to 2017, namely 30,831. There are slightly more male patients than female patients and the largest proportion of patients is still in the 45 to 64 year old category. Meanwhile, the number of new patients with chronic kidney failure in Banten in 2018 was 1,073. Hemodialysis is a lifelong treatment that often causes adverse effects on patients, especially mental health. Supportive therapy (Supportive Educative System, psychological intervention, and life review) is an alternative therapy that can be given to patients to improve their ability to provide health care, reduce family burdens and increase family coping as well as increase social support so that patients do not experience depression to the point of committing suicide self.Purpose: To find out whether there is an effect of Supportive Therapy (Supportive Educative System, psychological intervention, and life review) in improving the quality of life in kidney failure patients with hemodialysis at the Dompet Dhuafa Bogor Integrated Health Home.Method: Quantitative research using a quasi-experimental method with pre-test post-test with control group. The sample consisted of 50 patients consisting of 25 intervention groups and 25 control groups using purposive sampling technique. This research was conducted for four weeks in July-August. Data analysis used the Wilcoxon test.Results: The supportive therapy mix model, consisting of a Supportive Educative System, psychological intervention, and life review, significantly improved the patient's quality of life. In this study, 17 (34%) respondents were aged 41-50 years, 29 (58%) were women, 48 (96%) were married, 17 (34%) had an elementary school education, 21 (42%) were housewives , 48 (80%) received financing through BPJS, and 20 (40%) had undergone hemodialysis for 1-2 years. Before supportive therapy, the quality of life of the intervention group was moderate (16 [64%]), while that of the control group was moderate (23 [92%]). After therapy, quality of life in the intervention group improved to high (19 [76%]), while in the control group, quality of life remained moderate (19 [76%]). The Wilcoxon test results showed a ρ-value of 0.003, indicating a statistically significant relationship between quality of life before and after supportive therapy in the intervention group. However, in the control group, the ρ-value was 0.157, which was greater than the significance level α (0.05), indicating that there was no statistically significant relationship between quality of life before and after supportive therapy.Conclusion: The mix of supportive therapy models, namely Supportive Educative System, psychological intervention, and life review, seeks to have an impact on improving the patient's quality of life. Research results: Supportive therapy has a significant impact on the quality of life in chronic kidney failure patients on hemodialysis. The mixed supportive therapy model can be applied to patients with health problems that will have a psychological impact. Another factor that can be related to improving the quality of life is family support, and social support is also needed to improve the patient's quality of life.Keywords: Chronic Renal Failure; Haemodialysis; Supportive Therapy Pendahuluan: Indonesia Renal Registry Tahun 2018 Jumlah pasien baru Gagal Ginjal Kronik di Indonesia meningkat dua kali   lipat dibandingkan   dengan   tahun   2017 yaitu sebanyak 30.831.Pasien laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan pasien perempuan dan proporsi pasien terbanyak masih pada kategori 45 sd 64 tahun. Sedangkan jumlah pasien baru Gagal ginjal kronik di Banten tahun 2018 sebanyak 1.073. Hemodialisis merupakan pengobatan seumur hidup yang sering menyebabkan efek buruk pada pasien terutama kesehatan mental. Supportive therapy (Supportive Educative System,  psychological intervention, and life review) merupakan salah satu alternatif terapi yang dapat diberikan kepada pasien  untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan asuhan kesehatan, mengurangi beban keluarga dan meningkatkan koping keluarga serta meningkatkan dukungan sosial sehingga pasien tidak mengalami depresi hingga bunuh diri.Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh Terapi Suportif (Supportive Educative System,  psychological intervention, and life review) Dalam Peningkatan Quality Of Life Pada Pasien Gagal Ginjal dengan Hemodialisa  Di Rumah Sehat Terpadu  Dompet Dhuafa Bogor.Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dengan pre-test post-test with control group. Sampel berjumlah sebanyak 50 pasien terdiri dari 25 kelompok intervensi dan 25 kelompok Kontrol dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan selama empat minggu pada bulan Juli-Agustus. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Mix model terapi suportif, yang terdiri dari Supportive Educative System, intervensi psikologis, dan ulasan hidup, secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien. Dalam penelitian ini, sebanyak 17 (34%) responden berusia 41-50 tahun, 29 (58%) perempuan, 48 (96%) menikah, 17 (34%) memiliki pendidikan terakhir SD, 21 (42%) adalah ibu rumah tangga, 48 (80%) mendapatkan pembiayaan melalui BPJS, dan 20 (40%) telah menjalani hemodialisis selama 1-2 tahun. Sebelum terapi suportif, kualitas hidup kelompok intervensi adalah sedang (16 [64%]), sementara kelompok kontrol adalah sedang (23 [92%]). Setelah terapi, kualitas hidup kelompok intervensi meningkat menjadi tinggi (19 [76%]), sementara pada kelompok kontrol, kualitas hidup tetap sedang (19 [76%]). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai ρ-value sebesar 0,003, menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara kualitas hidup sebelum dan setelah terapi suportif pada kelompok intervensi. Namun, pada kelompok kontrol, nilai ρ-value sebesar 0,157, yang lebih besar dari tingkat signifikansi α (0,05), menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kualitas hidup sebelum dan setelah terapi suportif.Simpulan: Mix model terapi suportif  yaitu Supportive Educative System,  psychological intervention, and life review berupaya bisa memberikan dampak untuk peningkatan kualitas hidup pasien. Hasil penelitian terapi suportif memberikan pengaruh bermakna secara signifikan terhadap kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa. Mix model terapi suportif bisa diterapkan kepada pasien dengan masalah kesehatan yang akan berdampak psikologis. Faktor lain yang bisa berhubungan dengan peningkatan kualitas hidup yaitu dukungan keluarga, dan dukungan social diperlukan juga untuk memberikan peningkatan kualitas hidup pasien.
Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Apotek Hidup dengan Pemanfaatan Limbah Plastik dengan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Riris Andriati; Andriyani Rahmah Fahriati; Fenita Purnama Sari Indah; Firdha Senja Maelaningsih
Pelita Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Pelita Masyarakat, September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v5i1.10018

Abstract

The objectives of this Community Service include increasing the knowledge and skills of the Pasireurih Village community in planting and processing Family Medicinal Plants as well as processing waste through 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Apart from that, it improves the skills of the people of Pasireurih Village. The method used to achieve the objectives of Community Service is by means of lectures (counseling) and training. A series of activities include counseling on family medicinal plants, training on planting and processing Family Medicinal Plants, as well as counseling on waste management. The result of this Community Service activity is that all series of Community Service activities run smoothly and provide satisfactory results. The Community Service activities that have been carried out have benefits in several sectors. The main sectors that have the most influence are health and the environment. The success of implementing activities can be seen from several components, namely: there is an increase in public knowledge regarding Family Medicinal Plants and waste processing through 3R. Apart from that, Family Medicinal Plants in people's homes has increased significantly, and people have become skilled in processing medicinal plants into herbal drinks. The person responsible for Family Medicinal Plants has also created its management.
KORELASI ANTARA IMT (INDEKS MASA TUBUH) DAN LIFE STYLE DENGAN INSIDEN DISLIPIDEMIA PADA KARYAWAN BAGIAN PP PRODUCTION DI PT.X CILEGON Rita Dwi Pratiwi; Riris Andriati; Dian Karoseri; Gina Aulia
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5 No 1 (2024): Nursing Science Journal (NSJ)
Publisher : STIKES Pemkab Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53510/nsj.v5i1.221

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2008 prevalensi dislipidemia di Asia Tenggara sebesar 30,3%. Di Pasifik Barat 36,7%, di Eropa 53,7% dan Amerika 47,7%. Untuk di Indonesia prevalensi penduduk yang mengalami dislipidemia ada sekitar 36%. Tujuan penelitian ini mengetahui korelasi antara IMT (Indeks Massa Tubuh) dan life style dengan insidensi Dislipidemia pada karyawan bagian PP Production di PT. X Cilegon. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional untuk mengetahui korelasi antara variabel independen dengan variabel dependen. Jumlah sampel sebanyak 100 orang responden. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji statistik Chi square pada penelitian tentang korelasi antara IMT (Indeks Massa Tubuh) dengan insidensi Dislipidemia, didapat nilai p = 1,501 dengan tingkat kemaknaan p > 0,05, maka kesimpulannya tidak terdapat korelasi antara IMT (Indeks Massa Tubuh) dengan insidensi Dislipidemia pada karyawan bagian PP Production di PT. X Cilegon. Berdasarkan hasil uji statistik Chi square pada penelitian tentang korelasi antara life style dengan insidensi Dislipidemia, didapat nilai p = 0,289 dengan tingkat kemaknaan p > 0,05, maka kesimpulannya tidak terdapat korelasi antara life style dengan insidensi Dislipidemia pada karyawan bagian PP Production di PT. X Cilegon. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan perusahaan semakin aktif mengajak karyawan lebih memperhatikan kesehatan.
HUBUNGAN PERILAKU EMOTIONAL EATING, ASUPAN ENERGI DAN BEBAN KERJA DENGAN GEJALA STRES SAAT MENYUSUN SKRIPSI PADA MAHASISWA S1 KESEHATAN MASYARAKAT STIKES WIDYA DHARMA HUSADA TANGERANG Ilmi, Ayatun Fil; Yanuar, Muhammad Cahyadi; Fahriati, Andriyani Rahmah; Andriati, Riris
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v19i2.31248

Abstract

Tekanan stres yang berbahaya, menakutkan, menjengkelkan, dan tidak terkendali yang dihasilkan dari ketidaksesuaian antara keadaan yang diinginkan dan harapan, ketika ada kesenjangan antara tuntutan lingkungan dan kemampuan individu untuk memuaskannya. Stres akademik memengaruhi antara 38% dan 71% siswa di seluruh dunia, dan antara 39% dan 61,3 persen siswa Asia. Antara 36,7% dan 71,6% siswa Indonesia melaporkan merasa kewalahan dengan tugas sekolah. Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku emotional eating, asupan makan berlebih dan beban kerja dengan gejala stres saat menyusun skripsi pada mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat STIKes Widya Dharma Husada Tangerang. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021 menggunakan total sampling, dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 97 responden mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian terdapat hubungan antara perilaku emotional eating dengan gejala stres (p=0,001, r=-0,391), asupan makan berlebih dengan gejala stres (p=0,001, r=0,544), beban kerja dengan gejala stres (p=0,001, r=0,465. Dari Hasil Penelitian ini diharapkan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi dapat mengelola tingkat stress dan mengontrol emotional eating, agar tidak terjadi masalah yang lebih berat lagi seperti kejadian obesitas atau kekurangan gizi.
PEMBERIAN MADU TERHADAP GRADE LUKA GANGREN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II POST OPERASI DEBRIDEMENT Rahayu, Safitri; Andriati, Riris; Pratiwi, Rita Dwi; Pratama, Defi Anggara; Indah, Fenita Purnama Sari
Edu Masda Journal Vol 8, No 1 (2024): Edu Masda Journal Volume 8 Nomor 1
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v8i1.216

Abstract

Symptoms of tingling, pain in the hands and feet and reduced sensitivity or numbness will be very dangerous for the sufferer because if the sufferer is injured in the leg or hand the sufferer will not feel pain. Wounds will become more difficult to heal and then become ulcers/ulcers and can also become gangrene. Objective: To know the effect of honey administration on the degree of gangrene wounds in patients with diabetes mellitus. Methods: The research method used is a quasi-experiment design method using one design pre-test and post-test approach that compares subjects before and after giving honey therapy. Results: obtained 0,005 in the present by comparing the p-value to the critical p value is 0.05. The results of the influence test show that the degree of gangrene wound after giving treatment using honey in the Anggrek-Sakura Room of RSU Bhakti Asih Ciledug Tangerang normal distribution of 0.441. Conclusion: there is an influence of the administration of honey therapy against the grade of the gangrenous wound in patients with diabetes mellitus type 2 post-operation debridement. Recommendation: From the results of this study, it is expected that educational institutions can improve and define various educational programs that can disseminate information about the administration of honey for grade gangrene wounds in patients with type 2 diabetes mellitus.AbstrakKondisi gejala kesemutan, nyeri pada tangan dan kaki serta berkurangnya sensitivitas atau mati rasa akan sangat berbahaya bagi penderita karena apabila penderita terluka dikaki atau tangan penderita tidak akan merasa sakit. Luka akan semakin sukar sembuh dan kemudian menjadi ulkus/borok dan bisa juga menjadi luka gangren. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian madu terhadap grade luka gangren pada pasien diabetes mellitus. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode quansi eksperiment design dengan menggunakan pendekatan one design pre-test dan post-test yaitu membandingkan subjek sebelum dan sesudah diberikan terapi madu. Hasil: Diperoleh p value 0,005 di tunjukan dengan membandingkan nilai p terhadap nilai p kritis yaitu 0,05. Hasil uji pengaruh diketahui bahwa grade luka gangren sesudah diberikan perawatan terapi menggunakan madu di Ruang Anggrek-Sakura RSU Bhakti Asih Ciledug Tangerang berdistribusi normal sebanyak 0,441 Kesimpuan: Bahwa ada pengaruh pemberian terapi madu terhadap grade luka gangren pada pasien diabetes mellitus tipe 2 post operasi debridement. Saran: dari hasil penelitian ini diharapkan institusi Pendidikan dapat meningkatkan dan menentukan berbagai program pendidikan yang dapat menyebarluaskan informasi tentang pemberian madu terhadap grade luka gangren pada pasien diabetes mellitus tipe 2.
STUDI KUALITATIF PERSEPSI DAN PERILAKU PEKERJA SEKS KOMERSIAL DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN HIV/AIDS DI BOGOR Romlah, Siti Novy; Andriati, Riris; Utama, Mahfuj Putra
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v5i1.92

Abstract

LatarBelakang : Infeksi menular seksual (IMS) dapat meningkatkan risiko terinfeksi Human Immunodefficiency Virus (HIV), oleh karena itu seseorang yang sudah terkena IMS akan lebih mudah tertular HIV terutama pada pekerja seks komersial (PSK). Dari tahun 2014 sampai tahun 2017 di Bogor kasus IMS dan HIV/AIDS lebih banyak disebabkan karena penularan dari PSK yang sudah tertular IMS dan HIV/AIDS. Sepanjang tahun 2017 sampai tahun 2018 Sudah lebih dari 554 penderita HIV/AIDS yang terdata di Bogor. Tujuan : Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan perilaku pekerja seks komersial dalam upaya pencegahan infeksi menular seksual dan HIV/AIDS dengan menggunakan teori Health Belief Model di bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan snowball sampling. Informan utama dalam penelitian ini adalah PSK yang berjumlah 5 orang. Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwafaktor pendorong menjalani pekerjaan sebagai PSK adalah karena ekonomi dan liltan hutang, pengetahuan para PSK saat rendah terhadap pencegahan infeksi menular seksual dan HIV/AIDS, keseluruhan PSK menyadari persepsi tentang manfaat upaya mencegahan tapi hanya sedikit melakukan pemeriksaan ke tim medis, persepsi kesadaran diri terhadap IMS dan HIV/AIDS sangat kurang karena para PSK tidak mempermasalahkan konsumen tidak menggunakan kondom saaat behubungan intim. Kesimpulan : Karakteristik PSK, Informan berkisar dari yang paling muda berumur 25 tahun dan yang paling tua berumur 36 tahun, 3 informan bekerja sebagai PSK selama 1 – 6 bulan. Selain dari informan tersebut lama bekerjasebagai PSK selama 2 – 4 tahun, 5 informan berstatus janda, Seluruh informan memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Faktor pendorong para informan menjalani pekerjaan sebagai pekerja seks komersial adalah karena faktor ekonomi.
KORELASI DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN TINGKAT STRESS DENGAN EFIKASI DIRI MAHASISWA NERS A STIKES WIDYA DHARMA HUSADA TANGERANG DALAM MELAKUKAN TINDAKAN INVASIF MARSIWI, ANDINI RESTU; AWABIN, MUHAMMAD BUKATORI; ANDRIATI, RIRIS
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 6, No 2 (2022): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v6i2.428

Abstract

ABSTRACTSince the COVID-19 pandemic hit the whole world, all education implementation in Indonesia has changed learning methods to online. Therefore, the Department of Nurse Profession Education at STIKes Widya Dharma Husada Tangerang uses a hybrid learning method for STIKes WDH Nurse Profession students in 2021. Hybrid learning is to combine face-to-face learning with online learning (Kemendikbud, 2020). According to Ayunda, Rasyid, and Miranti (2021) as many as 14 students experienced very high stress and 55 students experienced high stress during online learning. Preliminary studies showed that only 13.3% of Nurse Profession students believed they were able to install a catheter. Student confidence in carrying out invasive procedures can affect the success of achieving student learning targets. This study aims to identify the self-efficacy of Nurse Profession students in carrying out invasive procedures and the factors that influence them. This research is quantitative research with a cross-sectional approach at a time (point time approach). The sampling technique of this study is total sampling. The results of the study explained that there was a relationship between peer support and the self-efficacy of Nurse Profession students in carrying out invasive actions with a sufficient correlation coefficient (r = 0.482) and there was no relationship between stress levels and the self-efficacy of Nurse Profession students in carrying out invasive actions. ABSTRAKSemenjak pandemi covid-19 melanda seluruh dunia, semua penyelenggaraan  pendidikan  di Indonesia  mengubah metode pembelajaran menjadi daring. Oleh sebab itu Jurusan Pendidikan Ners di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang menggunakan  metode  pembelaran  hybrid pada mahasiswa Ners STIKes WDH Tahun 2021. Pembelajaran hybrid  yaitu memadukan  pembelajaran  tatap muka dengan pembelajaran  dalam jaringan (Kemendikbud,  2020). Menurut Ayunda, Rasyid, Miranti (2021) sebanyak 14 mahasiswa  mengalami  stress  sangat  tinggi  dan  55  mahasiswa  stress  tinggi saat pembelajaran online. Study pendahuluan menunjukkan hanya 13,3 % mahasiswa Ners yang yakin mampu melakukan pemasangan kateter. Keyakinan mahasiswa dalam melakukan prosedur tindakan invasive dapat mempengaruhi keberhasilan pencapaian target belajar mahasiswa ners. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi  efikasi diri mahasiswa ners dalam  melakukan prosedur tindakan invasive dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.  Penelitian ini merupakan penelitian   kuantitatif   dengan pendekatan cross sectional pada suatu waktu (point time approach). Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan dukungan teman sebaya dengan  efikasi  diri  mahasiswa  ners  dalam  melakukan  tindakan  invasif  dengan  koefisien  korelasi  cukup (r=0,482)  dan tidak terdapat  hubungan  tingkat stress dengan efikasi  diri mahasiswa  ners dalam melakukan tindakan invasif.
PENERAPAN TEKNIK ENDORPHIN TERHADAP NYERI KALA I PERSALINAN Rahmi, Junaida; Andriati, Riris; Romlah, Siti Novy; Anisa, Fitri Nur; Septiana, Diah Ayu
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v5i2.178

Abstract

ABSTRACT Labor pain is a natural thing that will serve every woman before the birth process, labor pain can occur due to strong contractions that function as a decrease in the baby's head and body. Labor pain causes a sense of discomfort and anxiety which is presented to the mother in labor. Overcoming labor pain can be done with pharmacological methods, namely analgesic and non-pharmacological, namely the Endorphin Technique. Research Objectives To find out ‘The Effect of Endorphin Techniques on Labor Pain in the First Stage’. This type of  search uses the literature study method by collecting the data obtained (n=955), analyzing, structured evaluation, and classification so as to get a reference to the literature study. The results of the study found the Endorphin Technique (n = 5) journal journals. The Endorphin Technique are very effective in reducing labor pain and helping to accelerate the lowering of the baby's head in laboring mothers so as to provide comfort to the mother before labor It is hoped that health workers apply in midwifery care and provide health education to mothers who give birth that the Endorphin Technique methods that can reduce pain during the labor process. ABSTRAK Nyeri persalinan merupakan hal wajar yang akan dialami oleh setiap wanita menjelang proses persalinan, nyeri persalinan bisa terjadi karena adanya kontraksi kuat yang berfungsi sebagai penurunan kepala dan badan bayi. Nyeri persalinan menimbulkan rasa ketidaknyamanan serta rasa cemas yang dialami pada ibu bersalin. Mengatasi nyeri persalinan dapat dilakukan dengan metode farmakologi yaitu analgesic dan non farmakologi yaitu Teknik Endorphin. Tujuan Penelitian Mengetahui ‘Penerapan Teknik Endorphin Terhadap Nyeri Persalinan Kala I’. Jenis penelitian yang menggunakan metode study literatur review dengan mengumpulkan data yang diperoleh (n=955), telaah, evaluasi terstruktur, dan pengklasifikasian sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai studi literatur. Hasil penelitian ditemukan Teknik Endorphin (n=5) jurnal. Teknik Endorphin sangat efektif dalam mengurangi rasa nyeri persalinan dan membantu mempercepat penurunan kepala bayi pada ibu bersalin sehingga memberikan rasa nyaman kepada ibu bersalin menjelang proses persalinan. Diharapkan untuk tenaga kesehatan menerapkan dalam asuhan kebidanan serta memberi pendidikan kesehatan pada ibu bersalin bahwa  Teknik Endorphin merupakan metode yang dapat mengurangi rasa nyeri pada saat proses persalinan.
HUBUNGAN PENGGUNAAN AIR SUMUR UNTUK KEBUTUHAN MINUM DENGAN RISIKO TERJADINYA UROLITIASIS DI WILAYAH KAMPUNG RAGAMUKTI RW 02 DESA CITAYAM ANDRIATI, RIRIS; UTAMI, RAHAYU BUDI; FIRGIANTI, REZA; FAHRIATI, ANDRIYANI RAHMAH
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 6, No 2 (2022): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v6i2.425

Abstract

ABSTRACTThe prevalence of urolithiasis is 5% to 19.1% in West Asia, Southeast Asia, South Asia, and some developed countries (Korea and Japan). Urinary tract stone disease in Indonesia is still the majority of patients in urology clinics. the prevalence of kidney stones is 6%, with the lowest prevalence of 1% and the highest prevalence of 12%. According to the Basic Health Research (Riskesdas), the number of cases of urinary tract stones increased by 4,444 from 6.9% in 2013 to 8.5% in 2018. The purpose of this study was to determine the relationship between the use of well water for drinking needs and the risk of urolithiasis in the Ragamukti village area. RW 02 Citayam Village. This research method uses a quantitative analytical survey. The research design used was cross sectional. The sampling technique was proportional random sampling with the Slovin formula with a sample of 80 respondents and statistical tests using chi square. Results It was found that the use of well water at risk with moderate urolithiasis risk was 37 respondents and the use of well water that was not at risk with moderate urolithiasis risk was 28 respondents. wells for drinking needs with the risk of urolithiasis in the village area of Ragamukti RW 02 Citayam Village. Suggestion It is hoped that health services will provide counseling about the quality of clean water that is suitable for drinking water sources.ABSTRAKUrolitiasis merupakan salah satu dari tiga penyakit gangguan saluran kemih tersering di dunia, dengan prevalensi rata-rata 1-12%. Di beberapa negara di dunia, berkisar 1-20% dan lebih sering terjadi pada pria. Prevalensi urolitiasis adalah 5% sampai 19,1% di Asia Barat, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan beberapa negara maju (Korea dan Jepang). Penyakit batu saluran kemih di Indonesia masih menjadi mayoritas pasien di klinik urologi, prevalensi batu ginjal sebesar 6%, dengan prevalensi terendah 1% dan prevalensi tertinggi 12%. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), jumlah kasus batu saluran kemih meningkat 4.444 dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan air sumur untuk kebutuhan minum dengan risiko terjadinya urolitiasis di wilayah kampung Ragamukti RW 02 Desa Citayam. Metode penelitian ini menggunakan survei analitik kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan propotional random sampling dengan rumus slovin dengan jumlah sampel 80 responden dan uji statistik menggunakan chi square. Hasil diperoleh penggunaan air sumur yang berisiko dengan risiko urolitiasis sedang sebanyak 37 responden dan penggunaan air sumur yang tidak berisiko dengan risiko urolitiasis sedang sebanyak 28 responden. Kesimpulan hasil uji statistik menggunakan uji chi square diperoleh nilai kemaknaan p-value=0,008 yang artinya terdapat hubungan penggunaan air sumur untuk kebutuhan minum dengan risiko terjadinya urolitiasis di wilayah kampung Ragamukti RW 02 Desa Citayam. Saran diharapkan pelayanan kesehatan melakukan penyuluhan mengenai kualitas air bersih yang layak untuk dijadikan sumber air minum 
Co-Authors Agit Prawida Agung Dewantoro Agustin, Amelia Ahmad Mukhlis Handono Aisyah Aisyah Ajat Sudrajat Alita, Dini Arum Ambarsari, Fitri Amelia Nurul Hakim Andini Restu Marsiwi Andiyan Andiyan Andiyan Andriyani Rahmah Fahriati Anggraini, Monika Sari Anisa, Fitri Nur Annisa Amalia Hanifa Aripin Aripin Asep Hidayat Astuti, Heny Aulia, Gina AWABIN, MUHAMMAD BUKATORI Ayamah, Ayamah Ayatun Fil Ilmi Beti Rianti Bheta Sari Dewi BIMA BIMA, BIMA Deden Gumilar Nugraha Desy Darmayanti Devi Novita Indriyani DEWI FITRIANI Dewi Fitriani Dewi Yulianti Dewi, Bunga Arista Dian Karoseri Fahmi, Muhammad Hidayatul Faizah Tafdhiila Fauziah, Hani Fenita Purnama Sari Indah Ferdhani, Felinda Putri Firdha Senja Maelaningsih FIRGIANTI, REZA Frili, Frili Gama Bagus Kuntoadi Gina Aulia Gita Ayuningtyas Holidah Holidah Humaira Fadhilah Husniati, Siti Ika Rohmawati Ika Rohmawati Iskandar, Arik Kasumawati, Frida Khairunnisa, Firyal LESTARI, SANTI Lilis Minarsih Lilis Suryani Butar Butar Listiana, Ida Liza Puspa Dewi Lukman Handoyo MAIRIZA, SANTI Marta Desri Ayu Marta Desri Ayu Maulina, Fresty Cahya Muh Firman Yudiatma Muthoinah, Luthfi Mutiara, Ayu Indah Ni Bodro Ardi Nur Hasanah Nur Sakinah Nurwulan Adi Ismaya Nuzulia, Lulu’il Laila Oktavani, Elisa Prakasa, Juansah Satya Pratama, Defi Anggara Pratama, Yusuf Apriliyansyah Pratama PUJI LESTARI Puji, Lela Kania Rahsa Purwadiansyah, Anggie Ellen Puspita, Ratumas Ratih Rachmaniah, Dini Rahayu, Safitri Rahayu, Savitri Rahmi Junaida Ramdan, Raka Fahri Rani Aprilia Simamora Renti Yunita Rina Kartikasari Rina Kartikasari, Rina Rita Dwi Pratiwi Sandeep Poddar Sania, Sania Sarah, Fitri Sari Anggraini, Monika Septiana, Diah Ayu Setianti Haryani Sheli, Sheli Siti Novy Romlah Sriwulan Ayuningtyas Sucipto Sucipto Sudi Dewi Asih Kusumawati Suny Koswara Rahajeng Timor Utama TITA HARDIANTI Tri Okta Ratnaningtyas Trisutrisno, Dedi Unayah, Maelia Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Utama, Mahfuj Putra Utami, Rahayu Budi Utari Kusumawati Veri, Veri Yanuar, Muhammad Cahyadi Yulia Dwi Fatmawati Yuliastuti Yuliastuti