Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI PID LEVEL CONTROL PADA THREE PHASE SEPARATOR (221-D9002) PT PERTAMINA EP CEPU DENGAN MENGGUNAKAN HYSYS INTERCAFE MATLAB Muhammad Razin; Nasrul ZA; Muhammad Muhammad; Lukman Hakim; Rizka Mulyawan; Raudhatul Ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.8801

Abstract

Penelitian Sistem kontrol Proportional, Integral dan Derivative (PID) merupakan kontroller untuk menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tersebut (Feed back). Separator adalah tabung yang mempunyai tekanan dimana berfungsi untuk memisahkan fluida dari sumur pengeboran menjadi cairan, cairan dan gas untuk alat three phase separator dengan prinsip kerja yang sama yaitu pemisahan berdasarkan perbedaan densitas. Adapun metodologi penelitian ini adalah membuat model steady state Three Phase Separator, kemudian mengubah model steady state menjadi model dynamic, lalu membuat model kontrol PID, setelah itu melakukan tuning terhadap kontrol PID dan melakukan pengujian terhadap kontrol PID, dengan melakukan gangguan pada set point. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan waktu respon tercepat terhadap gangguan pada level control serta mendapatkan variable Kc, Ti dan Td terbaik. Hasil dari pengaplikasian sistem kontrol PID maka didapatkan waktu tercepat yaitu 0.51 menit dengan nilai Kc= 18,5 Ti= 27,5 dan Td=0,1542 pada setpoint 36-38% Sedangkan waktu terlama pada hasil pengujian kontrol PID dengan mengubah level dari 40% menjadi 38%, yaitu 0,54 menit dengan nilai Kc= 18,5, nilai Ti=27,5 dan Td= 0,1542.
OPTIMASI VARIABEL MASSA, SUHU DAN WAKTU PIROLISIS PADA PEMBUATAN ASAP CAIR (liquid smoke) DARI LIMBAH PADAT NILAM MENGGUNAKAN METODE RSM Salimuddin Salimuddin; Zainuddin Ginting Ginting; Syamsul Bahri Bahri; Muhammad Muhammad; Jalaluddin Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.9720

Abstract

Limbah padat hasil Penyulingan  minyak nilam banyak dijumpai diindustri penyulingan minyak nilam terutama dikota Lhokseumawe. Besarnya volume limbah padat penyulingan nilam belum termanfaatkan secara optimal. Dengan memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk yang berguna dan mempunyai nilai tambah yang nyata. Ketersediaan limbah padat nilam sangat berpotensial untuk diolah menjadi asap cair karena memiliki komponen senyawa organik yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan pada pembuatan asap cair adalah menggunakan limbah padat nilam dan mengoptimasi dengan metode RSM.  Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengoptimasi variable massa, suhu dan waktu Pirolisis pada  pembuatan asap cair dari limbah padat nilam menggunakan metode RSM (Respon Surface Method) dengan Software Design Expert 13. Penelitian ini menvariasikan massa 600, 1200 dan 1800 gr. Suhu 250, 300 dan 350oC. Waktu 60, 90 dan 120 menit. Dari hasil yang didapat, kadar asap cair paling besar terdapat pada suhu 350oC, waktu 120 menit dan massa 1200 gr dengan kadar asap cair sebesar 14.33 %. Dan densitas tertinggi 0.9949 g/m3 pada suhu 250oC, waktu 60 menit dan massa 1200 gr. Dan pH tertinggi yaitu 3,35 yang mana asap cair bersifat Asam. Kandungan asap cair pada uji menggunakan GC-MS adalah fenol sebesar 46,14% dan benzene sebesar 15,55%.
PEMBUATAN DETERJEN CAIR DARI MINYAK KELAPA VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Rauzatul Jannah Z; Syamsul Bahri; Muhammad Muhammad; Ishak Ibrahim; Zainuddin Ginting
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i5.9986

Abstract

Penelitian ini adalah mempelajari pembuatan deterjen cair dari minyak kelapa virgin coconut oil (VCO). Minyak kelapa adalah minyak yang dibuat dari bahan baku kelapa, diproses tanpa bahan kimia. Deterjen merupakan salah satu produk pembersih yang banyak di manfaatkan pada kegiatan pembersihan untuk laundry, alat-alat rumah tangga, trasportasi, kegiatan komersial dan industry metal. Pembuatan deterjen cair dari minyak kelapa virgin coconut oil (VCO) ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh hubungan minyak dan KoH yang dipakai. penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya tetapi dengan menggunakan minyak goreng mentah dan ekstrak biji mahoni, sedangkan pada penelitian ini menggunakan minyak kelapa virgin coconut oil (VCO)dengan variasi waktu pemansan dan volume KOH.Variable penelitian ini adalah hubungan waktu pemanasan,minyak dan KOH pada proses pembuatan deterjen cair dengan minyak kelapa, sehingga menghasilkan deterjen cair yang memenuhi standar SNI. Nilai pH yang diperoleh sekitar 11-12, sedangkan spesifikasi SNI yaitu 10-12. Sedangkan nilai densitas yang diperoleh sekitar 0,8-1,4, sedangkan SNI yaitu 1,2-1,5. Kata Kunci:Densitas, KOH, Minyak Kelapa, pH
Review Of Multicrystalline Silicon Wafer Solar Cell Processing Azwar Azwar; Luthfi Luthfi; Muhammad Muhammad
Jurnal POLIMESIN Vol 19, No 1 (2021): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v19i1.2090

Abstract

The challenges for searching and utilizing  of new and sustainable energy sources especially solar cell electricity. The major obstacle of using solar cells for electricity generation has been a much higher price when compared to the price of electricity generated from the traditional sources. The photovoltaic industry needs to put an enormous pressure and optimization at every stage of the photovoltaic manufacturing chain of multicrystalline silicon wafer solar cell processing  in order to reduce cost.  Processing of multicrystalline silicon solar cells  is starting by silicon wafer preparation, etching and texturing,  saw damage etching, surface texturing, phosphor diffusion edge isolation, phosphor diffusion, edge isolation, silicon nitride deposition for antireflection coating, and metallization process that consist of screen printing ag front side, screen printing of al back side, drying and firing and formation al back surface contact.  Mechanical stability of silicon wafer became a serious issue due to reduction of wafer thickness, so probability for wafer to breakage is high; investigate the mechanism of wafer breakage is important to reduce breakage. The present of micro cracks reduces the mechanical strength of wafer significantly and wafer breakage will increase, because crack will start from the existing micro crack and that will propagate easier with presence of the stress. Mechanical stability is increase significantly after the etching process; on the other hand the screen printing process will reduce wafer strength.  Etching of saw damage, that is induced during wafer slicing, and metallization of the surfaces are 2 crucial processing steps in the manufacturing of mc-silicon solar cells
Effects of bioethanol addition to the biodiesel-diesel fuel blend on diesel engine exhaust emissions Asnawi Asnawi; Muhammad Muhammad; Abdul Rahman; Nurul Islami; Diki Dian Andika; Ihsanul Fikri Hutabarat; Irwansyah Situmorang
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 3 (2023): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i3.3460

Abstract

The transition of energy sources from fossil fuel to biofuel is becoming a major topic in the world towards renewable energy to reduce greenhouse gas emissions, improve environmental air quality, and reduce dependence on fossil fuel in the future. This study aims to evaluate the effect of increasing the concentration of oxygenated biofuel in diesel fuel on the emissions of diesel engines. In this study, B30 (30% biodiesel and 70% diesel) was used as a base fuel, and a fraction of pure biodiesel (B100) was added to increase the biodiesel concentration in B30 fuel to create B40 (40% biodiesel and 60% diesel). Furthermore, the addition of 5% and 10% of bioethanol as a fuel additive in the fuel blend was conducted while maintaining a biodiesel concentration of 40%. The effect of bioethanol contained in the fuel blends was tested using a single-cylinder 418 cc diesel engine.  The experiment was carried out at an engine speed of 1000–3000 rpm. The result shows that the concentration of the diesel-biodiesel-bioethanol blend affected the emissions produced by the diesel engines. Combustion efficiency increased with the concentration of biodiesel in the diesel fuel, as shown by reduced CO emissions, increased CO2 emissions, and increased NOx emissions at engine speeds of 2000–3000 rpm. In comparison to 5% bioethanol at various engine speeds, adding 10% bioethanol has a disadvantageous effect on the combustion process, increasing CO and HC emissions.
KARAKTERISASI BIOETANOL DARI PELEPAH KELAPA SAWIT Muhammad Muhammad; Sulhatun Sulhatun; Jalaluddin Jalaluddin; Meriatna Meriatna; Sri Awalin Marpaung
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i1.11620

Abstract

Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri/perkebunan yang berguna sebagai penghasil minyak makan, minyak industri maupun bahan bakar. Salah satu pemanfaatan limbah padat kelapa sawit adalah dengan memanfaatkan pelepahnya menjadi sumber energi terbarukan sebagai bahan bakar alternatif seperti dalam pembuatan bioetanol. Bioetanol merupakan etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pelepah kelapa sawit menjadi bioetanol dengan parameter pengujian kadar bioetanol, densitas, viskositas, dan pH. Pelepah kelapa sawit didelignifikasi menggunakan NaOH 2,5 M selanjutnya dihidrolisih menggunakan H2SO4 2 M lalu difermentasi menggunakan saccharomyces cerevisiae dengan variasi berat 2 gr, 3,5 gr, 5 gr, 6,5 gr, dan 8 gr dan variasi waktu 3 hari, 5 hari, dan 7 hari setelah itu bioetanol yang diperoleh dimurnikan dengan proses distilasi. Kadar bioetanol terendah pada waktu fermentasi 3 hari sebesar 15,6503% dan tertinggi sebesar 40,3773%, untuk waktu fermentasi 5 hari kadar terendah sebesar 16,0684% dan tertinggi sebesar 42, 2380%, untuk waktu fermentasi 7 hari kadar terendah sebesar 20,7628% dan tertinggi sebesar 36,5855%. Densitas bioetanol terendah pada waktu fermentasi 3 hari sebesar 0,9269 gr dan tertinggi 0,9704 gr, untuk waktu fermentasi 5 hari densitas terendah sebesar 0,9127 gr dan tertinggi 0,9698 gr, untuk waktu fermentasi 7 hari densitas terendah sebesar 0,9312 gr dan tertinggi 0,9643 gr. Viskositas bioetanol pada waktu fermentasi 3 hari sebesar 0,66 cP dan tertinggi 0,85 cP, untuk waktu fermentasi 5 hari viskositas terendah sebesar 0,67 cP dan tertinggi 0,89 cP, untuk waktu fermentasi 7 hari viskositas terendah sebesar 0,69 cP dan tertinggi 0,81 cP. pH bioetanol yang diperoleh berkisar antara 6-6,4 untuk waktu fermentasi 3, 5, dan 7 hari. Kesimpulan yang didapat ialah Pelepah kelapa sawit mengasilkan kadar bioetanol tertinggi dengan kadar bioetanol sebesar 42,24 %, berat ragi terbaik dalam proses fermentasi menghasilkan kadar bioetanol tertinggi didapat pada berat 8 gram, dan lamanya masa fermentasi terbaik yang menghasilkan kadar bioetanol tertinggi didapat pada waktu fermentasi selama 5 hari.
PENGARUH PENAMBAHAN PEKTIN DALAM PEMBUATAN SELAI DARI TEMPURUNG KELAPA MUDA Azril Fahmi; Masrullita Masrullita; Suryati Suryati; Muhammad Muhammad; Sulhatun Sulhatun; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i5.12019

Abstract

Selai yaitu hasil olahan makanan yang terbuat dari buah-buahan melalui cara pemasakan dengan memakai pektin. Tempurung kelapa muda belum dipakai menjadi produk olahan yang mempunyai nilai ekonomis. Penelitian ini mempunyai tujuan agar bisa menggunakan limbah tempurung kelapa muda menjadi produk yang bernilai ekonomis dengan  menguji analisis kadar air, analisa angka lepeng total dan analisa arganoleptik. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum adalah penambahan massa pektin tempurung kelapa yaitu  4,6,8 dan 10 gram dalam pembuatan selai dari tempurung kelapa muda.   Pembuatan selai  bahan baku tempurung kelapa muda melalui proses penghalusan, selanjutnya dipanaskan, dilakukan pengadukan dan penambahan pektin dengan variasi berat pektin 4, 6, 8 dan 10 gram. Adapun pektin yang digunakan adalah pektin bubuk. Hasil uji menunjukan selai sudah memenuhi SNI No.1/2981/1992 selai. Hasil terbaik diperoleh pada variasi berat pektin 6 gram dengan waktu pengadukan 25 menit dengan kadar air 51,25%. Kadar air pada selai 50,59% - 55,64%, dan jumlah angka lepeng total 2,0 x 6 koloni. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa tempurung kelapa muda dapat dipakai menjadi alternatif pembuatan selai
PENGARUH VARIABEL SUHU DAN WAKTU PIROLISIS PADA PEMBUATAN ASAP CAIR (Liquid Smoked) DARI LIMBAH PADAT NILAM (Pogostemon Cablin Benth) Chalisna Wildani; Zainuddin Ginting; Meriatna Meriatna; Muhammad Muhammad; Ishak Ibrahim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.9769

Abstract

Limbah padat nilam adalah limbah yang tidak digunakan dan keberadaannya sangat melimpah. Ketersediaan limbah padat nilam sangat berpotensial untuk diolah menjadi asap cair karena memiliki komponen senyawa organik yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum adalah penggunaan nilam sebagai bahan baku pembuatan asap cair dengan menggunakan pirolisis yang menghasilkan lebih banyak banyak yield asap cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pirolisis terhadap yield, densitas dan pH asap cair yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan proses pirolisis yang  dilakukan pada suhu 250oC, 300oC, dan 350oC dengan variasi waktu pirolisis 60 menit, 90 menit,  120 menit dan 150 menit. Asap cair diperoleh dari kondensasi asap hasil dekomposisi senyawa organik pada proses pirolisis. Dari penelitian diketahui bahwa yield asap cair cenderung meningkat seiring naiknya suhu dan waktu pirolisis. Yield asap cair tertinggi diperoleh pada suhu pirolisis 350oC dan waktu pirolisis 150 menit sebesar 14,92%. Densitas terbaik diperoleh pada pada suhu 350oC dan waktu 150 sebesar 0,9916 sebesar 0,9916 gr/ml. pH asap cair terbaik diperoleh pada suhu pirolisis 350oC dan waktu pirolisis 150 menit sebesar 3,32. Berdasarkan hasil analisa menggunakan GC-MS diperoleh fenol sebesar 46,14%. 
PRODUKSI GAS HIDROGEN DARI AIR LAUT DENGAN METODE ELEKTROLISIS PHOTOVOLTAIC (PV) MENGGUNAKAN ELEKTRODA KARBON Muhammad Safrijal; Lukman Hakim; Meriatna Meriatna; Muhammad Muhammad; Suryati Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.8239

Abstract

Hidrogen merupakan salah satu energi terbarukan yang mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan energi terbarukan lainnya.  Salah satu metode yang menjanjikan untuk menghasilkan gas hidrogen adalah dengan metode elektrolisis air laut yang sumbernya tidak terbatas. Metode elektrolisis pada penelitian ini menggunakan arus listrik Photovoltaic dan air laut dengan volume elektrolit 3500 ml, waktu elektrolisis 15, 30, 45 dan 60 menit dengan menggunakan elektroda karbon pemilihan jenis reaktor berbentuk persegi volume 4500 ml, kondisi operasi 32°C dan 1 atm. Adapun yang menjadi variabel bebas yaitu tegangan 5, 10, 15 dan 20 volt. Dengan variasi waktu hasil kajian menunjukkan bahwa tegangan sangat berpengaruh terhadap penguraian air laut menjadi gas hidrogen. Hasil flow rate gas hidrogen yang paling tinggi didapat pada tegangan 20 volt dengan waktu 60 menit sebesar 11,5 ml/menit. Hasil kajian waktu elektrolisis terhadap penguraian air laut menjadi gas hidrogen tidak berpengaruh signifikan. Tegangan 20 volt menunjukkan hasil gas hidrogen yang tinggi.
Pengaruh Variasi Jenis dan Volume Perekat (Tepung Tapioka dan Air Tebu) Terhadap Kualitas Briket dari Pelepah Kelapa Sawit (Elaeis guenensis Jacq) Agam Muarif; Nurhabiah Nurhabiah; Muhammad Muhammad; Lukman Hakim; Zainuddin Ginting; Rizka Mulyawan
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.10777

Abstract

Briket didefinisikan sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil berwujud padat dan berasal dari limbah biomassa yang telah mengalami proses pemampatan dengan daya tekan tertentu. Salah satu limbah biomassa yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan berpotensi dijadikan sebagai bahan bakar alternatif adalah limbah pelepah kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi jenis dan volume perekat terhadap kualitas briket dari limbah pelepah kelapa sawit berdasarkan analisis nilai kadar air, kadar abu, laju pembakaran, nilai kalor dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Jenis perekat yang digunakan pada penelitian ini adalah tepung tapioka dan air tebu dengan variasi volume masing-masing sebesar 35, 40, 45, 50 dan 55 ml.  Hasil terbaik yang diperoleh pada penelitian ini adalah dengan penambahan volume perekat sebanyak 45 ml. Hasil karakterisasi briket dari limbah pelepah kelapa sawit menggunakan perekat tepung tapioka dan air tebu secara berurutan yaitu kadar air sebesar 7,342% dan 7,361%, kadar abu 7,477% dan 7,905%, laju pembakaran 0,1004 dan 0,1140 gram/menit serta nilai kalor sebesar 5107,95 cal/gr dan 5038,69 cal/gr. Hasil pengujian dengan menggunakan SEM dengan perbesaran 2000x dengan ukuran partikel 20µm menunjukkan  morfologi permukaan briket dengan susunan rongga yang teratur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa briket yang dihasilkan sudah memenuhi SNI No.1/6235/2000 briket arang.
Co-Authors Abdul Rahman abdullah, humaira Adi Setiawan Agam Muarif Alashri, Haris Ali Nur Muhammad Zaidin Balatif Ali Nur Muhammad Zaidin Balatif angga saputra Anggi Dwi Safitri Apandi S, Arpan Ar Razi Ardyan, Muhammad Armelia Dafrina Asnawi Asran Asran Asrillah Asrillah Ayike Kusprasetya Azhari Azhari Azi Maulana Ikbal Azizi Maharani Azril Fahmi Azwar Yunus Bahruddin Bakhtiar Bakhtiar Basuki Wasis Bustami Bustami Chairun Nisa Chalisna Wildani Cut Milya Damayanti Damayanti Dedi Fariadi Deifa Nurfiqih Dela Andriani Devia Ayu Setyowati Diki Dian Andika Eddy Kurniawan Effendi, Mulia Eki Supratiwi Eri Saputra Fadhil Risky Ramadhana Faisal Faisal Faizar Rianda Fajriana, Fajriana Fakhruddin Ahmad Nasution Farhana, Izzati Fasdarsyah Fasdarsyah Feni Lestari Berutu Fidyati, Fidyati Fuji Maharani Giffary, Muhammad Gultom, Togu Sahat Martua Hadi Hosseiniamoli Hafizh Al Kautsar Aidilof Hafli, T Halimah Tusaddiah Daulay Hastriad, Tengku Hendra A Ihsanul Fikri Hutabarat Imanda, Riska Iqbal Kamar Irdoni Irdoni Irma Yulia Damanik Irwansyah Situmorang Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Kartika Kartika Khoirunnisa Al Fadhilah Ritonga Lambang Wicaksono Lamkaruna Rizki Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lina Sari Silalahi Lukman Hakim Luthfi Luthfi M Irsyad K M Muhammad Mahaziva Putri Maghfirah Tambunan Masrullita Masrullita Meriatna Meriatna Mhd Aidil Anwar Mirsa, Rinaldi Mirza Farhan Misbahul Jannah Mochamad Ari Saptari Muhammad Muhammad Arif Muhammad Fauzan Muhammad Huseini Lubis Muhammad Nugraha P Muhammad Razin Muhammad Rumiza Muhammad Safrijal Mulyawan, Mulyawan Mulyawan, Rizka Munirul Ula Muthmainnah Muthmainnah Nadira Diandra Nani Lidia Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrun, Mahdalena Nia Afriani Nikmat Wanda Novi Sylvia Nur Azura Lubis Nur Octavia Deri Nur rizqi Fattah Lubis Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurul Islami, Nurul Pasaribu, Josua Purwoko, Agus Putra, Reza Rahmad Wahyudi Rahman, M R F Ratih Permana Sari Raudhatul Raihan Raudhatul Ulfa Rauzatul Jannah Z Retwan, M.Alif Alzahy Reza Putra Reza Putra Ridho Hafis Rika Santi S. Tumangger Rina Ridara Rinaldi Mirsa Riza Fitri Rizal S.Si., M.IT, Rizal Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizki Alamsyah Rizky, Audry Azilla Rozanna Dewi Safwandi Safwandi Salahuddin Salahuddin Salimuddin Salimuddin Sanda Mulia Utari Selamat Meliala Siddik Darmawan Sinaga, Selvi Sundari Sri Awalin Marpaung Sri Setiawaty Sri Setyawati Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Susi Yanti Syafriandi Damanik Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri T Hafli Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Teuku Mudi Hafli Tiara Puspa Dwi Seta Wiwi Anola Rosane Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z