Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Relaksasi Zikir Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Primigravida Lili Fajria
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2014): NJK Volume 10, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v10i1.307

Abstract

Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis dan intensitas yang dirasakan berbeda-beda. Relaksasi zikir merupakan salah satu terapi non farmakologis yang berkaitan dengan religius, mudah dilakukan, hemat biaya dan secara teoritis efektif untuk mengontrol nyeri persalinan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi relaksasi zikir terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida. Pengumpulan data dilakukan dari bulan juli-agustus 2013 di wilayah kerja Puskesmas Pauh Padang dimana menggunakan desain true experiment dengan pendekatan posttest only control group. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 20 orang dimana 10 orang kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol. Nyeri persalinan diukur secara langsung dengan menggunakan skala nyeri Visual Analag Scale (VAS). Analisa data dilakukan dengan uji mann-whitney untuk menilai perbedaan nyeri antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata intensitas nyeri kelompok eksperimen adalah 4,40 dan rata-rata intensitas nyeri kelompok kontrol adalah 7,10. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat pengaruh terapi relaksasi zikir terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida. Rekomendasi untuk perawat dan tenaga kesehatan lainnya agar menggunakan relaksasi zikir sebagai teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri saat ibu bersalin.
PENGARUH APLIKASI FITRIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PERKEMBANGAN BAHASA Dila Sari, Fitria; Ningtyas, Listina Ade Widya; Deswita, Deswita; Lili Fajria
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 2 (2025): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v13i2.437

Abstract

Keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah masih tinggi, dimana di Amerika Serikat mencapai sekitar (12-26%) dan di Indonesia sendiri mencapai (22%) keterlambatan perkembangan bahasa, salah satunya disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan sikap ibu dalam memberikan stimulasi serta deteksi dini. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh Aplikasi FITRIS (Fitur Deteksi Dini Dan Stimulasi Perkembangan Bahasa) terhadap pengetahuan dan sikap ibu mengenai perkembangan bahasa anak prasekolah. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental pre-post test dengan 90 peserta (45 intervensi, 45 kontrol) melalui consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner valid dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan Aplikasi FITRIS berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (p=0,000) dan sikap ibu (p=0,000). Aplikasi ini membantu ibu memberikan stimulasi dan melakukan deteksi dini pada anak usia 36–72 bulan, serta bisa dijadikan media edukasi dalam program Bina Keluarga Balita (BKB) di Puskesmas untuk mencegah keterlambatan perkembangan bahasa. Kata kunci: aplikasi FITRIS, pengetahuan, perkembangan bahasa, prasekolah, sikap Language development delay in preschool children remains high, reaching approximately 12–26% in the United States and 22% in Indonesia. One of the contributing factors is the lack of maternal knowledge and attitudes toward providing stimulation and conducting early detection of language development. This study aimed to evaluate the effect of the FITRIS Application (Featuring Early Detection and Stimulation of Language Development) on mothers’ knowledge and attitudes regarding preschool children’s language development. A quasi-experimental pre–post test design was employed involving 90 participants (45 in the intervention group and 45 in the control group) selected through consecutive sampling. Data were collected using validated questionnaires and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that the FITRIS Application had a significant effect on improving mothers’ knowledge (p = 0.000) and attitudes (p = 0.000). This application assists mothers in providing stimulation and performing early detection of language development in children aged 36–72 months and can be utilized as an educational medium within the Bina Keluarga Balita (BKB) program at Primary Health Centers (Puskesmas) to prevent language development delays. Keywords: attitude, FITRIS application, knowledge, language development, preschool
The Effectiveness of the Reproductive Health Education Program on the Knowledge Level of YRC Adolescents at SMAN 16 Padang Fajria, Lili; Gusty, Reni Prima; Refnandes, Randy
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.4.527-533.2025

Abstract

Adolescent reproductive health issues are an essential issue that needs special attention, especially in terms of increasing knowledge as an effort to prevent the risk of risky behaviors. This community service program aims to determine the effectiveness of the reproductive health education program in increasing the level of knowledge of adolescent members of the Youth Red Cross (YRC) at SMAN 16 Padang. Community service activities are carried out by providing reproductive health education to Youth Red Cross (YRC) teenage members, totaling 44 people. The instrument used is a questionnaire to measure the level of knowledge before and after the implementation of the educational program. Data were analyzed using a statistical paired sample t-test. The results showed a significant increase in adolescents' knowledge levels after participating in the education program (p < 0.05). Thus, the reproductive health education program has proven effective in increasing the knowledge of YRC adolescents at SMAN 16 Padang. It is hoped that similar programs can be implemented sustainably as part of school health promotion efforts.
PENGUATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA DALAM TINDAKAN PEMBIDAIAN PADA P3K Gusty, Reni Prima; Fajria, Lili; Monica, Monica; Arlia, Nelfi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35724

Abstract

Abstrak: Pertolongan pertama merupakan keterampilan dasar penting bagi siswa, khususnya anggota Palang Merah Remaja (PMR), agar mampu memberikan bantuan awal saat terjadi kegawatdaruratan di sekolah. Di SMAN 16, keterampilan tersebut belum optimal akibat kurangnya kaderisasi dan minimnya pengulangan materi, terutama dalam teknik pembidaian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa PMR melalui pelatihan pertolongan pertama berfokus pada pembidaian. Metode yang digunakan mencakup teori dan praktik melalui pre-test, pemberian materi, demonstrasi, simulasi keterampilan, serta post-test untuk evaluasi hasil belajar. Sebanyak 30 siswa PMR menjadi mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan tes tertulis dan observasi praktik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (rata-rata nilai naik dari 70 menjadi 96) dan keterampilan pembidaian yang lebih sistematis serta sesuai standar. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan menjadi kader kesehatan sebaya. Pelatihan ini efektif meningkatkan kapasitas siswa dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah.Abstract: First aid is an essential basic skill for students, especially members of the Indonesian Red Cross Youth (PMR), to be able to provide initial assistance in case of emergencies at school. At SMAN 16, these skills are not yet optimal due to a lack of training and minimal repetition of material, especially in splinting techniques. This service activity aims to improve the knowledge and skills of PMR students thru first aid training focused on splinting. The methods used include theory and practice thru pre-tests, material delivery, demonstrations, skills simulations, and post-tests to evaluate learning outcomes. A total of 30 PMR students partnered for the activity. Evaluation is conducted thru written tests and practical observation. The results showed a significant improvement in knowledge (average score increased from 70 to 96) and more systematic and standardized splinting skills. Participants also showed increased confidence and readiness to become peer health educators. This training is effective in increasing student capacity and is recommended for continuous implementation in schools.