Claim Missing Document
Check
Articles

Migration and Urban Development: Study of Community Social Change in Eastern Aceh Wibowo, Guntur Arie; Rahman, Aulia; Majida, Andi Zulfa; Chairuddin, Chairuddin
The Indonesian Journal of Social Studies Vol 7 No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijss.v7n1.p206-213

Abstract

Migrasi dan Perkembangan Kota: Studi tentang Perubahan Sosial Masyarakat Di Aceh Bagian Timur" adalah sebuah penelitian yang mengkaji bagaimana migrasi dan perkembangan kota mempengaruhi perubahan sosial masyarakat di Aceh bagian timur. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana faktor migrasi dan perkembangan kota mempengaruhi perubahan sosial masyarakat, termasuk bagaimana kedua faktor tersebut mempengaruhi perubahan perilaku, norma, dan budaya masyarakat. Penelitian ini juga akan mengevaluasi bagaimana perubahan sosial yang terjadi mempengaruhi stabilitas dan kesejahteraan masyarakat, serta bagaimana masyarakat mengatasi perubahan tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan informasi yang berguna bagi pengembangan masyarakat dan perencanaan pembangunan kota di Aceh bagian timur dan daerah lain yang mengalami perubahan yang sama.
Islamic Identity in Aceh Shaped by the Historical and Cultural Heritage of the Perlak Sultanate Usman; Rahman, Aulia; Riyani, Mufti; Shamadiyah, Nurasih
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol. 22 No. 1 (2024): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/ibda.v22i1.9568

Abstract

Studies on the role of the Peureulak Sultanate in Islamization in Indonesia still need to be completed. By conducting this research, this research can fill the knowledge gap about the role and contribution of the Peureulak Sultanate in the Islamization process in Indonesia. Apart from that, this research is important in the context of strengthening Islamic identity in Aceh. Through analysis of historical evidence, this research will look at and analyze how the role of the Peureulak Sultanate influenced and shaped Islamic identity in Aceh. This can help preserve and strengthen the Acehnese people's cultural identity, which is closely related to Islam. By reviewing the role of the Peureulak Sultanate in Islamization in Indonesia, we can view this process from a more holistic perspective. This study pays attention to historical, social, cultural, and identity aspects so that we can understand the Islamization process comprehensively and contextually. This research is historical. The research was carried out by conducting literature studies, document and archive studies, in-depth interviews with local figures in Perlak, conducting field studies at heritage sites of the Perlak sultanate (graves of the Perlak kings, ancient harbor, Perlak River), and conducting historical analysis. The findings from this research reveal that the Perlak Sultanate has a rich historical heritage, especially in the form of the tombs of the Perlak kings, which played an important role in strengthening Islamic identity in Aceh. The Perlak Sultanate also played a role in the pepper trade, which, through trade routes, helped spread Islam. The pepper trade not only creates economic wealth but also brings positive changes in the culture and society, with values such as brotherhood, tolerance, mutual respect and respect becoming a strong foundation. The results of this research provide in-depth insight into the historical role of the Perlak Sultanate in the formation of Islamic identity in Aceh and the importance of factors such as trade in this process. This study makes a valuable contribution to understanding Aceh's diverse history and culture.
Kesetaraan Gender: Sebuah Tijauan Teori Feminisme Wibowo, Guntur Arie; Chairuddin, Chairuddin; Rahman, Aulia; Riyadi, Riyadi
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 9 No 2 (2022): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.971 KB) | DOI: 10.33059/jsnbl.v10i2.6360

Abstract

Feminisme adalah paham yang memandang perbedaan hak-hak perempuan berdasarkan kesetaraan perempuan dan laki-laki dan hal ini menarik untuk dibahas karena keyakinan bahwa perempuan mengalami ketidakadilan karena gendernya. Feminisme bukanlah pemberontakan perempuan terhadap laki-laki, tetapi suatu upaya untuk memerangi dan mengingkari kodratnya terhadap institusi sosial seperti keluarga dan perkawinan, serta untuk mengakhiri penindasan dan eksploitasi terhadap perempuan. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dokumentasi berupa file dan observasi non partisipan disertai studi pustaka untuk mendukung data. Analisis data menggunakan dua tahapan yaitu tahapan reduksi data dan tahapan interpretasi. Usaha para penggiat gender melalui feminisme terbukti sedikit dan perlahan sudah mempengaruhi persepsi, pemahaman dan perlakuan rakyat secara luas. Setidaknya pada bidang perundangan, Indonesia memiliki UU PKDRT (Penanggulangan Kekerasan Dalam Rumah Tangga) UU Perlindungan Anak, UU Perdagangan Orang, UU Partai Politik & Pemilu, UU Kewarganegaraan, UU Pornografi yang kesemuannya menaruh perhatian wanita dan anak dimana mereka umumnya sebagai korban menjadi dampak timpangnya gender Indonesia, meskipun secara luas masih diharapkan kajian gender yang lebih mendalam khususnya masalah implementasinya.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR OLEH DOSEN DAN MAHASISWA KKN DI DESA SULUM KECAMATAN SEKRAK KABUPATEN ACEH TAMIANG Usman; Aulia Rahman; Okhaifi Prasetyo; Mufti Riyani; Imam Hadi Sutrisno
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v2i2.543

Abstract

Desa Sulum terletak di Kecamatan Sekrak Kabupaten Aceh Tamiang yang memiliki potensi pertanian yang besar. Pertanian merupakan sektor utama dalam perekonomian desa ini, dan mayoritas penduduknya bergantung pada sektor ini untuk penghidupan mereka. Salah satu masalah yang dihadapi oleh petani adalah penurunan kualitas tanah. Pupuk organik cair adalah solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Pelaksanaan pembuatan pupuk organik cair merupakan proses yang membutuhkan persiapan bahan baku yang tepat, langkah-langkah pengolahan yang hati-hati, dan pemantauan yang teliti selama proses fermentasi. Dalam penyuluhan kepada siswa SD, penting untuk memberikan pemahaman tentang pupuk organik cair, manfaatnya, dan langkah-langkah praktis dalam pembuatannya. Penyuluhan kepada siswa SMP perlu menekankan pada kesadaran lingkungan dan penjelasan yang lebih rinci mengenai komposisi campuran dan kelebihan pupuk organik cair. Sementara itu, penyuluhan kepada masyarakat umum harus mencakup pengenalan konsep pupuk organik cair, teknik pembuatan yang rinci, dan penggunaan pupuk organik cair pada berbagai jenis tanaman. Dalam pelaksanaan pembuatan pupuk organik cair, penting untuk memperhatikan persiapan bahan baku seperti toge, air cucian beras, gula merah, garam, dan EM-4. Bahan pembantu seperti jerigen dan botol Aqua juga diperlukan. Komposisi campuran yang tepat adalah kunci keberhasilan dalam pembuatan pupuk organik cair. Proses fermentasi memerlukan pemantauan dan pengadukan secara rutin, serta pengetahuan tentang waktu yang tepat untuk memisahkan dan mengencerkan pupuk organik cair. Penggunaan pupuk organik cair secara rutin dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi tanaman.
The Integration of Traditional Values of Pelintau Pencak Silat as a Resource for Local History Education Prasetyo, Okhaifi; Dilwan, Muhammad Al; Rahman, Aulia
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i4

Abstract

The traditional values of Pencak Silat Pelintau have not been systematically incorporated into the curriculum as a resource for local history education. The integration of these values is essential for enhancing the relevance of local learning materials and ensuring the availability of indigenous educational resources. This study seeks to explore the integration of Pencak Silat Pelintau’s traditional values into the curriculum as an approach to local history education. Employing a descriptive qualitative research design, the study utilized data collection methods including observation, interviews, and document analysis. Data were analyzed through processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings suggest that the local wisdom inherent in Pencak Silat Pelintau can be effectively integrated into local history instruction. Within the framework of the Merdeka Curriculum, the topics of the Islamic Kingdoms in Phase E and Colonialism and Indonesian National Resistance in Phase F present appropriate opportunities to incorporate the stories and values of the Pelintau Pencak Silat tradition. This integration enables students to develop a deeper understanding of local history while internalizing key values such as honesty, discipline, cooperation, simplicity, politeness, courage, and resilience—values that contribute to shaping positive attitudes and behaviors in students' personal and social lives. Abstrak: Nilai-nilai tradisional Pencak Silat Pelintau belum diintegrasikan secara sistematis ke dalam kurikulum sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Integrasi nilai-nilai ini sangat penting untuk meningkatkan relevansi materi pembelajaran lokal dan memastikan tersedianya sumber daya pendidikan yang bersifat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai tradisional Pencak Silat Pelintau ke dalam kurikulum sebagai pendekatan dalam pembelajaran sejarah lokal. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal yang terkandung dalam Pencak Silat Pelintau dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam pengajaran sejarah lokal. Dalam kerangka Kurikulum Merdeka, topik-topik mengenai Kerajaan Islam pada Fase E serta Kolonialisme dan Perlawanan Nasional Indonesia pada Fase F menjadi peluang yang tepat untuk mengintegrasikan cerita dan nilai-nilai tradisi Pencak Silat Pelintau. Integrasi ini memungkinkan siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai sejarah lokal sekaligus menginternalisasi nilai-nilai penting seperti kejujuran, disiplin, kerjasama, kesederhanaan, kesopanan, keberanian, dan ketangguhan—nilai-nilai yang berkontribusi dalam membentuk sikap dan perilaku positif dalam kehidupan pribadi dan sosial siswa.
Literasi Sejarah Kesultanan Peureulak Bagi Siswa SMA Di Kabupaten Aceh Timur: Upaya Membangun Kesadaran Sejarah Lokal Usman, Usman; Rahman, Aulia; Asnawi, Asnawi; Zulkifli, Zulkifli; Prasetyo, Okhaifi
Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/4hsct218

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sejarah lokal di kalangan siswa SMA Negeri 1 Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, dengan fokus pada sejarah Kesultanan Peureulak, kerajaan Islam pertama di Nusantara. Kurangnya pemahaman siswa mengenai sejarah lokal dan minimnya sumber belajar yang terintegrasi menjadi permasalahan utama yang dihadapi para generasi muda saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pembelajaran interaktif, yang meliputi sosialisasi, diskusi, dan belajar interaktif dengan tema kajian peninggalan sejarah lokal seperti:  makam Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah dan Putri Nurul A’la. Melalui kolaborasi dengan guru sejarah, materi mengenai peran Kesultanan Peureulak dalam penyebaran Islam dan perkembangan perdagangan internasional di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga abad ke-13 disampaikan kepada siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah Kesultanan Peureulak dan peningkatan apresiasi mereka terhadap warisan budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengintegrasikan pembelajaran sejarah Kesultanan Peureulak ke dalam kurikulum sekolah, sehingga mampu memperkaya pengetahuan sejarah lokal dan membangun kesadaran sejarah serta identitas budaya siswa. Program pengabdian kepada masyarakat ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dengan meningkatkan publikasi ilmiah dan kontribusi terhadap pelestarian sejarah lokal.
PEOPLE'S EDUCATION: IMPROVING UNDERSTANDING OF THE HEALTHY AND SAFE INTERNET FOR STUDENTS OF KEUPULA DUA STATE PRIMARY SCHOOL Rahman, Aulia; Prasetyo, Okhaifi; Anis, Madhan
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 8 No. 4 (2024): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v8i4.2024.508-516

Abstract

Education in the digital era is currently experiencing rapid development, where the internet has become one of the primary sources of information. However, unwise use of the internet can have a negative impact, especially on students at the elementary school (SD) level. Therefore, Samudra University lecturers and students are committed to carrying out Community Service (PKM) at the Matang Keupula Dua Elementary School. This activity aims to increase students' understanding and awareness of the importance of a healthy and safe internet. There are three stages in implementing healthy and safe internet education activities: the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage (data collection and data analysis). The results of the implementation of community service activities, which lasted for one day, received a positive response from the training participants, both students and teachers. This Community Service Program (PKM) can be considered successful and implemented in accordance with the proposed targets. Thus, 29 students' knowledge regarding healthy and safe internet use increased by 27%.
The Use of Nasi Pelleng Local Wisdom as Social Science Teaching Material Guntur Arie Wibowo; Madhan Anis; Chairuddin; Van Kim Hoang Ha; Aulia Rahman
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v8i2.3904

Abstract

Local knowledge and traditions have a lot of potential as a result of Indonesia's diverse cultural landscape. Several regional Indonesian proverbs have been used in the classroom as teaching aids. Nasi pelleng, a form of indigenous knowledge, is still hardly ever acknowledged or utilized in the classroom. Making Nasi Peleng traditional knowledge into a tool for teaching social science is thus novel. The purpose of this study is to evaluate the viability of including Nasi Pelleng traditional knowledge in the social science curriculum. Data collection methods for the qualitative approach adopted in this study include observations, recordings, interviews, and other sources that are connected to Nasi Peleng traditional knowledge. Additionally, content analysis is utilized to examine the data gathered. Based on its practical qualities and local wisdom values, the research's findings—which take the form of a presentation of Nasi Peleng's local knowledge—are appropriate for use as social sciences teaching materials. The religious, austere, and cooperative principles found in the Nasi Pelleng heritage can be used as a guide for how to behave in society, and this integration can be one of the attempts.maintaining communal knowledge that is beginning to be lost. Consequences of According to this study, children can learn to live simply and form communities by cooperating and showing respect for one another through the use of educational materials based on the Nasi Peleng tradition. Keywords:  Nasi Pelleng, Local Wisdom, Social Science Teaching Material
Penguatan Pemahaman Sejarah Ekspansi Majapahit melalui Literasi untuk Siswa SMA di Kecamatan Seruway Rahman, Aulia; Riyani, Mufti; Asnawi, Asnawi; Prasetyo, Okhaifi; Usman; Anis, Madhan; Zulkifli; Nuryanti, Reni
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 10 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v4i10.11747

Abstract

Pada abad ke-12 Masehi (sekitar tahun 1350), wilayah pantai timur Aceh menjadi salah satu sasaran ekspansi Kerajaan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. Gajah Mada berambisi untuk menyatukan seluruh Nusantara melalui "Sumpah Palapa" pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Ratu Tribhuwanatunggadewi. Kegagalannya dalam menguasai Samudra Pasai menyebabkan Gajah Mada mengalihkan ekspansi ke wilayah Tamiang, yang mencakup pendudukan beberapa wilayah, seperti Manyak Payed, Sungai Raya (Gajah Meuntah), dan Aramiyah. Lokasi-lokasi ini kini menjadi situs sejarah yang penting dan perlu diperkenalkan kepada generasi muda, khususnya siswa SMA Negeri 1 Seruway, Kabupaten Tamiang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan penyusunan rencana dan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan waktu dan lokasi kegiatan. Sosialisasi mengenai sejarah ekspansi Majapahit dilakukan melalui metode kajian sejarah, yang mencakup berpikir kronologis, pemahaman sejarah, interpretasi historis, dan riset historis. Siswa kemudian diajak untuk melakukan observasi langsung ke situs-situs sejarah di Aceh Tamiang, mengumpulkan data, dan mendiskusikan temuan mereka. Selanjutnya, siswa menyusun laporan berdasarkan hasil observasi dan analisis yang dilakukan. Hasil kegiatan ini dipublikasikan dalam jurnal dan media cetak untuk disebarluaskan. Kegiatan ini ditutup dengan evaluasi untuk menilai keberhasilan program dan penyusunan dokumentasi sebagai referensi di masa depan.
Menelusuri Jejak Sejarah dan Warisan Kultural Kenegerian Lada: Pergulatan Perdagangan Rempah di Pesisir Timur Aceh Usman; Anis, Madhan; Ibrahim, Husaini; Riyani, Mufti; Rahman, Aulia
AMERTA Vol. 42 No. 2 (2024)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/amt.2024.5515

Abstract

Abstract, The Struggle for Spices Trade on the Eastern Coast of Aceh: Tracing the Historical Remain and Cultural Heritage of the Pepper Kingdom. The east coast of Aceh, as part of the Southeast Asian region, has an important role in the history of the spice trade. These trading activities have shaped civilization and international relations for centuries. This research aims to reveal the history of the spice civilization and raise awareness of the historical heritage of spices on the east coast of Aceh. Spices have long been an essential commodity in global trade, influencing the development of civilizations and relations between nations. Nonetheless, over time, knowledge of the important role of the east coast of Aceh in the history of spices is fading. This research uses an interdisciplinary approach that involves historical, archaeological, and ethnographic studies to explore traces of history that are hidden, and scattered on the east coast of Aceh. Through primary data collection, interviews with experts, local researchers, and the local community, as well as direct observation of physical and cultural remains, this research seeks to reconstruct the historical narrative of the heritage of the spice civilization on the east coast of Aceh. This research found that on most of the east coast of Aceh, there are several historical remains related to traces and civilizations of spices in the 17th to 19th centuries. These traces of history are significant in providing information and historical awareness for the people regarding the spice civilization on the east coast of Aceh. It’s just that there are still many challenges to instilling historical awareness about the history of spices. The historical heritage of the spice civilization has not been mapped correctly, and the condition of the heritage that has not been maintained has led to information and narratives on the history of spices on the east coast of Aceh. This research hopes to encourage concrete steps in protecting, preserving, and appreciating the heritage of the pepper kingdom on the East Coast of Aceh for present and future generations. Keywords: Awareness, History, Pepper, Coast, Aceh, Heritage     Abstrak, Pesisir timur Aceh, sebagai bagian dari kawasan Asia Tenggara memiliki peran penting dalam jejak sejarah perdagangan rempah. Aktifitas perdagangan tersebut telah membentuk peradaban dan hubungan internasional selama berabad-abad. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejarah peradaban rempah dan meningkatkan kesadaran terhadap peninggalan sejarah rempah di pesisir timur Aceh. Rempah telah lama menjadi komoditas penting dalam perdagangan global, mempengaruhi perkembangan peradaban dan hubungan antarbangsa. Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu, pengetahuan tentang peran penting pesisir timur Aceh dalam sejarah rempah semakin memudar. Penelitian ini menggunakan pendekatan lintas disiplin ilmu yang melibatkan kajian sejarah, arkeologi, dan etnografi untuk menggali jejak-jejak sejarah yang tersembunyi, bahkan berserakan di pesisir timur Aceh. Melalui pengumpulan data primer, wawancara dengan para ahli, peneliti lokal, dan masyarakat setempat, serta pengamatan langsung terhadap peninggalan-peninggalan fisik dan budaya, penelitian ini berusaha merekonstruksi narasi sejarah peninggalan peradaban rempah di pesisir timur Aceh. Penelitian ini menemukan bahwa di pesisir timur Aceh terdapat beberapa peninggalan sejarah yang berkaitan dengan jejak dan peradaban rempah pada abad ke-17 hingga 19. Jejak peninggalan sejarah tersebut signifikan dalam memberikan informasi dan kesadaran sejarah bagi masyarakat terkait peradaban rempah di pesisir Timur Aceh. Hanya saja, untuk menanamkan kesadaraan sejarah dalam kaitannya sejarah rempah masih ditemui banyak tantangan. Peninggalan sejarah peradaban rempah belum terpetakan dengan baik dan kondisi peninggalan yang tidak terpelihara menyebabkan informasi dan narasi sejarah rempah diwilayah tersebut. Penelitian ini berharap dapat mendorong langkah-langkah konkret dalam menjaga, memelihara, dan menghargai warisan kenegerian lada di pesisir Timur Aceh untuk generasi masa kini dan mendatang. Kata Kunci: Kesadaran, Sejarah, Lada, Pesisir, Aceh, Peninggalan