Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Strategi Retensi Karyawan Menggunakan Metode Delphi Dan Analisis Gap di CV Baru Jaya Adam Ma’mun Ahsanudin; Apriana H.J. Fanggidae; Tomycho Olviana
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/dfb6n034

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang strategi retensi karyawan yang efektif di CV Baru Jaya, perusahaan kontraktor bangunan di Jawa Tengah, melalui integrasi metode Delphi dan analisis GAP.  Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods: Delphi untuk memperoleh konsensus faktor kunci retensi dari perspektif internal manajemen, dan GAP untuk mengukur kesenjangan antara harapan (H) dan kenyataan (K) yang dirasakan karyawan (GAP = K − H).  Responden terdiri dari 4 panel ahli (internal perusahaan) dan 42 karyawan sebagai responden kuesioner GAP. Hasil Delphi menunjukkan faktor retensi yang dinilai paling penting meliputi kompensasi & kesejahteraan, lingkungan kerja, kepemimpinan, work-life balance, pelatihan & pengembangan kompetensi, serta budaya organisasi, dengan kompensasi dan lingkungan kerja memperoleh penilaian mean tertinggi.  Delphi putaran ketiga menunjukkan konsensus 100% bahwa faktor-faktor prioritas tersebut relevan sebagai dasar penyusunan strategi retensi. Analisis GAP memperlihatkan kesenjangan total relatif kecil (H = 4,2698; K = 4,2637; GAP = −0,0061), namun pada tingkat dimensi terdapat gap negatif yang perlu perbaikan, terutama pengembangan karir (−0,05) dan kompensasi & kesejahteraan (−0,04), sedangkan work-life balance menunjukkan gap positif (+0,05) yang menandakan kondisi telah melampaui harapan.  Integrasi Delphi–GAP menetapkan prioritas kebijakan: perbaikan utama pada kompensasi & kesejahteraan serta lingkungan kerja; perbaikan terarah pada pengembangan karir; monitoring/penguatan pada kepemimpinan & komunikasi; serta mempertahankan dan menstandarkan work-life balance.  Penelitian ini menyimpulkan retensi karyawan di CV Baru Jaya tergolong baik, namun masih dapat ditingkatkan melalui strategi berbasis prioritas untuk menutup gap pada dimensi kritis.
NILAI EKONOMI TAMAN WISATA ALAM 17 PULAU, KECAMATAN RIUNG, KABUPATEN NGADA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Maria L Tey Ngoe; Damianus Adar; Tomycho Olviana
Wana Lestari Vol 2 No 1 (2020): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v2i01.2594

Abstract

Taman Wisata Alam 17 Pulau merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di Pulau Flores. Penilaian terhadap Taman Wisata Alam 17 Pulau sangat penting untuk dilakukan mengingat TWA ini adalah salah satu objek wisata yangsedang dikembangkan dan belum diketahui nilai ekonominya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1.) mengetahui pengaruh dari biaya perjalanan, pendapatan, pendidikan, umur, jenis kelamin, jarak, jumlah rombongan, lama waktu berkunjung dan sarana yang tersedia terhadap jumlah kunjungan di Taman Wisata Alam 17 Pulau, dan 2.) mengukur nilai ekonomi yang diperoleh Taman Wisata Alam 17 Pulau dengan menggunakan metode biaya perjalanan (travel cost method). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019 dengan menggunakan metode survey terhadap 50 responden yang ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan metode biaya perjalanan (travel cost method). Hasil penelitian menunjukan bahwa: biaya perjalanan, pendapatan, pendidikan, jenis kelamin dan jarak berpengaruh tidak signifikan dan negatif (berbanding terbalik) terhadap jumlah kunjungan ke Taman Wisata Alam 17 Pulau, umur serta sarana berpengaruh tidak signifikan dan positif (berbanding lurus) terhadap jumlah kunjungan ke Taman Wisata Alam 17 Pulau, jumlah rombongan berpengaruh signifikan dan negatif (berbanding terbalik) terhadap jumlah kunjungan ke Taman Wisata Alam 17 Pulau, dan lama waktu berkunjung berpengaruh signifikan dan positif (berbanding lurus) terhadap jumlah kunjungan ke Taman Wisata Alam 17 Pulau. Nilai ekonomi Taman Wisata Alam 17 Pulau dengan menggunakan metode biaya perjalanan (travel cost method) dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2014-2018 adalah sebesar Rp 23.065.275.124,00
The Shallot Market Cointegration Between Markets in Province West Southeast and East Nusa Tenggara Sukma Wati; Doppy Roy Nendissa; Tomycho Olviana; Elfis Umbu K Retang
International Journal of Business, Technology and Organizational Behavior (IJBTOB) Vol. 1 No. 3 (2021): International Journal of Business, Technology, and Organizational Behavior (IJB
Publisher : Garuda Prestasi Nusantara Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52218/ijbtob.v1i3.92

Abstract

Abstract West Nusa Tenggara Province is one of the provinces that has become the centre of shallot production in Indonesia, and this situation has made this province, in addition to being able to produce shallots for the needs of its people it is also able to be distributed in other areas, one of which is East Nusa Tenggara Province. And the price of shallots in West Nusa Tenggara Province is much lower than the price of shallots in East Nusa Tenggara Province. The research objective was to determine the long-term relationship between the cost of shallots between Kupang City, Mataram City and Bima City, and the pattern movement of the price of shallots in Kupang City, Mataram City and Bima City. This study uses monthly price data for 2018-2020, the average price of shallots for traditional markets and large traders in the East Nusa Tenggara and West Nusa Tenggara regions. The data analysis method used is the Error Correction Model (ECM) method. This determines whether there is a long-term and short-term relationship between the three markets. The results showed that there was a long-term and short-term relationship between the price of shallots in Bima City and Kupang City, and Mataram City. The situation illustrates that price changes always follow every price change in Mataram in Bima City and Kupang City. Keywords : Shallot, Market, Cointegration, price.
Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Dan Pemberdayaan Psikologis Studi Komperatif Pada : Institut Teknologi Alberth Foenay Alferd Yacob Evander Foenay; Rolland E. Fanggidae; Tomycho Olviana
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja dan pemberdayaan psikologis pada Institut Teknologi Alberth Foenay (ITAF) Kota Kupang. Kepemimpinan dalam penelitian ini dipahami sebagai kemampuan pimpinan untuk memengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi bawahan guna mencapai tujuan organisasi. Kepuasan kerja diartikan sebagai perasaan positif pegawai terhadap pekerjaan yang mencerminkan terpenuhinya kebutuhan dan harapan mereka di tempat kerja. Pemberdayaan psikologis menggambarkan kondisi di mana individu merasa memiliki makna, kompetensi, kemandirian, dan pengaruh terhadap pekerjaannya. Sementara itu, kinerja karyawan diartikan sebagai hasil kerja yang dicapai pegawai berdasarkan standar yang ditetapkan organisasi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Partial Least Squares (PLS) melalui software SmartPLS 3.0., dengan sampel 47 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dan pemberdayaan psikologis, serta secara langsung berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Namun, kepuasan kerja tidak memediasi secara signifikan pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja (p-value 0.514 > 0.05), sedangkan pemberdayaan psikologis terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara kepemimpinan dan kinerja karyawan (p-value 0.007 < 0.05).Temuan ini mengindikasikan bahwa di lingkungan ITAF Kota Kupang, gaya kepemimpinan yang efektif mampu meningkatkan kinerja karyawan terutama melalui peningkatan pemberdayaan psikologis. Artinya, ketika pimpinan memberikan kepercayaan, kesempatan berinisiatif, dan ruang bagi karyawan untuk berkontribusi, maka mereka akan merasa lebih berdaya, termotivasi, dan menunjukkan kinerja yang lebih optimal.
DIVERSIFIKASI PRODUK, PENGEMBANGAN KEMASAN DAN BRAND PRODUK GULA LEMPENG PADA HOME INDUSTRI UNTUK MENUNJANG PARIWISATA PANTAI LASIANA-NTT I Wayan Nampa; Tomycho Olviana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21690

Abstract

Abstrak: Gula merah berbahan baku nira lontar merupakan salah satu produk khas lahan kering kepualaun seperti di NTT, NTB dan Maluku bagian Selatan. Gula merah merupakan gula yang diproduksi dengan kearifan lokal yang diproduki oleh UMKM. Produk gula merah sangat potensial dikembangkan sebagai produk cindramata untuk menunjang aktivitas pariwisata. Diperlukan inovasi produk baik ukuran produk dan juga kemasan agar memenuhi selera konsumen pariwisata. Pada aspek produk, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan disain produk, kemasan dan brand produk. Sedangakn pada aspek SDM, kemampuan mitra dapat meningkat, khususnya dalam aspek inovasi produk, teknik produksi dan membangun citra produk. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metoda ceramah, diskusi pemecahan masalah dan workshop. Mitra kegiatan adalah dua kelompok pelaku UMKM yang berlokasi di kawasan pariwisata Panati Lasiana, Kota Kupang. Jumlah Peserta yang mengikuti kegaitan ini sebanyak 20 orang. Evaluasi hasil pengembangan produk menggunakan panel test terhadap kelompok konsumen, sedangkan peningkatan skill peserta dilakukan penyebaran angket dan dianalisis secara deskriptif kualtitaif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta telah mengalami peningkatan skill khususnya dalam memproduksi gula merah dengan disain yang lebih fungsional, penggunaan kemasan dan menjaga higienitas produk. Hasil analisis uji panel test menunjukkan bahwa konsumen respons positif terhadap produk yang dikembangkan, bahkan bersedia membeli dengan harga 30% lebih tinggi. 78,5% Peserta dapat memahami materi yang disampaikan, tetapi memiliki tingkat kesediaan menerapkan teknologi yang masih sedang (60,5%). Namun demikian, 85,5% responden akan menerapkan teknologi apabila mendapatkan insentif pendapatan.Abstract: Brown sugar is a typical product produced from archipelagic dry land agriculture, such as in NTT, NTB and southern Maluku. Brown sugar is produced with local wisdom and is produced by MSMEs. Brown sugar products have great potential to be developed as souvenir products to support tourism activities. Product innovation is needed in both product size and packaging to meet the tastes of tourism consumers. In the product aspect, this service activity aims to develop product design, packaging and product branding. Meanwhile, in the human resource aspect, partners' abilities can increase, especially in the aspects of product innovation, production techniques and building product image. Service activities are carried out using lecture methods, problem solving discussions and workshops. The activity partners are two groups of MSMEs located in the tourism destinations of the Panati Lasiana, Kupang City. The number of participants who took part in this activity was 20 people. Evaluation of product development results uses panel tests on consumer groups, while improving participants' skills is carried out by distributing questionnaires and explained qualitatively. The results of the activity showed that participants had improved their skills, especially in producing brown sugar with a more functional design, using packaging and maintaining product hygiene. The results of the panel test analysis show that consumers responded positively to the product being developed, and were even willing to buy at a 30% higher price. 78.5% of participants were able to understand the material presented, but had a moderate level of willingness to apply technology (60.5%). However, 85.5% of respondents will implement technology after receiving income incentives.
Reforestation of the Rehabilitation Zone of Mutis Timau National Park to Enhance the Regeneration of Ampupu (Eucalyptus urophylla) Lusia Sulo Marimpan; Tomycho Olviana; Nixon Rammang; Roni Haposan Sipayung; Ayuvera Rifani Ray
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v6i1.1705

Abstract

Mutis Timau National Park is the newest national park designated in East Nusa Tenggara and was declared the 56th national park in Indonesia on 8 September 2024 by the Ministry of Environment and Forestry. Located across South Central Timor, North Central Timor, Kupang, and Belu Regencies, and partially bordering Timor-Leste, this area is widely known as the “Mother of Timor Island.” Ampupu (E. urophylla), a drought-adapted and fire-resistant species, dominates this region; however, its natural regeneration has continued to decline. This community service activity aimed to support the conservation and regeneration of Ampupu through reforestation in the rehabilitation zone using native species, namely naturally growing seedlings collected from their original habitat. Prior assessment of site conditions and previous research in the area supported the selection of this approach. A total of 100 Ampupu seedlings were planted and maintained intensively, resulting in a survival rate of 89%. The high survival rate was supported by the use of locally sourced seedlings, which required minimal adaptation, and by intensive maintenance, including the installation of supporting stakes to protect seedlings from livestock grazing in the forest area. In the short term, reforestation can increase stand productivity, while in the long term, it can enhance the forest’s capacity to store carbon and absorb CO₂ emissions.
THE INFLUENCE OF SOCIO-ECONOMIC FACTORS ON CORN FARMERS' INCOME (Sama Rasa Farmers Group in Oesao Subdistrict, East Kupang District, Kupang Regency) Letetia Rosario G Udjan; Tomycho Olviana; Paulus Un
Buletin Ilmiah Impas Vol 27 No 1 (2026): Volume: 27 No.: 1 April Edition 2026
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v27i1.28708

Abstract

This study aims to: 1) Determine the income of corn farmers, 2) Determine the influence of socio-economic factors on the income of corn farmers in the Sama Rasa Farmers Group, Oesao Village, East Kupang Sub-district, Kupang Regency. The location was deliberately (purposively) chosen in Oesao Village, East Kupang Sub-district, Kupang Regency. The population consists of 36 farmers. The sample was determined using the total sampling technique, resulting in a sample of 36 farmers. The type of data used is quantitative data with income analysis and multiple linear regression analysis to answer the influence of socio-economic factors on corn income. The results of the study showed that the average corn production per farmer was 1,406.2 kg and the average production per hectare was 1,181.4 kg. The average income per corn farmer was IDR 7,469,372 and the average income per hectare was IDR 63,753,208. Of the seven socio-economic factors, there are four socio-economic factors that are It has a very significant effect on corn income, namely land area, capital, labor, and education level. Meanwhile, the three variables that do not have a significant effect on corn income are age, family dependents, and marital status. The agricultural sector has a very important and strategic role in providing staple food and employment opportunities, and it also becomes a driver for economic growth for the community, especially in the Oesao Sub-district of Kupang Regency. In East Kupang Regency, Oesao Sub-district is one of the areas that produces a substantial amount of corn, considering that this area has a climate, type of soil, and land area suitable for this crop. The goal of development is not only to increase income. Efforts to increase income are very important but do not occur independently.
TINGKAT KEPUASAN KELOMPOK TANI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KELURAHAN BAKUNASE II KECAMATAN KOTA RAJA Tasib, Desi; Olviana, Tomycho; Bani, Aplonia
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i2.9038

Abstract

Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan petani melalui kegiatan penyuluhan. Kepuasan kelompok tani terhadap kinerja penyuluh menjadi salah satu gambaran mengenai sejauh mana pelayanan penyuluhan telah memenuhi kebutuhan dan harapan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kelompok tani terhadap kinerja penyuluh pertanian serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi penyuluh di Kelurahan Bakunase II Kecamatan Kota Raja. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2026 menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Sampel berjumlah 62 petani yang merupakan anggota dari lima kelompok tani aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis data menggunakan mean, standar deviasi, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan kelompok tani terhadap kinerja penyuluh pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan mean 87,06 dan standar deviasi 5,31. Dari 62 responden, 41 orang (66,12%) berada pada kategori cukup puas, 10 orang (16,12%) puas, dan 11 orang (17,74%) tidak puas. Pada sebagian besar indikator Permentan No. 91 Tahun 2013, kategori cukup puas mendominasi. Kendala utama yang dihadapi penyuluh adalah kesulitan mengumpulkan anggota kelompok tani, keterbatasan kemampuan sebagian petani dalam menebus pupuk bersubsidi, serta rendahnya respons sebagian petani terhadap inovasi dan teknologi baru. Peningkatan intensitas pendampingan, partisipasi petani, sarana-prasarana, dan dukungan operasional diperlukan untuk meningkatkan kinerja penyuluhan.
Penguatan Ekonomi Rumah Tangga melalui Inovasi Olahan Pangan Lokal dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Desa Umbu Mamijuk, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat Kabupaten Sumba Tengah Tomycho Olviana; Doppy R. Nendissa; Santhy Chamdra; Rouwland Alberto Benyamin; Ancelina Padu Leba; Apriani Lende
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): September : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v5i3.3001

Abstract

Umbu Mamijuk Village in West Umbu Ratu Nggay District, Central Sumba Regency, possesses abundant local food resources such as maize, cassava, sweet potatoes, bananas, and legumes, alongside a "Diverse, Nutritionally Balanced, and Safe" (B2SA) Food Outlet. However, their utilization remains limited to traditional consumption with low economic value-added. The partner, Hibur Maringu Women Farmers Group (KWT), faces challenges including low skills in value-added food processing, limited packaging knowledge, and weak household business financial management. This Community Partnership Program (PKM) aims to address these issues through an appropriate technology-based empowerment approach, incorporating: training on local food diversification using cassava (MOCAF flour) and pumpkin into MOCAF Elephant Ear Cookies and MOCAF-Pumpkin Sticks, packaging training, and financial management capacity building. The program was executed continuously using a participatory approach through preparation, technical training and hands-on production practice, intensive mentoring, and monitoring-evaluation. The results demonstrated enhanced partner skills in producing 2 flagship MOCAF-based products, adoption of attractive packaging and branding, and improved basic financial recording. This program successfully strengthened household economy and supported the local B2SA initiative toward sustainable entrepreneurial independence.
BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY FOR THE CASSAVA CHIPS AGROINDUSTRY CASE STUDY AT UD KOMODO IN SIKUMANA KOTA KUPANG Sinta Sepriyani Lesik; Tomycho Olviana; Eman Novianus Bureni
Buletin Ilmiah Impas Vol 27 No 2 (2026): Volume: 27 No.: 2 June Edition 2026
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v27i2.30284

Abstract

This study aims to analyze the development strategy of the cassava chips agroindustry at UD Komodo in Sikumana, Kota Kupang. The research method used in this study is SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) to identify internal and external factors that influence the development of the cassava chips agroindustry at UD Komodo. Data were collected through in-depth interviews with the business owner and employees directly at the research site, as well as through literature studies from relevant sources. The results show that UD Komodo has strengths in good product quality, affordable prices, a strategic location, capable management, and adequate labor. However, it has weaknesses in marketing and distribution channels. The opportunities include a large potential local market and consumer interest in snack products, while the main challenges are competition from similar businesses and increasing raw material prices. Based on this analysis, several business development strategies were formulated, including product diversification by offering various flavors and types of cassava chips to meet consumer preferences; expansion of distribution channels by utilizing various distribution channels such as cooperation with shops and minimarkets as well as online sales through marketplaces; and the development of digital marketing by utilizing various social media channels to promote products and interact with consumers. These strategies are expected to enhance the competitiveness of UD Komodo, expand market share, and increase business income.
Co-Authors Adam Ma’mun Ahsanudin Agus A. Nalle Agusthinus Sampeallo Agusthinus Sampeallo, Agusthinus Alferd Yacob Evander Foenay Ana Yunita. K Muda Ancelina Padu Leba Antunia Finit Apriana H.J. Fanggidae Apriani Lende Asadama, Salomo Aomanio Dafid Aurelia M. Da Silva Ayuvera Rifani Ray Bani, Aplonia Bayu Mahendra Bayu Mahendra Benu, Frederik L. Bernandus, Bernandus Berubu, Hevenly Imanuel Araujo Bire Manoe, Lenny Sofia Bunga, Jessica Yuliana Daka, Ifoni Bulu Damianus Adar Doppy R. Nendissa Doppy Roy Nendissa Doppy Roy Nendissa Elfis Umbu K Retang Eman Novianus Bureni Embot, Karolina Yunita Feni Yunita Tameno Hendro F. J. Lami Hevenly I. A. Berubu I Gusti Ayu Diah Yuniti I Made Kartika Jessica Yuliana Bunga Jitro Y. Bifel John Roni Olang Kalvein Rantelobo Kami, Arlindo J. Khalid K. Moenardy Kolianan, Jim Briand Kono, Maria Adella Laubase, Theodosius Letetia Rosario G Udjan Levis, Leta Ravael Lusia Sulo Marimpan Maria L Tey Ngoe Mariana Djamituka Marthen Robinson Pellokila Meka, Christine Erika Muti, Maria Magdalena Nampa, I Wayan Nanang Sasmita Nawa, Yeremias M. Nendissa, Doppy R. Nendissa, Doppy Roy Nikolaus, Serman Nixon Rammang Nixon Rammang, Nixon Nixon Rammang, Nixon Rammang Novi Theresia Klak Oktaviani Tribara Suri Patrisia Savera Bu’u Paulus Un Paulus Un Pell, Yeremias Maria Purba, Jhon Hardy Rolland E. Fanggidae Rolland E. Fanggidae Roni Haposan Sipayung Rouwland Benyamin Sanaunu, Soni Rian Santhy Chamdra Santhy Chamdra, Santhy Seingo, Kresensia Ivoni Stevani Selfius P.N Nainiti Serman Nikolaus Sinta Sepriyani Lesik Siska Elvani Sondang S. P. Pudjiastuti Sukma Wati Suri, Oktaviani Tribara Tasib, Desi Tedju Hinga, Indriati Andolita Theodosius Laubase Tulle, Nikita Priscilla Tungga, Cicilia Apriliana Un, Paulus Yakobus C. W. Siubelan, Yakobus C. W. Yohanis Bili Yovita Luruk Lekik