Yusuf Azis
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KEMITRAAN TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK AYAM BROILER DI KOTA BANJARBARU Firman Yunizar; Yusuf Azis; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.600

Abstract

Dalam upaya pengembangan pertanian, kondisi pertanian dihadapkan pada permasalahan pengusahaan skala ekonomi kecil dengan luas lahan yang relatif kecil dan penggunaan teknologi yang sederhana serta permodalan yang terbatas. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengintegrasikan para pelaku usaha pertanian ke sektor yang lebih modern yaitu sektor industri dengan konsep kemitraan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola kemitraan yang terjalin antara peternak dan perusahaan, dampak kemitraan terhadap pengembangan usaha dan pendapatan, menganalisis perbandingan pendapatan saat sebelum dan sesudah menjalin kemitraan serta mengetahui permasalahan yang dihadapi peternak ayam broiler.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai bulan Agustus 2017.Metode analisis data yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis RCR. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukanpola kemitraan yang diikuti seluruh responden peternak ayam broiler di Kota Banjarbaru adalah pola inti plasma, kemitraan memiliki dampak positif terhadap pengembangan skala usaha dan pendapatan yang diperoleh peternak ayam broiler yang dilihat berdasarkan peningkatan jumlah kandang, luas lahan usaha, populasi ayam yang dipelihara dan pendapatan bersih yang diperoleh peternak saat sebelum dan sesudah menjalin kemitraan, rata-rata pendapatan bersih yang diterima peternak sebelum menjalin kemitraan sebesar Rp 15.21.250 sedangkan rata-rata pendapatan bersih yang diterima peternak setelah menjalin kemitraan sebesar Rp 30.427.259.Besarnya RCR pada saat sebelum menjalin kemitraan yaitu 1,1825 sedangkan besarnya RCR setelah menjalin kemitraan yaitu 1,2173 dan Permasalahan yang terjadi pada peternak dengan pola kemitraan adalah terjadinya keterlambatan waktu pembayaran.Kata kunci: kemitraan, usaha peternakan, pendapat, ayam broiler.
ANALISIS PENDAPATAN KELUARGA PETANI PADI SAWAH DI DESA BANYU HIRANG KECAMATAN GAMBUT KABUPATEN BANJAR Irma Irma; Yusuf Azis; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.623

Abstract

Pertanian hanya diusahakan oleh keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup dan bisa juga menambah pendapatan keluarga. Penelitian ini bertujuan pertama mengetahui tingkat pendapatan usahatani padi sawah, kedua mengetahui total pendapatan keluarga petani yang berasal dari padi sawah dan luar padi sawah, ketiga untuk mengetahui perbandingan pendapatan perkapita keluarga padi sawah dalam satu tahun terhadap garis kemiskinan. Data yang diperlukan berupa primer dan sekunder. Jumlah sampel yang diambil 30 orang keluarga petani. Hasil penelitian ini menunjukan, penerimaan padi lokal Rp 27.785.000 per usahatani, total biaya yang dikeluarkan per usahatani Rp 17.525.956, pendapatan per usahatani Rp 19.413.211 dan keuntungan per usahatani Rp 10.259.044. Untuk penerimaan padi unggul per usahatani Rp 25.083.333, total biaya yang dikeluarkan per usahatani Rp 23.961.075, pendapatan per usahatani Rp 11.844.341 dan keuntungan per usahatni Rp 1.122.258. Total pendapatan keluarga petani padi sawah lokal berjumlah Rp 33.376.544/tahun sedangkan total pendapatan keluarga petani padi sawah unggul berjumlah Rp 27.540.592/tahun. Untuk pendapatan petani padi lokal per kapita per tahun Rp 11.125.514 dan petani padi unggul Rp 6.885.147, maka hasil tersebut berada jauh diatas garis kemiskinan yaitu Rp 2.804.880/tahun.Kata kunci: pendapatan, keluarga petani padi sawah.
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI SAYURAN DI KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU Rusmiarsi Rusmiarsi; Yusuf Azis; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.660

Abstract

Pertanian merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesia, artinya pertanian merupakan sektor penyumbang utama yang menyumbang hampir dari setengah perekonomian. Sektor pertanian terdiri dari beberapa sub sektor, yaitu sub sektor pangan,hortikultura, perikanan, kehutanan, peternakan dan  perkebunan. Salah satu subsektor yang memiliki peranan yang cukup penting adalah sub sektor hortikultura. Subsektor hortikultura terdiri dari buah-buahan, sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat. Sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peranan penting bagi masyarakat. Sayuran berperan dalam rangka pemenuhan kecukupan pangan dan gizi masyarakat di masa yang akan datang. Bertani sayuran merupakan salah sumber mata pencaharian sebagian besar masyarakat di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan dan pola tanam sayuran, menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan serta keuntungan dari usahatani sayuran dan total pendapatan rumah tangga petani yang berasal dari usahatani sayuran dan di luar usahatani, membandingkan pendapatan rumah tangga petani terhadap garis kemiskinan serta melihat tingkat kesejahteraan rumah tangga petani sayuran. Jenis data yang dikumpulkan merupakan data primer dan sekunder. Jumlah sampel responden sebanyak 30 orang petani sayuran. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 26 jenis pola tanam dari 30 petani responden dengan sayur sawi sebagai komoditas dominan yang dibudidayakan. Biaya  yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp4.815.675,- per usahatani, penerimaan petani sayuran adalah sebesar Rp20.194.833,- per usahatani per satu kali produksi, pendapatan petani sayuran adalah sebesar Rp 17.500.047,- per usahatani per satu kali produksi serta keuntungan yang diperoleh petani sayuran adalah sebesar Rp 15.379.158,- per usahatani per satu kali produksi. Rata-rata pendapatan petani sayuran adalah sebesar Rp 1.753.412,- per kapita per bulan. Petani sayuran di Kecamatan Liang Anggang berada di atas garis kemiskinan. Petani sayuran di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru berada pada keadaan yang lebih sejahtera.Kata kunci: pendapatan, kesejahteraan, kemiskinan, sayuran, pola tanam
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Sambal Cabai Hiyung (Studi Kasus: Kwt Karya Maju Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan) Nurul Jannah; Muhammad Husaini; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10345

Abstract

Cabai hiyung merupakan cabai jenis cabai rawit yang hanya dapat tumbuh di salah satu Desa yaitu Desa Hiyung yang terletak di Kabupaten Tapin. Seringkali harga cabai melambung sampai harga yang sangat tinggi, tetapi terkadang turun menjadi harga yang sangat rendah bahkan tidak mampu menutupi biaya produksi. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan baru dengan memanfaatkan sumber daya yang ada agar membantu para petani cabai untuk mengatasi fluktuasi harga dan daya simpan cabai tersebut. Adapun salah satu inovasi tersebut adalah pembuatan hasil produksi cabai hiyung menjadi sambel cabai hiyung, sehingga nilai jual maupun nilai tambah hasil produksi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan.dan. keuntungan serta untuk menganalisis nilai tambah cabai hiyung menjadi salah satu produk yaitu sambel cabai rawit hiyung. Berdasarkan hasil penelitian dari pengolahan sambal cabai hiyung dapat diketahui yaitu, total biaya yang di keluarkan adalah Rp 3.821.666,99/bulan dengan bahan baku sebesar 25 kg, penerimaan total yang diperoleh mencapai Rp 8.500.000,00/bulan dari hasil produksi sebanyak 425 botol, maka keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 4.678.333,01 setiap bulannya. Nilai tambah yang diperoleh dari hasil analisa selama satu bulan dengan menggunakan 1 kg cabai rawit hiyung sebagai bahan baku utama dengan harga awal Rp 60.000/kg menjadi sebesar Rp 196.800/kg atau sebesar 63,76%.
Analisis Nilai Tambah Kelapa Menjadi Kopra di Desa Regei Lestari Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Mellyanti Mellyanti; Emy Rahmawati; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.5906

Abstract

Kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak diminati oleh masyarakat petani yang ada di Kecamatan Teluk Sampit. Hal ini dikarenakan kelapa merupakan pohon yang serba guna yang mempunyai nilai ekonomis. berbagai macam produk olahan yang bermanfaat bagi masyarakat salah satu produk olahan sekunder dari buah kelapa adalah kopra. Penelitian dilaksanakan di Desa Regei Lestari Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur yaitu salah satu daerah yang melakukan pengolahan kopra. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pendapatan petani yang mengolah kelapa menjadi kopra serta mengetahui kelapa dengan nilai tambah yang diolah menjadi kopra di Desa Regei Lestari Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. Ada 20 responden petani pembuatan kopra. Perhitungan ini dilakukan pada periode per tiga bulan dengan total penerimaan sebesar Rp 11.250.000, dengan biaya total sebesar Rp 9.237.715 dengan keuntungan sebesar Rp 2.012. 285.
Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah Muhammad Fahmi; Yusuf Azis; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani kelapa sawit swadaya, serta menganalisis pendapatan usahatani kelapa sawit swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara dari bulan Maret sampai November2023. Metode pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah responden 24 orang, dan jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan analisis pendapatan usahatani. Data yang diperoleh ditabulasi dan kemudian dianalisis dengan menggunakan konsep biaya eksplisit, penerimaan dan pendapatan usahatani pertahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyelenggaraan usahatani kelapa sawit swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara. Sebagian besar sudah sesuai anjuran budidaya kelapa sawit. Rata-rata pendapatan petani kelapa sawit swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara adalah sebesar Rp35.188.043/usahatani/tahun atau Rp8.540.787/ha/tahun.
Dampak Relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru terhadap Pendapatan Pedagang Beras Akhmad Raja Shaufi; Kamiliah Wilda; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5889

Abstract

Kegiatan perdagangan erat hubungannya dengan pasar. Dalam perekonomian, pasar memiliki peranan sebagai salah satu prasarana perdagangan. Pentingnya peranan sektor perdagangan pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi menjadi salah satu dasar pemerintah Kota Banjarbaru dalam melaksanakan program terhadap pembangunan sarana ekonomi (Perdagangan) salah satunya yakni dengan melakukan pembangunan pasar dan melaksanakan kebijakan relokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak relokasi terhadap pendapatan pedagang beras serta permasalahan yang dihadapi pedagang. Penelitian ini dilakukan di Pasar Bauntung Banjarbaru jalan R.O. Ulin (ex Stadion Mini Gawi Sabarataan), Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah sensus yaitu dengan jumlah sampel 8 pedagang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kuantitatif dengan menggunakan uji statistik berupa uji t berpasangan untuk membandingkan pendapatan pedagang sebelum dan sesudah relokasi, dan analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan permasalahan yang dihadapi pedagang beras. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pendapatan pedagang beras sebelum dan sesudah relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru yakni terjadi penurunan rata-rata pendapatan pedagang sebesar Rp. 42.360.815 atau sebesar 46,5%. Hal ini menunjukkan bahwa relokasi pasar Bauntung Banjarbaru memberikan dampak negatif terhadap pendapatan pedagang beras.  Selanjutnya permasalahan yang dihadapi pedagang antara lain lokasi pasar, kepastian usaha, retribusi dan waktu kerja.
Analisis Efektivitas Subsidi Pupuk Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Ayubbi Syalehuddin; Yusuf Azis; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7794

Abstract

Ketersediaan pupuk subsidi meningkat per tahunnya. Hal ini kemungkinan akan semakin tidak efisien penggunaan pupuk dari petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan subsidi pupuk dan faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan pupuk Urea di Kabupaten Banjar. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda tipe model double log. Berdasarkan hasil penelitian, keempat indikator kebijakan subsidi pupuk belum dapat dikategorikan efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pupuk Urea di Kabupaten Banjar adalah harga pupuk Urea, harga pupuk NPK, harga pupuk SP-36, harga gabah dan luas tanam padi.
Kajian Agribisnis Komoditas Tape di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar (Studi Kasus di Industri Rumah Tangga “Tape Ibu Hamimah”) Mega Indah Sephia; Yusuf Azis; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.5970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan tape dikaji berdasarkan aspek agribisnis dari perolehan bahan baku serta proses pembuatan hingga proses pengemasan pada usaha industri rumah tangga tape, mengetahui besar biaya penerimaan dan pendapatan pada usaha industri rumah tangga tape, mengetahui saluran pemasaran pada usaha industri rumah tangga tape. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pematang Panjang Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar pada Bulan November 2020 - Februari 2021. Dari segi Agribisnis untuk menelusuri prosesnya perolehan bahan baku utama tape ketan hijau dan ketan hitam di dapat dari pasar setempat yang mana distributornya tidak menentu, sedangkan bahan baku utama pada tape singkong diperoleh dari petani singkong setempat. Proses produksi tergantung pada jenis tape yang dibuat dengan rentang waktu 7-9jam. Biaya total yang dikeluarkan dalam Industri Rumah Tangga Tape Ibu Hamimah dalam satu bulan produksi sebesar Rp46.232.802,94 dengan total penerimaan sebesar Rp56.160.000,00 serta pemasukan yang diperoleh sebesar Rp9.927.197,06. Saluran pemasaran pada Industri Rumah Tangga Tape Ibu Hamimah terdapat 16 pemasar yang tersebar di berbagai daerah antara lain, Balikpapan, Samarinda, Kotabaru, Palangkaraya, Pagatan, Kasongan, Kalua, Tanjung, Kintap serta Gambut. Selain itu Ibu Hamimah juga menjual langsung tape hasil produksinya pada toko yang terdapat di halaman rumah serta menjualnya melalui aplikasi Go Food jika ada produk tape yang tersisa serta pemasaran lainnya melalui media sosial Instagram.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Kelapa dalam Menjadi Kopra di Desa Babirah Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur Nur Raisatur Rasyidah; Yudi Ferrianta; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10350

Abstract

Kopra adalah putih lembaga (endosperm) buah kelapa dalam yang sudah dikeringkan dengan sinar matahari ataupun panas buatan. Proses produksi kopra berlangsung selama 10 hari menggunakan metode pengolahan Kopra FMS (Fair Merchantable Sundried). Penelitian dilakukan di Desa Babirah Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah, pada Bulan Maret 2023 sampai Bulan Mei 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah yang dapat diciptakan dengan mengolah kelapa dalam menjadi kopra dan permasalahan yang dihadapi pengusaha ketika pelaksanaan proses produksi pengolahan kopra. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode sensus dengan mengambil seluruh populasi yaitu 7 pengusaha kopra di Desa Babirah sebagai responden penelitian. Analisis nilai tambah dihitung dengan menggunakan metode nilai tambah yang dikemukakan oleh Hayami, dkk (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan input sebesar 1.657,14 kg/proses akan menghasilkan 1.035,71 kg/proses dengan perolehan nilai tambah sebesar Rp 2.878,84/kg dan rasio nilai tambah sebesar 70,86% yang termasuk dalam kategori rasio nilai tambah tinggi karena nilainya lebih dari 40%. Hasil nilai tambah didistribusikan sebagai imbalan tenaga kerja sebesar Rp 1.250/kg atau 43,42% dan keuntungan usaha sebesar Rp 1.628,84/kg atau 56,58%. Permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha kopra yaitu adanya persaingan kopra dengan produk pengganti yaitu kelapa sawit dan terbatasnya akses terhadap pasar serta terbatasnya infrastruktur desa.
Co-Authors A.Yousuf Kurniawan Abdurrahman Abdurrahman Adrias Mashruri Akhmad R. Saidy Akhmad Raja Shaufi Andi Artika Gizdajudan Annisa Rahmawati Artahnan Aid Athaillah Mursyid Ayubbi Syalehuddin Bastiah Bastiah Bella Friska Wawoh Dewi Hayati Ningsih Djoko Santoso Dony Adam Dwi Septiana Eka Radiah Eka Tunggal Dewi Emy Rahmawati Emy Rahmawati Emy Rahmawati Ervinna Febri Widyasari Fathurrazie Shadiq Feronika Pangaribuan Ferrianta, Yudi Firman Yunizar Fuja Lesnani Gogoi, Jeemoni Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamzan Wadi Hartoni Hartoni Hatimatul Husna Hatimatul Husna Husin, Ibnu Husna, Hatimatul Husnul Khatimah Ibnu Husin Ilham Hadi Purwanto Irma Irma Kamiliah Wilda Kurniawan, A.Yousuf Lalan Suprila Leni Anggriani Luki Anjardiani Mariani Mariani Masyhudah Rosni Mega Indah Sephia Mellyanti Mellyanti Mira Yulianti Muhammad Fahmi Muhammad Fauzi Muhammad Febri Abimanyu Muhammad Husaini Muhammad Isfan Wahyudi Muhammad Supian Muzdalifah Muzdalifah Naily Zulfia Natalia Wulandari Nida Musyarrofah MZ Nina Budiwati Nisa, Ana Fauziyatun Noor Fauziah Noorhalimah Noorhalimah Nor Zainap Nur Cholis Nur Raisatur Rasyidah Nurmelati Septiana Nurul Jannah Rabiatul Utami Raeno Rahmat Koestanto Riantoni Riantoni Rifiana Rifiana Riska Nur Hasma Rizka Anggun Sulistya Ningrum Rizki Puteri Mahyudin Rizky Gunawan Rospanen Rajagukguk Rusmiarsi Rusmiarsi Sadik Ikhsan Salahudin Salahudin Shafriani, Karimal Arum Sri Riyani Suhan Sukma Sari Syifa, Noor Taisirul Husna Taufiqurrahman Taufiqurrahman Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Umi Salawati Usamah Hanafie Yanti, Nuri Dewi Yetti Indriyani Zuraida Titin Mariana