Yusuf Azis
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Efisiensi Pemasaran Kerbau Rawa di Desa Sapala Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara Muhammad Supian; Yusuf Azis; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8261

Abstract

Desa Sapala adalah salah satu desa yang mempunyai populasi kerbau rawa terbanyak di Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam menghasilkan sistem pemasaran yang efektif serta menguntungkan untuk peternak juga konsumen, produsen harus memilih saluran pemasaran yang lebih pendek. Penelitian dilaksanakan pada Desa Sapala Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara. Desa yang sengaja dipilih yaitu Desa Sapala karena memiliki kawanan kerbau terbesar di Kecamatan Paminggir. Sampel responden peternak di Desa Sapala dipilih random sampling dimana jumlah sampel 18 peternak teruntuk menentukan pedagang blantik (lokal) dan pedagang pemotong menggunakan teknik Snowball Sampling. Dari hasil penelitian didapatkan 2 bentuk saluran pemasaran kerbau rawa, saluran I (peternak - pedagang lokal - konsumen) dan saluran II (peternak - pedagang lokal - pedagang daging - konsumen). Selain itu, biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, keuntungan pemasaran dan bagian petani per kerbau dan efisiensi pemasaran masing-masing saluran yaitu saluran 1 dengan biaya pemasaran Rp 403.166, keuntungan pemasaran Rp 2.096.834 dan keuntungan pemasaran Rp 2.500.000, Farmer’s share adalah 0,085 serta efisiensi 0,024, biaya saluran 2 adalah Rp 1.830.166, keuntungannya adalah Rp 7.119.834, keuntungannya adalah Rp 8.950.000, dan Farmer’s share 0,063 serta efisiensi 0,076
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG PURUN KELURAHAN PALAM Raeno Rahmat Koestanto; Mariani Mariani; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2925

Abstract

Usaha kerajinan purun dilakukan oleh masyarakat dalam skala rumah tangga, dilihat dari tingkat produksi dan produktifitasnya yang cukup potensial maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat pengrajin purun di Kelurahan Palam tersebut yang belum banyak diketahui serta bagaimana permasalahan yang dihadapi oleh pengrajin purun dalam kegiatan usahanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat dan permasalahan- permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pengrajin purun dalam mengelola usahanya serta alternatif pemecahnya. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2018 sampai dengan Oktober 2019 di Kelurahan Palam. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden sebanyak 30 orang pengrajin purun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Purun adalah pengrajin anyaman purun yang didominasi oleh orang tua, umurnya sudah mencapai umur lansia, sangat jarang bahkan hampir tidak ada yang anak muda. Pendidikan pengrajin hampir semua memiliki pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD). Masyarakat kebanyakannya mengerjakan anyaman purun sebagai kerja sampingan dan dominan pekerjaan utama sebagai Ibu rumah tangga dan Petani. Permasalahan yang sering dihadapi oleh para pengrajin anyaman purun adalah faktor cuaca yang selalu berubah-ubah, kurangnya modal usaha,kurangnya tenaga kerja dan cara memasarkan produk/promosi.
ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Rabiatul Utami; Yusuf Azis; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.631

Abstract

Padi adalah tanaman yang banyak ditanam di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan. Berusahatani Padi memberi untung tinggi, tapi risikonya melebihi tanaman lain, dari harga panen atau gangguan alam contoh kemarau ataupun gangguan hama dan penyakit. Berdasarkan hal tersebut maka, penelitian ini bertujuan: mengetahui perbedaan pemakaian faktor Produksi dalam berusaha padi sawah pada sawah tadah hujan dan rawa lebak, menganalisis pengaruh pemakaian faktor produksi pada produksi dalam usahatani padi serta tahu biaya, penerimaan total dan pendapatan padi sawah di Kecamatan Banua Lawas. Penelitian dilaksanakan dari bulan April 2017 sampai bulan Januari 2018 di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Pemilihan lokasi dilakukan secara secara sengaja. Sampel sebanyak 60 orang petani dengan menggunakan random sampling. Faktor produksi bersama-sama secara nyata mempengaruhi jumlah hasil produksi padi sawah yang di usahakan petani, Pada sawah tadah hujan benih, obat-obatan dan tenaga kerja tidak mempengaruhi produksi padi. Sedangkan faktor produksi lahan dan pupuk berpengaruh secara nyata terhadap produksi padi sawah. Adapun untuk sawah rawa lebak penggunaan faktor produksi seperti benih, pupuk dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap hasil produksi padi. Sedangkan faktor produksi lahan dan obat-obatan berpengaruh secara nyata terhadap hasil produksi padi sawah, Rata – rata total biaya eksplisit yang dikeluarkan petani sawah tadah hujan adalah sebesar Rp 3.362.006,36/ha sedangkan pada sawah rawa lebak sebesar Rp 4.627.734,25/ha, rata-rata penerimaan yang diterima petani sawah tadah hujan adalah sebesar Rp 16.846.047,41/ha dan pada sawah rawa lebak sebesar Rp 16.893.814,25/ha, Rata–rata total pendapatan yang diterima petani sawah tadah hujan sebesar Rp 13.484.041,05/ha dan sawah rawa lebak sebesar Rp 12.266.080/ha. Dengan demikian pendapatan usahatani sawah tadah hujan lebih tinggi dari sawah rawa lebak.Kata kunci: faktor produksi, fungsi Cobb-Douglass, biaya eksplisit, penerimaan, pendapatan
STUDI BIAYA, PENDAPATAN DAN KEUNTUNGAN USAHATANI PADI UNGGUL BERSERTIFIKAT DI KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Salahudin Salahudin; Yusuf Azis; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.701

Abstract

Kabupaten Tabalong merupakan produksi padi sawah urutan ke 10 dengan kabupaten lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan, yakni memiliki luas panen sebesar 15.308 ha dengan produksi 66.236 ton. Kecamatan Banua Lawas memiliki luas tanam padi ladang sebesar 5.005 ha dan padi sawah sebesar 4.853 ha jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Tabalong. Dalam melakukan usahatani benih unggul padi bersertifikat analisis studi biaya dan pendapatan merupakan awal untuk menentukan sikap melakukan usahatani benih unggul padi bersertifikat. Analisis perhitungan dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai produksi dan harga jual yang akan berpengaruh terhadap pendapatan petani dalam usahatani benih unggul padi bersertifikat. Usahatani benih unggul padi bersertifikat ini adanya tergantungan terhadap harga jual yang selalu berfluktuasi dan mempengaruhi hasil usahatani serta pendapatan petani.Di lihat dari keadaan tersebut maka, penelitian ini bertujuan: mengetahui keadaan usahatani benih unggul padi bersertifikat, mengetahui besarnya biaya dan pendapatan dalam usahatani padi unggul di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong yang berlangsung dari bulan Februari sampai April 2018. Pemilihan desa penelitian adalah Desa Bangkiling dengan pertimbangan memiliki jumlah kelompok tani yang paling banyak dibandingkan dengan desa lainnya di Kecamatan Banua Lawas. Sampel sebanyak  30 orang petani, diambil dengan cara metode proportionated random sampling. Rata-rata produksi usahatani benih unggul padi bersertifikat di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong sebesar 2.859,27/kg.uRata-rata.penggunaan luas.lahan.sebesar.0,56.ha/usahatani, benih 15,73 kg/usahatani, pupuk 392,07 kg/usahatani, obat-obatan herbisida 1,88 liter/usahatani, obat-obatan vertako 2,20 botol/usahatani, obat-obatan score 1,27 botol/usahatani, peralatan dan perlengkapan terdiri dari tajuk 2 buah, parang 1 buah, arit 1 buah, tajak 1 buah, handsprayer 1 buah, karung 74 buah, terpal 2 buah, tikar 5 buah dan gumbaan 1 buah, tenaga kerja luar keluarga yang digunakan sebesar 20,48 HOK/usahatani. Pada usahatani bneih unggul padi bersertifikat di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten memerlukan rata-rata biaya eksplisit sebesar Rp 4.102.508,47/usahatani dan penerimaan petani responden sebesar Rp 15.542.706,67/usahatani, sehingga rata-rata pendapata petani responden sebesar Rp 11.440.198,20/usahatani.Kata kunci: studi biaya dan pendapatan, usaha benih unggul padi bersertifikat. 
Persepsi Petani terhadap Penggunaan Pupuk Organik dan Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi Gogo di Desa Artain, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar Muhammad Isfan Wahyudi; Yusuf Azis; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1276

Abstract

Abstrak. Desa Artain adalah desa yang terletak di Kecamatan Aranio dengan luas wilayah 70,00 km2 (7.000 ha). Dari data Desa Artain yang paling luas lahannya adalah tanaman padi gogo sebesar 250 ha dibandingkan lahan pertanian yang lain. Namun produktivitas padi gogo di Desa Artain masih rendah yang pertama disebabkan oleh kurangnya minat petani dalam menggunakan pupuk organik. Penyebab yang kedua yaitu petani kurang berminat untuk melakukan pemupukan berimbang pada tanaman padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Artain selama lebih kurang enam bulan dari bulan Februari sampai dengan bulan Juli 2018. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling, yaitu sebanyak 34 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 persepsi petani yaitu : persepsi petani terhadap pupuk organik pada tanaman padi gogo tergolong sangat buruk dan persepsi petani terhadap pemupukan berimbang tergolong buruk. Oleh karena itu, ditingkatkan untuk dilakukan penyuluhan atau pelatihan tentang pupuk organik dan pemupukan berimbang. Kata kunci: petani, tanaman padi gogo, persepsi, pupuk organik, pemupukan berimbang
Tingkat Motivasi Ibu Rumah Tangga dalam Usaha Kerajinan Purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Husnul Khatimah; Eka Radiah; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10314

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis serta menggambarkan proses pembuatan kerajinan purun dan tingkat motivasi ibu rumah tangga dalam menjalankan usaha kerajinan purun di Palam Kecamatan Cempaka kota Banjarbaru serta permasalahan dan solusi yang ada. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer serta data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proportional random sampling dan dianalisis menggunakan skala likert dengan dua penilaian yaitu motivasi ekonomi serta motivasi sosial. hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu rumah tangga melakukan usaha kerajinan purun merupakan motivasi ekonomi dan motivasi sosial yaitu 68,85% kuat serta empat macam indikator 68,85% kuat.
ANALISIS FINANSIAL CABANG USAHATANI TOMAT DI DESA TELAGA LANGSAT KECAMATAN TELAGA LANGSAT KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Noorhalimah Noorhalimah; Yusuf Azis; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.666

Abstract

Secara geografis Kalimantan Selatan merupakan dataran tinggi yang sangat cocok untuk dilakukan budidaya tanaman hortikultura. Salah satu komoditas yang hampir dibudidayakan diseluruh wilayah Kalimantan Selatan secara umum dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan secara khusus adalah tanaman tomat. Buah tomat sebagai salah satu komoditas sayuran yang mempunyai prospek pemasaran yang cerah. Dari segi harga, buah tomat memiliki potensi pasar yang baik karena harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga membuka peluang yang lebih besar terhadap serapan pasar. Perubahan kuantitas produksi dan perubahan harga merupakan faktor yang mempengaruhi besar kecilnya pendapatan petani tomat di Kecamatan Telaga Langsat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan cabang usahatani tomat, mengetahui besarnya biaya,penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang diterima oleh petani dalam berusahatani tomat dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani dalam penyelenggaraan cabang usahatani tomat di Desa Telaga Langsat Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dalam penelitian ini digunakan data primer dan data sekunder. Jumlah sampel responden diambil sebanyak 30 orang petani dari 116 populasi pada semua kelompok tani yang ada dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara proportionated random sampling. Berdasarkan hasil penelitian penyelenggaraan cabang usahatani tomat meliputi pengolahan tanah, penyemaian, penanaman, pemasangan ajir, perawatan tanaman dan panen. Biaya yang dikeluarkan keseluruhan oleh petani dalam cabang usahatani tomat sebesar Rp 10.697.272,- per usahatani per musim tanam, dengan penerimaan sebesar Rp 34.530.000,- per usahatani per musim tanam, pendapatan petani cabang usahatani tomat Rp 26.969.728,- per usahatani per musim tanam serta keuntungan yang diperoleh petani sebesar Rp 23.832.728,- per usahatani per musim tanam. Dalam hal ini maka dapat disimpulkan bahwa cabang usahatani tomat yang diusahakan menguntungkan. Kendala/permasalahan yang dihadapi petani cabang usahatani tomat yaitu adanya serangan hama penyakit yaitu kutu kebul, ulat grayak, layu dan busuk buah serta minimnya modal dalam pengadaan biaya sarana produksi.Kata kunci: penyelenggaraan, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BERAS PULEN DAN BERAS PERA DI PASAR BAUNTUNG, KOTA BANJARBARU Yetti Indriyani; Luthfi Fatah; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis beras paling banyak diminati oleh konsumen di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru (jenis beras pulen atau pera), Mendeskripsikan atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan membeli beras pulen atau beras pera di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan wilayah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, Preferensi yang di pilih konsumen di Pasar Tradisional Bauntung Kota Banjarbaru sebanyak 42,5 % responden memilih beras pulen, Sedangkan responden yang memilih beras pera sebanyak 57,5% jadi beras yang paling banyak diminati adalah beras pera. Ada 5 Atribut yaitu: rasa, harga, bersih, aroma, kemudahan diperoleh yang dipertimbangkan konsumen. Menurut jenis kelamin perempuan memilih rasa 86,36 %, harga 9,09 % dan aroma 4,55 % dan laki-laki memilih harga 100 %, ibu rumah tangga memilih atribut rasa 81,82 %, yang memilih harga 9,09 % dan atribut bersih (9,09 %). PNS 50,00 %  memilih rasa dan 50,00% memilih aroma. Mahasiswa  66,67% memilih rasa 33,33% memilih harga. Pelajar 66,67% memilih rasa dan 33,33% memilih harga. Pegawai swasta 100% memilih rasa. Menurut Jumlah anggota keluarga 1 - 2 jiwa  80,00% konsumen lebih memilih rasa, untuk harga terdapat 20,00 %. Menurut status pernikahan yang sudah menikah 81,82% memilih rasa, 9,09% memilih harga dan 9,09% memilih aroma, belum menikah  80,00% memilih rasa dan 20,00% memilih harga. Menurut pendidikan SMP 60,00% memilih rasa dan 20,00% memilih aroma, SMA 80,00% memilih rasa dan 20,00% memilih harga, D3 100% memilih rasa, S1  100% memilih rasa. Dalam membeli beras pera di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru mulai dari yang terpenting menurut responden yaitu: rasa,  harga, aroma.
Sikap Konsumen terhadap Produk Teh Daun Kelor Gaol Tea Bags dari Moringa Factory Suhan Sukma Sari; Mira Yulianti; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi konsumen, menganalisis kepentingan konsumen, dan menganalisis sikap konsumen terhadap atribut produk teh daun kelor Gaol Tea Bags dari Moringa Factory. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September 2022 hingga Februari 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penarikan contoh Non Probability Sampling, dan jenis penarikan contoh yang digunakan adalah accidental sampling, untuk jumlah sampel responden sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel sendiri dilakukan di area Car Free Day (CFD) Lapangan Murjani dan CFD halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Nilai evaluasi semua atribut mempunyai nilai dengan skor 3-5. Atribut dengan penilaian evaluasi tertinggi adalah atribut manfaat sebanyak 4,76 (sangat bermanfaat). Menurut konsumen teh daun kelor sangat bermanfaat karena mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap dan vitamin yang didapat dari daun kelor, sebagaimana yang tertulis pada kemasan produk. Nilai kepentingan semua atribut mempunyai nilai yang baik dengan mendapat posisi skor 3-5. Atribut manfaat Teh Daun Kelor mendapatkan skor tertinggi sebesar 4,52 (sangat penting). Karena konsumen menilai manfaat pada suatu produk sangat penting dan diutamakan ketika konsumen memilih dan mengkonsumsi suatu produk. Responden ingin mendapatkan produk dengan manfaat yang baik. Produk Teh Daun Kelor merek Gaol Tea Bags mendapat skor sikap A0 positif, maka dengan demikian produk sudah dapat diterima oleh konsumen dan memungkinkan untuk dipasarkan secara umum.
Analisis Usahatani Durian di Desa Laburan Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong (Studi Kasus Usahatani Durian Bapak Handoko) Dony Adam; Hairin Fajeri; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan usahatani durian Bapak Handoko, mengetahui kelayakan usahatani durian Bapak Handoko, serta menganalisis permasalahan yang ada di Usahatani Durian Bapak Handoko. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Biaya total dalam setahun adalah Rp 11.352.190,00 dan penerimaan sejumlah Rp 240.000.000,00. Jadi dalam setahun keuntungannya adalah Rp 228.647.810,00. RCR yang diperoleh adalah 21,1 artinya usahatani durian dikatakan layak, dimana setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan akan memberikan penerimaan sejumlah Rp 21,1. Pada usahatani durian Bapak Handoko mempunyai masalah pada hama yang menyerang pohon durian tersebut. Hama yang sering menyerang biasanya lalat buah dan hama penggerek batang. Dimana Lalat buah menyebabkan perubahan pada warna kulit buah dan terjadi pembusukan buah. Sedangkan hama penggerek batang mengakibatkan tanaman layu, dan daun-daun menjadi kering hingga berguguran.
Co-Authors A.Yousuf Kurniawan Abdurrahman Abdurrahman Adrias Mashruri Akhmad R. Saidy Akhmad Raja Shaufi Andi Artika Gizdajudan Annisa Rahmawati Artahnan Aid Athaillah Mursyid Ayubbi Syalehuddin Bastiah Bastiah Bella Friska Wawoh Dewi Hayati Ningsih Djoko Santoso Dony Adam Dwi Septiana Eka Radiah Eka Tunggal Dewi Emy Rahmawati Emy Rahmawati Emy Rahmawati Ervinna Febri Widyasari Fathurrazie Shadiq Feronika Pangaribuan Ferrianta, Yudi Firman Yunizar Fuja Lesnani Gogoi, Jeemoni Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamzan Wadi Hartoni Hartoni Hatimatul Husna Hatimatul Husna Husin, Ibnu Husna, Hatimatul Husnul Khatimah Ibnu Husin Ilham Hadi Purwanto Irma Irma Kamiliah Wilda Kurniawan, A.Yousuf Lalan Suprila Leni Anggriani Luki Anjardiani Mariani Mariani Masyhudah Rosni Mega Indah Sephia Mellyanti Mellyanti Mira Yulianti Muhammad Fahmi Muhammad Fauzi Muhammad Febri Abimanyu Muhammad Husaini Muhammad Isfan Wahyudi Muhammad Supian Muzdalifah Muzdalifah Naily Zulfia Natalia Wulandari Nida Musyarrofah MZ Nina Budiwati Nisa, Ana Fauziyatun Noor Fauziah Noorhalimah Noorhalimah Nor Zainap Nur Cholis Nur Raisatur Rasyidah Nurmelati Septiana Nurul Jannah Rabiatul Utami Raeno Rahmat Koestanto Riantoni Riantoni Rifiana Rifiana Riska Nur Hasma Rizka Anggun Sulistya Ningrum Rizki Puteri Mahyudin Rizky Gunawan Rospanen Rajagukguk Rusmiarsi Rusmiarsi Sadik Ikhsan Salahudin Salahudin Shafriani, Karimal Arum Sri Riyani Suhan Sukma Sari Syifa, Noor Taisirul Husna Taufiqurrahman Taufiqurrahman Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Umi Salawati Usamah Hanafie Yanti, Nuri Dewi Yetti Indriyani Zuraida Titin Mariana