Yusuf Azis
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usahatani Buah Naga di Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Usahatani Buah Naga Bapak Maksum) Ilham Hadi Purwanto; Masyhudah Rosni; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan usaha pada usahatani buah naga Bapak Maksum yang berlokasi di Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2022 sampai Mei 2023, dengan menggunakan data produksi usahatani buah naga pada tahun ke-6 dengan periode pengambilan dan perhitungan data yang dilakukan sebanyak empat kali produksi selama satu tahun. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan dua jenis sumber data yaitu data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara dan observasi. Buah naga yang dijual pada usahatani buah naga Bapak Maksum ini yaitu jenis buah naga merah yang dijual dengan harga Rp15.000,00/kg-Rp17.000,00/kg. Jumlah biaya total yang dikeluarkan oleh usahatani buah naga Bapak Maksum selama satu tahun produksi sebesar Rp59.159.250,00, meliputi jumlah biaya tetap Rp44.299.250,00 dan biaya variabel sebesar Rp14.860.000,00. Total penerimaan usaha ini yaitu Rp107.010.000,00 yang didapat dari hasil penjualan buah naga selama satu tahun dengan keuntungan yang diterima sebesar Rp47.850.750,00. Kelayakan usahatani buah naga Bapak Maksum didapatkan RCR > 1 yaitu 1,809, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp1,00 biaya yang dikeluarkan dalam produksi dan penjualan akan menghasilkan penerimaan Rp1.809,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara finansial usahatani buah naga Bapak Maksum layak untuk dijalankan dan dikembangkan.
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Desa Gunung Melati Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Naily Zulfia; Rifiana Rifiana; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10356

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga adalah kemampuan rumah tangga untuk memenuhi kecukupan pangan anggotanya dari waktu ke waktu agar dapat hidup sehat dan mampu melakukan kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur pendapatan dan struktur pengeluaran rumah tangga petani padi sawah di Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian dilakukan sejak bulan Maret 2023 sampai dengan Mei 2023. Untuk metode penarikan contoh menggunakan Simple Random Sampling, terdiri dari 32 responden. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa struktur pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp.69.525.868/tahun dan pengeluaran rumah tangga sebesar Rp.27.336.127/tahun. Berdasarkan perhitungan persentase pangsa pengeluaran terhadap pengeluaran total, maka penduduk Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut tergolong tahan pangan dengan nilai 53%
Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Karet Rakyat Desa Batu Merah Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan Eka Tunggal Dewi; Yusuf Azis; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2111

Abstract

Karet merupakan salah satu perkebunan dengan nilai ekonomi tinggi, juga merupakan salah satu perkebunan yang cukup banyak dibudidayakan sebagai sumber pendapatan. Perkebunan karet merupakan salah satu sumber mata pencaharian sebagian besar masyarakat desa Batu Merah Kecamatan Lampihong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kesejahteraan petani karet rakyat berdasarkan umur karet. Penelitan ini dilakukan di Desa Batu Merah, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada metode purposive dengan alasan bahwa Desa Batu Merah adalah salah satu desa di Kecamatan Lampihong yang merupakan salah satu desa dimana sebagian besar orang bekerja pada tanaman karet rakyat. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah petani karet di Desa Batu Merah dengan total 220 orang. Penentuan sampel dilakukan menggunakan Stratified Random Sampling dengan membedakan umur tanaman karet strata I ≤ 15 tahun dan strata II > 15 tahun. Jumlah sampel yang diambil 30 orang dengan sampel masing-masing yaitu strata I 21 orang dan strata II 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani karet rakyat di Desa Batu Merah strata I sebesar Rp8.284.638/kapita/tahun dan strata II sebesar Rp6.378.184/kapita/tahun. Kesejahteraan petani karet Bank Dunia menetapkan sebesar Rp10.909.200/kapita/tahun, yang menunjukkan bahwa pada strata I sebesar 33,33% petani karet sejahtera dan sisanya sebesar 66,67% petani karet tidak sejahtera. Pada strata II menunjukkan bahwa 100% petani karet tidak sejahtera.Kata kunci: kesejahteraan, pendapatan, petani karet rakyat
Analisis Biaya, Pendapatan dan Keuntungan Perangkai Bunga Melati (Jasminum sambac) di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Bastiah Bastiah; Masyhudah Rosni; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1963

Abstract

Rangkaian bunga melati merupakan salah satu pengolahan hasil dari tanaman hias. Usaha peragkaian bunga melati ini masih merupakan usaha sampingan yang mampu menambah penghasilan masyarakatnya. Kendala utama yang dihadapi dalam kegiatan berproduksinya adalah bunga melati mudah tidak tahan lama atau rusak, berfluktuasinya harga bunga melati yang tergantung musim dan adanya keragaman permintaan produk pada bulan-bulan tertentu serta penggunaan teknologi yang masih sederhana. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar meliputi Desa Bincau, Bincau Muara dan Labuan Tabu yang dimulai dari bulan Maret sampai dengan September 2018. Hasil penelitian menunjukan jenis rangkaian bunga melati dalam penelitian ini adalah jenis rangkaian selendang, adat banjar, adat jawa, adat sunda dan kembang serai. Total biaya dari usaha perangkai bunga melati pada bulan tinggi sebesar Rp 6.966.111,04 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp 12.224.166,67, maka rata-rata pendapatan yang diperoleh perangkai bunga melati adalah sebesar Rp 5.839.622,22 dan keuntungannya sebesar Rp 5.258.055,63. Sedangkan pada bulan sedang besar total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 5.620.188,54 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp 9.353.166,67, maka rata-rata pendapatan yang diperoleh perangkai bunga melati adalah sebesar Rp 4.208.022,22 dan keuntungannya sebesar Rp 2.845.444,79. Pada bulan rendah besar total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 3.930.888,54 dengan rata-rata penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 6.776.333,33, maka rata-rata pendapatan yang diperoleh perangkai bunga melati adalah sebesar Rp 3.195.711,11 dan keuntungannya sebesar Rp 2.845.444,79. Kata kunci: biaya, pendapatan, keuntungan, perangkai bunga melati, Jasminum sambac
Preferensi Konsumen terhadap Minuman Kemasan Vitamin C di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Ervinna Febri Widyasari; Rifiana Rifiana; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kombinasi sub atribut minuman kemasan vitamin C yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis atribut minuman kemasan vitamin C yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian oleh konsumen di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 72 responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan melihat frekuensi jawaban paling banyak dipilih konsumen dan Analisis Multi atribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi sub atribut minuman kemasan vitamin C yang menjadi preferensi konsumen di Kecamatan Simpang Empat adalah rasa soda, harga Rp 5.700 – Rp 8.500, ukuran 140 ml, kemasan botol kaca, serta informasi dan promosi melalui tempat pembelian. Sedangkan atribut yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian minuman kemasan vitamin C adalah rasa dengan (Ao) sebesar 7,1823.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Teh Siap Minum di Kota Banjarbaru Fuja Lesnani; Yusuf Azis; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10329

Abstract

Teh telah menjadi minuman yang tak tergantikan dalam kehidupan berbagai budaya, termasuk Indonesia sebagai negara penghasil teh terbesar kedelapan dunia. Teh telah menjadi minuman yang diminati dari segala usia, termasuk di Kota Banjarbaru, karena penerimaan yang luas oleh berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis subatribut yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen terhadap teh siap minum dalam keputusan pembelian di Kota Banjarbaru. Metode penarikan contoh yang diterapkan yakni Multistage Random Sampling dengan sampel sebanyak 60 responden. Dari 60 orang didapat 49 orang yang layak dijadikan responden dikarenakan 11 orang tidak memenuhi syarat sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa subatribut teh siap minum yang menjadi preferensi konsumen di Kota Banjarbaru ialah rasa original, ukuran 300 ml – 500 ml, harga Rp4.000 – Rp7.800, kemasan botol plastik,dan merek Teh Pucuk Harum. Sedangkan atribut yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian teh siap minum di Kota Banjarbaru disusun berdasarkan tingkat prioritas dari yang paling tinggi hingga yang terendah adalah merek sebesar 15,88, harga sebesar 15,82, rasa sebesar 15,77, kemasan sebesar 14,62, dan ukuran sebesar 13,60. Sehingga atribut yang paling dipertimbangkan konsumen adalah atribut merek teh siap minum.
Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Cafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru Andi Artika Gizdajudan; Nuri Dewi Yanti; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9423

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang dilalui garis khatulistiwa dengan musim dan cuaca relatif stabil dan tanah yang subur sehingga berpeluang besar untuk menjadi Negara penghasil kopi ternama di dunia. Bisnis Cafe adalah bentuk usaha yang menawarkan layanan dan produk. Oleh karena itu Cafe harus mampu mengetahui kebutuhan dan keinginan yang mampu menciptakan kepuasan bagi konsumennya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik konsumen dan tingkat kepuasan konsumen terhadap Cafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru. Sampel didalam penelitian ini adalah konsumen yang sedang berada di kafe Balai Kuta dan telah melakukan kunjungan ke kafe Balai Kuta. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode non-probability sampling dengan jenis pengambilan data menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan 138 responden yang telah memenuhi karakteristik. Tingkat kepuasan konsumen dalam penelitian ini diukur menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dengan 16 atribut kepuasan konsumen. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat kepuasan konsumen Kafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru berada pada tingkat “Puas” (48%). Kesimpulan pada penelitian ini tingkat kepuasan pelanggan di Kafe Balai Kuta Banjarbaru, mayoritas atribut menunjukkan kategori pertahankan prestasi yakni, pelayaman termasuk penting dan memuaskan. Beberapa atribut yang termasuk dalam kategori tersebut adalah aroma kopi, kenyamanan tempat, kebersihan tempat, lokasi dan dekorasi.
Analisis Faktor – Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Buah Naga di Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya Bella Friska Wawoh; Yusuf Azis; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani buah naga, menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dalam usahatani buah naga serta faktor – faktor sosial ekonomi yang diduga mempengaruhi pendapatan usahatani buah naga. Jumlah responden sebanyak 41 orang diambil menggunakan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan usahatani buah naga mendapatkan hasil panen yang baik mulai dari pengolahan lahan sampai dengan teknik penanaman serta pemeliharaan yang tepat dan menyesuaikan waktu. Rata-rata biaya total yang harus dikeluarkan petani yaitu sebesar Rp 633.448.746 per usahatani atau Rp 266.067.116/ha dengan rata-rata biaya eksplisit sebesar Rp 377.591.887 per usahatani atau Rp 154.363.900/ha dan rata-rata biaya implisit sebesar Rp 255.856.859 per usahatani atau Rp 111.703.216/ha. Rata-rata penerimaan usahatani buah naga tahun 2021 diperoleh sebesar Rp 871.498.537 per usahatani atau Rp 333.938.692/ha. Sedangkan rata-rata pendapatan usahatani buah naga tahun 2021 sebesar Rp 493.906.649 per usahatani atau Rp 179.574.792/ha. Hasil analisis dan identifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan usahatani buah naga menggunakan analisis regresi linear berganda yang diestimasi melalui logaritma natural model Cobb-Douglas diperoleh nilai koefisien determinasi menggunakan Adjusted R-square (R2) 0,382 dan F hitung 4,531. Variabel biaya pestisida merupakan satu-satunya faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan usahatani buah naga, sedangkan biaya tenaga kerja, pengalaman berusahatani buah naga, pendidikan, jumlah tanggungan, biaya pemupukan dan modal tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usahatani buah naga di Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya.
PENGELUARAN KONSUMSI PANGAN RUMAHTANGGA PADA PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Feronika Pangaribuan; Muhammad Husaini; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2918

Abstract

Pemerintah telah membuat suatu program yang untuk mendukung pemanfaatan pekarangan rumah yaitu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kecamatan Cempaka sebagai tempat dilaksanakannya penelitian, terdapat beberapa kelompok yang aktif melaksanakan program KRPL. Semua kelompok yang aktif telah mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam pelaksaannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proporsi pengeluaran pangan dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi pangan anggota KRPL. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi yang ada dan dilakukan secara acak. Analisis data dalam penelitian ini yaitu, menggunakan rumus proporsi pengeluaran pangan dan persamaan regresi dengan menggunakan aplikasi SPSS untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 82,22% rumahtangga dimana rata-rata proporsi pengeluaran konsumsi pangan sebesar 60,76% dan sisanya sebesar 17,78% rumahtangga proporsi pengeluaran konsumsi pangan rata – ratanya yaitu 39,24%. Hal ini menunjukkan, pengeluaran konsumsi pangan rumahtangga lebih besar dari pengeluaran konsumsi non pangan (> 50%), berarti tingkat kesejahteraan rumahtangga masih rendah. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi pangan yaitu, pendapatan rumahtangga dan jumlah anggota keluarga, sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan yaitu faktor pendidikan ibu rumahtangga.
Analisis Pemasaran Ubi Kayu di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar Riska Nur Hasma; Muhammad Husaini; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5965

Abstract

Desa Cindai Alus memiliki berbagai jenis varietas ubi kayu diantaranya yaitu varietas Gajah, Manggu, Sulawesi dan Mentega, dengan total produksi sebesar 11.293,45 kwintal. Hasil produksi tersebut dipasarkan oleh petani dengan berbagai cara, sehingga perlu diketahui pemasaran ubi kayu di Desa Cindai Alus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya pemasaran, marjin, farmer’s share, keuntungan serta tingkat efisiensi. Penelitian ini menggunakan metode survei, dengan jumlah populasi sebesar 70 orang. Dari jumlah tersebut diambil secara acak sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga Saluran pemasaran yaitu Saluran I, Saluran II dan Saluran III yang diikuti masing-masing petani sebesar 23,33%, 63,33% dan 13,33%. Biaya pemasaran tertingi ada di Saluran III yaitu Rp 662,22/kg, sementara yang terendah ada di Saluran II yaitu Rp 208,35/kg. Margin pemasaran tertinggi terjadi pada Saluran III sebesar Rp 2.500/kg, dan Saluran I dan II masing-masing Rp 1.000/kg. Keuntungan pemasaran tertinggi ada di Saluran III sebesar Rp 1.837,78/kg, Farmer’s share tertinggi terjadi pada Saluran I sebesar 100%, dan terendah pada Saluran III sebesar 37,5%. Efisiensi pemasaran secara ekonomis dan teknis terjadi pada Saluran II dengan nilai 8,33% dan Rp 20,83/km , sementara Saluran I dan II kurang efisien.
Co-Authors A.Yousuf Kurniawan Abdurrahman Abdurrahman Adrias Mashruri Akhmad R. Saidy Akhmad Raja Shaufi Andi Artika Gizdajudan Annisa Rahmawati Artahnan Aid Athaillah Mursyid Ayubbi Syalehuddin Bastiah Bastiah Bella Friska Wawoh Dewi Hayati Ningsih Djoko Santoso Dony Adam Dwi Septiana Eka Radiah Eka Tunggal Dewi Emy Rahmawati Emy Rahmawati Emy Rahmawati Ervinna Febri Widyasari Fathurrazie Shadiq Feronika Pangaribuan Ferrianta, Yudi Firman Yunizar Fuja Lesnani Gogoi, Jeemoni Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamzan Wadi Hartoni Hartoni Hatimatul Husna Hatimatul Husna Husin, Ibnu Husna, Hatimatul Husnul Khatimah Ibnu Husin Ilham Hadi Purwanto Irma Irma Kamiliah Wilda Kurniawan, A.Yousuf Lalan Suprila Leni Anggriani Luki Anjardiani Mariani Mariani Masyhudah Rosni Mega Indah Sephia Mellyanti Mellyanti Mira Yulianti Muhammad Fahmi Muhammad Fauzi Muhammad Febri Abimanyu Muhammad Husaini Muhammad Isfan Wahyudi Muhammad Supian Muzdalifah Muzdalifah Naily Zulfia Natalia Wulandari Nida Musyarrofah MZ Nina Budiwati Nisa, Ana Fauziyatun Noor Fauziah Noorhalimah Noorhalimah Nor Zainap Nur Cholis Nur Raisatur Rasyidah Nurmelati Septiana Nurul Jannah Rabiatul Utami Raeno Rahmat Koestanto Riantoni Riantoni Rifiana Rifiana Riska Nur Hasma Rizka Anggun Sulistya Ningrum Rizki Puteri Mahyudin Rizky Gunawan Rospanen Rajagukguk Rusmiarsi Rusmiarsi Sadik Ikhsan Salahudin Salahudin Shafriani, Karimal Arum Sri Riyani Suhan Sukma Sari Syifa, Noor Taisirul Husna Taufiqurrahman Taufiqurrahman Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Umi Salawati Usamah Hanafie Yanti, Nuri Dewi Yetti Indriyani Zuraida Titin Mariana