Claim Missing Document
Check
Articles

Found 60 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

EKSTRAKSI KULIT BUAH BIT (BETA VULGARIS L) SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAMI Lina Sari Silalahi; Muhammad Muhammad; Sulhatun Sulhatun; Jalaluddin Jalaluddin; Rizka Nurlaila; Fikri Hasfita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.6087

Abstract

Tanaman bit (Beta vulgaris L) merupakan sejenis tanaman umbi-umbian yang banyak mengandung gizi. Kulit bit merah memiliki kandungan pigmen zat betasianin alami yang dapat dijadikan sebagai pewarna makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan pewarna alami dari kulit bit, Mempelajari pengaruh waktu dan suhu untuk mengestraksi pigmen kulit bit dengan solven Aquades dan Mengevaluasi laju perpindahan massa zat warna dari kulit bit. Tahap pertama dilakukan ekstraksi kulit bit dengan pelarut solven aquades pada variasi suhu dan waktu. Tahap kedua dilakukan uji pada sampel yaitu uji pH, uji kadar air, uji intensitas warna dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dan evaluasi laju perpindahan zat warna. Pada suhu (70oC) dan waktu 90 menit menghasilkan zat warna yang bagus dan dihasilkan ketahanan zat warnanya lebih lama sampai 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu berpengaruh terhadap kualitas zat warna, pH, kadar air dan intensitas zat warna. Pada suhu rendah dan waktu ekstraksi yang lama ketahanan zat warnanya lebih tahan lama. Perpindahan massa yang terjadi pada zat warna didapatkan degan persamaan NA = Kca (C*A- CA). Harga konsentrasi pewarna (CA) dari kulit bit ke solven aquades pada ekstraksi zat warna dalam tangki berpengaduk berbanding lurus dengan waktu, suhu, kecepatan putar pengadukan dan fluks massa tiap satuan volume pelarut (NAV).
Pembuatan Sabun Mandi Padat dengan Penambahan CHarcoal dariTempurung Kemiri Nurlian Nurlian Nurlian; Sulhatun Sulhatun; Suryati Suryati; Meriatna Meriatna; Agam Muarif
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7233

Abstract

Cangkang kemiri merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif (charcoal). Pemanfaatan limbah cangkang kemiri ini dimaksudkan untuk menanggulangi penumpukan limbah cangkang kemiri dan  diharapkan dapat menghasilkan produk yang aman dan ramah lingkungan. Adapun tujuan penelitian ini adalah Menemukan komposisi terbaik dari sabun mandi padat yang telah ditambahkan Charcoal, Menguji kualitas sabun mandi padat yang dibuat dengan variasi penambahan massa Charcoal dan pengaruh perbandingan minyak zaitun pomace dan minyak kelapa (VCO) dan Mengkaji pengaruh penambahan massa Charcoal dan pengaruh perbandingan minyak zaitun pomace dan minyak kelapa (VCO) terhadap nilai pH, kadar air, kadar alkali bebas dan uji organoleptik. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan proses yaitu meliputi tahap persiapan bahan baku  tahap pengayakkan arang aktif, tahap pembuatan sabun dan tahap Maturing. Adapun variasi massa charcoal yang digunakan yaitu 2,5 gr, 5 gr 7,5 gr, 10 gr dan 12,5 gr. Dengan variasi perbandingan minyak zaitun pomace dan minyak kelapa (VCO) 100:100, 125:75, 150:50 ml. Hasil penelitian menunjukkan minyak zaitun pomace  memiliki kadar air lebih tinggi dibandingkan minyak kelapa. Semakin besar perbandingan minyak zaitun yang digunakan daripada minyak kelapa maka kadar air yang dihasilkan semakin tinggi. Kadar alkali bebas tertinggi yaitu 0,081 yang berada pada massa charcoal 12,5 gram dengan perbandingan minyak yang digunakan sebesar 150:50. Adapun standar kualitas sabun telah diatur dalam SNI 3532-2016 yaitu dengan kadar air maksimal kurang dari 14%, kadar alkali bebas maksimal kurang dari 0,1%. Pada setiap sampel telah memenuhi SNI 3532-2016. Pada uji organoleptik, panelis lebih menyukai run 2, 8 dan 10 dengan massa Charcoal 5gr, 7,5gr dan 12,5gr.
PEMBUATAN TAWAS DARI LIMBAH KALENG MINUMAN BEKAS Rati Halimatussakdiyah; Jalaluddin Jalaluddin; Agam Muarif; Masrullita Masrullita; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7437

Abstract

Semua kaleng minuman rata-rata terbuat dari aluminium sehingga sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam pembuatan tawas. Tawas atau alum adalah suatu senyawa aluminium sulfat dengan rumus kimia [Al2(SO4)212H2O].  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas kadar tawas sintesis yang dihasilkan dari limbah   kaleng minuman dan menentukan pengaruh rasio alunimium (Al), kalium hidroksida (KOH) dalam pembuatan tawas. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi KOH 10 %, 20%, 30% 40%, 50% dan H2SO4 8M dengan berat sampel 5 gram. Dari penelitian ini diperoleh yield tawas yang paling besar (maksimum) diperoleh pada konsentrasi KOH 30% dengan konsentrasi H2SO4 8M. Yield tawas yang diperoleh oleh tawas dari kaleng lasegar yaitu 88,45%, sedangkan tawas yang dihasilkan dari kaleng redbull yaitu 75,48%. Yield tawas dari kaleng lasegar lebih baik daripada kaleng redbull dikarenakan jumlah yield mendekati 100%. Tawas yang berasal dari kaleng lasegar lebih baik dibandingkan tawas yang berasal dari kaleng redbull dengan kadar alumunium 4,64%. Tawas yang diperoleh berbentuk kristal berwarna putih.
Pemanfaatan Limbah padat Industri asap cair (Arang Tempurung Kemiri) Untuk Pembuatan Sabun Cuci Piring Maryanti Maryanti; Sulhatun Sulhatun; Meriatna Meriatna; Suryati Suryati; Agam Muarif
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7231

Abstract

Limbah yang dihasilkan dari proses pemecahan biji kemiri berupa tempurung kemiri belum dimanfaatkan secara optimal. Saat ini limbah padat industri asap cair (arang tempurung kemiri) dapat digunakan untuk proses pembuatan sabun cuci piring dengan demikian dapat memanfaatkan limbah pada industri asap cair. Adapun tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh massa charcoal dan waktu pengadukan terhadap produk sabun cuci piring yang dihasilkan, mengetahui pengaruh massa charcoal dan waktu pengadukan terhadap kualitas sabun cuci piring yang dihasilkan, dan mengetahui kondisi proses terbaik terhadap nilai pH, kadar alkali bebas, dan bobot jenis. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan proses yaitu meliputi tahap persiapan bahan baku, dan tahap proses pencampuran. Pada penelitian ini dengan kondisi terbaik pada proses pembuatan sabun cuci piring cair dengan massa charcoal 1 gr dan 1,5 gr dengan waktu pencampuran 15 menit yaitu dengan kadar alkali bebas maksimal kurang dari 0,1%. Pada setiap sampel telah memenuhi SNI 06-4075-1996, pada nilai pH yang terbaik adalah 6-8 dengan itu nilai pH pada sabun cair telah memenuhi SNI 1996, dan pada bobot jenis 0,890026 dan 0,889937.Kata kunci:Charcoal,   Sabun Cuci Piring, Standard nasional Indonesia.dan Waktu Pengadukan
Kajian Formulasi Pembuatan Creambath Berbasis Minyak Kemiri Cut Rika Saffira; Sulhatun Sulhatun; Eddy Kurniawan; Syamsul Bahri; Rizka Mulyawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7299

Abstract

Biji kemiri dapat diformulasikan sebagai creambath untuk melembabkan kulit kepala. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pengembangan formulasi dan pemanfaatan tanaman biji kemiri (Aleurites Moluccana L. Wild) sebagai bahan kosmetik yang memiliki banyak manfaat dan sangat diminati banyak negara luar, salah satunya yaitu sebagai pembuatan creambath. Berdasarkan hasil yang didapat sediaan creambath terbanyak di dapat pada sampel 16 dengan waktu pengadukan selama 8 menit dengan volume minyak 12,5 yaitu seberat 168,72 gram. Dan hasil produk creambath yang terkecil terdapat pada waktu pengadukan selama 2 menit dengan volume minyak 5% yaitu 98,43.5. Berdasarkan uji pH yang terdapat pada sediaan creambath di peroleh yaitu 6,3-7,5, nilai pH pada masing-masing creambath tersebut berada pada kisaran nilai pH yang terdapat pada SNI 16-4399-1996. Hasil uji organoleptik diperoleh standarisasi organoleptik creambath pada konsentrasi volume minyak 12,5% dengan waktu pengadukan selama 8 menit. Berdasarkan uji homogenitas waktu pengadukan 6-8 menit pada volume 5%-12% sediaan creambath yang   dihasilkan terbentuk sempurna (homogen). Dan pada hasil pengamatan stabilitas terhadap creambath pada suhu kamar 25oC dan suhu 35 oC creambath tidak mengalami perubahan tekstur warna dan bau. 
PEMANFAATAN AMPAS BIJI KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANA (L.) WILLD) UNTUK FORMULASI PEMBUATAN LULUR DENGAN PENAMBAHAN SCRUBBER ARANG TEMPURUNG KEMIRI Seli Novianna Brutu; Sulhatun Sulhatun; Zulnazri Zulnazri; Jalaluddin jalaluddin; Syamsul Bahri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7023

Abstract

Telah dilakukan penelitian Pemanfaatan Ampas Biji Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd.) sebagai Formulasi Pembuatan Lulur dengan Penambahan scrubber Arang Tempurung Kemiri. Lulur (Body Scrub) merupakan sediaan kosmetik yang digunakan sebagai perawatan kulit untuk menghaluskan kulit tubuh, melembabkan kulit dan mengangkat sel mati dengan bantuan bahan scrub. Berbagai bahan alami dapat dimanfaatkan menjadi sediaan kosmetik salah satunya adalah kemiri. Berdasarkan uji fitokimia, kemiri (Aleurites moluccana L.Willd) mengandung kuersetin, yang memiliki kekuatan antioksidan 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin C dan vitamin E. Pembuatan ampas kemiri dilakukan dengan metode pengeringan menggunakan sinar matahari selama satu minggu. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ampas biji kemiri sebagai bahan dasar pembuatan lulur (Body Scrub) dengan variasi konsentrasi ampas kemiri 20 gram, 30 gram, 40 gram, 50 gram dan waktu pengadukan selama 2, 4, 6 dan 8 menit. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Pengujian sediaan meliputi uji organoleptik, uji daya sebar, uji pH dan uji stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang memenuhi evaluasi fisik dan daya sebar adalah konsentrasi 20 gram dan 30 gram dengan tekstur semi padat , aroma khas kemiri,  berwarna abu tua dan coklat dengan daya sebar sebesar 5-6,1 cm. Lulur pada konsentrasi 40 gram dan 50 gram tidak memenuhi evaluasi fisik dan daya sebar karena memiliki tekstur yang padat dengan daya sebar 3,7-4,6 cm. Lulur memiliki  pH sesuai dengan pH pelembab kulit. Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa lulur memiliki stabilitas yang baik (stabil).
Pembuatan Tepung dari Biji Mangga Novita Dewi; Syamsul Bahri; Jalaluddin Jalaluddin; Masrulita Masrulita; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.6098

Abstract

Persentase biji mangga mencapai 17-39% dari total bobot satu buah mangga (Mangifera indica L.,), kandungan pati pada biji mangga memungkinkan pemanfaatan limbah biji mangga menjadi tepung. Namun dalam pengolahan terjadi reaksi pencoklatan.Perendaman biji dalam larutan natrium metabisulfit (Na2S2 O5) dapat dilakukan untuk mencegah reaksi pencoklatan tersebut.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman biji mangga dalam larutan Na2S2 O5 terhadap mutu tepung biji mangga yang dihasilkan. Perlakuan yang di berikan adalah lama perendaman dalam larutan natrium metabisulfit Na2S2 O5 dengan konsentrasi 3.000 ppm atau 3 gram yang terdiri dari lima taraf, yaitu: N1: 0 menit, N2: 15 menit, N3: 30 menit, N4: 45 menit, dan N:5 60 menit. Analisa mutu tepung yang dihasilkan pada setiap perlakuan meliputi analisis rendemen, kadar air, kesukaan terhadap aroma dan kesukaan terhadap warna.
Pengaruh waktu dan konsentrasi asap cair terhadap daya tahan ikan tuna Nia Sagita Lestari; Novi Sylvia; Sulhatun Sulhatun; Syamsul Bahri; Meriatna Meriatna; Fikri Hasfita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6593

Abstract

Penelitian ini memaparkan tentang pemanfaatan asap cair dalam pengawetan pada ikan tuna sebagai umber protein baru. Dimana protein merupakan salah satu unsur yang paling penting bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan konsentrasi asap cair terhadap kuantitas protein dari daging ikan tuna dengan menggunakan proses pengawetan. Adapun prosedur penelitian yang dilakukan meliputi tahap persiapan bahan baku dilakukan dengan membuang kotoran dari daging dan dikecilkan ukurannya elanjutnya direndam dengan air bersih dan di cuci dengan berih. Proses pengawet di lakukan dengan cara merendam ikan ke dalam asap cair dan di tiriskan selama 15 menit dengan konsentrasi berbeda. Adapun tahap analisa yang dilakukan meliputi: analisa kadar protein dan uji organoleptic. Untuk analisa kadar protein meliputi tahap destruksi, destilasi dan titrasi. Sehingga dapat diketahui hasil yang relatif baik diperoleh pada konsentrasi 100 % yaitu 24,1 %.
Pengaruh waktu fermentasi terhadap mutu kopi menggunakan bakteri asam laktat dari yakult Hijratul Izzati; Jalaluddin Jalaluddin; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6596

Abstract

ABSTRAKFermentasi merupakan proses perombakan senyawa organik oleh mikroorganisme yang melibatkan enzim yang dihasilkan sebagai biokatalis dalam lingkungan yang dikendalikan. Komponen kimia didalam kopi seperti kafein, asam klorogenat, trigonelin, karbohidrat, lemak, asam amino, asam organik, aroma volatil dan mineral dapat menghasilkan efek yang menguntungkan dan membahayakan kesehatan. Bakteri asam laktat adalah bakteri yang mampu memfermentasikan gula atau karbohidrat untuk memproduksi asam laktat dalam jumlah besar. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan bakteri asam laktat pada yakult sebagai media fermentasi biji kopi untuk menghasilkan bubuk kopi dengan mutu yang lebih baik. Proses fermentasi melibatkan bakteri Lactobacillus caseipada yakult sebagai media fermentasi dengan variasi waktu fermentasi dan jenis kopi. Kadar kopi paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 60 jam untuk kopi robusta dan arabika yaitu 5% dan 4%, kadar sari paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 12 jam untuk kopi robusta dan arabika yaitu 35% dan 27 %, kadar kopi paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 48 jam untuk kopi robusta yaitu 1,075 % dan 36 jam untuk kopi arabika yaitu 0,985 %, kopi dengan rasa paling nikmat diperoleh pada waktu fermentasi 36 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing 5, warna paling enak pada waktu fermentasi 60 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing 5,dan aroma paling enak adalah pada waktu fermentasi 12 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing serta kadar abu tertinggi diperoleh pada waktu fermentasi 12 jam yaitu 4,6 % untuk robusta dan 4,585% untuk arabika. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kopi yang difermentasi oleh bakteri Lactobacillus casei masih berada pada syarat mutu bubuk kopi berdasarkan SNI 01-3542-2004. 
BIOFOAM BERBAHAN PATI SAGU DENGAN PENGUAT SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI KEMASAN MAKANAN DENGAN METODE THERMOPRESSING Nur rizqi Fattah Lubis; Rozanna Dewi; Sulhatun sulhatun; Zainuddin Ginting; Muhammad Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6419

Abstract

Penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan sangat banyak digunakan. Hal ini dikarenakan karekteristik styrofoam sangat ringan, mudah dibawa, tahan air, tahan panas maupun dingin, dan sangat murah.  Penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan secara terus menerus dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Untuk mengatasi dampak tersebut diperlukan kemasan makanan alternatif yang ramah lingkungan dan dapat menggantikan penggunaan styrofoam. Biofoam merupakan kemasan makanan alternatif pengganti styrofoam berbahan pati dan serat. Serat tandan kosong kelapa sawit memiliki selulosa sebanyak 33,25%. Dengan kandungan selulosa yang cukup tinggi ini maka serat tandan kosong kelapa sawit dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif dalam pembuatan biofoam. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi NaOH serta penambahan serat tandan kosong kelapa sawit terhadap kualitas biofoam. Biofoam ini dibuat dengan teknik thermopressing dan waktu pencetakan 60 menit, temperatur pencetakan 170°C, konsentrasi NaOH sebesar 3%, 4%, 5% dan 6%, serta berat serat tandan kosong kelapa sawit adalah 15 gram, 30 gram, 45 gram dan 60 gram lalu ditambah magnesium stearat sebanyak 3 gram. Karakteristik biofoam ditandai dengan adanya uji kuat tarik, kuat tekan, daya serap air, densitas, dan biodegradabilitas. Hasil karakteristik biofoam terbaik adalah konsentrasi NaOH 5% serta berat serat tandan kosong kelapa sawit 30 gram dengan  kuat tekan sebesar 2,31 N/mm2, kuat tarik sebesar 2,23 N/mm2, densitas 0,183 gr/cm3, daya serap air 11,37% dan biodegradabilitas sebesar 21,01%.
Co-Authors Adriyan Jondra Afifa Luthfia Afra, Khalida Agam Muarif Ahmad Fikri Allawiyah, Annisa Zaen Almia Permata Putri Ariski Saina Ariski Saina Ayu Sutia Amanda Azhari Azhari Azhari Azhari Azril Fahmi Cut Rika Saffira Desriani, Chintiara Dewi Lestari Dina Nasution, Zukhrufi dwi ayu lestari, dwi ayu Eddy Kurniawan Emil Izmilia Eva Nurmaidah Nurmaidah Evi Juliati Faisal Faisal fajarani, auliya Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Firman Maulana, Firman Fitria, Lisa Fitriyani Sirait Frandica, Dandy Giffary, Muhammad Hajijah Hajijah Halimah, Mustika Ridhatul Hanif, Hanif Hijratul Izzati Ibrahim, Ishak Ida Riski Indah Aprilla Intan Sulastri Irma Yani, Irma Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Josua Lorent Barus Julinawati, Julinawati Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Khoirun Nisa Kuswandi Kuswandi Leni Maulinda, Leni Likdanawati Lina Sari Silalahi Lirinzha, Rizkha Lukman Hakim Lukman Hakim Marisa Fitria Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Meliyani Harahap, Nazwa Meriatna Meriatna Mira Aulia Moh. Erkamim Muammar Khadafi Muhammad Fazlunnazar Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, Muhammad Muliadi Mulyawan, Rizka Mutiara Pujana Pujana Mutiawati Mutiawati Nadiratun Nabiwa Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nia Sagita Lestari Nikmat Wanda Nissah, Khairun Nita Sari Novi Sylvia Novita Dewi Nur rizqi Fattah Lubis Nurdina Hayati Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Nurmalita Nurmalita Nurul Fadhillah Nurul Khumaida Nyimas Yanqoritha Pane, Nurul Anisa Pelawi, Erisantana pradana, ardie surya Purwoko, Agus Rahmadhani, Rahmadhani Rati Halimatussakdiyah Raudhatul Ulfa Rauzatun Jannah Reza Abdillah Harahap Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rozanna Dewi Safira, Riska Dwi Safrina Melya Said Thaufik Rizaldi Sarah Sarah Sari, Ava Komala Seli Novianna Brutu Sepriano Sepriano Sinta Morina siregar, annisa febrianti Sitorus, Sarifah Sri Awalin Marpaung Sri Rahayu Retnowulan Sri Santika Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvia, Novy Taufiq Taufiq Tisara Tisara Ulfa, Raudhatul Utari, Paramita Veithzal Rivai Zainal Wan Rafly Wibowo, Rofiq Imam Winalia Agwil Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Zahrol Hilmi Zainuddin Ginting Zilrahmi, Zilrahmi Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi