Claim Missing Document
Check
Articles

Exploiting the Sadness of Disabled Athletes: (Critical Discourse Analysis of Theo Van Leeuwen on Detik.com January 16, 2022 Edition) Merry Fridha Tripalupi; Rahmat Edi Irawan; Kismiyati El Karimah
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2022): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v10i2.5648

Abstract

Reporting about athletes disables anything new in the world of journalism. In several regional, national, and international sports pages, journalists always write news about the other side of life and his struggles in overcoming disability in the match. It is interesting to see how athletes with disabilities are used as commodities and exploited their interests. So, with this view, the researcher analyzed a text entitled Exploitation of Sadness for Athletes with Disabilities (Theo Van Leeuwen's Critical Discourse Analysis on Detik.Com Edition January 16, 2022). The research uses Frankfurt’s critical theory, with qualitative methods, with a critical analysis approach from Theo Van Leeuwen. The results showed that the writer used several inclusion and exclusion strategies in the news text. The inclusion strategy focuses on Halil exploitation as the main star in the text above. Halil is described as a young man who has limitations and physical imperfections but wins in sports competitions. Meanwhile, in the exclusion strategy, the scriptwriter does not present a coach who has contributed to Halil's victory or a friend from a hawker association who is also an athlete who paved the way for Halil to become an athlete. With this inclusion and exclusion strategy, it can be seen how the perspective of news writers for persons with disabilities places them in an unequal position with humans in general
ANOMI: KRISIS MASYARAKAT DAMPAK SEBUAH PERUBAHAN SOSIAL: ANOMI: KRISIS MASYARAKAT DAMPAK SEBUAH PERUBAHAN SOSIAL Agus Setiaman; Kismiyati El Karimah
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.250

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang pernah mengalami krisis ekonomi yang kemudian berlanjut menjadi krisis kepercayaan, krisis kepemimpinan hingga krisis kebudayaan yang pada akhirnya semua krisi itu menjadi krisis multi demensional. Dan semua itu sebetulnya bermuara pada perubahan setiap masyarakat kapan pun dan dimana pun akan mengalami perubahan baik dalam skala besar maupun kecil. Secara sosiologis perubahan yang terjadi akan berdampak pada masyarakat, ada sebagian masyarakat yang kurang atau tidak bisa mengikuti perubahan yang sedang terjadi. Masyarakat dibuat bingung dengan perubahan yang berlangsung sehingga tidak tahu apa yang harus dilakukan, masyarakat tidak tahu bagaimana mengantisipasi dampak perubahan, jangankan menikmati hasil perubahan, atau mengisi pada perubahan yang sedang berlangsung. Konsep situasi dan kondisi masyarakat yang sedang mengalami perubahan dalam sosiologi disebut Anomi dimana masyarakat berada dalam kebimbangan dan ketidaktahuan mesti apa yang dilakukan. Masyarakat menyaksikan bagaimana norma, aturan yang ada seolah tidak lagi di hiraukan, norma dan aturan tidak lagi bisa dijadikan sebagai panduan dan pedoman dalam bertindak dan berprilaku.