Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Job Hopping Pada Gen Z Dalam Bidang Komunikasi Geraldine Salma Sabila; Kismiyati El Karimah; Frila Nurfadila
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Mei: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v2i2.923

Abstract

This research explores the phenomenon of job hopping among Gen Z in the field of communication with the aim of identifying the motives behind Gen Z's job hopping and the implications experienced by Gen Z after job hopping. The study employs a qualitative approach with the phenomenological research method. Data were collected through in-depth interviews with Gen Z individuals who have experience in job hopping in the field of communication. Additionally, interviews with human resource management experts were conducted, and literature studies were utilized to ensure data validity. The results of this study indicate that Gen Z individuals have different motives for job hopping to meet their expectations while accepting the implications of job hopping. These findings were also analyzed using Herzberg's Motivation Theory to determine the motives based on Gen Z's experiences in job hopping.
Respons Kognitif dalam Terpaan Konten pada Pengaruhnya terhadap Keputusan Pembelian : (Studi Eksplanatif pada Pengikut Akun Instagram @madformakeup.co) Zahrah Nur Aulia Dewi; Kismiyati El Karimah; Teddy K. Wirakusumah
SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/saber.v2i4.1672

Abstract

Madformakeup, a local cosmetic brand, collaborated with the movie Mean Girls in September 2023, launched a campaign through the hashtag #MakeFetchHappen on Instagram. This study aims to assess the impact of the frequency, attention, and duration of exposure to this campaign's Instagram content on purchasing decisions, mediated by the cognitive responses of followers of @madformakeup.co. Utilizing quantitative methods and path analysis, the study surveyed 79 respondents who commented on a giveaway post related to the collaboration on October 1, 2023. Data were collected through questionnaires and literature reviews. Findings reveal that the frequency, attention, and duration of exposure to the campaign content significantly affect purchasing decisions. Among these factors, the product/message thoughts cognitive response of followers—how they process and think about the product and message—shows the strongest influence on their purchasing choices.
Analisis semiotika Roland Barthes terhadap representasi emerging adulthood dalam film Barbie (2023) Odyn, Dayra Afraa Zahira; Karimah, Kismiyati El; Nurfadila, Frila
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i2.53202

Abstract

Latar Belakang: Film Barbie (2023) adalah film adaptasi dari boneka mainan anak terlaris sepanjang masa asal Amerika Serikat. Film yang diproduksi Warner Bros. Pictures dan disutradarai oleh Greta Gerwig ini menceritakan perjalanan hidup Barbie bersama Ken yang berfokus pada penyelesaian masalah hidup Barbie, tetapi dalam prosesnya kedua tokoh tersebut mempelajari banyak hal dan mengalami perkembagan diri. Meskipun film ini merupakan adaptasi dari boneka mainan anak-anak, audiens dari film ini berusia remaja ke atas karena banyak pesan-pesan terkait isu sosial seperti feminisme, tuntutan masyarakat, dan krisis eksistensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggambaran emerging adulthood yang didalamnya terdapat pemahaman diri sendiri sebagai bagian dari self atau konsep yang penting dalam manajemen komunikasi orang dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis Semiotika Roland Barthes yang bertujuan untuk mengetahui pemaknaan tanda dalam adegan-adegan yang ada dalam film Barbie (2023). Hasil: Hasil analisis menunjukkan makna denotasi, konotasi, dan mitos yang ada dalam film melalui beberapa pilihan adegan. Penelitian menunjukkan tanda-tanda visual dan audio pada film yang terlihat pada tokoh film, terutama Stereotypical Barbie dan Beach Ken memunculkan makna denotasi, konotasi, dan mitos yang menggambarkan emerging adulthood sebagai (1) masa eksplorasi identitas diri; (2) masa yang penuh harapan serta rasa optimis; (3) terus mengalami ketidakstabilan; (4) belum bisa berkomitmen terhadap pilihan hidup; dan (5) proses menjadi self-sufficient dengan masih bergantung pada orang lain, terutama orang tua. Kata-kata kunci: Emerging adulthood; semiotika; Roland Barthes; representasi; Barbie
Keterbukaan diri pengguna aplikasi kencan online Bumble dalam Mencari Pasangan Fadilla, Sarah; Setiaman, Agus; Karimah, Kismiyati El
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 1 (2023): Mei 2023 - Oktober 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i1.45735

Abstract

Latar belakang: Dalam mendapatkan pasangan, seseorang mencari calon pasangan dan menjalani masa pendekatan sebelum akhirnya melanjutkan ke tahap selanjutnya. Seiring perkembangan teknologi, mencari pasangan sudah bisa dilakukan secara daring, salah satunya menggunakan aplikasi kencan online. Pada penelitian ini, informan berasal dari Bandung atau Jatinangor yang sudah berpengalaman mendapatkan pasangan melalui Bumble berbagi pengalamannya dalam melakukan self disclosure dengan match nya sehingga menjadi pasangan. Tujuan: Penelitian ini meneliti motif penggunaan Bumble, bagaiman proses komunikasi self disclosure dengan match dan makna pasangan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Hasil: Temuan penelitian menunjukan bahwa pada tahap awal pendekatan kontak daya tarik yang paling berpengaruh adalah daya tarik fisikdan kepribadian. Sedangkan saat melakukan self disclosure faktor besar kelompok, kepribadian dan efek diadik yang paling berpengaruh. Terjadi keterbukaan diri secara acak yang didasari oleh tujuan masing-masing informan. Kepercayaan mempengaruhi kedalaman self disclosure Informan yang memiliki daerah open self lebih besar dari daerah lainnya menandakan bahwa self disclosure yang terjadi secara mendalam dan self disclosure terjadi karena rasa percaya. Tidak masalah jika self disclosure pada masa pendekatan tidak terlalu dalam. Tetapi, self disclosure mempunyai pengaruh besar terhadap keharmonisan pada saat pendekatan yang mempunyai pengaruh besar juga saat mereka menjadi sepasang kekasih.
Penggunaan Fitur Closefriend Instagram Sebagai Bentuk Self Disclosure Sisnawar, Widya Cantika; Karimah, Kismiyati El; Zein, Duddy
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 1 (2023): Mei 2023 - Oktober 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i1.45736

Abstract

Latar Belakang: Instagram adalah salah satu media sosial yang sering digunakan saat ini, khususnya oleh generasi milenial usia 18-24 tahun, di dalam Instagram pun terdapat berbagai fitur, salah satunya adalah fitur closefriend. Fitur closefriend merupakan fitur yang memungkinkan penggunanya dapat membagikan berbagai informasi dengan orang-orang yang telah mereka pilih untuk di masukan kedalam fitur tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui motif Mahasiswa Bandung-Jatinangor dalam melakukan self disclosure pada fitur closefriend, mengetahui pengalaman Mahasiswa Bandung-Jatinangor dalam melakukan self disclosure pada fitur closefriend hingga bagaimana Mahasiswa Bandung-Jatinangor memaknai self disclosure yang dilakukannya pada fitur closefriend. . Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode fenomenologi, dimana peneliti melakukan observasi, wawancara dan studi kepustakaan untuk mendapatkan data penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat faktor yang dapat memotivasi seseorang untuk melakukan self disclosure pada fitur closefriend seperti besaran kelompok, perasaan menyukai, efek diadik, kompetensi, kepribadian, topik dan jenis kelamin. Selain itu setiap individu memiliki tingkat keterbukaan dan batasan privasi yang berbeda-beda. Self disclosure yang dilakukan pada fitur closefriend dilandasi dengan kepercayaan, rasa aman dan nyaman. Fitur closefriend memungkinkan penggunanya untuk dapat lebih berekspresi dan menjadi apa adanya dikarenakan di dalam fitur tersebut hanya berisikan orang-orang yang telah dipercaya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fitur closefriend menjadi wadah yang aman untuk melakukan self disclosure. Kata-kata kunci ; Self disclosure; Fitur Closefriend, Instagram, Faktor Self Disclosure, Batasan  privasi
Adaptasi Lintas Budaya Mahasiswa Indonesia di Lingkungan Perguruan Tinggi Taiwan Rania Alvita Rahma Badri; Kismiyati El Karimah; Yuliani Dewi Risanti Sunarya
Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya Vol. 1 No. 4 (2024): November : Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/filosofi.v1i4.257

Abstract

Studying abroad requires students to adapt to new educational systems and cultures. This study explores the cross-cultural adaptation process of Indonesian students in the 2023 Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) Vokasi program in Taiwan. Using a qualitative case study approach, semi-structured interviews and documentation were conducted to examine the multifaceted challenges during a semester-long stay. Findings reveal significant adaptation challenges, including language barriers, non-verbal communication issues, and different educational systems. Students experienced initial stress due to unfamiliar environments, followed by gradual adaptation through proactive engagement and support systems. The study highlights three stages of adaptation: stress, adaptation, and growth, based on Kim's Integrative Communication Theory of Cross-Cultural Adaptation. These stages are supported by personal and social communication, environmental factors, individual ethnic proximity, and adaptive character. Further studies could explore how subcultures from the awardees' home regions influence their adaptation process in different areas of Taiwan, each with its unique Taiwanese subcultural characteristics. Additionally, comparative studies on each awardee by examining the subcultures of their home regions can provide a broader understanding of specific cultural aspects in the cross-cultural adaptation process and improve the development of more effective cultural exchange programs.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PROGRAM IBU INSPIRASI "KOPERNIK" DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN Setiaman, Agus; Chairany, Utami; El Karimah, Kismiyati
Jurnal Common Vol. 2 No. 2 (2018): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.282 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i2.1185

Abstract

Program Ibu Inspirasi adalah program pengentasan kemiskinan yang digagas Kopernik di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kemiskinan yang ada di Nusa Tenggara Timur disebabkan oleh keterbatasan informasi mengenai hak-hak perempuan serta kesenjangan informasi mengenai teknologi tepat guna. Maka dari itu, Kopernik berusaha mengentaskan kemiskinan melalui kerjasama dengan beberapa pihak. Dalam Program Ibu Inspirasi, Kopernik bekerjasama dengan organisasi lokal serta pemerintah untuk mensosialisasikan program serta teknologi-teknologi yang dibawa Kopernik. Program ini berupaya mengentaskan kemiskinan melalui pembangunan diri perempuan hingga akhirnya dapat berkontribusi lebih dalam rumah tangganya. Program Ibu Inspirasi juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan di ranah masyarakat. Pemberdayaan yang dilakukan oleh Kopernik melalui Program Ibu Inspirasi merupakan pemberdayaan yang terbilang unik, karena tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan keterampilan hingga para ibu bisa membantu keluarganya secara finansial, tetapi juga turut mempromosikan energi bersih yang baik untuk lingkungan. Pemberdayaan perempuan merupakan usaha pengentasan kemiskinan melalui pembangunan kapasitas perempuan. Salah satu cara membangun kapasitas tersebut adalah dengan meningkatkan kesadaran mereka mengenai banyak hal yang selama ini tertutup oleh pemakluman budaya-budaya yang berkembang di masyarakat. Pemahaman yang tertanam sejak dulu seringkali membuat pemberdayaan perempuan disalahartikan oleh orang awam. Memberdayakan para ibu dengan nilai-nilai patriarki yang begitu melekat di wilayah terpencil sambil mengenalkan teknologi tepat guna yang berbasis energi bersih. The Inspiration Program is a poverty alleviation program initiated by Kopernik in the East Nusa Tenggara region. Poverty in East Nusa Tenggara is caused by limited information about women's rights and information gaps regarding appropriate technology. Therefore, Kopernik seeks to alleviate poverty through collaboration with several parties. In the Inspiration Program, Kopernik collaborates with local organizations and the government to socialize programs and technologies brought by Kopernik. This program seeks to alleviate poverty through the development of women themselves to finally be able to contribute more in their households. The Inspiration Program also aims to increase women's participation in the community. Empowerment carried out by Kopernik through the Inspiration Program is an unique empowerment, because it does not only aim at teaching skills so that mothers can help their families financially, but also help promote clean energy that is good for the environment. Women's empowerment is an effort to alleviate poverty through building women's capacity. One way to build this capacity is to increase their awareness of many things that have been covered up by the understanding of cultures that develop in the community. Understanding that has been embedded since a long time ago often makes women's empowerment misinterpreted by ordinary people. Empowering mothers with patriarchal values that are so inherent in remote areas while introducing appropriate energy-based clean technology.
Pengaruh Terpaan Pesan Host Live Streaming terhadap Keputusan Pembelian Produk: Studi Kuantitatif tentang Pengaruh Terpaan Pesan Host Live Streaming Rahsa Nusantara terhadap Keputusan Pembelian Produk Anggota Komunitas Rumah Tumbuh Bersama Dara Natasya Putri; Kismiyati El Karimah; Agus Setiaman
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v3i1.1448

Abstract

This research is titled “The Influence of Host Live Streaming Message Exposure on Product Purchase Decisions (A Quantitative Study on the Influence of Host Live Streaming Messages from Rahsa Nusantara on the Purchase Decisions of Members of the Rumah Tumbuh Bersama Community). This study aims to determine the significance of the influence of persuasive messages from the Rahsa Nusantara live streaming host on purchase decisions. The method used in this research for data analysis is multiple linear regression. The number of respondents in this study is 28 individuals selected through probability sampling techniques. Data collection was conducted by distributing questionnaires to members of the Rumah Tumbuh Bersama Community. The results of the study indicate that message exposure, which include message content, message structure, and message format, have a positive influence on purchase decisions. However, the dimensions of the sub-variables of message structure and message format do not significantly affect purchase intention. The largest sub-variable influencing purchase decisions is the message content sub-variable.
ANIMASI STORYTELLING SEBAGAI STRATEGI EDUKASI KESEHATAN: SCRIPTWRITING DENGAN TEKNIK STORYTELLING DALAM PRODUKSI VIDEO ANIMASI “SEMBARANGAN BELI OBAT? WASPADALAH!” Asyam, Muhamad; Karimah, Kismiyati El; Saputra, Sandi Jaya
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.7030

Abstract

Bahaya pembelian obat secara sembarangan tanpa informasi lengkap menyebabkan kesalahan dalam suatu pengobatan sendiri atau swamedikasi di masyarakat yang dapat membahayakan tubuh. Tujuan dibuatnya video animasi edukasi ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membeli obat di tempat yang memiliki izin seperti apotek agar masyarakat mendapat informasi yang tepat dari apoteker. Pembuatan video animasi ini dimulai dengan proses penciptaan dari beberapa tahapan, mulai dari riset, pengembangan konsep, hingga pra produksi sampai pasca produksi animasi. Proses penulisan naskah animasi menggunakan teknik storytelling untuk membangun narasi yang menarik, menyampaikan pesan edukasi melalui karakter, alur cerita, dan visual yang efektif. Kendala pembuatan video animasi edukasi ini terletak pada keselarasan antara naskah dan visual dimana informasi sebagai edukasi yang perlu disampaikan sangat padat dengan waktu terbatas, namun harus informatif. Melalui pendekatan storytelling, diharapkan animasi dapat menjadi media edukasi yang efektif dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.Kata kunci: Animasi, Edukasi, Storytelling, Scriptwriting, Kesehatan
PENATAAN VISUAL TERHADAP PENCIPTAAN POINT OF INTEREST VIDEO ANIMASI 2D “SEMBARANGAN BELI OBAT? WASPADALAH!” Afif, Ali Rozi; Karimah, Kismiyati El; Saputra, Sandi Jaya
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.7032

Abstract

Sebagai bentuk pelayanan kefarmasian, kegiatan konseling diberikan oleh apoteker kepada pasien untuk meningkatkan efektifitas proses pemulihan. Kegiatan konseling dibutuhkan oleh pasien yang hendak melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi. Kehadiran apoteker pada tempat penjualan obat yang berizin dapat menghindari misinformasi seputar obat maupun terhadap keluhan penyakit pasien. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mendapatkan obat pada tempat berizin apotek agar menerima informasi serta obat yang sesuai melalui konseling dengan apoteker, maka media audio-visual berupa animasi ini diciptakan. Proses penciptaan karya animasi dilakukan oleh seorang animator dengan tujuan menghasilkan visualisasi berdasarkan konsep yang telah dikembangkan. Animator menciptakan elemen visual dengan tata letak yang mengarahkan fokus sehingga menghasilkan point of interest pada setiap adegan. Tata letak elemen visual yang strategis merupakan hasil dari implementasi teknik staging yang menyelaraskan antara urutan aksi, penataan waktu, serta peletakkan kamera. Melalui teknik staging, alur cerita yang berisi pesan terhadap pentingnya kehadiran apoteker pada karya animasi dapat tersampaikan dengan tata letak elemen visual yang mengarahkan fokus pada aksi utama setiap adegan. Hasil karya animasi yang diciptakan dengan menerapkan teknik staging dapat merefleksikan pentingnya kehadiran apoteker terhadap efektivitas pengobatan pasien melalui tata letak elemen visual yang berpengaruh terhadap alur penceritaan.Kata kunci: Teknik Staging, Point Of Interest, Visual, Animasi, Animator