Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Pertumbuhan dan Produksi Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) pada Beberapa Jarak Tanam dan Frekuensi Pembumbunan Aulia Rahmawati; Heni Purnamawati; Yudiwanti W. E. Kusumo
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.644 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jarak tanam yang optimal dan frekuensi pembumbunan yang tepat untuk mendapatkan hasil panen terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri atas enam taraf, yaitu 40 cm x 25 cm, 50 cm x 25 cm, 60 cm x 25 cm, 40 cm x 40 cm, 50 cm x 50 cm, dan 60 cm x 60 cm. Faktor kedua adalah frekuensi pembumbunan yang terdiri dari dua taraf yaitu dua kali pembumbunan dan tiga kali pembumbunan. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap peubah jumlah daun, lebar kanopi, indeks luas daun (ILD), bobot brangkasan kering per tanaman, bobot polong basah per tanaman, bobot polong kering per tanaman, bobot biji per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, jumlah tanaman yang dipanen, bobot polong basah petak, bobot polong kering petak, dan bobot biji petak, sedangkan frekuensi pembumbunan hanya berpengaruh pada bobot brangkasan kering per tanaman. Jarak tanam 60 cm x 25 cm dan 40 cm x 40 cm memberikan hasil panen terbaik dan sesuai digunakan dalam budidaya kacang bogor.
Penggunaan Pupuk Cair Hayati Berbahan Dasar Sawi Putih dan Keong untuk Meningkatkan Produksi Sawi Putih (Brassica pekinensis (Lour)) Prama Nurgama; Heni Purnamawati; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.712 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan PCH sebagai substitusi pupuk anorganik untuk produksi sawi putih sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi mulai bulan Januari hingga Mei 2011. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor perlakuan yang terdiri atas 13 macam perlakuan dan menggunakan empat kali ulangan, sehingga terdapat 52 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada parameter tinggi tanaman perlakuan 1 440 L PCH keong ha-1 menghasilkan tinggi krop tertinggi yaitu 29.94 cm, sedangkan untuk parameter lingkar horizontal, lingkar vertikal dan diameter 2, perlakuan 200 kg NPK ha-1 + 720 L PCH keong ha-1 yang menghasilkan nilai tertinggi dengan nilai masing-masing berturut 34.42 cm, 68.33 cm, dan 9.31 cm. Perlakuan 300 kg NPK ha-1 + 360 L PCH keong/ha menunjukan hasil tertinggi untuk parameter diameter 1 yaitu sebesar 11.04. Perlakuan 100 kg NPK ha-1 + 1080 L PCH campuran (sawi+keong) ha-1 menghasilkan bobot rata-rata tajuk tanaman tertinggi yaitu 996.43 g per tanaman. Secara umum perlakuan 200 kg NPK ha-1 + 720 L PCH keong ha-1 menunjukan hasil terbaik berdasarkan uji hedonik oleh 30 panelis terhadap semua parameter yang diujikan yaitu warna, bentuk, ukuran, kerenyahan, dan kesukaan.
Penetapan Umur Panen Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Berdasarkan Metode Akumulasi Satuan Panas dan Kematangan Polong Sasmoyo Adi Nugroho; Heni Purnamawati; Yudiwanti Wahyu
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.333 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.14995

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk menentukan umur panen tiga varietas kacang tanah (Arachis hypogea L.) berdasarkan akumulasi satuan panas. Percobaan ini dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo Institut Pertanian Bogor dan Laboratorium Pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB pada bulan Maret hingga Juni 2014. Percobaan terdiri atas dua faktor, yaitu varietas (sebagai petak utama) dan waktu panen (sebagai anak petak) yang disusun petak terbagi (split plot) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Domba, Badak, dan Panther mulai berbunga pada 24 HST. Varietas Badak dan Panther mencapai 50% populasi tanaman berbunga dengan akumulasi satuan panas 528.2 0Cd pada umur panen 30 HST, sedangkan varietas Domba mencapai 50% populasi tanaman berbunga dengan akumulasi satuan panas 562.7 0Cd pada saat 32 HST. Varietas Domba dan Panther dengan akumulasi panas 1764.2 0Cd pada umur panen 100 HST, sedangkan varietas Badak di panen pada akumulasi satuan panas 1851.4°Cd dengan umur panen 105 HST.
Manajemen Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Sungai Bahaur Estate, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Saut Mangasi Hutabarat; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.586 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15004

Abstract

Magang bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara khusus manajemen pemanenan perkebunan kelapa sawit. Pengamatan yang dilakukan meliputi perhitungan angka kerapatan panen, kebutuhan tenaga panen, kualitas pekerjaan panen, pelanggaran dan denda panen, kriteria panen dan mutu hanca panen. Hasil pengamatan menunjukkan manajemen pemanenan di kebun SBHE kurang baik. Hasil pengamatan menunjukkan jumlah tenaga kerja di lapangan lebih tinggi dari kebutuhan tenaga kerja panen. Kualitas pekerjaan panen masih di bawah standar kebun. Pemanen memotong buah kurang matang lebih tinggi dari toleransi standar kebun dan pemanen memotong buah matang lebih rendah yaitu 79% dari standar minimal kebun yaitu 85%. Perlu adanya pengawasan pemanenan dan pemberian pemahaman kepada pemanen sehingga kualitas sesuai dengan standar perusahaan. Pemberlakuan denda dapat meningkatkan rasa tanggung jawab pemanen terhadap hancaknya.
Manajemen Pemanenan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Serawak Damai Anggita Perdana; Adolf Pieter Lontoh; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.629 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15027

Abstract

Magang ini dilaksanakan di Kebun Serawak Damai (SDME) dari Maret sampai Juni 2014. Kegiatan magang ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis lapangan, meningkatkan kemampuan manajerial di perkebunan kelapa sawit, serta meningkatkan kemampuan dalam memahami budidaya lapangan produksi secara nyata terutama dalam pemanenan hasil. Kegiatan pemanenan meliputi pemotongan buah di lapangan produksi hingga pengiriman seluruh buah ke pabrik untuk diproses. Kualitas buah hasil panen, mutu hancak, sistem transportasi buah dan kemampuan panen karyawan harian pada Divisi tiga SDME diamati dengan pengambilan contoh data. Data hasil produksi dan produktivitas panen kelapa sawit dianalisis dengan uji t - student, sedangkan transportasi buah dan kemampuan panen karyawan harian dianalisis secara deskriptif. Divisi tiga SDME memiliki produksi bulanan yang tinggi dengan pencapaian rata - rata 128 % terhadap budget produksi. Kemampuan panen rata - rata tenaga kerja sebesar 2.8 ha HK-1. Transportasi buah sering mengalami keterlambat akibat variasi waktu yang dibutuhkan unit untuk memuat buah dan antri di pabrik tidak konsisten.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Dan Pupuk Hayati Serta Reduksi Pupuk NPK terhadap Ketersediaan Hara dan Populasi Mikroba Tanah Pada Tanaman Padi Sawah Musim Tanam Kedua di Karawang, Jawa Barat Shoni Riyanti; Heni Purnamawati; . Sugiyanta
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.317 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15810

Abstract

Penelitian dilakukan di Karawang, Jawa Barat pada bulan Oktober 2010 sampai April 2011. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh aplikasi pembenaman jerami dan pupuk hayati serta pupuk organik dalam mengurangi penggunaan pupuk NPK pada musim tanam kedua. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak yang terdiri atas 13 perlakuan. Perlakuan tersebut adalah P1 = jerami + 0.5 dosis NPK, P2 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk organik granul (POG) + pupuk organik cair (POC), P3 = jerami + 0.5 dosis NPK + POG, P4 = jerami + 0.5 dosis NPK + POG + pupuk hayati 1, P5 = jerami + 0.75 dosis NPK + pupuk hayati 2, P6 = jerami + 0.5 dosis NPK + pukan, P7 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 1, P8 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 2, P9 = jerami + 1 dosis NPK, P10 = tanpa jerami + 1 dosis NPK, P11 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 3, P12 = tanpa jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 3, dan P13 = tanpa pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pupuk hayati (bio 1, 2, atau 3) dapat meningkatkan ketersediaan hara dan populasi mikroba tanah. Aplikasi ini dipengaruhi jumlah pembentukan batang pada 7 MST dan daun berwarna pada 3 dan 7MST. Jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 2 tidak berbeda signifikan dengan perlakuan 1 dosis NPK.
Periode Kritis Pertumbuhan Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merr) dalam Berkompetisi dengan Gulma Sandry Gultom; Sofyan Zaman; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.873 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15891

Abstract

Periode kritis terhadap persaingan dengan gulma menjadi pertimbangan dalam menentukan kapan saat yang tepat untuk mengendalikan gulma dan tindakan yang tepat dilakukan untuk melakukan pengelolaan gulma. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor, Dramaga, Bogor dengan ketinggian tempat 209 meter diatas permukaan laut pada bulan April-Juli 2016. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan 12 taraf perlakuan dengan tiga ulangan. Taraf perlakuan terdiri atas bersih gulma dan bergulma (0-2 MST, 0-4 MST, 0-6 MST, 0-8 MST, 0-10 MST, 0-panen). Penyiangan gulma dilakukan secara manual dan waktunya disesuaikan dengan perlakuan periode kompetisi gulma untuk setiap petak. Berdasarkan hasil penelitian, periode kritis kedelai hitam Mallika adalah 2-6 MST dengan kehilangan hasil panen dari awal tanam hingga panen diperoleh berkisar antara 23.61% hingga 83.54%.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap Sistem Tanam Alur dan Pemberian Jenis Pupuk Rizal Mahdi Kurniawan; Heni Purnamawati; Yudiwanti Wahyu E. K
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.803 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem tanam alur dan pemberian jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian dilaksanakan di KP Leuwikopo IPB Dramaga, Bogor pada bulan Februari - Juni 2013. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu sistem tanam alur sebagai petak utama dan jenis pupuk sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem tanam alur meningkatkan daya hasil pada produktivitas biji kering, produktivitas polong kering, dan bobot kering biji per tanaman lebih baik dibandingkan sistem tanam konvensional. Hal tersebut ditunjukkan dengan perlakuan sistem tanam alur yang memiliki produktivitas 2.93 ton/ha polong kering, sedangkan sistem tanam konvensional sebesar 2.55 ton/ha polong kering. Sistem budidaya kacang tanah pada sistem tanam alur dapat meningkatkan efisiensi tanaman dalam memanfaatkan unsur hara yang telah diberikan baik pupuk organik maupun anorganik, sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah menjadi lebih baik. Pemberian jenis pupuk kandang ayam + Dolomit + NPK memberikan respon terhadap pertumbuhan dan  daya hasil rata-rata tanaman yang lebih baik dibandingkan jenis pupuk lainnya.
Evaluasi Produktivitas Kacang Tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) pada Dataran Menengah Fachrul Rohimin Iska; Heni Purnamawati; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.364 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18804

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi produktivitas kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) pada dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada dataran menengah di Kampung Cisasah Rawasari, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penanaman dilakukan pada bulan April 2016 hingga Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor. Terdapat lima taraf perlakuan yang digunakan yaitu KT-1, KT-2, KT-6, KT-8 dan KT-9. Perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Analisis data mengunakan uji F dan apabila hasilnya nyata maka pengujian dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Dilakukan juga uji korelasi beberapa peubah dengan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap peubah luas daun, jumlah polong per tanaman, bobot biji kering per tanaman, bobot polong kering per tanaman, hasil biji, hasil polong, serta perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh tanaman dan konduktansi tanaman. Karakter yang berkorelasi positif dan sangat nyata terhadap produktivitas kacang tunggak adalah sudut daun terhadap fotosintesis, sudut daun terhadap konduktansi, fotosintesis terhadap konduktansi, jumlah polong terhadap bobot kering polong, jumlah polong terhadap bobot kering biji, panjang polong terhadap jumlah biji per polong, bobot kering polong terhadap bobot kering biji, jumlah polong terhadap hasil biji, jumlah polong terhadap hasil polong, bobot kering biji terhadap hasil polong.
Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk Kalium pada Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis di BBPP Batangkaluku Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Muhammad Sukma Alfian; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.652 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24404

Abstract

Pertumbuhan dan mutu hasil jagung manis dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya kesuburan tanah. Pemupukan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Aplikasi pupuk dipengaruhi oleh takaran, cara dan waktu pemberian yang tepat. Penelitian dilaksanakan di BBPP Batangkaluku, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan aplikasi pupuk Kalium terhadap pertumbuhan dan produksi dari tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk KCl dengan 4 taraf (0 kg ha-1, 50 kg ha-1, 100 kg ha-1, 150 kg ha-1) dan faktor kedua waktu aplikasi pupuk dengan 3 taraf (aplikasi saat tanam, aplikasi saat tanam dan 4 MST, dan aplikasi saat tanam, 4 MST dan 7 MST) diulang sebanyak 3 kali. Dosis pupuk KCl berpengaruh nyata dan sangat nyata pada peubah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kecuali pada tinggi tanaman umur 3 MST, diameter batang umur 6 MST dan jumlah daun umur 3 dan 4 MST. Dosis pupuk KCl berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap semua peubah hasil. Waktu aplikasi tidak berpengaruh nyata pada semua peubah kecuali tingkat kemanisan jagung manis. Interaksi tidak berpengaruh nyata pada semua peubah kecuali pada tinggi umur 6 MST dan tingkat kemanisan. Semua perlakuan yang diberi pupuk KCl lebih baik hasilnya dibanding tanaman yang tidak mendapat perlakuan Berdasarkan hasil penelitian, pertumbuhan dan produksi pada  dosis  KCl  50  kg ha-1  tidak  berbeda  nyata  dengan  dosis 100 kg ha-1 dan dosis 150 kg ha-1. Tingkat kemanisan jagung manis tertinggi didapatkan pada interaksi dosis 150 kg ha-1 dengan waktu aplikasi 3 kali.
Co-Authors , Yudiwanti . Sugiyanta, . Adji, Ibnu Surastyo Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Ahmad Ghozi Manshuri Ahmad Ghozi Mansyuri AHMAD JUNAEDI Ahmad Junaedi Alfian, Muhammad Sukma Alim Setiawan S Anas Dinurrohman Susila Anggita Perdana Arinal H.I. Nurrahma Arinal Haq Izzawati Nurrahma Arraudah, Rahayu Atmaja, ian Surya Fitra Aulia Rahmawati Aulia Rahmawati, Aulia Bagus Arrasyid Darmasandi, Arjuna Puji Desta Wirnas Dian Diani Tanjung Didy Sopandie Dwi Guntoro Edi Santosa Edi Santosa Edi Santosa Eko Sulistyono Elisa Anggraeni Eny Widajati Etty Pratiwi, Etty Evanila Silvia Fachrul Rohimin Iska Fadillah, Resti Fahmi, Muhammad Rasyid Noor Fajri, Atikah Fibrika Rahmat Basuki, Fibrika Rahmat Fitratunnisah Fitri Alfiyah Fitrianingrum Kurniawati, Fitrianingrum Gultom, Sandry Gustiningsih, Dini HAJRIAL ASWIDINNOOR Hartini Kilbaren, Muji Higuchi, Hirokazu Hulu, Versi Putra Jaya Husna Hutabarat, Saut Mangasi Irfan Firmansyah, Irfan Irfan Rabani Iska, Fachrul Rohimin Iskandar Lubis Jaisyurahman, Usamah Juang Gema Kartika Jun-Ichi Sakagami Ketty Suketi Kondo, Tomohiro Kurniawan, Rizal Mahdi Kusumo, Yudiwanti W. E. Liana, Devi Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Lutfy Ditya Cahyanti, Lutfy Ditya Magana, Richard Elisha Marimin , Maryati Sari Maulidiya, Sherly Eka Maya Melati Mentari, Bunga Permata Muhamad Syukur Muhammad Sukma Alfian Muhammad Syukur Munif Ghulamahdi Nofi Anisatun Rokhmah Noveria Sjafrina Nugroho, Sasmoyo Adi Nurgama, Prama Nurul Khumaida Nurul Khumaida Nurul Khumaida Odi Andanu Perdana, Anggita Prama Nurgama Purwono Ratna Suminar Rika Riyani Risna rusdan Riyanti, Shoni Rizal Mahdi Kurniawan Roedhy Poerwanto Safitri Nuraina Saidah, Faza Yasmin Salsabila Sandry Gultom Sapta Raharja Sasmoyo Adi Nugroho Saut Mangasi Hutabarat Shiraiwa, Tatsuhiko Shoni Riyanti Sinaga, Intan Lorenza Siregar, Valdi Muhamad Rafiansyah Siti Marwiyah Slamet Susanto Sofyan Zaman Sri Astuti Rais Sri Ayu Dwi Ayu Dwi Lestari, Sri Ayu Dwi Ayu Dwi Sugiyanta Supijatno Surjono Hadi Sutjahjo Suwarto Suwarto Suwarto Syamsuwarni Rambe Tajuddin Bantacut Taufik Djatna Thresna Suci Riyandhini Titi Candra Sunarti TRI KOESOEMANINGTYAS Trikoesoemaningtyas Ummu Kalsum Ummu Kalsum Usamah Jaisyurahman Velisitas Eklemis, Marta Yuliani Windi Habsari Yandra Arkeman Yandra Arkeman Yudiwanti W. E. Kusumo Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Zuliati, Septiarini