Claim Missing Document
Check
Articles

Desain dan Uji Coba Sederhana Pada Obstacle Avoiding Robot Menggunakan Mikrokontroler Arduino Muhammad Zainuddin Lubis; Wenang Anurogo; Perdi Novanto Sihombing
JURNAL INTEGRASI Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Integrasi - April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/ji.v10i1.704

Abstract

Pada tulisan ini membahas tentang desain, konstruksi dan kontrol robot penyeimbang diri dari obstacle avoiding robot roda dua. Rangkaian sistem terdiri dari sepasang motor DC dan papan mikrokontroler Arduino, dengan menggunakan sebuah sensor ping HC-SR04 yang merupakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi jarak ke rintangan dan dari posisi robot berada. Hasil yang diperoleh dari uji coba menunjukkan nilai jarak terhadap nilai ping (ping number) tegak lurus, semakin bertambahnya jarak maka akan semakin tinggi waktu ping yang di hasilkan. Nilai jarak sensor ke objek dan waktu ping paling rendah yaitu 2 cm, dan 132 µS, dan yang paling tinggi dengan jarak 20 cm dengan waktu ping yaitu 1160 µS. Semakin jauh jarak obstacle maka waktu yang diperlukan sensor untuk mengirimkan kembali hasil deteksi juga lebih lama.
Pemetaan Sebaran Suhu Penggunaan Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 di Pulau Batam Rohana Sari; Wenang Anurogo; Muhammad Zainuddin Lubis
JURNAL INTEGRASI Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Integrasi - April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/ji.v10i1.710

Abstract

Pulau Batam merupakan salah satu pulau di Kota Batam yang sedang mengalami kemajuan pembangunan yang pesat. Pembangunan tersebut memiliki dampak terhadap lingkungan di sekitarnya seperti perubahan suhu pada wilayah di pulau Batam. Peningkatan suhu yang berbeda-beda di setiap wilayah yang ada di pulau Batam terjadi karena berkurangnya ruang terbuka hijau yang berperan sebagai pendingin alami dalam menjaga keseimbangan kelembaban dan suhu lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan peta sebaran suhu penggunaan lahan di pulau Batam. penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data citra Landsat 8 yang mencakup kawasan wilayah pulau Batam dan peta administrasi kota Batam, data primer berupa informasi suhu permukaan pulau Batam dan penggunaan lahan pulau Batam. Metode ekstraksi suhu menggunakan metode LST dan penggunaan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing. Hasil dari penelitian ini berupa peta sebaran suhu penggunaan lahan di pulau Batam yang memiliki 4 kelas penggunaan lahan. Kelas daerah bervegetasi memiliki suhu yang berkisar antara 16.8 – 22.4 oC, kelas daerah tak bervegetasi memiliki suhu yang berkisar antara 22.4 – 23.6 oC, kelas daerah permukiman memiliki suhu yang berkisar antara 23.6 – 29.2 oC, dan kelas daerah perairan memiliki suhu yang berkisar antara 16.8 – 22.4 oC.
Pemetaan Situasi Skala Besar (1:500) Kampus Politeknik Negeri Batam Farouki Dinda Rassarandi; Oktavianto Gustin; Sudra Irawan; Wenang Anurogo; Siti Noor Chayati; Rizki Widi Pratama; Fajar Putra; Rafly Aditia; Melia Wandanita
JURNAL INTEGRASI Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Integrasi - April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/ji.v14i1.3569

Abstract

A situation map is large-scale topographic map which is a presentation of description of the earth’s surface, both natural and man-made, drawn on a flat (paper) plan with a projection system and certain scale. A situation map can be obtained by terrestrial mapping, which is a mapping process in which measurements are made directly on the earth’s surface with certain measuring equipment. 1:500 scale situation map creation through terrestrial measurement and depiction using digital technology. The stages in making a situation map begin with the creation of a basic mapping framework which includes measurements of the Horizontal Control Framework (KKH) and Vertical Control Framework (KKV), then proceed to the stage of measuring detailed points which include planimetric and height details, calculating the measurement data, and digital map creation using SIG processing software. The measurement data is realized in the form of a 1:500 scale situation map located in the Polibatam campus area, Teluk Tering, Batam Kota, Kota Batam which is then printed on A3 size paper. This situation map contains information about contours or elevations, several spatial and building situations or existing in the Polibatam campus area which is used as the basis or regional landscapes to support the development of the new Polibatam lecture building. Which from the results of detailed data processing and this situation there are contours or the highest elevation is located to the north of the main building of the Batam State Polytechnic which is as high as 40 m above sea level and the lowest elevation is located to the southeast of the Batam State Polytechnic male dormitory as high as 34 m above sea level, which is the location is a swamp which is basically a mud type soil.
ANALYSIS OF SAND DUNES DAMAGES USING REMOTE SENSING METHOD IN PARANGTRITIS KRETEK BANTUL Wenang Anurogo; Muhammad Zainuddin Lubis; Eni Heldayani
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.398 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v2i2.1448

Abstract

ABSTRAKIndonesia passed the equator make Indonesia get some kind of wind. The wind helps the formation ofsand dunes such as those on parangtritis. Human population is growing and is not supported by theincrease of the land, then the existence of sand dunes began to interfere with land transfer function for thefulfillment of human needs. The purpose of this research is to determine the extent of damage andreduction of the sand dune area in parangtritis and the cause of its damage. The method used in thisresearch is the extraction of information from spatial data in each year of data recording then analyzed toobtain data or information regarding changes in sand dunes area. The interpretation results show that thearea of sand dunes in 2003 was 277,083 Ha, while the area of sand dunes with visual interpretation of theimage of 2015 shows that the current sand dune area is 169.378 Ha. The results of both areas of the sanddunes experienced a reduction of 107,705 hectares or it can be said that the sand dunes area over the yearspan experienced a reduction of 47.4%.Key Word: Sand dunes; Spatial Data; Land Transfer Function.
DAMPAK DAN SKENARIO KENAIKAN TINGGI MUKA AIR LAUT TERHADAP PENUTUP LAHAN (STUDI KASUS: KECAMATAN GUNUNG KIJANG, PULAU BINTAN) Nirwana Wau; Wenang Anurogo; Muhammad Zainuddin Lubis; Muhammad Ghazali
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v7i1.6507

Abstract

Perubahan iklim mempengaruhi komunitas dan wilayah di seluruh dunia. Perubahan iklim merupakan akibat dari pemanasan global yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia.Sektor terbesar emisi gas rumah kaca adalah industri, transportasi dan rumah tangga. Peningkatan konsentrasi beberapa gas rumah kaca telah menyebabkan peningkatan penyerapan energi matahari dan peningkatan refleksi panas matahari, sehingga meningkatkan suhu di bumi dan memicu perubahan iklim, sehingga secara tidak langsung meningkatkan jumlah air di laut dan menyebabkan kenaikan permukaan laut. Naik karena pemuaian air laut dan pencairan salju. Di kutub utara dan selatan bumi. Satu dampak perubahan iklim mungkin memiliki banyak dampak yang berbeda. Di antara banyak kemungkinan dampak pemanasan global, masalah yang paling sering dibahas adalah terkait dengan kenaikan permukaan laut. Pengukuran tinggi muka air laut ini dengan berkembangnya teknologi, pengukuran tinggi muka air laut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan citra satelit SPOT 5 untuk merekam perubahan muka air laut secara berkala dan kemudian menyajikannya dalam bentuk citra dengan tujuan untuk membuat scenario kenaikan tinggi muka air laut pada rentang kenaikan 0-50 m dan dampaknya terhadap scenario kenaikan tersebut terhadap area permukiman dan perkebunan. Untuk mengembangkan model kenaikan tinggi muka air laut di wilayah timur Pulau Bintan yaitu Kecamatan Gunung Kijang maka diperlukan data GDEM SPOT, yang berisikan informasi ketinggian dan karakteristik topografi, dalam hal ini data ketinggian adalah dalam kedetilan yang cukup tinggi. Data GDEM SPOT akan diolah dengan menggunakan teknologi SIG berbasis raster. Berdasarkan pemodelan ketinggian air laut yang sudah dilakukan dapat diketahui bahwa pada kenaikan tertinggi scenario 50 meter luas lahan yang bakal terdampak terhadap kenaikan tinggi muka air laut di Kecamatan Gunung Kijang yaitu daerah pemukiman seluas 261,880 ha & daerah perkebunan seluas 965,815 ha. Semakin tinggi muka air laut, maka semakin luas daerah yang terkena dampak kenaikan tinggi muka air laut
PENDUGAAN PENCADANGAN KARBON PERMUKAAN HUTAN DI PULAU BATAM MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH Arini Dewi Lestari Situmorang; Wenang Anurogo
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.213 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v5i1.4122

Abstract

Dampak negatif dari pemanasan global yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca adalah salah satu masalah yang dihadapi dunia khususnya Indonesia. Emisi karbon sebagai penyumbang terbesar bagi emisi gas rumah kaca perlu dipantau dan dialamatkan. Hutan sebagai ekosistem yang memiliki vegetasi dalam jumlah besar dan benda hidup lainnya memiliki peranan penting dalam menyerap dan menyimpan karbon. Memperkirakan jumlah stok karbon pada penelitian ini diawali dengan penghitungan jumlah biomassa permukaan di hutan Pulau Batam menggunakan persamaan Brown (1997), hal ini didasarkan pada ketentuan SNI 7724:2011 bahwa 47% biomassa adalah karbon. Teknologi penginderaan jauh yang terus bertambah dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah stok karbon permukaan yang tersimpan di hutan Pulau Batam. Data penginderaan jauh yang digunakan dalam penelitian ini adalah data gambar SPOT 5 dengan resolusi spasial 10 meter. Data ini kemudian diproses menggunakan indeks MSAVI transformasi, hasil dari nilai indeks transformasi kemudian diuji regresi dan korelasi dengan hasil konversi karbon dari Perhitungan jumlah biomassa berdasarkan data lapangan. Hasil penelitian ini adalah perkiraan jumlah stok karbon permukaan yang dapat ditampung oleh hutan Pulau Batam adalah 6189944, 681939 gram atau 6189944, 681939 x 10-4 ton C/ha dengan tingkat kesalahan 4, 731672893.
Pemanfaatan Hasil Tangkap Ikan melalui Pelatihan Pembuatan Pempek di Kampung Rempang Cate Oktavianto Gustin; Arif Roziqin; Sudra Irawan; Luthfiya Ratna Sari; Muhammad Zainuddin Lubis; Wenang Anurogo; Uuf Brajawidagda; Metta Santiputri; Nur Cahyono Kushardianto; Nur Zahrati Janah; Mir’atul Khusna Mufida; Yeni Rokhayati; Ari Wibowo; Satriya Bayu Aji; Fandy Neta; Rizki Widi Pratama; Anis Rahmi; Dwiki Novri Ditya; Rivki Ryan Nugraha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimas.v1i1.1180

Abstract

The number of tourists and the fame of a long sand beach is still lacking, therefore it is necessary to introduce to the public about the beauty and marine products that are owned on Pasir Panjang beaches. This service community was carried out to socialize the benefits of marine products through training in making Pempek in the Pasir Panjang Coastal Village. We have carried out this service with the Partner of RW 03 Pasir Panjang, Pasir Panjang Village, Rempang Cate District on Friday, July 27, 2018. The questionnaire results of Speaker questionnaire with a Likert Scale, equipment and Room were found that the interpretation score from all observation was all worth 100% and include in the interval category very well, which meant that it was rated very well by 18 respondents. While for the consumption questionnaire the interpretation of the score of the observations is worth 95.556% and is included in the interval category Very Well which means it is rated very well by 18 Respondents. The results of monitoring on October 22, 2018 were obtained information that there were residents who had made Pempek and sold in Pasir Panjang environments, while production and sales had stopped due to constraints Limited fishing results. The results of the questionnaire obtained the most suggestions for further training to hold Crafts, other input so that the training activities continued. The results of the questionnaire obtained the most suggestions for further training is handicraft, other input so that the training activities continued.
Penentuan Arah Kiblat Secara Partisipatif di Kampung Pasir Panjang Farouki Dinda Rassarandi; Siti Noor Chayati; Oktavianto Gustin; Luthfiya Ratna Sari; Sudra Irawan; Arif Roziqin; Wenang Anurogo; Muhammad Zainuddin Lubis; Nur Cahyono Kushardianto; Dodi Prima Resda; Agung Riyadi; Supardianto Supardianto; Sandi Prasetyaningsih; Condra Antoni; Rizki Widi Pratama; Rizki Irianto; Dicki Prayogi; Rizwan Bin Khamis; Bintang Budhiman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimas.v2i1.1739

Abstract

Qibla is the center of direction for Muslims in performing prayer services. In equatorial regions such as Indonesia, an error in determining the Qibla direction of just 1o can make the direction deviate as far as 111 km from the Kaaba. This community service activity aims to socialize the method of determining the direction of Qibla with mapping survey technology, namely Total Station, as well as together with the local community to carry out measurement activities in the field. Community service activities have been carried out in two stages, namely preparation and implementation in the field. Pre-implementation activities include site surveys and preparation of equipment to be used in the field. By using the principle of calculating the spherical triangle in Geodesy Mathematics and utilizing the development of accurate positioning technology, the Total Station and compass are used to measure the Qibla direction after previously correcting the true north with the help of celestial bodies such as the sun. Thus, the measurement results obtained will have good accuracy. From the measurement of the Qibla direction that has been done at the Nurus Sabil mosque, the angle of Qibla direction from north to west is obtained by 66o 50' 59.83" or compass azimuth of 293o 9' 0.17 ". Based on the results of these calculations there are differences in the azimuth of 12° from the azimuth / direction of the mosque's initial Qibla there. This happens because indeed the mosque from its inception has never been carried out the determination and confirmation of the direction of Qibla carefully and officially.
Pemberian Mini House (Destilator) Air laut kepada masyarakat Pantai Setokok, Batam, Guna membantu dalam penyediaan stok air bersih (Air Tawar), dan mendukung Parawisata Muhammad Zainuddin Lubis; Yeni Rokhayati; Supardianto Supardianto; Danar Irianto; Wenang Anurogo; Budiana Budiana; Siti Noor Chayati; Widya Rika Puspita; Swono Sibagariang; Jhon Hericson Purba; Dodi Prima Resda; Rahman Hakim; Muhammad Ghazali
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimas.v2i2.2601

Abstract

Water destilator merupakan alat yang digunakan untuk menyuling air laut menjadi air tawar. Konsepnya sederhana dan serupa dengan siklus hidrologi, yaitu dengan menguapkan air laut dengan cara dipanaskan, yang kemudian uap air tersebut diembunkan dan dikumpulkan ke dalam suatu wadah penampung sehingga didapatkan air tawar. Sumber panas yang dipergunakan berasal dari energi yang beragam: minyak, gas, listrik, tenaga matahari dan lainnya, namun dikarenakan menerapkan konsep ramah lingkungan alat ini hanya mengandalkan cahaya matahari sebagai energinya. Alat destilator ini adalah alternatif sederhana yang ekonomis dan dapat digunakan dalam skala rumah tangga serta ramah lingkungan. Alat ini merupakan pengganti sistem destilasi pabrik dengan harga yang relatif mahal dan masih sulit dijangkau oleh penduduk Indonesia. Jenis teknologi tersebut cukup sulit karena teknologinya rumit dan membutuhkan investasi dan estimasi dana yang tinggi dalam skala rumah tangga. Destilasi dapat terjadi dengan memanfaatkan potensi alam yaitu sinar matahari menggantikan bahan bakar minyak dan gas alam untuk mengubah fase uap air laut. Karena suhu yang diperlukan untuk mengubah fase air laut menjadi uap tidak terlalu besar (dibawah 100oC) atau di bawah satu tekanan atmosfir (1 atm), maka pemanfaatan energi matahari adalah solusi alternatif yang dipilih sesuai dengan kondisi Indonesia yang terletak pada daerah katulistiwa dan beriklim tropis mempunyai jumlah sinar matahari yang cukup.
Intensifikasi Jalur Transportasi Nelayan Melalui Sosialisasi Rute Pelayaran Efektif Berbasis Medan Di Kelurahan Sembulang Luthfiya Ratnasari; Siti Noor Chayati; Farouki Dinda Rassarandi; Muhammad Zainuddin Lubis; Wenang Anurogo; Sudra Irawan; Okatvianto Gustin; Arta Uly Siahaan; Riki Riki; Rizki Widi Pratama; Fadli Suandi; Swono Sibagariang; Arif Roziqin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimas polibatam.v3i2.2833

Abstract

Sembulang Village has high potential from marine resources, tourism, to the potential geographical position that supports inter-island shipping lanes. This presents sourced its challenges to make the most of the existing economic potential while maintaining the ecological potential to achieve sustainable coastal development. Practical skills possessed by fishermen in K Sembulang Village become important provisions in the realization of sustainable development, but this needs to be harmonized with the support of various scientific backgrounds. Terrain complex analysis is able to accommodate various considerations in identifying the best sea transportation routes while minimizing negative effects on the environment. Based on these advantages carried out socialization to fishermen who are in Kelurahan Sembulang. From the activities that were successfully held, feedback obtained from participants' satisfaction with the provision of material reached 89.67%, scientific benefit aspects for the residents amounted to 87.29%, facilities supporting activities valued at 84.28%, while as much as 96.77% residents wanted similar activities to be held again in Kelurahan Sembulang.
Co-Authors - - Suriadi Aditya Hanafi Aditya Hanafi Aditya Hanafi Aditya Hanafi, Aditya Adlian Jefiza Agung Riyadi Ahmad Prasetya Dilaga Amanda T Siboro Andi . Anis Rahmi Annisa, Fitri Anwar, Yaskinul Ari Wibowo Arif Roziqin Arif Roziqin Arif Roziqin Arif Roziqin, Arif Arini Dewi Lestari Situmorang Arini Dewi Lestari Situmorang Arini Dewi Lestari Situmorang, Arini Dewi Lestari Bacut, Geubrina Tari Bintang Budhiman Cahyo Budi Nugroho Catur Agus Lukitasari condra antoni Condra Antroni Danar Irianto Daniel Sutopo Pamungkas, Daniel Sutopo Darmanto, Adi Diaz Ariwinata Saragih Dicki Prayogi Dirgan Timbang Dirgan Timbang Dirgan Timbang, Dirgan Dodi Prima Resda Dwi Ely Kurniawan Dwi Wahyuni Dwiki Novri Ditya Eni Heldayani Evaliata Br Sembiring Fadli Suandi Fajar Putra Fajar Rizki Fajar Rizki Fajar Rizki Fajar Rizki, Fajar Farouki Dinda Rassarandi Farouki Dinda Rassarandi Feby Angelin Garizi Siahaan Ganda Surya Ganda Surya Ganda Surya Ganda Surya, Ganda Guspriyanto, Deny Guspriyanto, Deny Hana Cyintia Panjaitan Hanah Khoirunnisa Hanim, Liza Meutia Hartono Hartono Heldayani, Eni Herika Muhamad Taki Hidayat Panuntun Husnul Kausarian Husnul Kausarian Indah Ira Kartini Jhon Hericson Purba Kartika Pratiwi Kasih Anggraini Lingga Renggana Cannagia Luthfiya Ratna Sari Luthfiya Ratna Sari Luthfiya Ratnasari M. Farizki Mandala, Gio Fitra Tirta Mandala, Gio Fitra Tirta Marisa Tri Yanti Melia Wandanita Metta Santiputri Mir'atul Khusna Mufida Mir'atul Khusna Mufida Mir’atul Khusna Mufida Mufida, Mir'atul Khusna Muhammad Ghazali Muhammad Ghazali Muhammad Sufwandika Muhammad Zainuddin Lubis Neta, Fandy Nirwana Wau Nirwana Wau Nirwana Wau, Nirwana Novita Ayu Dewanti Novita Ayu Dewanti Nur Cahyono Kushardianto Nur Zahrati Janah Nurul Fadilah Nurul Khakhim Okatvianto Gustin Oktavianto Gustin Perdi Novanto Sihombing Perdi Novanto Sihombing Pratiwi Dwi Wulandari Prihantarto, Wikan Jaya Rafly Aditia Rahman Hakim Ramadhan, Wahyu Rizky Ramadhan, Wahyu Rizky Rapena Tandon Cahayanti Sidabutar Riki Riki Rivki Ryan Nugraha Rizki Irianto Rizki Widi Pratama Rizki Widi Pratama Rizky, Fajar Rizky, Fajar Rizwan Bin Khamis Robby Darlinto Silaban Rohana Sari Rokhayati, Yeni Sandi Prasetyaningsih Sari, Diah Sekar Arum Satria Bayu Aji Satriya Bayu Aji Satriya Bayu Aji, Satriya Bayu Seftyarizki, Debby Siahaan, Arta Uly Siregar, Razita Zahra Siti Noor Chayati Situmorang, Arini Dewi Situmorang, Arini Dewi Sudra Irawan Sujiantoro, Erick Ikbal Supardianto Supardianto Swono Sibagariang Tian Havwini Tiggi Choanji Tiggi Choanji, Tiggi Uuf Brajawidagda Vera Astutik Widya Rika Puspita Wikan Jaya Prihantarto Wulandari, Dwi Anjen Setia Yunus Aris Wibowo