Claim Missing Document
Check
Articles

PENILAIAN RISIKO PENANGANAN DAN TRANSPORTASI IKAN LAYANG (DECAPTERUS SP.) DI PASAR IKAN MODERN MUARA BARU JAKARTA Tiaraningtyas, Dyah Ayu; Novita, Yopi; Purwangka, Fis
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 3 (2025): (September 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.3.2025.125-137

Abstract

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan ikan berkualitas, dengan mengadopsi konsep dari Pasar Tsukiji di Tokyo, Jepang. Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, yang terletak 2 km dari PIM Muara Baru, sebagai rute transportasi terdekat dengan ikan layang sebagai jenis ikan yang paling dominan dijual. Namun, saat observasi, kualitas ikan yang tiba di PIM Muara Baru ditemukan kurang baik, disebabkan oleh penggunaan mobil pick-up untuk pengiriman yang tidak memenuhi standar penanganan dan persyaratan rantai dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses penanganan dan transportasi ikan layang serta menilai risiko yang mempengaruhi kualitas ikan. Pengujian organoleptik dilakukan di dua titik lokasi: Dermaga PPS Nizam Zachman dan saat pembongkaran di PIM Muara Baru. Dua metode transportasi diidentifikasi, dengan sembilan aktivitas berpotensi berbahaya, dan kedua metode transportasi menunjukkan tingkat kejadian yang tinggi. Meskipun terdapat aktivitas yang memiliki potensi bahaya sering terjadi, pengujian sensorik organoleptic menunjukkan skor rata-rata 8, yang menunjukkan ikan tetap dalam batas yang dapat diterima. Penelitian ini menyarankan perlunya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), kepatuhan terhadap keselamatan, penegakan sanksi bagi pelanggar, dan evaluasi oleh lembaga berwenang setiap satu tahun sekali.
STRATEGI PENINGKATAN KESEHATAN NELAYAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KESEJAHTERAAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TEGALSARI, KOTA TEGAL Purwangka, Fis; Nuranisah, Reghina Yasmine; Solihin, Akhmad; Erwiantono, Erwiantono; Rizal, Daisy Rahma
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.128-137

Abstract

Tingkat pendidikan nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari yang didominasi lulusan Sekolah Dasar (SD) berdampak pada rendahnya pemahaman mereka terhadap kesehatan, terutama dalam hal pemeriksaan kesehatan sebelum melaut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman nelayan terhadap kesehatan, menganalisis sistem pendapatan dan pengeluaran nelayan untuk keperluan kesehatan, serta merekomendasikan strategi peningkatan kesehatan nelayan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus eksplanatori dengan metode pengumpulan data survei lapangan melalui kuesioner dan wawancara kepada nelayan. Selanjutnya dianalisis menggunakan SWOT untuk membuat strategi. Hasil menunjukkan bahwa meskipun nelayan memiliki pendapatan yang cukup tinggi, alokasi pengeluaran mereka untuk kesehatan masih sangat kecil, berkisar antara 0,11% hingga 0,98% dari total penghasilan. Selain itu, pemanfaatan layanan BPJS Kesehatan belum optimal akibat kurangnya pemahaman serta kendala administratif. Analisis SWOT yang dilakukan menunjukkan bahwa peluang eksternal, seperti regulasi pemerintah yang menjamin hak kesehatan nelayan dan ketersediaan fasilitas medis di sekitar pelabuhan, lebih mendukung dibandingkan kekuatan internal yang dimiliki oleh nelayan. Di sisi lain, ancaman seperti persaingan pasar ikan dan kerusakan fasilitas pelabuhan dapat menghambat peningkatan kualitas kesehatan nelayan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang meliputi peningkatan edukasi kesehatan berbasis komunitas, optimalisasi fasilitas kesehatan di pelabuhan, serta penyuluhan terkait pemanfaatan BPJS Kesehatan. Dengan penerapan strategi ini, diharapkan nelayan dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan, meningkatkan akses mereka terhadap layanan medis, serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
DIFFERENCES IN SQUID ATTRACTOR MATERIALS AND THEIR INFLUENCES ON THE EFFECTIVENESS OF SQUID EGG ATTACHMENT Alhusna, Indra Sundara; Mawardi, Wazir; Purwangka, Fis; Yusfiandayani, Roza
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 3 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.3.417-428

Abstract

The criteria for strength and durability of construction are critical in connection with the addition of coral fragments that add to the load on the squid attractor. The two materials to be tested are PVC and bamboo pipe materials based on adding fragments or without coral fragments. This study aims to compare the effectiveness of squid attractors made of bamboo with PVC pipes as a means of developing artificial habitats for another aquatic biota with the following points, namely, examining the influence of materials and the presence of coral fragments on the effectiveness of squid attraction, knowing the presence of fish and another biota in squid attractors made of bamboo and PVC pipes as well as the quality of seawater that supports the presence of fish and marine life and tests the resistance of hydrodynamic forces of squid attractors, bamboo materials and PVC pipes aligned with coral fragment planting. The analysis methods used include the effectiveness of squid attractor, fish abundance analysis, determination of squid attractor construction based on hydrodynamic forces, normality test, and statistical test (T-test/ Wilcoxon Test). The effectiveness of bamboo and PVC squid attractors with the addition of coral fragments and without coral fragments has very effective results. The use of bamboo squid attractors with the addition of coral fragments has a more significant abundance value. The addition of coral fragments increases stability to withstand hydrodynamic forces. Key words: squid attractor, bamboo, coral fragments, PVC
Penilaian Vessel Requirement Dalam Rangka Rencana Ratifikasi Cape Town Agreement Tahun 2012 Nugraha, Ridwan Maulana; Purwangka, Fis; Iskandar, Budhi Hascaryo
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.1

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan ilmu yang berperan dalam mengurangi tingkat risiko dari suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini untuk keberadaan peralatan penunjang keselamataan kerja pada kapal purse seine dengan panjang 24 m sampai 45 m di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) terhadap standar ketentuan peralatan dalam regulasi Cape Town Agreement tahun 2012 dan memberikan rekomendasi untuk pemenuhan standar sesuai ketentuan dalam Cape Town Agreement tahun 2012. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan observasi langsung dan wawancara kepada pemilik dan nahkoda kapal purse seine. Data hasil observasi dan wawancara berupa kondisi peralatan penunjang keselamatan kerja pada kapal purse seine  dengan panjang 24 m sampai 45 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan yang dapat terpenuhi hanya ketentuan terkait radio komunikasi dengan tingkat pemenuhan 100%. Sedangkan ketentuan yang tidak terpenuhi yaitu terkait line throwing appliances, distress signal, radar transponder dan retro reflective materials. Tingkat implementasi peralatan penunjang keselamatan kerja dengan standar ketentuan dalam regulasi Cape Town Agreement tahun 2012 hanya sebesar 0,31%. Pemenuhan terhadap standar yang tertera dalam Cape Town Agreement tahun 2012 bab 7 bagian B mengenai peralatan penunjang keselamatan kerja di atas kapal perlu dilakukan untuk menurunkan potensi terjadinya kecelakaan di laut dan meningkatkan keselamatan jiwa dan harta benda.
KEBERADAAN BAKTERI KONTAMINAN PADA AIR PENCUCIAN PRODUK PERIKANAN DI PELABUHAN PERIKANAN SELILI KOTA SAMARINDA Pratama, Andri; Mustaruddin; Purwangka, Fis
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 1 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.1.035-044

Abstract

Pelabuhan Perikanan Selili merupakan pangkalan pendaratan ikan terbesar di Kota Samarinda, sehingga banyak aktivitas penanganan produk perikanan di area Pelabuhan Selili, Pencucian produk perikanan merupakan aktivitas harian yang dilakukan sebelum proses distribusi dilakukan. Penggunaan air yang kotor menyebabkan kontaminasi mikroba pada produk sehingga menyebabkan penurunan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri kontaminan dari sumber air pencucian. Metode random sampling digunakan untuk pengambilan sampel air pencucian produk perikanan yang selanjutnya dilakukan analisis di laboratorium. Pengujian sampel dengan metode Total Plate Count (TPC), Most Probable Number (MPN) dan pengujian dengan medium seperti Glutamat Starch Phenile (GSP), King’s B Agar, Desoxycholate Lactose Sucrose (DCLS), dan Cystine Lactose Electrolyte Deficient (CLED). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada air pencucian ditemukan bakteri kolifom >210 MPN/100 ml, kolifom fecal >43 MPN/100 ml. Bakteri Staphylococcus aureus 1.550x102 cfu/ml, Proteus sp. 765 x102 cfu/ml, Escherichia coli 3.000 x102 cfu/ml, Pseudomonas aeruginosa 855 cfu/ml, Salmonella/Shigella 1.595x102 cfu/ml, Pseudomonas sp. 1.880 cfu/ml, Pseudomonas aeruginosa 2.800x102 cfu/ml. Hasil ini menunjukkan bahwa air pencucian dideteksi terdapat bakteri kontaminan yang dapat menurunkan mutu pada produk perikanan. Disimpulkan bahwa air pencucian produk perikanan di PPI Selili mengandung bakteri kontaminan. Kata kunci: akitivas penanganan, kontaminasi mikroba, produk perikanan
PENGOPERASIAN PERANGKAP KRENDET BERTINGKAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN KRUSTASEA DI TELUK PALABUHANRATU ., Zulkarnain; Riyanto, Mochammad; Prayudha, Daffa; Purwangka, Fis
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 2 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.2.171-183

Abstract

Umumnya perangkap krendet tradisional digunakan nelayan untuk menangkap krustasea dan dibuat dengan konstruksi sederhana tanpa dinding perangkap sehingga tidak ada fungsi melindungi hasil tangkapan dari predator. Solusi yang dapat dilakukan adalah merancang perangkap krendet dengan konstruksi bertingkat dengan dinding pelindung. Hipotesis dalam penelitian ini adalah penggunaan perangkap krendet bertingkat akan meningkatkan hasil tangkapan krustasea. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun perangkap krendet bertingkat sebagai perlakuan, membandingkan komposisi hasil tangkapan krustasea, menentukan pengaruh penggunaan krendet bertingkat terhadap hasil tangkapan krustasea, dan menentukan produktivitas perangkap krendet bertingkat. Penelitian dilaksanakan di Teluk Palabuhanratu secara experimental fishing selama 18 trip dengan menggunakan perangkap krendet bertingkat dan tradisional masing-masing 5 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krendet bertingkat mendapatkan krustasea sebesar 14,70 kg, sedangkan krendet tradisional sebesar 10,98 kg. Konstruksi bagian atas krendet bertingkat memiliki pengaruh dalam meningkatkan hasil tangkapan sebesar 31,79%. Krendet bertingkat memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah ekor dan berat hasil tangkapan. Produktivitas krendet bertingkat lebih besar dibandingkan tradisional, yaitu masing-masing sebesar 0,82 kg/trip, 0,16 kg/unit dan 0,61 kg/trip, 0,12 kg/unit dengan kenaikan persentase rata-rata produksi krendet bertingkat sebesar 33,86%. Kata kunci: krustasea, perangkap krendet bertingkat, produktivitas
ANALISIS POTENSI BAHAYA TERHADAP KUALITAS IKAN LAYANG DI PIM MUARA BARU JAKARTA Tiaraningtyas, Dyah Ayu; Novita, Yopi; Purwangka, Fis
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 4 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.4.383-398

Abstract

Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru, yang terinspirasi oleh Pasar Tsukiji di Tokyo, Jepang, dibuka pada tahun 2019. Salah satu jalur transportasi pelabuhan terdekat yang menyuplai ikan ke PIM Muara Baru adalah Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, memiliki jarak ±2 km. Ikan layang merupakan jenis ikan yang dominan dibongkar di PPS Nizam Zachman yang dikirim ke PIM Muara Baru. Setibanya di PIM Muara Baru, ikan layang tersebut berada dalam kondisi yang kurang baik. Hal ini dikarenakan moda transportasi pengiriman menggunakan transportasi mobil bak terbuka, terdapat ikan ditempatkan tidak sesuai dengan standar penanganan dalam penyimpanan dan tidak menerapkan persyaratan rantai dingin. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penanganan dan transportasi ikan layang di dermaga PPS Nizam Zachman dan unloading PIM Muara Baru, menghitung tingkat risiko yang mempengaruhi kualitas ikan dan menyusun rekomendasi untuk mencegah penurunan kualitas ikan. Penelitian menggunakan metode Risk Assesment untuk menentukan tingkat risiko mengacu pada kemungkinan terjadi dan keparahan. Hasil penelitian diperoleh 9 aktivitas untuk dua metode transportasi, yang telah teridentifikasi 81 potensi bahaya, dikategorikan risiko tingkat sangat tinggi sebesar 43% selama penanganan dan transportasi. Upaya perbaikan yang dilakukan meliputi pembuatan prosedur operasi standar keselamatan, penerapan sanksi bagi pelanggar, serta monitoring dan evaluasi tahunan oleh instansi yang berwenang. Kata kunci: ikan layang, penanganan, penilaian risiko, pengujian organoleptik, transportasi
KERENTANAN NELAYAN PAYANG (BOAT SEINE) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU Zulkarnain; Purwangka, Fis; Maulana, Firman; Wahju, Ronny Irawan
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 4 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.4.441-454

Abstract

Salah satu kelompok usaha perikanan tangkap skala kecil adalah perikanan payang. Kapal payang di Teluk Palabuhanratu dioperasikan pada siang hari oleh 10-16 nelayan. Faktor musim ikan yang selalu berubah, rendahnya akses IPTEKs dan rendahnya jenjang pendidikan nelayan diduga penyebab pendapatan nelayan payang yang tidak menentu dan cenderung semakin kecil dan dapat melemahkan aspek keberlanjutan usaha perikanan payang. Kegiatan penelitian yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023 di Palabuhanratu, Provinsi Jawa Barat bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengukur faktor-faktor kerentanan nelayan payang di PPN Palabuhanratu. Metode penelitian adalah wawancara dengan kuesioner yang menggunakan instrumen FLIRES check. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dengan analisis deskriptif, tabulasi data, dan analisis leverage. Hasil penelitian menunjukkan kapal payang di PPN Palabuhanratu berukuran 5 GT, menggunakan mesin motor tempel 40 PK, dan alat tangkap berukuran >200 meter dengan mata jaring yang berbeda setiap bagiannya. Pengoperasian payang masih tradisional dengan metode one day fishing dan daerah penangkapan yang tersebar di Teluk Palabuhanratu dan sekitarnya. Urutan faktor yang paling resilience hingga yang paling rentan adalah faktor alam, fisik, kelembagaan, keuangan, SDM, sosial. Nelayan payang berada pada status cukup resilience dengan nilai rata sebesar 2,45 untuk pemilik kapal dan 2,21 untuk ABK. Rekomendasi yang dapat diterapkan untuk perikanan payang adalah penggunaan alat bantu penangkapan dalam teknik penangkapan ikan, seperti rumpon dan /atau lampu untuk operasi penangkapan malam hari dan diberikan edukasi serta pelatihan yang dapat dilakukan oleh dinas terkait setempat. Kata kunci: kerentanan nelayan, Palabuhanratu, payang
PENGGUNAAN PERBEDAAN WARNA LAMPU PADA PENGOPERASIAN JARING POCONG TERHADAP HASIL TANGKAPAN BENUR LOBSTER (PUERULUS) Zulkarnain; Martasuganda, Sulaeman; Sugertiani; Purwangka, Fis; Wahju, Ronny Irawan
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 4 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.4.399-406

Abstract

Sebagai alat tangkap yang bersifat pasif, pocongan menjadi shelter bagi benur lobster. Bahan pembuat pocongan adalah jaring nilon monofilamen mesh size 1 inch dengan tinggi jaring 1,5-2 m. Pocongan dioperasikan pada malam hari dengan bagan apung atau perahu dan menggunakan cahaya lampu LED warna putih, baik permukaan maupun bawah air. Tujuan penelitian ini untuk menentukan komposisi hasil tangkapan benur lobster sebagai hasil tangkapan utama dan juvenil lainnya sebagai by-catch dan menentukan pengaruh penggunaan cahaya lampu LED warna kuning dan putih pada pengoperasian alat tangkap pocongan. Kegiatan experimental fishing dilakukan selama 10 trip dengan 2 perlakuan (lampu LED warna kuning dan putih) dan 3 unit pocongan untuk setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lampu warna kuning memberikan jumlah hasil tangkapan benur lobster lebih banyak dibandingkan dengan lampu putih dan memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Penggunaan lampu warna kuning memberikan jumlah hasil tangkapan by-catch lebih sedikit dibandingkan dengan lampu putih. Kata kunci: bagan apung, benur lobster, nilon monofilamen, pocongan, warna lampu
ANALYSIS OF POTENTIAL OCCUPATIONAL ACCIDENTS USING THE HAZOP METHOD IN POST-HARVEST SHARK FIN PROCESSING IN TANJUNG LUAR FISH LANDING BASE Agustian, Yoppie; Riyanto, Mochammad; Purwangka, Fis; Prasetyo, Andhika Prima
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 3 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.3.439-458

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) in the fishing industry is often overlooked, despite the extremely high potential for work-related accidents. This study aims to analyze the risks during the post-harvest process of shark fins at Tanjung Luar Fishing Port and UD Mamenasae using the Hazard and Operability Study (HAZOP) method. The results indicate that nearly all activities, especially cargo hold unloading, transfer, transport, identification, shark cutting, and fin drying, have a high-risk potential for accidents such as falls/slips, musculoskeletal complaints, cuts, and sunburn. Some processes, including transportation to collectors, storage, sorting, and packaging, carry a moderate risk of concussion or respiratory disorders. Furthermore, all stages present a low risk of bacterial infectious diseases. The primary hazards identified include slippery floors, non-ergonomic work postures, sharp objects, the absence of Personal Protective Equipment (PPE), sun exposure, and a lack of railings. As a mitigative measure, temporary actions such as improved hygiene, provision of PPE, ergonomic improvements, and education are highly recommended to reduce potential hazards and enhance workplace safety. Key words: HAZOP, occupational safety, post-harvest, risk analysis, shark fin
Co-Authors . Fahmi Achmad Bagus Solehudin Achmad Tan'im Makky Gemilang Adi Adi Guna santara, Adi Adi Guna Santara Adi Guna Santara, Adi Guna Adi Purwandana Adi Purwandana Adi Susanto Adi Susanto Agustian, Yoppie Akhmad Solihin Al Hafidz Maulana Aldanita, Ega Alfin Yuwana Putra Alhusna, Indra Sundara Alifah Fidela Andhika Prima Prasetyo Andri Prastyo Andri Pratama Anggraini Cahyaningtias Anjaya Purwa Wiyastra Arkan, Muhammad Zaky Asriani, Ayu Ateng Supriatna Ayu Asriani Bastian Putrayadi Silalahi Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Hascaryo Iskandar Budiman, M. Syarif Budiman, Muhamad Syarif Budiman, Muhammad Syarif Budy Wiryawan Bunga Mega Aprilia Daisy Rahma Rizal Darmawan Deni Achmad Soeboer Deta Oryzae Saputra Dewa Made Juli Santika Dinda Ayu Lestari Domu Simbolon Dudi Firmansyah Dwi Putra Yuwandana Efendi Yusuf Firmansyah Yulianto Eko Sulkhani Yulianto Elvanri Anggi Widianti Ende Kasma Erlin Nur Yustikaningsih Ernani Lubis Erwiantono Etika Ariyanti Hidayat Exist Saraswati Fahmi Fahmi Fidratul Ikhsan Firman Maulana, Firman Fuah, Ricky Winrison Furqan . Gondo Puspito Hamba Ainul Mubarok Hani Dwi Wijayanti Hutagalung, Bronx Andar Ignatius Viktor Deornay Indah Ainun Firdaus Ismajaya . Izza Mahdiana Apriliani Januar, Januar John Haluan John Haluan Jonh Haluan Jonson Lumban Julia Eka Astarini Khairi, Muhammad Fatih Khobir, Muhammad Latiful M Syarif Budiman M. Fedi A Sondita M. Riyanto Mahdi Amin Marbun, Ahmad Sadiqi Meilinda, Desi Mochammad Riyanto Mohammad Imron Mugi Nurhayati Muhamad Fahariman Yudiardi Muhamad Rizki Riantoro Muhammad Arif Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Hafizh Adinugorho Muhammad Imron Muhammad Iqbal Muhammad Nur Iqbal Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Muhammad Setiawan Mulyono S. Baskoro Muna, Zakyatul Mustaruddin Namira Septiani Novita Virlydianty Nugraha, Ridwan Maulana Nur Atika Hasibuan Nuranisah, Reghina Yasmine Nurhayati, Mugi Nurtsani Liliana Nurul Faizatil Jannah Permana, Arik Pratama, Agung Budi Prayudha, Daffa Prihatin Ika Wahyuningrum Prori Vitaliano Latief Ramadhan, Muhammad Haykal Ressa S Syahlevi Resti Sir Hartini Retno Muninggar Reza Akhmad Syahbana Riantoro, Mhd Rizki Ridwan Maulana Nugraha Rifqi, Hafizh Syah Riris Nurkayah Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani Ryan Suryadi Putra Sakina, Nymas Sidratus Saputra, Deta Oryzae Saraswati, Exist Sayyid Sabiq Singgih Prihadi Aji Singgih Prihadi Aji Sudirman Aditia Nugraha Sugeng H. Wisudo Sugertiani Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sunedi Sunedi Suparman Sasmita Tiaraningtyas, Dyah Ayu Tigor Wahyudi Tri Wiji Nurani Wasir Mawardi Wazir Mawardi Widianti, Elvanri Anggi Widuri Putri Branenda Wisudo, Sugeng Hari Yadudin . Yohanes DBR Minggo Yopi Novita Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain . Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zurkarnain