Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Physio Journal

PERBEDAAN SINGLE LEG STAND DAN STAR EXCURSION BALANCE TEST TERHADAP KESEIMBANGAN STATIS ATLET SEPAKBOLA PESAT TEMPEL PASCA CEDERA SPRAIN ANKLE Ayu Rahmah Fadillah; Fitri Yani; Siti Nadhir Ollin Norlinta
Physio Journal Vol. 3 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v3i2.956

Abstract

Gangguan keseimbangan dapat mengakibatkan turunnya performa atlet sepakbola dilapangan, terutama pada keseimbangan statisnya. Keseimbangan statis adalah kemampuan yang diperlukan seseorang untuk mempertahankan tubuh dalam posisi diam atau tanpa bergerak. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perbedaan Single Leg Stand dan Star Excursion Balance Test terhadap peningkatan keseimbangan statis pada atlet sepakbola. Dengan kelompok I diberikan perlakuan Single Leg Stand dan kelompok II diberikan perlakuan Star Excursion Balance Test. Latihan diberikan sebanyak 3 kali seminggu selama 3 minggu. Alat ukur yang digunakan yaitu Y Balance Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa kedua perlakuan memiliki pengaruh terhadap peningkatan keseimbangan statis tetapi tidak ada perbedaan pengaruh pemberian latihan Single Leg Stand dan Star Excursion Balance Test terhadap peningkatan keseimbangan statis atlet sepakbola.
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN MUSCLE ENRGY TECHNIQUE DAN CORRECTIVE EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL LEHER PADA UPPER CROSS SYNDROME (UCS) Maritza Nadira; Siti Nadhir Ollin Norlinta; Fitri Yani
Physio Journal Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phy.jou.v4i2.1610

Abstract

Latar belakang : Penurunan kemampuan fungsional leher pada kondisi Upper Cross Syndrome disebabkan karena penurunan kekuatan otot, secara klinis berkaitan dengan adanya ketidakseimbangan otot dan nyeri akibat over use dalam bekerja. Pemberian latihan muscle energy technique dan corrective exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional leher pada upper cross syndrome. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengaruh muscle energy technique dan corrective exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional leher pada upper cross syndrome (UCS). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pre-test and post-test two group design, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian mahasiswa program studi S1 Teknologi Informasi dengan jumlah sampel 26 siswa yang terdiri dari 13 orang kelompok I dan 13 orang kelompok II, dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Neck disability index (NDI) sebagai kuisioner pengukuran kemampuan fungsional leher. Hasil : Hasil uji paired sampel t-test kelompok I p=0,000 (p<0,05) dan kelompok II p=0,000 (p<0.05) menunjukkan kedua latihan berpengaruh terhadap peningkatakan kemampuan fungsional leher pada upper cross syndrome dan hasil uji independent sample t-test menunjukkan p= 0,000 (p<0,05), artinya ada perbedaan pengaruh pemberian muscle energy technique dan corrective exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional leher pada upper cross syndrome (UCS). Kesimpulan : Terdapat peningkatan kemampuan fungsional leher setelah pemberian latihan muscle energy technique dan corrective exercise, tetapi ada perbedaan signifikan antara muscle energy technique dan corrective exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional leher pada upper cross syndrome (UCS).