Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN INKLUSI PADA ANAK Alfiya Syahli Indiyanto; Arismunandar Arismunandar; Rusmayadi Rusmayadi; Herlina Herlina; Wahira Wahira
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAUD inklusi perlu mengintegrasikan berbagai strategi pembelajaran yang adaptif. Guru dapat menerapkan pendekatan yang bervariasi, mulai dari kegiatan bermain edukatif, penggunaan media pembelajaran yang ramah anak, hingga penyesuaian kurikulum sesuai kebutuhan perkembangan individu. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran model pembelajaran inklusi serta mengetahui fakto-faktor pendukung pendidikan inklusi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penulisan ini meliputi data primer dan data sekunder. Tahapan penelitian kualitatif menyajikan 3 tahapan yaitu Tahap pralapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahapan analisis data. teknik atau metode yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. menggunakan teknik analisa model Miles dan Huberman yang menganalisa data dengan cara membagi kedalam empat langkah; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inklusi di TKIT Permata Hati Jayapura mengadopsi siklus terstruktur asesmen awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan ABK seperti gangguan fokus, bicara, perilaku, serta slow learner. Faktor pendukung utama mencakup komitmen kepala sekolah dalam menyediakan SDM berkualitas (termasuk GPK), kemitraan orang tua melalui konseling rutin dan terapi rumah, lingkungan sekolah ramah (ruang luas, sudut tenang), serta pelatihan guru modular (kompetensi dasar hingga diferensiasi, durasi 3-10 bulan). Model ini meminimalkan hambatan partisipasi ABK, meningkatkan kecakapan guru hingga 98% via pelatihan, dan mendukung generalisasi bahwa inklusi sukses bergantung pada koordinasi tim, adaptasi kurikulum, dan infrastruktur ramah.
Pengembangan Modul Digital Bridge Resource Management (BRM) untuk Peningkatan Self-Regulated Learning pada Program Studi Nautika AMI AIPI Makassar Muhammad Fadli; Arismunandar Arismunandar; Nurhikmah Nurhikmah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4489

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan maritim menuntut penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan mampu meningkatkan kemandirian belajar taruna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul digital Bridge Resource Management (BRM) yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan Self-Regulated Learning (SRL) taruna Program Studi Nautika AMI AIPI Makassar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih digunakannya modul cetak konvensional yang kurang interaktif serta rendahnya kemampuan regulasi diri taruna dalam proses pembelajaran BRM. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah 20 taruna Nautika Tingkat III AMI AIPI Makassar tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respons dosen dan taruna, tes hasil belajar, dan angket SRL. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, uji validitas Gregory, serta uji hipotesis statistik menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui efektivitas modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul digital BRM memperoleh rata-rata validitas sebesar 89,25% dengan kategori sangat valid, tingkat kepraktisan oleh dosen sebesar 91,00% dengan kategori sangat praktis, dan respons taruna sebesar 69,16% dengan kategori praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dan SRL taruna setelah penggunaan modul dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, modul digital BRM yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk mendukung peningkatan SRL taruna pada Program Studi Nautika AMI AIPI Makassar.