Claim Missing Document
Check
Articles

Persecution of the Indonesian Ahmadiyya Congregation through the MUI Fatwa, Tuan Guru, and the Lombok Community Gaffar, Abdul
BELIEF: Sociology of Religion Journal Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/belief.v1i1.6482

Abstract

Ahmadiyya has taken refugee in the Transito Dormitory since the end of 2005 and 2010. They tried to return to their homes in West Lombok but drove out by the community. This article will discuss Ahmadiyya, who experienced persecution in Lombok, and the basis for the MUI to issue deviant fatwas against the Ahmadiyya Congregation in 1980 and 2005. The process of the persecution of the Ahmadiyya in Lombok and the influence of the Majelis Ulama Indonesia and Tuan Guru on society are revealed in this study. The theories of Louis Althusser about state ideological institutions, in this case, the Majelis Ulama Indonesia, and Johan Galtung's theory about direct violence perpetrated by the community and indirect violence through the SKB 3 Menteri (Joint Decree of Three Ministers) being operate in this study. The research uses in-depth interviews with Ahmadiyya members in the Mataram Transito Dormitory. This study finds that the MUI Fatwa serves as legitimacy for society in carrying out violence and persecution of the Lombok Ahmadiyya Congregation and the influence of Tuan Guru through their daily life and lectures at the mosque.
PENDEKATAN TAFSIR AL-MISBAH DAN TAFSIR AT-THABARI TERHADAP KONSEP TAUBAT NASUHA DALAM QS. AT-TAHRIM [66]:8 Fatmawati, Fatmawati; Gaffar, Abdul; Rifai, Masyhuri
EL-MAQRA' Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i2.9832

Abstract

fokus penelitian ini adalah QS At-tahrim 66:8. untuk memahami makna tersebut diperlukan penafsiran para ahli tafsir. dalam menganalisis ayat tersebut terdapar beberapa perbedaan penafsiran tentang taubat Nasuha pada tafsir al-misbah dan tafsir at-thabari. berwal dari latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk(mengetahui bagaimana pendapat ulama dalaam menafsirkan taubat nasuha dalam kitab tafsir al- misbah dan at-thabari. teknik mengumpulan data yang digunakan yaitu kepustakaan. sumber data primer merupakan kitab tafsir al- misbah dan kitab tafsir at=thabari. teknik analisis data denfan menggunakan komparatif ( perbandingan). pendekatan penelitian menggunakan pendekatan tafsir. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:1berikut beberapa penafsiran Ahli tafsir tentang taubat nasuha(1) tafsir jalalain taubat yang semurni- murninya, (2) tafsir Al-Quran taubat dengan sungguh-sungguh, (3) tafsir al-misbah taubat yang menasehati,(4) tafsir ibnu katsir memiliki hati yang benung dalam hal ini iya mengemukakan 23 pendapa, (5) tafsir at-thabari taubat yang sesungguhnya yang tidak akan kembali lagi pada perbuatan dosa sebelumnya, (6)tafsir al- munir taubat yang sejujur-jujurnya menyesali yang telah lalu dan yidak akan mengulanginya. 2, persamaan tafsir ayat tersebut, ayat itu ditujukan untuk orang-orang yang beriman, dalam menafsirkan keduanya melakukan tarjih ( pertimbangan) jika ada perbedaan pendapat pada makna kata tertentu, dana menguatkan pendapat salah satunya. sedangkan perbedaannya tafsir al- misbah menafsirkan kata taubat nasuha lebih luas maknanya yaitu di artikan sebagai" nasehat" karna menurutnya manusia merupakan mahluk yang sering khilaf maka harus terus di ingatkan dengan cara menasehati.
PENGEMBANGAN THULU ZAMAN DALAM ACCELERATED LEARNING DI PONDOK PESANTREN MAKTUBA AL-MAJIDIYAH PEMEKASAN Khalilurrahman , M.; Gaffar, Abdul
JOURNAL J-MPI : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN Vol. 2 No. 2 (2023): JOURNAL J-MPI: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Muhammadiyah Tempurejo, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The organization of an institution that is short and commercial will affect the teaching and learning process of students, especially in character formation, which requires a long life (long life education) in creating the nation's generation. The research results found that the ancient era model according to Az-Zarnuji at the Maktuba Islamic Education Institute was divided into three research results: first, long time, quality of time, and target achievement. Second, in the past, according to Az-Zarnuji at the Maktuba Al-Majidiyah Palduding Pamekasan Islamic boarding school, it was implemented in two aspects, always guided by methods and clever use of time. Third, supporting and inhibiting factors for past development in accelerated learning include the completeness of teaching and learning facilities, the activeness and skills of teachers/supervisors, the formation of study groups, and control from supervisors; as well as differences in student backgrounds, method inconsistencies, and time-intensive activities.
MENERAPKAN EVALUASI PEMBELAJARAN HOLISTIK DI TENGAH PERUBAHAN KURIKULUM (STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-FALAH PASONGSONGAN SUMENEP: IMPLEMENTING HOLISTIC LEARNING EVALUATION IN THE MIDST OF CURRICULUM CHANGES (CASE STUDY AT MADRASAH TSANAWIYAH AL-FALAH PASONGSONGAN SUMENEP Sa’edi, Moh.; Gaffar, Abdul; Fajriyah, Fajriyah
Jurnal Al-Ilmu: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL AL-ILMU: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/jurnalalilmu.v8i2.354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan evaluasi pembelajaran holistik di tengah perubahan kurikulum, dengan fokus pada studi kasus di Madrasah Tsanawiyah Al-Falah Pasongsongan Sumenep. Evaluasi pembelajaran holistik diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang pencapaian siswa, tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga dari aspek afektif dan psikomotorik. Perubahan kurikulum yang terjadi mempengaruhi pendekatan evaluasi yang sebelumnya berbasis pada ujian-ujian formal, sehingga perlu adaptasi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan guru, siswa, dan kepala madrasah sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan evaluasi holistik di madrasah ini mampu memberikan feedback yang lebih komprehensif, meningkatkan motivasi siswa, dan mendorong pembelajaran yang lebih aktif serta kreatif. Namun, tantangan yang dihadapi terkait dengan keterbatasan sumber daya dan pemahaman yang bervariasi di kalangan pendidik. Kesimpulannya, penerapan evaluasi pembelajaran holistik dapat menjadi alternatif efektif dalam menghadapi perubahan kurikulum, asalkan didukung oleh pemahaman yang mendalam dan pelatihan bagi tenaga pendidik.
Peran Wirid Pasukuan dalam Menguatkan Kohesi Sosial Masyarakat di Jorong Data Sungai Puar, Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam Sinta Mustafa, Julmi; Gaffar, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik wirid pasukuan yang dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat di Jorong Data Sungai Puar, Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Wirid pasukuan melibatkan empat suku, yaitu Piliang, Koto, Caniago, dan Sikumbang, yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah jamaah maupun di mushola yang telah ditetapkan. Praktik wirid ini tidak hanya dipahami sebagai kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memungkinkan terjadinya interaksi, komunikasi, dan penguatan hubungan antaranggota masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wirid pasukuan dalam menguatkan kohesi sosial serta melihat pengaruh kohesi sosial terhadap keberlangsungan komunitas wirid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling, yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan jamaah wirid yang aktif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wirid pasukuan berperan signifikan dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya mempererat ikatan spiritual, tetapi juga menumbuhkan solidaritas, rasa kebersamaan, serta nilai gotong royong dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, wirid pasukuan berkontribusi penting dalam menciptakan keharmonisan dan stabilitas sosial di Jorong Data Sungai Puar.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU DOMINO TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI PECAHAN DI KELAS IV UPT SPF SD INPRES BERTINGKAT KALUKU BODOA Jannah, A.Miftahul; Sirajuddin, Sirajuddin; Gaffar, Abdul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.44174

Abstract

This research was motivated by the low mathematics learning outcomes of fourth-grade students in fractions at the UPT SPF (School-Based Learning Implementation Unit) of SD Inpres Bertingkat Kaluku Bodoa. This is due to the lack of engaging learning media and low student participation in the learning process. This study aims to determine the effect of using domino cards on students' mathematics learning outcomes in fractions.This study employed a quantitative, quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. The sample size was 66 students, divided into two classes: an experimental class and a control class. Data collection was conducted through pretests and posttests. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing (t-tests).The results showed a difference in learning outcomes between the experimental class using domino cards and the control class using conventional learning. The hypothesis test showed a significance value less than 0.05, therefore, H0 was rejected and H1 was accepted. Therefore, it can be concluded that the use of domino cards significantly improved students' mathematics learning outcomes in fractions.The use of domino cards can increase students' activity, interest, and understanding of the concept of fractions, so that learning becomes more interesting and effective.
Pola Komunikasi dan Relasi Sosial antara Siswa Muslim dan Non Muslim di Sekolah Xaverius Bukittinggi Nurhaliza, Nadia; Gaffar, Abdul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8296

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman agama di Sekolah Xaverius Bukittinggi yang mempertemukan siswa Muslim dan non-Muslim dalam satu lingkungan pendidikan. Perbedaan latar belakang keagamaan tersebut berpotensi menimbulkan jarak sosial apabila tidak diimbangi dengan pola komunikasi yang efektif. Namun demikian, sekolah juga memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran sosial dalam menanamkan nilai toleransi, kerja sama, dan sikap saling menghargai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola komunikasi yang terjalin antara siswa Muslim dan non-Muslim serta bagaimana pola tersebut membentuk relasi sosial yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lingkungan sekolah, wawancara dengan guru dan siswa sebagai informan utama, serta dokumentasi yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan berdasarkan temuan di lapangan, sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pola komunikasi dan dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi antarsiswa berlangsung secara terbuka, inklusif, dan penuh toleransi. Interaksi sosial tercermin dalam kerja sama kegiatan akademik, penghormatan terhadap praktik keagamaan, serta kedekatan emosional melalui kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, dukungan guru dan kebijakan sekolah turut memperkuat terciptanya komunikasi yang harmonis dan minim konflik. Pola komunikasi ini berdampak positif dalam membangun relasi sosial yang saling menghargai, memperkuat sikap toleransi, serta menciptakan lingkungan sekolah yang rukun dan kondusif di tengah keberagaman agama.
Dinamika Perilaku Keagamaan Remaja Melalui Interaksi di Media Sosial di Jorong Pasia Laweh Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuah Ramadhani, Puja; Gaffar, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola keberagamaan remaja. Media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang interaksi dan ekspresi identitas keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengungkap peran media sosial dalam membentuk, memengaruhi, dan merefleksikan perilaku keagamaan remaja di Jorong Pasia Laweh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead sebagai landasan analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan, yang terdiri atas lima remaja, seorang guru ngaji, seorang wali jorong, dan satu orang tua. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keagamaan remaja mengalami dinamika yang kompleks. Media sosial menjadi ruang baru dalam memahami dan mengekspresikan nilai keagamaan melalui konten digital, seperti video dakwah dan kutipan islami. Di sisi lain, tradisi pembelajaran agama di surau dan keluarga tetap dipertahankan. Hal ini menunjukkan adanya integrasi antara praktik keagamaan tradisional dan modern. Dengan demikian, media sosial tidak menggeser nilai religius, tetapi berperan dalam membentuk identitas keagamaan remaja di era digital.
Manajemen Konflik dalam Adat Pernikahan antara Pendatang dan Pribumi di Desa Sungai Aro Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Putra, Aldian Rama; Gaffar, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37902

Abstract

Desa Sungai Aro merupakan wilayah multikultural yang rentan terjadi gesekan sosial, terutama dalam pelaksanaan adat pernikahan antara pendatang dan pribumi. Ketidakpahaman terhadap nilai-nilai adat memicu penolakan terhadap pasangan pendatang yang tidak mengikuti tata cara prosesi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen konflik dalam adat pernikahan antara pendatang dan pribumi di Desa Sungai Aro Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun konflik dalam prosesi adat pernikahan berpotensi mengganggu harmoni sosial, masyarakat bersama tokoh adat dan pemerintah desa mampu menyelesaikannya melalui mekanisme adat seperti mediasi antar kedua belah pihak, berunding atau negosiasi, konsultasi ke Lembaga adat, memanggil pegawai syara’ serta melalukan musyawarah adat. Penyelesaian dilakukan secara terbuka dan mufakat. Langkah-langkah ini tidak hanya meredakan konflik, tetapi juga mempererat hubungan Masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda. Lembaga adat dan pemerintah desa berperan penting menjaga tradisi sekaligus menerima keberagaman budaya.
Inclusive Islamic Education in the Framework of Inter-Religious Harmony: A Study of Mohammad Talbi's Thoughts Gaffar, Abdul; Falah, Riza Zahriyal; Syarif, Zainuddin
Edukasia : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2022): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v17i2.16434

Abstract

The purpose of writing this article is to present a concept of inclusive Islamic education by showing Muslim and Christian relations in the spectrum: “A Common Word” which has a connotative meaning that everything is equal, balanced, and level. Using the study method can reveal the results of the study on the thoughts of Mohammad Talbi. First, it touches on the range of modern Islamic issues and religious issues in general in the context of intra-Islamic relations and the relationship between Islam and other religions, particularly the relationship between Muslims and Christians. Second, building a paradigm of peace among adherents of the "Ibrahim faith" and building awareness that we and followers of other religions are one big family, namely the Ibrahim family (Millah Ibrahim) who can create a world of peace and harmony in diversity. The third ideas of Mohammad Talbi as an instrument in the process of understanding or constructing the historical-sociological-humanist perspective approach. The fourth is the relevance of the Islamic education model.