Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Sumber Polutan dalam Rumah Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Balita di Kecamatan Mariso Kota Makassar Muhammad Saleh; Abdul Gafur; Syahratul Aeni
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.234 KB)

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. ISPA akan menyerang host apabila ketahanan tubuh (immunologi) menurun dan kelompok yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rentan terhadap berbagai penyakit yaitu anak di bawah lima tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan polutan dalam rumah (kebiasaan merokok dan penggunaan obat anti nyamuk terhadap kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Dahlia Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Dahlia kecamatan Mariso Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel penelitian ini adalah balita yang menderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Dahlia Kecamatan Mariso Kota Makassar pada saat pengambilan data yang berlangsung selama 1 bulan. Pengambilan sampel secara random sampling sebanyak 91 responden. Hasil penelitian menunjukkan hubungan polutan dalam rumah yaitu kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada balita dengan nilai (p=0,036), penggunaan obat anti nyamuk dengan nilai (p=0,000). Diharapkan pihak Puskesmas Dahlia memberikan penyuluhan, sosialisasi, informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya peranan rumah sehat (syarat-syarat rumah sehat), PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), pentingnya peranan keluarga di dalam menunjang kesehatan anak (balita), kerentanan pada usia balita (terkait faktor dari dalam diri balita maupun yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Kata Kunci : ISPA, Balita, Polutan
Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Pancana Kab. Barru Muhammad Saleh; Syahratul Aeni; Abdul Gafur; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 2 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.122 KB)

Abstract

Vektor penular DBD adalah nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang biak pada tempat penampungan air berupa genangan air yang tertampung di suatu tempat atau bejana di dalam atau di sekitar rumah atau tempat-tempat umum. Berdasarkan data dari Puskesmas Pancana, jumlah kasus penderita DBD Tahun 2014 = 12 kasus, Tahun 2015 = 77 kasus, dan pada Tahun 2016 = 97 kasus. Desa yang paling tinggi kejadian DBDnya adalah Desa Pancana dengan kejadian DBD pada Tahun 2016 yaitu 30 kasus dengan kejadian DBD tertinggi di Dusun Cenrapole dengan 13 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara menguras TPA, menutup TPA, dan mengubur barang – barang bekas dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Pancana Tahun 2018.Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif jenis survey analitik dengan desain studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua rumah yang ada di Dusun Cenrapole Desa Pancana yaitu 272 rumah. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan metode random sampling dengan jumlah sampel yaitu 162 rumah. Metode analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat.Dari hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara menguras tempat penampungan air dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p value = 0,006), ada hubungan antara menutup tempat penampungan air dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p value = 0,000) dan ada hubungan antara mengubur barang – barang bekas dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p value = 0,000). Kata Kunci : PSN 3M, DBD, Aedes aegypti
Kandungan Mikroplastik Pada Garam di Pasar Terong Kelurahan Bontoala Kota Makassar Muhammad Ikrar Tri Murpa; Alfina Baharuddin; Abdul Gafur
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 1 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.794 KB)

Abstract

Salt is a white, crystalline solid which is a collection of compounds with the largest portion of Sodium Chloride (more than 8%) and other compounds such as Magnesium Chloride, Magnesium Sulfate, Calcium Chlorida, and others. Salt has properties or characteristics which means it is easy to absorb water, bulkdensity (density level) of 0.8 to 0.9 and melting point at a temperature level of 801°C. To determine the microplastic content of salt in the Terong Market, Bontoala Village, Makasaar City in 2019. This type of research is an observational study with a descriptive approach. The results of this study indicate that all salt samples examined at the Marine Ecotoxicology Laboratory, Department of Marine Sciences, Faculty of Marine Sciences and Fisheries, Hasanuddin University, Makassar 100% contain microplastics. The author suggests to the public to pay more attention to the environmental cleanliness of the eggplant market in order to avoid the effects of environmental pollution and reduce the use of excessive plastic. Keywords: Salt, Microplastic, Traditional Market
Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes eegypti di Kelurahan Batua Kota Makassar Tahun 2015 Abdul Gafur; Muhammad Saleh Jastam
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.244 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i1.1977

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang biasa disebut Dengue Haemorragic Fever (DHF) merupakan masalah utama penyakit menular di berbagai belahan dunia. Selama 1 dekade angka kejadian atau incidence rate (IR) DBD meningkat dengan pesat di seluruh belahan dunia. Jumlah kasus cenderung meningkat dan daerah penyebarannya bertambah luas, sehingga pada tahun 1994 DBD telah tersebar keseluruh Provinsi di Indonesia. Faktor-faktor yang mempengaruhi DBD antara lain faktor host, lingkungan, geografi, curah hujan, angin, kelembaban, musim dan kondisi demografi seperti kepadatan penduduk, mobilitas, perilaku, adat istiadat, sosial ekonomi penduduk, serta vaktor agentnya sendiri virus dengue.       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Batua Kota Makassar Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh rumah tangga di Kelurahan Batua. Teknik pengambilan sampel yaitu Quota Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100. Metode analisi data dengan uji kolerasi chi-square.       Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban tidak ada hubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti karena nilai p>α=0.05, faktor perilaku hanya pengetahuan yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti dengan p=0.003 <α=0.05 sedangkan faktor tempat penampungan air (TPA) berdasarkan karakteristik hanya warna TPA yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti dengan p=0.003 <α=0.05.       Diharapkan untuk peneliti selanjutnya yang meneliti tentang Nyamuk Aedes aegypti disarankan mengambil beberapa faktor lainnya yang memungkinkan nyamuk Aedes aegypti ini untuk berkembangbiak. 
Kontaminasi Logam Berat Kadmium dan Kromium serta Batas Konsumsi Kerang Darah (Anadara granosa) di Muara Sungai Tallo Kota Makassar Abdul Gafur; Hasriwiani Habo Abbas
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8 No 1 (2022): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Heavy metal contamination can accumulate in seawater, sediments and marine life that live in it. Marine biota such as Blood clams (Anadara granosa ) contaminated with heavy metals exceeding the allowable threshold will endanger health if consumed by humans. This study aims to determine the content of heavy metals in blood clams (Anadara granosa ) in the Tallo River. Sampling was carried out at four blood clam collection stations in Tallo in June 2021. The results showed that the cadmium content in all sampling locations was abnormal with high cadmium content in each sample location ranging from 0.7671 mg / Kg-0.7942 mg / Kg. The content of heavy metal Cadmium in Blood Shells at all sampling stations was still above the permitted standard of 0.05 mg / kg according to WHO / FAO. The chromium content in blood clams showed that the high chromium content at station 3 was 11.4525 mg / Kg. This level exceeds the maximum limit of metal contamination in food that has been set by FAO / WHO (1979), which is 0.1 mg / Kg for metal chromium (Cr). At stations 1,2 and 4, the chromium content in the Anadara granosa Blood clam in the Tallo River is low. The value of the analysis results at the three stations was always below the limit of the AAS device, namely <0.01 mg / kg. This value is far below the quality standard set by FAO / WHO, which is 0.1 mg / kg. The low chromium content in Anadara granosa shells can be caused by the low chromium content itself in water and sediment. The analysis of the safe limits for consumption of green Blood clam contaminated with heavy metals carried out in this study showed that the good blood clams in the Tallo River were still safe to consume up to 1 kg / week in adults with an average body weight of 60 kg. Keywords : Blood clam, Cadmium (Cd), Chromium (Cr), Safety level for Consumption
Hubungan peran media sosial dengan Perilaku Seks Pranikah Remaja Desa di Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2022 Fairus Prihatin Idris; Abdul Gafur; Andi Asrina; Mira M Radjung
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i1.268

Abstract

Menurut SDKI, terdapat 8% pria dan 2% wanita pernah melakukan perilaku seksual pranikah di usia remaja yaitu 15- 24 tahun. Remaja pria yang melakukan perilaku seksual pranikah karena alasan saling mencintai satu sama lain sebesar 47%, dengan alasan rasa ingin tahu sebesar 34%, dengan alasan telah terjadi sebesar 15%, dengan alasan dipaksa oleh pasangan sebesar 3% dan dipengaruhi oleh teman sebesar 3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran media social dengan perilaku seks pranikah remaha desa di Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja Desa TL yang berjumlah 221 remaja. Sampel dipilih dengan teknik random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 140 remaja. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan crossectiona. Data yang telah dikumpulkan dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat selanjutnya dilakukan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan antara peran media sosial dengan  dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja dengan ρ value 0.024. Diharapkan kepada dinas kesehatan setempat dapat melakukan peningkatan dan pengembangan program pelayanan kesehatan remaja serta program inovatif lainnya sehingga remaja mampu mengakses informasi kesehatan reproduksi dan seksualitas serta menjadi wadah konsultasi mengenai masalah kesehatan reproduksi remaja.
Analisis Risiko Logam Berat Pada Udang Putih Yang Dikonsumsi Petani Tambak Di Biringkassi Kabupaten Pangkep Putri Fitria; Abd. Gafur; Hidayat; Alfina Baharuddin; Nasruddin Syam
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i4.448

Abstract

Sebagian besar pencemaran berasal dari proses industri dan pertambangan, terjadinya pencemaran logam berat pada sebuah perairan biasanya berasal dari masukan air yang terkontaminasi oleh buangan limbah industri dan pertambangan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan analisis risiko keseharan lingkungan (ARKL) dimana faktor-faktor risiko diukur pada waktu yang sama untuk memberikan prediksi besarnya risiko kesehatan akibat logam berat Pb, Cd, dan Cr yang terkandung dalam udang putih (Litopenaeus vannamei). Populasi dalam penelitian ini adalah petani tambak yang mengonsumsi udang putih sebanyak 20 orang. Pengukuran kandungan logam berat Pb, Cd dan Cr pada udang putih dilakukan pada 3 titik sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar logam berat Pb dan Cd tidak terdeteksi kandungannya pada udang putih di tambak Biringkassi sedangkan kandungan Cr terdeteksi pada titik I yaitu 3,68 mg/kg. pada titik II yaitu 3,06 mg/kg, dan pada titik III yaitu 3,40 mg/kg, yang telah melebihi syarat berdasarkan GB 2762 (Global Agricultural Information Network) yaitu sebesar 2,0 mg/kg. Karakteristik risiko pada udang putih di tambak Biringkassi juga dihitung dalam penelitian ini yang dimana, untuk pajanan realtime pada petani tambak adalah 3,97 dan untuk RQ lifetime adalah 235,94. Estimasi karakteristik risiko yang diterima oleh petani tambak tidak aman dari efek non karsinogenik untuk pajanan realtime dan lifetime. Para petani tambak Diharapkan untuk waspada dan mulai mengurangi jumlah asupan udang putih di sekitar tambak Biringkassi yang sudah mulai mengandung Cr agar tidak mengalami risiko Kesehatan terhadap paparan logam berat kromium. Selain itu, Diharapkan pemantauan secara berkala oleh pemerintah terkait pencemaran logam berat khususnya kromium disekitar tambak Biringkassi Kabupaten Pangkep.
Efisiensi Instalasi Pengolahan Air Limbah Dalam Menurunkan Parameter Kimia Di RSUD Lagaligo Kecamatan Wotu Mutiara Abduh; Abd. Gafur; Muhammad Ikhtiar; Alfina Baharuddin; Ayu Puspitasari
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i1.475

Abstract

Air limbah rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran yang sangat cukup besar, apabila tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan rumah sakit dan lingkungan disekitarnya, oleh karena itu limbah cair pada umumnya mengandung mikroorganisme, bahan kimia, bahan beracun   dan   radioktif. Tujuan untuk melakukan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Efesiensi Limbah (IPAL) RSUD I LAGALIGO Kecamatan Wotu Tahun 2022. dalam menurunkan parameter kimia pH, BOD5, COD, TSS, NH3 bebas, Dan PO4-P. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan laboratorium untuk mengetahui efisensi limbah rumah sakit di RSUD I Lagaligo Kecamatan Wotu Tahun 2022. Kesimpulan penelitian ini adalah Pada hasil pemeriksaan limbah cair (Ipal) parameter yang dapat di katakan sangat efisien adalah parameter pada COD    pada sore hari dengan hasil perhitungan 96%. Adapun pada pagi hari titdak efisien dengan jumlah 4%. Pada hasil pemeriksaaan limbah cair (Ipal) parameter yang dapat dikatakan sebagai efisien adalah parameter TSS pada sore hari dengan hasil perhitungan 63%, dan pada pagi hari cukup evisien dengan hasil efisiensi 50%, Pada hasil pemeriksaan limbah cair (Ipal) parameter yang dapat dikatakan cukup efisien adalah parameter PO4p pada sore hari dengan jumlah perhitungan 45%. Dan pada pagi hari kurang efisien dengan jumlah 35%, Pada hasil pemeriksaan limbah cair (Ipal) parameter yang dapat di katakan sebagai kurang efisien adalah parameter NH3 yaitu dengan jumlah perhitungan 30% pada pagi hari dan 25% pada sore hari, Pada hasil pemeriksaan limbah cair (Ipal) parameter yang dapat dikatakan tidak efisien BOD, dimana pada pagi hari 0% dan pada sore hari 6%.
Hubungan Komunikasi dengan Kreativitas Kader Posyandu dalam Mengedukasi Ibu Hamil Tentang Stunting di Puskesmas Marusu : Relationship between Communication and Creativity of Posyandu Cadres in Educating Pregnant Women about Stunting at Marusu Health Center Lallo, Vemita Virginia; Yusriani, Yusriani; Gafur, Abdul
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1906

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: World Health Organization (WHO), telah mengumpulkan data 148,1 juta anak di bawah usia 5 tahun terlalu pendek untuk usianya (stunting), 45,0 juta terlalu kurus untuk tinggi badannya (wasting) dan 37,0 juta terlalu berat untuk tinggi badannya (overweight) pada tahun 2022. Pada tahun 2022 daerah, jumlah kasus stunting mencapai 12,82 %. Sementara pada tahun 2023, menurun menjadi 10,39 %. Puskesmas Marusu prevalensi stunting pada tahun 2022 sebanyak 64 kasus dan pada tahun 2023 yaitu sebanyak 41 kasus. Pada 2024 pada bulan Januari-Juli didapatkan kasus stunting sebanyak 91 kasus. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan komunikasi dengan kreativitas kader posyandu dalam mengedukasi ibu hamil tentang stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan dengan desain penelitian Cross Sectional Study. Lokasi penetilian di Puskesmas Marusu, Kabupaten Maros.Total sampel 123 responden dengan pengambilan sampel populasi. Sumber data ini diambil dari data sekunder 2024. Hasil: Ada hubungan komunikasi (communication) dengan kreativitas kader (p=0.028). ABSTRACT Background: The World Health Organization, has compiled data of 148.1 million children under the age of 5 years too short for their age (stunting), 45.0 million too thin for their height (wasting) and 37.0 million too heavy for their height (overweight) in 2022. In the 2022 region, the number of stunting cases reached 12.82%. While in 2023, it decreased to 10.39%. The Marusu Community Health Center (Puskesmas) had a stunting prevalence of 64 cases in 2022 and 41 cases in 2023. In 2024 in January-July, 91 cases of stunting were found. Objective: To analyze the relationship between communication and creativity of posyandu cadres in educating pregnant women about stunting. Method: This study uses a type of quantitative research with a Cross Sectional Study research design. The research location was at the Marusu Health Center, Maros Regency. The total sample was 123 respondents with population sampling. This data source was taken from secondary data 2024. Results: There is a relationship between communication and cadre creativity (p=0.028).
Kepatuhan Cuci Tangan Dokter dan Perawat dengan Kejadian Infeksi Nosokomial di ICU RSUD Haji Makassar: Handwashing Compliance of Doctors and Nurses with the Incidence of Nosocomial Infections in the ICU of the Makassar Hajj Hospital Fitriatunnisa, Fitriatunnisa; Masriadi, Masriadi; Gafur, Abdul
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1936

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Penyakit infeksi nosokomial yang di peroleh dari rumah sakit berasal dari berbagai macam mikroba patogen yaitu dari sumber endogin ataupun sumber eksogin. Dampak dari infeksi nosokomial di rumah sakit yaitu penambahan waktu jumlah perawatan di rumah sakit, biaya perawatan yang semakin bertambah, dan penurunan citra rumah sakit. Upaya pencegahan infeksi nosokomial yaitu mematuhi kepatuhan teknik cuci tangan. Cuci tangan merupakan proporsi utama dalam upaya preventif karena lebih efektif dan ekonomis sehingga dapat meminimalkan dampak kejadian infeksi nosokomial sebesar 50%. Tujuan: Menganalisis kepatuhan cuci tangan pada dokter dan perawat dengan kejadian Infeksi Nosokomial pada pasien ruang ICU RSUD Haji Makassar propinsi Sulawesi Selatan. Metode: Desain yang digunakan Cross Sectional study. Populasi adalah semua dokter dan perawat di ruang ICU RSUD Haji Makassar (35 orang). Cara pengambilan dengan total sampeling. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan Chi-square. Lalu dilanjutkan dengan menggunakan uji regresi logistik berganda dengan uji regresi dengan pemodelan prediksi. Hasil: Persepsi hambatan cuci tangan memiliki hubungan dengan kejadian infeksi Nosokomial (p0,017), motivasi cuci tangan memiliki hubungan dengan kejadian infeksi Nosokomial (p0,033), sikap mencuci tangan dengan kejadian infeksi Nosokomial (p0,046). Variabel yang memiliki hubungan kuat dengan kejadian Infeksi adalah persepsi hambatan cuci tangan. Kesimpulan: Kepatuhan cuci tangan dokter dan Perawat merupakan salah faktor yang berhubungan dengan Kejadian Infeksi Nosokomial. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah jumlah sampel serta menggunakan metode lain seperti eksperimen. ABSTRACT Background: Nosocomial infectious diseases obtained from hospitals come from various types of pathogenic microbes, namely from endogenous or exogenous sources. The impact of nosocomial infections in hospitals is the addition of the number of hospitalization times, increasing treatment costs, and a decline in the image of the hospital. Efforts to prevent nosocomial infections include adhering to hand washing techniques. Hand washing is the main proportion in preventive efforts because it is more effective and economical so that it can minimize the impact of nosocomial infection incidents by 50%. Objective: To analyze hand washing compliance in doctors and nurses with the incidence of Nosocomial Infections in patients in the ICU room of the Haji Makassar Hospital, South Sulawesi Province. Method: The design used is a Cross-Sectional study. The population is all doctors and nurses in the ICU room of the Haji Makassar Hospital (35 people). The method of collection is with total sampling. Data analysis used Chi-square. Then continued using multiple logistic regression tests with regression tests with predictive modeling. Results: Perception of handwashing barriers has a relationship with the incidence of Nosocomial infections (p0.017), handwashing motivation has a relationship with the incidence of Nosocomial infections (p0.033), handwashing attitudes with the incidence of Nosocomial infections (p0.046). The variable that has a strong relationship with the incidence of infection is the perception of handwashing barriers. Conclusion: Compliance with handwashing of doctors and nurses is one of the factors related to the incidence of Nosocomial infections. Further research is needed by increasing the number of samples and using other methods such as experiments.
Co-Authors A, Adhyatma Abdul Rauf Achmad, Nur Laila Adam Badwi, Adam Addawiyah, Rabiyatul Adilah, Hasnun Ahri, Reza Aril Alfina Baharuddin Alwi, Muhammad Khidri AM, Nasruddin Amaliah, Nur Ananda Putri, Nurul Andi Asrina Andi Darma Kartini Andi Dyan Rezki Devi Chaeruddin Andi Rizki Syamsul Bahri Andry Pratama, Andry Aninditta Putri Fitriyanti Ansharullah Ansharullah Anwar, Fachrizal Anwar, Fahrizal Aris, Ade Reza Syahputra Aris Arlin Adam, Arlin Arman Ayu Puspitasari Batara, Muhammad Jaafie Besse Rismayani Bulqis, Siti Cornelius Rantelangi Dachwani, Aji Achmilya Dailami , Muhammad Dewi Permata Sari Dewi, Citra Satrya Utama Djalipa, Dedy Dwi Risma Deviyanti Dwiandani, Ari Efendi, Sucita Dewi Emilda Kuspraningrum Endah Rantau Itasari, Endah Endah Wahyuning Asih Erwen Martianis, Erwen Martianis Fachrin, Suharni a. Fadil, M. Nizam Ihsan Farida Farida Fira Hardianti S Fitria, Yunita Fitriani, Anisa Fitriani, Supia Fitriatunnisa Fitriatunnisa, Fitriatunnisa Githa, Zargitha Cahyani Moeya Hajra Hamid, Nur Fadhila Hamzah, Wardiah Hidayat Hijaa, La I Gusti Wayan Murjana Yasa Ida Suriana, Ida Idris Idris, Fairus Prihatin Ikhram Hardi S Imam Bachtiar IRWANSYAH Isna Yuningsih Jais, Nurjhanna Jais Jamaluddin Ahmad Jauchar B Jumantan Jumianti Jumianti Karmila Kasrina, Iin Kurniawan Kusumawardhani, Anisa Lallo, Vemita Virginia langi, Cornelius Rante Lestariana, Siti Mahluddin, Nurgitarini Mahmud, Basri Masitah Masitah Masriadi, Masriadi Masropah, Siti Maulani, Nur Aulia Miftakhul Huda Mira M Radjung Moehammad, Khibar Syiar Muh. Khidri Alwi Muhammad Ikhtiar Muhammad Ikrar Tri Murpa Muhammad Rustam Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Jastam Muhammad Subhan Muhammad Syafei, Muhammad Muliyanti Munadhir Munadhir Musviyanti Mutiara Abduh Nadya Nur Zikrina Nasruddin Syam NISPAN RAHMI Nur Hasanah Nur Susi Susanti B. Nur Ulmy Mahmud Nurhalisa, Siti Nurita Affan Nurjannah Nonci Nursiah, Andi Nurul Auliyah Yusuf Nurul Ulfa Mutthalib Panca Sakti, Risnawati Patriani, Novita Patta Dua Permayasa, Nayodi Pramudia, Zulkisam Purwanti, Silviana Putra, Satria Arsaldi Putri Fitria Rahmadani Rahmadani Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman Rande Samben Ratnaningsih, Muliani Razali Razali Riah Ayu Pratami Rusdiah Iskandar Rusdiyah Sudirman Made Ali S. , Ikhram Hardi Sepfriani, Intan Septiyanti Set Asmapane Setyawati, Ria Siti Masyithoh, Siti Siti, Sisti Umira Sonny Sudiar, Sonny Sri Julyani Suheri Jumartika Sukardi Sukma, Rukma Melati Sulistio, Andreas Korsini Sumiaty Sumiaty Sunarto Sunarto Surya, Dedy Rahmana Susanti, Yogita Ayu Dwi Suwenda, Nouvan Syafika, Nurul Syafruddin, A.Ummu Fauziyyah Syahratul Aeni Syahratul Aeni Syahrul Basri Syufina, Nor Laila Ulfa Sulaeman Uril Bahruddin, Uril Wardania, Wardania Wijayanti, Nina Wulandari Maulana, Mulyanti Ayu Yana Ulfah Yayuk Astuti Yudha Pamungkas Yuliati Yuliati - Yunus Tete Konde Yusriani, Yusriani Zainuddin, Abdul Majid Zeid B. Smeer Zikrina, Nadya Nur Zulkarnain Zulkarnain