Claim Missing Document
Check
Articles

Kepatuhan Cuci Tangan Dokter dan Perawat dengan Kejadian Infeksi Nosokomial di ICU RSUD Haji Makassar: Handwashing Compliance of Doctors and Nurses with the Incidence of Nosocomial Infections in the ICU of the Makassar Hajj Hospital Fitriatunnisa, Fitriatunnisa; Masriadi, Masriadi; Gafur, Abdul
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1936

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Penyakit infeksi nosokomial yang di peroleh dari rumah sakit berasal dari berbagai macam mikroba patogen yaitu dari sumber endogin ataupun sumber eksogin. Dampak dari infeksi nosokomial di rumah sakit yaitu penambahan waktu jumlah perawatan di rumah sakit, biaya perawatan yang semakin bertambah, dan penurunan citra rumah sakit. Upaya pencegahan infeksi nosokomial yaitu mematuhi kepatuhan teknik cuci tangan. Cuci tangan merupakan proporsi utama dalam upaya preventif karena lebih efektif dan ekonomis sehingga dapat meminimalkan dampak kejadian infeksi nosokomial sebesar 50%. Tujuan: Menganalisis kepatuhan cuci tangan pada dokter dan perawat dengan kejadian Infeksi Nosokomial pada pasien ruang ICU RSUD Haji Makassar propinsi Sulawesi Selatan. Metode: Desain yang digunakan Cross Sectional study. Populasi adalah semua dokter dan perawat di ruang ICU RSUD Haji Makassar (35 orang). Cara pengambilan dengan total sampeling. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan Chi-square. Lalu dilanjutkan dengan menggunakan uji regresi logistik berganda dengan uji regresi dengan pemodelan prediksi. Hasil: Persepsi hambatan cuci tangan memiliki hubungan dengan kejadian infeksi Nosokomial (p0,017), motivasi cuci tangan memiliki hubungan dengan kejadian infeksi Nosokomial (p0,033), sikap mencuci tangan dengan kejadian infeksi Nosokomial (p0,046). Variabel yang memiliki hubungan kuat dengan kejadian Infeksi adalah persepsi hambatan cuci tangan. Kesimpulan: Kepatuhan cuci tangan dokter dan Perawat merupakan salah faktor yang berhubungan dengan Kejadian Infeksi Nosokomial. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah jumlah sampel serta menggunakan metode lain seperti eksperimen. ABSTRACT Background: Nosocomial infectious diseases obtained from hospitals come from various types of pathogenic microbes, namely from endogenous or exogenous sources. The impact of nosocomial infections in hospitals is the addition of the number of hospitalization times, increasing treatment costs, and a decline in the image of the hospital. Efforts to prevent nosocomial infections include adhering to hand washing techniques. Hand washing is the main proportion in preventive efforts because it is more effective and economical so that it can minimize the impact of nosocomial infection incidents by 50%. Objective: To analyze hand washing compliance in doctors and nurses with the incidence of Nosocomial Infections in patients in the ICU room of the Haji Makassar Hospital, South Sulawesi Province. Method: The design used is a Cross-Sectional study. The population is all doctors and nurses in the ICU room of the Haji Makassar Hospital (35 people). The method of collection is with total sampling. Data analysis used Chi-square. Then continued using multiple logistic regression tests with regression tests with predictive modeling. Results: Perception of handwashing barriers has a relationship with the incidence of Nosocomial infections (p0.017), handwashing motivation has a relationship with the incidence of Nosocomial infections (p0.033), handwashing attitudes with the incidence of Nosocomial infections (p0.046). The variable that has a strong relationship with the incidence of infection is the perception of handwashing barriers. Conclusion: Compliance with handwashing of doctors and nurses is one of the factors related to the incidence of Nosocomial infections. Further research is needed by increasing the number of samples and using other methods such as experiments.
Edukasi Dampak Pestisida dan Pemeriksaan Kandungan Pestisida pada Sumber Air Minum Petani di Desa Borisallo, Kec. Parangloe, Kab. Gowa Abdul Gafur; Sri Julyani; Ulfa Sulaeman
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Januari : Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyaraka
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v2i1.1036

Abstract

Pesticides are used to control pests in farming and plantations, so that agricultural and plantation production can increase. However, the use of pesticides can have a negative impact on the environment and the health of farmers. In fact, it causes poisoning and disease, both acutely and chronically. Farmers are the main work that the community is engaged in in Borisallo Village, Parangloe District, Gowa Regency and is a PKM partner and is a UMI Assisted Village. PKM activities are: (1) Counseling on negative impacts on health due to the use of pesticides, (2) Sanitary inspections and inspection of pesticide content in clean water sources such as wells, (3) Provision of PPE in the form of masks and gloves in spraying pesticides on farmers in Borisallo Village. This activity is funded by the UMI Waqf Foundation. The results of the implementation of PKM (1) Health counseling due to the use of pesticides on farmers in Borisallo Village, (2) Then continued with sanitary inspections and examination of pesticide content in clean water sources such as wells (3) Ended with the provision of PPE in the form of masks and gloves that can be used when spraying pesticides on farmers. It is recommended to have regular health checks on farmers, regular inspections of clean water sources, and technical guidance on how to manage and spray pesticides safely and healthily.
Analisis Standar Tablet Tambah Darah Bagi Ibu Hamil Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 88 Tahun 2014 Terhadap Kasus Anemia Di UPTD Puskesmas Larompong Kab. Luwu: Analysis of Blood Addition Tablet Standards for Pregnant Women Based on Minister of Health Regulation Number 88 of 2014 on Anemia Cases at UPTD Puskesmas Larompong Kab. Luwu Pratama, Andry; AM, Nasruddin; Ahri, Reza Aril; Yusriani, Yusriani; Alwi, Muhammad Khidri; Gafur, Abdul
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1999

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Secara global angka prevalensi defisiensi zat besi masih sangat tinggi pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 43,9%. Prevalensi defisiensi zat besi pada ibu hamil diperkirakan di Asia sebesar 49,4%, Afrika 59,1%, Amerika 28,1% dan Eropa 26,1% (WHO, 2018). Tujuan: Untuk mengidentifikasi tentang efektifitas standar tablet tambah darah bagi ibu hamil berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 88 tahun 2014 terhadap kasus anemia di UPTD Puskesmas Larompong Kab. Luwu. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil: Hasil indikator output dari segi cakupan pemberian TTD di Puskesmas Larompong Kab. luwu berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada koordinator kegiatan pemberian TTD sebesar 80 %. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan kunci dan informan pendukung didapatkan informasi bahwa prevalensi anemia pada kelompok sasaran mencapai 80 % ibu hamil yang mengkomsumsi TTD selama kehamilan tidak mengalami anemia. Kesimpulan: Aspek input merupakan tugas tenaga kesehatan yang terlibat dalam program pemberian TTD. Proses merupakan ketersediaan TTD dilaksanakan melalui jalur pemerintah. Segi output merupakan cakupan program pemberian TTD belum mencapai target SPM dan outcome merupakan jumlah prevalensi anemia pada ibu hamil sebanyak 80% ibu hamil tidak mengalami anemia setelah mengkomsumsi obat TTD. Abstract Background: Globally, the prevalence of iron deficiency is still very high in pregnant women worldwide at 43.9%. The prevalence of iron deficiency in pregnant women is estimated in Asia at 49.4%, Africa at 59.1%, the Americas at 28.1% and Europe at 26.1% (WHO, 2018). Objective: To identify the effectiveness of the standard of blood supplement tablets for pregnant women based on the Minister of Health Regulation number 88 of 2014 on anemia cases at UPTD Puskesmas Larompong Kab. Luwu. Method: The research method used is qualitative research with a descriptive qualitative approach. Results: The results of the output indicators in terms of the coverage of TTD administration at Puskesmas Larompong, Luwu Regency based on the results of interviews conducted with the coordinator of TTD administration activities amounted to 80%. Based on the results of interviews with key informants and supporting informants, information was obtained that the prevalence of anemia in the target group reached 80% of pregnant women who consumed TTD during pregnancy did not experience anemia. Conclusion: The input aspect is the task of health workers involved in the TTD program. Process is the availability of TTD implemented through government channels. The output aspect is the coverage of the TTD program has not reached the SPM target and the outcome is the prevalence of anemia among pregnant women as much as 80% of pregnant women do not experience anemia after consuming TTD drugs.
Distribusi dan Karakteristik Habitat Perkembangbiakan Larva Anopheles di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara Rusdiyah Rusdiyah; Imam Bachtiar; Abd. Gafur; Nayodi Permayasa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1854

Abstract

The high number of malaria cases in Mandailing Natal Regency, especially in the work area of the Siabu Health Center, shows that malaria eradication in Mandailing Natal Regency has not been carried out optimally, so it is necessary to have basic data on bionomic Anopheles mosquito vectors, especially larval breeding habitats. This study aims to identify potential breeding habitats for Anopheles larvae and their distribution through mapping using GPS. Data was collected by observing the potential habitat of Anopheles larvae and observing their physical and biological environment. Observation of Anopheles larvae was carried out using the larval scavenging method. The results showed that the types of Anopheles larvae breeding habitat in the working area of the Siabu Health Center were rice fields and ponds. The water temperature in the breeding habitat ranges from 27oC to 30oC. The entire breeding habitat of Anopheles larvae was exposed to direct sunlight. The salt levels in the breeding habitat was 0‰, with a pH of 7-8. The characteristics of the habitat found in the working area of the Siabu Health Center is a potential breeding ground for Anopheles larvaeKeywords: malaria; Anopheles; larvae; breeding habitat ABSTRAK Masih tingginya kasus malaria di Kabupaten Mandailing Natal terutama di wilayah kerja Puskesmas Siabu, memperlihatkan bahwa pemberantasan malaria di Kabupaten Mandailing Natal belum terlaksana secara optimal, sehingga  perlu adanya data dasar bionomik vektor nyamuk Anopheles, khususnya habitat perkembangbiakan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi habitat perkembangbiakan potensial larva Anopheles dan distribusinya melalui pemetaan dengan GPS. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati habitat potensial larva Anopheles dan mengamati lingkungan fisik dan biologinya. Pengamatan larva Anopheles dilakukan dengan metode pencidukan larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis habitat perkembangbiakan larva Anopheles di wilayah kerja Puskesmas Siabu adalah sawah dan kolam. Suhu air pada habitat perkembangbiakan berkisar 27oC sampai 30oC. Seluruh habitat perkembangbiakan larva Anopheles terkena paparan sinar matahari langsung. Kadar garam pada habitat perkembangbiakan yaitu 0‰, dengan pH 7-8. Karakteristik habitat yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Siabu adalah potensial untuk tempat perkembang biakan larva AnophelesKata kunci: malaria; Anopheles; larva; habitat perkembangbiakan
Gambaran Pemberian Metode 20-20-20 Terhadap Penurunan Keluhan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS) pada Pekerja Pengguna Komputer di PDAM Kota Makassar: Overview of the Effectiveness of the 20-20-20 Method on Reducing Symptoms of Computer Vision Syndrome (CVS) in Computer Users at PDAM Kota Makassar Rahmadani, Rahmadani; Yusriani, Yusriani; Gafur, Abdul; Idris, Fairus Prihatin; Yuliati, Yuliati; S. , Ikhram Hardi
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2128

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Berdasarkan data World Health Organization (WHO) sekitar 2,2 miliar orang mengalami gangguan penglihatan jarak dekat atau jarak jauh. Data American Optometric Association Tahun 2023 kondisi utama yang menyebabkan gangguan penglihatan jarak jauh atau kebutaan adalah katarak (94 juta), kelainan refraksi (88,4 juta), degenerasi makula terkait usia (8 juta), glaukoma (7,7 juta), retinopati diabetik (3,9 juta). Prevalensi Computer Vision Syndrome (CVS) mencapai 64-90% dengan jumlah penderita di seluruh dunia diperkirakan sebesar 60 juta orang dan setiap tahun muncul 1 juta kasus baru. Tujuan: Untuk menganalisis Pengaruh Intervensi Metode 20-20-20 Terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada Pekerja Pengguna Komputer di PDAM Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan Pre-Post Test with Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah kelompok eksperimen 22 responden dan kelompok kontrol 22 responden di PDAM Kota Makassar. Data penelitian dianalisis dengan uji Independent Sample T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil: Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keluhan gejala Computer Vision Syndrome (CVS) antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikan ρ = 0,000 (< 0,05). Saran: Diharapkan untuk instansi menerapkan metode 20-20-20 sebagai bagian dari kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan pekerja diharapkan secara mandiri dan konsisten menerapkan metode 20-20-20 untuk mencegah berkembangnya Computer Vision Syndrome (CVS) serta menjaga kesehatan mata selama bekerja di depan layar computer. ABSTRACT Background: Based on World Health Organization (WHO) data, approximately 2.2 billion people experience near or distance vision impairment. Data from the American Optometric Association in 2023, the main conditions that cause distance vision impairment or blindness are cataracts (94 million), refractive errors (88.4 million), age-related macular degeneration (8 million), glaucoma (7.7 million), diabetic retinopathy (3.9 million). The prevalence of Computer Vision Syndrome (CVS) reaches 64-90% with the number of sufferers worldwide estimated at 60 million people and 1 million new cases appearing every year. Objective: To analyze the Effect of the 20-20-20 Method Intervention on the Incidence of Computer Vision Syndrome (CVS) in Computer User Workers at PDAM Makassar City. Method: This study uses a type of quantitative research with a Quasi Experiment research design with a Pre-Post Test with Control Group Design approach. The sampling technique used purposive sampling technique with the number of experimental groups 22 respondents and control groups 22 respondents at PDAM Makassar City. The research data were analyzed using the Independent Sample T-Test test with a confidence level of 95% (α = 0.05). Results: The results of the Independent Sample T-Test test showed that there was a significant difference in complaints of Computer Vision Syndrome (CVS) symptoms between the experimental group and the control group with a significant value of ρ = 0.000 (<0.05). Suggestion: It is expected that agencies apply the 20-20-20 method as part of the Occupational Health and Safety (OHS) policy and workers are expected to independently and consistently apply the 20-20-20 method to prevent the development of Computer Vision Syndrome (CVS) and maintain eye health while working in front of a computer screen.
Gambaran Kejadian Kecelakaan Kerja pada Petani Sayur di Desa Mooat Sulawesi Utara: Overview of Work Accidents Among Vegetable Farmers in Mooat Village, North Sulawesi Rismayani, Besse; Yusriani, Yusriani; S. , Ikhram Hardi; Idris, Fairus Prihatin; Yuliati, Yuliati; Gafur, Abdul
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2135

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Sektor pertanian, secara global, memainkan peran yang tak terhindarkan dalam kehidupan manusia, melibatkan sekitar setengah dari angkatan kerja dunia. Namun risiko di sektor ini, termasuk tingkat kematian dan cedera yang tinggi, menjadikannya salah satu sektor paling berbahaya di dunia. Sumber data International Labour Organization (ILO) menyatakan bahwa tahun 2018 sekitar 2,78 juta pekerja mengalami kematian setiap tahun akibat kecelakaan dan penyakit ditempat kerja. Badan Asuransi Cedera Kerja Pemerintah Italia (INAIL) mengatakan bahwasanya kurang lebih 50.000 kecelakaan yang melibatkan mesin terdapat pada sektor industri pertanian di tahun 2010, dalam data tersebut, termasuk lebih dari 100 kecelakaan fatal yang menyeret pekerja professional dimana 80 di antaranya dalami oleh petani paruh waktu. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kejadian kecelakaan pada petani sayur di Desa Mooat Sulawesi Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasi analitik dan rancangan cross sectional study. Populasi sebanyak 168 petani sayur dengan menggunakan total sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan regresi linear berganda. Hasil: Terdapat hubungan antara tindakan tidak aman (0,000), dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani sayur di Desa Mooat Sulawesi Utara. Saran: Diharapkan edukasi yang lebih intensif mengenai potensi risiko kecelakaan kerja yang dapat muncul akibat tindakan tidak aman, termasuk kebiasaan bersenda gurau selama bekerja. Sosialisasi yang melibatkan petani secara langsung di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan dampak jangka panjang dari kebiasaan tersebut terhadap keselamatan kerja. ABSTRACT Background: The agricultural sector, globally, plays an unavoidable role in human life, involving about half of the world's workforce. However, the risks in this sector, including high death and injury rates, make it one of the most dangerous sectors in the world. Data from the International Labor Organization (ILO) states that in 2018 around 2.78 million workers died each year due to accidents and diseases in the workplace. The Italian Government's Work Injury Insurance Agency (INAIL) said that approximately 50,000 accidents involving machines occurred in the agricultural industry sector in 2010, in the data, including more than 100 fatal accidents involving professional workers, 80 of which were experienced by part-time farmers. Objective: To determine the circumstances surrounding accidents involving vegetable farmers in Mooat Village, North Sulawesi. Method: This study uses a quantitative research type with an analytical observation method and a cross-sectional study design. The population was 168 vegetable farmers using total sampling. Data the study was analyzed using the Chi Square test and multiple linear regression. Results: There is a relationship between unsafe actions (0.000) and work accidents among vegetable farmers in Mooat Village, North Sulawesi. Suggestion: More intensive education is expected regarding the potential risks of work accidents that can arise due to unsafe actions, including the habit of joking while working. Socialization that directly involves farmers in the field is expected to increase their awareness of the long-term impacts of these habits on work safety.
Analisis Potensi Fraud dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional pada Puskesmas di Kabupaten Wakatobi: Analysis of Fraud Potential in the Implementation of National Health Insurance at the Health Center in Wakatobi Regency Hijaa, La; Fachrin, Suharni A.; Gafur, Abdul
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2141

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Fraud dalam konteks kesehatan merupakan suatu tindakan penipuan atau pemalsuan informasi yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan keuntungan tidak sah atau mengabaikan standar kualitas atau keselamatan dalam pelayanan kesehatan baik secara finansial maupun lainnya dalam sistem kesehatan. Hal ini bisa mencakup pemalsuan data medis, penipuan asuransi, atau pemalsuan dokumen terkait perawatan pasien di unit pelayanan kesehatan. Tujuan: (1) Untuk mendapatkan informasi dan mengkaji secara mendalam mengenai potensi fraud dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional pada Puskesmas di Kabupaten Wakatobi. (2) Untuk menggali secara mendalam faktor tekanan, kesempatan, rasionalisasi dan kemampuan terkait potensi fraud dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional pada Puskesmas Wangi-Wangi dan Puskesmas Wangi-Wangi Selatan di Kabupaten Wakatobi. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuasi kualitatif. Teknik Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi serta FGD. Jumlah informan dalam penelitian yaitu 15 orang yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Pengelola JKN, Dokter IGD Puskesmas, Penanggung Jawab Kamar bersalin, Penanggung Jawab Loket, Penanggung Jawab Apotik, Pasien JKN dan Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan. Hasil: Potensi fraud pada Puskesmas di Kabupaten Wakatobi khususnya Puskesmas Wangi-Wangi dan Puskesmas Wangi-Wangi Selatan dipengaruhi oleh oleh beberapa faktor utama : (1) Tekanan untuk mencapai target yang tinggi yang dirasakan oleh kepala puskesmas dan petugas puskesmas, (2) Kesempatan untuk melakukan penyimpangan yaitu adanya celah dalam pengawasan internal memberi kesempatan kepada petugas untuk mengubah atau melakukan kesalahan dalam penginputan klaim, (3) Rasionalisasi yang dibenarkan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan atau menghindari akibat yang lebih buruk, (4) Ketidakpuasan pasien terhadap biaya tambahan yang mereka harus bayar, (5) Kemampuan individu dalam melakukan fraud cukup tinggi karena adanya akses dan pengetahuan teknis terkait data pasien dan klaim pasien. ABSTRACT Background: Fraud in the context of healthcare refers to acts of deception or falsification of information that are deliberately committed to obtain unlawful gains or disregard quality or safety standards in healthcare services, whether financial or otherwise, within the healthcare system. This can include falsification of medical data, insurance fraud, or falsification of documents related to patient care in healthcare facilities. Objective: (1) To obtain information and conduct an in-depth assessment of the potential for fraud in the implementation of National Health Insurance at Community Health Centers in Wakatobi Regency. (2) To explore in depth the factors of pressure, opportunity, rationalization, and capability related to the potential for fraud in the implementation of National Health Insurance at the Wangi-Wangi Community Health Center and the South Wangi-Wangi Community Health Center in Wakatobi Regency. Method: This study was conducted using a quasi-qualitative method. Data collection techniques included in-depth interviews, observation, documentation, and focus group discussions (FGD). The number of informants in the study was 15 individuals, comprising the Head of the Community Health Center, JKN Administrator, Emergency Room Doctor at the Community Health Center, Head of the Delivery Room, Head of the Registration Desk, Head of the Pharmacy, JKN Patients, and Head of the Health Service Development Division at the Health Department. Results: The potential for fraud at community health centers in Wakatobi Regency, particularly the Wangi-Wangi and South Wangi-Wangi community health centers, is influenced by several key factors: (1) Pressure to achieve high targets felt by community health center heads and staff, (2) Opportunities for misconduct, such as gaps in internal oversight that allow staff to alter or make errors in claim data entry, (3) Justified rationalizations to meet work demands or avoid worse consequences, (4) Patient dissatisfaction with additional costs they must pay, (5) High individual capacity for fraud due to access and technical knowledge related to patient data and claims.
Densitas Dan Karakteristik Habitat Larva Aedes Aegypti Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Makassar Aris, Ade Reza Syahputra Aris; Baharuddin, Alfina; Gafur, Abdul
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 6 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v3i6.879

Abstract

Deman berdarah dengue masih menjadi masalah kesehatan dan ancaman serius di sejumlah wilayah di Indonesia.Tujuan penelitian ini menganalisis densitas larva, yang dihitung berdasarkan house index (HI), container index (CI), dan breteau index (BI), dan menganalisis hubungan karakteristik Tempat penampungan air (TPA) dengan keberadaan larva Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Tamamaung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah kontainer buatan dan alami  yang berada di dalam  dan  di luar 100 rumah di Kelurahan Tamamaung. Sampel diambil dengan teknik metode simple random sampling. Pengamatan larva  Aedes aegypti dengan menggunakan visual larvae method. Hasil univariat menunjukkan nilai HI, CI, dan BI di wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung berturut-turut 28% (DF=4) dengan kategori sedang,  57,44% (DF=9) dan  112 (DF=8) dengan kategori kepadatan tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara keberadaan penutup (p=0.000) dab letak TPA (p=0.001) dengan keberadaan larva Aedes aegypti di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar. Keberadaan larva Aedes aegypti pada suatu habitat berhubungan dengan keberadaan penutup dan  letak TPA. Puskesmas Tamamaung diharapkan dapat memberikan informasi lebih intensif kepada masyarakat mengenai jentik dan nyamuk Aedes sp serta cara pengendalian vector DBD.
Analisis Risiko Paparan Kadmium dan Kromium Melalui Konsumsi Kerang Bakalang pada Kelompok Lanjut Usia di Lantebung, Makassar Zikrina, Nadya Nur; Gafur, Abd.; Syam, Nasruddin
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 25 No 2 (2025): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v25i2.1637

Abstract

Bakalang clam is an important protein source for coastal communities; however, heavy metal contamination may pose health risks, especially to vulnerable elderly populations. This study aims to analyze the non-carcinogenic health risk resulting from cadmium (Cd) and chromium (Cr) exposure through the consumption of bakalang clams by the elderly in the Lantebung coastal area, Kelurahan Bira. Heavy metal concentration data were obtained through laboratory analysis, while consumption data and respondent characteristics were collected through direct surveys. Daily intake was calculated based on consumption frequency and duration, body weight, and averaging time. The Risk Quotient (RQ) was calculated by comparing daily intake with the reference dose (RfD). The results showed that the average concentrations of Cd and Cr in bakalang clams were 0.08 mg/kg and 1.04 mg/kg, respectively. The daily intake values for Cd and Cr were 0.00392 mg/kg/day and 0.051 mg/kg/day, respectively. The RQ values for Cd and Cr were 3.92 and 17.0, indicating a significant potential health risk. This study concludes that the consumption of bakalang clams contaminated with Cd and Cr poses a potential non-carcinogenic health risk to the elderly population in the study area.
The dynamics of regional language attitudes as a cultural asset for sustainable tourism: A study of Balikpapan’s multilingual communities amid IKN development Simatupang, Lisnawaty; Ranti Rustika; Abdul Gafur; Tri Retno Nugroho; Syarif, Febby Rio Pratama
Journal of Rural Tourism Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - June (In Progress)
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jrt.2025.03021296

Abstract

Purpose - This study aims to examine the language attitudes of the Balikpapan community toward regional languages and to explore how these attitudes may influence regional identity and tourism development in the context of the new capital city (IKN) expansion. Method - A quantitative approach was employed, collecting survey data from 384 respondents with a 5% margin of error. Multiple factors influencing language attitudes—environmental, instructional (Indonesian as the language of instruction), family, media, and institutional factors—were analyzed using significance testing to determine their predictive effects. Findings - The results show that environmental factors (Sig. = 0.000) and media/institutional factors (Sig. = 0.029) exert significant positive effects on regional language attitudes. Conversely, the use of Indonesian as a language of instruction (Sig. = 0.012) has a significant negative effect. Family influence (Sig. = 0.533), although theoretically assumed to be the strongest factor, shows no significant impact in shaping respondents’ attitudes. Overall, the Balikpapan community demonstrates attitudes toward regional languages that could be strengthened through targeted interventions such as education-based initiatives, regional language promotion, enhanced family engagement, and the creation of language-friendly public spaces. Originality/Value - This study contributes novel empirical evidence on the sociolinguistic dynamics of a rapidly developing urban area located near the emerging national capital. It highlights how regional language attitudes intersect with cultural identity and tourism development, offering practical insights for policymakers seeking to preserve linguistic heritage while promoting culturally grounded tourism in the era of IKN development.
Co-Authors Abdul Rauf Abdurahman Abdurrahman Ahri, Reza Aril Alfina Baharuddin Alwi, Muhammad Khidri AM, Nasruddin Amaliah, Nur Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ananda Putri, Nurul Andi Asrina Andi Darma Kartini Andi Dyan Rezki Devi Chaeruddin Andi Rizki Syamsul Bahri Andry Pratama, Andry Aninditta Putri Fitriyanti Anwar, Fahrizal Aris, Ade Reza Syahputra Aris Arman Ayu Puspitasari Besse Rismayani Dailami , Muhammad Dewi, Citra Satrya Utama Djalipa, Dedy Emilda Kuspraningrum Endah Rantau Itasari, Endah Endah Wahyuning Asih Fachrin, Suharni a. Fajrul, Rahmat Farida Farida Fira Hardianti S Fita Mustafida Fitriatunnisa Fitriatunnisa, Fitriatunnisa Githa, Zargitha Cahyani Moeya Habibi, Riki Hamid, Nur Fadhila Hamzah, Wardiah Hidayat Hijaa, La I Gusti Wayan Murjana Yasa Ida Suriana, Ida Idris, Fairus Prihatin Ikhram Hardi S Imam Bachtiar Jais, Nurjhanna Jais Lallo, Vemita Virginia Mahluddin, Nurgitarini Marta, Andrik Masitah Masitah Masriadi, Masriadi Mira M Radjung Moehammad, Khibar Syiar Muhammad Ikhtiar Muhammad Ikrar Tri Murpa Muhammad Iqbal Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Jastam Muhammad Subhan Muhammad Syafei, Muhammad Mujahidin, Nakibul Mutiara Abduh Nasruddin Syam Nur Ulmy Mahmud Nurul Ulfa Mutthalib Panca Sakti, Risnawati Patta Dua Permayasa, Nayodi Pramudia, Zulkisam Putri Fitria Qirom, Dian Arfani Rafiani Rahmadani Rahmadani Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman Riah Ayu Pratami Rusdiyah Sudirman Made Ali Rustika, Ranti S. , Ikhram Hardi Septiyanti Setyawati, Ria Simatupang, Lisnawaty Sri Julyani Suheri Jumartika Sukma, Rukma Melati Sulistiono, Muhammad Sumiaty Sunarto Sunarto Supria Susanti, Yogita Ayu Dwi Syafika, Nurul Syafruddin, A. Ummu Fauziyyah Syahratul Aeni Syahratul Aeni Syahrul Basri Syarif, Febby Rio Pratama Tri Retno Nugroho Ulfa Sulaeman Vebritasari Yuliati Yuliati - Yusriani, Yusriani Zikrina, Nadya Nur Zulkarnain Zulkarnain