Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Biografi Umar Bin Khattab: Pelantikan dan Kebijakan Politik Selama Pemerintahan Sampai Wafat Rahmat Justan; Margiono, Margiono; Abdul Aziz; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i2.2741

Abstract

Sejarah peradaban Islam sebagai studi tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan sejarah peradaban sudah tentu akan sangat bermanfaat terutama dalam rangka memberikan sumbangan bagi pertumbuhan atau perkembangan peradaban. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui Biografi Umar Bin Khattab, Pelantikan, Kebijakan Politik Selama Pemerintahan Sampai Wafaf. hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa Umar bin Khattab adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad Saw yang paling menonjol dan dikenal dengan julukan "Al-Faruq," yang berarti "Pemisah yang Benar." Umar lahir sekitar tahun 584 Masehi di Mekah. Sebelum memeluk Islam, Umar adalah seorang yang kuat dan tegas dalam membela kepentingan Quraisy dan menghambat perkembangan Islam. Namun, pada tahun 610 Masehi, dUmar memeluk Islam setelah peristiwa perjumpaannya dengan sahabat Nabi Muhammad, Hamzah bin Abdul Muttalib. Kebijakan khalifah Umar bin Khattab yaitu mendirikan sistem peradilan yang adil dan menegakkan hukum Islam. Umar mendirikan pos-pos perbatasan untuk mengamankan perbatasan negara dan mengatasi ancaman musuh. Umar juga mempromosikan pendidikan dan ilmu pengetahuan, mendirikan sekolah-sekolah dan perpustakaan di seluruh wilayah Islam. Selama pemerintahannya, Umar dikenal karena kesederhanaannya. Umar hidup dengan sederhana dan tidak membiarkan kekuasaan mempengaruhi integritasnya. Umar bin Khattab wafat pada tahun 644 Masehi setelah terbunuh oleh seorang budak murtad. Pemerintahannya dikenal sebagai salah satu masa kejayaan dalam sejarah Islam.
Kompetensi Pedagogik Guru dalam Evaluasi Pendidikan Islam Rahmat Justan; Margiono, Margiono; Abdul Aziz; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i8.4509

Abstract

Artikel ini membahas kompetensi pedagogik guru dalam evaluasi pendidikan islam. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui makna Hakikat kompetensi pedagogik guru dalam evaluasi pendidikan islam tersebut. Metode yang digunakan dalam artikel ini, yaitu kualitatif dan metode kajian library research (pustaka). Teknik pengambilan data yang dilakukan penulis yakni dengan data-data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, baik dari buku, jurnal, dan lain-lain yang relevan dengan tema artikel tersebut Dengan demikian, mengetahui Pengertian kompetensi Menurut Jejen Musfah dalam bukunya yang berjudul peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, menyebutkan bahawa kompetensi adalah kumpulan pengetahuan, perilaku, dan ketrampilan yang harus dimiliki guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan belajar mandiri dengan memanfaatkan sumber belajar. kompetensi pedagogik guru adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan, serta perilaku yang harus dimiliki atau dikuasai oleh guru dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengevaluasi peserta didik.Pengertian evaluasi secara umum baik secara bahasa maupun secara istilah dapatlah dipahami bahwa evaluasi dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk mengukur tingkat keefektifan kegiatan mengajar yang dilakukan oleh seorang guru dan mengukur tingkat penguasaan siswa pada materi mata pelajaran yang telah diajarkan kepada mereka.
Ibnu Sina (Avicenna) Arsyad, Mujahid; Muhammad Zain; Abdurrahim Supardi Usman; Rahmat Nur Hidayat; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6278

Abstract

Ibnu Sina, atau Avicenna, merupakan salah satu ilmuwan dan filsuf besar yang memberikan kontribusi signifikan dalam filsafat dan kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam biografi, pemikiran, dan karya-karya monumentalnya, serta pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui kajian literatur, penelitian ini mengungkap bagaimana Ibnu Sina mengintegrasikan filsafat Aristotelian dengan tradisi Islam dan menghasilkan teori metafisika yang mendalam, termasuk konsep wujud dan esensi serta keabadian jiwa. Di bidang kedokteran, karya monumental Al-Qanun fi al-Tibb menjadi landasan ilmu medis selama berabad-abad, mencakup teori diagnosis, farmakologi, dan pencegahan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Sina dalam filsafat memberikan pengaruh besar pada perkembangan filsafat Islam dan Barat, sementara karya-karyanya dalam kedokteran masih relevan dalam beberapa prinsip medis modern. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya Ibnu Sina sebagai sosok multidimensi yang membentuk dasar perkembangan berbagai disiplin ilmu. Hasil penelitian ini memberikan wawasan baru tentang relevansi pemikiran Ibnu Sina dalam konteks keilmuan kontemporer dan pentingnya melestarikan warisan intelektualnya.
Proses Peralihan Kepemimpinan Dari Nabi Ke Khalifa Abu Bakar As-Siddiq Muhammad Taufiqul Hidayat; Zhalfa Luthfi Fauza; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6397

Abstract

Proses peralihan kepemimpinan dari Nabi Muhammad SAW kepada Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan momen krusial dalam sejarah Islam yang menandai awal sistem kekhalifahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji biografi Abu Bakar As-Shiddiq dan juga mengkaji secara mendalam tentang peralihan kepemimpinan serta masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq. dinamika politik, sosial, dan spiritual yang melatarbelakangi transisi tersebut, termasuk tantangan yang dihadapi umat Islam pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW. Metode Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber primer seperti catatan sejarah, serta sumber-sumber sekunder berupa literatur modern tentang Abu Bakar Ash-Shiddiq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkatan Abu Bakar melalui musyawarah di Saqifah Bani Sa'idah mencerminkan semangat kolektif dalam menjaga persatuan umat. Selain itu, faktor kepribadian Abu Bakar, pengaruhnya selama masa dakwah Nabi, dan dukungan mayoritas sahabat menjadi elemen kunci keberhasilan proses ini. Penelitian ini juga membahas implikasi transisi tersebut terhadap sistem pemerintahan Islam di masa selanjutnya. Dengan demikian, kajian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Islam merumuskan mekanisme kepemimpinan yang bersifat dinamis dan berbasis syura.
Ibnu Rushd (1126–1198 M) Rasionalisme Dalam Islam Dan Pembelaannya Terhadap Filsafat Aristoteles Serta Pengaruhnya Pada Eropa Dan Dunia Barat Muhammad Taufiqul Hidayat; Zhalfa Luthfi Fauza; Candra Swandi; Nurfadilah Hariandani; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6398

Abstract

Ibnu Rushd (1126–1198 M), yang dikenal sebagai Averroes, merupakan tokoh utama dalam sejarah filsafat Islam yang memainkan peran penting dalam mempertemukan pemikiran rasional dengan wahyu. Latar belakang penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Ibnu Rushd mengembangkan konsep rasionalisme dalam Islam, membela filsafat Aristoteles dari kritik teolog Muslim, serta dampak pemikirannya terhadap Eropa dan dunia Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi Ibnu Rushd dalam menyatukan filsafat dan agama serta pengaruh intelektualnya di Barat selama Abad Pertengahan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan analisis sumber primer dan sekunder yang relevan, terutama karya-karya Ibnu Rushd. Analisis dilakukan untuk memahami pemikiran Ibnu Rushd tentang rasionalisme, pembelaannya terhadap Aristoteles, serta dampak ide-idenya terhadap pemikiran di Eropa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Rushd berhasil menunjukkan hubungan harmonis antara akal dan wahyu, menjadikan filsafat sebagai alat untuk memahami kebenaran yang mendalam. Karyanya membela Aristoteles dari kritik teolog Muslim membuktikan bahwa filsafat tidak bertentangan dengan agama. Penelitian ini menegaskan bahwa Ibnu Rushd adalah tokoh sentral dalam perkembangan rasionalisme Islam dan filsafat global, yang perannya sebagai jembatan intelektual antara tradisi Islam dan Barat memberikan dampak signifikan terhadap sejarah pemikiran dunia.
AL-Ghazali (1058-1111 M): Kritik terhadap Filsafat Yunani dalam Islam serta Teologi Asy ‘Ariyah dan Pengaruhnya dalam Sufisme Nasrul Nurdin; Dwi Cahya Oktavianto; Jihan Fahira; Nurwahida Ahmad; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6441

Abstract

Al-Ghazali (1058–1111 M) merupakan salah satu pemikir terpenting dalam sejarah pemikiran Islam, dikenal karena kritiknya yang tajam terhadap filsafat Yunani, khususnya pemikiran Aristotelian dan Neoplatonisme. Dalam karya utamanya, Tahafut al-Falasifah (Kekacauan Para Filsuf). Fokus penelitian juga mencakup Pandangan Al-Ghazali Tentang Ketuhanan Dan Iman, Serta Hubungannya Dengan Kritik Filsafat Yunani. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait kritik Al-Gazali. Penelitian ini menemukan bahwa Teologi Asy‘Ariyah Membentuk Dasar Pandangan Al-Ghazali Tentang Ketuhanan Dan Iman, Serta Hubungannya Dengan Kritik Filsafat Yunani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kritik Al-Ghazali terhadap filsafat Yunani telah memberikan dampak yang signifikan dalam pemikiran Islam. Dengan menekankan batasan akal, pentingnya wahyu, dan relevansi spiritual, Al-Ghazali menawarkan alternatif yang kuat terhadap pendekatan filosofis yang dominan saat itu. Melalui karya-karyanya, ia mengajak umat Islam untuk menyadari pentingnya integrasi antara iman, pengalaman spiritual, dan pemahaman rasional dalam mencari kebenaran.
Ali bin Abi Thalib: Kebijakan Politik dan Peristiwa Tahqim antara Ali dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan Nasrul Nurdin; Rahmad Nur Hidayat; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6443

Abstract

Ali bin Abi Thalib adalah khalifah keempat dari Khulafaur Rasyidin yang memiliki kontribusi besar bagi peradaban Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji biografi Ali bin Abi Thalib, kebijakan politik yang dijalankan, serta peristiwa tahqim antara Ali dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Fokus penelitian juga mencakup penyebab utama terjadinya perang shiffin atau peristiwa tahqim sehingga terjadi perang persaudaraan di antara para sahabat Nabi yang ternyata pelaku utamanya dilakukan oleh Abdullah bin Saba‘ bersama pengikutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait Ali bin Abi Thalib. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan politik Khalifah Ali bin Abi Thalib yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan melakukan reformasi dalam pemerintahannya serta upaya mempersatukan umat Islam, namun peristiwa tahqim yang terjadi justru menjadi titik yang melemahkan posisi Ali sebagai khalifah dan memperparah perpecahan di tubuh umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan Ali berbasis keadilan dan integritas menghadapi tantangan besar dari dinamika politik dan konflik internal serta menciptakan dampak mendalam terhadap sejarah peradaban Islam. Temuan ini penting untuk memahami bagaimana peradaban Islam pada masa lalu dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan peradaban modern.
Pelantikan dan Kepemimpinan Umar bin Khattab: Analisis Biografi dan Kebijakan Politiknya selama Kekhalifahan Wa Ode Rohis Zauman; Abdurrahman, Abdurrahman; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6487

Abstract

Umar bin Khattab, khalifah kedua dalam sejarah Islam, dikenal karena kebijakan politiknya yang revolusioner serta kepemimpinan yang kuat dan adil. Artikel ini mengkaji pelantikan Umar sebagai khalifah dan kebijakan politik yang ia terapkan selama masa pemerintahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pelantikan Umar bin Khattab, mengeksplorasi kebijakan-kebijakan yang diterapkannya, serta menilai dampaknya terhadap pemerintahan Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis historis berdasarkan sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk karya-karya klasik sejarah Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelantikan Umar sebagai khalifah bukan hanya momen transisi kepemimpinan, tetapi juga memicu reformasi besar dalam administrasi negara, sistem ekonomi, dan penegakan hukum. Kebijakan Umar dalam pengelolaan tanah, pembagian zakat, dan sistem pajak terbukti sangat efektif dalam memperkuat stabilitas politik dan sosial. Kebijakannya juga menciptakan sistem pemerintahan yang lebih terstruktur dan transparan. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Umar yang adil dan bijaksana menjadi model bagi pemimpin-pemimpin Islam berikutnya, serta memberikan kontribusi besar dalam pembentukan struktur pemerintahan Islam yang berkelanjutan. Penelitian ini juga menyoroti relevansi kebijakan Umar dalam konteks pemerintahan dan keadilan sosial yang dapat diterapkan di masa kini.
Dinasti Fatimiyah: Sebuah Tinjauan Sejarah Revalina Almusawa; Rezki Siti Hajar; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6495

Abstract

Dinasti Fatimiyah adalah salah satu kekhalifahan Islam yang berdiri pada tahun 909 M dan berpusat di Mesir setelah mendirikan kota Kairo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah Dinasti Fatimiyah, termasuk proses berdirinya, pencapaian dalam bidang politik, ekonomi, dan budaya, serta faktor-faktor yang menyebabkan kejatuhannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder terkait Dinasti Fatimiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Fatimiyah mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan al-Mu’izz li-Dinillah, terutama melalui pembangunan Masjid al-Azhar yang menjadi pusat keilmuan Islam hingga saat ini. Namun, konflik internal, tekanan eksternal, dan krisis ekonomi menjadi penyebab utama kejatuhan mereka pada tahun 1171 M. Warisan budaya dan intelektual Dinasti Fatimiyah, seperti toleransi agama dan pengembangan keilmuan, tetap relevan dalam perkembangan peradaban Islam modern. Kesimpulannya, Dinasti Fatimiyah memberikan kontribusi signifikan terhadap sejarah Islam dan menjadi studi penting untuk memahami dinamika kekuasaan dan keberagaman dalam Islam.
Pemikiran Filsafat AL-Kindi Aiman Abu Khair; Adji Saputra; Nurmiani; Rezki Siti Hajar; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Al-Kindi, pemikiran filsafat Al-Kindi serta pengaruh filsafat Yunani di dunia Islam. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, penulis mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan pembahasan yang penulis lakukan. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini bahwa Al-Kindi merupakan filosof pertama yang menyelami disiplin filsafat dengan menggunakan bahasa Arab sebagai media pengantarnya. Kesulitan yang dihadapi Al-Kindi dalam mengenalkan sesuatu yang masih asing pada kolega-kolega cendekiawan dan orang-orang di zamannya, semakin memotivasinya untuk selalu berupaya menemukan istilah-istilah filsafat Yunani dalam kosa kata bahasa Arab yang memadai. Kontribusi terbesar yang diberikan Al-Kindi adalah terbukanya pintu-pintu filsafat bagi para ilmuwan muslim. Umat muslim pada zaman dahulu amat menentang untuk mempelajari ilmu filsafat, karena dikhawatirkan akan menyebabkan berkurangnya rasa hormat kepada Tuhan. Dasar pemikiran filsafat Al-Kindi berasal dari teks-teks Yunani klasik yang dipadukan dengan keyakinan agama Islam sebagai agama yang dianutnya. Secara umum, dasar pemikiran filsafat Al-Kindi termuat dalam risalah Fi al-Hudud al-Asyya. Berbagai macam pengaruh dari penyebaran filsafat yunani di dalam agama islam itu sendiri, serta berbagai sikap para ulama dan cendikiawan muslim dalam menaggapi fenomena tersebut. Namun dalam masalah ini, tentu perlu dibagi terkait pengaruh positif maupun negatif nya.
Co-Authors Abd. Rahim Razaq Abd. Rahman Getteng Abdul Aziz Abdurahman Abdurrahman Abdurrahim Supardi Usman Abdurrahman Abdurrahman Adji Saputra Adji Saputra Cendana Aiman Abu Khair Al Azhar Al Husnul Khatimah Alfiyyah Nurhidayah Amri Usa Andi Arbaina Fariza Anita Anita Arifuddin Siraj Arsyad, Mujahid Arsyad, Mujahid Mallombasi Aulia Rezkyana Agus Candra Swandi Dwi Cahya Oktavianto Dwi Cahya Oktianto Elce Yohana Kodina Faisal Rifqi fatima azzahra Hamdia Sayyadi Herman Pelani Hijrawati Sehu Jihan Fahira Karmala Karmala, Karmala Kasban, Muhammad Zain Leni Puspitasari Mahyaya Nur Margiono Margiono Margiono Margiono, Margiono Mei, Reski Moh. Natsir Mahmud Muchtar, Achmad Dahlan Muh. Farhi Muh. Niamur Ridho Muhammad Azmi Muhammad Hakil Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Taufiqul Hidayat Muhammad Zain Mujahid Arsyad Muliadi Muslim Nabila Indana Nasrul Nurdin Nur Fitrah Julianti Patta Nurfadilah Hariandani Nurfadillah Apriliah Nurfadillah Nurfadillah NURLIANA NURLIANA Nurman Said Nurmiani Nurul Hasanah Nurul Istiqamah Ishaq Nurul Magfirah Nurul Mawaddah Nurul Rofika Nurwahida Ahmad Rahma Ashari Hamzah Rahmad Nur Hidayat Rahmat Justan Rahmat Justan Rahmat Nur Hidayat Rahmawati Reski Amalia Reski Mei Revalina Almusawa Rezki Auliyah Syukri Rezki Siti Hajar Rieka Kartika Aulia Rahkmat Risda Risda Rofia Masrifah Selfina, Selfina Siti Nurpaida Siti Rumaisha Sitti Muthmainnah Sitti Muthmainnah SRI LESTARI Sry Nur Intan St. Rosmi Sudarni Sudarni Suryani, Aisyah Syamsuddin Tiara Putri Aziza Trye Sunarti H Wa Ode Rohis Zauman Wahida Octaviana Wahyuddin Naro Witasari Zhalfa Luthfi Fauza Zikriadi