Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Farmaka

FORMULASI NANOEMULSI UNTUK MENINGKATKAN KELARUTAN OBAT LIPOFILIK : ARTICLE REVIEW RIFA NURFAUZIAH; TAOFIK RUSDIANA
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2420.246 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17502

Abstract

ABSTRAKPengembangan formulasi obat dan system penghantaran obat sangat pesat. Masalah yang dihadapi saat ini dalam formulasi obat adalah kelarutan zat aktif yang kurang. Hal ini terjadi pada obat dengan BCS kelas II dimana obat memiliki permeabilitas tinggi namun kelarutannya rendah sehingga berdampak pada rendahnya bioavailabilitas. Nanoemulsi merupakan salah satu formulasi yang berperan penting dalam memperbaiki kelarutan obat lipofilik. Tujuan penulisan ulasan artikel ini adalah untuk menguraikan konsep dan teknik nanoemulsi dalam upaya peningkatan bioavailabilitas obat yang kelarutannya rendah dalam air. Metode yang digunakan adalah dengan studi literatur tentang nanoemulsi dari database, pubmed dan medline dengan memasukkan kata kunci nanoemulsi dan SNEDDS. Terdapat banyak sediaan obat oral maupun trandermal yang telah dibuat dalam bentuk nanoemulsi. Sediaan tersebut harus melewati proses karakterisasi dan evaluasi terlebih dahulu sebelum dirilis ke pasaran.  Kata Kunci: nanoemulsi, SNEDDS (Self-nanoemulsifying Drug Delivery System), studi kelarutan, pelepasan obat, stabilitas.  ABSTRACTThe development of drug formulations and drug delivery systems is very rapid. The current problem faced in drug formulation is low solubility of active pharmaceutical ingridients. This problem occurs in BCS class II drug where the drug has a high permeability but low solubility. Nanoemulsis is dosage form Thar plays an important role in improving lipophilic drug solubility. The purpose of this article review is to describe the concept and techniques of nanoemulsion in an effort to increase the bioavailability of drugs Thar has low solubility in water. The method used is a literature study of nanoemulsion from database, pubmed and medline by entering nanoemulsion and SNEDDS keywords. There are many oral or trandermal drug preparations that have been made in the form of nanoemulsion. The preparation must pass through the characterization and evaluation process before being marketed. Keywords: nanoemulsion, SNEDDS (Self-nanoemulsifying Drug Delivery System), solubility studies, drug release, and stability
Peranan Hormon Pertumbuhan Terhadap Penyembuhan Luka Diabetes ARVENDA REZKY PRATAMA; Nasrul Wathoni; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.548 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12483

Abstract

Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oleh insulin. Salah satu komplikasi kronis yang disebabkan oleh diabetes adalah diabetic foot ulcer (DFU) yang disebabkan oleh neuropati perifer dan terganggunya penyembuhan luka. DFU yang parah dapat menyebabkan biaya rumah sakit yang tinggi bahkan hingga amputasi. Tahap-tahap pnymbuhan luka yang terdiri dari hemostatis, inflamasi, proliferasi dan remodeling. Pada review ini dijelaskan peranan hormon pertumbuhan untuk mempercepat penyembuhan luka dan contoh aplikasinya.
METODE PENAMBAHAN SURFAKTAN SEBAGAI SUBSTRAT PG-P UNTUK MENINGKATKAN KELARUTAN OBAT LIPOFILIK : ARTICLE REVIEW Amira Nur Hasanah; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.356 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17620

Abstract

Saat ini, pengembangan obat berkembang cepat dan terus dilakukan. Salah satu permasalahan formulasi yang mempengaruhi efektivitas obat adalah kelarutan, terutama pada obat dengan kelarutan rendah. Obat-obat yang termasuk BCS kelas II mempunyai sifat permeabilitas tinggi dengan kelarutan rendah karena termasuk obat lipofilik. Metode yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan adalah penambahan surfaktan sebagai substrat p-glikoprotein. Tujuan formulasi tersebut adalah mendapatkan bioavailabilitas untuk mencapai efek terapetik. Penambahan surfaktan sudah dibuat dalam berbagai bentuk sediaan, seperti nanokristal, granul, mikroemulsi, dan lain-lain. Hasil dari berbagai penambahan surfaktan dan bentuk sediaan tersebut berfungsi sebagai substrat p-glikoprotein sehingga kelarutan obat lipofilik meningkat dan bioavailabilitasnya menjadi lebih baik. Kata Kunci: surfaktan, BCS kelas II, kelarutan.
REVIEW: Validasi Metode Analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Untuk Penetapan Kadar Uji Disolusi Terbanding Tablet Amoksisilin CINDY MELINDA SOFYANI; Anis Yohana Chaerunnisa; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.209 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17496

Abstract

Amoksisilin adalah suatu antibiotik penicillin berspektrum luas  yang memiliki cincin β-laktam. Amoksisilin digunakan sebagai antibakteri yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan bakteri gram negatif yang rentan.Untuk menilai mutu produk obat baru yang akan dipasarkan perlu dilakukan profil bioekivalensi uji disolusi terbanding untuk dipasarkan. Untuk mendapatkan %terdisolusi perlu mendapatkan kadar amoksisilin terlebih dahulu. Penentuan kadar amoksisilin dilakukan dengan instrumen KCKT. Validasi  metode instrumen sangat diperlukan sebelum penentuan kadar dari amoksisilin. Validasi metode diperlukan agar hasil yang diinginkan akurat, sensitif dan hasil yang didapatkan dapat dipertanggung jawabkan. Validasi yang dilakukan berupa optimasi kondisi kromatografi, penentuan fase gerak, linearitas, akurasi, presisi, LOD dan juga LOQ.Kata Kunci: Amoksisilin, KCKT, Validasi.
PENGGUNAAN DAN PENGEMBANGAN DIETARY FIBER: REVIEW JURNAL NOPI RANTIKA; TAOFIK RUSDIANA
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.802 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17790

Abstract

Pada beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah melakukan penelitian terhadap serat makanan (dietary fiber) yang memeiliki banyak manfaaat kesehatan. Serat pangan merupakan karbohidrat analog  yang tahan terhadap enzim pencernaan dalam usus, serta terfermentasi dengan lengkap atau parsial. Beberapa penelitian telah mengevaluasi manfaat dari serat pangan, diantaranya berperan dalam pencegahan konstipasi dan dalam mengendalikan kadar glukosa serta lipid darah. Sifat fisikokimia dari serat makanan sangat mempengaruhi efek fisiologisa dan teknologi fungsionalitas. Kandungan serat pangan dari berbagai sumber makanan, diantaranya adalah biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran dan buah.
FORMULASI CO-AMORF UNTUK MENINGKATKAN KELARUTAN OBAT BCS KELAS II : ARTICLE REVIEW SABNABILA KHOERUN NISA; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3719.42 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17480

Abstract

Sifat kelarutan pada API (Active Pharmaceutical Ingredients) menjadi masalah penting dalam perkembangan dan formulasi obat. Banyak cara dilakukan untuk memperbaiki kelarutan. Salah satu metode yang dapat dilakukan dengan perubahan bentuk obat dari Kristal menjadi amorf, akan tetapi bentuk tersebut memiliki sifat yang metastabil. Sekarang ini, metode co-amorf yang dikenalkan oleh Chieng, et.al. pada tahun 2009, menjadi metode baru untuk mengatasi kelarutan. Sistem co-amorf dikarakterisasi oleh penggunaan komponen berat molekul rendah yang dicampur menjadi fase tunggal co-amorf yang homogen. Metode ini sedang banyak dilakukan penelitian dan diharapkan memberikan hasil yang menjanjikan untuk mengatasi masalah kelarutan dan bioavailabilitas.Kata Kunci: Sistem formulasi co-amorf, amorf
PEGARUH P-GLYCOPROTEIN (P-GP) TERHADAP BIOAVAIBILITAS SUATU OBAT : REVIEW MULTIANI S LATIF; Taofik Rusdiana; Dolih Gozali
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.528 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.15418

Abstract

Bioavaibilitas merupakan jumlah obat yang masuk kedalam sirkulasi sistemik setelah obat diberikan secara oral. Hal ini  berhubungan dengan efek terapi obat yang dihasilkan. Obat-obat yang memiliki bioavaibilitas rendah maka efek terapi yang dihasilkan sedikit. Salah satu yang menyebabkan hal ini adalah P-glycoprotein (p-gp). P-glycoprotein (p-gp) merupakan anggota dari superfamili transporter ATP binding cassette (ABC) yang berfungsi untuk memompa efluks dari transmembran, pompa tersebut salah satunya berada dalam epitel usus. Hal ini merupakan salah satu masalah serius dalam penemuan obat karena akan membatasi penyerapan obat baru sehingga mempengaruhi bioavaibilitas suatu obat.Kata Kunci : P-glycoprotein (p-gp), Bioavaibilitas, Efek Terapi.
Perbandingan Berbagai Interaksi Obat dengan Herbal: Article Review YUNIKE KARUNIA PUTRI; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.941 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10757

Abstract

Artikel ini mengulas tentang beberapa interaksi antara obat dengan herbal. Dalam artikel ini, data-data mengenai interaksi obat dengan herbal telah dikumpulkan untuk dibandingkan berdasarkan interaksi farmakokinetik. Interaksi farmakokinetik ini dapat terjadi pada beberapa tahap yang meliputi absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi. Parameter farmakokinetik yang diukur antara lain Cmax, Tmax, AUC0-t, T1/2, dan Cl/F. Dari hasil yang didapat, disimpulkan bahwa beberapa memiliki interaksi yang signifikan antara obat dengan herbal, namun ada pula yang tidak terdapat interaksi setelah dilihat dari parameter farmakokinetiknya. Kata kunci: interaksi obat-herbal, interaksi farmakokinetik, parameter farmakokinetik
KARAKTERISASI SERBUK SELULOSA MIKROKRISTAL ASAL TANAMAN RAMI (Boehmeria nivea L. Gaud) Ina Widia; Marline Abdassah; Anis Yohana Chaerunisaa; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2087.59 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.15447

Abstract

AbstrakKarakteristik serbuk merupakan hal yang  penting untuk dipertimbangkan dalam proses pembuatan tablet, salah satunya akan mempengaruhi sifat alir massa cetak. Bahan pengisi tablet yang sering digunakan adalah selulosa mikrokristal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serbuk selulosa mikrokristal hasil isolasi dari tanaman rami.  Metode penelitian ini meliputi penyiapan bahan baku serat rami, isolasi α-selulosa, pembuatan selulosa mikrokristal, dan karakterisasi selulosa mikrokristal. Hasil penelitian menunjukan rendemen selulosa mikrokristal sebesar 56,103%. Hasil karakterisasi serbuk selulosa mikrokristal meliputi reaksi warna, organoleptis, kelarutan, titik lebur, dan pH menunjukan kemiripan karakteristik dengan Avicel® PH 102 sebagai pembanding, kadar kelembapan selulosa mikrokristal hasil isolasi dan Avicel® PH 102 sebesar 0,88% dan 0,56%, laju alir 1,487 g/s dan 2,524g/s, sudut istirahat 28,5o dan 26,194o, kerapatan sejati 1,561 g/cm3 dan 1,533 g/cm3, kerapatan curah 0,326 g/cm3 dan 0,374 g/cm3, kerapatan mampat 0,435 g/cm3 dan 0,483 g/cm3, kompresibilitas 25,057% dan 22,567%, ukuran partikel dengan PSA 81,34 µm dan 129,9 µm. Kata kunci : karakteristik, serbuk, selulosa mikrokristal, rami. AbstractPowder characteristics are important to consider in the process of making tablets, one of which will affect the mass flow properties of the prints. The most commonly used tablet filler material is microcrystalline cellulose. The purpose of this research is to know the characteristic of microcrystalline cellulose powder from isolation from ramie. Methods of this study include preparation of raw materials of ramie fiber, α-cellulose insulation, microcrystalline cellulose manufacturing, and microcrystalline cellulose characterization. The result showed that microcrystalline cellulose yield was 56.103%. The results of characterization of microcrystalline cellulose powders include color reaction, organoleptic, solubility, melting point, and pH shown similarity in characteristic to Avicel® PH 102 as comparison, moisture content of microcrystalline cellulose and Avicel® PH 102 was 0.88% and 0.56%, flow rate at 1.487 g/s and 2.524 g/s, resting angle at 28.5o and 26.194o, true density at 1.561 g/cm3 and 1.533 g/cm3, bulk density at 0.326 g/cm3 and 0.374 g/cm3 , tapped density at 0.435 g/cm3 and 0.483 g/cm3, compressibility at 25.057% and 22.567%, particle size with PSA 81.34 μm and 129.9 μm.  Keywords : characteristics, powders, microcrystalline cellulose, ramie.
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN E-TPGS (D-α-Tocopherol Polyethyleneglycol Succinat) TERHADAP PENINGKATAN KELARUTAN OBAT MOHAMAD APRIANTO PANEO; Taofik Rusdiana; Dolih Gozali
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.045 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.15420

Abstract

Kelarutan merupakan salah satu sifat fisika kimia dari suatu zat terlarut dalam pelarutnya. Kelarutan zat dalam suatu obat berpengaruh terhadap jumlah kadar obat didalam tubuh. Peningkatan kelarutan suatu obat dapat menggunakan beberapa metode, salah satunya dengan menambahkan suatu agen peningkat kelarutan. Vitamin E-TPGS merupakan hasil esterifikasi dari Vitamin E suksinat dengan Polietilenglikol. Vitamin E-TPGS banyak diaplikasikan pada formulasi sediaan obat, karena terbukti dapat meningkatkan kelarutan suatu sediaan obat.Kata kunci : Kelarutan, Vitamin E-TPGS, Obat
Co-Authors Abdasah, Marline Aep W Irwan Aep W Irwan, Aep W Afra, Dinda Nur Ajeng Diantini, Ajeng Alfaqeeh, Mohammed Aliya Nur Hasanah Amelia Soyata Ami Tjitraresmi Amira Nur Hasanah ANANG SUBGHAN Anas Subarnas Anis Khorunisa Anis Khorunisa, Anis Anis Y. Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunnisa Arna Ningsih1, Endah ARVENDA REZKY PRATAMA Asep Nurrahman Yulianto Azizul Hakim Camellia Panatarani CINDY MELINDA SOFYANI Dani Sujana Dessy Ikasari Desy Nawangsari Desy Nawangsari Dewi Mayasari Dewi Mayasari Dewi, Febrina Aulia Dika P. Destiani Dilal Adlin Fadil Dolih Gozali DOLIH GOZALI Dwi Retno Sari Eka Riza Maula ELI HALIMAH Eli Halimah, Eli Elis Lisnawati Elizabeth, Maria Ella Fazila Fadil, Dilal Adlin Fadil, Dilal Adlin FAJAR SETIAWAN Febrina Aulia Dewi Firman Gustaman Firmansya, Ardianes Fitrileni - Fitrileni -, Fitrileni Fitrileni Fitrileni Gracia Anastasya GUSTIN HIDAYATI Hindun, Siti I Made Joni Ina Widia Insyirah, Ariani Iyan Sofyan, Iyan Iyan Sopyan Jajan Solahudin Jajan Solahudin, Jajan Keri Lestari Khairinisa, Miski A. Lana Labibah Lanny Indah Permatasari, Lanny Indah Linda Apriyanti LINDA APRIYANTI, LINDA Lusi Nurdianti, Lusi Lutfi Sulaiman M. Abdul Aziz Prakoso Mardhiani, Yanni Dhiani Mardhiani, Yanni Dhiani Maria Elizabeth Marline Abdasah Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah, Marline Mentari Luthfika Dewi Mohamad Aprianto Paneo Mohammad R. Akbar Muchtaridi Muchtaridi Muhammad Habil Abrar Alhamdra Muhammad Lukman Nur Hakim Multiani S Latif Mutakin Mutakin Nagina Gulab Belali Nagina Gulab Belali Nasrul Wathoni NOPI RANTIKA Norisca A. Putriana Norisca A. Putriana Norisca A. Putriana Norisca Aliza Putriana Norisca Aliza Putriana Patihul Husni PATIHUL HUSNI Patihul Husni Pratama, Rizky Farhan Putri, Norisca A. Putri, Norisca A. Rambia, Ikhsan Ratu Kania, Yulien RENATA VANIA Reti Hindritiani Revika - Rachmaniar RIFA NURFAUZIAH Rizki Akbar Rizki Akbar, Rizki SABNABILA KHOERUN NISA Selifiana, Nita Shinta Lestari Shofiyyah Sayyidah Silvia, Nurfianti Siti Hindun Sri A Sumiwi Sri A Sumiwi, Sri A Sri Adi Sumiwi Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo, Sriwidodo Suseno Amin Suseno Amin, Suseno Suwandi, Deden Winda Tina Rostinawati Wirna Grace Tua Sihombing Yedi Herdiana Yoga Windhu Wardhana Yohana Chaerunisaa, Anis Yuli Agung Prasetyo Yulianto, Asep Nurrahman Yulien Ratu Kania YUNIKE KARUNIA PUTRI Yuti Mutiawati Yuti Mutiawati Yuti Mutiawati, Yuti