Claim Missing Document
Check
Articles

Integrating Google Sites and project-based learning: Development of digital learning media Desri Nora; Aldri Frinaldi; Sumanti; Azmi Fitrisia; Hamsidar; Khoirul Amri Rambe
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol. 13 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v13i1.92949

Abstract

This study aims to develop Google Sites–based learning media integrated with a project-based learning approach for fifth-grade science education and to evaluate its validity, practicality, and effectiveness. The research employed a research and development (R&D) method using the 4D model, consisting of the stages of define, design, develop, and disseminate. The participants were fifth-grade students from three elementary schools: UPT SDN 02 Silaut, UPT SDN 07 Silaut, and UPT SDN 04 Silaut in Pesisir Selatan Regency. Data were collected through validation sheets, practicality questionnaires, and effectiveness tests. The results indicate that the developed media achieved high validity, with material experts rating it at 94%, display experts at 90%, and language experts at 94%, all categorized as “very valid.” Practicality assessments also showed positive responses from teachers (91.73%) and students (89.06%), indicating that the media is “very practical” for classroom use. Furthermore, effectiveness testing demonstrated a significant improvement in student learning outcomes, with the average score increasing from 48.05 in the pre-test to 91.23 in the post-test, resulting in an N-Gain score of 85.47% (high category). These findings suggest that Google Sites–based learning media integrated with project-based learning is a valid, practical, and effective tool for enhancing elementary science learning.
Aksiologi: Peran Filsafat Ilmu Dalam Transformasi Nilai Dalam Masyarakat Syafriandi; Siti Fatimah; Azmi Fitrisia
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2512

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dinamika aksiologis yang terjadi di tengah transformasi masyarakat ke arah revolusi digital, dengan fokus utama pada pergeseran nilai-nilai fundamental dalam masyarakat. Melalui metode literature review, kajian ini menganalisis berbagai sumber akademik, jurnal ilmiah, dan publikasi terkait untuk memahami kompleksitas perubahan aksiologis di era digital. Pendekatan penelitian dilakukan secara sistematis dengan mengkaji literatur dari berbagai disiplin ilmu, meliputi sosiologi, filsafat, antropologi, dan teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengalami transformasi nilai yang signifikan, mencakup pergeseran konsep etika, estetika, logika sosial, dan norma-norma tradisional. Temuan kunci mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi informasi tidak sekadar menjadi alat, melainkan agen transformasi yang mempengaruhi konstruksi nilai-nilai sosial. Artikel ini menawarkan perspektif kritis tentang tantangan aksiologis dalam mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan dinamika masyarakat digital, serta implikasinya terhadap pembentukan struktur sosial di era Society 5.0.
Efisiensi Anggaran Pemerintah Daerah dalam Pespektif Filsafat Ilmu: Sebuah Kajian Literatur Afni Wulandari; Siti Fatimah; Azmi Fitrisia
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i1.367

Abstract

Efisiensi anggaran pemerintah daerah menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pengelolaan keuangan publik. Namun, upaya mencapai efisiensi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penganggaran, tetapi juga memerlukan landasan pemikiran ilmiah yang sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi anggaran pemerintah daerah melalui perspektif filsafat ilmu dengan meninjau tiga dimensi utama: epistemologi, ontologi, dan aksiologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif untuk menelaah konsep filosofis dan relevansinya terhadap praktik penganggaran daerah. Temuan menunjukkan bahwa efisiensi anggaran yang berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila proses kebijakan didasarkan pada pengetahuan yang valid (epistemologis), memahami hakikat kebutuhan publik secara objektif (ontologis), dan berorientasi pada nilai kemaslahatan serta keadilan sosial (aksiologis). Implikasi hasil penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi dimensi filosofis dalam penyusunan anggaran guna mewujudkan kebijakan yang lebih rasional, bernilai, dan efektif bagi masyarakat.
Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran IPS: Peluang Mewujudkan Pembelajaran Kontekstual Aulia Rahmi Putri; Wirdanengsih Wirdanengsih; Erianjoni Erianjoni; Azmi Fitrisia
Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v16i1.14024

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD/MI pada hakikatnya bertujuan membantu peserta didik memahami realitas sosial di lingkungan sekitarnya. Namun, pembelajaran IPS masih sering bersifat teoritis dan kurang kontekstual sehingga materi sulit dipahami peserta didik secara bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar dalam pembelajaran IPS di SD/MI serta relevansinya dengan pembelajaran kontekstual dan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis berbagai penelitian terkait pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menghadirkan realitas sosial secara konkret melalui budaya, tradisi, dan praktik kehidupan masyarakat yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Pemanfaatan kearifan lokal juga mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, serta mampu meningkatkan pemahaman sosial, keterlibatan belajar, dan penguatan karakter peserta didik. Selain itu, Kurikulum Merdeka memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis proyek dan lingkungan sosial budaya sekitar. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan pada kemampuan guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dengan konsep-konsep IPS secara tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang relevan untuk mendukung pembelajaran IPS yang bermakna dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di sekolah dasar.
The Socio-Economic Dynamics of Communities in Sungai Aur District, West Pasaman Regency Aulia Rahmi Putri; Azmi Fitrisia; Paus Iskarni; Fadilla Syahriani
Tarikhuna: Journal of History and History Education Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/thje.v7i1.11357

Abstract

The aim of this research is to analyze the socioeconomic dynamics of the community in Sungai Aur District, West Pasaman Regency, from a historical perspective. A qualitative research method was employed, utilizing interviews, observation and documentation. The findings indicate that in the initial stages of the transmigration program, the community received agricultural land for cultivation to improve economic well-being. However, many residents planted oil palm without adequate knowledge, influenced by the economic success of surrounding areas. Recognizing the geographical unsuitability, some community leaders encouraged the cultivation of more appropriate crops like coffee. Conversely, a portion of the community chose to sell their land to newcomers, thereby losing their primary assets and transitioning to agricultural laborers. This highlights the importance of land management strategies and human resource capacity building in supporting the success of transmigration programs.
HERITAGE TOURISM AND LOCAL ECONOMIC TRANSFORMATION IN BUKITTINGGI NAVIGATING FORMAL AND INFORMAL LIVELIHOODS Ucu Feni; Adri Febrianto; Azmi Fitrisia
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 8, No 2 (2026): July 2026 (In Press)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v8i2.11861

Abstract

This article aim to explain the heritage tourism is widely recognized as a driver of regional economic growth, limited research has examined how historical tourism clusters reshape the daily livelihoods of micro-entrepreneurs in secondary heritage cities. This study investigates how heritage tourism transforms the local economy surrounding four major landmarks in Bukittinggi, Indonesia: Jam Gadang plaza, the Birth House of Bung Hatta, Fort de Kock, and the Lobang Jepang tunnel. Using a qualitative descriptive approach, this study interviewes twelve key informants—including street vendors, craft merchants, local guides, and tourism officials—and combined these narratives with field observations and documentary analysis. The thematic findings reveal that the local tourism economy depends on a symbiotic relationship between formal institutional regulation and informal grassroots trade. Local residents gradually shifted from unstable low-wage labor into tourism-related services, generating higher but highly seasonal incomes. The transformation is further accelerated by the adoption of digital payment systems such as Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). This study introduces the Hybrid-Formal-Informal Tourism Economy Model to explain how informal micro-vendors survive and adapt within institutional heritage spaces. The findings contribute to contempary debates on inclusive urban tourism governance in secondary heritage cities. The study concludes that municipal governments must implement balanced  zoning policies that protect informal livelihoods while preserving the visual and physical authenticity of heritage monuments from commercial overcrowding.
Manfaat Pengetahuan Administrasi Publik Terhadap Kebijakan Publik Berbasis Keadilan Sosial Wike Putri Meilia; Siti Fatimah; Azmi Fitrisia
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2411-2419

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana pengetahuan administrasi publik berkontribusi dalam pembentukan kebijakan publik yang berlandaskan keadilan sosial. Menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini menganalisis berbagai dimensi pengetahuan administrasi publik yang relevan dengan formulasi kebijakan berbasis keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika administrasi publik, Organisasi Publik, Desain Organisasi dan Teori Keputusan  merupakan dimensi-dimensi kunci yang sangat berperan dalam merumuskan kebijakan yang adil dan inklusif. Administrasi publik memiliki kontribusi penting dalam memfasilitasi pembangunan kepentingan publik yang inklusif, membuka ruang partisipasi warga negara, mewujudkan prinsip kesetaraan, dan mengantisipasi tantangan masa depan. Namun, berbagai tantangan seperti ada sejumlah hambatan seperti koordinasi antar lembaga yang kompleks, kurangnya komunikasi efektif, dan persoalan administratif yang masih menghalangi penerapan keadilan sosial dalam kebijakan. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar peran administrasi publik diperkuat melalui penerapan prinsip negara hukum secara konsisten, pelaksanaan good governance yang menyeluruh, serta penanggulangan korupsi dan praktik klientelisme. Pemahaman mendalam tentang administrasi publik menjadi kunci dalam mengarahkan kebijakan agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kebijakan Kenaikan Penghasilan DPR: Analisis Nilai Keadilan, Nilai Kemanfaatan Dan Etika Sosial Ikhwan Naufal Fiqri; Siti Fatimah; Azmi Fitrisia
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2336-2342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan peningkatan pendapatan anggota DPR melalui pendekatan nilai keadilan, kemanfaatan, dan etika sosial, terutama dalam konteks munculnya propaganda publik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan normatif-filosofis, melalui analisis konten terhadap dokumen resmi, berita kredibel, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini gagal secara komprehensif pada nilai dimensi ketiga. Dari aspek keadilan, kebijakan ini melanggar prinsip perbedaan John Rawls karena tidak berpihak pada kelompok yang paling tidak beruntung. Dari aspek kemanfaatan, kebijakan ini menimbulkan lebih banyak kerugian sosial, seperti erosi kepercayaan masyarakat dan ketidakstabilan, dibandingkan keuntungan finansial bagi segelintir elit, sehingga gagal memenuhi prinsip utilitarianisme. Dari aspek etika sosial, kebijakan ini mencerminkan defisit pelayanan publik dan pengabaian tanggung jawab sosial. Disimpulkan bahwa kebijakan peningkatan pendapatan DPR tidak dapat dibenarkan secara moral dan etis, dan penguatan masyarakat merupakan respon logis terhadap kegagalan tersebut.
Tinjauan Epistemologi Sebagai Basis Rasionalitas Dalam Pengambilan Keputusan Kebijakan Publik Hanifah Nilau Putri; Siti Fatimah; Azmi Fitrisia
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2420-2427

Abstract

Pengambilan keputusan dalam kebijakan publik memerlukan landasan epistemologi yang kuat agar prosesnya rasional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran rasionalitas epistemologi dalam filsafat ilmu sebagai dasar pengambilan keputusan kebijakan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi mampu menjembatani antara bukti ilmiah dan nilai-nilai normatif dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik, sekaligus memperkuat legitimasi publik melalui transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, epistemologi terbukti relevan sebagai dasar rasionalitas dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. Dengan demikian kesimpulannya epistemologi memberikan fondasi konseptual yang esensial untuk memperkuat kualitas pengambilan keputusan publik yang rasional, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.