Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Merah Lokal pada Konsumen Rumah Tangga di Kota Padang Mella Indriani Nasution; Rahmat Syahni; Yusmarni Yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 3 (2020): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i3.406

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditi hortikultura yang sering mengalami pelonjakan harga di Kota Padang. Lonjakan harga bawang merah tersebut terjadi karena ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan bawang merah yang ada di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsumen rumah tangga bawang merah lokal di Kota Padang, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang merah lokal, dan untuk mengetahui elastisitas permintaan bawang merah lokal pada konsumen rumah tangga di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan sampel sebanyak 60 konsumen rumah tangga pada lima pasar tradisional terbesar di Kota Padang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan transformasi logaritma natural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden konsumen rumah tangga bawang merah lokal adalah perempuan berusia 46-55 tahun dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap permintaan bawang merah lokal pada tingkat kepercayaan 95 persen adalah harga bawang merah lokal, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, dan selera. Sedangkan harga bawang merah jawa, harga bawang merah impor, harga cabai merah, dan usia responden tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan bawang merah lokal. Elastisitas permintaan bawang merah lokal adalah -2.658 yang menunjukkan bawang merah lokal di Kota Padang bersifat elastis karena pengaruh dari dua barang substitusi yaitu bawang merah jawa dan bawang merah impor.
Resiliensi Pemenuhan Kebutuhan dimasa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Usaha Kecil di Sekitar Perguruan Tinggi, Sekolah dan Tempat Wisata Terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)) Yulistriani Yulistriani; Rika Hariance; Rahmat Syahni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.411

Abstract

Masalah pangan merupakan permasalahan yang menjadi prioritas bagi pemerintah di masa pandemi. Penelitian ini mencoba menemukan bagaimana pemenuhan pangan keluarga sebelum dan dalam masa pandemi pada Usaha Kecil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara terhadap 100 responden yang mendapat penghasilan dari aktivitas berdagang di sekolah, perguruan tinggi dan kawasan wisata yang aksesnya ditutup pada masa pandemi Covid-19. Hasil wawancara di tabulasi kemudian dianalisis dengan SPSS 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden di sekolah dan perguruan tinggi dan 62% di tempat wisata kehilangan pekerjaan pada saat PSBB diberlakukan. Dalam pemenuhan kebutuhan, menggunakan tabungan pada urutan pertama, lalu bantuan pemerintah dan yang ketiga meminjam ke tetangga terdekat. Dalam aktivitas jual beli 60% responden di sekolah dan perguruan tinggi dan 72% responden di tempat wisata melakukan aktivitas jual beli ke tetangga terdekat dan menghindari keramaian. Masalah krisis pangan dimasa pandemi bisa diatasi melalui beberapa alternatif yaitu Pola pemasaran yang terintegrasi, manajemen stok pangan, meningkatkan solidaritas antar warga sehingga dapat mengatasi masa krisis pada saat pandemi dan peningkatan kemampuan dalam penggunaan teknologi pemasaran online sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan bahan pangan dan memudahkan produsen dalam memasarkan produk.
Analisis Usahatani Jagung Pipilan di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman Siti Maharani; Rahmat Syahni; Muhammad Hendri
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i1.217

Abstract

Jagung pipilan merupakan jagung yang telah mengalami pemisahan antara biji dan tongkolnya. Berdasarkan prasurvei dengan petani jagung pipilan yang telah dilakukan, permasalahan yang terjadi di Nagari Aie Tajun lainnya adalah penggunaan pupuk yang belum sesuai anjuran. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan analisis data deskriptif kualitatif dan analisis data kuantitatif. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilapangan dengan melakukan wawancara langsung kepada petani responden. Alat untuk pengumpulan data yaitu kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa petani responden jagung pipilan dalam melakukan budidaya jagung pipilan belum terlaksana sesuai anjuran, hal ini dikarenakan petani jagung tidak memiliki pedoman. Sehingga produksi petani belum mencapai potensi hasil jagung pipilan kering. Penelitian menunjukkan bahwa usahatani jagung pipilan yang dijalankan petani responden menguntungkan.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) Menjadi Teh Gambir Pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sambal di Nagari Talang Maur Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Febrisa Reflia Putri; Rahmat Syahni; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.440

Abstract

n
Analisis Pendapatan Rumah Tangga petani Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Rakyat Sesudah Dilakukan Peremajaan di Kabupaten Pasaman Barat Megawati Megawati; Rahmat Syahni; Rina Sari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.447

Abstract

Replanting adalah suatu proses peremajaan kelapa sawit yang berusia 20-25 tahun dengan cara mengganti dengan kelapa sawit yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik rumah tangga petani yang melakukan peremajaan kelapa sawit dan besarnya pendapatan rumah tangga petani sesudah dilakukan peremajaan kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei, dimana responden pada penelitian ini adalah petani yang ikut serta dalam peremajaan kelapa sawit di KSU Bina Tani Sejahtera sebanyak 33 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik responden. Adapun, besarnya pendapatan rumah tangga petani menggunakan analisis pendapatan rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur petani responden palingbanyak berada di antara 15-64 tahun, berpendidikan SD, serta memiliki jumlah anggota keluarga berkisaran 0-3 orang. Dari segi pekerjaan, sekitar 69,70% petani memiliki pekerjaan utama sebagai petani jagung dan kebanyakan petani tersebut memiliki pekerjaan sampingan sebagai petani kelapa sawit sekitar 42,42% petani. Pada penelitian ini terdapat dua kelompok rumah tangga petani yang melakukan peremajaan yaitu petani yang melakukan peremajaan total dan petani yang melakukan peremajaan sebagian. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh petani yang melakukan peremajaan total yaitu sebesar Rp.43.621.796,88/tahun atau Rp.3.635.149,74/bulan. Disi lain, rata-rata pendapatan rumah tangga petani yang melakukan peremajaan sebagian yaitu Rp.113.984.470,59/tahun atau Rp.9.498.705,88/bulan. Sehingga, disarankan kepada petani untuk melakukan peremajaan sebagian jikalau memiliki lahan kelapa sawit yang luas. Untuk petani yang tidak memiliki lahan kelapa sawit setelah peremajan disarankan untuk mencari sumber pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Merah Lokal pada Konsumen Rumah Tangga di Kota Padang Mella Indriani Nasution; Rahmat Syahni; Yusmarni Yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 2 No. 3 (2020): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i3.406

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditi hortikultura yang sering mengalami pelonjakan harga di Kota Padang. Lonjakan harga bawang merah tersebut terjadi karena ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan bawang merah yang ada di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsumen rumah tangga bawang merah lokal di Kota Padang, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang merah lokal, dan untuk mengetahui elastisitas permintaan bawang merah lokal pada konsumen rumah tangga di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan sampel sebanyak 60 konsumen rumah tangga pada lima pasar tradisional terbesar di Kota Padang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan transformasi logaritma natural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden konsumen rumah tangga bawang merah lokal adalah perempuan berusia 46-55 tahun dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap permintaan bawang merah lokal pada tingkat kepercayaan 95 persen adalah harga bawang merah lokal, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, dan selera. Sedangkan harga bawang merah jawa, harga bawang merah impor, harga cabai merah, dan usia responden tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan bawang merah lokal. Elastisitas permintaan bawang merah lokal adalah -2.658 yang menunjukkan bawang merah lokal di Kota Padang bersifat elastis karena pengaruh dari dua barang substitusi yaitu bawang merah jawa dan bawang merah impor.
Resiliensi Pemenuhan Kebutuhan dimasa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Usaha Kecil di Sekitar Perguruan Tinggi, Sekolah dan Tempat Wisata Terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)) Yulistriani Yulistriani; Rika Hariance; Rahmat Syahni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.411

Abstract

Masalah pangan merupakan permasalahan yang menjadi prioritas bagi pemerintah di masa pandemi. Penelitian ini mencoba menemukan bagaimana pemenuhan pangan keluarga sebelum dan dalam masa pandemi pada Usaha Kecil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara terhadap 100 responden yang mendapat penghasilan dari aktivitas berdagang di sekolah, perguruan tinggi dan kawasan wisata yang aksesnya ditutup pada masa pandemi Covid-19. Hasil wawancara di tabulasi kemudian dianalisis dengan SPSS 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden di sekolah dan perguruan tinggi dan 62% di tempat wisata kehilangan pekerjaan pada saat PSBB diberlakukan. Dalam pemenuhan kebutuhan, menggunakan tabungan pada urutan pertama, lalu bantuan pemerintah dan yang ketiga meminjam ke tetangga terdekat. Dalam aktivitas jual beli 60% responden di sekolah dan perguruan tinggi dan 72% responden di tempat wisata melakukan aktivitas jual beli ke tetangga terdekat dan menghindari keramaian. Masalah krisis pangan dimasa pandemi bisa diatasi melalui beberapa alternatif yaitu Pola pemasaran yang terintegrasi, manajemen stok pangan, meningkatkan solidaritas antar warga sehingga dapat mengatasi masa krisis pada saat pandemi dan peningkatan kemampuan dalam penggunaan teknologi pemasaran online sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan bahan pangan dan memudahkan produsen dalam memasarkan produk.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) Menjadi Teh Gambir Pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sambal di Nagari Talang Maur Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Febrisa Reflia Putri; Rahmat Syahni; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.440

Abstract

n
Analisis Pendapatan Rumah Tangga petani Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Rakyat Sesudah Dilakukan Peremajaan di Kabupaten Pasaman Barat Megawati Megawati; Rahmat Syahni; Rina Sari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.447

Abstract

Replanting adalah suatu proses peremajaan kelapa sawit yang berusia 20-25 tahun dengan cara mengganti dengan kelapa sawit yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik rumah tangga petani yang melakukan peremajaan kelapa sawit dan besarnya pendapatan rumah tangga petani sesudah dilakukan peremajaan kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei, dimana responden pada penelitian ini adalah petani yang ikut serta dalam peremajaan kelapa sawit di KSU Bina Tani Sejahtera sebanyak 33 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik responden. Adapun, besarnya pendapatan rumah tangga petani menggunakan analisis pendapatan rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur petani responden palingbanyak berada di antara 15-64 tahun, berpendidikan SD, serta memiliki jumlah anggota keluarga berkisaran 0-3 orang. Dari segi pekerjaan, sekitar 69,70% petani memiliki pekerjaan utama sebagai petani jagung dan kebanyakan petani tersebut memiliki pekerjaan sampingan sebagai petani kelapa sawit sekitar 42,42% petani. Pada penelitian ini terdapat dua kelompok rumah tangga petani yang melakukan peremajaan yaitu petani yang melakukan peremajaan total dan petani yang melakukan peremajaan sebagian. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh petani yang melakukan peremajaan total yaitu sebesar Rp.43.621.796,88/tahun atau Rp.3.635.149,74/bulan. Disi lain, rata-rata pendapatan rumah tangga petani yang melakukan peremajaan sebagian yaitu Rp.113.984.470,59/tahun atau Rp.9.498.705,88/bulan. Sehingga, disarankan kepada petani untuk melakukan peremajaan sebagian jikalau memiliki lahan kelapa sawit yang luas. Untuk petani yang tidak memiliki lahan kelapa sawit setelah peremajan disarankan untuk mencari sumber pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Analisis Efisiensi Ekonomi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Tahu di Kota Padang Revi, Debby Shintia; Syahni, Rahmat; Khairati, Rusda
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 2 (2023): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i2.467

Abstract

Tahu merupakan salah satu komoditi yang sangat digemari oleh masyarakat. Namun, bahan baku utama pembuatan tahu adalah kedelai impor dengan harga yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi pengolahan kedelai terhadap produksi tahu dan mengetahui efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi tahu di Kota Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei menggunakan 30 produsen tahu yang didapatkan menggunakan metode sensus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan bantuan kuisioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis regresi berganda dengan fungsi Cobb-Douglas dan analisis efisiensi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi bahan baku, tenaga kerja, jam kerja dan mesin giling berpengaruh signifikan terhadap produksi tahu pada agroindustri tahu di Kota Padang dengan koefisien determinasi (R2)= 96,7% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang belum dimasukkan dalam model.Â