Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PENAMBAHAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN KERAPATAN TANAMAN YANG BERBEDA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Dinariani, Dinariani; Heddy, Y. B. Suwasono; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan jagung manis cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya kebu-tuhan jagung manis baik untuk konsumsi langsung dan bahan baku industri pangan. Peningkatan produksi jagung manis dapat dilakukan dengan perbaikan teknik budi-daya, yaitu dengan perbaikan pemupukan dan pengaturan kerapatan tanaman. Per-baikan pemupukan dapat dilakukan dengan penambahan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara perlakuan kerapatan tanaman dan dosis pu-puk kandang kambing pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Desa Landungsari, Kec. Dau, Malang pada bulan April – Agustus 2013. Percobaan ini disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama, kerapatan tanaman terdiri dari 3 taraf, yaitu J1 : 75.556 tanaman ha-1, J2 : 56.667 tanaman ha-1, dan J3 : 45.333 tanaman ha-1. Anak petak, dosis pupuk kandang kambing terdiri dari 5 taraf, yaitu P0 : 0 ton ha-1, P1 : 2,5 ton ha-1, P2 : 5 ton ha-1, P3 : 7,5 ton ha-1, dan P4 : 10 ton  ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman jagung manis dengan tingkat kera-patan tanaman 45.333 tanaman ha-1 diikuti dengan aplikasi pupuk kandang kambing 10 ton ha-1 menghasilkan kadar gula tertinggi sebesar 16,07 brix. Pemberian pupuk kandang kambing pada dosis 10 ton ha-1 mampu meningkatkan hasil panen tongkol segar dengan klobot sebesar 19,46% diban-dingkan tanpa aplikasi pupuk kandang kambing, tetapi tidak berbeda nyata dengan aplikasi pupuk kandang kambing 7,5 ton  ha-1. Kerapatan tanaman 75.556 tanaman ha-1 mampu meningkatkan hasil panen tongkol segar dengan klobot sebesar 41,59% dibandingkan kerapatan tanaman 45.333 tanaman ha-1.Kata kunci : interaksi, kerapatan tanaman, pupuk kandang kambing, tanaman jagung manis
PENGARUH KOMBINASI JUMLAH TANAMAN PER POLYBAG DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VAR. VENUS Wulandari, Etik; Guritno, Bambang; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan mengenai keterbatasan lahan merupakan salah satu kendala dalam meningkatkan produksi komoditas pertanian. Salah satu cara dalam mengatasi masalah keterbatasan lahan adalah dengan menerapkan pertanian perkotaan. Usaha peningkatan produksi mentimun dapat dilakukan melalui berbagai cara salah satunya adalah penanaman pada polybag dengan mengatur komposisi media tanam yang tepat, hal tersebut juga merupakan salah satu cara dalam penerapan pertanian perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi jumlah tanaman per polybag dan komposisi media tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi jumlah tanaman per polybag dan komposisi media tanam, berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman, jumlah daun per tanaman, jumlah bunga per tanaman, luas daun per tanaman, bobot kering total tanaman, fruit set, jumlah buah per polybag, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, dan bobot buah per polybag. Perlakuan 1 tanaman per polybag media tanam campuran tanah+kotoran ayam+pasir (P1M2), 2 tanaman per polybag media tanam campuran tanah+kotoran ayam+pasir (P2M2) dan 3 tanaman per polybag media tanam campuran tanah+kotoran ayam+pasir (P3M3), memberikan pengaruh lebih baik daripada perlakuan yang lainnya pada komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil tanaman mentimun. Kata Kunci: Mentimun, Kombinasi, Komposisi, Media Tanam.
PENGARUH UKURAN BIJI DAN KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Pratama, Hendra Wahyu; Baskara, Medha; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) adalah salah satu tanaman sayur yang mempunyai prospek penting di Indonesia. Kedalaman tanam dan ukuran biji merupakan komponen utama dalam bercocok tanam, hal ini dikarenakan kedalaman tanam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman sedangkan ukuran biji akan mempengaruhi daya perkecambahan benih. Ukuran biji sangat berpengaruh dalam perkecambahan karena dalam biji terdapat cadangan makanan (endosperm) yang sangat berfungsi untuk menyuplai makanan bagi benih saat proses perkecambahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memgetahui pengaruh kedalaman tanam dan ukuran biji terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.). Penelitian ini dilaksanakan di desa Banjardowo, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 16 perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu kedalaman tanam 1,3,5 dan 7 cm, faktor kedua yaitu ukuran biji 4,5,6 dan 7 mm. Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%,apabila berbeda nyata antar perlakuan diuji dengan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi yang nyata pada parameter jumlah daun dan perkecambahan. Perlakuan kedalaman 5 cm dan ukuran biji 7 mm memiliki persentase perkecambahan dan jumlah daun yang lebih baik daripada perlakuan lain. Perkecambahan pada 5 cm dan 7 mm memiliki daya perkecambahan 100 % karena biji 7 mm memiliki energi yang besar untuk tumbuh serta ditunjang kedalaman yang ideal bagi tanaman. Namun, pada parameter hasil kedua faktor tidak menimbulkan interaksi yang nyata pada semua parameter hasil. Kata Kunci: Zea mays saccharata Sturt., Ukuran biji, Kedalaman tanam, Perkecambahan
PENGARUH UMUR PANEN DAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Pradipta, Rangga; Wicaksono, Karuniawan Puji; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan pasar yang meningkat dan nilai ekonomis yang tinggi membuat jagung manis perlu dikembangkan untuk meningkatkan hasil atau produksinya. Akan tetapi selain meningkatkan hasil atau produksi perlu dikembangkan juga bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas dari jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur panen yang tepat dan dosis pupuk kalium yang tepat untuk meningkatkan kualitas jagung manis. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB yang bertempat di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan Kabupaten Malang pada bulan Juli 2013 sampai dengan Oktober 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. dosis pupuk kalium berpengaruh nyata pada bobot segar, bobot kering, dan luas daun pada umur 45 hst. Pada parameter hasil dan kualitas perlakuan umur panen berpengaruh nyata terhadap tingkat kemanisan yaitu yang tertinggi pada umur 83 hst dan yang terendah pada umur 89 hst. Dosis pupuk kalium berpengaruh nyata terhadap bobot tongkol dengan kelobot da bobot tongkol tanpa kelobot. Pada penelitian ini tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan umur panen dan dosis pupuk kalium. Perlakuan dosis pupuk kalium mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas jagung manis. Perlakuan umur panen mempengaruhi kualitas jagung manis.Kata kunci : Jagung Manis, Umur Panen, Kalium, Kualitas
PENGARUH TANAMAN PENUTUP TANAH DAN JARAK TANAM PADA GULMA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Probowati, Rahajeng Arinda; Guritno, Bambang; Suminarti, Titin
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 8 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung dan gulma merupakan satu ke-satuan yang tidak terpisahkan. Penyebab penurunan produksi utama yang sering di-temukan di lapangan adalah adanya gulma. Penelitian dilakukan untuk mengetahui in-teraksi antara perlakuan jarak tanam dan peng-gunaan jenis LCC pada gulma dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) Pe-nelitian ini dilaksanakan di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan, Kab. Malang pada bulan April– Agustus 2013. Percobaan ini disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama, jarak tanam jagung terdiri dari 3 taraf, yaitu -J1 : 50-x30 cm dengan populasi 66.667 ta-naman ha-1, J2 : 60x25 cm dengan populasi 66.667 tanaman ha-1, dan J3 : 75x20 cm dengan populasi  66.667 tanaman ha-1. A-nak petak, jenis LCC terdiri dari 4 taraf, -yaitu L0 : tanpa penggunaan LCC, L1 : Centrosema pubescens, L2 : Crotalaria -juncea, dan L3 : Pueraria javanica. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa dengan jarak tanam 75x20 cm diikuti dengan peng-gunaan Crotalaria juncea mampu me-nurunkan populasi gulma jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Penggunaan jarak tanam 60x25 cm lebih efektif dalam meningkatkan hasil biji ton ha-1 jika di-bandingkan dengan penggunaan jarak ta-nam 50x30 cm dan jarak tanam 75x20 cm. Penggunaan P. javanica mampu me-ningkatkan hasil biji ton ha-1, namun peng-gunaan LCC tersebut tidak berbeda jauh ji-ka dibandingkan dengan penggunaan Cen-trosema pubescens dan Crotalaria juncea. Kata kunci : Interaksi, Jarak Tanam, Penggunaan LCC , Gulma, Tanaman Jagung
STUDI PENGARUH CAMPURAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP KANDUNGAN LOGAM BERAT DAN PERTUMBUHAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Erwiyansyah, Muhammad Jarot; Guritno, Bambang; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur lapindo sidoarjo mempengaruhi lingkungan pertanian dan menyebabkan tanaman mati karena keracunan beberapa unsur hara berlebih. (Thohiron dan Heru. P, 2012). Pemanfaatan lumpur lapindo lapindo sebagai media tanam merupakan upaya agar lumpur lapindo atau lingkungan yang tercemar tetap dapat dimanfaatkan sebagai penanaman tanaman pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Kurnia Farm Organik, Kecamatan Sukun, Malang, Jawa timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh campuran lumpur lapindo sebagai media tanam terhadap kandungan logam berat dan pertumbuhan tanaman sawi hijau. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan media L1 (100 % lumpur lapindo), L2 (75 % lumpur lapindo : 25 % kompos kotoran sapi), L3 (50 % lumpur lapindo : 50 % kompos kotoran sapi), L4 (35 % lumpur lapindo : 25 % kotoran sapi : 40 % tanah), L5 (25 % lumpur lapindo : 25 % kompos kotoran sapi : 50 % tanah), L6 (10 % lumpur lapindo : 50 % kompos kotoran sapi : 40 % tanah) dan L7 (100 % tanah). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman dari umur 21-35 HST. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan L1 tidak dapat tumbuh pada umur tanaman 21, 28  dan 35 HST. Perlakuan L3 ialah perlakuan yang efektif dalam meningkatkan luas daun dan bobot segar tanaman. Pada media yang tercemar lumpur lapindo ringan, menunjukkan serapan logam berat yang tinggi pada tanaman yang ditunjukkan pada perlakuan L6. Kata kunci: Lumpur Lapindo, Brassica juncea L., Logam berat, Perumbuhan.
PENGARUH PENCACAHAN BERBAGAI MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN dan HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Pradana, Taufik Adi; Nugroho, Agung; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai adalah salah satu komoditas pangan yang penting di Indonesia. Tanaman kedelai akan tumbuh dengan baik apabila persyaratan tumbuhnya terpenuhi dengan melakukan teknik budidaya yang tepat. Oleh karena itu, mulsa adalah salah satu dari teknik budidaya yang tepat diterapkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman kedelai tersebut. Pengaruh yang ditimbulkan akibat pemulsaan bergantung pada tingkat ketebalan dan bahan dari mulsa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, serta untuk menentukan mulsa organik yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di STTP Lawang yang terletak di Perumahan Ijen Nirwana Kota Malang, pada bulan Juni sampai Agustus 2014. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan mulsa organik dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa organik jerami tanpa cacah dapat meningkatkan secara nyata tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah polong pertanaman, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji, hasil biji per hektar. Perlakuan mulsa jerami tanpa cacah menghasilkan hasil panen lebih besar 1,94 ton ha-1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemberian mulsa dengan peningkatan hasil sebesar 78 %. Kata kunci: Kedelai, mulsa organik, budidaya kedelai
PENGARUH KOMBINASI PROPORSI PEMUPUKAN NITROGEN DAN KALIUM PADA PERTUMBUHAN, HASIL DAN KUALITAS TANAMAN UBI JALAR (Ipomea Batatas (L.) Lamb) VARIETAS CILEMBU PADA DATARAN RENDAH Pahlevi, Reza Widhi; Guritno, Bambang; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Varietas Cilembu adalah salah satu diantara berbagai verietas ubi jalar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga digemari masyarakat diberbagai wilayah. Penelitian yang bertujuan: (1) untuk mempelajari pengaruh nitrogen dan kalium pada pertumbuhan dan hasil serta kualitas dari tanaman ubi jalar Cilembu DAN (2) untuk menentukan proporsi pemupukan nitrogen dan kalium pada pertumbuhan dan hasil serta kualitas dari tanaman ubi jalar Cilembu yang ditanam di daerah dataran rendah Jatikerto. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga bulan Juni 2014 di Kebun percobaan Universitas Brawijaya, yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan meliputi stek pucuk tanaman ubi jalar varietas cilembu yang telah berumur 2 bulan, pupuk kompos, pupuk N (Urea), pupuk P (SP 36) dan pupuk K (KCl). Rancangan lingkungan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok sederhana yang terdiri dari 8 perlakuan, yaitu (P0) 100% N : 100% K, (P1) 0% N : 150% K, (P2) 25% N : 125% K, (P3) 50% N : 100% K, (P4) 75% N : 75% K, (P5) 100% N : 50% K, (P6) 125% N : 25% K, dan (P7) 150% N : 0% K dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil panen tertinggi yaitu sebesar 36,417 ton ha-1 didapatkan pada pemberian N sebesar 82,9 % atau setara dengan 265 kg ha-1 Urea. Sedangkan pada pemupukan K, hasil panen tertinggi yaitu sebesar 37,141 ton ha-1 didapatkan pada aplikasi K sebesar 65,9 % K atau setara dengan 219,64 kg ha-1 KCl. Kata kunci: Ubi Jalar CIlembu, Dataran Rendah, Pupuk Nitrogen, Pupuk Kalium.
APLIKASI HERBISIDA 2,4-D DAN PENOXSULAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Budhiawan, Arif; Guritno, Bambang; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknik budidaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi sawah yaitu dengan mengurangi persaingan antara tanaman dengan gulma. Pengendalian dengan kimiawi merupakan salah satu cara mengurangi pertumbuhan gulma di pertanaman padi. Cara kimiawi merupakan cara yang praktis, efektif dan efisien untuk mengendalikan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari aplikasi herbisida 2,4-D dan penoxsulam dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi sawah serta menentukan dosis aplikasi herbisida 2,4-D dan penoxsulam baik secara tunggal maupun campuran dalam mengendalikan gulma pada tanaman padi sawah. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2014 di Desa Campurasri, Ngawi. Penelitian menggunakan  Rancangan Acak Kelompok sederhana, dengan menempatkan 11 perlakuan yaitu H1 : kontrol herbisida 2,4-D; H2 : 2,4-D 11,25 kg ha-1; H3 : 2,4-D 22,5 kg ha-1; H4 : 2,4-D 33,75 kg ha-1;  H5 : kontrol herbisida penoxsulam; H6 : penoxsulam 200 ml ha-1;  H7 : penoxsulam 400 ml ha-1;  H8 : penoxsulam 600 ml ha-1; H9 : 2,4-D 11,25 kg ha-1 dan penoxsulam 200 ml ha-1; H10 : 2,4-D 22,5 kg ha-1 dan penoxsulam 400 ml ha-1; H11 : 2,4-D 33,75 kg ha-1 dan penoxsulam 600 ml ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan herbisida 2,4-D 11,25 kg ha-1 dan penoxsulam 200 ml menghasilkan bobot kering total tanaman dengan peningkatan sebesar 34,62 % dibandingkan dengan kontrol. Pada produksi tanaman padi peningkatan terjadi sebesar 29,77 % pada perlakuan herbisida 2,4-D 33,75 kg ha-1 dan penoxsulam 600 ml dibandingkan dengan kontrol. Kata kunci: Padi Sawah, Herbisida 2,4-D, Herbisida Penoxsulam, Gulma.
PENGARUH POSISI DAN WAKTU DEFOLIASI DAUN PADA PERTUMBUHAN, HASIL DAN MUTU BENIH JAGUNG (Zea mays L.) VAR. BISMA Satriyo, Taufik Adi; Widaryanto, Eko; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi jagung (Zea mays L.) mempunyai peranan yang penting dalam pengembang-an industri di Indonesia.  Komoditi jagung menjadi bahan baku industri pengolahan pangan dan industri pakan ternak. Pada umumnya petani melakukan defoliasi seluruh daun dan menyisakan satu daun di bawah tongkol dengan tidak memperhitung-kan umur tanaman. Padahal, penurunan translokasi asimilat pada tanaman dapat mengurangi pertumbuhan, hasil dan mutu benih, apabila defoliasi daun tidak mem-perhatikan posisi, jumlah dan waktu defoliasi daun yang tepat. Pada penelitian ini dilakukan defoliasi daun pada beberapa posisi daun dan waktu defoliasi untuk mengetahui kombinasi perlakuan yang tepat guna meningkatkan pertumbuhan hasil dan mutu benih jagung. Bahan yang digunakan adalah benih jagung varietas Bisma, kertas merang, insektisida dan pupuk. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2014 di UPT Pengembangan Benih Palawija, Singosari-Malang. Sedangkan metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen pertumbuhan dan hasil. Pada perlakuan defoliasi daun di atas dan bawah tongkol pada 77 HST atau perlakuan DAB 77 menunjukkan hasil berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan kontrol (D0). Perlakuan DAB 77 berpengaruh nyata pada akhir pengamatan 109 hari setelah tanam yang mampu meningkatkan berat kering total tanaman dari 343,3 g tan-1 menjadi 392,3 g tan-1 atau dapat meningkat-kan sebesar 12,49% dibandingkan D0. Pada hasil panen  perlakuan DAB 77 mampu meningkatkan 6,901 t ha-1 menjadi 8,898 t ha-1 pipilan kering atau dapat meningkatkan hasil panen sebesar 22,44% dibandingkan D0. Sementara viabilitas benih bertahan baik dengan lama pe-nyimpanan selama 3 bulan dengan kadar air benih 9-12%.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adjie, Kemal Setia Aini Nurul Aini, Nurul Ainiya, Sri Khusnul Andita, Rossala Putri Andita, Rossala Putri Angga Wahyu Prasetyo, Angga Wahyu Angraeni, Dwi Septa Angraeni, Dwi Septa Aprilyanto, Wahyu Aprilyanto, Wahyu Arifin Noor Sugharto, Arifin Noor Arifin Noor Sugiharto Arifin, Mirza Febriansyah Bambang Dwi Argo Bancin, John Pradana Bancin, John Pradana Budhiawan, Arif Budhiawan, Arif Danang Pristiwanto, Apri Adiya Danang Pristiwanto, Apri Adiya Dewanti, Pradnya Cahya Dewanti, Pradnya Cahya Dewi, Aprillia Kusuma Didik Suprayogo Dinariani Dinariani Dinariani, Dinariani Diovany Tirtana Dzikrika, Ferziana Nurmeilinda Eko Widaryanto Elizabeth, Murnita Erwiyansyah, Muhammad Jarot Erwiyansyah, Muhammad Jarot Etik Wulandari Fatmayanti, Nadya Fatmayanti, Nadya Hadi, Firno Haniek Listyorini Hartati, Henny Susilo Retno Heddy, Y. B. Suwasono Hendra Wahyu Pratama Hendrajaya Hendrajaya, Hendrajaya Heri Prabowo Hidayat, Hasbi Shidqi Ilmam Husni Thamrin Sebayang Janah, Dika Chiqmatul Janah, Dika Chiqmatul Johanna Maria Rotinsulu Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Kiki Puspitasari Kurniatun Hairiah Kurniawati, Alfiyah Kurniawati, Alfiyah Laraswati Lita, Tifani Nova Maria Th, Aletta Dewi Medha Baskara Muhammad, Alif Almer Murnita Elizabeth Nainggolan, Alexander Nainggolan, Alexander Ninuk Herlina Nisaa, Annita Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nugraheni, Krisnawati Setyaningrum Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Edy Suminarti Nurcahya, Athariq Ozzy Nurcahya, Athariq Ozzy Pahlevi, Reza Widhi Pahlevi, Reza Widhi Paramaditya, Intan Paramaditya, Intan Permadi, Diki Yuse Permadi, Diki Yuse Pradana, Adwar Ardhi Pradana, Adwar Ardhi Pradana, Taufik Adi Pradana, Taufik Adi Pradipta, Rangga Prasetyo, Angga Wahyu Pratama, Hendra Wahyu Probowati, Rahajeng Arinda Purboningtyas, Ditasari Puspitasari, Kiki Rahajeng Arinda Probowati Rahayu, Enik Ramlah, Shinta Yuni Asri Ramlah, Shinta Yuni Asri Rangga Pradipta Rifa Cahyaningtyas, Rifa Rini Yulianingsih Risyanti, Yustina Denik Rizqullah, Helmi Rizqullah, Helmi Roedy Soelistyono Rosyidah, Nurhayati Rosyidah, Nurhayati Samtono . Sardjono Soekartomo Satriyo, Taufik Adi Satriyo, Taufik Adi Sebayang, Husni Thamrin Setyono Yudo Tyasmoro setyowidianto, eko purnomo Sibarani, Roysteven R. Sinaga, Ayu Sartika Sinaga, Ayu Sartika Sitawati Sitawati Soehari, Hartoyo Soekartomo, Sardjono Sri Yulianto Fajar Pradapa Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso sukmana, Ari Sukmana, Ari Sumemi, Alifiani Indri Suminarti, Titin Supriyadi, Andhi Supriyanto , Sapto Supriyanto, Sapto Tamura, Panji Tamura, Panji Tarihoran, Pritty Nahangken Taufiqurrahman, Moh. Taufiqurrahman, Moh. Tifani Nova Lita Titiek Islami Titin Sumarni Titin Suminarti Uma Khumairoh Uma Khumairoh Vivedru, Faranissa Anggi Vivedru, Faranissa Anggi Widagdo, C Susmono Wulandari, Etik Wulandari, Puput Wulandari, Puput Y. B. Suwasono Heddy