p-Index From 2021 - 2026
4.862
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya MEDIA ELEKTRIKA Traksi : Majalah Ilmiah Teknik Mesin Reaktor International Journal of Science and Engineering (IJSE) International Journal of Renewable Energy Development Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan METANA Jurnal Ilmu Lingkungan Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Prosiding Seminar Biologi JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Waste Technology Agrointek Jurnal technoscientia Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan Journal of Engineering and Technological Sciences Majalah Ilmiah MOMENTUM Emerging Science Journal Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Indonesia Journal of Halal Culturalistics: Journal of Cultural, Literary, and Linguistic Studies Food Science and Technology Journal (Foodscitech) Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi ASEAN Journal of Chemical Engineering Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Jurnal Litbang Kota Pekalongan Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Journal of Bioresources and Environmental Sciences METAL : Jurnal Sistem Mekanik dan Termal Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Journal of Emerging Science and Engineering Journal of Bioresources and Environmental Sciences International Journal of Renewable Energy Development Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis Jurnal Sains Materi Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

An Overview of Biocement Production from Microalgae Dessy Ariyanti; Noer Abyor Handayani; Hadi Hadiyanto
International Journal of Science and Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.797 KB) | DOI: 10.12777/ijse.2.2.31-33

Abstract

The invention of microorganism’s involvement in carbonate precipitation, has lead the exploration of this process in the field of construction engineering. Biocement is a product innovation from developing bioprocess technology called biocementation. Biocement refers to CaCO3 deposit that formed due to microorganism activity in the system rich of calcium ion. The primary role of microorganism in carbonate precipitation is mainly due to their ability to create an alkaline environment (high pH and DIC increase) through their various physiological activities. Three main groups of microorganism that can induce the carbonate precipitation: (i) photosynthetic microorganism such as cyanobacteria and microalgae; (ii) sulphate reducing bacteria; and (iii) some species of microorganism involved in nitrogen cycle. Microalgae are photosynthetic microorganism and utilize urea using urease or urea amidolyase enzyme, based on that it is possible to use microalgae as media to produce biocement through biocementation. This paper overviews biocement in general, biocementation, type of microorganism and their pathways in inducing carbonate precipitation and the prospect of microalgae to be used in biocement production.  Keywords— Biocement, Biocementation, Microalgae, CaCO3 precipitation
KOMPARASI KARAKTERISTIK TEKSTURAL BAKSO BERSUBSTITUSI TEPUNG PORANG DENGAN BAKSO KOMERSIAL UKM SEHATI Dyah Hesti Wardhani; Heri Cahyono; Purwanto Purwanto; Hargono Hargono; Siswo Sumardiono; Hadiyanto Hadiyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.564 KB)

Abstract

Bakso merupakan salah satu olahan daging yang disukai berbagai kalangan masyarakat. Kekenyalan merupakan salah satu parameter yang dijadikan acuan konsumen dalam menentukan tingkat kesukaan terhadap produk bakso. Untuk mencapai tingkat kekenyalan tertentu, beberapa produsen menambahkan bahan kimia dalam adonan baksonya. Dengannn   semakin tinggi kewaspadaan masyarakat terhadap penggunaan bahan kimi pada makanan maka perlu dicari alternatif pengenyal alami sebagai penggantinya. Salah satu  bahan alami yang bisa digunakan sebagai pengenyal adalah tepung porang yang mengandung glukomanan tinggi. Pada paper ini tampilan dan karakteristik fisik antara bakso komersial UKM Sehati dan bakso dengan substusi tepung porang akan dibandingkan tampilan dan diuji menggunakan texture analizer. Meskipun pada adonan mentah, masing-masing campuran mempunyai warna yang sangat berbeda, tetapi setelah proses pemasakan warna bakso yang dihasilkan relative serupa. Hanya hardness bakso bersubstitusi tepung porang yang meningkat dibanding sampel lain, sedangkan cohesiveness, springiness, dan adhesiveness-nya tidak berbeda secara signifikan. Hasil ini menunjukan tepung porang berpotensi sebagai substitusi bahan kimia pada bakso.Kata kunci: bakso, glucomannan, porang
EFFLUENT TREATMENT OF PHARMACEUTICAL INDUSTRY BY USING SUBSURFACE FLOW WETLAND SYSTEM Mega Anggraeni; Henna Rya Sunoko; Hadiyanto Hadiyanto
Waste Technology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.897 KB) | DOI: 10.14710/2.1.8-12

Abstract

Constructed wetland is one of the alternatives to increase water quality before it flowed into waterways. Sub Surface Flow Wetland System is one type of the constructed wetland for waste water treatment which is using symbiotic relation between water plants and microorganism around rooting system (rhizosphere) in media. Cyperus alternifolius and Canna indica, L. as well as gravel and sand media are plants and medias that can be used in constructed wetland. This research aimed to analyze the effectiveness of plant species between Cyperus alternifolius and Canna indica, L. as well as the effectiveness of gravel and sand media to decrease nitrite, ammoniak, BOD, and COD concentrations. Four reactors SSF-Wetlands with dimension of 120 cm x 30 cm x 50 cm were used in this research. The study was conducted over 12 days following the  acclimatization of plants for 7 days. Data analysis were performed by comparing the degradation coefficient (k) of BOD, COD, nitrite, and ammonia concentrations with retention time of the effluent. The results showed that  the degradation rate for the reactor with with gravel media and Cyperus alternifolius for nitrite variable was 0.60,  ammonia 0.49, BOD 0.45, and COD 0.36. Cyperus alternifolius have a higher effectiveness in reducing the concentration of nitrite, ammonia , BOD and COD than Canna indica , L. Reactors with gravel media have higher effectiveness in reducing BOD , COD , ammonia and nitrite concentration than sand media. Keywords : Canna indica. L. , Cyperus alternifolius, SSF - Wetland, , WWTP effluent of pharmaceutical industry
PRODUKSI BIOMASA MIKROALGA DENGAN NITRIFIKASI LIMBAH BERAMONIAK TINGGI Indro Sumantri; Hadiyanto Hadiyanto; Sumarno Sumarno
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1052

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu energi alternative yang saat ini memperoleh perhatian yang besar. Hal ini disebabkan oleh banyaknya keuntungan/kelebihan biodiesel, diantaranya sumber yang terbarukan, bersih dan efisien, dan lebih  ramah lingkungan. Mikroalga merupakan mikroorganisme fotosintetik yang mempunyai kandungan minyak sekitar 45-85%, sehingga sangat potensial untuk dijadikan biodiesel. Akan tetapi permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu belum maksimalnya produksi mikroalga yang berbiomasa tinggi. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian untuk mengoptimasi proses kultivasi dalam suatu photobioreaktor yang murah dan efisien untuk dengan menghasilkan mikroalga dengan  biomasa yang maksimum. Dalam penelitian ini akan digunakan photobioreaktor open pond skala kecil (miniPOND) dengan tujuan untuk mempermudah control dan evaluasi serta lebih mudah dan cepat untuk kultivasi mikroalga. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biodiesel dari mikroalga yang mempunyai biomassa tinggi dengan photobioreaktor open pond skala kecil (miniPOND). Kultivasi akan dilakukan dengan menggunakan reaktor kolam (open pond) skala laboratoirum dengan memafaatkan sinar matahari sebagai sumber fotosintesis. Penelitian yang dilakukan optimasi memperoleh data optimum untuk memproduksi mikroalga. Hal ini meliputi : jenis mikroalga yang tahan terhadap kadar amoniak tinggi yaitu Chlamydomonas, percobaan dilakukan secara batch dan kontinyu, percobaan batch digunakan untuk menentukan kondisi yang baik sebagai dasar untuk proses kontinyu. Rasio karbon dan nitrogen yang dilakukan meliputi stoikiometri (5,7 :1), dan antara 0,6 – 1,4. Percobaan dilakukan di reaktor dengan volume 50 L, laju aerasi 25 L/menit, pencahayaan lampu 45 W. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa waktu optimum untuk adalah 2 hari berdasarkan hasil pengamatan densitas optik. Pengaruh rasio C dan N tidak begitu terlihat karena hampir mempunyai nilai densitas optik yang hampir sama, densitas optik yang tinggi diperoleh untuk waktu 2 hari. Sistem kontinyu yang dilakukan terlihat bahwa untuk rasio C dan N 1:1 maka hasil panen mikroalga akan diperoleh terbaik pada waktu dua hari kultivasi. Kata kunci : biodisel, mikroalga, Chlamydomonas, rasio C/N, bioreaktor, densitas optik.
KARAKTERISASI CATALYTIC CONVERTER MOTOR BENSIN BERBAHAN KATALIS TEMBAGA BERLAPIS MANGAN RM. Bagus Irawan; - Purwanto; - Hadiyanto
TRAKSI Vol 16, No 1 (2016): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.938 KB) | DOI: 10.26714/traksi.16.1.2016.%p

Abstract

Penggunaan bahan Tembaga Berlapis Mangan sebagai bahan katalis pada Catalytic Converter untuk mengurangi emisi gas buang mampu menurunkan emisi gas Carbon Monoksida Motor Bensin dengan berbagai variasi putaran mesin. Namun demikian belum diketahui bagaimana perubahan bahan katalis Tembaga Berlapis Mangan pada pengujian emisi gas buang tersebut. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untukmengetahui karakterisasi material Tembaga Berlapis Mangan sebagai bahan Katalis pada Catalytic Converter sebelum bahan di uji dan setelah bahan katalis digunakan sebagai Catalytic Converter.Karakterisasi Material ini menggunakan X-Ray Diffraction untuk mengetahui perubahan unsur material bahan katalis Tembaga Berlapis Mangan sebelum dan sesudah dilakukan pengujian emisi gas buang. Disamping itu Karakterisasi Material juga menggunakan SEM-EDX untuk menganalisa mikrostruktur bahan Katalis. Pengujian SEM (Scanning Electron Microscopy) adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui morfologi atau struktur mikro permukaan dari zat padat bahan katalis. Alat ini dilengkapi dengan detektor dispersi energi (EDX) sehingga dapat digunakan untukmengetahui komposisi elemen-elemen pada sampel katalis yang dianalisis. Adapun tujuan SEM-EDX dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur mikro dan komposisi unsur dalam untuk mengetahui perubahan unsur material bahan katalis Tembaga sebelum dan sesudah dilakukan pengujian emisi gas buang.Hasil Pengujian X-Ray Diffraction yang dilakukan pada bahan katalis terjadi perubahan unsur dan struktur kristal (ukuran cell dan valume tiap unsur). Sedang untuk pengujian SEM-EDX pada bahan katalis terjadi perubahan permukaan kekasarandan menipisnya/ berkurangnya lapisan Mangan pada Tembaga setelah bahan katalis digunakan pada Catalytic Converter. Kata Kunci: Catalytic Converter, Katalis Tembaga Berlapis Mangan, X-RD, SEMEDX
PROTOTIPE CATALYTIC CONVERTER DARI TEMBAGA BERLAPIS MANGAN UNTUK MEREDUKSI EMISI GAS BUANG CO MOTOR BENSIN RM. Bagus Irawan; Purwanto -; Hadiyanto -
TRAKSI Vol 11, No 1 (2011): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.848 KB) | DOI: 10.26714/traksi.11.1.2011.%p

Abstract

Salah satu teknologi rekayasa yang dapat digunakan untuk mengurangi polusi udara adalah dengan pemakaian Catolytic Converter yang dipasang pada saluran gas buang kendaraan bermotor. Namum demikian harga alat tersebut masih sangat mahal di pasaran dan tidak semua kendaran bermotor menggunakan teknologi tersebut. Hal ini disebabkan oleh pemakaian katatis yang terbuat dari bahan logam mulia yang mahal dan jarang didapatkan dipasaran seperti Paladium, Platinum, dan Rodium. Katalis tersebut sangat rentan terhadap unsur timbal (Pb) yang berakibat dapat merusak fungsi katatls karena akan terjadi penyumbatan pada honeycomb Catalytic Converter. Peraturan tentang emisi bagi kendaraan bermotor dan standard Euro 3 yang diberlakukan, mengakibatkan banyak kendaran yang tidak layak jalan karena emisinya, sangat tinggi dan melebihi ambang batas yang diizinkan. Pemakaian Catalitic Converter pada kendaraan bermotor yang tepat dapat mengurangi emisi gasbuang dan memenuhi standard yang diberlakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji material logam sebagai katalis, karakteristrik Catalytic Coriverter dan efektifitas Catalytic Converter dalam mengurangi polutan Karbon Monoksida pada emisi gas buang dengan penambahan lapisan Mangan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa katalis berbahan Tembaga dan Mangan mampu mengurangi emisi Karbon Monoksida pada berbagai variasi putaran mesin dan jumlah sel katalis.Kata kunci: catalytic converter, katalis, tembaga mangan, emisi gas buang, karbon monoksida
EVALUASI PERTUMBUHAN MIKROALGA DALAM MEDIUM POME : VARIASI JENIS MIKROALGA, MEDIUM DAN WAKTU PENAMBAHAN NUTRIENT Muhammad Zaini Mahdi; Yasinta Nikita Titisari; H Hadiyanto
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.367 KB)

Abstract

POME is a liquid waste produced by crude palm oil industry. POME has not been processed optimally and therefore it is problem for environment due to high level of COD and BOD. Algae is known as bioabsorbent which can neutralize pollutants components in the liquid waste. For its growth, microalgae needs nutrients containing carbon, nitrogen, and phosphor. These nutrients are required for photosynthetic to convert carbon source into biomass. POME contains large amount of C, N, P and therefore this research is aimed to study the potential of POME as medium growth of algae Spirulina, Nannochloropsis, and Chlorella. The experiment was done by performing variation of nutrients, type of water, and time of nutrient feeding. The nutrients were urea and sodium bicarbonate. The steps of experiment were preparing the medium, cultivating the microalgae, observing biomass, counting the algae cells, and making calibration curve. The results showed that the best medium for microalgae is POME, Spirulina could grow better in the POME medium than Chlorella and Nannochloropsis, and nutrients added every 2 days was better than adding nutrients in the beginning and without addition of nutrients.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KEJU (WHEY) MELALUI PROSES FERMENTASI FED-BATCH DENGAN Kluyveromyces marxianus Desiyantri Siti P.; Apsari Puspita A.; Dessy Ariyanti; H Hadiyanto
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.493 KB)

Abstract

Development of bioethanol production as a renewable energy must be supported with research about finding sources of raw materials that can be converted to bioethanol product. Cheese whey is one of these raw materials. The aim of this study is to compare batch and fed-batch operation in fermentation of whey, and to determine the effect of temperature for fed-batch operation in bioethanol process. Cheese whey is by-product of the dairy industry, which contain of 4-5% lactose. Kluyveromyces marxianus is one of microorganism used to as stater during ethanol fermentation with whey as a medium. The result showed that ethanol fermentation from whey using Kluyveromyces marxianus in fed-batch system with initial pH 4,5 and temperature operation of30oC give better result than batch system. Growth rate and biomass productivity in fed-batch system are 0,186/h and 6,47 gr/Lh respectively, while for batch are 0,13/h and 4,74 gr/L h, respectively concentration and yield ofethanol for fed-batch are 7,9626 gr/L and 0,21 gr ethanol/gr substrate, for batch system are 4,6362 gr/L and0,12 gr ethanol/gr substrate. Fermentation under temperature of 30oC showed optimum growth rate and concentration of biomass which is 0,186/h and 13,4 gr/L. Maximum ethanol concentration  was achieved at7,9626 gr/L
KULTIVASI MIKROALGA Spirulina platensis DALAM MEDIA POME DENGAN VARIASI KONSENTRASI POME DAN KOMPOSISI JUMLAH NUTRIEN Fitria Yuli Anggita Sari; I Made Aditya Suryajaya; H Hadiyanto
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3943.611 KB)

Abstract

Indonesia and Malaysia are known as the largest countries of palm oil producer in the world. Along the development of palm oil industry in Indonesia, there is more liquid waste from manufacturing process of palm oil which is known as Palm Oil Mill Effluent (POME). POME has been treated using method of aerobic and anaerobic ponds to reduce COD and BOD contents , whereas POME still contains nutrients such as C,N,P which are useful as a nutrient for the growth of microalgae. In this research,cultivation of Spirulina platensis cultivated in POME media with various concentrations of 20%, 40%, and 60% V . Urea, NaHCO3, and TSP were given each two days as a nutrient. The cultivation process carried out for 7 days with aeration and 24 hours lighting.The result shows that the best cultivation media is POME with a concentration of 20%. The best nutrient composition is the addition of 25 mg/l Urea, TSP 50 mg/l and 200 mg/l NaHCO3. At the same treatment on a variety of media is obtained that the maximum growth rate of Spirulina platensis is μ = 0.128/day. The nutrient savings gained from the use of POME as a cultivation media is: Carbon by 42,23 % - 129,71 % and 41,46% - 124.44%. for Nitrogen. This research also showed that C,N,P contents of POME decrease by 20,60% - 84,69% ; 87,52% - 93,47% and 29,44% - 76,66% respectively.
EVALUASI PERTUMBUHAN MIKROALGA DALAM MEDIUM POME: VARIASI JENIS MIKROALGA, MEDIUM DAN WAKTU PENAMBAHAN NUTRIENT Muhammad Zaini Mahdi; Yasinta Nikita Titisari; H Hadiyanto
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.361 KB)

Abstract

POME is a liquid waste produced by crude palm oil industry. POME has not been processed optimally and therefore it is problem for environment due to high level of COD and BOD. Algae is known as bioabsorbent which can neutralize pollutants components in the liquid waste. For its growth, microalgae needs nutrients containing carbon, nitrogen, and phosphor. These nutrients are required for photosynthetic to convert carbon source into biomass. POME contains large amount of C, N, P and therefore this research is aimed to study the potential of POME as medium growth of algae Spirulina, Nannochloropsis, and Chlorella. The experiment was done by performing variation of nutrients, type of water, and time of nutrient feeding. The nutrients were urea and sodium bicarbonate. The steps of experiment were preparing the medium, cultivating the microalgae, observing biomass, counting the algae cells, and making calibration curve. The results showed that the best medium for microalgae is POME, Spirulina could grow better in the POME medium than Chlorella and Nannochloropsis, and nutrients added every 2 days was better than adding nutrients in the beginning and without addition of nutrients.
Co-Authors - Hermawan - Purwanto . Widayat A Abdullah A.P. Aini Abdurrafi Alwan Achmad Chalid Afif Alfajrin Achmad Roesyadi Adhi, M. A. Adi Wibowo Adian Khoironi Afriza Ni'matus Sa'adah Afshar, Mohammad Ali Ahmadi, Mohammad Hossein Aini, Apsari Puspita Ainun Nurusy Syahida Al-Baari, Ahmad N Al-Baarri, Ahmad Ni’matullah Albertus Djoko Lesmono Alhuyi Nazari, Mohammad Amalia Farhati Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andono Kusuma Jati Andri C. K. Andri Cahyo Kumoro Andry Anggoro Arahim Angela Nitia Nefasa Angela Nitia Nefasa Aniek Sri Handayani Aniek Sri Handayani Anisa Widia Utami Apsari Puspita A. Arief Budiman Arief Budiman Arif Harimukti Arif Setiawan Asri Cahaya Hati Athanasia Amanda Septevani, Athanasia Amanda Avido Yuliestyan Awaluddin Hidayat Ramli Inaku Azafilmi Hakiim Aziz Jihadian Barid Bambang Cahyono Barid, Aziz Jihadian Bidi, Mokhtar Budhijanto, B. Cantika Aulia Salsabila Catur Edi Widodo D A Sari D. Ariyanti D.S. Pinundi Danny Soetrisnanto Dedi Khairunas Desiyantri Siti P. Dessy Agustina Sari Dessy Ariyanti Dessy Ariyanti Didi Dwi Anggoro Dyah Ari Wulandari Dyah Hesti Wardhani Dyan Pratiwi E Hugeng Wandono Ebrahimi, Morteza Eko Hidayanto Endang Kusdiyantini Eudia Christina Wulandari Evita Febriyanti Febio Dalanta Fianda Revina Widyastuti Figa Muhammad Octafalahanda Fitria Yuli Anggita Sari Fitriyanto, Bobby Rachmat Fitriyanto, Bobby Rachmat Fuad Muhammad Fuad Muhammad Ganang Dwi Hartanto Ghasempour, Roghayeh Hakim, Muhammad Fahmi Hamid Hamid Hantoro Satriadi Hapsoro Bagus Wicaksono Hargono Hargono Haris Nu'man Aulia Hashfi Hawali Abdul Matin Hati, Asri Cahaya Hemawan, Ferry Hendra Naldi Henna Rya Abdurachim Henna Rya Sunoko Henna Rya Sunoko Heri Cahyono Heri Sutanto Hermawan Hermawan Hoang, Anh Tuan I Made Aditya Suryajaya Iis Nurhasanah Imam Novrizal Aji Indah Kusumadewi, Indah Indro Sumantri Indro Sumatri Irawan Arif Budianto J. Jamari Jaka Windarta Jihan Nabila Joni Safaat Adiansyah Kevin Aprilio Kusmiyati Kusmiyati Le, Tri Hieu M Christwardana M Christwardana M M A Nur M. Barbosa M. Djaeni M.M. Azimatun Nur M.M. Azimatun Nur, M.M. Azimatun Marcelinus Christwardana Marcelinus Christwardana Marcelinus Christwardana Marcelinus Christwardana Marcelinus Christwardana Marcelinus Christwardana Marcelinus Christwardana Mardiyah Sari Dewi Maryono Maryono Mega Anggraeni Mega Anggraeni Meiny Suzery Miftah Aqidatul Izzah Mochamad Arief Budihardjo Moh. Djaeni Muhamad Imaduddin Muhamad Maulana Azimatun Nur Muhammad Helmi Muhammad Nasyarudin Iqbal Muhammad Zaini Mahdi Munifatul Izzati Nailawati Prastiya Ningrum Naseri, Ali Nicholas Franz Noer Abyor Handayani Pham, Minh Tuan Pham, Van Viet Pribadyo Pribadyo Prima Astuti Handayani Primadi Gayuh Laksono Putro Purwanto - Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwono Purwono Putri, Sylvia Rahmi R. Wijffels Rachmad Ardhianto Ganjar Samudro Ratna Dewi Kusumaningtyas Ratnawati Ratnawati Reistu Widiastutik Retno Wulandari Rifqi Ahmad Baihaqi Riky Yonas Riky Yonas Rini Budi Hastuti Rita Dwi Ratnani Riza Saadiah, Riza Rizal Isnanto, R RM Bagus Irawan Rochmadi, R. Rocky Adiguna Rufaida Nur Rostika S Subandriyo S Sumarno S. Suherman Sabda Wahyu Nugroho Sakina Tunissa Anarki Satrio Kuntolaksono Sestri Bela Pratiwi Setia Budi Sasongko Silviana Silviana Singgih Wibowo Siswo Sumardiono Siti Jamilatun Sri Puji Lestari Sri Widodo Agung Sueda Suhatman, Agus Suherman Suherman Sulardjaka Sulardjaka Sumarno Sumarno Thomas Triadi Putranto, Thomas Triadi Tri Retnaningsih Tri Retnaningsih Soeprobowati Tubagus Rayyan Fitra Sinuhaji Tutuk Djoko Kusworo Uray Irzandi Uray Irzandi Vimala Kamandjaja Vita Efelina Wahjono, Tri Eko Wahyu Zuli Pratiwi Widayat Widayat Widiyanto Widiyanto Wihermanto, W. Yasinta Nikita Titisari Yoyon Wahyono Yulis Hindarwati Zin Min Tun