Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Keragaman Jenis Tumbuhan Paku Terestrial di Kawasan Bendung Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan Mahmudah, Rif'atul; Mahrudin, Mahrudin; Halang, Bunda
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 3 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.3.17014

Abstract

Tumbuhan paku merupakan kelompok tumbuhan kosmopolit yang dapat ditemukan di berbagai jenis habitat dan memiliki nilai ekologis maupun ekonomis, seperti dimanfaatkan sebagai tanaman hias, sayuran, serta bahan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis tumbuhan paku terestrial di kawasan Bendung Amandit, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode line transek pada empat transek sepanjang 500 meter, serta pengukuran parameter lingkungan seperti intensitas cahaya, kecepatan angin, pH tanah, kelembapan tanah, kelembapan udara, suhu udara, dan ketinggian tempat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 jenis tumbuhan paku terestrial yang termasuk ke dalam 6 famili, yaitu Christella dentata, Pityrogramma calamelanos, Taenitis blechnoides, Lygodium circinnatum, Selaginella plana, Schizaea dichotoma, Schizaea digitata, Tectaria polymorpha, Pteris fauriei, Selaginella ornata, Nephrolepis exaltata, dan Pteris ensiformis. Kata kunci: bendung amandit, hulu sungai selatan, keragaman, tumbuhan paku
Keanekaragaman Jenis Udang di Kawasan Sungai Bagandis Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Halimah, Halimah; Kapsul, Kaspul; Halang, Bunda
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1733

Abstract

Udang adalah salah satu kelompok besar dari arthropoda yang memiliki tubuh yang terdiri dari  atas kepala yang menyatu dengan dadanya dan perut dengan kulit luar yang keras. Udang merupakan salah satu hewan penghuni sungai. Secara ekologi, udang memiliki peran penting bagi keseimbangan ekosistem perairan di antaranya sebagai bagian dari komponen rantai makanan  dan dijadikan sebagai mata pencaharian bagi masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis udang apa saja yang berada di periaran Sungai Bagandis Kecamatan Takisuang Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode pengambilam sampling secara acak di sepanjang aliran Sungai Bagandis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak enam jenis udang yakni: Macrobrachium rosenbergii, Macrobrachium sintagense, Macrobrachium lanchestri, Metapenaeus ensis, Penaeus indicus, dan Alpheus ricardsoni.  
Ikan Clariidae di Kawasan Sungai Bagandis Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut sebagai Bahan Pengayaan SMA Berbentuk E-Booklet Nilasari, Nilasari; Halang, Bunda; Hardiansyah, Hardiansyah
BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 16, No 2 (2025): BIOEDUKASI, NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v16i2.11934

Abstract

Pagatan Besar Village is an area characterized by wetlands such as rivers, rice fields, and swamps that support diverse aquatic life, including various fish species. Fish serve as an important source of nutrients for human survival and also possess educational potential as learning and enrichment materials. This study aims to identify the types of Clariidae fish found in the Bagandis River, Pagatan Besar Village, Tanah Laut Regency, and to assess the validity and readability of an e-booklet developed as enrichment material for the Animalia concept in senior high school biology. The research employed the Research and Development (R&D) method following the Borg and Gall model, which includes several stages: research and information collecting, planning, developing the preliminary form of the product, preliminary field testing, and main product revision. The research results identified two species of Clariidae fish, namely Clarias nieuhofi and Clarias batrachus. The validity test obtained a score of 85.35%, categorized as “very valid,” while the readability test achieved a score of 85.92%, categorized as “very good.” These findings indicate that the e-booklet developed on Clariidae fish is feasible and effective for use as enrichment material in senior high school biology learning.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ELEKTRONIK PADA SUB KONSEP SISTEM PENCERNAAN MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS JENJANG SMA Nurul Hasanah; Kaspul, Kaspul; Halang, Bunda
Al-AHYA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 7 No 2 (2025): Mei
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-ahya.v7i2.46917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas, kepraktisan isi, serta kepraktisan harapan dan efektivitas E-LKPD, sekaligus mengevaluasi aspek kelayakan, kemudahan penggunaan, daya tarik, dan kontribusinya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Tingkat keefektifan harapan diukur berdasarkan hasil penerapan E-LKPD dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini, produk dikembangkan dengan menerapkan model 4D yang kemudian dilanjutkan dengan penerapan pendekatan formative evaluation, mencakup tahapan validasi oleh ahli, uji coba secara individu, dan uji coba terbatas dalam kelompok kecil. Validasi dilakukan oleh dua dosen pembimbing bersama seorang guru pamong. Sementara itu, Uji coba pada tingkat individu dilaksanakan bersama tiga peserta didik, sementara uji coba dalam kelompok kecil dilakukan dengan melibatkan empat peserta didik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa: (1) E-LKPD memiliki tingkat validitas sekurang-kurangnya tergolong valid (rata-rata valid); (2) isi E-LKPD dinilai cukup menarik dan praktis, dengan kategori sekurang-kurangnya baik (rata-rata baik); (3) aspek kepraktisan harapan dikategorikan sekurang-kurangnya baik (rata-rata baik) berkat kemudahan penggunaannya; dan (4) Keefektifan harapan sekurang-kurangnya tergolong kategori baik (rata-rata baik) jika dilihat dari tanggapan peserta didik terhadap soal yang mengukur keterampilan berpikir kritis (KBK). Fokus penilaian E-LKPD berbasis KBK terletak pada keterampilan eksplanasi, dengan capaian sangat baik pada aspek interpretasi dan analisis, serta baik pada keterampilan evaluasi, inferensi, dan eksplanasi.
Pengaruh Penggunaan LKPD Berbasis Culture Literacy Digital Wetland (CLDW) Konsep Ekosistem Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SMAN 4 Banjarmasin Alfiannoor, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Halang, Bunda
Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Vol 3 No 2 (2024): JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupenji.Vol3.Iss2.1056

Abstract

Tujuan penelitiannya agar mengetahui hasil peserta didik dalam menggunakan LKPD berbasis CLDW dalam konsep Ekosistem. Peneliti menggunakan jenis penelitian berupa metode Quasi Experiment Penelitian berupa peserta didik kelas X SMAN 4 Banjarmasin yang mana dijadikan sampel tersebut menjadi 1 kelas untuk dijadikan eksperimen serta 1 kelas kontrol. Data berdasarkan hasil belajar kemudian di analisis Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitiannya berupa termuatnya penggunaan LKPD yang berbasis CLDW terhadap materi terkaitnya ekosistem yang mana hasilnya berdampaknya secara signifikan pada hasil belajarnya berdasarkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) diperolehnya 0,00<0,05. serta respon pada peserta didik adanya penelitian tersebut  diperolehnya respon positif pada pembelajaran tersebut yang mana rata-ratanya 73,64 yang kategori setuju.
The validity of the popular science book on Rubiaceae in the Special Purpose Forest Area of Lambung Mangkurat University Hendra, Hendra; Soendjoto, Mochamad Arief; Halang, Bunda
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v4i2.143

Abstract

Popular science books (PSB) on Rubiaceae in the Special Purpose Forest Area of ​​Lambung Mangkurat University (KHDTK ULM) are not available, let alone validated. PSB is a form of teaching material that supports critical thinking skills. This study aims to test the validity of the PSB on the Rubiaceae Family in KHDTK ULM as a learning resource in the Phanerogamae course. PSB contains 15 species of the Rubiaceae family as learning objects. The subjects were three experts (validators). They work as ULM lecturers and one of them teaches the Phanerogamae course. Validation was carried out on eight linguistic aspects with 14 assessment criteria. The average scores for the aspects of coherence (89.6%), readability (91.7%), use of vocabulary (100%), understanding of sentence meaning (83.3%), use of doubtful words (91.7%), application and implication (91.7%), use of definitions or explanations (83.3%), and other styles (83.3%). The PSB is categorized as highly valid and can be used as teaching material or a learning resource for the Phanerogamae course. Practicality and effectiveness tests are recommended to ensure the PSB is truly suitable for use. Abstrak. Buku sains popular (BSP) tentang Rubiaceae di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Universitas Lambung Mangkurat (KHDTK ULM) tidak tersedia, apalagi tervalidasi. BSP merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang mendukung keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas BSP tentang Famili Rubiaceae di KHDTK ULM sebagai sumber belajar pada mata kuliah Phanerogamae. Buku ini mengandung 15 spesies famili Rubiaceae sebagai obyek pembelajaran. Subjeknya tiga ahli (validator). Mereka berprofesi sebagai dosen ULM dan salah satunya pengampu mata kuliah Phanerogamae. Validasi dilakukan terhadap delapan aspek kebahasaan dan 14 kriteria penilaian. Nilai rerata aspek koherensi (89,6%), keterbacaan (91,7%), penggunaan kosa kata (100%), pemahaman atas makna kalimat (83,3%), penggunaan kata-kata meragukan (91,7%), aplikasi dan implikasi (91,7%), penggunaan definisi atau penjelasan (83,3%), serta gaya lain (83,3%). BSP tersebut terkategori sangat valid, sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar atau sumber belajar pada mata kuliah Phanerogamae. Uji kepraktisan dan uji keefektifan direkomendasikan untuk dilaksanakan sehingga BSP tersebut benar-benar layak digunakan.
Pembuatan Biopestisida Nabati: Solusi Pengendalian OPT Berbasis Lingkungan dan Kewirausahaan Softskill bagi Mahasiswa Oktaviana, Rina; Prasetyo, Opik; Nurtamara, Luthfiana; Zaini, Muhammad; Dharmono, Dharmono; Halang, Bunda; Kaspul, Kaspul; Irianti, Riya; Widiyastuti, Dewi Amelia; Fajeriadi, Hery; Husin, Muhammad Irhamna
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20137

Abstract

Background: Penggunaan pestisida sintetis yang masih dominan dalam sektor pertanian berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan pelatihan kepada mahasiswa mengenai pembuatan pestisida nabati yang ramah lingkungan dan mengangkat kearifan lokal. Metode: Pelatihan ini dilaksanakan dengan cara sosialisasi dan praktik langsing di Laboratorium Biologi Umum Universitas Lambung Mangkurat dengan melibatkan 46 mahasiswa, serta memanfaatkan bahan alami seperti daun mimba, kunyit, dan serai wangi. Hasil: Melalui sesi penyuluhan dan praktik langsung, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam meramu biopestisida. Pelatihan ini juga berkontribusi terhadap penguatan pertanian berkelanjutan serta mendorong softskill potensi kewirausahaan berbasis sumber daya lokal. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan biopestisida nabati berhasil mencapai target yang telah direncanakan, yaitu meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan solusi pengendalian OPT yang ramah lingkungan berbasis kearifan lokal.
Opportunities for integrating gamification and emerging technologies with direct observation in biology education: A bibliometric analysis Fajeriadi, Hery; Putra, Aminuddin Prahatama; Halang, Bunda; Husin, Gt. Muhammad Irhamna; Aulia, Nurul; Azzam, Muhammad Naufal; Gusti, Muhammad Abdi; Hanisa, Hanisa
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v5i1.164

Abstract

Digital transformation in higher education has led to the emergence of gamification, direct observation, and new technologies in biology learning, but previous studies have discussed them separately. To date, there has been no bibliometric study that systematically maps the integration of these three approaches. This study aims to analyze global research trends, thematic gaps, and potential integration across topics using a bibliometric approach. Data were retrieved from Google Scholar through the Publish or Perish application using the keywords “gamification,” “emerging technology,” and “biology,” covering publications from 2020 to 2024. A total of 207 relevant articles were analyzed and visualized using VOSviewer to map bibliometric relationships based on keyword co-occurrence, citation networks, and topic evolution. The results indicate a significant increase in publication growth over the past five years, with dominant themes such as artificial intelligence, deep learning, and virtual simulation, reflecting a shift toward emerging and adaptive learning models. Cluster mapping identified four major research groups: digital gamification, data-driven learning, virtual simulation, and implementation-based studies. These findings confirm that international research in biology education is moving toward the synergy of interactivity, analytics, and technology-based experiential learning. Nevertheless, the integration of gamification and direct observation with emerging technologies remains limited, representing a strategic opportunity for future empirical exploration. This study reinforces experiential learning and situated cognition as the basis for integrating interactive digital technology and direct observation practices. These findings also provide strategic direction for the design of adaptive, evidence-based pedagogical innovations in biology education. Abstrak. Transformasi digital dalam pendidikan tinggi mendorong munculnya gamifikasi, pengamatan langsung, dan teknologi baru dalam pembelajaran biologi, namun kajian sebelumnya masih membahasnya secara terpisah. Hingga kini, belum ada studi bibliometric yang memetakan secara sistematis integrasi ketiga pendekatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian global, kesenjangan tematik, serta potensi integrasi antartopik melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci “gamification”, “emerging technology”, dan “biology”, mencakup publikasi tahun 2020–2024. Sebanyak 207 artikel yang relevan dianalisis dan divisualisasikan menggunakan VOSviewer untuk menggambarkan keterkaitan bibliometrik berdasarkan jejaring kata kunci, sitasi, dan evolusi tren riset. Hasil analisis menunjukkan peningkatan publikasi yang signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan dominasi tema artificial intelligence, deep learning, dan virtual simulation yang mencerminkan pergeseran riset menuju integrasi teknologi imersif dan pembelajaran adaptif. Pemetaan klaster mengidentifikasi empat kelompok utama, yaitu gamifikasi digital, pembelajaran berbasis data, simulasi virtual, dan penelitian implementatif. Temuan ini menegaskan bahwa riset internasional dalam pembelajaran biologi bergerak ke arah sinergi antara interaktivitas, analitik, dan pengalaman belajar berbasis teknologi. Kajian ini juga mengungkap bahwa integrasi gamifikasi dan pengamatan langsung dengan teknologi baru masih terbatas, sehingga menjadi peluang strategis untuk penelitian lanjutan. Penelitian ini memperkuat dasar experiential learning dan situated cognition sebagai landasan integrasi antara digital interaktif dan praktik observasi langusng. Temuan ini juga memberikan arah strategis bagi perancangan inovasi pedagogis yang adaptif dan berbasis bukti dalam pembelajaran biologi.
Pengaruh Vegetasi Mangrove terhadap Keberadaan Bekantan (Nasalis larvatus) di Desa Cemara Labat Tito, Muhamad; Halang, Bunda
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i1.837

Abstract

Cemara Labat Village is a coastal area located in Kapuas Regency, Central Kalimantan which directly faces the Java Sea and borders Pelampai Village, Batola Regency, South Kalimantan. The village receives enough sediment from the Kapuas River to support the development of mangrove forests. For generations, the people of Cemara Labat Village have managed coastal resources, namely mangrove forests based on traditional traditions known as local wisdom. Mangrove forest vegetation experiences significant dynamics that are very important for the survival of various fauna in it, such as mammals (langurs and proboscis monkeys), fish, shrimp, insects, and even various types of birds. The purpose of this study is to describe the existence of proboscis monkeys based on the population of dominant mangrove species. The research was carried out for six months, from January - June 2025. Data were collected using observation and survey methods. For mangrove observation, it is carried out by making three Observation Sample Plots (PCP) measuring 20 x 500 m, while for proboscis monkey observation by making six observation stations that are made intentionally. Proboscis monkey observation starts at 06.00-18.00 WIB. The results showed INP ≥ 10% of the 6 species found, such as the White Flame (Avicennia marina (Forssk.) Vierh.) 199.99% are included in the medium category (101-200%), Black Flame (Avicennia alba Blume.) is 42.36%, Jeruju (Acanthus ilicifolius L.) is 17.07%, Piai (Acrostichum aureum L.) is 13.39%, Blind (Excoecaria agallocha L.) is 6.70%, and Plepotan (Derris trifoliate) is 5.90% in the low category (0-100%). Eight proboscis monkeys (Nasalis larvatus) were found in the area of the observed object. Although Avicennia spp. dominates the vegetation, the population of proboscis monkeys is relatively small, suggesting that Avicennia spp. mangroves are not the main feed crops for proboscis monkeys and only serve as a migration area.
Inventarisasi Tumbuhan Famili Fabaceae di Desa Tabing Rimbah Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala Mawafda, Audi Athfin; Biyatmoko, Danang; Halang, Bunda
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i1.950

Abstract

Indonesia is one of the countries with the highest level of biodiversity in the world, including plant diversity from the Fabaceae family which has an important role ecologically and economically. The Fabaceae family contributes to maintaining soil fertility through nitrogen fixation capabilities, and is widely used as a source of food, medicine, animal feed, and shade plants. The existence of Fabaceae plants can be found in various types of ecosystems, such as swamps, forests, and agricultural land. This study aims to inventory the diversity of plant species of the Fabaceae family found in Tabing Rimbah Village, Mandastana District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan. The research method used is an exploratory approach through direct observation in the field, recording morphological characters, photo documentation, and species identification using taxonomic literature and PlantNet applications. The results of the study showed that as many as 16 species of plants from the Fabaceae family were found with variations in habitus in the form of herbs, shrubs, and trees. The diversity of these species shows that the environmental conditions in Tabing Rimbah Village are quite supportive of the growth and development of Fabaceae plants. These findings affirm the importance of biodiversity inventory as a basis for sustainable conservation and management of local biological resources.