Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

TEOLOGI INKLUSIF SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK AGAMA DI ERA DIGITAL Pandu Hyangsewu; Qolbi Mujahidillah Adzimat; Sansa Bunga Agista; Sarah Annisa F; Widia Lestari
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3558

Abstract

Agama sebagai sebuah hal sakral dalam kehidupan seringkali dianggap memiliki dua sisi, yaitu sebagai pedoman hidup seseorang dan sebagai senjata untuk berkonflik dengan umat yang memiliki kepercayaan agama berbeda. Sejumlah konflik antar umat beragama bukanlah sebuah polemik baru, bahkan saat ini sudah merambah ke lingkup media sosial. Konflik antar umat beragama yang sering disertai dengan aksi kekerasan membuat agama seringkali identik dengan perilaku sangar, garang dan beringas, padahal, seluruh agama mengajarkan kebaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan wawancara dan dokumentasi sejumlah artikel ilmiah. Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasinya penyebab konflik agama, yaitu (1) politisasi dan kepentingan budaya; (2) egoisme dan eksklusivisme beragama. Berangkat dari permasalahan tersebut, peneliti menawarkan sebuah model Teologi Inklusif sebagai resolusi terhadap konflik agama dengan aspek yang menyertainya berupa (1) moderasi beragama; (2) pluralisme; (3) inklusivisme beragama. 
Interaksi sosial pada kalangan mahasiswi bercadar di lingkungan kampus Wina Nurhayati Praja; Pandu Hyangsewu; Isni Nurazizah
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 1 Oktober 2022
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v22i1.20734

Abstract

adar atau dalam bahasa arab disebut An-Niqab adalah sesuatu yang berguna untuk menutupi seluruh wajah perempuan, kecuali kedua mata atau sesuatu yang tampak disekitar mata. Muslimah bercadar menjadi menarik untuk diteliti karena cara mereka menjalankan perintah Allah yang berbeda dengan muslimah pada umumnya. Sebagai manusia, wanita bercadar juga membutuhkan komunikasi, karena manusia adalah makhluk sosial yang berarti tidak dapat hidup tanpa orang lain. Dorongan atau motif sosial pada manusia, mendorong manusia mencari orang lain untuk mengadakan hubungan atau interaksi sehingga memungkinkan terjadi interaksi antara manusia satu mampu menampilkan diri sesuai dengan norma yang berlaku. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Bumi Siliwangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa apa yang melatarbelakngi penggunaan cadar dikalangan Mahasisiwi dan bagaimana interaksi sosial mahasisiwi bercadar di Kampus UPI. Teknik penentuan sampel secara purposive sampling menetapkan jumlah subjek penelitian sebanyak 5 orang. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen data adalah observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil dari penelitian, penulis menemukan adanya beberapa alasan yang melatar belakangi penggunaan cadar dikalangan mahasiswi, yaitu pemahaman dalam beragama, merubah diri untuk menjadi muslimah yang lebih baik, kemauan dalam diri sendiri untuk menggunakan cadar serta pengaruh dari teman dan lingkungan pergaulan yang baik juga. Interaksi Mahasiswi bercadar dengan lingkungan yang saat ini banyak bermunculan anggapan negatif dengan cadar. Penulis menemukan bahwa interaksi mahasiwi bercadar dengan teman satu kelompok atau teman perempuan yang sudah lama berinteraksi dengan mahasisiwi bercadar selalu mengalami kesulitan untuk mengenali temannya sendiri yang menggunakan cadar, kesulitan mengenali seseorang yang tidak terlihat wajah, interaksi mahasiswi bercadar dengan teman lawan jenis akan membatasi diri dan mengatur jarak atau hanya sekedar tegur sapa.
Manajemen Pengelolaan Masjid Menuju Masjid Yang Bersih, Sehat, dan Suci Berbasis Teknologi Informasi Fahrudin Fahrudin; Pandu Hyangsewu
ABMAS Vol 22, No 2 (2022): Jurnal Abmas, Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i2.49601

Abstract

AbstrakMasjid memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan beragama bagi umat Islam  yang keadaannya harus bersih, suci, dan sehat. Masjid, selain berfungsi sebagai tempat ibadah,  juga berfungsi sebagai pusat pendidikan keagamaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, pada kenyataannya masih banyak masjid yang fungsinya belum optimal dan masih banyak masjid yang kebersihan, kesucian, dan sehatannya belum memenuhi standar. Tujuan PkM ini yaitu memberikan pemahaman kepada para remaja masjid tentang manajemen pengelolaan masjid menuju masjid masjid yang bersih, suci, dan sehat berbasis teknologi informasi. PkM ini dilaksanakan melalui dua metode, yaitu pemberian materi dan pelatihan tentang cara-cara pembuatan aplikasi teknologi informasi. Hasil dari PkM ini yaitu para remaja masjid se Kabupaten Pangandaran memperoleh pengetahuan tentang fungsi dan peranan masjid di era modern, manajemen pengelolaan masjid menuju masjid yang bersih, suci, dan sehat, dan manajemen pengelolaan masjid berbasis teknologi informasi, dan memahami tentang cara-cara membuat website, channel  youtube,  dan zoom meeting. Kata-kata Kunci: Manajemen, masjid, bersih,  teknologi informasi
PRINSIP TINDAK KESANTUNAN VERBAL DAN NON-VERBAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM (STUDI INTERDISIPLINER: BAHASA DAN ISLAM) Muhamad Pahruroji; Pandu Hyangsewu
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Februari 2023
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/qolamuna.v8i2.896

Abstract

Abstract :   This study aims to examine how the principles of politeness speak verbally and non-verbally in an Islamic perspective. This research uses a qualitative descriptive approach with the literature study method. The data were obtained from Tafsir Al-Qur'an and Hadith as well as previous studies. The results of the analysis show that in an Islamic perspective there is the concept of language politeness. In the verbal aspect, language politeness is packaged with six qaulan principles which include 1) qaulan sadida, 2) qaulan ma'rufa, 3) qaulan baligha, 4) qaulan maysura, 5) qaulan aliyyin and 6) qaulan karima. Meanwhile, the nonverbal aspect includes body behavior such as shaking hands, cheerful expressions and showing smiles, maintaining eye contact and paralinguistics which includes smooth, low tones or voices, slow intonations and rhythms. Keywords : Politeness, comunicate and islamic perspective
Analisis Kepatuhan dan Konflik Remaja terhadap Protokol Kesehatan dalam Pencegahan Covid-19 Wina Nurhayati Praja; Abdul Azis; Pandu Hyangsewu; Salma Hanifah; Shafira Tasha Salsabila
SOSIETAS Vol 11, No 1 (2021): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.961 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v11i1.36097

Abstract

Pandemi Covid-19 hadir di seluruh dunia dan memberikan banyak dampak dari segi sosial hingga ekonomi. Indonesia termasuk salah satu yang tetap berjuang untuk mempertahankan perekonomian dengan syarat agar tetap mengikuti Surat Keputusan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Protokol kesehatan di harapkan dapat mengurangi penyebaran dari Covid-19. Isi dari Protokol Kesehatan ialah adanya pembatasan sosial dan kontak fisik. Seluruh kegiatan dilakukan di rumah, dari kerja hingga Pendidikan. Tetapi masih banyak orang-orang yang masih memiliki kepentingan untuk keluar rumah bahkan hingga menolak untuk mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan. Peneliti melakukan ini dengan 53 sample remaja yang tersebar di Kota Bandung. Ada sekitar 77.4% yang merasa telah melaksanakan Protokol Kesehatan dengan baik dan benar sesuai dengan Keputusan yang buat oleh Kementerian Kesehatan.
Menyatu dalam Harmoni: Melihat Islam dalam Multikulturalisme Budaya Bali Utara Wulan, Nisfi Chairani; Hyangsewu, Pandu
FENOMENA Vol 15 No 2 (2023): FENOMENA VOL 15, NO. 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v15i2.7946

Abstract

Bali Utara, tidak hanya sekadar destinasi wisata, melainkan panggung epik keberagaman budaya dan kerukunan antarumat beragama. Dalam sentuhan tradisi Hindu yang kuat dan kehadiran Islam sebagai minoritas, wilayah ini menjadi lanskap harmoni unik. Artikel ini, melalui pendekatan literature review, menyelami kisah perpaduan yang memikat. Masjid Al-Hidayah di Bedugul, sebagai ikon inklusivitas, mencerminkan arsitektur indah dan toleransi. Hasil penelitian menggambarkan kolaborasi umat beragama sebagai sumber kekayaan masyarakat. Di balik keindahan alam, Bali Utara adalah cerita sederhana tentang hidup bersama dalam perbedaan, sebuah melodi yang memPesona.
Analisis Dakwah TikTok terhadap Tingkat Religiusitas Mahasiswa: Studi Kasus pada Pengguna Aktif TikTok di Kalangan Mahasiswa UPI Budiarti, Ayu Lestari; Alviyah, Erlin Nisa; Triana, Ira; Lestari, Noviana Ayu; Jamilah, Rahma; Saptaji, Salma Adriyani Putri; Hyangsewu, Pandu
FENOMENA Vol 15 No 2 (2023): FENOMENA VOL 15, NO. 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v15i2.8555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dakwah melalui aplikasi TikTok terhadap tingkat religiusitas mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dengan memanfaatkan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner online yang diisi oleh 100 responden mahasiswa UPI dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok merupakan platform yang sangat populer di kalangan mahasiswa dengan frekuensi dan durasi penggunaan yang tinggi. Selain untuk hiburan, TikTok juga dimanfaatkan untuk pengembangan diri. Konten dakwah di TikTok sering dijumpai oleh pengguna, dengan topik utama seperti kehidupan sehari-hari dalam Islam, motivasi ibadah, dan pengingat akhirat. Mayoritas pengguna merasa konten dakwah di TikTok berpengaruh positif terhadap pemahaman, praktik, dan sikap keagamaan mereka. Meskipun ada tantangan terkait kredibilitas dan kedalaman informasi, TikTok memiliki potensi besar sebagai sumber pengetahuan Islam yang efektif bagi mahasiswa.
Internalization of Harmony through Interfaith Interaction in the Kampung Toleransi Community Hyangsewu, Pandu; Abdillah, Hilman Taufiq; Aulia, Vina
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i2p145-156

Abstract

When religious diversity in society is not addressed wisely, it becomes a source of inter-religious conflict. The misalignment between the hope to live in harmony with the reality that occurs in society encourages an urgency to internalize values and activities to create harmony in society. So this research aims to further analyze the inter-religious interaction in the Kampung Toleransi community as a form of internalization of harmony. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods. This research reveals that the inter-religious interaction built by Kampung Toleransi continues to be carried out and delivered culturally by various parties. So that interaction is rooted in everyday life and can realize harmony in society. The development of interfaith interaction models and strategies that apply in general can be studied in further research.Internalisasi Kerukunan Melalui Interaksi Antar Umat Beragama Pada Masyarakat Kampung ToleransiKetika keberagaman dalam beragama di masyarakat tidak disikapi dengan bijak menjadi sebuah sumber konflik antar umat beragama. Adanya ketidakselarasan antara harapan untuk hidup rukun dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat mendorong sebuah urgensi terhadap internalisasi nilai dan aktivitas untuk menciptakan kerukunan di masyarakat. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai interaksi antar umat beragama pada masyarakat Kampung Toleransi sebagai wujud internalisasi kerukunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa interaksi antar umat beragama yang dibangun oleh Kampung Toleransi terus dilakukan dan disampaikan secara kultural oleh berbagai pihak. Sehingga interaksi mengakar dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mewujudkan kerukunan pada masyarakat. Pengembangan model dan strategi interaksi antar umat beragama yang berlaku secara general dapat dikaji dalam penelitian selanjutnya
PERBANDINGAN KUALITAS LULUSAN SEKOLAH ISLAM DAN SEKOLAH UMUM DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Artadewi, Aliya Mutiara; Riyana, Nisrina Nur Arifah Angga; Nurazizah, Ratih Pitria; Nursyamsi, Rizal; Hyangsewu, Pandu
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan kualitas lulusan dari sekolah Islam dan sekolah umum yang melanjutkan studi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kualitas lulusan diukur berdasarkan prestasi akademik, kemampuan soft skill, serta partisipasi mereka dalam kegiatan organisasi dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa yang merupakan lulusan dari kedua jenis sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lulusan dari kedua jenis sekolah memiliki keunggulan yang berbeda. Lulusan sekolah Islam lebih menonjol dalam nilai-nilai moral dan aktivitas keagamaan, sedangkan lulusan sekolah umum unggul dalam pencapaian akademik dan kegiatan non-akademik. Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengembangan program pendidikan yang menggabungkan kelebihan dari kedua jenis sekolah untuk mencetak lulusan yang lebih seimbang dan kompetitif di masa depan.
IRE Teachers' Efforts to Improve Digital Literacy to Strengthen Religious Interaction towards a Good Digital Citizenship Society Hyangsewu, Pandu; Abdullah, Hilman Taufiq; Faqihuddin, Achmad; Muflih, Abdullah; Sari, Indah
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 7, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v7i3.26737

Abstract

Digital literacy, including Islamic Religious Education (IRE), has become essential in modern education. This article discusses the efforts of IRE teachers in improving digital literacy to strengthen students' religious interactions toward forming a Good Digital Citizenship society. This study uses a qualitative approach to explore the experiences and strategies of IRE teachers in Junior High Schools (JHS) and Senior High Schools (SHS) in integrating technology into learning. Data were obtained through in-depth interviews with 10 IRE teachers skilled in digital literacy and accustomed to using digital media and content in teaching. The data were analyzed using the Miles and Huberman framework, involving data reduction, data display, and conclusion drawing to identify patterns and themes related to digital literacy integration. The study results show that IRE teachers integrate technology through digital tools such as Google For Education, Quizizz, Canva, and video platforms such as YouTube to enrich the learning experience. Teachers also create digital content such as interactive modules, educational videos, and podcasts, which engage students and expand access to relevant religious information. Additionally, teachers provide digital literacy education that includes training on digital ethics, online security, and responsible social media usage. This study concludes that digital literacy in IRE supports students' technological skills and helps shape their moral character in the digital world. This effort significantly contributes to forming students as good digital citizens who can interact ethically and productively in the digital space. The implications of this study indicate the importance of ongoing digital literacy training for teachers and students to support relevant religious education in the digital era. 
Co-Authors Abdillah, Hilman Taufik Abdul Azis Abdul Azis Aceng Kosasih, Aceng Achmad Faqihuddin Adika, Riska Ridha Adimin Diens Agus Fakhruddin Agus Suherman Ahmad Fu’adin Alviyah, Erlin Nisa Amelia, Firda Ananda, Fazrin Sheila Armeta, Armeta Artadewi, Aliya Mutiara Aulia, Vina Bahrudin Budiarti, Ayu Lestari Daffa Nasywa Afriani Dallyono, Ruswan Danan Darajat Dedi Koswara Dewi, Latifah Cahya Elan Sumarna Fahrudin Fahrudin Fajar Islamy, Mohammad Rindu Fani Rachma Hanifah, Salma Hayatunnisa, Hayatunnisa Hidayat, Luthfi Aulia Hilman Taufiq Abdillah, Hilman Taufiq Husna, Fathma Nailal Husnul Khatimah Iman, Jaisyullah Mu'tashim Indah Sari Indra Abdul Majid Isni Nur Azizah Isni Nurazizah Jamilah, Rahma Jenuri Komariah, Kokom St Kurnia, Sri Ayu Lanang Riyadi Latifah Cahya Dewi Lestari, Noviana Ayu Magfiroh, Valencia Sahara Maulida, Nasywa Gassani Muflih, Abdullah Muhamad Pahruroji Muhamad Parhan Muhamad Taufik Muhammad Fikri Nandang Rusmana Nasrudin, Ega Novita, Suci Oktaviani Nur Hidayah Nurazizah, Ratih Pitria Nurmadina Nursyamsi, Rizal Nurti Budiyanti Praja, Wina Nurhayati Purnomo Qolbi Mujahidillah Adzimat R. Vindy Melliany Puspa Rachma, Fani Rahmania, Puput Renitadewi Kusumah Wardani Rika Sartika Risris Hari Nugraha Riyana, Nisrina Nur Arifah Angga RR. Ella Evrita Hestiandari Sadiyah, Neng Siti Nur Salma Hanifah Salsabila, Shafira Tasha Sansa Bunga Agista Saptaji, Salma Adriyani Putri Sarah Annisa F Sari Narulita Shafira Tasha Salsabila Siti Komariah Siti Komariah Suci Oktaviani Novita Sudaryat, Muhamad Ridwan Sugiarti, Nadila Putri Budi Taufik Hilman Triana, Ira Udin Supriadi Wawan Hermawan Widia Lestari Wina Nurhayati Praja Wulan, Nisfi Chairani Wulandari, Sekar Kirana Yasmin, Andien Rizkyas Yulia Fitriani Zulfikar Alamsyah