Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Model of Local Wisdom Education in The Ancient Sundanese Manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian 1518 AD Koswara, Dedi; Pandu Hyangsewu; Danan Darajat; Zulfikar Alamsyah
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i1.11

Abstract

This study aims to describe the educational values of local wisdom of dasakreta, dasaindria, dasakalesa, dasamarga, dasapasanta, and dasaprebakti which are covered with the grand concept of tri tangtu di bumi (three provisions on earth; tangtu telu), and aims to develop a learning model based on local wisdom education (ethnopedagogy) from the ancient Sundanese manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian (1518 AD). The method applied in this study is a descriptive method of critical analysis of the manuscript with a qualitative approach. The results showed that the values of local wisdom education in the ancient Sundanese manuscript of Sanghyang Siksa Kandang Karesian 1518 AD are closely related to the purpose of life and the postulate of the Sundanese people, namely inhale bagja, safe, tingtrim, ngahenang-ngahening, subul darajat, ngeunah angen-ngeunah angeun, sampurna world ahérat, hurip, sane, cageur, bageur, true, smart, honest, ludeung, silih asih, silih asah, silih nurturing, and sineger tengah. Furthermore, from this research, a set of ethnopedagogical teaching models based on the ancient Sundanese manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian was produced in the form of learning syntax.
Menggali Makna Toleransi Antar Umat Beragama dalam Kerangka Keselarasan Sosial: Exploring the Meaning of Interfaith Tolerance within the Framework of Social Harmony Wulandari, Sekar Kirana; Yasmin, Andien Rizkyas; Sugiarti, Nadila Putri Budi; Komariah, Siti; Hyangsewu, Pandu
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i2.4845

Abstract

Indonesia, with its extensive diversity in religions, races, cultures, and ethnic groups, confronts the dual potential of this diversity: as both a source of harmony and a source of conflict. This study utilizes an explanatory sequential mixed-methods approach to explore the comprehension and practice of interfaith tolerance among university students and to identify strategies for enhancing social harmony. By employing questionnaires and conducting interviews with students from varied religious backgrounds, the research reveals that although there is an overarching understanding of tolerance, its actual implementation is frequently hindered by religious fanaticism and other social barriers. The findings emphasize that education, particularly at the tertiary level, plays a pivotal role in cultivating an effective understanding and enactment of tolerance. Consequently, the study advocates for the enhancement of curricula by integrating Pancasila values and multicultural education to fortify tolerance and mitigate fanaticism. This research underscores the significance of interfaith dialogue and education in promoting social harmony and inclusive national development in Indonesia. Abstrak Indonesia, sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman agama, ras, budaya, dan etnis, menghadapi potensi dualistik keberagaman ini: sebagai sumber harmoni dan juga sebagai sumber konflik. Penelitian ini menggunakan metode campuran sekuensial eksplanatori untuk memahami pemahaman dan praktik toleransi antar umat beragama di kalangan mahasiswa, serta mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan harmoni sosial. Melalui kuesioner dan wawancara dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang agama, penelitian ini mengungkap bahwa meskipun ada pemahaman tentang toleransi, praktiknya sering terhambat oleh fanatisme agama dan penghambat sosial lainnya. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan, khususnya di perguruan tinggi, memegang peran kunci dalam membentuk pemahaman dan praktek toleransi yang efektif. Implikasinya, peningkatan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan pendidikan multikultural diperlukan untuk memperkuat toleransi dan mengatasi fanatisme. Penelitian ini menekankan pentingnya dialog antaragama dan pendidikan dalam mempromosikan keselarasan sosial dan pembangunan nasional yang inklusif di Indonesia.
Impact of the Ulû Al- Ilm Model on Six Domains of Student Learning Outcomes in Islamic Religious Education Budiyanti, Nurti; Komariah, Kokom St; Hermawan, Wawan; Jenuri, Jenuri; Hyangsewu, Pandu
Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v10i1.33225

Abstract

This study explores the application of the ulû al-'ilm model, a Quranic learning approach, to enhance Islamic Religious Education (IRE). The purpose of the study is to examine its effectiveness in improving six crucial dimensions of student learning outcomes: cognitive, affective, psychomotor, ethical, social, and spiritual. Employing a quantitative experimental methodology with a pre-experimental design, specifically the one-group pretest-posttest approach, the research utilized statistical analysis through SPSS. The findings highlight the effectiveness of the ulû al-'ilm model in advancing student learning outcomes. In the cognitive domain, there was a significant increase from 2.50% in the pretest to 40.00% in the post-test. A similar pattern emerged across the affective (16.25% to 43.75%), psychomotor (3.75% to 30%), social (11.25% to 35%), ethical (5.00% to 42.50%), and spiritual (2.50% to 71.25%) realms. The SPSS data supports the positive impact of the ulû al-'ilm model on riyâḍah 'amaliyah, facilitated through coaching, example setting, habituation, appreciation, and repetition during the IRE learning process. This study underscores the multifaceted benefits of integrating the ulû al-'ilm model in fostering comprehensive student development within the context of Islamic education.
Eksistensi Kursus Musik Terhadap Kualitas dan Kuantitas Siswa Ananda, Fazrin Sheila; Kurnia, Sri Ayu; Rusmana, Nandang; Hyangsewu, Pandu
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 1 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i1.2263

Abstract

This research examines the development of music course institutions in Indonesia in the last decade, focusing on their management and strategies to maintain their sustainability and existence. Music course institutes that offer a range of skills, such as vocal, piano, guitar and violin, are now growing, adopting national and international curricula. This research highlights the importance of quality management in ensuring the sustainability of music course institutions, including aspects of legality, competent organizational structure, and adequate capital base. Through literature study, observation, and interviews with owners and managers of music courses in Bandung and Cimahi, it was found that factors such as sustainability of the organization, effective learning process, innovation in teaching methods, as well as improving the quality of human resources and facilities play an important role in maintaining the existence of the institution. The results provide insights into the importance of balancing quantity and quality in the management of music course institutions, and offer effective strategies for other music course managers to attract the public and maintain the sustainability of their businesses. The study also identifies areas for further research and acknowledges the limitations that exist within the scope of this study.
Inovasi Pembelajaran PAI: Penerapan Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Motivasi Siswa Hidayat, Luthfi Aulia; Sumarna, Elan; Hyangsewu, Pandu
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1846

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan motivasi siswa di era digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui kajian literatur dan dokumentasi, penelitian ini menganalisis berbagai sumber terkait implementasi AI dalam pendidikan agama. Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan utama: pertama, AI meningkatkan motivasi melalui personalisasi pembelajaran dan akses ke sumber yang luas; kedua, AI dalam PAI dapat diimplementasikan melalui chatbot, sistem rekomendasi, dan platform pembelajaran adaptif; ketiga, tantangan implementasi mencakup infrastruktur teknologi dan kesiapan guru. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi inovatif dalam pembelajaran PAI dengan memanfaatkan teknologi AI, sambil mempertahankan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan agama Islam.
Strategi Peningkatan Literasi Deep Learning bagi Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran di Abad 21 melalui Kegiatan Pelatihan Kosasih, Aceng; Hyangsewu, Pandu; Faqihuddin, Achmad; Fakhruddin, Agus; Sartika, Rika; Nasrudin, Ega; Fikri, Muhammad
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i3.76656

Abstract

Inovasi pendekatan deep learning dalam penerapannya masih memiliki sejumlah tantangan. Penelitian ini mengkaji terkait dengan kegiatan pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan persepsi guru terkait dengan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi saat kegiatan berlangsung. Sementara itu, data sekunder didapatkan dari artikel jurnal ilmiah lain yang relevan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan kemampuan literasi guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan deep learning di abad 21. Pelatihan ini menumbuhkan sikap positif guru, menghilangkan kekhawatiran, serta meningkatkan kesiapan dan antusiasme mereka untuk mengimplementasikan deep learning secara efektif. Pendekatan deep learning yang menekankan pembelajaran yang bermakna (meaningful), sadar penuh (mindful), dan menyenangkan (joyful) sejalan dengan karakteristik pembelajaran abad 21 yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Keberhasilan penerapan pendekatan ini sangat bergantung pada pemahaman dan persepsi guru sebagai pelaksana utama kurikulum, serta dukungan faktor pendukung seperti teknologi pembelajaran, metode konstruktivis, lingkungan belajar kondusif, dan pelatihan berkelanjutan. Dengan demikian, memperkuat kemampuan literasi guru terhadap pendekatan pembelajaran melalui pelatihan merupakan langkah strategis untuk mencapai pembelajaran yang relevan, efektif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital saat ini.
Efek Penggunaan Gadget terhadap Social Behavior Mahasiswa dalam Dimensi Globalisasi Hyangsewu, Pandu; Islamy, Mohammad Rindu Fajar; Parhan, Muhamad; Nugraha, Risris Hari
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2021): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i2.39156

Abstract

Kehadiran gadget ditengah-tengah masyarakat kontemporer dalam arus globalisasi berpotensi memberikan dua sisi yang berbeda, positif maupun negatif. Tantangan utama sistem pendidikan di Indonesia saat ini adalah bagaimana para praktisi pendidikan proses pembelajaran yang dapat menjaga moralitas dan religiusitas dalam diri generasi muda dari pengaruh buruk globalisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan dalam rangka mengeksplorasi dampak penggunaan gadget terhadap sikap social behaviour mahasiswa di perguruan tinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan mix method dengan menggabungkan kualitatif melalui teknik wawancara dengan kuantitatif dengan teknik questioner. Pengumpulan data menggunakan teknik random sampling. Adapun partisipan pada riset ini sejumlah 75 orang. Lalu data yang ditemukan dilapangan dianalisis dan divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan adanya relevansi koneksitas antara penggunaan gadget dengan perubahan dinamika perilaku sosial pada mahasiswa di perguruan tinggi. 43,80% mereka menghabiskan waktu lebih 10 jam perhari menggunakan gadget, Whatsapp menempati rangking pertama dalam pilihan platform, 45,90% lebih menyukai gadget dari pada aktivitas sosial, 83,80% memiliki ketergantungan terhadap gadget. Globalisasi menjadi salah satu faktor penyebab perubahan arus aktivitas dan pola pemikiran pada masyarakat modern khususnya generasi milennial.The Effects of Using Gadgets on Student Social Behaviour in Globalization DimensionsThe presence of gadgets during contemporary society in the flow of globalization provides two different sides, positive and negative. The main challenge of the education system in Indonesia today is how to start a learning process education that can maintain morality and religiosity in creating the bad effects of globalization. This study aims to explore the impact of using gadgets on the social behaviour attitudes of college students. The research method used a mixed approach method by combining qualitative through interview techniques with quantitative questionnaire techniques. Collecting data using random sampling techniques as participants in this research several 75 people. Then the data found in the field are analysed and validated by experts. The results showed the relevance of the connectivity between the use of gadgets and changes in the dynamics of social behaviour in college students. 43.80% of them spend more than 10 hours using gadgets, WhatsApp has been ranked first in the choice of platform, 45.90% prefers gadgets to social activities, 83.80% have a dependency on gadgets. Globalization is one of the factors causing changes in the flow of activities and thought patterns in modern society, especially the millennial generation
Co-Authors Abdillah, Hilman Taufik Abdul Azis Abdul Azis Aceng Kosasih, Aceng Achmad Faqihuddin Adika, Riska Ridha Adimin Diens Agus Fakhruddin Agus Suherman Ahmad Fu’adin Alviyah, Erlin Nisa Amelia, Firda Ananda, Fazrin Sheila Armeta, Armeta Artadewi, Aliya Mutiara Aulia, Vina Bahrudin Budiarti, Ayu Lestari Daffa Nasywa Afriani Dallyono, Ruswan Danan Darajat Dedi Koswara Dewi, Latifah Cahya Elan Sumarna Fahrudin Fahrudin Fajar Islamy, Mohammad Rindu Fani Rachma Hanifah, Salma Hayatunnisa, Hayatunnisa Hidayat, Luthfi Aulia Hilman Taufiq Abdillah, Hilman Taufiq Husna, Fathma Nailal Husnul Khatimah Iman, Jaisyullah Mu'tashim Indah Sari Indra Abdul Majid Isni Nur Azizah Isni Nurazizah Jamilah, Rahma Jenuri Komariah, Kokom St Kurnia, Sri Ayu Lanang Riyadi Latifah Cahya Dewi Lestari, Noviana Ayu Magfiroh, Valencia Sahara Maulida, Nasywa Gassani Muflih, Abdullah Muhamad Pahruroji Muhamad Parhan Muhamad Taufik Muhammad Fikri Nandang Rusmana Nasrudin, Ega Novita, Suci Oktaviani Nur Hidayah Nurazizah, Ratih Pitria Nurmadina Nursyamsi, Rizal Nurti Budiyanti Praja, Wina Nurhayati Purnomo Qolbi Mujahidillah Adzimat R. Vindy Melliany Puspa Rachma, Fani Rahmania, Puput Renitadewi Kusumah Wardani Rika Sartika Risris Hari Nugraha Riyana, Nisrina Nur Arifah Angga RR. Ella Evrita Hestiandari Sadiyah, Neng Siti Nur Salma Hanifah Salsabila, Shafira Tasha Sansa Bunga Agista Saptaji, Salma Adriyani Putri Sarah Annisa F Sari Narulita Shafira Tasha Salsabila Siti Komariah Siti Komariah Suci Oktaviani Novita Sudaryat, Muhamad Ridwan Sugiarti, Nadila Putri Budi Taufik Hilman Triana, Ira Udin Supriadi Wawan Hermawan Widia Lestari Wina Nurhayati Praja Wulan, Nisfi Chairani Wulandari, Sekar Kirana Yasmin, Andien Rizkyas Yulia Fitriani Zulfikar Alamsyah